Anda di halaman 1dari 228

Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Periode Pemecahan SBHMETD : 13, 16-20 Oktober 2017

: 4 September 2017
Biasa (RUPSLB) Periode Perdagangan HMETD : 13, 16-20, 23 Oktober 2017
Tanggal Efektif : 29 September 2017 Periode Pelaksanaan (Pendaftaran,
: 13, 16-20, 23 Oktober 2017
Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di Pemesanan, dan Pembayaran) HMETD
- Pasar Reguler dan Negosiasi : 6 Oktober 2017 Periode Penyerahan Saham Hasil
: 17-20, 23-25 Oktober 2017
- Pasar Tunai : 11 Oktober 2017 Pelaksanaan HMETD
Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan
: 25 Oktober 2017
- Pasar Reguler dan Negosiasi : 9 Oktober 2017 Saham Tambahan
- Pasar Tunai : 12 Oktober 2017 Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham
: 26 Oktober 2017
Tanggal Terakhir Pencatatan dalam Daftar Tambahan
: 11 Oktober 2017
Pemegang Saham yang Berhak HMETD Tanggal Pembayaran oleh Pembeli Siaga : 26 Oktober 2017
Tanggal Distribusi SBHMETD : 12 Oktober 2017 Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 30 Oktober 2017
Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
: 13 Oktober 2017 : 30 Oktober 2017
Indonesia Pembelian Saham Tambahan

OTORITAS JASA KEUANGAN (”OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK
JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN
HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG
DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS Tbk (“PERSEROAN“) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA
INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PT Siloam International Hospitals Tbk


Kegiatan Usaha:
Jasa Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Indonesia

Kantor Pusat
Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan – Lantai 32
Jalan Boulevard Sudirman No. 15, Lippo Village
Kabupaten Tangerang 15810, Indonesia
Tel : (021) 25668000, Fax : (021) 5460075

website: www.siloamhospitals.com
email: corporate.secretary@siloamhospitals.com

PENAWARAN UMUM TERBATAS II (“PUT II”) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
Perseroan menawarkan sebanyak 325.153.125 (tiga ratus dua puluh lima juta seratus lima puluh tiga ribu seratus dua puluh lima) saham biasa atas
nama (”Saham Baru”) dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp9.500 (sembilan
ribu lima ratus Rupiah) setiap saham, yang mewakili sebanyak 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT II. Setiap pemegang
4 (empat) saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (”DPS”) pada tanggal 11 Oktober 2017 pukul 16.15 WIB
mendapatkan 1 (satu) HMETD dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah)
setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp9.500 (sembilan ribu lima ratus Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
pemesanan pembelian saham. Saham Baru yang ditawarkan dalam rangka PUT II dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham
yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham. Saham yang akan diterbitkan dalam rangka
PUT II ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). Nilai PUT II adalah sebesar Rp3.088.954.687.500 (tiga triliun delapan puluh delapan miliar
sembilan ratus lima puluh empat juta enam ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah).

Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk
pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu, maka hak atas pecahan saham dalam PUT II wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke
dalam rekening Perseroan. Saham Baru yang akan diterbitkan dalam PUT II ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan
saham biasa atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak
dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.

HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 7 (tujuh) Hari Bursa mulai tanggal 13 Oktober 2017, 16 Oktober
2017 sampai dengan tanggal 20 Oktober 2017, dan tanggal 23 Oktober 2017. Pencatatan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan
dilakukan di BEI pada tanggal 13 Oktober 2017. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 23 Oktober 2017 sehingga HMETD
yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, maka
sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam
SBHMETD atau FPPS Tambahan, secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan. Sesuai dengan Surat Pernyataan Komitmen
dan Kecukupan Dana sehubungan dengan Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Penambahan Modal dengan HMETD masing-
masing tanggal 4 September 2017, PT Megapratama Karya Persada (”PT MKP”) selaku Pemegang Saham Utama akan melaksanakan sebanyak
21.560.000 HMETD dan Prime Health Company Limited (”PHCL”) selaku pemegang saham akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan
diperolehnya dan oleh karenanya akan mengambil bagian seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal daftar pemegang
saham yang berhak untuk memperoleh HMETD. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga,
yaitu PT Ciptadana Capital (Terafiliasi) akan membeli semua sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga
pelaksanaan, yaitu Rp9.500 (sembilan ribu lima ratus Rupiah) setiap saham yang seluruhnya akan dibayar secara tunai, berdasarkan Akta Perjanjian
Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PUT II PT Siloam International Hospitals Tbk No. 5 tanggal 4 September 2017 sebagaimana diubah dengan
addendum Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PUT II PT Siloam International Hospitals Tbk No. 75 tanggal 18 September 2017
September 2017 yang dibuat dihadapan Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang.

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH TIDAK MAMPUNYA PERSEROAN MENARIK DAN MEMPERTAHANKAN PARA
DOKTER DAN TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN LAINNYA. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA
BAB VI PROSPEKTUS INI.

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM


PEMEGANG SAHAM PERSEROAN YANG TIDAK MELAKSANAKAN HMETD YANG DITAWARKAN SESUAI DENGAN PORSI SAHAMNYA,
MAKA PROPORSI KEPEMILIKAN SAHAMNYA DALAM PERSEROAN AKAN MENGALAMI PENURUNAN (DILUSI) SAMPAI DENGAN
MAKSIMAL 20,00%.

Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 3 Oktober 2017


Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II
dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PUT II”) yang ditujukan kepada Otoritas Jasa
Keuangan di Jakarta dengan Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No. 175/Corsec-SIH/IX/2017 tanggal
5 September 2017 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 32/POJK.04/2015 tanggal 22 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan pelaksanaan dari Undang Undang Republik
Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya
(selanjutnya disebut sebagai “Undang-Undang Pasar Modal”).

Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT II ini bertanggung jawab sepenuhnya atas
data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di sektor Pasar Modal, dan kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing.

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal kecuali PT Sharestar Indonesia, dengan tegas menyatakan
tidak terafiliasi dengan Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Keterangan
selengkapnya mengenai Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dapat dilihat pada Bab XII Prospektus ini.

Sehubungan dengan PUT II ini, setiap Pihak Terafiliasi dilarang untuk memberikan keterangan atau pernyataan
mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini, tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan.

PT Ciptadana Sekuritas Asia menyatakan bahwa telah memberikan persetujuan tertulis mengenai pencantuman
nama dalam Prospektus ini sebagai pihak yang membantu Perseroan dalam penyusunan Prospektus ini dan tidak
akan mencabut persetujuan tersebut.

PUT II INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG


BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS
INI ATAU SBHMETD, ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PUT II INI, MAKA
DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK
MEMBELI SAHAM BIASA ATAS NAMA HASIL PELAKSANAAN HMETD, KECUALI BILA PENAWARAN,
PEMBELIAN ATAU PELAKSANAAN HMETD TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN DENGAN ATAU BUKAN
MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU DI NEGARA
TERSEBUT. DALAM HAL TERDAPAT PEMEGANG SAHAM YANG BUKAN WARGA NEGARA INDONESIA
YANG BERDASARKAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN DI NEGARANYA DILARANG UNTUK
MELAKSANAKAN HMETD, MAKA PERSEROAN ATAU PIHAK YANG DITUNJUK OLEH PERSEROAN
BERHAK UNTUK MENOLAK PERMOHONAN PIHAK TERSEBUT UNTUK MELAKSANAKAN PEMBELIAN
SAHAM BERDASARKAN HMETD YANG DIMILIKINYA.

PROSPEKTUS HANYA DAPAT DIDISTRIBUSIKAN DI INDONESIA. TIDAK SATUPUN YANG TERCANTUM


DALAM DOKUMEN INI DAPAT DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH PENAWARAN EFEK UNTUK MENJUAL
DI WILAYAH YANG MELARANG HAL TERSEBUT. HMETD DAN SAHAM BIASA PERSEROAN YANG
AKAN DITERBITKAN DARI PELAKSANAAN HMETD BELUM PERNAH DAN TIDAK AKAN DIDAFTARKAN
BERDASARKAN KETENTUAN UNITED STATES SECURITIES ACT OF 1933 BESERTA PERUBAHANNYA
ATAU YURISDIKSI DI LUAR SELAIN INDONESIA. OLEH KARENA ITU, PIHAK-PIHAK DI AMERIKA
SERIKAT TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK MELAKSANAKAN HMETD, HMETD MUNGKIN TIDAK DAPAT
DILAKSANAKAN OLEH PIHAK-PIHAK DI LUAR WILAYAH INDONESIA DIMANA PENAWARAN ATAU
PELAKSANAAN HMETD KE SAHAM DILARANG OLEH HUKUM YANG BERLAKU, DAN PERSEROAN
BESERTA PIHAK-PIHAK YANG DITUNJUKNYA BERHAK UNTUK MEMPERLAKUKAN HMETD TERSEBUT
ATAU DOKUMENTASI HMETD LAIN YANG DISAMPAIKAN PIHAK TERSEBUT TIDAK SAH. DALAM HAL
TERDAPAT PIHAK-PIHAK YANG WALAUPUN TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK MELAKSANAKAN
HMETD KARENA PELAKSANAAN HMETD KE SAHAM DILARANG OLEH HUKUM YANG BERLAKU
TETAPI TETAP MELAKUKAN PEMESANAN SAHAM BARU DAN MELAKUKAN PEMBAYARAN UANG
PEMESANAN, MAKA PERSEROAN BERHAK UNTUK MEMPERLAKUKAN HMETD TERSEBUT ATAU
DOKUMENTASI HMETD LAIN YANG DISAMPAIKAN PIHAK TERSEBUT DALAM PEMBELIAN SAHAM
BARU TIDAK SAH DAN MENGEMBALIKAN SELURUH UANG PEMESANAN YANG TELAH DIBAYARKAN
TERSEBUT DALAM MATA UANG RUPIAH DENGAN MENTRANSFER KE REKENING BANK ATAS NAMA
PEMESAN. PENGEMBALIAN UANG OLEH PERSEROAN AKAN DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA
2 (DUA) HARI KERJA SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PENGEMBALIAN UANG YANG DILAKUKAN
SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK AKAN DISERTAI BUNGA.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK
DAN TIDAK ADA LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK
MENYESATKAN PUBLIK.
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. i

DEFINISI DAN SINGKATAN...................................................................................................................iii

RINGKASAN........................................................................................................................................... x

I. PENAWARAN UMUM TERBATAS II / PUT II................................................................................ 1

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PUT II......................................................................... 7

III. PERNYATAAN UTANG................................................................................................................. 9

IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING.................................................................................... 18

V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN............................................................... 22

VI. FAKTOR RISIKO PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK.................................................... 43

VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN................... 54

VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK, KEGIATAN USAHA,


SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN
PERUSAHAAN ANAK................................................................................................................. 55

A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK.............................. 55


1. PERKEMBANGAN PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN.......... 55
2. DOKUMEN PERIZINAN RUMAH SAKIT...................................................................... 56
3. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
BERBENTUK BADAN HUKUM DENGAN KEPEMILIKAN DI ATAS 5%....................... 58
4. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PERUSAHAAN ANAK...................................... 61
5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN................................................................... 65
6. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN.................................................. 65
7. SUMBER DAYA MANUSIA........................................................................................... 76
8. SKEMA KEPEMILIKAN PERSEROAN......................................................................... 84
9. HUBUNGAN KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN DENGAN PEMEGANG
SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM DAN PERUSAHAAN ANAK.......................... 86
10. KELOMPOK USAHA PERSEROAN............................................................................. 92
11. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK.... 92
12. ASURANSI.................................................................................................................... 93
13. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA............................ 115
14. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK TERAFILIASI................... 135
15. PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN,
PERUSAHAAN ANAK, DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN SERTA
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERUSAHAAN ANAK..................................... 138

i
B. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
DAN PERUSAHAAN ANAK............................................................................................... 139
1. UMUM......................................................................................................................... 139
2. KEUNGGULAN KOMPETITIF PERSEROAN............................................................. 140
3. STRATEGI BISNIS..................................................................................................... 145
4. RUMAH SAKIT PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK....................................... 147
5. CENTERS OF EXCELLENCE.................................................................................... 170
6. PROSES EKSPANSI PERSEROAN DAN PROSPEK USAHA.................................. 173
7. TITIK MASUK PASIEN............................................................................................... 175
8. SUMBER PENDAPATAN DAN KELOMPOK PASIEN................................................ 177
9. PEMASARAN............................................................................................................. 179
10. PEMASOK DAN PENGADAAN.................................................................................. 180
11. TATA KELOLA KLINIS DAN STANDAR MUTU........................................................... 181
12. PERSAINGAN............................................................................................................ 183
13. PERIZINAN LINGKUNGAN........................................................................................ 184
14. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL................................................................................ 185
15. RISET DAN PENGEMBANGAN................................................................................. 185
16. TANGGUNG JAWAB PERSEROAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY/CSR)... 186

IX. EKUITAS................................................................................................................................... 187

X. KEBIJAKAN DIVIDEN............................................................................................................... 189

XI. PERPAJAKAN........................................................................................................................... 190

XII. KETERANGAN MENGENAI PEMBELI SIAGA......................................................................... 192

XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL...................................................... 195

XIV. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU DAN TATA CARA
PEMESANAN SAHAM.............................................................................................................. 197

XV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM.... 204

XVI. INFORMASI TAMBAHAN PUT II............................................................................................... 205

ii
DEFINISI DAN SINGKATAN

Anak Perusahaan / : Berarti perusahaan dimana i) Perseroan mempunyai kepemilikan


Perusahaan Anak saham lebih dari 50% dari seluruh saham yang disetor penuh baik
langsung maupun tidak langsung atau ii) apabila Perseroan memiliki
50% atau kurang saham, Perseroan memiliki kemampuan untuk
menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara
apapun pengelolaan dan/atau kebijaksanaan perusahaan tersebut
atau iii) yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan
sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.
Afiliasi / Terafiliasi : Berarti pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1
Undang-Undang Pasar Modal, yaitu:
a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai
derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
b. hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris
dari pihak tersebut;
c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau
lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama;
d. hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun
tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan
tersebut;
e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik
langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
f. hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.
ALOS : Berarti Average Length of Stay, yaitu rata-rata lamanya pasien dirawat
dalam satuan hari.
BAE : Berarti singkatan dari Biro Administrasi Efek, pihak yang melaksanakan
administrasi saham dalam PUT II yang ditunjuk oleh Perseroan, yang
dalam hal ini adalah PT Sharestar Indonesia, berkedudukan di Jakarta.
BANI : Berarti singkatan dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia, pihak
yang memberikan jasa beragam yang berhubungan dengan arbitrase,
mediasi dan bentuk-bentuk lain dari penyelesaian sengketa di luar
pengadilan.
Bank Kustodian : Berarti Bank Umum yang memperoleh persetujuan dari OJK
untuk memberikan jasa penitipan atau melakukan jasa kustodian
sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Bapepam-LK : Berarti singkatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya,
sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia No. 606/KMK.01/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan tanggal
30 Desember 2005 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 184/PMK.01/2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan tanggal
11 Oktober 2010, atau pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
BEI : Berarti singkatan dari PT Bursa Efek Indonesia, suatu Perseroan
Terbatas yang berkedudukan di Jakarta, tempat dimana saham
Perseroan dicatatkan.
BNRI : Berarti singkatan dari Berita Negara Republik Indonesia.
DPS : Berarti singkatan dari Daftar Pemegang Saham, daftar yang disusun
oleh BAE yang memuat keterangan tentang kepemilikan saham dalam
Perseroan.
iii
EBITDA : Berarti singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation
and Amortization.
FKPS : Berarti singkatan dari Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham, formulir
konfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti
pemilikan atas bagian dari saham yang ditawarkan.
FPPST : Berarti singkatan dari Formulir Pemesanan Pembelian Saham
Tambahan.
Harga Pelaksanaan : Berarti harga tiap saham yang ditawarkan melalui PUT II, yaitu sebesar
Rp9.500 (sembilan ribu lima ratus Rupiah) per saham.
Hari Bank : Berarti hari dimana Bank Indonesia buka untuk kegiatan kliring.
Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan efek di BEI, yaitu hari
Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional sesuai dengan
ketetapan Pemerintah atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh
BEI.
Hari Kalender : Berarti semua hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender
gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Minggu dan hari libur nasional
yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah.
Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional
yang ditetapkan oleh Pemerintah.
HMETD Berarti singkatan dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang
berarti hak yang melekat pada Saham Baru yang memungkinkan para
pemegang saham Perseroan membeli saham yang akan dikeluarkan
dari portepel Perseroan.
KSEI : Berarti singkatan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, suatu
perseroan terbatas yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum
Negara Republik Indonesia serta berkedudukan di Jakarta Selatan,
yang mempunyai kegiatan usaha dan mempunyai izin sebagai
lembaga penyimpanan dan penyelesaian sebagaimana didefinisikan
dan ditentukan dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik warga negara Indonesia
dan/atau badan hukum Indonesia maupun warga negara asing dan/
atau badan hukum asing baik bertempat tinggal/berkedudukan hukum
di wilayah Republik Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan
di luar wilayah Republik Indonesia.
Menkumham : Berarti singkatan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
OJK : Berarti Otoritas Jasa Keuangan, yang adalah lembaga yang independen
dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi,
tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan
penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No.
21 Tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang Otoritas Jasa
Keuangan.
Pelayanan Primer : Berarti pelayanan untuk pasien rawat jalan yang diberikan oleh dokter
umum dan/atau spesialis dalam lingkungan rumah sakit Perseroan.
Pelayanan Sekunder : Berarti pelayanan yang bersifat umum dan juga spesialis untuk pasien
rawat jalan dan rawat inap yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

iv
Pelayanan Tersier : Berarti pelayanan yang diberikan untuk pasien yang memerlukan
perawatan yang bersifat spesialisasi karena kondisi kesehatan yang
kompleks dan memerlukan perawatan seperti neonatal intensive care
dan IVF.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik rekening efek di
KSEI yang meliputi Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui
oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.
Pemegang Saham : Berarti setiap pemegang saham yang memiliki manfaat atas saham
yang disimpan dan diadministrasikan dalam: 1) Daftar Pemegang
Saham Perseroan; 2) Rekening efek pada KSEI; atau 3) Rekening efek
pada KSEI melalui perusahaan efek.
Pemegang Saham Utama : Berarti setiap pihak yang, baik secara langsung maupun tidak langsung,
memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari seluruh
saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh Perseroan.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari
satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI, sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Peraturan BEI No. I-A : Peraturan BEI No. I-A, Lampiran Surat Keputusan Direksi BEI
No. Kep. 00001/BEI/01-2014 Tentang Pencatatan Saham dan Efek
Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat.
Peraturan OJK No. 32/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 Tentang Rencana dan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 10/POJK.04/2017
tanggal 14 Maret 2017.
Peraturan OJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 Tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 34/2014 : Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 Tentang Komite Nominasi dan
Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 Tentang Laporan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 32/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan
Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu.
Peraturan OJK No. 33/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2015 Tentang Bentuk dan Isi
Prospektus dalam rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 Tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Peraturan IX.E.2 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.2 Tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan
dalam rangka PUT II, sesuai dengan ketentuan-ketentuan Undang-
Undang Pasar Modal dan Peraturan OJK No. 32/2015 Pasal 17.

v
Prospektus : Berarti setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang
digunakan untuk PUT II dengan tujuan agar pihak lain membeli atau
memperdagangkan saham, kecuali pernyataan atau informasi yang
berdasarkan peraturan OJK dinyatakan bukan sebagai Prospektus.
PUT II : Berarti singkatan dari Penawaran Umum Terbatas II, adalah kegiatan
penawaran saham yang dilakukan Perseroan untuk menjual sebanyak
325.153.125 (tiga ratus dua puluh lima juta seratus lima puluh tiga
ribu seratus dua puluh lima) saham biasa atas nama (”Saham Baru”)
yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp100
(seratus Rupiah) setiap saham hasil pelaksanaan HMETD.
ROA : Berarti singkatan dari Return on Assets.
ROE : Berarti singkatan dari Return on Equity.
Rumah Sakit atau rumah : Institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berdasarkan
sakit perizinan yang dimilikinya, baik dalam bentuk rumah sakit maupun
klinik utama yang memberikan pelayanan serta menyediakan sarana
dan prasarana yang sebanding dengan yang diberikan atau disediakan
oleh rumah sakit.
RUPS : Berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham.
RUPSLB : Berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Saham Baru : Berarti saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus
Rupiah) setiap saham yang akan dikeluarkan dari dalam simpanan
(portepel) Perseroan dalam rangka PUT II ini.
SBHMETD : Berarti singkatan dari Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu.
SBI : Berarti singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia.
USD : Berarti mata uang yang berlaku di Amerika Serikat
Undang-Undang Pasar : Berarti Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995
Modal tentang Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan
Lembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya berikut
perubahan perubahannya.
UUPT : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, Lembaran Negara No. 106 Tahun 2007, Tambahan
Lembaran Negara No. 4756 beserta peraturan pelaksanaannya berikut
perubahan-perubahannya.

vi
SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN ANAK PERSEROAN
1. PT Aceh Cemerlang Harapan (dahulu PT Rosela Indah Cipta) : “PT ACH”
2. PT Adamanisa Karya Sejahtera : “PT AKS”
3. PT Aritasindo Permaisemesta : “PT AP”
4. PT Banjar Medika Nusa (dahulu PT Optimum Karya Persada) : “PT BMN”
5. PT Brenada Karya Bangsa : “PT BKB”
6. PT Grha Ultima Medika : “PT GUM”
7. PT Guchi Kencana Emas : “PT GKE”
8. PT Harmoni Selaras Indah : “PT HSI”
9. PT Kirana Puspa Cemerlang : “PT KPC”
10. PT Kusuma Primadana : “PT KP”
11. PT Kuta Seminyak Kirana (dahulu PT Trijaya Makmur Bersama) : “PT KSK”
12. PT Mahkota Buana Selaras : “PT MBS”
13. PT Medika Harapan Cemerlang Indonesia : “PT MHCI”
14. PT Multiselaras Anugerah : “PT MSA”
15. PT Pancawarna Semesta : “PT PWS”
16. PT Perdana Kencana Mandiri : “PT PKM”
17. PT Prawira Tata Semesta : “PT PTS”
18. PT Sembada Karya Megah : “PT SKM”
19. PT Siloam Emergency Services : “PT SES”
20. PT Siloam Graha Utama : “PT SGU”
21. PT Sumber Bahagia Sentosa : “PT SBS”
22. PT Tunggal Pilar Perkasa : “PT TPP”
23. PT Visindo Galaxi Jaya : “PT VGJ”

SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN ANAK PENYERTAAN TIDAK LANGSUNG


