Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
Gagal jantung merupakan sindrom klinis (sekumpulan tanda dan gejala)
ditandai oleh sesak nafas dan fatigue (saat istirahat dan aktivitas) yang disebabkan
oleh kelainan struktur atau fungsi jantung.1
Prevalensi gagal jantung di Amerika dan Eropa sekitar 1 – 2%.
Diperkirakan bahwa 5,3 juta warga Amerika saat ini memiliki gagal jantung
kronik dan setidaknya ada 550.000 kasus gagal jantung baru di diagnosis setiap
tahunnya. Pasien dengan gagal jantung akut kira-kira mencapai 20% dari seluruh
kasus gagal jantung. Prevalensi gagal jantung meningkat seiring dengan usia, dan
mempengaruhi 6-10% individu lebih dari 65 tahun.2
Di Indonesia belum ada data epidemiologi untuk gagal jantung, namun
pada Survei Kesehatan Nasional 2003 dikatakan bahwa penyakit system sirkulasi
merupakan penyebab kematian utama di Indonesia (26,4%) dan pada Profil
Kesehatan Indonesia 2003 disebutkan bahwa penyakit jantung berada di urutan
ke-delapan (2,8%) pada 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di rumah sakit
di Indonesia.3
BAB II
LAPORAN KASUS
Pada kasus ini akan di bahas mengenai pasien yang mengalami gagal
jantung .
DATA PASIEN
Nama : Tn. M
Umur : 48 tahun
Alamat : Serut 2/2 kenokorejo, polokarto
Tanggal masuk : 16 – 07 – 2014
KELUHAN UTAMA
Sesak nafas
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas, dada terasa panas, deg – degan
dan perut mual.
Keadaan Umum : Composmentis (lemas)
Pemeriksaan Fisik :
TD : 90/60
Kepala : Ca (-/-), Si (-/-)
Leher : Dalam batas normal
Thorak : Dalam batas normal
Abdomen : Dalam batas normal
Ekstemitas : Dalam batas normal
Diagnosis dokter IGD : OMI
Terapi :
1. D5 + vascon 20 tpm
2. Ranitidin / 12 jam
3. Antalgin / 12 jam
4. Aspilet 2x1
5. Clobazam 2 x 1
HASIL ANAMNESIS
Riwayat penyakit dahulu
1. Riwayat penyakit serupa : disangkal
2. Riwayat hipertensi : disangkal
3. Riwayat diabetes mellitus : disangkal
4. Riwayat alergi : disangkal
5. Riwayat asma : disangkal
6. Riwayat stroke : disangkal
Riwayat penyakit keluarga
1. Riwayat penyakit serupa : disangkal
2. Riwayat hipertensi : disangkal
3. Riwayat diabetes melitus : disangkal
4. Riwayat alergi : disangkal
5. Riwayat asma : disangkal
6. Riwayat stroke : disangkal
Follow up hari pertama 03/07/2014
S:
Deg – degan, dada terasa panas, sesak nafas sudah berkurang, mual
O:
TD : 90/60
N : 72 x/ menit
Keadaan umum : compos mentis
Kepala :
Conjungtiva anemis : (-/-)
Sklera ikterik : (-)
Pupil : isokor/ isokor
Reflek cahaya : (-/-)
Leher :
Kelenjar getah bening : tidak membesar
Kelenjar tyroid : tidak membesar
JVP : tidak ada peningkatan vena jugularis
Thorak :
Pulmo : suara dasar vesikuler (+/+), wheezing (-/-), rhongki (-/-)
Cor : bunyi jantung I/ II reguler
Abdomen :
Supel, peristaltik usus (+)
Ektremitas :
Akral hangat, edema (-/-)
Pemeriksaan laboratorium :
Paket darah lengkap
- Leukosit : 14. 6
- Eritrosit : 5.1
- Hemoglobin : 12.5
- Hematokrit : 37
- Trombosit : 488
Indeks eritrosit
- MCV : 73
- MCH : 25
- MCHC : 34
Kimia darah
- GDS : 169
- Ureum : 61,9
- Creatinin : 1.61
- SGOT : 14, 84
- SGPT : 21.0

A : Berdasarkan anamnesis di dapatkan keluhan sebagai berikut :


