Anda di halaman 1dari 8

Soal & Jawaban Materi IAS 16

 Pertanyaan dari Angga, Jawaban dari Danar :


Masih on progres di lk ada tp tdk ada depresiasi?
Jawab :
Menurut kelompok kami aset on progres tidak ada penyusutannya karena aset
tersebut belum jadi dan
belum digunakan maka di laporan keuangan belum di akui penyusutannya.

 Pertanyaan dari Dika, Jawaban dari Danar :


Bangunan dan tanah longsor bagaimana laporan keuangan?
Jawab :
menurut kelompok kami bahwa jika nilai buku aset tetap sudah habis tetapi masih
digunakan perusahaan perlakuan akuntansinya adalah bahwa aset tersebut tidak
boleh dimasukan ke dalam laporan keuangan di karenakan sudah habis nilai
bukunya.

 Pertanyaan dari Septi, Jawaban dari Danar :


Jawab :
ruko yg dalam pengerjaan dan udh lunas bagaimana pengakuannya?
Menurut kelompok kami pengakuan dalam laporan keuangan sudah di akui dan
masuk ke dalam komponen aset tetap yakni ke konstruksi dalam pengerjaan.
(Accrual Basis)
 Pertanyaan dari Firgi, Jawaban dari Danar :
umur kegunaan selesai tp masih digunakan?
Jawab :
menurut kelompok kami bahwa jika nilai buku aset tetap sudah habis tetapi masih
digunakan perusahaan perlakuan akuntansinya adalah bahwa aset tersebut tidak
boleh dimasukan ke dalam laporan keuangan di karenakan sudah habis nilai
bukunya.

 Pertanyaan dari Shintia, Jawaban dari Ayu :


kelebihan garis lurus dan double decline
Jawab :
Kelebihan Metode Garis Lurus :
- lebih mudah digunakan dan di aplikasikan dalam akuntansi serta lebih mudah
dalam menentukan tarif penyusutannya.
- Kelebihan Metode Saldo Menurun Ganda :Ditentukan berdasarkan presentase
tertentu dan dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Besarnya
presentase atau tarif oenyusutan metode garis lurus
 Pertanyaan dari Andri, Jawaban dari Ayu :
kriteria capex dan revex ?
Jawab :
Kriteria adalah sbb:
Capex : alokasi yg di rencanakan (dalam budget) untuk melakukan
pembelian/perbaikan/penggantian segala sesuatu yang di kategorikan sebagai aset
perusahaan secara akuntansi.

Revex :
- Manfaat ekonomi atas barang atau aset yg tetap di pelihara : menambah
ekonomis/efisien, bertambah umur ekonomis, bertambah volume dan bertambah
kapasitas produksi
- Nilai Rupiah pengeluaran belanja atas pemeliharaan barang atau aset tetap tersebut
material.

 Pertanyaan dari Husniah, Jawaban dari Ayu :


perbedaan perlakuan atas pembelian 5 kapal?
Jawab :
menurut IAS 16 tidak mengizinkan suatu entitas untuk menerapkan dua model yang
berbeda utk kelompok property, pabrik dan peralatan yang sama. Karena itu tidak
diijinkan utk mencatat 3 buah kapal menurut model harga perolehan (cost model)
dan mencatat 2 buah lainnya menurut revaluasi karena melanggar standar yang
berlaku.
 Pertanyaan dari Widya, Jawaban dari Ayu :
kelebihan cost model dan revaluasi model?
Jawab :
Revaluasi model :
- Menunjukan posisi kekayaan yang wajar
- Mengontrol Modal
- Menarik minat investor
- Mengurangi kewajiban perpajakan
- Keuntungan untuk perusahaan yang ingin atau akan Marge

Cost Model :
- Secara umum perusahaan untuk pertama kali pengoprasiannya menggunakan
metode cost karena metode cost ini lebih mudah dan lebih efisien saat
digunakan.

 Pertanyaan dari Elvina, Jawaban dari Revina


Ketika ada suatu ruko atau bangunan yang disewakan atau di jual, bagaimana
perlakun akuntansinya?
Salah satu karateristik asset tetap adalah “Dimiliki untuk digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak
lain, atau untuk tujuan administratif; dan”
Ketika suatu asset tetap tidak digunakan dalam operasinya maka asset tetap
tersebut di klasifikasikan sebagai Properti Investasi.

 Pertanyaan dari Jesika, Jawaban dari Revina


- Jika perusahaan menjual tanah dan bangunan dalam satu kesatuan maka
bagaimana pencatatan akuntansi untuk penjualan tanah dan bangunan
tersebut, dipisah atau digabung? Bagaimana pengakuan gainnya?
- Jika perusahaan ada awal perolehan asset tetap tersebut melakukan pemisahan
antara tanah dan bangunan maka pada saat penjualan perusahaan juga harus
melakukan pemisahan. Begitu juga sebaliknya, Jika perusahaan ada awal
perolehan asset tetap tersebut melakukan penggabungan antara tanah dan
bangunan maka pada saat penjualan perusahaan juga harus melakukan
penggabungan.
Bagaimana cara mengakui gainnya :
Catat/akui beban penyusutan sampai dengan tanggal pelepasan.
Hapus aktiva tetap dari pembukuan dengan cara:
Mendebit akun akumulasi penyusutan, dan
Mengkredit akun aktiva tetap yang dihentikan penggunaannya.
Bandingkan nilai buku aktiva tetap dengan hasil yang diperoleh dari penjualan
(Untuk mengakui Gain)
Keuntungan penjualan terjadi jika hasil yang diperoleh lebih besar daripada
nilai buku.
Kerugian penjualan terjadi jika hasil yang diperoleh lebih kecil daripada nilai
buku.