1. PT Adijaya Buana Sakti : “PT ABS”
2. PT Agung Cipta Raya : “PT ACR”
3. PT Ambon Bangun Nusa : “PT ABN”
4. PT Anugerah Sentra Medika : “PT ASM”
5. PT Aryamedika Teguh Tunggal : “PT ATT”
6. PT Balikpapan Damai Husada : “PT BDH”
7. PT Berlian Cahaya Indah : “PT BCI”
8. PT Bina Bahtera Sejati : “PT BBS”
9. PT Bina Cipta Semesta : “PT BCS”
10. PT Binjai Jaya Indah : “PT BJI”
11. PT Bumi Unggul Persada : “PT BUP”
12. PT Ciptakarya Tirta Cemerlang : “PT CTC”
13. PT Diagram Healthcare Indonesia : “PT DHCI”
14. PT East Jakarta Medika : “PT EJM”
15. PT Gemilang Mulia Bekasi : “PT GMB”
16. PT Gempita Nusa Sejahtera : “PT GNS”
17. PT Genta Raya Internusa : “PT GRI”
18. PT Golden First Atlanta : “PT GFA”
19. PT Gramari Prima Nusa : “PT GPN”
20. PT Indah Kemilau Abadi : “PT IKA”
21. PT Inti Pratama Medika : “PT IPM”
22. PT Koridor Usaha Maju : “PT KUM”
23. PT Krisolis Jaya Mandiri : “PT KJM”
24. PT Lintang Laksana Utama : “PT LLU”

vii
25. PT Lintas Buana Jaya : “PT LBJ”
26. PT Lishar Sentosa Pratama : “PT LSP”
27. PT Medika Rescue International : “PT MRI”
28. PT Medika Sarana Traliansia : “PT MST”
29. PT Mega Buana Bhakti : “PT MBB”
30. PT Mulia Pratama Cemerlang : “PT MPC”
31. PT Nusa Medika Perkasa : “PT NMP”
32. PT Rashal Siar Cakra Medika : “PT RSCM”
33. PT Rumah Sakit Siloam Hospitals Sumsel : “PT RS SHS”
34. PT Saritama Mandiri Zamrud : “PT SMZ”
35. PT Sembilan Raksa Dinamika : “PT SRD”
36. PT Sentra Sehat Sejahtera : “PT SSS”
37. PT Sentra Sejahtera Utama : “PT SSU”
38. PT Siloam Medika Cemerlang : “PT SMC”
39. PT Siloam Radiology Indonesia : “PT SRI”
40. PT Siloam Sumsel Kemitraan : “PT SSK”
41. PT Taruna Perkasa Megah : “PT TPM”
42. PT Tataka Bumi Karya : “PT TBK”
43. PT Tataka Karya Indah : “PT TKI”
44. PT Tirtasari Kencana : “PT TK”
45. PT Trisaka Reksa Waluya : “PT TRW”

SINGKATAN PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM


1. Prime Health Company Limited : “PHCL”
2. PT Gloria Mulia : “PT GM”
3. PT Maharama Sakti : “PT MS”
4. PT Megapratama Karya Persada : “PT MKP”
5. PT Nilam Biru Bersinar : “PT NBB”
6. PT Safira Prima Utama : “PT SPU”

SINGKATAN NAMA RUMAH SAKIT PERSEROAN YANG TELAH BEROPERASI


1. BIMC Hospital Kuta : “BIMC Kuta”
2. BIMC Hospital Nusa Dua : “BIMC Nusa Dua”
3. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi : “MRCCC”
4. Rumah Sakit Umum Siloam : “RSUS”
5. Siloam Hospitals ASRI : “ASRI”
6. Siloam Hospitals Bangka* : “SHBB”
7. Siloam Hospitals Bogor* : “SHBG”
8. Siloam Hospitals Balikpapan : “SHBP”
9. Siloam Hospitals Buton : “SHBN”
10. Siloam Hospitals Hosana Medika* : “SHBS”
11. Siloam Hospitals Bekasi Timur* : “SHBT”
12. Siloam Hospitals Cirebon : “SHCB”
13. Siloam Hospitals Cinere : “SHCN”
14. Siloam Hospitals Denpasar : “SHDP”
15. Siloam Hospitals Jambi : “SHJB”
16. Siloam Hospitals Kebon Jeruk : “SHKJ”
17. Siloam Hospitals Kupang : “SHKP”
18. Siloam Hospitals Labuan Bajo : “SHLB”
19. Siloam Hospitals Lippo Cikarang : “SHLC”
20. Siloam Hospitals Lippo Village : “SHLV”

viii
21. Siloam Hospitals Medan : “SHMD”
22. Siloam Hospitals Makassar : “SHMK”
23. Siloam Hospitals Manado : “SHMN”
24. Siloam Hospitals Mataram : “SHMT”
25. Siloam Hospitals Palembang : “SHPL”
26. Siloam Hospitals Purwakarta : “SHPW”
27. Siloam Hospitals Samarinda : “SHSM”
28. Siloam Hospitals Surabaya : “SHSB”
29. Siloam Hospitals Sentosa : “SHST”
30. Siloam Hospitals TB : “SHTB”
31. Siloam Hospitals Yogyakarta* : “SHYG”

Keterangan:
*) mulai beroperasi atau diakuisisi oleh Perseroan setelah tanggal 31 Mei 2017

SINGKATAN PEMBELI SIAGA


1. PT Ciptadana Capital : “PT CC”

ix
RINGKASAN

Ringkasan ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan
yang lebih rinci serta Laporan Keuangan Konsolidasian dan penjelasan yang tercantum dalam
Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan yang berkedudukan hukum di Indonesia disusun
dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

PT Siloam International Hospitals Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan
kegiatan usahanya menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Republik Indonesia dan berkedudukan di Kabupaten Tangerang. Perseroan didirikan dengan nama PT
Sentralindo Wirasta didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 3 tanggal 3 Agustus
1996, dibuat dihadapan Myra Yuwono, Sarjana Hukum, Notaris di Sukabumi, telah memperoleh
pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C2-8639.HT.01.01.
TH’96 tanggal 27 Agustus 1996, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai dengan UU WDP
dengan No. TDP 09031623426 pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan dengan
No. 927/BH.09.03/X/96 tanggal 4 Oktober 1996, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 97 tanggal 3 Desember 1996 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 9518
Tahun 1996 (“Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan terakhir diubah sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Sebagian
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 131 tanggal 28 Desember 2016 yang
dibuat di hadapan Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, tentang
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah
diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan suratnya No.
AHU-AH.01.03-0024519 tertanggal 18 Januari 2017, didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
02247.40.20.2014 tanggal 18 Januari 2017, (“Akta No. 131/2016”). Berdasarkan Akta No. 131/2016,
para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor.

Perseroan membuka rumah sakit pertamanya pada tahun 1996 dan sejak itu Perseroan terus
berkembang melalui pendirian rumah sakit baru maupun akuisisi rumah sakit yang sudah berdiri.
Kegiatan usaha Perseroan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan
usaha Perusahaan Anak Perseroan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat
dan/atau penunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki
keterkaitan dalam kegiatan usahanya, yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat.

PUT II

1. Jumlah Saham Baru : Sebanyak 325.153.125 (tiga ratus dua puluh lima juta
seratus lima puluh tiga ribu seratus dua puluh lima) saham
biasa atas nama
2. Total Penawaran PUT II : Sebesar Rp3.088.954.687.500 (tiga triliun delapan puluh
delapan miliar sembilan ratus lima puluh empat juta enam
ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah)
3. Rasio HMETD : 4:1 yaitu setiap pemegang 4 (empat) Saham mendapatkan
1 (satu) HMETD untuk membeli 1 (satu) Saham Baru
4. Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham

x
5. Hak atas Saham Baru : Saham Baru ini mempunyai hak yang sama dan sederajat
dalam segala hal dengan saham biasa atas nama
lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara,
hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil
likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.
6. Harga Pelaksanaan HMETD : Rp9.500 (sembilan ribu lima ratus Rupiah) setiap saham
7. Dilusi Kepemilikan Setelah HMETD : Maksimal 20,00% (bagi yang tidak melaksanakan HMETD
yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya)
8. Pembeli Siaga : PT Ciptadana Capital

STRUKTUR PERMODALAN PERSEROAN SEBELUM DAN SESUDAH PUT II

Komposisi modal saham Perseroan dan sususan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus
ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Jumlah Nilai Nominal


Jumlah Saham @Rp100 per saham %
(Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan melalui PUT II ini seluruhnya adalah Saham Baru
dengan nilai nominal Rp100 dimana setiap saham dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan
dicatatkan di BEI.

Dengan asumsi bahwa seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT II ini dilaksanakan secara
keseluruhan menjadi saham oleh seluruh Pemegang Saham, kecuali PT MKP yang akan melaksanakan
HMETD sebanyak 21.560.000 saham berdasarkan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana
sehubungan dengan Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Penambahan Modal
dengan HMETD No. 070/MPKP-COS/IX/2017 tanggal 4 September 2017, dan PT Ciptadana Capital
selaku Pembeli Siaga akan membeli seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh PT MKP, maka
jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan sesudah PUT II secara proforma
adalah sebagai berikut:

xi
Sebelum PUT II Sesudah PUT II
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Keterangan Jumlah Nominal Jumlah Nominal
% %
Saham @Rp100 per saham Saham @Rp100 per saham
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya
Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53 691.771.685 69.177.168.500 42,55
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00 243.864.844 24.386.484.400 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33 70.406.186 7.040.618.600 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81 62.015.625 6.201.562.500 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33 37.883.316 3.788.331.600 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09 1.406.250 140.625.000 0,09
PT Ciptadana Capital
(Pembeli Siaga) - - - 145.992.921 14.599.292.100 8,98
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91 372.424.798 37.242.479.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00 1.625.765.625 162.576.562.500 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000 2.374.234.375 237.423.437.500
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Dengan asumsi bahwa HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT II ini hanya dilaksanakan oleh
PT MKP sebanyak 21.560.000 saham dan PHCL sesuai dengan porsi sahamnya, PT Ciptadana Capital
(Terafiliasi) selaku Pembeli Siaga, akan membeli seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh
PT MKP dan para pemegang saham, maka jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh
sebelum dan sesudah PUT II secara proforma adalah sebagai berikut:

Sebelum PUT II Sesudah PUT II


Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Keterangan Jumlah Nominal Jumlah Nominal
% %
Saham @Rp100 per saham Saham @Rp100 per saham
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya
Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53 691.771.685 69.177.168.500 42,55
Prime Health Company
Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00 243.864.844 24.386.484.400 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33 56.324.949 5.632.494.900 3,47
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81 49.612.500 4.961.250.000 3,05
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33 30.306.653 3.030.665.300 1,86
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09 1.125.000 112.500.000 0,07
PT Ciptadana Capital
(Pembeli Siaga) - - - 254.820.156 25.482.015.600 15,67
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91 297.939.838 29.793.983.800 18,33
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00 1.625.765.625 162.576.562.500 100,00
Jumlah Saham Dalam
Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000 2.374.234.375 237.423.437.500
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi
sahamnya, maka proporsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan akan mengalami penurunan (dilusi)
sampai dengan maksimal 20,00%.

Keterangan selengkapnya mengenai PUT II dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.

xii
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PUT II

Dana yang diperoleh dari PUT II setelah dikurangi biaya-biaya dalam rangka PUT II ini akan dipergunakan
sebagai berikut:

1. Sekitar 88% akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan dan/atau ekspansi usaha
Perseroan, meliputi:

(i) akuisisi/pembelian aset yang akan digunakan untuk kepentingan jasa kesehatan di beberapa
wilayah, antara lain Semarang, Jember, Lubuk Linggau, Ambon, Jakarta Pusat, Bekasi,
Bangka Belitung, Surabaya, Jakarta Selatan, dan Toraja, baik langsung maupun tidak langsung
melalui Perusahaan Anak, antara lain PT Agung Cipta Raya, PT Kirana Puspa Cemerlang,
PT Lintang Laksana Utama, PT Ambon Bangun Nusa (dahulu PT Kusuma Bhakti Anugerah),
PT Banjar Medika Nusa (dahulu PT Optimum Karya Persada), PT Gemilang Mulia Bekasi,
PT Mega Buana Bhakti, PT Kuta Seminyak Kirana (dahulu PT Trijaya Makmur Bersama),
PT Sentra Sejahtera Utama, PT Aceh Cemerlang Harapan (dahulu PT Rosela Indah Cipta),
PT Medika Harapan Cemerlang Indonesia, PT Siloam Emergency Service, PT Adamanisa
Karya Sejahtera, PT Tunggal Pilar Perkasa, PT Mahkota Buana Selaras, PT Harmoni Selaras
Indah dan PT Brenada Karya Bangsa. Penyaluran dana kepada Perusahaan Anak tersebut
dilakukan dalam bentuk pinjaman. Transaksi yang dilakukan oleh PT Banjar Medika Nusa
(dahulu PT Optimum Karya Persada), PT Kuta Seminyak Kirana (dahulu PT Trijaya Makmur
Bersama), PT Sentra Sejahtera Utama dan PT Aceh Cemerlang Harapan (dahulu PT Rosela
Indah Cipta) merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan IX.E.1
yang pelaksanaannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.E.1;
(ii) akuisisi/pembelian saham perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung melalui
Perusahaan Anak, antara lain PT Tunggal Pilar Perkasa, PT Mahkota Buana Selaras, PT
Harmoni Selaras Indah dan PT Brenada Karya Bangsa. Penyaluran dana kepada Perusahaan
Anak tersebut dilakukan dalam bentuk pinjaman; dan/atau
(iii) belanja modal Perseroan dan/atau Perusahaan Anak. Penyaluran dana kepada Perusahaan
Anak dapat dilakukan dalam bentuk pinjaman dan/atau dalam bentuk peningkatan penyertaan
pada Perusahaan Anak,
yang dapat bersinergi dengan Perseroan dan Perusahaan Anak dan memberikan manfaat
tambahan serta mendukung kegiatan usaha utama Perseroan sesuai anggaran dasar Perseroan.

2. Sekitar 12% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Perusahaan
Anak yang meliputi biaya operasional sehubungan dengan pengembangan dan/atau ekspansi
usaha Perseroan dan/atau Perusahaan Anak antara lain pembayaran sewa jangka panjang gedung
rumah sakit, pembelian persediaan, dan biaya lainnya. Penyaluran dana kepada Perusahaan Anak
dapat dilakukan dalam bentuk pinjaman dan/atau dalam bentuk peningkatan penyertaan pada
Perusahaan Anak.

Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PUT II dapat dilihat pada Bab
II Prospektus ini.

FAKTOR RISIKO

Perseroan menghadapi risiko-risiko terkait kegiatan usaha berikut ini:

A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN


USAHA PERSEROAN

Kinerja Perseroan dapat mengalami hambatan jika Perseroan tidak mampu menarik dan
mempertahankan para dokter dan tenaga profesional kesehatan lainnya.

xiii
B. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN
PERSEROAN

1. Perseroan bergantung pada pemegang saham pengendali Perseroan dan mitra strategis
Perseroan sehubungan dengan pengembangan dan penyediaan gedung dan lokasi rumah
sakit.
2. Kegagalan teknologi dan tantangan lain yang terkait dengan sistem informasi Perseroan dapat
mempengaruhi bisnis Perseroan secara negatif.
3. Bisnis dan hasil usaha Perseroan bisa terpengaruh jika Perseroan tidak menerima pembayaran
secara tepat waktu dari asuransi kesehatan swasta, asuransi yang disponsori pemerintah
(termasuk BPJS), klien korporasi atau pasien perseorangan.
4. Perseroan mungkin tidak berhasil mengembangkan rumah sakit baru, atau mengakuisisi rumah
sakit lain dan mengintegrasikannya ke dalam operasional Perseroan yang sudah berjalan.
5. Kemajuan teknologi yang pesat dan tantangan lain yang terkait dengan peralatan medis dapat
mempengaruhi bisnis Perseroan secara negatif.
6. Perubahan atau ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku
di bidang kesehatan, lingkungan dan aspek lainnya dapat mempengaruhi bisnis Perseroan.
7. Kepentingan pemegang saham pengendali Perseroan mungkin bertentangan dengan
kepentingan Perseroan.
8. Perseroan mengalami persaingan dari rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan lain.
9. Reputasi Perseroan tergantung pada konsistensi dan kualitas pelayanan medis yang sebagian
besar diberikan oleh dokter spesialis yang bukan karyawan Perseroan.
10. Perseroan menyerap kewajiban atau risiko dari rumah sakit yang diakuisisi oleh Perseroan.
11. Perseroan bergantung pada kemampuannya mengelola persediaan secara efektif.
12. Struktur grup Perseroan menjadikan Perseroan bergantung pada sejumlah Perusahaan Anak
untuk arus kas dan dalam hal pailit atau likuidasi, menjadikan prioritas hak Perseroan lebih
rendah dibandingkan dengan kreditur dari Perusahaan Anak.
13. Pertanggungan asuransi Perseroan mungkin tidak mencakup semua jenis kerugian dan
mungkin tidak cukup untuk menutupi kerugian Perseroan.

C. RISIKO UMUM

1. Kondisi perekonomian secara makro dan global.


2. Perubahan nilai tukar mata uang asing.
3. Ketidakpastian interpretasi dan pelaksanaan peraturan tentang pemerintahan daerah di
Indonesia dapat berdampak negatif pada Perseroan.
4. Perseroan kemungkinan menghadapi gugatan malpraktek kedokteran di mana Perseroan
tidak memiliki jaminan asuransi, kecuali dua Perusahaan Anak, yaitu PT MST dan PT TRW
yang memiliki jaminan asuransi.
5. Pemogokan tenaga kerja.
6. Bencana alam.
7. Perseroan dipengaruhi oleh seluruh risiko yang lazim dalam industri kesehatan.

Keterangan lebih lanjut mengenai faktor risiko Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus ini.

IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Konsolidasian Interim Perseroan
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dan 2016 (tidak diaudit) serta untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015. Data-data keuangan penting
tersebut berasal dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
tanpa pengecualian yang ditandatangani oleh Tjun Tjun.
(dalam jutaan Rupiah)
Pada tanggal 31 Mei Pada tanggal 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
Jumlah Aset 4.366.492 4.215.690 2.986.270
Jumlah Liabilitas 1.186.409 1.086.620 1.246.318
Jumlah Ekuitas 3.180.083 3.129.070 1.739.952

xiv
(dalam jutaan Rupiah, kecuali laba per saham dasar)
Periode lima bulan yang Tahun-tahun yang berakhir pada
Uraian berakhir pada tanggal 31 Mei tanggal 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
Pendapatan 2.339.589 2.134.687 5.168.363 4.144.118
Beban Pokok Pendapatan (1.677.880) (1.486.853) (3.646.195) (2.967.572)
Laba Bruto 661.709 647.834 1.522.168 1.176.546
Laba Periode/Tahun Berjalan 52.686 74.402 98.702 61.706
Jumlah Laba Komprehensif Periode/Tahun Berjalan 51.013 52.066 94.092 86.133
Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah penuh) 36,31 65,12 72,51 59,79
*tidak diaudit

Per 31 Mei Per 31 Desember


Uraian
2017 2016* 2016 2015
Rasio-Rasio Keuangan (%)
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas 37,3 ** 34,7 71,6
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset 27,2 ** 25,8 41,7
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek 200,1 ** 262,6 151,8

Rasio-Rasio Usaha (%)


Laba Bruto / Pendapatan 28,3 30,3 29,5 28,4
Laba Usaha / Pendapatan 3,9 6,1 4,3 3,8
Laba Periode/Tahun Berjalan / Pendapatan 2,3 3,5 1,9 1,5
Laba Bruto / Jumlah Aset 15,2 ** 36,1 39,4
Laba Usaha / Jumlah Aset 2,1 ** 5,3 5,3
Laba Periode/Tahun Berjalan / Jumlah Aset 1,2 ** 2,3 2,1
Laba Bruto / Jumlah Ekuitas 20,8 ** 48,6 67,6
Laba Usaha / Jumlah Ekuitas 2,9 ** 7,1 9,1
Laba Periode/Tahun Berjalan / Jumlah Ekuitas 1,7 ** 3,2 3,5

Rasio Solvabilitas dan Imbal Hasil (%)


Debt to Equity 5,9 ** 4,7 22,1
Debt to Asset 4,3 ** 3,5 13,0
ROA 1,21 ** 2,34 2,07
ROE 1,66 ** 3,15 3,55
* Tidak diaudit
** Tidak dapat diperbandingkan karena laporan posisi keuangan 31 Mei 2015 tidak disajikan

KETERANGAN SINGKAT TENTANG PERUSAHAAN ANAK

Saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki Perusahaan Anak yang dikonsolidasikan yang
dimiliki baik langsung maupun tidak langsung dengan ringkasan sebagai berikut:

Perusahaan Anak – Langsung

Perizinan
Kepemilikan Perseroan Tahun Status Material Terkait
No. Nama Perusahaan Anak Kegiatan Usaha
(%) Penyertaan Operasional Kegiatan Usaha
Utama
1. PT Medika Harapan Perdagangan Jasa 99,99 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
Cemerlang Indonesia
2. PT Visindo Galaxi Jaya Perdagangan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
Barang dan Jasa
3. PT Prawira Tata Semesta Penyalur, Ekspor, 99,80 2009 Tidak Aktif SIUP Kecil
Impor dan Jasa
4. PT Adamanisa Karya Sub-Distributor, 99,90 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
Sejahtera Eksportir, Importir
5. PT Guchi Kencana Emas Perdagangan Jasa 99,97 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
6. PT Aceh Cemerlang Harapan Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
7. PT Brenada Karya Bangsa Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
8. PT Harmoni Selaras Indah Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah

xv
Perizinan
Kepemilikan Perseroan Tahun Status Material Terkait
No. Nama Perusahaan Anak Kegiatan Usaha
(%) Penyertaan Operasional Kegiatan Usaha
Utama
9. PT Kusuma Primadana Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
10. PT Banjar Medika Nusa Penyalur, Ekspor, 99,90 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
Impor
11. PT Pancawarna Semesta Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
12. PT Sembada Karya Megah Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
13. PT Siloam Emergency Supplier 99,99 2011 Tidak Aktif SIUP Kecil
Services
14. PT Aritasindo Permaisemesta Penyalur, Ekspor, 99,99 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
Impor
15. PT Multiselaras Anugerah Supplier 99,99 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
16. PT Kuta Seminyak Kirana Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
17. PT Siloam Graha Utama Sub Distributor 99,99 2006 Tidak Aktif SIUP Kecil
18. PT Perdana Kencana Mandiri Penyalur, Ekspor, 99,75 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
Impor dan Jasa
19. PT Tunggal Pilar Perkasa Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Menengah
20. PT Mahkota Buana Selaras Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Menengah
21. PT Kirana Puspa Cemerlang Perdagangan, jasa 100 (secara langsung 2016 Tidak Aktif SIUP Kecil
atau pun tidak langsung
melalui PT Mahkota Buana
Selaras)
22. PT Grha Ultima Medika Bidang Kesehatan 100 (secara langsung 2017 Aktif Izin Operasional
atau pun tidak langsung RS di Mataram
melalui PT Mahkota Buana
Selaras)
23. PT Sumber Bahagia Sentosa Pelayanan jasa 100 (secara langsung 2017 Aktif Izin Operasional
kesehatan atau pun tidak langsung RS di Cirebon
melalui PT Mahkota Buana
Selaras)

