Anda di halaman 1dari 27

DOSEN : Dr. I KOMANG WHERDIANA, M.Si.

ASISTEN : AGNES JOIS PALAMBA


OLEH : KELOMPOK VII
SAKINA NUR AL-JUFRI A 241 17 024
EBI RAHMAT A 241 17 063
SITI NURHIDAYATI A 241 17 078
LATIFA A 241 17 081

LABORATORIUM PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Amperemeter dan Voltmeter Arus Searah (DC)” .
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dari Dosen
Mata Kuliah Praktikum Fisika Dasar II.
Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami menerima kritik dan saran
agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk itu kami
mengucapkan banyak terima kasih dan semoga karya tulis ini bermanfaat untuk
penulis dan untuk pembaca.

Palu, 02 Mei 2018

Tim Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan...........................................................................................................1
1.2 Alat dan Bahan.............................................................................................1

BAB II KAJIAN PUSTAKA


2.1 Arus Searah (Direct Current)..........…….....................................................2
2.2 Hukum Ohm……………………………………………………………….2
2.3 Amperemeter dan Voltmeter DC……………….........................................3

BAB III METODE PRAKTIKUM


3.1 Waktu dan Tempat.......................................................................................6
3.2 Prosedur Kerja……......................................................................................6

BAB IV HASIL Dan PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan.........................................................................................8
4.2 Analisa Data...........................................……..............................................9
4.3 Pembahasan...........................................….................................................17

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.................................................................................................20
5.2 Saran...........................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
 Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Memahami konsep arus dan tegangan serta hambatan pada arus searah (DC)
 Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
1) Menentukan hambatan dalam amperemeter
2) Menentukan hambatan dalam voltmeter

1.1 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
1) Amperemeter DC 1 buah
2) Voltmeter DC 1 buah
3) Power Supply 1 buah
4) Rheostat 1 buah
5) Resistor 56 Ω 1 buah
6) Kabel Penghubung 5 buah

1
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Arus Searah (Direct Current)


Arus searah (Direct Current) adalah arus listrik yang mengalir konstan
terhadap waktu. Dimana arus mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Arus searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor. Dahulu arus listrik searah
dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung sumber positif ke ujung
sumber negatif.

2.2 Hukum Ohm


Pada tahun 1927, Georg Simon Ohm ahli fisika berkebangsaan Jerman
menentukan berdasarkan hasil eksperimennya bahwa arus listrik yang melalui
suatu penghantar sebanding dengan beda potensial yang diberikan pada ujung-
ujung penghantar tersebut, yang dinyatakan dalam bentuk persamaan matematik
berikut:
I=V/R

dimana: I = kuat arus listrik


V = beda potensial
R = hambatan penghantar
Banyak fisikawan yang akan mengatakan bahwa ini bukan merupakan
hukum, tetapi lebih berupa definisi hambatan atau deskripsi empirik dari sifat
yang dimiliki bahan (konduktor logam) tertentu. Penghantar yang sifat
hambatannya mengikuti hukum Ohm disebut penghantar Ohmik, sedangkan
penghantar yang tidak mengikuti hukum Ohm disebut penghantar non Ohmik.
Untuk memperoleh hasil pengukuran yang tepat seharusnya amperemeter harus
mempunyai hambatan dalam diabaikan sedangkan voltmeter memiliki hambatan
dalam ideal.

2
2.3 Amperemeter dan Voltmeter DC
2.3.1 Amperemeter
Amperemeter arus searah atau sering disebut amperemeter DC
adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik
(DC) yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika.
Amperemeter yang terdiri dari galvanometer yang dipasang paralel
dengan resistor disebut resistor shunt (“shunt” adalah persamaan kata
“paralel dengan”). Penyusunan resistor shunt tampak seperti pada gambar
berikut.

Rangkaian Amperemeter dirangkai paralel dengan resistor shunt

Hambatan shunt adalah R, dan hambatan kumparan galvanometer


(yang membawa arus) adalah r. Nilai R dipilih menurut penyimpangan
skala penuh yang diinginkan dan biasanya sangat kecil, mengakibatkan
hambatan dalam amperemeter sangat kecil pula.

Hambatan dalam sebuah amperemeter dapat diukur atau dicari


nilainya dengan dua cara. Cara pertama dengan menganggap dan
memperlakukan amperemeter sebagai hambatan beban yang kemudian
diberi arus dari sebuah ggl dan kemudian diukur tegangannya seperti
pada gambar 11. Cara kedua serupa dengan cara pertama, tetapi voltmeter
pada cara pertama itu diganti dengan sebuah hambatan yang sudah
diketahui nilainya, seperti pada gambar 12.