 Pertanyaan dari Dina, Jawaban dari Revina

Bagaimana perlakuan akuntansi untuk tukar tambah asset yang baru


Ketika asset tetap tersebut baru dan belum digunakan berarti belum ada
depresiasi yang di akui oleh perusahaan sehingga jurnalnya adalah sebagai
berikut:
PT A melakukan penukaran mesin senilai 150 juta dengan mesin yang
dilakukan oleh PT B senilai 150 jt. Nilai wajar mesin PT A 140jt dan Nilai
wajar mesin PT B 160jt
Selain itu PT A juga memberikan kas senilai 20 juta rupiah.
Jurnal PT A:
Mesin dari PT B 160jt
Kerugian 10jt
Mesin PT A 150jt
Cash 20jt
Jurnal PT B:
Kas 20jt
Mesin dari PT A 140jt
Mesin PT B 160jt (150 + gain 10 jt)
 Pertanyaan dari Delip, Jawaban dari Revina

Perlakuan akuntansi untuk surplus revaluasi asset tetap


- Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut
langsung dikredit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun apabila
sebelumnya pernah diakui penurunan nilai asset akibat revaluasi dalam
laporan laba rugi , maka terhadap kenaikan aset tersebut harus diakui dalam
laporan rugi laba sebesar nilai penurunan nilai aset akibat revaluasi yang
pernah dilakukan sebelumnya dalam laporan laba rugi. Sisa nilai setelah
sebagian diakui dalam laporan laba rugi tersebut dicatat sebagai kenaikan
yang langsung dikreditkan ke ekuitas.
- Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui
dalam laporan laba rugi. Namun apabila sebelumnya terhadap asset tersebut
pernah dilakukan revaluasi dan dicatat sebagai kenaikan yang langsung
dikreditkan ke ekuitas maka terhadap penurunan nilai akibat revaluasi tersebut
langsung didebit ke dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama
penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset
tersebut. Sisa nilai penurunan dibebankan ke laporan laba rugi.
Begitu pula dengan surplus revaluasi aset tetap dapat dipindahkan ke laba
ditahan yang telah disajikan di ekuitas pada saat aset tetap tersebut dihentikan
penggunaannya atau pada saat pelepasan. Namun sebagian surplus revaluasi
dipindahkan ke saldo laba sejalan dengan penggunaan aset oleh entitas.
Pemindahan tersebut dilakukan sebesar selisih jumlah penyusutan antara
jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian dengan jumlah penyusutan
berdasarkan biaya perolehan aset tersebut. Namun pemindahan saldo surplus
revaluasi tersebut dilakukan langsung ke saldo laba, tidak melalui laporan laba
rugi.
Contoh Soal :
Metode Proporsional
Peralatan senilai 2.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa
manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai
wajar aset adalah 2.400.000.
Jurnal:
1/1/10 Dr. Aset tetap 2.000.000
Cr. Kas 2.000.000
31/12/10 Dr. Beban Penyusutan 400.000
Cr. Akumulasi Penyusutan 400.000
31/12/10 Dr. Aset Tetap 1.000.000
Cr. Akumulasi Penyusutan 200.000*
Cr. Surplus Revaluasi 800.000
*((2.400.000-1.600.000)/1.600.000) x 400.000 = 200.000
- Surplus revaluasi kemudian akan dimasukan di Laporan Laba Rugi
Komprehensif di bagian Other Comprehensive Income (OCI)
2. Metode Eliminasi
Peralatan senilai 2.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa
manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai
wajar aset adalah 2.400.000.
Jurnal:
1/1/08 Aset tetap 2.000.000
Kas 2.000.000
31/12/08 Beban Penyusutan 400.000
Akumulasi Penyusutan 400.000
31/12/08 Akumulasi Penyusutan 400.000
Aset Tetap 400.000
Aset Tetap 800.000
Surplus Revaluasi 800.000
Surplus revaluasi kemudian akan dimasukan di Laporan Laba Rugi
Komprehensif di bagian Other Comprehensive Income (OCI)

 Pertanyaan dari Septika, Jawaban dari Revina

Bagaimana pencatatan akuntansinya ketika Perusahaan menerima asset dari


Related Parties (luar negeri), dan perusahaan tidak mengeluarkan biaya atas
asset tersebut kecuali pajak.
Perusahaan mengakui asset tersebut sebesar nilai wajarnya
Perusahaan juga mengakui Bea Masuk dan PPNBM sebagai komponen dari
asset
Contoh : Perusahaan menerima mesin dari Related Parties di Cina. Perusahaan
membayar 100 jt untuk bea masuk dan 250 jt untuk PPNBM. Nilai wajar dari
mesin tersebut adala Rp1.000.000.000 (Satu Milyar Rupiah)
Mesin 1.000.000.000
Mesin (Bea Masuk) 100.000.000
Mesin (PPNBM) 250.000.000
Pendapatan Hibah-Barang 1.000.000.000
Kas 350.000.000