Perusahaan Anak – Tidak Langsung

Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
1. PT Siloam Sumsel Perdagangan Jasa 70 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Adijaya Buana
Kemitraan Sakti
2. PT Diagram Healthcare Penyedia Jasa 80 2014 Aktif Izin Operasional PT Pancawarna
Indonesia Kesehatan RS di Depok Semesta
3. PT Balikpapan Damai Penyedia Jasa 79,96 2010 Aktif Izin Operasional PT Prawira Tata
Husada Kesehatan RS di Balikpapan Semesta
4. PT Adijaya Buana Sakti Sub-Distributor, 80 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Kusuma
Eksportir, Importir Primadana
5. PT Nusa Medika Kesehatan 59 2008 Tidak Aktif SIUP Besar PT Multiselaras
Perkasa Anugerah,
PT Aritasindo
Permaisemesta dan
PT Perdana Kencana
Mandiri
6. PT Golden First Atlanta Kesehatan dan 83 2009 Aktif Izin Operasional PT Guchi Kencana
Perdagangan RS di Jambi Emas
Besar Farmasi
7. PT East Jakarta Medika Penyedia Jasa 79,84 2010 Aktif Izin Operasional PT Siloam Graha
Kesehatan RS di Bandung Utama, PT Nusa
Medika Perkasa
8. PT Rumah Sakit Siloam Penyedia Jasa 76 2011 Aktif Izin Operasional PT Adijaya Buana
Hospitals Sumsel Kesehatan RS di Palembang Sakti dan PT Siloam
Sumsel Kemitraan
9. PT Tirtasari Kencana Jasa kesehatan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP PT Tunggal Pilar
meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait

xvi
Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
10. PT Gramari Prima Nusa Perumahsakitan/ 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Kesehatan RS di Medan Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
11. PT Krisolis Jaya Mandiri Bidang Usaha 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Khusus Kesehatan RS di Kupang Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
12. PT Ambon Bangun Jasa kesehatan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Nusa meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatna usaha
terkait
13. PT Agung Cipta Raya Jasa kesehatan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
14. PT Bina Cipta Semesta Jasa kesehatan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
15. PT Mega Buana Bhakti Jasa kesehatan 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
meliputi jasa RS di Bangka Perkasa dan
rumah sakit, klinik Belitung PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
16. PT Taruna Perkasa Jasa kesehatan 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Megah meliputi jasa RS di Yogyakarta Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
17. PT Tataka Bumi Karya Jasa kesehatan 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
meliputi jasa RS di Bogor Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
18. PT Tataka Karya Indah Jasa kesehatan 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
19. PT Siloam Medika Penyedia Jasa 75 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Cemerlang Kesehatan dan Klinik dan SIUP Perkasa
Jasa Konsultasi Menengah
Manajemen
Kesehatan
20. PT Koridor Usaha Maju Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Kecil PT Tunggal Pilar
Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
21. PT Medika Sarana Penyedia Jasa 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Traliansia Kesehatan RS di Kuta, Bali Sejahtera dan
PT Koridor Usaha
Maju

xvii
Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
22. PT Trisaka Reksa Penyedia Jasa 99,99 2013 Aktif Izin Operasional
PT Medika Sarana
Waluya Kesehatan RS di Badung, Traliansia dan
Bali PT Tunggal Pilar
Perkasa
23. PT Sentra Sejahtera Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Koridor Usaha
Utama meliputi jasa Maju dan PT Tunggal
rumah sakit, klinik Pilar Perkasa
dan poliklinik, balai
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
24. PT Bumi Unggul Jasa kesehatan 99,99 2015 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Koridor Usaha
Persada meliputi jasa Maju dan PT Tunggal
rumah sakit, klinik Pilar Perkasa
dan poliklinik, balai
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
25. PT Berlian Cahaya Penyedia Jasa 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Indah Kesehatan RS di Purwakarta Perkasa dan PT
Mahkota Buana
Selaras
26. PT Rashal Siar Cakra Penyedia Jasa 99,99 2014 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Medika Kesehatan RS di Jakarta Perkasa dan PT
Mahkota Buana
Selaras
27. PT Mulia Pratama Jasa kesehatan 99,99 2014 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Cemerlang meliputi jasa RS di Bekasi Perkasa dan PT
rumah sakit, klinik Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
28. PT Medika Rescue Perdagangan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
International Barang Perkasa dan PT
Mahkota Buana
Selaras
29. PT Indah Kemilau Abadi Penyedia Jasa 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan PT
Mahkota Buana
Selaras
30. PT Siloam Radiology Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Indonesia meliputi jasa Perkasa dan PT
rumah sakit, klinik Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
31. PT Inti Pratama Medika Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
meliputi jasa Perkasa dan PT
rumah sakit, klinik Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
32. PT Sentra Sehat Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Sejahtera meliputi jasa Perkasa dan PT
rumah sakit, klinik Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait

xviii
Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
33. PT Genta Raya Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Internusa meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
34. PT Sembilan Raksa Jasa kesehatan 99,99 2014 Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Dinamika meliputi jasa dan Izin Perkasa dan
rumah sakit, klinik Operasional Klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai di Samarinda Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
35. PT Saritama Mandiri Jasa kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Zamrud meliputi jasa Perkasa dan
rumah sakit, klinik PT Mahkota Buana
dan poliklinik, balai Selaras
pengobatan serta
kegiatan usaha
terkait
36. PT Gempita Nusa Penyedia Jasa 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Sejahtera Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
37. PT Aryamedika Teguh Penyedia Jasa 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Tunggal Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
38. PT Lintas Buana Jaya Penyedia Jasa 99,99 2015 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Kesehatan RS di Labuan Perkasa dan
Bajo PT Mahkota Buana
Selaras
39. PT Bina Bahtera Sejati Penyedia Jasa 99,99 2015 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Kesehatan RS di Buton Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
40. PT Lintang Laksana Penyedia Jasa 99,99 2015 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Utama Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
41. PT Ciptakarya Tirta Perdagangan 99,99 2015 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Cemerlang Barang Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
42. PT Lishar Sentosa Bidang Kesehatan 99,99 2017 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Pratama RS di Bekasi Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
43. PT Anugerah Sentra Kesehatan, Apotik, 99,99 2017 Aktif Izin Operasional PT Mahkota Buana
Medika Perdagangan, RS di Bekasi Selaras dan
Jasa, Industri PT Tunggal Pilar
Perkasa
44. PT Binjai Jaya Indah Bidang Jasa 99,99 2017 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras
45. PT Gemilang Mulia Bidang Jasa 99,99 2017 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Bekasi Kesehatan Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota Buana
Selaras

xix
KETERANGAN MENGENAI KEBIJAKAN DIVIDEN

Saham-saham yang diterbitkan dan ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka PUT II
ini akan mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham-saham yang telah
diterbitkan oleh Perseroan sebelum PUT II, termasuk tetapi tidak terbatas pada hak atas pembagian
dividen.

Berdasarkan UUPT, pembayaran dividen dilakukan melalui keputusan pemegang saham pada RUPS
tahunan atau luar biasa atas rekomendasi dari Direksi Perseroan. Perseroan dapat melakukan
pembayaran dividen dalam suatu tahun atas hasil laba bersih Perseroan dari tahun sebelumnya.
Sebelum berakhirnya tahun buku Perseroan, dividen interim dapat dibagikan selama diizinkan oleh
Anggaran Dasar Perseroan dan jika pembagian dividen interim tersebut tidak menyebabkan jumlah
kekayaan bersih Perseroan lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor serta cadangan wajib.
Pembagian tersebut ditentukan oleh Direksi setelah disetujui oleh Dewan Komisaris. Apabila setelah
akhir tahun buku tersebut, Perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan
harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris akan
bertanggung jawab secara tanggung renteng jika dividen interim tersebut tidak dikembalikan kepada
Perseroan.

Perseroan bermaksud untuk membayarkan dividen kas kepada pemegang saham Perseroan atas laba
bersih setelah pajak dengan kisaran sebagai berikut:

Keterangan Persentase Dividen Kas terhadap Laba Bersih setelah Pajak


Bila laba bersih setelah pajak sampai dengan Rp150 miliar 10%
Laba bersih setelah pajak di atas Rp150 miliar 15 – 30%

Riwayat pembagian dividen Perseroan adalah sebagai berikut:

% Keuntungan Jumlah Pembayaran Tanggal Pembayaran


Tahun Buku Dividen per Saham
Bersih Dividen Dividen
2014 10,1% Rp5,20 Rp6.011.720.000 18 Juni 2015

Keterangan selengkapnya mengenai kebijakan dividen dapat dilihat pada Bab X Prospektus ini.

KETERANGAN MENGENAI PEMBELI SIAGA

Berdasarkan dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PUT II PT Siloam
International Hospitals Tbk No. 5 tanggal 4 September 2017 sebagaimana diubah dengan addendum
Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PUT II PT Siloam International Hospitals Tbk
No. 75 tanggal 18 September 2017 September 2017 yang dibuat dihadapan Sriwi Bawana Nawaksari,
S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang (“Perjanjian Pembelian Sisa Saham”), yang bertindak sebagai
Pembeli Siaga (Standby Buyer) sehubungan dengan PUT I ini adalah PT Ciptadana Capital (Terafiliasi).

Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham
atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang
melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau FPPS
Tambahan, secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan.

Apabila setelah dialokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga yaitu
PT Ciptadana Capital akan membeli seluruh sisa saham tersebut dengan harga pelaksanaan Rp9.500
(sembilan ribu lima ratus Rupiah) setiap saham yang seluruhnya akan dibayar tunai. PT Ciptadana
Capital sebagai Pembeli Siaga memiliki dana yang cukup dan sanggup menjalankan kewajibannya
sebagai Pembeli Siaga dalam rangka PUT II Perseroan berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham.

Apabila PT Ciptadana Capital selaku Pembeli Siaga membeli seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan
oleh Pemegang Saham Perseroan maka kepemilikan PT Ciptadana Capital pada Perseroan adalah
sebesar 15,67%.

Keterangan selengkapnya mengenai Pembeli Siaga dapat dilihat pada Bab XII Prospektus ini.

xx
I. PENAWARAN UMUM TERBATAS II / PUT II

Saham Baru yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PUT II dengan menerbitkan HMETD seluruhnya
merupakan saham biasa atas nama yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan
terjadinya peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan. Sebagaimana
disyaratkan dalam Peraturan OJK No. 32/2015, penambahan modal dengan memberikan HMETD harus
disetujui oleh RUPS Perseroan terlebih dahulu. Sehubungan dengan rencana pelaksanaan PUT II ini,
Perseroan telah memperoleh persetujuan RUPS Perseroan dalam RUPSLB yang diselenggarakan oleh
Perseroan pada tanggal 4 September 2017, yang keputusannya dinyatakan dalam Akta Risalah Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Siloam International Hospitals Tbk No. 2 tanggal 4 September
2017, dibuat di hadapan Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang.

Dengan telah diperolehnya persetujuan RUPSLB dan dilakukannya keterbukaan pada tanggal
30 Agustus 2017 melalui situs web Perseroan dan Bursa Efek Indonesia atas rencana pelaksanaan PUT
II, serta diperolehnya pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran PUT II dari OJK, Direksi, atas nama
Perseroan, dengan ini melakukan PUT II dalam rangka penerbitan HMETD kepada para pemegang saham
Perseroan sebanyak 325.153.125 (tiga ratus dua puluh lima juta seratus lima puluh tiga ribu seratus dua
puluh lima) Saham Baru atau sebanyak sebesar 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah PUT II
pada Harga Pelaksanaan, sehingga nilai PUT II adalah sebesar Rp3.088.954.687.500 (tiga triliun delapan
puluh delapan miliar sembilan ratus lima puluh empat juta enam ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus
Rupiah).

Setiap pemegang 4 (empat) saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam DPS pada tanggal
11 Oktober 2017 pukul 16.15 WIB mendapatkan 1 (satu) HMETD dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk
membeli 1 (satu) Saham Baru pada Harga Pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
pemesanan pembelian saham. Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini mempunyai hak yang sama
dan sederajat dalam segala hal dengan seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa
hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus. Saham yang akan diterbitkan dalam rangka
PUT II ini akan dicatatkan di BEI.

Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang
saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang
melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau FPPS
Tambahan, secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan.

PT Siloam International Hospitals Tbk


Kegiatan Usaha:
Jasa Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Indonesia

Kantor Pusat
Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan – Lantai 32
Jalan Boulevard Sudirman No. 15, Lippo Village
Kabupaten Tangerang 15810, Indonesia
Tel : (021) 25668000, Fax : (021) 5460075

website: www.siloamhospitals.com
email: corporate.secretary@siloamhospitals.com

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH TIDAK MAMPUNYA PERSEROAN


MENARIK DAN MEMPERTAHANKAN PARA DOKTER DAN TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN
LAINNYA. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI
PROSPEKTUS INI.

1
Komposisi modal saham dan Pemegang Saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan
(berdasarkan DPS yang diterbitkan oleh PT Sharestar Indonesia, selaku Biro Administrasi Efek yang
ditunjuk oleh Perseroan, pada tanggal 31 Agustus 2017) adalah sebagai berikut:

Jumlah Nilai Nominal


Jumlah Saham @Rp100 per saham %
(Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Tabel Proforma Permodalan Sebelum dan Sesudah PUT II

Dengan asumsi bahwa seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT II ini dilaksanakan secara
keseluruhan menjadi saham oleh seluruh Pemegang Saham, kecuali PT MKP yang akan melaksanakan
HMETD sebanyak 21.560.000 saham berdasarkan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana
sehubungan dengan Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Penambahan Modal
dengan HMETD No. 070/MPKP-COS/IX/2017 tanggal 4 September 2017, dan PT Ciptadana Capital
selaku Pembeli Siaga akan membeli seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh PT MKP, maka
jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan sesudah PUT II secara proforma
adalah sebagai berikut:

Sebelum PUT II Sesudah PUT II


Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Keterangan Jumlah Nominal Jumlah Nominal
% %
Saham @Rp100 per saham Saham @Rp100 per saham
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya
Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53 691.771.685 69.177.168.500 42,55
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00 243.864.844 24.386.484.400 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33 70.406.186 7.040.618.600 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81 62.015.625 6.201.562.500 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33 37.883.316 3.788.331.600 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09 1.406.250 140.625.000 0,09
PT Ciptadana Capital
(Pembeli Siaga) - - - 145.992.921 14.599.292.100 8,98
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91 372.424.798 37.242.479.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00 1.625.765.625 162.576.562.500 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000 2.374.234.375 237.423.437.500
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

2
Dengan asumsi bahwa HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT II ini hanya dilaksanakan oleh
PT MKP sebanyak 21.560.000 saham dan PHCL sesuai dengan porsi sahamnya, PT Ciptadana Capital
(Terafiliasi) selaku Pembeli Siaga, akan membeli seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh
PT MKP dan para pemegang saham, maka jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh
sebelum dan sesudah PUT II secara proforma adalah sebagai berikut:

Sebelum PUT II Sesudah PUT II


Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Keterangan Jumlah Nominal Jumlah Nominal
% %
Saham @Rp100 per saham Saham @Rp100 per saham
(Rp) (Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya
Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53 691.771.685 69.177.168.500 42,55
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00 243.864.844 24.386.484.400 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33 56.324.949 5.632.494.900 3,47
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81 49.612.500 4.961.250.000 3,05
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33 30.306.653 3.030.665.300 1,86
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09 1.125.000 112.500.000 0,07
PT Ciptadana Capital
(Pembeli Siaga) - - - 254.820.156 25.482.015.600 15,67
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91 297.939.838 29.793.983.800 18,33
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00 1.625.765.625 162.576.562.500 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000 2.374.234.375 237.423.437.500
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi
sahamnya, maka proporsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan akan mengalami penurunan (dilusi)
sampai dengan maksimal 20,00%.

Sampai dengan saat Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat efek lain yang dapat dikonversi menjadi
saham Perseroan.

Pernyataan Pemegang Saham

Sesuai dengan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana sehubungan dengan Pelaksanaan
Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Penambahan Modal dengan HMETD masing-masing
tanggal 4 September 2017, PT MKP selaku Pemegang Saham Utama Perseroan akan melaksanakan
sebanyak 21.560.000 HMETD dan PHCL selaku pemegang saham Perseroan akan melaksanakan
seluruh HMETD yang akan diperolehnya dan oleh karenanya akan mengambil bagian seluruh HMETD
yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal daftar pemegang saham yang berhak untuk
memperoleh HMETD. PT MKP dan PHCL menyatakan mempunyai dana dan sanggup untuk mengambil
Saham Baru yang diterbitkan oleh Perseroan melalui pelaksanaan HMETD dalam PUT II.

Keterangan Tentang HMETD

Efek yang ditawarkan dalam PUT II ini diterbitkan berdasarkan HMETD yang akan diberikan oleh
Perseroan kepada pemegang saham yang berhak. HMETD dapat diperdagangkan selama masa
perdagangan yang ditentukan.

3
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sehubungan dengan HMETD ini adalah:

1. Pemegang HMETD Yang Sah

Pemegang HMETD yang sah adalah:


a. para Pemegang Saham yang namanya tercatat dengan sah dalam DPS atau memiliki Saham
Perseroan di rekening efek pada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian pada tanggal 11 Oktober
2017 pukul 16.15 WIB, dan yang HMETD-nya tidak dijual sampai dengan akhir periode perdagangan
HMETD;
b. pembeli atau pemegang SBHMETD terakhir yang namanya tercantum di dalam kolom endosemen
pada SBHMETD sampai dengan akhir periode perdagangan HMETD; atau
c. pemegang HMETD yang namanya tercatat dalam Penitipan Kolektif KSEI sampai dengan tanggal
terakhir periode perdagangan HMETD.

2. Perdagangan SBHMETD

Pemegang HMETD dapat memperdagangkan SBHMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan
SBHMETD, yaitu mulai tanggal 13 Oktober 2017, tanggal 16 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 20
Oktober 2017, dan tanggal 23 Oktober 2017. Perdagangan HMETD harus memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk
tetapi tidak terbatas pada ketentuan perpajakan dan ketentuan di bidang Pasar Modal termasuk
peraturan bursa dimana HMETD tersebut diperdagangkan, yaitu BEI, serta peraturan KSEI. Bila
pemegang HMETD mengalami keragu-raguan dalam mengambil keputusan, sebaiknya berkonsultasi
dengan penasihat investasi, manajer investasi atau penasihat profesional lainnya.

3. Bentuk dari SBHMETD

Bagi Pemegang Saham yang sahamnya belum dimasukan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD yang mencantumkan nama dan alamat pemegang HMETD,
jumlah saham yang dimiliki dan jumlah HMETD yang dapat digunakan untuk membeli saham serta
kolom jumlah saham yang akan dibeli, jumlah harga yang harus dibayar dan jumlah pemesanan saham
tambahan, kolom endosemen dan keterangan lain yang diperlukan.

4. Permohonan Pemecahan SBHMETD

Bagi pemegang SBHMETD yang hendak menjual atau mengalihkan sebagian dari jumlah yang tercantum
dalam SBHMETD yang dimilikinya, maka pemegang SBHMETD yang bersangkutan dapat melengkapi
Formulir Permohonan Pemecahan SBHMETD dan menyerahkan kepada BAE untuk mendapatkan
pecahan SBHMETD dengan denominasi HMETD yang dikehendaki. Pemegang SBHMETD dapat
melakukan pemecahan SBHMETD mulai tanggal 13 Oktober 2017 dan tanggal 16 Oktober 2017 sampai
dengan tanggal 20 Oktober 2017.

5. Nilai HMETD

Nilai HMETD yang ditawarkan oleh pemegang HMETD yang sah akan berbeda-beda antara pemegang
HMETD satu dengan yang lainnya, berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar yang ada.
Sebagai contoh, perhitungan nilai HMETD dibawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung
nilai HMETD, tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai
HMETD yang sesungguhnya berlaku di pasar. Penjelasan dibawah ini diharapkan dapat memberikan
gambaran umum untuk menghitung nilai HMETD:

Asumsi:
Harga pasar 1 (satu) saham = Rp a
Harga saham PUT II = Rp b
PUT II dengan perbandingan = c : d
(pemegang c lembar saham lama mempunyai hak membeli d lembar saham baru)

Harga teoritis Saham Baru = (Rp a x c) + (Rp b x d)


(c + d)
= Rp e
Harga HMETD per saham = Rp e – Rp b

4
6. Penggunaan SBHMETD

SBHMETD adalah bukti hak yang diberikan Perseroan kepada pemegangnya untuk membeli Saham
Baru. SBHMETD hanya diterbitkan bagi pemegang saham yang belum melakukan konversi saham dan
digunakan untuk memesan Saham Baru. SBHMETD tidak dapat ditukarkan dengan uang atau apapun
pada Perseroan, serta tidak dapat diperdagangkan dalam bentuk fotokopi. Bukti kepemilikan HMETD
untuk pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI akan diberikan oleh KSEI melalui Anggota BEI
atau Bank Kustodiannya.

7. Pecahan HMETD

Berdasarkan Peraturan OJK No. 32/2015, dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam
bentuk pecahan, maka hak atas pecahan Saham Baru tersebut tidak akan diserahkan kepada pemegang
saham dimaksud, namun akan dikumpulkan oleh Perseroan untuk dijual sehingga Perseroan akan
menerbitkan HMETD dalam bentuk bulat, dan selanjutnya hasil penjualan pecahan HMETD tersebut
dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.

8. Lain-lain

Syarat dan ketentuan HMETD ini tunduk pada hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan HMETD menjadi beban tanggungan pemegang
SBHMETD atau calon pemegang HMETD.

Historis Kinerja Saham Perseroan

Historis kinerja saham Perseroan setiap bulan dalam periode 12 (dua belas bulan) terakhir adalah
sebagai berikut:

Tertinggi Terendah Volume Perdagangan


No. Bulan
(Rp) (Rp) (Unit)
1. September 2016 10.924 9.989 20.040.000
2. Oktober 2016 10.825 9.940 4.330.000
3. November 2016 10.727 9.349 7.680.000
4. Desember 2016 11.475 9.700 16.130.000
5. Januari 2017 12.250 10.800 10.030.000
6. Februari 2017 14.300 11.700 5.930.000
7. Maret 2017 14.425 12.250 4.840.000
8. April 2017 14.175 12.900 2.900.000
9. Mei 2017 14.200 10.625 10.290.000
10. Juni 2017 12.700 10.750 2.830.000
11. Juli 2017 11.400 9.425 6.290.000
12. Agustus 2017 11.200 8.725 8.590.000

Dalam 3 (tiga) tahun terakhir, baik OJK maupun BEI tidak pernah menghentikan perdagangan saham
Perseroan di BEI untuk alasan apapun.

PENCATATAN SAHAM PERSEROAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Saham Baru ini akan dicatatkan di BEI bersama dengan saham-saham yang telah dicatatkan sebelumnya
oleh Perseroan. Dengan demikian seluruh jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di BEI
menjadi sebanyak 1.625.765.625 (satu miliar enam ratus dua puluh lima juta tujuh ratus enam puluh
lima ribu enam ratus dua puluh lima) saham atau sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum ini.

5
Tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pencatatan saham Perseroan dan tidak terdapat
pembatasan dari instansi tertentu (regulator) mengenai pembatasan jumlah saham yang boleh
diperdagangkan dan/atau dimiliki oleh pihak asing atau pihak tertentu.