1. Deg – degan yang dikeluhkan oleh pasien merupakan tanda dari gagal
jantung. Pada pasien ini di sebabkan oleh gangguan ritme jantung, dimana
jantung akan melakukan kompensasi untuk bisa memenuhi kebutuhan
jaringan dengan cara meningkatkan denyuut jantung.
2. Dada terasa panas
3. Sesak nafas pada gagal jantung diakibatkan karena jantung gagal
memompakan darah ke seluruh tubuh, sehingga darah yang seharusnya di
alirkan ke seluruh tubuh tertimbun di pulmo tau paru – paru. Adanya
cairan di dalam paru – paru menyebabkan paru tidak dapat melakukan
fungsinya dengan sempurna oleh karena itu pasien akan mengeluhkan
sesak nafas.
4. Mual merupakan salah satu manifetasi dari gangguan gastrointestinal,
Berdasarkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik diatas dkapat kita
peroleh diagnosis yang mengarah pada keluhan diatas , yaitu gagal jantung KF III
dan gastritis. Untuk dapat menegakkan diagnosis dari keluhan – keluhan diatas
kita dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti echocardiographi dan dapat
menggunakan kriteria diagnosis sebagai berikut :
1. Kriteria menurut Framingham4
a. Kriteria major
- Paroksismal nokturnal dispnea
- Distensi vena leher
- Ronki paru
- Kardiomegali
- Edema paru akut
- Gallop S3
- Peninggian tekanan vena jugularis
- Refluks hepatojugular
b. Kriteria minor
- Edema ekstremitas
- Batuk malam hari
- Dispnea d’effort
- Hepatomegali
- Efusi pleura
- Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal
- Takikardi (> 120/ menit)
c. Kriteria major dan minor
- Penurunan BB ≥4.5 kg dalam 5 hari pengobatan
Diagnosis gagal jantung ditegakkan minimal ada 1 kriteria major dan 2
kriteria minor (Panggabean MM, 2009)
2. Kriteria menurut New York Heart Association5
Stage Simptom
1 Asimptomatis
2 Gejala timbul saat aktivitas berat
3 Gejala timbul saat aktivitas ringan
4 Gejala timbul saat istirahat

P:
1. O2 4 L/ menit : untuk mencukupi kebutuhan oksigen.
2. D5% + vascon 16 tpm : D5 % untuk mencukupi kebutuhan elektrolit
tubuh dan vascon digunakan untuk memperkuat detak jantung dan tekanan
darah.
3. Clopidogrel 1 x 75 mg :
Menghambatterbentuknyapembekuandarahsehinggadapatmencegahterjadi
nyaseranganjantungdan stroke yang diakibatkanolehpenyempitan PD
4. Aspilet 1 x 80 mg :
Untukmencegahterbentuknyatrombusyaitudenganmenghambatagregasitro
mbosit
5. Antrain 1 amp/ 8 jam : untuk mengatasi rasa nyeri
6. Gastridin 1amp/ 12 jam : untuk mengatasi efek samping dari aspilet yaitu
mual dan muntah
7. Digoxin 1 x ½ : untuk membuat irama jantung lebih kuat dan teratur
8. Clobazam 2 x 10mg : mengatasi keadaan anxietas
Follow up tanggal 18/07/ 2014
S O A P
Sesak berkurang, TD : 90/50 - Gagaljantung - Furosemid ½
mual, pusing N : 128 x/ menit KF III ampul / 24 jam
muter – muter, Ku : compos - Gastritis - Betahistin 3 x 1
tidak mau makan, mentis - Vertigo - Dimenhidrinat 3 x
minum sedikit, Kepala : ca (-/-), 1
BAB (-) 2 hari si (-/-) - Cefadroxil 2 x
Leher : PKGB (-) 500mg
Thorak : SDV - Lain – lain lanjut
(+),
Abdomen : supel,
peristaltik (+)
Ektremitas : akral
hangat, edema (-)

Terapi tambahan :
1. Furosemid : sebagai diiuretik
2. Betahistin : untuk mengatasi keluhan vertigo dengan cara merangsang
pengeluaran histamin
3. Dimenhidrinat : anti histamin yang berfungsi untuk mengurangi gejala
vertigo
4. Cefadroxil : antibiotik
Follow up tanggal 19 – 21/ 07/ 2014
S O A P
Sesak berkurang, TD : 90/50 - Gagal - Fargoxin ½ amp/ 12
pusing berkurang, N : 128 x/ menit jantung KF jam
deg – degan, mual Ku : compos III - Gastridin 1amp/ 12
berkurang, makan mentis - Vertigo jam
sedikit - sedikit Kepala : ca (-/-), si - Gastritis
(-/-) Cekulang ECG -
Leher : PKGB (-) Bisoprolol 1 x 5mg
Thorak : SDV (+),
Abdomen : supel,
peristaltik (+)
Ektremitas : akral
hangat, edema (-)