2
Untuk rangkaian pada gambar 11, nilai hambatan dalam
amperemeter dapat dicari dengan persamaan :

Dengan V adalah tegangan yang terbaca pada voltmeter, dan i adalah


kuat arus yang terbaca pada amperemeter.

Untuk rangkaian pada gambar 12, nilai hambatan dalam


amperemeter dapat dicari dengan persamaan :

Dengan I1 adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter sebelum


R dipasang dan I2 adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter
setelah R dipasang.
2.3.2 Voltmeter
Voltmeter DC merupakan alat ukur yang berfungsi untuk
mengetahui beda potensial atau tegangan antara dua titik pada suatu
beban listrik atau rangkaian elektronika. Voltmeter juga terdiri dari
galvanometer dan resistor. Resistor R yang dihubungkan seri dan
biasanya besar seperti gambar dibawah, mengakibatkan voltmeter
mempunyai hambatan dalam yang besar.

2
Resistor R yang dihubung seri

Hambatan dalam sebuah voltmeter dapat diukur dengan dua cara.


Cara pertama adalah dengan menganggap atau memperlakukan voltmeter
sebagai sebuah hambatan beban yang kemudian diberi arus dari sebuah
ggl dan kemudian diukur kuat arusnya seperti pada gambar 13. Cara
kedua serupa dengan cara pertama, tetapi amperemeter pada cara pertama
itu diganti dengan sebuah hambatan yang sudah diketahui nilainya,
seperti pada gambar 14.

Untuk
rangkaian pada gambar 13, nilai hambatan dalam voltmeter dapat dicari
dengan persamaan :

Dengan V adalah tegangan yang terbaca pada voltmeter dan I


adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter.

2
Untuk rangkaian pada gambar 14, nilai hambatan dalam voltmeter
dapat dicari dengan persamaan :

Dengan V1 adalah beda potensial yang terbaca pada voltmeter


sebelum R dipasang dan V2 adalah beda potensial yang terbaca pada
voltmeter setelah R dipasang.

2
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Sabtu, 28 April 2018
Pukul : 08.00 – 10.30 WITA
Tempat : Laboratorium Mekanika FKIP UNTAD

3.2 Prosedur Kerja


3.2.1 Hambatan dalam amperemeter
Cara I
1) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Merangkai alat dan bahan seperti pada gambar berikut ini

3) Menghidupkan power supply DC


4) Memberikan tegangan Vs sebesar 2 volt
5) Mencatat nilai yang tercantum pada voltmeter DC dan
amperemeter DC
6) Mengulangi langkah 4-5 dengan menggunakan tegangan Vs
sebesar 4 volt dan 6 volt
7) Memasukkan data pada tabel hasil pengamatan

1
3.2.2 Hambatan dalam voltmeter
Cara II
1) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Menyusun rangkaian seperti pada gambar di bawah ini

3) Menghidupkan
power supply DC
4) Memberikan
tegangan Vs sebesar 2 volt
5) Mencatat nilai yang tercantum pada voltmeter DC sebagai V1
sebelum dihubungkan dengan Rx
6) Menghubungkan Rx
7) Mencatat nilai yang tercantum pada voltmeter DC sebagai V2
8) Mengulangi langkah 4-7 dengan menggunakan tegangan Vs
sebesar 4 volt dan 6 volt
9) Memasukkan data pada tabel hasil pengamatan

10
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.1 Menentukan hambatan dalam amperemeter
Cara I

NO. Vs (V) V (V) I (A)


1. 2 0,006 0,07
2. 4 0,014 0,15
3. 6 0,024 0,23

NST Voltmeter = 1 x 10-3 V


NST Amperemeter = 1 x 10-2 A

4.1.2 Menentukan hambatan dalam voltmeter


Cara II

No. Vs V1 V2 Rx (Ω)
(V) (V) (V)
1. 2 2,0 1,3 56
2. 4 3,9 2,6 56
3. 6 5,8 3,9 56

NST Voltmeter = 1 x 10-1 V

10
4.2 Analisa Data
4.2.1 Perhitungan Umum
1) Menghitung hambatan dalam amperemeter
a. Untuk Vs = 2 V