PERSETUJUAN DARI PIHAK YANG BERWENANG

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/2015, PUT II ini menjadi efektif setelah disetujui oleh RUPSLB
Perseroan yang telah diadakan pada tanggal 4 September 2017 dan diperolehnya pernyataan efektif
dari OJK yang dikeluarkan pada tanggal 29 September 2017.

6
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PUT II

Dana yang diperoleh dari PUT II setelah dikurangi biaya-biaya dalam rangka PUT II ini akan dipergunakan
sebagai berikut:

1. Sekitar 88% akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan dan/atau ekspansi usaha
Perseroan, meliputi:

(i) akuisisi/pembelian aset yang akan digunakan untuk kepentingan jasa kesehatan di beberapa
wilayah, antara lain Semarang, Jember, Lubuk Linggau, Ambon, Jakarta Pusat, Bekasi,
Bangka Belitung, Surabaya, Jakarta Selatan, dan Toraja, baik langsung maupun tidak langsung
melalui Perusahaan Anak, antara lain PT Agung Cipta Raya, PT Kirana Puspa Cemerlang,
PT Lintang Laksana Utama, PT Ambon Bangun Nusa (dahulu PT Kusuma Bhakti Anugerah),
PT Banjar Medika Nusa (dahulu PT Optimum Karya Persada), PT Gemilang Mulia Bekasi,
PT Mega Buana Bhakti, PT Kuta Seminyak Kirana (dahulu PT Trijaya Makmur Bersama),
PT Sentra Sejahtera Utama, PT Aceh Cemerlang Harapan (dahulu PT Rosela Indah Cipta),
PT Medika Harapan Cemerlang Indonesia, PT Siloam Emergency Service, PT Adamanisa
Karya Sejahtera, PT Tunggal Pilar Perkasa, PT Mahkota Buana Selaras, PT Harmoni Selaras
Indah dan PT Brenada Karya Bangsa. Penyaluran dana kepada Perusahaan Anak tersebut
dilakukan dalam bentuk pinjaman. Transaksi yang dilakukan oleh PT Banjar Medika Nusa
(dahulu PT Optimum Karya Persada), PT Kuta Seminyak Kirana (dahulu PT Trijaya Makmur
Bersama), PT Sentra Sejahtera Utama dan PT Aceh Cemerlang Harapan (dahulu PT Rosela
Indah Cipta) merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan IX.E.1
yang pelaksanaannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.E.1;
(ii) akuisisi/pembelian saham perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung melalui
Perusahaan Anak, antara lain PT Tunggal Pilar Perkasa, PT Mahkota Buana Selaras, PT
Harmoni Selaras Indah dan PT Brenada Karya Bangsa. Penyaluran dana kepada Perusahaan
Anak tersebut dilakukan dalam bentuk pinjaman; dan/atau
(iii) belanja modal Perseroan dan/atau Perusahaan Anak. Penyaluran dana kepada Perusahaan
Anak dapat dilakukan dalam bentuk pinjaman dan/atau dalam bentuk peningkatan penyertaan
pada Perusahaan Anak,
yang dapat bersinergi dengan Perseroan dan Perusahaan Anak dan memberikan manfaat
tambahan serta mendukung kegiatan usaha utama Perseroan sesuai anggaran dasar Perseroan.

2. Sekitar 12% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Perusahaan
Anak yang meliputi biaya operasional sehubungan dengan pengembangan dan/atau ekspansi
usaha Perseroan dan/atau Perusahaan Anak antara lain pembayaran sewa jangka panjang gedung
rumah sakit, pembelian persediaan, dan biaya lainnya. Penyaluran dana kepada Perusahaan Anak
dapat dilakukan dalam bentuk pinjaman dan/atau dalam bentuk peningkatan penyertaan pada
Perusahaan Anak.

Apabila penyaluran dana hasil PUT II dilakukan dalam bentuk pemberian pinjaman kepada Perusahaan
Anak dan selanjutnya apabila di kemudian hari terjadi pengembalian atas pinjaman tersebut kepada
Perseroan, maka dana tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan usaha Perseroan
antara lain dalam bentuk pembukaan rumah sakit baru di masa yang akan datang, untuk kebutuhan
modal kerja, termasuk biaya operasional Perseroan, dan/atau untuk investasi baru, belanja modal
peralatan medis dan/atau biaya konstruksi yang memiliki nilai strategis dan dapat mendukung kegiatan
usaha Perseroan.

Apabila dana hasil PUT II tidak mencukupi untuk membiayai rencana pengembangan dan/atau ekspansi
usaha Perseroan, Perseroan akan mencari sumber pembiayaan lainnya, antara lain melalui sewa
pembiayaan (leasing) dan project financing untuk mendanai rencana pengembangan usaha Perseroan.

7
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/2015, total perkiraan biaya yang dikeluarkan dalam rangka PUT
II ini adalah sekitar 0,266% dari total penawaran umum, dengan rincian sebagai berikut:

1. Biaya Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal sebesar 0,115% yang terdiri dari:
a. Biaya jasa Akuntan sebesar 0,058%;
b. Biaya jasa Konsultan Hukum sebesar 0,053%;
c. Biaya jasa Notaris sebesar 0,004%;
2. Biaya jasa Biro Administrasi Efek sebesar 0,006%;
3. Biaya OJK sebesar 0,024%;
4. Biaya BEI sebesar 0,005%;
5. Biaya jasa Penasehat Keuangan sebesar 0,053%;
6. Biaya jasa Pembeli Siaga sebesar 0,053%; dan
7. Biaya percetakan, penyelenggaraan RUPSLB dan lain-lain sebesar 0,009%.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari PUT II ini akan dilaksanakan sepenuhnya sesuai
dengan peraturan pasar modal yang berlaku di Indonesia. Perseroan bertanggung jawab atas realisasi
penggunaan dana yang diperoleh dari PUT II ini Perseroan akan menyampaikan laporan realisasi
penggunaan dana hasil PUT II kepada OJK sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015. Realisasi
penggunaan dana hasil PUT II tersebut juga akan dipertanggungjawabkan secara berkala setiap tahun
kepada pemegang saham Perseroan dalam RUPS Tahunan Perseroan. Laporan realisasi penggunaan
dana yang disampaikan ke OJK dibuat secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan tanggal laporan
30 Juni dan 31 Desember dan pertama kali wajib dibuat pada tanggal laporan terdekat setelah tanggal
penjatahan untuk penambahan modal dengan memberikan HMETD. Penyampaian laporan tersebut
selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulan berikutnya.

Dalam hal terjadi perubahan penggunaan dana tersebut, Perseroan wajib:

a. menyampaikan rencana dan alasan perubahan penggunaan dana hasil PUT II bersamaan dengan
pemberitahuan mata acara RUPS kepada Otoritas Jasa Keuangan; dan
b. memperoleh persetujuan dari RUPS terlebih dahulu.

Dalam hal Perseroan akan melaksanakan transaksi dengan menggunakan dana hasil PUT II yang
merupakan Transaksi Afiliasi atau Transaksi Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi Material,
Perseroan akan melaksanakannya sesuai dengan Peraturan IX.E.1 dan/atau Peraturan IX.E.2.

Berdasarkan laporan realisasi dana pada bulan Juni 2017 sebagaimana dimuat dalam Surat Perseroan
No. 109/Corsec-SIH/VII/2017 tanggal 14 Juli 2017, dana sehubungan dengan Penawaran Umum
Terbatas I masih terdapat sisa dana sebesar Rp136,9 miliar dikarenakan pembayaran atas belanja
modal maupun akuisisi yang dilakukan dengan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I dilakukan
secara bertahap. Penggunaan dana ini telah dilaporkan sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015.

Penggunaan dana hasil PUT II ini akan dilaksanakan dengan mengikuti ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, khususnya di bidang pasar modal.

8
III. PERNYATAAN UTANG

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak untuk periode
lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian yang ditandatangani oleh Tjun Tjun.
Perseroan dan Perusahaan Anak mempunyai liabilitas konsolidasian yang keseluruhannya berjumlah
sebesar Rp1.186.409 juta.

Perincian lebih lanjut mengenai liabilitas tersebut adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)


Uraian Jumlah
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha – Pihak Ketiga 301.748
Utang Bank Jangka Pendek 1.036
Beban Akrual 241.431
Uang Muka Pasien 17.723
Utang Pajak 41.405
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 7.848
Utang Sewa Pembiayaan 25.309
Laba yang Ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik 11.897
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 121.060
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 769.457

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Utang Bank Jangka Panjang 6.505
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 198
Utang Sewa Pembiayaan 147.380
Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik 90.158
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 128.264
Liabilitas Pajak Tangguhan 44.447
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 416.952
JUMLAH LIABILITAS 1.186.409

Penjelasan atas liabilitas tersebut adalah berikut:

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang Usaha – Pihak Ketiga

Utang usaha pihak ketiga Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp301.748 juta, yang terdiri dari utang usaha kepada pemasok sebesar Rp186.993 juta dan utang
usaha atas jasa dokter sebesar Rp114.755 juta.

Utang Bank Jangka Pendek

Utang bank jangka pendek Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 merupakan
utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp1.036 juta.

9
PT Bank Central Asia Tbk

Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 1 tanggal 1 April 2003 yang dibuat di hadapan Yandes Effriady, S.H.,
Notaris di Jambi dan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit No. 0242/JAM/2010 tanggal 3 Februari
2010, Perubahan PK No. 54 tanggal 19 Juli 2010 di hadapan Notaris Hasan S.H., Notaris di Jambi, yang
terakhir diperbaharui dengan Surat No. 0002-ADD-2017 tanggal 6 Maret 2017, PT Golden First Atlanta
(GFA), Perusahaan Anak, memperoleh fasilitas pinjaman sebagai berikut:

No. Rincian Keterangan


1. No Perjanjian 1
Jenis Pinjaman Fasilitas Kredit Lokal
Plafon Rp5.000 juta
Tingkat Bunga 11,50%
Jatuh Tempo 5 Mei 2018
Tujuan Penggunaan Modal Kerja
Jaminan a. 3 (tiga) bidang tanah dengan jumlah luas area 7.132 m2 berikut bangunan
dan segala sesuatu yang telah ada dan akan didirikan masing-masing
dengan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 840, No. 841, No. 842/
Paal Merah, terdaftar atas nama GFA, Perusahaan Anak
b. Peralatan kedokteran, perabotan dan peralatan kantor, piutang usaha,
persediaan obat dan barang habis pakai serta mesin dan peralatan medis
2. No Perjanjian 1
Jenis Pinjaman Fasilitas Kredit Investasi II
Plafon Rp7.500 juta
Tingkat Bunga 11,50%
Jatuh Tempo 6 Maret 2018
Tujuan Penggunaan Membiayai pembangunan perluasan rumah sakit Siloam Jambi
Jaminan a. 3 (tiga) bidang tanah dengan jumlah luas area 7.132 m2 berikut bangunan
dan segala sesuatu yang telah ada dan akan didirikan masing-masing
dengan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 840, No. 841, No. 842/
Paal Merah, terdaftar atas nama GFA, Perusahaan Anak
b. Peralatan kedokteran, perabotan dan peralatan kantor,piutang usaha,
persediaan obat dan barang habis pakai serta mesin dan peralatan medis

Fasilitas Kredit Investasi telah dilunasi di bulan Desember 2016.

Atas pinjaman ini GFA tidak diperkenankan untuk memperoleh pinjaman baru dari pihak lain tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank.

Atas pinjaman ini GFA harus menjaga rasio utang terhadap modal maksimum 5,83 kali. Pada 31 Mei
2017, GFA telah memenuhi rasio utang yang disyaratkan.

Pembayaran pinjaman untuk periode yang berakhir pada 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp892 juta.

Beban Akrual

Beban akrual Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp241.431
juta, yang terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Beban Sewa 64.157
Gaji dan Kesejahteraan Karyawan 58.114
Beban Pokok Pendapatan 37.559
Contract Service 35.125
Listrik dan Air 16.190
Perbaikan dan Pemeliharaan 14.665
Lain-lain 15.621
Jumlah 241.431

10
Uang Muka Pasien

Uang muka pasien Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp17.723 juta.

Utang Pajak

Utang pajak Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp41.405 juta,
yang terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian Jumlah
Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2) 715
Pasal 21 20.485
Pasal 25 -
Pasal 26 4.295
Pasal 29 18
Perseroan -
Perusahaan Anak 14.737
Pajak Pertambahan Nilai 1.155
Jumlah 41.405

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang - Utang Bank

Bagian lancar atas utang bank Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp7.848 juta.

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang - Utang Sewa Pembiayaan

Bagian lancar atas utang sewa pembiayaan Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei
2017 adalah sebesar Rp25.309 juta.

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang - Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan
Sewa Balik

Bagian lancar atas laba yang ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik Perseroan dan Perusahaan
Anak ada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp11.897 juta.

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya

Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017
adalah sebesar Rp121.060 juta, yang terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Utang Titipan 32,395
Utang Kontraktor 28,551
Utang atas Perolehan Tanah dan Bangunan 25,000
Utang atas Pembelian Saham Perusahaan Anak 17,201
Utang atas Perolehan Perangkat Lunak 10,418
Utang Pengampunan Pajak 1,325
Lain-lain 6,170
Jumlah 121.060

11
LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang Bank Jangka Panjang

Utang bank jangka panjang Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp6.505 juta, yang terdiri dari:

(dalam jutaan Rupiah)


Jumlah
Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur 14.353
Sub Jumlah 14.353
Dikurangi: Bagian Lancar (7.848)
Bagian Jangka Panjang 6.505

Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur

Berdasarkan perjanjian kredit No. 005/870/9200/KI.59/BPDKP/2008/ tanggal 25 Februari 2008,


PT Balikpapan Damai Husada (BDH), Perusahaan Anak, memperoleh fasilitas Kredit Investasi (Non
PRK) sebesar maksimum Rp50.000 juta, dengan suku bunga 11,5% per tahun. Pinjaman ini digunakan
untuk tambahan dana investasi untuk membiayai pembangunan rumah sakit dan melunasi pinjaman
sebelumnya yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada
25 Februari 2019.

Pinjaman tersebut dijamin dengan:

• 1 (satu) bidang tanah seluas 12.562 m2 beserta bangunan kesehatan dan rumah sakit seluas 8.024
m2 dengan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 2069 yang terletak di Jalan MT. Haryono RT 35
Kelurahan Gang Bahagia Balikpapan, terdaftar atas nama PT Balikpapan Damai Husada.
• Sarana pelengkap, mesin dan peralatan dan alat-alat kesehatan dengan nilai taksasi sebesar
Rp8.665 juta.

Atas pinjaman ini tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas rasio keuangan tertentu yang harus
dipenuhi oleh BDH.

Pembayaran pinjaman untuk periode yang berakhir pada 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp3.015 juta.

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha

Utang pihak berelasi non-usaha Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp198 juta.

Utang Sewa Pembiayaan

Utang sewa pembiayaan Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp147.380 juta, yang terdiri dari:

(dalam jutaan Rupiah)


Jumlah
PT Century Tokyo Leasing Indonesia 124.507
PT Mitsubishi UFJ & Leasing Indonesia 48.182
Sub Jumlah 172.689
Dikurangi: Bagian Lancar (25.309)
Bagian Jangka Panjang 147.380

12
PT Century Tokyo Leasing Indonesia (CTLI)

Untuk periode yang berakhir 31 Mei 2017, Perseroan memperoleh fasilitas pembiayaan dari CTLI untuk
pembiayaan peralatan medis dengan periode pembayaran selama 60 bulan dan dikenakan tingkat
bunga efektif masing-masing sebesar 11% per tahun.

Saldo terutang pada 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp124.507 juta.

PT Mitsubishi UFJ Lease and Finance Indonesia (MUFG)

Untuk periode yang berakhir 31 Mei 2017, Perseroan memperoleh fasilitas pembiayaan dari MUFG
untuk pembiayaan peralatan medis dengan periode pembayaran selama 60 bulan dan dikenakan
tingkat bunga efektif 11,25% per tahun.

Saldo terutang pada 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp48.182 juta.

Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik

Laba yang ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa balik Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp90.158 juta. Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa
balik diamortisasi secara proporsional selama masa sewa 15 tahun dengan menggunakan metode
garis lurus.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Perseroan dan Perusahaan Anak dihitung oleh PT Lastika
Dipa, sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 dengan menggunakan metode
“Projected Unit Credit” sesuai dengan laporan tanggal 14 Agustus 2017.

Asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut:

Tingkat Diskonto : 7,88% per tahun


Tingkat Proyeksi Kenaikan Gaji : 8% per tahun
Tingkat Mortalita : Indonesia – III
Tingkat Cacat Tetap : 10% x TMI – II
Tingkat Pengunduran Diri : 8,5% sampai dengan usia 25 tahun
dan menurun secara linear hingga 0% di usia 55 tahun

Saldo Liabilitas Imbalan Kerja Perseroan dan Perusahaan Anak per 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp128.264 juta, yang terdiri dari:

(dalam jutaan Rupiah)


Jumlah
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti 116.843
Biaya Jasa Kini 8.207
Biaya Bunga 2.048
Pembayaran Pesangon (1.064)
Keuntungan Aktuarial Periode Berjalan 2.230
Jumlah 128.264

Liabilitas Pajak Tangguhan

Liabilitas pajak tangguhan Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar
Rp44.447 juta.

13
KOMITMEN DAN KONTIJENSI

a. Perjanjian Sewa

• Pada bulan Februari 2005, PT Diagram Healthcare Indonesia (DHI), Perusahaan Anak,
mengadakan perjanjian sewa bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Cinere dengan
PT Anadi Sarana Tatahusada. Perjanjian ini berlaku selama 13 tahun dan dapat diperbaharui
lagi untuk 5 tahun dengan total nilai sewa Rp12.000 juta. Untuk periode lima bulan yang
berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan sebesar Rp385 juta.

• Berdasarkan perjanjian sewa yang dibuat oleh Allen & Gledhill Advocates & Solicitors tanggal
8 November 2010, PT East Jakarta Medika (EJM) selaku pihak yang menerima novasi sewa
dari PT Lippo Karawaci Tbk, entitas induk terakhir, tanggal 10 Oktober 2011, mengadakan
perjanjian sewa dengan PT Graha Pilar Sejahtera selama 15 tahun. Atas perjanjian tersebut,
EJM akan membayar beban sewa yang terdiri dari tarif sewa pokok dan tarif sewa variabel.
Sewa pokok ditentukan pada tahun pertama dan selanjutnya disesuaikan, sedangkan tarif
variabel diperhitungkan mulai tahun kedua berdasarkan persentase tertentu dari gross
revenue. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan. Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda
sebesar 2% ditambah suku bunga rata-rata pinjaman dari 3 bank tertentu di Singapura.

Transaksi jual dan sewa-balik tersebut memenuhi klasifikasi sewa operasi dan harga
transaksinya di atas nilai wajar sehingga laba yang timbul diakui sebagai laba ditangguhkan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa sebesar Rp7.955 juta.

• Pada 7 Januari 2012, Perseroan mengadakan perjanjian sewa bangunan rumah sakit Siloam
Hospitals Palembang (Siloam Sriwijaya) dengan PT Palembangparagon Mall (PM). Perjanjian
ini berlaku selama 10 tahun sejak grand opening rumah sakit dan memiliki tenggang waktu
tidak dikenakan sewa (grace period) selama 3 (tiga) bulan sejak grand opening rumah sakit.

Atas perjanjian tersebut, Siloam Sriwijaya akan membayar beban sewa sebesar Rp3.000 juta
dan meningkat Rp500 juta setiap tiga tahun, yang dibayar di muka untuk tiap periode sewa
selambat-lambatnya setiap tanggal 10 (sepuluh) bulan pertama periode sewa.

Pada 5 Oktober 2012, PM menandatangani perjanjian pengalihan kepemilikan bangunan


dengan PT Bisma Pratama Karya, sehingga Siloam Sriwijaya menerima novasi kepemilikan
sewa. Perjanjian ini tidak mengubah ketentuan sewa di perjanjian sebelumnya.

Pada 2 Januari 2014, PT RS Siloam Hospital Sumsel (RSSH) mengadakan perjanjian sewa
bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Palembang (Siloam Sriwijaya) dengan PT Bisma
Pratama Karya. Perjanjian ini diakhiri berdasarkan perjanjian pengakhiran tanggal 2 Desember
2014 akibat pengalihan kepemilikan atas bangunan. Pada tanggal 2 Desember 2014, RSSH
mengadakan perjanjian sewa bangunan rumah sakit Siloam Sriwijaya dengan PT Metropolis
Propertindo Utama. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun dari tanggal penerbitan izin usaha
Siloam Sriwijaya pada 6 November 2013. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar Rp2.643 juta.

• Pada 28 Mei 2014, PT Berlian Cahaya Indah, Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian sewa
bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Purwakarta dengan PT Metropolis Propertindo Utama.
Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun dari tanggal penerbitan izin usaha dari Siloam Hospitals
Purwakarta yaitu pada tanggal 14 Mei 2014. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar Rp2.560 juta.

14
• Pada 22 Desember 2014, PT Krisolis Jaya Mandiri, Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian
sewa bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Kupang dengan PT Nusa Bahana Niaga.
Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun dari tanggal penerbitan izin usaha dari Siloam Hospitals
Kupang yaitu pada tanggal 1 Desember 2014. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar Rp547 juta.

• Pada 1 April 2015, PT Siloam International Hospitals Tbk mengadakan perjanjian sewa
sebagian lantai Gedung dengan PT Grahaputra Mandirikharisma. Perjanjian ini berlaku selama
4 tahun dimulai dari 1 April 2015. Sewa dibayarkan setiap 6 bulan.

Pada 18 Mei 2017 dibuat Adendum I atas perjanjian Sewa Menyewa ini dimana terdapat
perubahan pada Pasal 4 ayat 2 mengenai Biaya Pelayanan dan Cara Pembayaran Biaya
Pelayanan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar Rp1.967 juta.

• Pada 24 Agustus 2016, PT Bina Bahtera Sejati, Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian
sewa bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Buton dengan PT Andromeda Sakti. Perjanjian
ini berlaku selama 15 tahun. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar sebesar Rp1.250 juta.

• Pada 24 Agustus 2016, PT Lintas Buana Jaya, Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian
sewa bangunan rumah sakit Siloam Hospitals Labuan Bajo dengan PT Pancuran Intan
Makmur. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. Sewa dibayarkan setiap 3 bulan.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan
sebesar sebesar Rp1.673 juta.

b. Perjanjian Menyewakan Kembali (Sub-Lease) antara Perseroan dengan PT Lippo Karawaci


Tbk (LK)

Pada 30 April 2013, 13 Mei 2013 dan 1 Juli 2013, Perseroan menandatangani Perjanjian
menyewakan kembali (sub-lease) dengan LK, entitas induk, yang meliputi properti Siloam Hospitals
Lippo Village, RSUS, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Surabaya, Siloam Hospitals
Semanggi MRCCC, Siloam Hospitals Manado, Siloam Hospitals Makassar, Siloam Hospitals Bali
dan Siloam Hospitals TB Simatupang.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada 31 Mei 2017, beban sewa yang dicatatkan sebesar
Rp42.300 juta.

c. Master Agreement antara Perseroan dengan PT Lippo Karawaci Tbk (LK)

Pada 30 April 2013, Perseroan menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan LK, entitas induk,
yang meliputi:
• Perjanjian sewa properti Rumah Sakit Umum Siloam dan properti yang akan digunakan
sebagai Siloam Hospitals Kemang dan Siloam Hospitals St. Moritz;
• Hak untuk membangun properti yang akan digunakan sebagai Siloam Hospitals Yogyakarta,
Siloam Hospitals Bintaro dan Siloam Hospitals Surabaya Manyar;
• Perjanjian penawaran properti tertentu untuk dioperasikan sebagai Siloam Hospitals Pontianak;
dan
• Perjanjian kerjasama operasi Siloam Hospitals Bandung.