Terapi tambahan :
1. Fargoxin : untuk gagal jantung kongestif akut dan takikardi
supraventrikuler
2. Bisoprolol : untuk hipertensi dan penyakit jantung koroner
Follow up tanggal 22/ 07/ 2014
S O A P
Batuk (+), dahak TD : 100/70 - Gagaljantung - KAEN 3B 16 tpm
(+), pusing, mual, S : 36 KF III - Curcuma 3 x 1
gemetar N : 92x - Vertigo - Digoxin 1 x ½
Ku : cm - Bisoprolol 1 x 5mg
K : ca (-/-), si (-/- - Betahistin 3 x 1
) - Dimenhidrinat 3 x 1
L : PKGB (-) - Gastridin 1 amp/ 12
Tho : SDV (+), jam
rho (-), wh (-) - Ambroxol 3 x
Abd : supel , BU 1
(+) - Antalgin / 8
Eks : akralhangat jam
, edema (-)

Terapi tambahan :
1. KAEN 3B : sebagai tambahan nutrisi dan elektrolit
2. Curcuma : sebagai tambahan vitamin
3. Ambroxol : untuk mengatasi keluhan batuk sebagai mukolitik
4. Antalgin : sebagai anti nyeri
Follow up tanggal 23/ 07/ 2014
S O A P
Perutampek, TD : 90/60 - Gagaljantung - BLPL
mual, pusing, N : 68 KF III - Digoxin 1 x ½
batuk, pilek Ku : cm - Vertigo - Betahistin 3 x1
K : ca (-/-), - Antalgin 3 x 1
si (-/-) - Clopidogril 1 x
L : PKGB 75mg
(-) - Domperidon 3 x
Tho : SDV 1
(+), BJ I/ II - Ambroxol 3
regular
Abd :
supel, BU
(+)
Eks :
hangat,
edema (-)