b. Untuk Vs = 4 V

c. Untuk Vs = 6 V

2) Menghitung hambatan dalam voltmeter


a. Untuk Vs = 2 V

b. Untuk Vs = 4 V

c. Untuk Vs = 6 V

10
4.2.2 Perhitungan Ralat
1) Ralat terhadap hambatan dalam amperemeter

ΔV = NST Voltmeter = 1 x 10-3 V


ΔI = NST Amperemeter = 1 x 10-2 A

a. Untuk Vs = 2 V

10
b. Untuk Vs = 4 V

10
c. Untuk Vs = 6 V

10
2) Ralat terhadap hambatan dalam voltmeter

ΔV1 = ΔV2 = NST Voltmeter = 1 x 10-1 V

a. Untuk Vs = 2 V

10
b. Untuk Vs = 4 V

10
c. Untuk Vs = 6 V

10
10
4.3 Pembahasan
Arus searah (Direct Current) adalah arus listrik yang mengalir konstan
terhadap waktu. Dimana arus yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial
rendah. Untuk mengukur besarnya arus listrik dan beda potensial pada arus
searah, dapat menggunakan alat yang disebut amperemeter DC dan voltmeter
DC. Penghantar yang sifat hambatannya mengikuti hukum Ohm disebut
penghantar Ohmik, sedangkan penghantar yang tidak mengikuti hukum Ohm
disebut penghantar non Ohmik.
Adapun tujuan dari percobaan ini, yaitu untuk Memahami konsep arus
dan tegangan serta hambatan pada arus searah (DC), dan secara khusus yaitu
untuk Menentukan hambatan dalam amperemeter dan Menentukan hambatan
dalam voltmeter.
Pada percobaan ini kami menggunakan beberapa alat dan bahan yaitu
amperemeter DC, voltmeter DC, power supply, resistor 56 Ω, rheostat dan
kabel penghubung. Amperemeter digunakan untuk mengukur arus listrik yang
mengalir dalam rangkaian listrik, voltmeter digunakan untuk mengukur
tegangan yang mengalir dalam rangkaian listrik, power supply sebagai
sumber arus listrik dan tegangan dalam rangkaian, resistor 56 Ω dan rheostat
sebagai hambatan dan kabel penghubung sebagai penghubung antar
komponen dalam rangkaian.
Untuk menentukan hambatan dalam amperemeter, kutub positif dari
power supply dihubungkan ke masukan dari rheostat. Kemudian keluaran dari
rheostat dihubungkan dengan amperemeter dan keluaran dari amperemeter
dihubungkan dengan kutub negatif dari power supply. Setelah itu,
amperemeter diparalelkan dengan voltmeter. Setelah semua komponen sudah
dirangkai seperti penjelasan diatas, maka power supply dihidupkan dan diberi
tegangan 2V, 4V dan 6V. kemudian arus dan tegangan akan terbaca pada
amperemeter dan voltmeter.
Dapat dilihat dari tabel hasil pengamatan dan analisa data, diketahui
bahwa nilai hambatan dalam amperemeter berbanding lurus dengan tegangan
dan berbanding terbalik dengan arus listrik. Nilai hambatan dalam
amperemeter yang diperoleh berturut-turut adalah 0,08 Ω, 0,09 Ω dan 0,10 Ω.
Berdasarkan hukum ohm, seharusnya RA (hambatan) dalam ampermeter baik
pada Vs 2 volt, 4 volt, dan 6 volt adalah tetap atau sama karena dalam hal ini
R (hambatan) merupakan tetapan. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh
data yang bersifat ohmik. Dari hasil analisa data diperoleh nilai RA yang
berbeda, hal ini disebabkan oleh alat yang digunakan seperti ampermeter dan
power suplay yang tidak menunjukkan nilai yang konstan.
Sedangkan untuk menentukan hambatan dalam voltmeter, kutub
positif dihubungkan dengan masukan dari rheostat. Kemudian keluaran dari
rheostat dihubungkan dengan masukan dari voltmeter dan keluaran dari
voltmeter dihubungkan dengan kutub negatif dari power supply. Setelah itu,
power supply dihidupkan dan diperoleh nilai V1 dengan masing-masing
tegangan 2V, 4V dan 6V. Untuk memperoleh nilai V 2 , maka voltmeter
diparalelkan dengan resistor 56 Ω dan diberi masing-masing tegangan 2V, 4V
dan 6V.
Dapat dilihat dari tabel hasil pengamatan dan analisa data bahwa
hambatan dalam voltmeter bergantung pada tegangan dan hambatan yang
diberikan. Adapaun nilai hambatan yang diperoleh berturut-turut adalah 30,15
Ω, 28 Ω dan 27,28 Ω. Berdasarkan hukum ohm, seharusnya Rv (hambatan)
dalam voltmeter baik pada Vs 2 volt, 4 volt, dan 6 volt adalah tetap atau sama
karena dalam hal ini R (hambatan) merupakan tetapan. Sehingga pada
akhirnya akan diperoleh data yang bersifat ohmik. Dari hasil analisa data
diperolehnilai Rv yang berbeda, hal ini disebabkan oleh alat yang digunakan
seperti voltmeter dan power suplay yang tidak menunjukkan nilai yang
konstan.

Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh bahwa hambatan pada


amperemeter lebih kecil daripada hambatan pada voltmeter. Berdasarkan
literature hambatan voltmeter jauh lebih besar dari hambatan amperemeter.
Karena pada voltmeter tahanan (Rs-Rsunt) disusun secra seri sehingga
menghasilkan hambatan dalam yang besar. Sedangkan pada ameperemeter
tahanan (r-Rsunt) disusun secara pararel sehingga menghasilkan hambatan
dalam yang kecil.
Pada analisa data, kami juga menghitung ralat dimana terdapat
ketidakpastian relatif. Jika ketidakpastian relatif (KTPr) yang didapatkan
rendah atau kecil, maka ketelitian pada saat praktikum tinggi dan begitu pula
sebaliknya. Jika KTPr yang diperoleh tinggi atau besar, maka ketelitian pada
saat praktikum rendah. Adapun KTPr yang diperoleh pada perhitungan
hambatan dalam amperemeter berturut-turut adalah 30,95%, 6,67% dan 8,5%.
Sedangkan KTPr yang diperoleh pada perhitungan hambatan dalam voltmeter
berturut-turut adalah 36,26%, 19,23% dan 7,83%. Sehingga ketelitian dalam
perhitungan hambatan dalam amperemeter lebih tinggi daripada ketelitian
dalam perhitungan hambatan dalam voltmeter.
Nilai KTPr yang didapatkan pada percobaan besar, hal ini dapat
disebabkan oleh adanya beberapa kesalahan yaitu kesalahan paralaks yang
terjadi karena kurangnya ketelitian praktikan saat membaca nilai arus listrik
dan tegangan pada amperemeter dan voltmeter. Selain itu, kesalahan yang
terjadi yaitu kesalahan pada alat dan bahan yang digunakan sedang dalam
keadaan rusak atau bermasalah.
Untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam melaksanakan
praktikum, hendaknya praktikan harus lebih teliti dan cermat selama
melakukan percobaan agar nilai atau data yang diperoleh akurat dan sesuai
dengan literatur yang ada.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Untuk mengukur hambatan dalam amperemeter, dapat digunakan
perhitungan:

Berdasarkan analisa data diperoleh nilai :


 Vs = 2V , RA = 0,08 Ω
 Vs = 4V , RA = 0,09 Ω
 Vs = 6V , RA = 0,10 Ω

2. Untuk mengukur hambatan dalam voltmeter, dapat digunakan perhitungan:

Berdasarkan analisa data diperoleh nilai :


 Vs = 2V , RV = 30,15 Ω
 Vs = 4V , RV = 28 Ω
 Vs = 6V , RV = 27,28 Ω

3. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan


bahwa hambatan pada amperemeter lebih kecil daripada hambatan pada
voltmeter. Sehingga hasil percobaan sesuai dengan literatur yang ada.

5.2 Saran
Dalam melaksanakan praktikum, hendaknya praktikan harus lebih teliti
dan cermat selama melakukan percobaan agar nilai atau data yang diperoleh
akurat dan sesuai dengan literatur yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Hepriadi, A. Amperemeter dan Voltmeter DC, [Online] Tersedia : http
://www.scribd.com/doc/17838090 [diakses 25 April 2018].

Anonim. (2012). Listrik Arus Searah, [Online] Tersedia :


http://www.gurupendidikan.co.id/2012/02/listrik-arus-searah.html [diakses
27 April 2018].

Nurmansyah, Farhan. (2017). Prinsip Kerja Alat Ukur Listrik, [Online] Tersedia :
https://farhannurmasyah456.wordpress.com/2017/02/20/prinsip-kerja-alat-
ukur-listrik/ [diakses 29 April 2018].

Kainginan, M. (2007). Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Tim Penyusun. (2018). Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Palu : Universitas
Tadulako.