15
d. Master Agreement antara Perseroan dengan PT Metropolis Propertindo Utama (MPU)

Pada 30 April 2013, Perseroan menandatangani Perjanjian Pendahuluan dengan MPU yang
meliputi:
• Jual beli saham Siloam Hospitals Malang, Siloam Hospitals Salemba, dan Siloam Hospitals
Surabaya Sea Master;
• Hak untuk membangun properti yang akan digunakan sebagai Siloam Hospitals Padang,
Siloam Hospitals Bangka Belitung, Siloam Hospitals Semarang Srondol, Siloam Hospitals
Bogor Internusa, Siloam Hospitals Jember, Siloam Hospitals Bluemall Bekasi, Siloam Hospitals
Bekasi Grand Mall, Siloam Hospitals MT Haryono, Siloam Hospitals Salemba, dan Siloam
Hospitals Lampung;
• Hak untuk mengoperasikan dan mengelola Siloam Hospitals Kupang;
• Perjanjian sewa properti yang akan digunakan sebagai Siloam Hospitals Surabaya Sea Master,
Siloam Hospitals Pluit dan Siloam Hospitals Cempaka Putih; dan
• Perjanjian penawaran properti tertentu untuk dioperasikan sebagai Siloam Hospitals
Purwakarta, Siloam Hospitals Ambon, Siloam Hospitals Lubuk Linggau, Siloam Hospitals
Manado Kairagi, Siloam Hospitals Serang dan Siloam Hospitals Pekanbaru.

e. Perjanjian Jual Beli

• Pada tanggal 24 Mei 2017, PT Kirana Puspa Cemerlang, Perusahaan Anak, mengadakan
perjanjian jual beli tanah dan bangunan yang berlokasi di Jember dengan PT Wahana Citra
Gemilang.
• Pada tanggal 29 Mei 2017, PT Agung Cipta Raya, Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian
jual beli tanah dan bangunan yang berlokasi di Semarang dengan PT Sun Property Abadi.
• Pada tanggal 31 Mei 2017, PT Ambon Bangun Nusa dahulu PT Kusuma Bhakti Anugerah,
Perusahaan Anak, mengadakan perjanjian jual beli tanah dan bangunan yang berlokasi di
Ambon dengan PT Karya Unggulan Gemilang.

PINJAMAN

Pada 3 Juli 2017, Perseroan memperoleh fasilitas pembiayaan anjak piutang dari Bank of Tokyo-
Mitsubishi UFJ, Ltd (BTMU) dengan dengan rincian nilai, bunga dan jangka waktu pembiayaan untuk
sebagaimana diungkapkan dalam Bab VIII Prospektus ini pada bagian Perjanjian-Perjanjian Penting
dengan Pihak Ketiga.

SELURUH LIABILITAS PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK PADA TANGGAL 31 MEI 2017
TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS.

PERSEROAN TELAH MELUNASI SELURUH KEWAJIBAN JANGKA PANJANGNYA YANG TELAH


JATUH TEMPO, DAN HINGGA PROSPEKTUS INI DITERBITKAN, TIDAK TERDAPAT KEWAJIBAN
JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO NAMUN BELUM DILUNASI OLEH PERSEROAN.

DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN LIABILITAS SERTA
PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA YANG AKAN DATANG, PERSEROAN MENYATAKAN
KESANGGUPANNYA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI
DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.

PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TIDAK ADA FAKTA MATERIAL YANG DAPAT


MENGAKIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA LIABILITAS DAN/ATAU PERIKATAN
SETELAH TANGGAL 31 MEI 2017 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN
TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, SELAIN YANG TELAH DIUNGKAPKAN
DALAM PROSPEKTUS INI DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM PERSEROAN
DAN PERUSAHAAN ANAK.

16
TIDAK ADA PELANGGARAN ATAS PERSYARATAN DALAM PERJANJIAN KREDIT YANG
DILAKUKAN OLEH PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK YANG BERDAMPAK MATERIAL
TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN.

TIDAK TERDAPAT KEADAAN LALAI ATAS PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA


PINJAMAN SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR SAMPAI DENGAN
TANGGAL EFEKTIFNYA PENDAFTARAN.

TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEMBATASAN YANG DAPAT MERUGIKAN HAK-HAK


PEMEGANG SAHAM PUBLIK.

17
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Ikhtisar data keuangan penting harus dibaca bersama-sama dengan dan mengacu pada laporan
keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode lima
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 dan 2015 dan catatan atas laporan keuangan.

Tabel berikut ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Konsolidasian Interim Perseroan
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dan 2016 (tidak diaudit)
serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015. Data-data keuangan
penting tersebut berasal dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan
Anak yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan
opini wajar tanpa pengecualian yang ditandatangani oleh Tjun Tjun.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN


(dalam jutaan Rupiah)
Pada tanggal Pada tanggal 31 Desember
Uraian 31 Mei
2017 2016 2015
Aset

Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 478.672 740.437 159.848
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 2.208 5.454 10.130
Pihak Ketiga 804.313 770.524 565.097
Aset Keuangan Lancar Lainnya 22.326 152.109 6.458
Persediaan 156.747 178.381 140.434
Pajak Dibayar di Muka 4.030 - 6.991
Beban Dibayar di Muka 71.367 59.925 67.135
Jumlah Aset Lancar 1.539.663 1.906.830 956.093

Aset Tidak Lancar


Uang Muka 338.580 240.813 150.344
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 393 525 1.287
Aset Tetap 2.002.016 1.693.869 1.553.307
Goodwill 398.162 288.277 288.277
Aset Tak Berwujud 42.492 45.095 10.704
Aset Pajak Tangguhan 40.679 35.805 22.995
Aset Tidak Lancar Lainnya 4.507 4.476 3.263
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.826.829 2.308.860 2.030.177
Jumlah Aset 4.366.492 4.215.690 2.986.270

Liabilitas dan Ekuitas


Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha – Pihak Ketiga 301.748 314.127 254.714
Utang Bank Jangka Pendek 1.036 928 2.174
Beban Akrual 241.431 234.211 249.661
Uang Muka Pasien 17.723 14.948 10.113
Utang Pajak 41.405 40.313 29.559
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 7.848 7.483 7.483
Utang Sewa Pembiayaan 25.309 21.995 -
Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik 11.897 11.897 11.897
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 121.060 80.114 64.186
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 769.457 726.016 629.787

18
Pada tanggal Pada tanggal 31 Desember
Uraian 31 Mei
2017 2016 2015
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 6.505 9.885 23.042
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 198 198 354.746
Utang Sewa Pembiayaan 147.380 105.042 -
Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi Jual dan Sewa Balik 90.158 95.115 107.013
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 128.264 116.843 100.057
Liabilitas Pajak Tangguhan 44.447 33.521 31.673
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 416.952 360.604 616.531
Jumlah Liabilitas 1.186.409 1.086.620 1.246.318
Ekuitas
Modal Saham - Nilai Nominal Rp100 per Saham
Modal Dasar - 4.000.000.000 Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 1.300.612.500 Saham pada
31 Mei 2017 dan 31 Desember 2016, dan 1.156.100.000 Saham
pada 31 Desember 2015 130.061 130.061 115.610
Tambahan Modal Disetor – Bersih 2.570.240 2.570.240 1.289.665
Selisih Nilai Transaksi dengan Pihak Nonpengendali (25.748) (25.748) (25.748)
Saldo Laba 492.799 447.325 364.490
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas
Induk 3.167.352 3.121.878 1.744.017
Kepentingan Nonpengendali 12.731 7.192 (4.065)
Jumlah Ekuitas 3.180.083 3.129.070 1.739.952
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 4.366.492 4.215.690 2.986.270

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA KONSOLIDASIAN

(dalam jutaan Rupiah, kecuali laba per saham dasar)


Periode lima bulan Tahun-tahun yang
yang berakhir pada berakhir pada tanggal
Uraian tanggal 31 Mei 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
Pendapatan 2.339.589 2.134.687 5.168.363 4.144.118
Beban Pokok Pendapatan (1.677.880) (1.486.853) (3.646.195) (2.967.572)
Laba Bruto 661.709 647.834 1.522.168 1.176.546
Beban Usaha (532.498) (497.515) (1.230.555) (965.324)
Beban Lain-lain – Neto (38.363) (19.644) (69.915) (53.156)
Laba Usaha 90.848 130.675 221.698 158.066
Penghasilan Bunga 9.471 1.291 2.586 4.980
Beban Keuangan (15.892) (24.312) (51.990) (57.299)
Laba Sebelum Pajak 84.427 107.654 172.294 105.747
Beban Pajak (31.741) (33.252) (73.592) (44.041)
Laba Periode/Tahun Berjalan 52.686 74.402 98.702 61.706
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti (2.230) (29.781) (6.147) 32.569
Pajak Penghasilan Terkait Pos yang Tidak akan Direklasifikasi ke
Laba Rugi atas Program Imbalan Pasti 557 7.445 1.537 (8.142)
Jumlah Laba Komprehensif Periode/Tahun Berjalan 51.013 52.066 94.092 86.133
Laba Periode/Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 47.224 75.288 85.901 70.397
Kepentingan Nonpengendali 5.462 (886) 12.801 (8.691)
52.686 74.402 98.702 61.706
Jumlah Laba Komprehensif Periode/Tahun Berjalan Yang Dapat
Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 45.472 53.338 82.835 95.106
Kepentingan Nonpengendali 5.541 (1.272) 11.257 (8.973)
51.013 52.066 94.092 86.133
Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah penuh) 36,31 65,12 72,51 59,79
*tidak diaudit

19
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
Periode lima bulan yang Tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal berakhir pada tanggal
Uraian 31 Mei 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 2.318.165 1.989.373 4.984.847 3.973.218
Pembayaran kepada Pemasok (1.230.962) (1.042.076) (2.600.521) (1.983.022)
Pembayaran kepada Pihak Ketiga Lainnya (437.581) (358.570) (1.153.184) (929.665)
Pembayaran kepada Karyawan (349.658) (352.944) (834.576) (731.515)
Arus Kas Diperoleh dari Operasi 299.964 235.783 396.566 329.016
Pembayaran Beban Bunga – Neto (2.512) (4.363) (84.867) (10.338)
Pembayaran Pajak Penghasilan (35.411) (12.836) (71.834) (55.229)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 262.041 218.584 239.865 263.449

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap dan Lainnya (85.428) (3.545) (54.790) (68.757)
Aset Tetap dan Perangkat Lunak
Penjualan 1.163 6 168 -
Pembelian (225.834) (173.949) (349.277) (279.093)
Uang Muka Penambahan Goodwill - - - (4.182)
Pembayaran Utang Saham Perusahaan Anak (1.320) (1.340) (4.021) (8.304)
Uang Muka Akuisisi Saham - - (20.000) -
Penerimaan Divestasi Perusahaan Anak - - 148 -
Perolehan Perusahaan Anak, Setelah Dikurangi Kas yang Diperoleh (188.111) - - -
Penempatan Dana yang Dibatasi Penggunannya - - (140.000) -
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (499.530) (178.828) (567.772) (360.336)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penambahan Modal Saham melalui Penawaran Umum Penawaran
Umum Terbatas I Saham Perusahaan - - 1.300.613 -
Biaya Emisi Saham (1.535) - (4.199) -
Pembayaran Pinjaman Bank (3.907) (4.491) (14.403) (13.802)
Penerimaan Pinjaman Bank 1.000 - - -
Pembayaran Utang Sewa Pembiayaan (20.395) - (20.255) -
Pembayaran Dividen - - - (6.012)
Penerimaan dari (Pembayaran kepada) Pihak Berelasi - Bersih 132 (2.090) (353.786) (3.445)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan (24.705) (6.581) 907.970 (23.259)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (262.194) 33.175 580.063 (120.146)

Dampak Kurs atas Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 429 (223) 526 35
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN/PERIODE 740.437 159.848 159.848 279.959
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN/PERIODE 478.672 192.800 740.437 159.848
*tidak diaudit

20
RASIO-RASIO

Per 31 Mei Per 31 Desember


Uraian 2016
2017 2016 2015
(tidak diaudit)
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan 9,6 * 24,7 24,0
Beban Pokok Pendapatan 12,8 * 22,9 24,2
Laba Bruto 2,1 * 29,4 23,6
Laba Usaha (30,5) * 40,3 8,1
Jumlah Aset 3,6 ** 41,2 4,9
Jumlah Liabilitas 9,2 ** (12,8) 5,1
Jumlah Ekuitas 1,6 ** 79,8 4,8

Rasio-Rasio Keuangan (%)


Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas 37,3 ** 34,7 71,6
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset 27,2 ** 25,8 41,7
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek 200,1 ** 262,6 151,8

Rasio-Rasio Usaha (%)


Laba Bruto / Pendapatan 28,3 30,3 29,5 28,4
Laba Usaha / Pendapatan 3,9 6,1 4,3 3,8
Laba Periode/Tahun Berjalan / Pendapatan 2,3 3,5 1,9 1,5
Laba Bruto / Jumlah Aset 15,2 ** 36,1 39,4
Laba Usaha / Jumlah Aset 2,1 ** 5,3 5,3
Laba Periode/Tahun Berjalan / Jumlah Aset 1,2 ** 2,3 2,1
Laba Bruto / Jumlah Ekuitas 20,8 ** 48,6 67,6
Laba Usaha / Jumlah Ekuitas 2,9 ** 7,1 9,1
Laba Periode/Tahun Berjalan / Jumlah Ekuitas 1,7 ** 3,2 3,5

Rasio Terkait Industri Kesehatan (%)


Debt to Equity 5,9 ** 4,7 22,1
Debt to Asset 4,3 ** 3,5 13,0
ROA 1,21 ** 2,34 2,07
ROE 1,66 ** 3,15 3,55
EBITDA Margin 10,76 ** 10,97 11,7

Rasio Fasilitas Pinjaman yang Diperoleh PT


GFA
Jumlah Liabilitas / Modal Saham (maksimum 5,83
kali) 3,93 ** 3,92 4,12
Keterangan:
* Tidak dapat diperbandingkan karena laporan keuangan 31 Mei 2015 tidak disajikan
** Tidak dapat diperbandingkan karena laporan posisi keuangan 31 Mei 2015 tidak disajikan
*** Rasio fasilitas pinjaman yang diperoleh PT GFA (Perusahaan Anak) telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam
perjanjian pinjaman

21
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Pembahasan dan analisa keuangan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan
dan Perusahaan Anak untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dan 2016
(tidak diaudit) serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015. Data-
data keuangan penting tersebut berasal dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan
Perusahaan Anak yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini
wajar tanpa pengecualian yang ditandatangani oleh Tjun Tjun.

1. UMUM

Perseroan membuka rumah sakit pertama di tahun 1996 dan sejak itu terus berkembang melalui
pendirian rumah-rumah sakit baru maupun akuisisi rumah sakit yang sudah berdiri. Pada tanggal
31 Mei 2017, Perseroan mengoperasikan 26 rumah sakit yang menawarkan layanan kesehatan spesialis
yang lengkap seperti prosedur bedah kompleks di Indonesia, layanan laboratorium, fasilitas radiologi
dan  imaging, pengobatan kesuburan, layanan kesehatan umum dan layanan diagnostik dan darurat
di Indonesia. Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan memiliki kapasitas sekitar 5.600 jumlah tempat
tidur dan mempekerjakan sekitar 500 dokter umum dan 1.900 spesialis yang menawarkan layanan ke
pasien Perseroan dan sekitar 8.600 perawat dan staf pendukung lainnya. Perseroan berencana untuk
mengembangkan usahanya melalui pendirian rumah sakit baru, pengembangan rumah sakit Perseroan
yang sudah berdiri dan akuisisi rumah sakit yang berpotensi.

2. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA OPERASIONAL PERSEROAN

Faktor utama yang mempengaruhi kinerja operasional Perseroan meliputi:

• Kapasitas pasien dan permintaan terhadap layanan


• Perluasan jaringan rumah sakit Perseroan, belanja modal, beban operasional, dan beban keuangan
• Perkembangan teknologi
• Beban sewa
• Kondisi ekonomi di Indonesia
• Peraturan pemerintah

Kapasitas pasien dan permintaan terhadap layanan

Pendapatan rawat inap sangat bergantung terhadap jumlah tempat tidur yang dioperasikan, Bed
Occupancy Rate (BOR) yang merupakan hasil konversi dari pasien rawat jalan dan pasien gawat darurat
dan pendapatan rata-rata per pasien per hari. Pendapatan rawat jalan sangat bergantung terhadap
jumlah dokter spesialis, dan jam praktek pada departemen rawat jalan Perseroan, dan pendapatan
rata-rata per pasien rawat jalan. Jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan bergantung pada reputasi
dan citra rumah sakit Perseroan, jasa yang diberikan, kondisi sosial dan ekonomi komunitas regional,
tingkat kompetisi dari rumah sakit lain, reputasi klinik, spesialisasi dan jam praktek para dokter spesialis
di rumah sakit Perseroan, efektifitas kegiatan pemasaran, dan aspek keagamaan serta kebudayaan.

Di samping itu, jasa yang ditawarkan Perseroan, khususnya yang ditawarkan oleh Centers of Excellence,
khususnya yang berhubungan dengan kasus medis yang memerlukan perawatan kompleks, yang
menghasilkan total pendapatan dan pendapatan per pasien yang lebih tinggi dikarenakan adanya
tambahan perawatan spesialisasi sebelum dan sesudah pengobatan, utilisasi peralatan diagnostik
canggih dan peralatan intervensi yang pada umumnya menghasilkan marjin laba usaha yang lebih
tinggi. Penambahan Centers of Excellence dan penawaran jasa tersebut akan berdampak positif pada
pendapatan dan marjin Perseroan.

22
Perluasan jaringan Rumah Sakit Perseroan, belanja modal, beban operasional, dan beban
keuangan Perseroan

Perkembangan jaringan rumah sakit Perseroan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan


Perseroan dan hal ini merupakan salah satu dari strategi perseroan untuk terus berkembang melalui
perluasan jaringan rumah sakit Perseroan di seluruh Indonesia. Pada tahun 2014, Perseroan telah
membuka 3 rumah sakit baru dan mengakuisisi 1 rumah sakit yang telah berdiri. Pada tahun 2015,
Perseroan menyelesaikan pembangunan 2 rumah sakit, yaitu Siloam Hospitals Yogyakarta dan Siloam
Hospitals Labuan Bajo. Pada tahun 2016, Perseroan telah membuka 3 rumah sakit baru, yaitu Siloam
Hospitals Labuan Bajo, Siloam Hospitals Buton, dan Siloam Hospitals Samarinda.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan telah melakukan
pengambilalihan atas 3 rumah sakit, yaitu Siloam Hospitals Mataram (dahulu Rumah Sakit Grha Ultima
Medika), Siloam Hospitals Sentosa (dahulu Rumah Sakit Umum Sentosa), dan Siloam Hospitals Cirebon
(dahulu Rumah Sakit Putera Bahagia), dan telah menerima izin operasional untuk Siloam Hospitals
Bangka Belitung. Pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017, Perseroan telah mengoperasikan
4 rumah sakit baru, yaitu Siloam Hospitals Bangka Belitung, Siloam Hospitals Bogor, Siloam Hospitals
Yogyakarta, dan Siloam Hospitals Bekasi Timur, serta telah melakukan pengambilalihan atas 1 rumah
sakit, yaitu Siloam Hospitals Bekasi (dahulu Rumah Sakit Hosana Medika). Selain itu, terdapat
10 rumah sakit lain yang masih dalam proses pembangunan yang berlokasi di Banjarmasin, Batu,
Manado Kairagi, Gunung Sahari, Semarang, Jember, Lubuk Linggau, Bekasi Grand Mall, Ambon, dan
Kelapa Dua.

Keberhasilan perluasan jaringan rumah sakit Perseroan bergantung pada beberapa faktor yang meliputi:

• Kemampuan Perseroan dalam memberikan pelatihan dan mempertahankan karyawan yang


berkualitas.
• Kemampuan Perseroan dalam memperoleh perizinan atau persetujuan dari Pemerintah atau
pemerintah daerah setempat dalam melanjutkan operasional dan membuka jaringan rumah sakit
baru Perseroan.
• Kemampuan Perseroan dalam mengelola beban atau biaya.
• Kemampuan Perseroan dalam mengidentifikasi potensi pertumbuhan dan akuisisi.
• Kemampuan Perseroan dalam mendapatkan pendanaan dengan persyaratan yang wajar untuk
perluasan operasional Perseroan.

Perseroan mencari lokasi untuk membuka dan mengembangkan rumah sakit Perseroan. Untuk
menyewa atau membeli lahan dan mengembangkan rumah sakit, membutuhkan tambahan modal kerja
yang lebih besar dari yang tercatat dalam laporan keuangan Perseroan.

Perseroan memperkirakan beban bunga akan meningkat seiring Perseroan meningkatkan belanja
modal untuk perluasan jaringan rumah sakit. Sebelum PUT II, penerimaan bersih dari Penawaran
Umum Terbatas I, penerimaan pelanggan, dan sewa pembiayaan (finance lease) merupakan sumber
pendanaan Perseroan. Setelah PUT II, Perseroan akan membiaya belanja modal dengan dana yang
diterima dari hasil PUT II, penerimaan pelanggan, dan sewa pembiayaan (finance lease).

Di samping belanja modal dan amortisasi sehubungan dengan perluasan jaringan rumah sakit
Perseroan, pembukaan rumah sakit yang baru juga akan meningkatkan beban operasional Perseroan.
Sebagai contoh, Perseroan merekrut staf medis empat sampai dengan enam bulan sebelum rumah
sakit Perseoran mulai beroperasi. Selanjutnya, Perseroan harus membeli persediaan obat-obatan,
akibatnya, maka marjin Perseroan akan menurun.

23
Perkembangan Teknologi

Perseroan menggunakan peralatan medis yang canggih dan terkini di rumah sakit Perseroan untuk
menyelenggarakan layanan medis yang terbaik Peralatan medis sering kali perlu ditingkatkan
karena inovasi dengan cepat dapat membuat peralatan yang sudah ada menjadi usang atau tidak
dapat menyediakan layanan yang diperlukan atau diminta oleh pasien. Kemampuan Perseroan untuk
menyediakan layanan kelas dunia serta mempertahankan reputasi dan jumlah pasien Perseroan
bergantung pada kemampuan Perseroan untuk memiliki peralatan medis yang terkini di rumah sakit
Perseroan. Perseroan secara teratur mengganti, meningkatkan dan memelihara peralatan Perseroan,
demikian juga memberikan pelatihan agar staf Perseroan dapat mengoperasikan peralatan terkini yang
dimiliki Perseroan. Biaya terkait penggantian, perbaikan dan pemeliharaan peralatan untuk periode
lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp15.530 juta, Rp41.578 juta, dan Rp30.012 juta.

