Anda di halaman 1dari 4

RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA

No. Ijin : 1938/503/PPT.II.50.A8/04/2013


Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 17 Pancor Lombok Timur
Telp. (0376) 21004, Fax (0376) 22693

KEBIJAKAN DIREKTUR
N0MOR : 184/KBJ/DIR/RSI-N/VIII/2015
TENTANG
PENETAPAN DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP)
DI RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA

Direktur Rumah Sakit Islam Namira dengan senantiasa memohon bimbingan,


lindungan dan ridho Allah SWT :
MENIMBANG : a. Bahwa dalam rangka memberikan pendidikan kepada pasien
tentang kewajibannya terhadap Rumah Sakit, maka dipandang
perlu untuk menetapkan Dokter Penanggung Jawab
Pelayanan Rumah Sakit untuk tiap SMF (Staf Medis
Fungsional).
: b. Bahwa untuk itu perlu diatur dan ditetapkan dengan surat
keputusan Direktur RSI Namira tentang Penetapan Dokter
Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
MENGINGAT : 1. Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang – undang nomor 24 tahun 2009 tentang praktek
kedokteran
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
290/Menkes/Per/2008 tentang Pesetujuan Tindakan Medik.
6. Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
2052/Menkes/Per/2011 tentang Izin Praktik Dokter.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
KESATU : Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Namira Tentang
Kebijakan Penetapan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan
(DPJP) Rumah Sakit Islam Namira.
KEDUA : Keputusan sebagaimana Diktum KESATU termuat dalam
lampiran keputusan ini.
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lombok Timur


Tanggal : 16 Syawal 1436 H
01 Agustus 2015 M

Rumah Sakit Islam Namira


Lombok Timur

dr. H. Basirun, MMRS


Direktur
Lampiran Kebijakan Direktur Rumah Sakit Islam Namira
Nomor : 184/KBJ/DIR/RSI-N/VIII/2015
Tentang : Penetapan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)

KEBIJAKAN TENTANG PENETAPAN DOKTER PENANGGUNG JAWAB


PELAYANAN (DPJP)

RUMAH SAKIT ISLAM NAMIRA

1. Pengertian
DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) : adalah seorang dokter, sesuai
dengan kewenangan klinisnya terkait penyakit pasien, memberikan asuhan medis
lengkap (paket) kepada satu pasien dengan satu patologi / penyakit, dari awal sampai
dengan akhir perawatan di rumah sakit, baik pada pelayanan rawat jalan dan rawat
inap. Asuhan medis lengkap artinya melakukan asesmen medis sampai dengan
implementasi rencana serta tindak lanjutnya sesuai kebutuhan pasien.

2. Tujuan
Tercapainya mutu pelayanan yang baik disemua lini pelayanan dengan mencegah
dan meminimalisasi kejadian tidak diharapkan (KTD) dan kejadian nyaris cidera
(KNC) serta meningkatnya kepuasan pasien terhadap rumah sakit.

3. Kewajiban DPJP dalam memberikan pendidikan kepada pasien yang meliputi :


a. Memberi informasi yang benar, jelas dan jujur.
b. Mengetahui kewajibannya dan tanggung jawab pasien dan keluarga.
c. Mengajukan pertanyaan untuk hal yang tidak dimengerti.
d. Memahami dan menerima konsekuensi pelayanan.
e. Mematuhi instruksi dan menghormati peraturan rumah sakit.
f. Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang rasa.
g. Memenuhi kewajiban finansial yang disepakati.

4. Pola operasional DPJP :


a. DPJP wajib memberikan informasi kepada pasien mengenai kewajiban dan
tanggung jawab pasien.
b. DPJP bertugas memberikan rangkaian asuhan medis yang meliputi :
1) Pemeriksaan medis untuk penegakan diagnosis.
2) Merencanakan dan memberi terapi.
3) Melakukan tindak lanjut/rujukan.
4) Rehabilitasi.
5) Melakukan konsultasi (jika diperlukan).
c. Melakukan koordinasi antar DPJP untuk pasien rawat gabung atau rawat
bersama.
d. Dalam hal perawatan bersama, seorang DPJP hanya memberikan asuhan medis
sesuai dengan keahliannya.
e. Bila pasien dikonsulkan untuk masalah penyakit lain yang bukan keahlian dari
DPJP yang telah ditunjuk, maka asuhan medis dilakukan oleh dokter yang
memiliki keahlian sesuai diagnosis pasien tersebut.
f. DPJP melakukan pencatatan mengenai penjelasan atau pemberian informasi
yang telah dilakukan kepada pasien dalam berkas rekam medis.

5. Informasi yang diberikan DPJP kepada pasien meliputi :


a. DPJP memberikan informasi pelayanan medis yang telah dan akan dilakukan.
b. DPJP harus memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya tentang
kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan pasien. Kewajiban pasien
diantaranya :
c. Informasi yang diberikan kepada pasien dan keluarga harus dilakukan secara
jelas dan benar mengenai rencana pelayanan, hasil pelayanan dan pengobatan,
termasuk kemungkinan terjadinya kejadian tidak diinginkan. Informasi yang
disampaikan meliputi hal-hal sebagai berikut :
d. DPJP memberikan informasi kepada pasien/keluarga dalam bentuk penjelasan
lisan.
e. DPJP mencatat pelaksanaan pemberian informasi dalam berkas rekam medis
sebagai bukti bahwa DPJP telah melaksanakan kewajibannya dalam memberikan
informasi kepada pasien.
f. Koordinator melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemberian informasi oleh
DPJP.

Ditetapkan di : Lombok Timur


Tanggal : 16 Syawal 1436 H
01 Agustus 2015 M

Rumah Sakit Islam Namira


Lombok Timur

dr. H. Basirun, MMRS


Direktur