Keadaan pasien sudah membaik dan diperbolehkan pulang setelah di rawat


di RSUD Sukoharjo selama 7 hari dan dengan terapi yang adekuat dari dokter
spesialis penyakit dalam.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Definisi
Gagal jantung adalah sindrom klinis ( sekumpulan gejala dan tanda ),
ditandai oleh sesak nafas dan fatik ( saat istirahat atau aktivitas ) yang
disebabkan oleh kelainan struktur dan fungsi jantung. 6
B. Epidemiologi
Data di United State menunjukkan bahwa sekitar 5.1 juta orang
menderita gagal jantung, dan data tahun 2009 menyebutkan bahwa 1 dari 9
orang meninggal tiap tahunnya akibat gagal jantung 7
C. Etiologi
Penyakit gagal jantung disebabkan oleh cardiac output yang tidak
adekuat dan abnormalitas pada miokardium. Penyebab gagal jantung
dikategorikan berdasarkan jenis gagal jantung yaitu :8
a. Penyebab gagal jantung sistolik
- Coronary artery disease
- Diabetes mellitus
- Hipertensi
- Valvular heart disease ( stenosis atau regurgitasi )
- Aritmia ( supraventrikular atau ventrikular )
- Infeksi atau inflamasi ( miocarditis )
- Congenital heart disease
- Obat – obatan ( alkohol dan kokain )
- idiopatik
- abnormalitas endokrin, penyakit reumatologi, neuromuskular
b. Penyebab gagal jantung diastolik
- coronary artery disease
- diabetes mellitus
- hipertensi
- valvular heart disease ( stenosis arteri )
- hipertropi cardiomiopati
- kardiomiopati restriktif ( amyloidosis, sarcoidosis )
c. Penyebab gagal jantung akut
- acute valvular ( mitral atau aortic ) regurgitasi
- miocardial infarction
- myocarditis
- aritmia
- obat – obatan ( kokain, calsium calan blocker atau overdosis beta
bloker )
- sepsis
d. Penyebab high-output
- Anemia
- Sitemic arteriovenous fistula
- Hipertiroidisme
- Multiple mieloma
- Kehamilan
- Glomerulonefritis
- Polisitemia vera
e. Penyebab gagal jantung kanan
- Kegagalan ventrikel kiri
- Coronary artery disease (iskemik)
- Hipertensi pulmonal
- Stenosis katup pulmonal
- Emboli pulmonal
- Chronic pulmonary disease
- Penyakit neuromuskular
D. Patofisiologi
Penurunan kontraksi ventrikel akan diikuti penurunan curah jantung
yang selanjutnya terjadi penurunan tekanan darah dan penurunan volume
darah arteri yang efektif. Hal ini akan merangsang mekanisme kompensasi
neurohormonal. Vasokonstriksi dan retensi air untuk sementara waktu akan
meningkatkan tekanan darah,sedangkan peningkitan preload akan
meningkatkan kontraksi jantung melalui hukum starling. Apabila keadaan ini
tidak segera diatasi, peninggian afterload dan hipertensi disertai dilatasi
jantung akan lebih menambah beban jantung sehingga terjadi gagal jantung
yang tidak terkompensasi.9
E. Tanda dan gejala
1. Distensi vena jugularis
Bila ventrikel kanan tidak mampu kompensasi, maka akan terjadi dilatasi
ventrikel dan peningkatan volume curah jantung pada ahir diastolik dan
terjadi peningkatan laju tekanan darah pada atrium kanan. Peningkatan
ini sebaliknya memantau aliran darah dari vena kava yang tidak diketahui
dengan peningkatan vena jugularis, dengan kata lain apabila terjadi
dekompensasi ventrikel kanan maka kondisi pasien dapat ditandai
dengan edema ekstremitas dan distensi vena jugularis pada leher.
2. Sesak nafas saat beraktiviitas
3. Kesulitan bernafas saat berbaring
4. Pembengkakan pada ekstremitas bawah
5. Ascites
6. Merasa lemah dan lelah
7. Batuk yang tidak sembuh10
F. Kriteria diagnosis
1. Kriteria menurut Framingham4
a. Kriteria major
- Paroksismal nokturnal dispnea
- Distensi vena leher
- Ronki paru
- Kardiomegali
- Edema paru akut
- Gallop S3
- Peninggian tekanan vena jugularis
- Refluks hepatojugular
b. Kriteria minor
- Edema ekstremitas
- Batuk malam hari
- Dispnea d’effort
- Hepatomegali
- Efusi pleura
- Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal
- Takikardi (> 120/ menit)
c. Kriteria major dan minor
- Penurunan BB ≥4.5 kg dalam 5 hari pengobatan
Diagnosis gagal jantung ditegakkan minimal ada 1 kriteria major
dan 2 kriteria minor.
(Panggabean MM, 2009)
2. Kriteria menurut New York Heart Association5
Stage Simptom
1 Asimptomatis
2 Gejala timbul saat aktivitas berat
3 Gejala timbul saat aktivitas ringan
4 Gejala timbul saat istirahat
(www.americanheart.org)
G. Tatalaksana gagal jantung
a. Medikamentosa
1. Diuretik
Dapat mengurangi penumpukan cairan pada paru – paru, abdomen dan
ekstremitas
2. ACE inhibitor
Dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan jantung,
sehingga dapat mencegah terjadinya serangan jantung
3. Aldosteron antagonis
Memacu tubuh untk membuang garam dan air melalui urine, dengan
menurunkan volume darah yang seharusnya dipompa jantung
4. Angiotensin reseptor blocker
Dapat merileksasikan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah,
sehingga jantung tidak perlu bekerja lebih berat
5. Beta blocker
Memperlambat detak jantung dan dapat menurunkan tekanan darah
untuk meringankan beban kerja jantung
6. Isosorbite dinitrat/ hidralazin hidrocloride
Dapat membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga jantung tidak
perlu bekerja lebih berat untuk memompa darah
7. Digoxin
Membuat detak jantung lebih kuat sehingga jantung memompa lebih
banyak
8. Life style
1. Exercise
2. Diet rendah sodium dan garam : 1500 mg perhari dapat membantu
meringankan edema di ekstremitas dan pulmo.
3. Menurunkan berat badan
4. Stop merokok dan konsumsi alkohol 11
BAB IV
KESIMPULAN
Dari hasil pemeriksaan diatas, didapatkan bahwa pasien mengalami gagal
jantung disertai dengan vertigo. Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya gagal
jantung pada pasien ini adalah karena adanya aritmia jantung. Sehingga jantung
akan melakukan kompensai namun apabila terjadi terlalu lama maka jantung tidak
mampu melakukan kompensasi, sehingga terjadi gagal jantung dengan gejala
sesak nafas, dan rasa deg – degan. Rasa sesak yang dirasakan pasien
menyebabkan pasien datang berobat ke RSUD Sukoharjo dan di rawat oleh dokter
spesialis penyakit dalam. Setelah tujuh hari dirawat di rumah sakit dan dengan
pengobatan yang adekuat pasein mengalami perbaikan dan diperbolehkan untuk
pulang.
CASE REPORT
GAGAL JANTUNG

Diajukan untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Dokter Umum


Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pembimbing :
dr. Rosa Priambodo Sp. PD

oleh :
Luluk Yuniar Rizka S. Ked
J500100108
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM DI RSUD
SUKOHARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014