Kondisi Ekonomi di Indonesia

Saat ini Indonesia saat ini memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan Produk Domestik
Bruto (“PDB”) nominal sekitar USD932,4 miliar pada tahun 2016. Perekonomian Indonesia mencapai
laju pertumbuhan PDB pada rata-rata 5,3% per tahun dari tahun 2012 hingga 2016, dan diperkirakan
akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,5% per tahun pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi telah
membawa peningkatan pesat dalam kekayaan pribadi dan rumah tangga penduduk Indonesia. PDB
per kapita Indonesia tahun 2016 melampaui USD3.600 dan diperkirakan akan tumbuh pada tingkat
pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 8,25% dari tahun 2017 hingga 2022 (sumber: IMF, April
2017), yang Perseroan yakin akan meningkatkan lebih lanjut pertumbuhan pengeluaran konsumen
dan pendapatan sesudah dikurangi pajak (disposable income). Lebih spefisiknya, kebanyakan jasa
yang ditawarkan Perseroan adalah untuk penduduk kelas menengah dan menengah ke atas, dan
Perseroan juga terus berinvestasi dalam personil medis terbaik, dan teknologi terkini untuk memberikan
layanannya di Indonesia.

Peraturan Pemerintah

Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada peraturan Pemerintah, dan membutuhkan
persetujuan dan perizinan dari Pemerintah. Perubahan dan penambahan peraturan Pemerintah dapat
berdampak negatif pada harga dan kemampuan Perseroan dalam mengembangkan usahanya. Sebagai
tambahan, investasi Pemerintah di sektor kesehatan dapat mempengaruhi permintaan terhadap
pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Perseroan.

3. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Pada tanggal 1 Januari 2017, Perseroan menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan
(“PSAK”) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Perseroan
telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar.
Berikut ini adalah dampak atas revisi, amandemen dan penyesuaian standar akuntansi di atas, yaitu:

• PSAK No. 1:”Penyajian Laporan Keuangan”


• PSAK No. 3: “Laporan Keuangan Interim”
• PSAK No. 24: “Imbalan Kerja”
• PSAK No. 58: “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”
• PSAK No. 60: “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
• ISAK No. 31: “ Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13 “Properti Investasi”
• ISAK No. 32: “Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan”

Implementasi dari standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

24
4. ANALISIS KEUANGAN

Pendapatan

Pendapatan Perseroan terdiri dari:

• Pendapatan rawat inap: pendapatan berasal dari jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat
dan perlengkapan medis, kamar rawat inap, fasilitas rumah sakit, kamar operasi, pendapatan
administrasi dan lainnya; dan
• Pendapatan rawat jalan: pendapatan berasal dari jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli, obat
dan perlengkapan medis, fasilitas rumah sakit, dan pendapatan administrasi dan lainnya.

Tabel berikut menunjukkan pembagian Pendapatan berdasarkan layanan dan sebagai persentase dari
pendapatan untuk periode berikut:

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Periode lima bulan yang berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
tanggal 31 Mei 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
Rawat inap
Jasa Penunjang Medis dan
Jasa Tenaga Ahli 517.495 22% 471.619 22% 1.136.362 22% 970.803 23%
Obat dan Perlengkapan
Medis 481.645 20% 461.655 21% 1.099.324 21% 885.836 21%
Kamar Rawat Inap 200.560 8% 200.684 9% 464.013 9% 362.387 9%
Fasilitas Rumah Sakit 100.130 4% 89.376 4% 219.247 4% 169.094 4%
Kamar Operasi 60.457 3% 44.729 2% 124.830 2% 109.324 3%
Pendapatan Administrasi
dan Lainnya 61.015 3% 56.642 3% 131.378 3% 87.130 2%
Rawat jalan
Jasa Penunjang Medis dan
Jasa Tenaga Ahli 559.290 24% 486.263 23% 1.202.639 23% 961.403 23%
Obat dan Perlengkapan
Medis 278.405 12% 250.188 12% 608.947 12% 479.828 12%
Fasilitas Rumah Sakit 39.724 2% 34.862 2% 83.614 2% 51.121 1%
Pendapatan Administrasi
dan Lainnya 40.868 2% 38.669 2% 98.009 2% 67.192 2%
Jumlah 2.339.589 100% 2.134.687 100% 5.168.363 100% 4.144.118 100%
*tidak diaudit

Beban Pokok Pendapatan

Beban Pokok Pendapatan Perseroan terdiri dari:

• Rawat inap: beban tersebut meliputi gaji dan kesejahteraan karyawan (termasuk jasa tenaga ahli),
obat dan perlengkapan medis, perlengkapan klinik, pernyusutan, makanan dan minuman, biaya
rujukan, dan lain-lain.
• Rawat jalan: beban tersebut meliputi gaji dan kesejahteraan karyawan (termasuk jasa tenaga ahli),
obat dan perlengkapan medis, penyusutan, perlengkapan klinik, dan lain-lain.

25
Tabel berikut menunjukkan pembagian beban pokok pendapatan dan sebagai persentase beban pokok
pendapatan:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode lima bulan yang berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
tanggal 31 Mei 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
Rawat inap
Jasa tenaga ahli, gaji dan
kesejahteraan karyawan 501.260 30% 429.474 29% 1.074.058 29% 856.823 29%
Obat dan perlengkapan
medis 333.418 20% 289.692 19% 719.654 20% 517.426 17%
Penyusutan 62.788 4% 65.931 4% 157.801 4% 148.501 5%
Perlengkapan klinik 36.482 2% 36.856 3% 84.655 2% 65.462 2%
Makanan dan minuman 32.747 2% 32.381 2% 78.661 2% 64.593 2%
Biaya rujukan 23.730 1% 20.680 1% 50.693 1% 43.781 1%
Lain-lain 35.836 2% 27.450 2% 68.875 2% 95.418 3%
Rawat jalan
Jasa tenaga ahli, gaji dan
kesejahteraan karyawan 309.362 19% 273.945 18% 654.246 18% 553.523 19%
Obat dan perlengkapan
medis 227.549 14% 203.276 14% 494.261 14% 391.776 13%
Penyusutan 39.617 2% 39.747 3% 97.187 3% 86.805 3%
Biaya Rujukan 36.303 2% 27.621 2% 69.638 2% 51.160 2%
Perlengkapan klinik 15.077 1% 15.070 1% 35.319 1% 30.444 1%
Lain-lain 23.711 1% 24.730 2% 61.147 2% 61.860 2%
Jumlah 1.677.880 100% 1.486.853 100% 3.646.195 100% 2.967.572 100%
*tidak diaudit

Beban Usaha

Beban usaha Perseroan terdiri dari gaji dan kesejahteraan karyawan, listrik dan air, biaya pemasaran
dan iklan, pelatihan dan pengembangan, transportasi dan akomodasi, sewa, perbaikan dan perawatan,
penyusutan dan lain-lain.

Tabel berikut menunjukkan pembagian beban operasional dan sebagai persentase beban operasional:

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Periode lima bulan yang berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
tanggal 31 Mei 31 Desember
2017 2016* 2016 2015
Beban Penjualan
Pemasaran dan iklan 22.787 4% 15.239 3% 44.539 4% 20.989 2%
Gaji dan kesejahteraan
karyawan 9.838 2% 12.561 3% 23.258 2% 25.318 3%
Lain-lain 288 0% 38 0% 221 0% 388 0%
Umum & Administrasi
Gaji dan kesejahteraan
karyawan 173.947 33% 182.316 37% 434.896 35% 330.477 34%
Sewa 70.691 13% 54.632 11% 150.787 12% 104.530 11%
Biaya kantor 57.004 11% 58.268 12% 139.312 11% 125.948 13%
Penyusutan 56.256 11% 40.370 8% 104.655 9% 101.659 11%
Listrik dan air 45.213 8% 45.302 9% 109.959 9% 95.412 10%
Perbaikan dan perawatan 15.530 3% 15.889 3% 41.578 3% 30.012 3%
Pelatihan dan
pengembangan 11.251 2% 6.738 1% 23.932 2% 10.931 1%
Transportasi dan
akomodasi 15.015 3% 17.295 3% 38.335 3% 31.979 3%
Jasa konsultan 12.559 2% 6.229 1% 16.651 1% 9.268 1%
Perlengkapan kantor 11.582 2% 12.763 3% 31.379 3% 25.351 3%
Komunikasi 9.992 2% 8.493 2% 22.169 2% 17.156 2%
Asuransi 6.414 1% 6.821 1% 17.963 1% 17.081 2%
Legal dan perizinan 3.660 1% 3.363 1% 10.297 1% 7.582 1%
Lain-lain 10.471 2% 11.198 2% 20.624 2% 11.241 1%
Jumlah 532.498 100% 497.515 100% 1.230.555 100% 965.324 100%
*tidak diaudit

26
Penghasilan Bunga

Penghasilan bunga merupakan penghasilan bunga dari rekening bank dan deposito berjangka.

Beban Keuangan

Beban keuangan terdiri dari beban administrasi bank, dan beban bunga dari fasilitasi pinjaman. Meskipun
beban adminstrasi bank terkait dengan beban merchant kartu kredit, Perseroan mengklasifikasi beban
tersebut sebagai beban keuangan, bukan beban penjualan karena Perseroan mempertimbangkan
beban tersebut sebagai beban penagihan.

ANALISIS LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Periode lima bulan Tahun-tahun yang
yang berakhir pada berakhir pada tanggal Pertumbuhan (%)
Uraian tanggal 31 Mei 31 Desember
31 Mei 2016 – 31 Des 2015 –
2017 2016* 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Pendapatan 2.339.589 2.134.687 5.168.363 4.144.118 9,6 24,7
Beban Pokok Pendapatan (1.677.880) (1.486.853) (3.646.195) (2.967.572) 12,8 22,9
Laba Bruto 661.709 647.834 1.522.168 1.176.546 2,1 29,4
Beban Usaha (532.498) (497.515) (1.230.555) (965.324) 7,0 27,5
Beban Lain-lain – Neto (38.363) (19.644) (69.915) (53.156) 95,3 31,5
Laba Usaha 90.848 130.675 221.698 158.066 (30,5) 40,3
Penghasilan Bunga 9.471 1.291 2.586 4.980 633,6 (48,1)
Beban Keuangan (15.892) (24.312) (51.990) (57.299) (34,6) (9,3)
Laba Sebelum Pajak 84.427 107.654 172.294 105.747 (21,6) 62,9
Beban Pajak (31.741) (33.252) (73.592) (44.041) (4,5) 67,1
Laba Periode/Tahun Berjalan 52.686 74.402 98.702 61.706 (29,2) 60,0
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali atas
Program Imbalan Pasti (2.230) (29.781) (6.147) 32.569 (92,5) (118,9)
Pajak Penghasilan Terkait Pos
yang Tidak akan Direklasifikasi
ke Laba Rugi atas Program
Imbalan Pasti 557 7.445 1.537 (8.142) (92,5) (118,9)
Jumlah Laba Komprehensif
Periode Berjalan 51.013 52.066 94.092 86.133 (2,0) 9,2
*tidak diaudit

Periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dibandingkan dengan periode lima
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016

Pendapatan. Pendapatan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017
adalah sebesar Rp2.339.589 juta, meningkat Rp204.902 juta atau 9,6% dibandingkan dengan periode
lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp2.134.687 juta. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh peningkatan volume pasien di hampir semua rumah sakit dan penambahan
rumah sakit melalui akuisisi sebanyak 3 (tiga) rumah sakit.

Beban Pokok Pendapatan. Beban pokok pendapatan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp1.677.880 juta, meningkat Rp191.027 juta atau 12,8%
dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp1.486.853
juta. Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan yang disebabkan oleh
peningkatan volume pasien di hampir semua rumah sakit dan penambahan rumah sakit melalui akuisisi
sebanyak 3 (tiga) rumah sakit.

27
Laba Bruto. Laba bruto Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017
adalah sebesar Rp661.709 juta, meningkat Rp13.875 juta atau 2,1% dibandingkan dengan periode lima
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp647.834 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan volume pasien di hampir semua rumah sakit dan penambahan rumah
sakit melalui akuisisi sebanyak 3 (tiga) rumah sakit, yang berdampak pada peningkatan pendapatan
lebih tinggi dari peningkatan beban pokok pendapatan.

Beban Usaha. Beban usaha Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017
adalah sebesar Rp532.498 juta, meningkat Rp34.983 juta atau 7,0% dibandingkan dengan periode lima
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp497.515 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh meningkatnya beban sewa, beban penyusutan, dan beban pemasaran dan iklan.

Beban Lain-lain - Neto. Beban lain-lain – neto Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp38.363juta, meningkat Rp18.719 juta atau 95,3% dibandingkan
dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp19.644 juta. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan amortisasi software dan cadangan penurunan nilai atas
piutang tak tertagih.

Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2017 adalah sebesar Rp9.471 juta, meningkat Rp8.180 juta atau 633,6% dibandingkan dengan
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp1.291 juta. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan oleh terdapatnya penempatan deposito (atas dana yang dibatasi penggunaannya)
dan kenaikan saldo rekening giro Perseroan.

Beban Keuangan. Beban keuangan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2017 adalah sebesar Rp15.892 juta, menurun Rp8.420 juta atau 34,6% dibandingkan dengan
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp24.312 juta. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh pembayaran utang kepada PT Lippo Karawaci Tbk, pihak berelasi, pada
bulan Desember 2016.

Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp84.427 juta, menurun Rp23.227 juta atau 21,6% dibandingkan
dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp107.654 juta. Penurunan
tersebut terutama disebabkan oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Laba Tahun Berjalan. Laba tahun berjalan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp52.686 juta, menurun Rp21.716 juta atau 29,2% dibandingkan
dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp74.402 juta. Penurunan
tersebut disebabkan oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti. Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar negatif Rp2.230 juta,
meningkat Rp27.551 juta atau 92,5% dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2016 sebesar negatif Rp29.781 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
penurunan tingkat diskonto di tahun ini offset dengan peningkatan persentase tingkat pengunduran diri
sehingga menyebabkan perbedaan nilai kini kewajiban aktual dan nilai perkiraan kewajiban tahun ini
lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Pajak Penghasilan Terkait Pos yang Tidak akan Direklasifikasi ke Laba Rugi atas Program Imbalan Pasti.
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi atas program imbalan pasti
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp557 juta, menurun
Rp6.888 juta atau 92,5% dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei
2016 sebesar Rp7.445 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pengukuran
kembali atas program imbalan pasti di tahun 2017.

28
Jumlah Laba Komprehensif Periode Berjalan. Jumlah laba komprehensif periode berjalan Perseroan
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp51.013 juta,
menurun Rp1.053 juta atau 2,0% dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2016 sebesar Rp52.066 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh hal-hal yang telah
disebutkan di atas.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2015

Pendapatan. Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp5.168.363 juta, meningkat Rp1.024.245 juta atau 24,7% dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp4.144.118 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan volume pasien di hampir semua rumah sakit terutama pasien rawat inap.

Beban Pokok Pendapatan. Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 adalah sebesar Rp3.646.195 juta, meningkat Rp678.623 juta atau 22,9%
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp2.967.572
juta. Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroaan yang disebabkan oleh
peningkatan volume pasien, dan adanya rumah sakit baru yang mulai beroperasi pada tahun 2016.

Laba Bruto. Laba bruto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp1.522.168 juta, meningkat Rp345.622 juta atau 29,4% dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp1.176.546 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan volume pasien di hampir semua rumah sakit.

Beban Usaha. Beban usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar
Rp1.230.555 juta, meningkat Rp265.231 juta atau 27,5% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp965.324 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan beban gaji dan kesejahteraan karyawan, beban sewa, dan beban pemasaran dan
iklan.

Beban Lain-lain. Beban lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp69.915 juta, meningkat Rp16.759 juta atau 31,5% dibandingkan dengan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp53.156 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
peningkatan amortisasi software dan peningkatan cadangan penurunan nilai atas piutang tidak tertagih.

Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 adalah sebesar Rp2.586 juta, menurun Rp2.394 juta atau 48,1% dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp4.980 juta. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan saldo deposito dan penurunan tingkat suku bunga kontraktual.

Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 adalah sebesar Rp172.294 juta, meningkat Rp66.547 juta atau 62,9% dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp105.747 juta. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Laba Tahun Berjalan. Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2016 adalah sebesar Rp98.702 juta, meningkat Rp36.996 juta atau 60,0% dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp61.706 juta pada tahun 2015.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti. Pengukuran kembali atas program imbalan pasti untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar negatif Rp6.147 juta, menurun
Rp38.716 juta atau 118,9% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
sebesar Rp32.569 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aktual pesangon dan
peningkatan suku bunga diskonto.

29
Pajak Penghasilan Terkait Pos yang Tidak akan Direklasifikasi ke Laba Rugi atas Program Imbalan Pasti.
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi atas program imbalan pasti
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp1.537 juta, meningkat
Rp9.679 juta atau 118,9% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
sebesar negatif Rp8.142 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan beban
pajak atas pengukuran kembali imbalan pasti.

Jumlah Laba Komprehensif Periode Berjalan. Jumlah laba komprehensif periode berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp94.092 juta, meningkat
Rp7.959 juta atau 9,2% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
sebesar Rp86.133 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh hal-hal yang telah disebutkan
di atas.

ANALISIS PERTUMBUHAN ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS

Aset
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada Pada tanggal 31 Desember Pertumbuhan (%)
Uraian tanggal 31 Des 2016 – 31 Des 2015 –
31 Mei 2017 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 478.672 740.437 159.848 (35,4) 363,2
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 2.208 5.454 10.130 (59,5) (46,2)
Pihak Ketiga 804.313 770.524 565.097 4,4 36,4
Aset Keuangan Lancar Lainnya 22.326 152.109 6.458 (85,3) 2.255,4
Persediaan 156.747 178.381 140.434 (12,1) 27,0
Pajak Dibayar di Muka 4.030 - 6.991 100,0 (100,0)
Beban Dibayar di Muka 71.367 59.925 67.135 19,1 (10,7)
Jumlah Aset Lancar 1.539.663 1.906.830 956.093 (19,3) 99,4
Aset Tidak Lancar
Uang Muka 338.580 240.813 150.344 40,6 60,2
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 393 525 1.287 (25,1) (59,2)
Aset Tetap 2.002.016 1.693.869 1.553.307 18,2 9,0
Goodwill 398.162 288.277 288.277 38,1 -
Aset Tak Berwujud 42.492 45.095 10.704 (5,8) 321,3
Aset Pajak Tangguhan 40.679 35.805 22.995 13,6 55,7
Aset Tidak Lancar Lainnya 4.507 4.476 3.263 0,7 37,2
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.826.829 2.308.860 2.030.177 22,4 13,7
Jumlah Aset 4.366.492 4.215.690 2.986.270 3,6 41,2

Pada tanggal 31 Mei 2017 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2016

Aset. Aset Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp4.366.492 juta, meningkat sebesar
Rp150.802 juta atau 3,6% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp4.215.690 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan Aset Tidak
Lancar sebesar Rp517.969 juta, disertai dengan penurunan Aset Lancar sebesar Rp367.167 juta.

Aset Lancar. Aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp1.539.663 juta,
menurun sebesar Rp367.167 juta atau 19,3% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2016 sebesar Rp1.906.830 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
penurunan kas dan setara kas, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, dan persediaan.

Piutang Usaha – Pihak Berelasi. Piutang usaha – pihak berelasi pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp2.208 juta, menurun sebesar Rp3.246 juta atau 59,5% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp5.454 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan kolektibilitas piutang dari pelanggan korporasi dan asuransi pihak berelasi.

30
Aset Keuangan Lancar Lainnya. Aset keuangan lancar lainnya pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp22.326 juta, menurun sebesar Rp129.783 juta atau 85,3% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp152.109 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh pencairan dana yang dibatasi penggunaanya untuk pembayaran akuisisi Perusahaan Anak.

Pajak Dibayar di Muka. Pajak dibayar di muka pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp4.030
juta, meningkat sebesar Rp4.030 juta atau 100,0% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2016 sebesar Rp0. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh terdapatnya pajak
penghasilan pasal 28A tahun fiskal 2017.

Aset Tidak Lancar. Aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp2.826.829
juta, meningkat sebesar Rp517.969 juta atau 22,4% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2016 sebesar Rp2.308.860 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan aset tetap, goodwill, dan uang muka.

Uang Muka. Uang Muka pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp338.580 juta, meningkat sebesar
Rp97.767 juta atau 40,6% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp240.813 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pada pembayaran uang
muka pembelian aset tetap, konstruksi, dan lain-lain.

Goodwill. Goodwill pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp398.162 juta, meningkat sebesar
Rp109.885 juta atau 38,1% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp288.277 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya akusisi rumah sakit baru.

Pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2015

Aset. Aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp4.215.690 juta, meningkat
sebesar Rp1.229.420 juta atau 41,2% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember
2015 sebesar Rp2.986.270 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan Aset
Lancar sebesar Rp950.737 juta dan peningkatan Aset Tidak Lancar sebesar Rp278.683 juta.

Aset Lancar. Aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp1.906.830
juta, meningkat sebesar Rp950.737 juta atau 99,4% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp956.093 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
kas dan setara kas, piutang usaha pihak ketiga, aset keuangan lancar lainnya, dan persediaan.

Kas dan Setara Kas. Kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp740.437
juta, meningkat sebesar Rp580.589 juta atau 363,2% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp159.848 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
penerimaan dari Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) pada tahun 2016.

Piutang Usaha – Pihak Berelasi. Piutang usaha – pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp5.454 juta, menurun sebesar Rp4.676 juta atau 46,2% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp10.130 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh adanya penerimaan pembayaran pada periode berjalan.

Piutang Usaha – Pihak Ketiga. Piutang usaha – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp770.524 juta, meningkat sebesar Rp205.427 juta atau 36,4% jika dibandingkan dengan
posisi pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp565.097 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan pada pelanggan korporasi terutama BPJS kesehatan.

Aset Keuangan Lancar Lainnya. Aset keuangan lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp152.109 juta, meningkat sebesar Rp145.651 juta atau 2.255,4% jika dibandingkan
dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp6.458 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan atas dana yang dibatasi penggunaannya untuk akuisisi Perusahaan Anak
baru pada tahun 2016.

31
Pajak Dibayar di Muka. Pajak dibayar di muka pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp0,
menurun sebesar Rp6.991 juta atau 100,0% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember
2015 sebesar Rp6.991 juta. Penurunan tersebut disebabkan oleh telah diselesaikannya pemeriksaan
pajak atas klaim lebih bayar pajak badan tahun fiskal 2014.

