Anda di halaman 1dari 8

TALITHA PROPERTY

STEP 7 BEB

1. Mengapa pasien merasa jantung berdebar setelah melakukan aktifitas ?


Rasa berdebar - debar merupakan manifestasi kesadaran adanya denyut jantung yang di
rasakan sebagai denyut jantung yang cepat (palpitasi), yang lambat (bradikardi), suatu
denyut yang tak teratur (fibrilasi), atau hilangnya suatu denyut (ekstrasistol).
Pada ekstrasistol keluhan penderita dapat berupa rasa hilangnya suatu denyut (karena
hilangnya efek pompa dari denyut prematur) atau terada sebagai mengendarai pesawat
pada gangguan udara (turbulen). Tergantung dari aktivitas susunan saraf otonom, keluhan
berdebar dapat disertai dengan rasa cemas, keringat dingin atau lemas.
Beberapa kasus, berdebar disertai dengan rasa sesak yang tergantung dengan penyakit
jantung primernya. Pada takikardi/fibrilasi yang sifatnya paroksimal, keluhan berdebar dapat
timbul dan menghilang dengan tiba-tiba.
Pada aritmia yang sifatnya paroksimal, perlu dilakukan penekanan pada anamnesisnya untuk
mengarahkan pemeriksaan lanjutan dalam menemukan kelainan yang bermakna.
Perlu ditanya :
- Kualitas berdebar ( cepat, lambat, hilangnya denyut)
- saat dan sifat mulainya rasa berdebar (dengan atau tanpa ancang-ancang)
- bagaimana hilangnya rasa berdebar (dengan gerakan tertentu atau hilang sendiri)
- keluhan penyerta lain ( keringat dingin, pusing, muntah, dan lain - lain )

(Buku Ajar Kardiologi FKUI.Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


Jakarta:2001)

2. Apa hubungan demam rematic dengan penyakit pada scenario?


Karena pada demam reumatik yang sangat penting adalah kemampuannya menyebabkan
katup-katup jantung menjadi fibrosis.

Patofisiologi demam reumatik

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1164)


TALITHA PROPERTY

3. Bagaimana impuls listrik jantung terbentuk dan perjalanan pada kondisi normal?
Impuls listrik jantung yang terbentuk:

(Sherwood’s introduction to human physiology 8th ed hal. 328)

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1339)


TALITHA PROPERTY

4. Bagaimana interpretasi EKG berdasarkan scenario?


Intepretasi EKG:
1.Irama: asinus rhythm
2.Regularitas: irregular
3.Frekuensi
HR: jumlah QRS dalam 6 kotak=8
HR: 8x10= 80x/menit
4.Gel P: Tidak terlihat
5.Interval PR: 5x0,04= 0,20 sec(Normal)
6.Gel QRS
-Interval QRS: 3x0,04= 0,12 (Normal)
-Axis
Lead I: R-(Q+S)
10-(1+10)=9
Lead avF: R-(Q+S)
3-(1+1)=1
-Zona transisi: (-)
-Q patologis: (-)
-LVH
Gel S( V1

5. Apa saja klasifikasi dari aritmia jantung dan atrial fibrilasi?


TALITHA PROPERTY

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1357)

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)


TALITHA PROPERTY

6. Apa saja etiologi dari scenario?

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)

7. Apa patofisiologi dari scenario?

Gatau bener apa ga wkwkwk

8. Apa saja factor resiko dari scenario?

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)


TALITHA PROPERTY

9. Apa diagnosis dan DD dari scenario?


Diagnosis: Atrial Fibrilasi
DD:

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)

10. Apa saja pemeriksaan penunjang dari scenario?

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)


TALITHA PROPERTY

11. Apa saja penatalaksaan dari scenario?

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)


TALITHA PROPERTY

12. Mengapa pasien dihitung resiko perdarahan?

(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jilid I – hal. 1367)

13. Bagaimana cara penghitungan stratifikasi resiko stroke, tromboemboli dan resiko
pendarahan?

Gatauk ah.