Aset Tidak Lancar. Aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar
Rp2.308.860 juta, meningkat sebesar Rp278.683 juta atau 13,7% jika dibandingkan dengan posisi pada
tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp2.030.177 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan aset tetap, uang muka, dan aset tak berwujud.

Uang Muka. Uang muka pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp240.813 juta, meningkat
sebesar Rp90.469 juta atau 60,2% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2015
sebesar Rp150.344 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan uang
muka pembelian aset tetap, konstruksi, dan uang muka perolehan Perusahaan Anak.

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha. Piutang pihak berelasi non-usaha pada tanggal 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp525 juta, menurun sebesar Rp762 juta atau 59,2% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp1.287 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
adanya pembayaran di periode berjalan.

Aset Takberwujud. Aset takberwujud pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp45.095
juta, meningkat sebesar Rp34.391 juta atau 321,3% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp10.704 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
penambahan software.

Aset Pajak Tanguhan. Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp35.805
juta, meningkat sebesar Rp12.810 juta atau 55,7% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp22.995 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan perbedaan waktu atas imbalan pasca kerja, penyusutan dan amortisasi, serta cadangan
kerugian penurunan nilai.

Aset Tidak Lancar Lainnya. Aset tidak lancar lainnya pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar
Rp4.476 juta, meningkat sebesar Rp1.213 juta atau 37,2% jika dibandingkan dengan posisi pada
tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp3.263 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan uang jaminan utilities.

Liabilitas
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Desember Pertumbuhan (%)
Pada tanggal
Uraian 31 Des 2016 – 31 Des 2015 –
31 Mei 2017 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 301.748 314.127 254.714 (3,9) 23,3
Utang Bank Jangka Pendek 1.036 928 2.174 11,6 (57,3)
Beban Akrual 241.431 234.211 249.661 3,1 (6,2)
Uang Muka Pasien 17.723 14.948 10.113 18,6 47,8
Utang Pajak 41.405 40.313 29.559 2,7 36,4
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka
Panjang
Utang Bank 7.848 7.483 7.483 4,9 -
Utang Sewa Pembiayaan 25.309 21.995 - 15,1 100,0
Laba yang Ditangguhkan atas
Transaksi Jual dan Sewa Balik 11.897 11.897 11.897 - -
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Lainnya 121.060 80.114 64.186 51,1 24,8
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 769.457 726.016 629.787 6,0 15,3

32
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Desember Pertumbuhan (%)
Pada tanggal
Uraian 31 Des 2016 – 31 Des 2015 –
31 Mei 2017 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka Panjang 6.505 9.885 23.042 (34,2) (57,1)
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 198 198 354.746 - (99,9)
Utang Sewa Pembiayaan 147.380 105.042 - 40,3 100,0
Laba yang Ditangguhkan atas Transaksi
Jual dan Sewa Balik 90.158 95.115 107.013 (5,2) (11,1)
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Lainnya 128.264 116.843 100.057 9,8 16,8
Liabilitas Pajak Tangguhan 44.447 33.521 31.673 32,6 5,8
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 416.952 360.604 616.531 15,6 (41,5)
Jumlah Liabilitas 1.186.409 1.086.620 1.246.318 9,2 (12,8)

Pada tanggal 31 Mei 2017 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2016

Liabilitas. Liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp1.186.409 juta, meningkat
sebesar Rp99.789,0 juta atau 9,2% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016
sebesar Rp1.086.620 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan Liabilitas
Jangka Panjang sebesar Rp56.348 juta dan peningkatan Liabilitas Jangka Pendek sebesar Rp43.441
juta.

Liabilitas Jangka Pendek. Liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp769.457 juta, meningkat sebesar Rp43.441 juta atau 6,0% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp726.016 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, dan bagian lancar atas
utang sewa pembiayaan.

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya. Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya Perseroan
pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp121.060 juta, meningkat sebesar Rp40.946 juta atau 51,1%
jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp80.114 juta. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pada utang kontraktor, utang atas perolehan tanah dan
bangunan, utang atas pembelian saham Perusahaan Anak.

Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp416.952 juta, meningkat sebesar Rp56.348 juta atau 15,6% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp360.604 juta Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan utang sewa pembiayaan, liabilitas imbalan kerja jangka panjang, dan liabilitas pajak
tangguhan.

Utang Bank Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Lancar. Utang bank jangka panjang setelah
dikurangi bagian lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp6.505 juta, menurun
sebesar Rp3.380 juta atau 34,2% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016
sebesar Rp9.885 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya pembayaran pada tahun
berjalan.

Utang Sewa Pembiayaan Setelah Dikurangi Bagian Lancar. Utang sewa pembiayaan setelah dikurangi
bagian lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp147.380 juta, meningkat sebesar
Rp42.338 juta atau 40,3% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp105.042 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penambahan penggunaan
fasilitas sewa pembiayaan untuk pengadaan alat medis.

Liabilitas Pajak Tangguhan. Liabilitas pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp44.447 juta, meningkat sebesar Rp10.926 juta atau 32,6% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp33.521 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh tambahan liabilitas pajak tangguhan dari entitas yang diakuisisi pada tahun 2017.

33
Pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2015

Liabilitas. Liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp1.086.620
juta, menurun sebesar Rp159.698 juta atau 12,8% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp1.246.318 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
penurunan Liabilitas Jangka Panjang sebesar Rp255.927 juta, disertai dengan peningkatan Liabilitas
Jangka Pendek sebesar Rp96.229 juta.

Liabilitas Jangka Pendek. Liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp726.016 juta, meningkat sebesar Rp96.229 juta atau 15,3% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp629.787 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan utang usaha pihak ketiga, bagian lancar atas utang sewa pembiayaan, liabilitas
keuangan jangka pendek lainnya, uang muka pasien dan utang pajak.

Utang Bank Jangka Pendek. Utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp928 juta, menurun sebesar Rp1.246 juta atau 57,3% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp2.174 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
pembayaran utang yang dilakukan pada tahun 2016.

Uang Muka Pasien. Uang muka pasien pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp14.948
juta, meningkat sebesar Rp4.835 juta atau 47,8% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp10.113 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
volume pasien rawat inap.

Utang Pajak. Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp40.313 juta, meningkat
sebesar Rp10.754 juta atau 36,4% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2015
sebesar Rp29.559 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan utang PPh 21
terkait dengan peningkatan jumlah karyawan serta peningkaan PPh 29 pada Perusahaan Anak.

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang – Utang Sewa Pembiayaan. Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang – utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp21.995
juta, meningkat sebesar Rp21.995 juta atau 100,0% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2015 sebesar Rp0. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya utang sewa
pembiayaan baru pada tahun 2016.

Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp360.604 juta, menurun sebesar Rp255.927 juta atau 41,5% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp616.531 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh penurunan utang pihak berelasi non-usaha dan utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
lancar.

Utang Bank Jangka Panjang. Utang bank jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp9.885 juta, menurun sebesar Rp13.157 juta atau 57,1% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp23.042 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh pembayaran yang dilakukan pada tahun 2016.

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha. Utang pihak berelasi non-usaha pada tanggal 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp198 juta, menurun sebesar Rp354.548 juta atau 99,9% jika dibandingkan dengan
posisi pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp354.746 juta. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh pembayaran utang non-usaha kepada PT Lippo Karawaci Tbk.

Utang Sewa Pembiayaan. Utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar
Rp105.042 juta, meningkat sebesar Rp105.042 juta atau 100,0% jika dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp0 pada tanggal 31 Desember 2016. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan karena adanya utang sewa pembiayaan baru di tahun 2016.

34
Ekuitas

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Pada tanggal 31 Desember Pertumbuhan (%)
Pada tanggal
Uraian 31 Des 2016 – 31 Des 2015 –
31 Mei 2017 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Ekuitas
Modal Saham - Nilai Nominal
Rp100 per Saham
Modal Dasar - 4.000.000.000
Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh:
1.300.612.500 Saham pada
31 Mei 2017 dan 31 Desember
2016, dan 1.156.100.000
Saham pada 31 Desember
2015 130.061 130.061 115.610 - 12,5
Tambahan Modal Disetor - Bersih 2.570.240 2.570.240 1.289.665 - 99,3
Selisih Nilai Transaksi dengan
Pihak Nonpengendali (25.748) (25.748) (25.748) - -
Saldo Laba 492.799 447.325 364.490 10,2 22,7
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 3.167.352 3.121.878 1.744.017 1,5 79,0
Kepentingan Nonpengendali 12.731 7.192 (4.065) 77,0 (276,9)
Jumlah Ekuitas 3.180.083 3.129.070 1.739.952 1,6 79,8

Pada tanggal 31 Mei 2017 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2016

Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017 adalah sebesar Rp3.180.083 juta, meningkat sebesar
Rp51.013 juta atau 1,6% dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp3.129.070 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan dari saldo laba sebesar
Rp45.474 juta dan dari kepentingan nonpengendali sebesar Rp5.539 juta.

Pada tanggal 31 Desember 2016 dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2015

Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp3.129.070 juta, meningkat
sebesar Rp1.389.118 juta atau 79,8% jika dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember
2015 sebesar Rp1.739.952 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan
dari saldo laba Rp82.835 juta dan dari kepentingan nonpengendali sebesar Rp11.257 juta.

5. LIKUIDITAS DAN SUMBER MODAL

Kebutuhan likuiditas utama Perseroan adalah untuk membiayai operasional, kebutuhan modal kerja,
utang dan belanja modal terkait pengembangan usaha. Untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015,
Perseroan telah membiayai persyaratan likuiditasnya terutama melalui penerimaan dari hasil penawaran
umum, pinjaman dari pemegang saham, dan penerimaan kas dari pelanggan.

Perseroan memperkirakan kebutuhan modal kerjanya akan terus didanai oleh berbagai sumber
pendanaan, termasuk kas dari penerimaan pelanggan. Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan memiliki
kas dan setara kas sebesar Rp478.672 juta.

Dengan memperhatikan estimasi penerimaan bersih dari PUT II, Perseroan memperkirakan akan
mendapatkan sumber yang cukup untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Kemampuan Perseroan
untuk mendapatkan pendanaan yang cukup, termasuk penerimaan kas dari pelanggan, untuk
memenuhi belanja modalnya dan utang serta biaya bunga terkait, dapat menjadi terbatas karena
kondisi keuangannya dan hasil dari kegiatan usahanya. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan
apakah Perseroan akan mendapatkan pendanaan tersebut dengan persyaratan yang diterima oleh

35
Perseroan, atau tidak sama sekali. Perseroan berkeyakinan bahwa arus kas dari kegiatan operasional
meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba Perseroan, sehingga dapat mencukupi
kebutuhan Perseroan tanpa penerimaan dari PUT II. Namun demikian, ketidakmampuan Perseroan
untuk mendapatkan modal kerja yang cukup dapat mempengaruhi rencana ekspansi bisnis Perseroan,
yaitu pengembangan rumah sakit baru. Jika nantinya Perseroan menilai bahwa modal kerja tidak
mencukupi, maka Perseroaan akan mencari modal kerja tambahan dalam bentuk pinjaman modal kerja.

Manajemen melakukan pengelolaan permodalan melalui pengawasan atas saldo kas dan setara
kas, saldo liabilitas dan hasil operasional Perseroan serta rasio liabilitas neto disesuaikan terhadap
modal. Pengelolaan permodalan ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan dan
memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam melakukan
pengelolaan permodalan, Perseroan melakukan evaluasi berkala atas kebutuhan dan kecukupan
dana untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan dan evaluasi atas kinerja proyek yang sedang
berlangsung serta pengembangan proyek baru.

Tidak terdapat kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau
ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material
terhadap likuiditas Perseroan.

Likuiditas

31 Mei 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
Aset lancar/Liabilitas jangka pendek 2,00 2,63 1,52

Tingkat likuiditas mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek
dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Tingkat likuiditas diukur dengan rasio lancar, yaitu
perbandingan aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek pada waktu tertentu dan merupakan indikator
kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset
lancar yang dimiliki.

Rasio Lancar Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017, 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing
sebesar 2,00x; 2,63x; dan 1,52x.

Selain perjanjian-perjanjian yang telah diungkapkan di Prospektus, tidak terdapat perjanjian material
lainnya yang menyebabkan peningkatan atau penurunan likuiditas.

Solvabilitas

31 Mei 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
Jumlah liabilitas / Jumlah ekuitas 0,37 0,35 0,72
Jumlah liabilitas / Jumlah aset 0,27 0,26 0,42

Solvabilitas merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitas dengan menggunakan
seluruh aset atau ekuitas. Rasio Solvabilitas dapat dihitung dengan dua pendekatan sebagai berikut:

1. Jumlah liabilitas dibagi dengan Jumlah ekuitas (Solvabilitas Ekuitas)


2. Jumlah liabilitas dibagi dengan Jumlah aset (Solvabilitas Aset)

Rasio Solvabilitas Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017, 31 Desember 2016 dan 2015 masing-
masing sebesar 0,37x; 0,35x; dan 0,72x.

Rasio Solvabilitas Aset Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017, 31 Desember 2016 dan 2015 masing-
masing sebesar 0,27x; 0,26x; dan 0,42x.

36
Imbal Hasil Aset (Return on Asset/ROA)

31 Mei 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
ROA (%) 1,21 2,34 2,07

Imbal hasil aset adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki yang
dapat dihitung dari perbandingan antara laba tahun berjalan dengan jumlah aset. Imbal hasil aset
Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 serta untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar 1,21%; 2,34%; dan
2,37%.

Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE)

31 Mei 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
ROE (%) 1,66 3,15 3,55

Imbal hasil ekuitas adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba periode/tahun berjalan
dari ekuitas yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba tahun berjalan dengan
jumlah ekuitas. Imbal hasil ekuitas Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31
Mei 2017 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, dan 2015 masing-
masing sebesar 1,66%; 3,15%; dan 3,55%.

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Periode lima bulan yang Tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal berakhir pada tanggal Pertumbuhan (%)
Uraian 31 Mei 31 Desember
31 Mei 2016 – 31 Des 2015 –
2017 2016 2016 2015
31 Mei 2017 31 Des 2016
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas
Operasi 262.041 218.584 239.865 263.449 19,9 (9,0)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (499.530) (178.828) (567.772) (360.336) 179,3 57,6
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan (24.705) (6.581) 907.970 (23.259) 275,4 (4.003,7)
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA
KAS (262.194) 33.175 580.063 (120.146) (890,3) (582,8)
Dampak Kurs atas Kas dan
Setara Kas pada Akhir Tahun 429 (223) 526 35 (292,4) 1.402,9
KAS DAN SETARA KAS AWAL
PERIODE/TAHUN 740.437 159.848 159.848 279.959 363,2 (42,9)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
PERIODE/TAHUN 478.672 192.800 740.437 159.848 148,3 363,2

Penerimaan kas, pinjaman dari pemegang saham, dan penerimaan hasil penawaran umum telah
menjadi sumber utama likuiditas Perseroan selama lebih dari tiga tahun finansial terakhir. Pada akhir
tahun 2016, seluruh pinjaman dari pemegang saham telah dilunasi. Penggunaan utama dari pendanaan
tersebut oleh Perseroan adalah untuk pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga lainnya terkait
obat-obatan, pasokan kebutuhan medis, jasa dokter, pembelian barang modal, dan ekspansi bisnis
Perseroan.

37
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei
2017 adalah sebesar Rp262.041 juta. Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi tersebut terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp2.318.165 juta. Sedangkan arus kas yang
digunakan untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pembayaran kepada pemasok sebesar
Rp1.230.962 juta.

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei
2016 adalah sebesar Rp218.584 juta. Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi tersebut terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp1.989.373 juta. Sedangkan arus kas yang
digunakan untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pembayaran kepada pemasok sebesar
Rp1.042.076 juta.

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp239.865 juta. Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi tersebut terutama berasal
dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp4.984.847 juta. Sedangkan arus kas yang digunakan
untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pembayaran kepada pemasok sebesar Rp2.600.521
juta.

Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
adalah sebesar Rp263.449 juta. Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi tersebut terutama berasal
dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp3.973.218 juta. Sedangkan arus kas yang digunakan
untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pembayaran kepada pemasok sebesar Rp1.983.022
juta.

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2017 adalah sebesar Rp499.530 juta. Aktivitas investasi tersebut terutama digunakan untuk
pembelian aset tetap dan perangkat lunak sebesar Rp225.834 juta, perolehan Perusahaan Anak sebesar
Rp188.111 juta, dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap dan lainnya sebesar Rp85.428 juta.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2016 adalah sebesar Rp178.828 juta. Aktivitas investasi tersebut terutama digunakan untuk
pembelian aset tetap dan perangkat lunak sebesar Rp173.949 juta.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 adalah sebesar Rp567.772 juta. Aktivitas investasi tersebut terutama digunakan untuk pembelian
aset tetap dan perangkat lunak sebesar Rp349.277 juta dan penempatan dana yang dibatasi
penggunaannya sebesar Rp140.000 juta.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2015 adalah sebesar Rp360.336 juta. Aktivitas investasi tersebut terutama digunakan untuk pembelian
aset tetap dan perangkat lunak sebesar Rp279.093 juta dan pembayaran uang muka pembelian aset
tetap dan lainnya sebesar Rp68.757 juta.

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan

Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2017 adalah sebesar Rp24.705 juta. Aktivitas pendanaan tersebut terutama digunakan untuk
pembayaran utang sewa pembiayaan sebesar Rp20.395 juta.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2016 adalah sebesar Rp6.581 juta. Aktivitas pendanaan tersebut terutama digunakan untuk
pembayaran pinjaman bank sebesar Rp4.491 juta dan pembayaran kepada pihak berelasi sebesar
Rp2.090 juta.

38
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 adalah sebesar Rp907.970 juta. Aktivitas pendanaan tersebut terutama diperoleh dari penerimaan
Penawaran Umum Terbatas I sebesar Rp1.300.613 juta.

Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2015 adalah sebesar Rp23.259 juta. Aktivitas pendanaan tersebut terutama digunakan untuk
pembayaran pinjaman bank sebesar Rp13.802 juta dan pembayaran dividen sebesar Rp6.012 juta.

6. BELANJA MODAL

Belanja modal Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 serta untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar
Rp496.207 juta, Rp500.539 juta, dan Rp303.685 juta.

Sumber dana Perseroan untuk membiayai pembelian barang modal sebagian besar berasal dari kas
dari penerimaan pelanggan, penerimaan bersih dari Penawaran Umum Terbatas I, dan sewa guna
usaha (financing lease).

Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan memiliki komitmen pembelian barang modal sebesar Rp67.388
juta. Komitmen pembelian barang modal tersebut sebagian besar terkait dengan pembelian peralatan
medis dan infrastruktur teknologi informasi dari Accenture Indonesia, PT Multipolar Technology, PT Phillip
Indonesia Commercial, dan PT Mindray Medical Indonesia, yang akan digunakan pada rumah sakit
Perseroan dan Perusahaan Anak. Seluruh nilai komitmen tersebut adalah dalam mata uang Rupiah.
Komitmen tersebut akan direalisasikan pada akhir tahun 2017. Sampai dengan tanggal 31 Agustus
2017, realisasi atas kontrak pembelian barang modal yang ada pada tanggal 31 Mei 2017 adalah
sebesar Rp40.433 juta. Tidak terdapat sanksi apabila Perseroan tidak memenuhi komitmen pembelian
barang modal tersebut. Dengan pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasi
tersebut, Perseroan berharap akan terjadi modernisasi peralatan medis yang dapat meningkatkan dan/
atau mempertahankan kapasitas pemberian jasa pelayanan kesehatan.

Perseroan telah melakukan pembelanjaan investasi barang modal dalam menjalankan kegiatan
usahanya, termasuk terkait dengan pemenuhan persyaratan regulasi dan isu lingkungan hidup, antara
lain pembangunan fasilitas tempat penampungan sementara limbah medis.

7. SEGMEN OPERASI

Tabel berikut menunjukkan segmen operasi Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017.
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Uraian SHLV SHKJ SHSB MRCCC SHLC SHBP
Pendapatan 331.918 275.286 152.607 240.092 102.741 107.795
Kontribusi Pendapatan Segmen terhadap
Pendapatan Perseroan (%) 14% 12% 7% 10% 4% 5%
Laba (Rugi) Periode Berjalan 153.863 118.583 73.395 115.741 47.945 56.506
Kontribusi Laba (Rugi) Periode Berjalan
Segmen terhadap Laba (Rugi) Periode
Berjalan Perseroan (%) 292% 225% 139% 220% 91% 107%

(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Uraian SHMK SHDP SHPL Lain-lain Eliminasi Jumlah
Pendapatan 112.504 128.270 90.783 804.552 (6.959) 2.339.589
Kontribusi Pendapatan Segmen terhadap
Pendapatan Perseroan (%) 5% 5% 4% 34% 0% 100%
Laba (Rugi) Periode Berjalan 51.987 64.453 48.358 (678.145) - 52.686
Kontribusi Laba (Rugi) Periode Berjalan
Segmen terhadap Laba (Rugi) Periode
Berjalan Perseroan (%) 99% 122% 92% (1.287%) -% 100%

39
8. KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kebijakan pemerintah seperti kebijakan fiskal, moneter, pajak atau kebijakan lain yang mempengaruhi
kegiatan operasional Perseroan adalah sebagai berikut:

a. Kebijakan moneter seperti kenaikan tingkat suku bunga dan fluktuasi nilai kurs mata uang asing
yang terjadi akan mempengaruhi pendapatan Perseroan karena terdapat transaksi belanja modal
Perseroan yang dilakukan dalam mata uang asing.
b. Kebijakan fiskal seperti perubahan tarif pajak dan pungutan tertentu akan berdampak pada
meningkatnya beban pajak dan biaya Perseroan.
c. Kebijakan perijinan terkait rumah sakit seperti penambahan jenis perijinan yang yang diperlukan
atau perubahan persyaratan perpanjangan perijinan akan berdampak pada meningkatnya beban
administratif dan dapat menghambat operasional rumah sakit.

Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi posisi keuangan keseluruhan Perseroan termasuk


dampaknya bagi kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Kebijakan tarif pajak yang akan mempengaruhi beban pajak dan laba bersih Perseroan.
b. Kebijakan ketenagakerjaan seperti perubahan tingkat UMR/UMP dan Jaminan sosial yang akan
mempengaruhi biaya gaji Perseroan.
c. Kebijakan jaminan kesehatan nasional seperti tarif BPJS kesehatan yang ditanggung oleh
Pemerintah akan berdampak pada pendapatan Perseroan.

9. PINJAMAN

Untuk mendanai modal kerjanya dan kebutuhan belanja modalnya, Perseroan dan Perusahaan Anak
telah memiliki berbagai macam pinjaman dan perjanjian fasilitas dengan berbagai pihak. Pada tanggal
31 Mei 2017, total pinjaman Perseroan dan Perusahaan Anak adalah sebesar Rp188.078 juta. Bunga
pinjaman yang berlaku terhadap fasilitas yang diterima oleh Perseroan dan Perusahaan Anak berkisar
antara 11% dan 12,65% per tahun.

Tabel di bawah ini memuat jumlah saldo pinjaman milik Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal
31 Mei 2017.
(dalam jutaan Rupiah)
Jatuh tempo kontraktual
Uraian Jumlah
<1 tahun 1-2 tahun 2-5 tahun
Pinjaman Pihak Ketiga
Utang Bank Jangka Pendek
PT Bank Central Asia Tbk 1.036 1.036 - -
Utang Bank Jangka Panjang
Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur 14.353 7.848 6.505 -
Utang Sewa Pembiayaan
PT Century Tokyo Leasing Indonesia 124.507 17.491 56.758 50.258
PT Mitsubishi UFJ & Leasing Indonesia 48.182 7.818 21.697 18.667
Total Pinjaman Pihak Ketiga 188.078 34.193 84.960 68.925

Atas pinjaman tersebut di atas, Perseroan dan Perusahaan Anak memberikan jaminan berupa tanah dan
aset lainnya sebagaimana telah diungkapkan pada Bab III Prospektus ini mengenai Pernyataan Utang.
Tidak terdapat pembatasan penggunaan pinjaman, kecuali pinjaman dari Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur yang digunakan untuk tambahan dana investasi untuk membiayai pembangunan
rumah sakit dan melunasi pinjaman sebelumnya yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Perusahaan Anak Perseroan memiliki kebutuhan pinjaman musiman untuk kebutuhan modal kerja,
yaitu pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk.

40
10. TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)

Dalam rangka menjaga kepentingan seluruh pemangku kepentingan dan meningkatkan nilai bagi
pemegang saham, selama ini Perseroan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam
kegiatan usahanya. Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mengedepankan etika bisnis dan
transparansi sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance (GCG), Perseroan telah memiliki Sekretaris
Perusahaan, Unit Audit Intenal, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta telah menunjuk
Komisaris Independen dan Direktur Independen.

Tujuan penerapan GCG Perseroan adalah:


• Mengatur dan mengendalikan hubungan antar pemangku kepentingan.
• Menciptakan komitmen untuk menjalankan usaha sesuai dengan etika bisnis yang baik, tranparan,
dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
• Meningkatkan daya saing dan kemampuan Perseroan dalam menghadapi perubahan industri yang
sangat dinamis.
• Melaksanakan manajemen risiko yang baik.
• Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan.

11. MANAJEMEN RISIKO

Dalam menghadapi risiko-risiko utama seperti yang dijelaskan pada Bab VI mengenai Faktor Risiko,
Perseroan menerapkan manajemen risiko untuk memitigasi faktor risiko yang dihadapi sebagai
berikut:

1. Perseroan berupaya untuk selalu melakukan peninjauan secara menyeluruh serta evaluasi baik
secara internal maupun external terhadap penerapan strategi pertumbuhan Perseroan, antara lain
melakukan peninjauan secara menyeluruh atas peraturan dan ketentuan yang mengatur mengenai
izin usaha dan syarat-syarat perolehan izin usaha dalam upaya untuk menghindari kesalahan
penafsiran dan penerapan peraturan yang ada saat ini dan di kemudian hari, dan syarat-syarat
perjanjian yang saling menguntungkan; 
2. Perseroan akan senantiasa melakukan pengkajian secara seksama baik dalam segi harga maupun
kualitas, untuk pembelian peralatan-peralatan yang mendukung kegiatan usaha Perseroan, dalam
rangka memperoleh aset yang optimal, serta berupaya untuk senantiasa mengkaji rencana atas
investasi untuk peralatan medis terdepan yang sesuai dengan kebutuhan dan untuk menanggapi
perubahan teknologi; 
3. Untuk mengurangi risiko malpraktek, Perseroan membangun sendiri proses dan dana internal
untuk mencakup setiap gugatan malpraktek yang timbul dan Perseroan mensyaratkan setiap
dokter Perseroan untuk memiliki asuransi malpraktek mereka sendiri. Disamping itu Perseroan
memiliki standar operasi yang senantiasa dikaji ulang dan peningkatan pengetahuan para dokter
sesuai dengan perkembangan ilmu medis;
4. Untuk menghadapi risiko kehilangan tenaga medis Perseroan secara aktif dan secara terus menerus
merekrut dokter dan tenaga medis yang mempunyai reputasi baik dari seluruh Indonesia. Selain itu
Perseroan juga melakukan ikatan kerja dan menawarkan paket remunerasi yang menarik;
5. Perseroan melakukan kegiatan usahanya secara profesional dan memenuhi ketentuan yang telah
disepakati dengan pemasok obat-obatan dan peralatan mendis untuk menjaga kepercayaan kerja
yang telah dibentuk dan berupaya agar selalu menjalin hubungan baik dengan para pemasok obat-
obatan dan peralatan mendis, yaitu dengan cara menjaga komitmen yang telah disepakati dan
menerapkan pola berpikir yang saling menguntungkan (win-win solution) untuk jangka panjang; 
6. Untuk menghadapi persaingan usaha Perseroan senantiasa meningkatkan mutu pelayanan dengan
memberikan pelatihan, meningkatkan sararana rumah sakit termasuk gedung, peralatan medis dan
fasilitas umum; 
7. Untuk mengantisipasi risiko perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah, Perseroan senantiasa
menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu medis dengan penerapan peralatan medis terkini
sehingga Persroan tetap memiliki daya saing tinggi. Perseroan juga berusaha merekrut dokter-
dokter yang memiliki reputasi yang baik untuk menunjang pelayanan kesehatan; 

41
8. Perseroan akan terus meningkatkan kemampuannya untuk menjalankan kegiatan usaha secara
intergrasi dan efisien dengan Perusahaan Anak, sehingga Perseroan dapat memberikan jasa yang
lebih kompetitif dalam hal harga dan pelayanan dibandingkan dengan pesaing Perseroan; 
9. Perseroan secara berkesinambungan melakukan penelaahan secara seksama dalam proses
perolehan syarat-syarat perdagangan, perjanjian antara pelanggan dan pemasok obat-obatan
dan peralatan medis untuk mengantisipasi adanya risiko gugatan hukum. Sedangkan dalam
proses sewa atau pembelian tanah dan bangunan untuk pengembangan rumah sakit, Perseroan
selalu melakukan penelahaan atas kepemilikan dan kelengkapan surat-surat untuk menghindari
kemungkinan adanya tuntutan dan sengketa mengenai keabsahan hak kepemilikan atau penguasan
tanah di kemudian hari;
10. Perseroan akan selalu menerapkan prinsip keuangan yang berhati-hati, perencanaan keuangan
yang matang, bijaksana dan konsisten serta tetap menjaga rasio-rasio keuangan dalam upaya
untuk memperoleh dana yang direncanakan sesuai jadwal dengan syarat yang kompetitif; 
11. Perseroan dan Perusahaan Anak telah mengasuransikan sebagian besar asetnya dengan nilai
yang memadai, untuk meminimalisi kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam dan
musibah.

42
VI. FAKTOR RISIKO PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

Investasi pada saham mengandung risiko yang perlu diperhatikan oleh calon investor. Sebelum
berinvestasi pada saham, calon investor harus memperhatikan bahwa dalam menjalankan kegiatan
usahanya, usaha Perseroan dipengaruhi oleh beberapa faktor, setiap pelaku industri tidak terlepas dari
risiko, demikian pula kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan juga tidak terlepas dari berbagai
tantangan dan risiko. Risiko-risiko yang material yang dihadapi Perseroan yang dapat mempengaruhi
usaha Perseroan, telah disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja
Perseroan sebagai berikut:

A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN


USAHA PERSEROAN

Kinerja Perseroan dapat mengalami hambatan jika Perseroan tidak mampu menarik dan
mempertahankan para dokter dan tenaga profesional kesehatan lainnya

Sebagaimana lazimnya di industri kesehatan, kegiatan operasional di rumah sakit Perseroan bergantung
pada upaya, kemampuan dan pengalaman para dokter dan staf medis Perseroan. Perseroan bersaing
dengan penyedia layanan kesehatan lain di Indonesia dan Asia Tenggara, dalam merekrut dan
mempertahankan dokter dan tenaga profesional kesehatan lain yang berkualitas. Sementara hukum
Indonesia saat ini tidak mengizinkan Perseroan untuk mempekerjakan dokter atau staf medis asing
yang tidak memiliki izin praktek (Surat Izin Praktik) dari Menteri Kesehatan Indonesia. Di beberapa
rumah sakit Perseroan, perekrutan dan retensi dokter dipengaruhi oleh kekurangan dokter yang memiliki
spesialisasi di bidang tertentu.

Keluarnya beberapa tenaga medis Perseroan atau ketidakmampuan Perseroan untuk menarik atau
mempertahankan jumlah dokter dan tenaga medis lainnya yang berkualitas dalam jumlah yang cukup
pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan
prospek usaha Perseroan.

Selain itu, beberapa dokter, termasuk mereka yang berpraktek di rumah sakit Perseroan, menghadapi
peningkatan premi asuransi malpraktek dan pembatasan cakupan pertanggungan asuransi. Ketidak-
mampuan para dokter Perseroan untuk memperoleh perlindungan asuransi yang sesuai dapat
menyebabkan para dokter tersebut membatasi praktek mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan
berkurangnya prosedur medis yang dilaksanakan ke rumah sakit Perseroan dan menurunkan jumlah
pasien yang masuk ke rumah sakit Perseroan, sehingga pada akhirnya dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

B. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN
PERSEROAN

1. Perseroan bergantung pada pemegang saham pengendali Perseroan dan mitra strategis
Perseroan sehubungan dengan pengembangan dan penyediaan gedung dan lokasi rumah
sakit

Perseroan secara historis telah dan akan terus bergantung pada pemegang saham pengendali
(secara tidak langsung), yaitu PT Lippo Karawaci Tbk (“LK”), serta mitra strategis Perseroan, yaitu
First Real Estate Investment Trust, suatu Dana Investasi Real Estate yang tercatat pada Singapore
Stock Exchange (“First REIT”) dan PT Metropolis Properti Utama (“MPU”), sehubungan dengan
pengembangan gedung rumah sakit dan penyediaan tanah untuk lokasi rumah sakit Perseroan. Secara
historis, Perseroan mengandalkan para pihak tersebut untuk mengkonstruksi bangunan rumah sakit
di atas tanah miliknya atau yang disewanya dimana Perseroan mengoperasikan bangunan tersebut
sebagai rumah sakit. Perseroan kemudian membuat perjanjian sewa sehubungan dengan penggunaan
properti tersebut sebagai rumah sakit. Hal ini dikarenakan Perseroan menerapkan strategi asset light

43
dimana kewajiban dan aset yang terkait dengan bangunan rumah sakit secara fisik tidak dicatat pada
pembukuan Perseroan sebagai belanja modal tetapi pada pembukuan pemegang saham pengendali
dan mitra strategis Perseroan, sedangkan Perseroan akan mencatat sebagai beban sewa. Strategi
ini memberi kebebasan kepada Perseroan untuk fokus pada pengembangan staf medis, pembelian
peralatan medis dan memberikan pelayanan berkualitas terbaik.

Pada tanggal 31 Mei 2017, 16 dari rumah sakit yang dioperasikan Perseroan disewa dari LK, First
REIT dan MPU. Perseroan akan terus bergantung pada para pihak tersebut untuk mengidentifikasi dan
menyediakan lahan untuk rumah sakit Perseroan, dan juga untuk membantu Perseroan sehubungan
dengan pengembangan lokasi-lokasi tersebut sesuai dengan kesepakatan antara Perseroan dengan LK
dan kesepakatan antara Perseroan dengan MPU. Perseroan dapat juga menandatangani perjanjian sewa
baru dengan LK dan MPU dalam hal adanya suatu daerah yang menurut Perseroan memiliki potensi
di kemudian hari. Pelaksanaan transaksi dengan LK tersebut mungkin dapat menyebabkan benturan
kepentingan. Perjanjian yang akan dilakukan oleh Perseroan dengan LK dan MPU mungkin memerlukan
persetujuan dari pemegang saham atau pemenuhan persyaratan sesuai dengan peraturan OJK.

Walaupun Perseroan telah membuat kesepakatan dengan LK dan MPU sehubungan dengan, antara
lain, penyediaan lahan, tidak terdapat kepastian bahwa para pihak tersebut akan memberikan
kesempatan pembebasan lahan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan Perseroan di masa
mendatang. Ketidakmampuan untuk menjamin lokasi tanah yang cocok untuk rumah sakit Perseroan
di masa mendatang, atau untuk memperoleh dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan lokasi
tersebut, dapat memberikan dampak yang merugikan terhadap strategi pertumbuhan Perseroan dan,
pada akhirnya, bepengaruh negatif terhadap hasil operasi Perseroan. Selain itu, setiap perubahan
usaha atau kondisi keuangan mitra strategis dapat berdampak negatif terhadap usaha Perseroan.

2. Kegagalan teknologi dan tantangan lain yang terkait dengan sistem informasi Perseroan
dapat mempengaruhi bisnis Perseroan secara negatif

Kinerja sistem dan teknologi informasi Perseroan sangat penting bagi operasi bisnis Perseroan. Sistem
informasi Perseroan sangat penting untuk sejumlah bidang kritis operasi Perseroan, meliputi:

• akuntansi dan pencatatan keuangan;


• rekening penagihan;
• sistem klinis;
• diagnosa dan perawatan pasien, misalnya melalui sistem komunikasi “Tele-medicine” Perseroan;
• catatan medis dan penyimpanan dokumen;
• manajemen persediaan; dan
• negosiasi, penetapan harga dan pengadministrasian kontrak perawatan yang dikelola dan kontrak
pasokan.

Kegagalan sistem yang menyebabkan gangguan dalam layanan atau ketersediaan sistem Perseroan
dapat secara merugikan mempengaruhi operasi atau pendapatan Perseroan. Meskipun Perseroan
telah menerapkan upaya perlindungan dan keamanan jaringan, server Perseroan rentan terhadap virus
komputer, pembobolan dan gangguan serupa dari peretasan atau gangguan yang tidak sah. Terjadinya
salah satu peristiwa ini dapat mengakibatkan interupsi, penundaan, kehilangan atau kerusakan data,
penghentian dalam ketersediaan sistem atau kewajiban berdasarkan undang-undang privasi dan
keamanan, yang semuanya dapat memiliki efek merugikan material terhadap posisi keuangan dan hasil
usaha dan merugikan reputasi bisnis Perseroan.

3. Bisnis dan hasil usaha Perseroan bisa terpengaruh jika Perseroan tidak menerima
pembayaran secara tepat waktu dari asuransi kesehatan swasta, asuransi yang disponsori
pemerintah (termasuk BPJS), klien korporasi atau pasien perseorangan

Risiko penagihan piutang terjadi apabila para penjamin kesehatan swasta dan pemerintah (termasuk
BPJS), serta klien korporasi ataupun pasien perseorangan gagal untuk membayar Perseroan secara
tepat waktu dan secara penuh atas layanan yang diberikan oleh Perseroan. Ada kemungkinan bahwa
asuransi kesehatan dan klien korporasi dapat mengubah rencana polis dan pertanggungannya dalam
waktu sedemikian rupa sehingga layanan yang diberikan oleh Perseroan kepada pasien tidak lagi
tertanggung.

44
Selain itu, pasien perseorangan yang tidak memiliki asuransi kesehatan mungkin tidak mampu
membayar biaya secara penuh atas layanan yang mereka terima. Jika Perseroan tidak menerima
pembayaran secara tepat waktu dan secara penuh dari asuransi kesehatan swasta, asuransi yang
disponsori pemerintah (termasuk BPJS), klien korporasi maupun pasien perseorangan, maka hal
tersebut pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil
usaha dan prospek usaha Perseroan.

4. Perseroan mungkin tidak berhasil mengembangkan rumah sakit baru, atau mengakuisisi
rumah sakit lain dan mengintegrasikannya ke dalam operasional Perseroan yang sudah
berjalan

Keberhasilan perkembangan Perseroan bergantung pada kemampuan Perseroan untuk


mengembangkan rumah sakit yang baru, atau mengakuisisi rumah sakit lain serta mengintegrasikannya
ke dalam operasional Perseroan yang sudah berjalan, secara tepat waktu dan dengan biaya yang efisien.
Pengembangan rumah sakit baru Perseroan bergantung pada, antara lain, risiko yang berhubungan
dengan pengidentifikasian lokasi yang tepat, dan pengembangan, pembangunan dan pendanaan,
sedangkan akuisisi rumah sakit bergantung pada risiko pendanaan dan kemampuan Perseroan untuk
mengidentifikasi fasilitas yang tepat dan menegosiasikan persyaratan akuisisi yang menguntungkan.

Perseroan memerlukan lahan yang cukup banyak untuk membangun rumah sakit baru dimana saat ini
Perseroan belum mendapatkan semua lahan yang diperlukan.Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan
dapat mengidentifikasikan lokasi untuk rumah sakit baru sesuai kriteria investasi Perseroan. Lokasi yang
menarik jumlahnya terbatas dan memerlukan valuasi yang tinggi. Perseroan juga dapat menghadapi
masalah sehubungan dengan perolehan hak atas tanah. Setelah Perseroan telah mengidentfikasi
lokasi yang sesuai, Perseroan belum tentu mampu mendapatkan lahan tersebut dengan persyaratan
atau ketentuan yang wajar.

Pembangunan rumah sakit baru memiliki jangka waktu yang lama dan memiliki risiko yang signifikan,
termasuk keterbatasan bahan atau tenaga kerja ahli, masalah teknik, lingkungan atau masalah geologi
yang tidak terduga, pemberhentian kerja, litigasi, gangguan cuaca, banjir dan peningkatan biaya yang
tidak terduga, yang mana salah satunya dapat mengakibatkan keterlambatan atau tambahan biaya.
Sebagai contoh, peningkatan biaya bahan baku secara signifikan akan menyebabkan peningkatan
biaya pembangunan, dimana sebelumnya Perseroan belum dikenakan biaya tersebut. Kesulitan dalam
mendapatkan segala izin, alokasi atau kewenangan yang dipersyaratkan dari otoritas terkait juga dapat
meningkatkan biaya atau menunda pembangunan atau pembukaan rumah sakit baru.

Perseroan mungkin menghadapi kesulitan untuk melakukan akuisisi dengan syarat dan ketentuan
yang menguntungkan Perseroan, dan Perseroan juga mungkin menghadapi kesulitan dalam
mengintegrasikan rumah sakit yang baru diakuisisi ke dalam operasial Perseroan yang sudah berjalan.
Akuisisi dan pengintegrasian rumah sakit juga memiliki beberapa risiko tambahan, termasuk:

• Kesulitan mengintegrasikan aset dan operasi rumah sakit yang diakuisisi ke dalam rumah sakit
Perseroan yang sudah ada;
• Tantangan dalam merenovasi dan membangun kembali rumah sakit dan fasilitas yang sudah
ada atau mereposisi rumah sakit yang sudah ada yang telah diakuisisi Perseroan atau rumah
sakit dimana Perseroan diminta untuk mengelola untuk mencapai standar operasional yang
dipersyaratkan;
• Kehilangan pasien atau dokter penting dan staf medis lainnya setelah akuisisi;
• Pengalihan perhatian manajemen dari kegiatan operasional yang sudah berjalan;
• Interupsi atau hilangnya momentum dalam kegiatan usaha rumah sakit tersebut;
• Kegagalan dalam merealisasikan sinergi dan penghematan biaya yang diharapkan;
• Kesulitan yang muncul dari koordinasi dan konsolidasi fungsi korporasi dan administrasi, termasuk
integrasi pengendalian internal dan prosedur seperti pelaporan keuangan yang tepat waktu;
• Permasalahan hukum, peraturan, kontrak, ketenagakerjaan atau permasalahan lainnya yang tidak
terduga; dan
• Dalam hal rumah sakit yang baru diakuisisi berlokasi di pasar yang masih baru, kesulitan yang
muncul karena masalah bahasa, budaya dan letak secara geografis.

45
Perseroan berencana untuk mendanai pengembangan rumah sakit baru dan akuisisi rumah sakit
yang sudah ada dengan dana kas internal, dana dari hasil PUT II, dan pendanaan tambahan dari
institusi keuangan dan pihak ketiga lainnya. Kemampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan
eksternal dan biaya untuk perolehan dana tersebut bergantung pada beberapa faktor, termasuk kondisi
perekonomian dan pasar modal secara umum, tingkat suku bunga, ketersediaan fasilitas kredit dari bank
atau kreditur lainnya, kepercayaan investor pada Perseroan, keberhasilan usaha Perseroan, ketentuan
di bidang perpajakan dan pasar modal yang berlaku sehubungan dengan pencarian dana tersebut,
batasan yang diberikan oleh Bank Indonesia atau institusi perbankan lainnya dalam memberikan
pendanaan kepada perusahaan yang bergerak di industri kesehatan di Indonesia serta kondisi ekonomi
dan politik di Indonesia. Tidak terdapat kepastian atas tersedianya pendanaan tambahan tersebut, baik
berupa jangka pendek maupun jangka panjang, atau apabila tersedia, akan memiliki persyaratan yang
menguntungkan untuk Perseroan.

Di samping risiko yang telah disebutkan di atas, Perseroan juga dapat menghadapi kesulitan lainnya
yang muncul dari operasional organisasi yang lebih besar dan kompleks akibat dari pengembangan
usaha dan akuisisi rumah sakit dan tidak ada jaminan bahwa Perseroan dapat secara efektif mengelola
organisasi yang lebih besar atau mencapai keuntungan yang diharapkan dari bertambah besarnya
organisasi. Apabila akuisisi atau pengembangan tersebut terjadi di lokasi yang baru dimana Perseroan
sebelumnya belum beroperasi, Perseroan dapat menghadapi risiko terkait dengan otoritas pemerintah
dan peraturan yang belum dikenal dan kesulitan yang muncul karena masalah bahasa, budaya dan
letak geografis.

Sebagai akibatnya, tidak terdapat kepastian bahwa proyek pengembangan atau akuisisi yang telah
dipersiapkan akan berhasil atau dapat terintegrasikan dengan baik.

5. Kemajuan teknologi yang pesat dan tantangan lain yang terkait dengan peralatan medis
dapat mempengaruhi bisnis Perseroan secara negatif

Perseroan menggunakan peralatan medis yang canggih dan terkini di rumah sakit Perseroan untuk
menyediakan layanan medis. Peralatan medis sering kali perlu ditingkatkan karena inovasi yang
berjalan dengan cepat di industri peralatan medis dapat membuat peralatan yang sudah ada menjadi
usang atau tidak dapat lagi menyediakan layanan terkini yang diperlukan atau diminta oleh pasien.
Penggantian, peningkatan, atau perawatan peralatan mungkin memerlukan waktu yang lama karena
terbatasnya suku cadang yang tersedia di dalam negeri. Hal ini dapat mengganggu kemampuan
Perseroan untuk menyediakan layanan terkait bagi pasien Perseroan. Di samping itu, jika Perseroan
tidak dapat mengikuti kemajuan teknologi, dokter dan pasien Perseroan mungkin beralih ke rumah sakit
lain yang memiliki peralatan yang lebih canggih dan keunggulan kompetitif Perseroan akan berkurang,
di mana hal ini dapat memiliki dampak merugikan material terhadap bisnis, keadaan keuangan, hasil
usaha dan prospek Perseroan.

6. Perubahan atau ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku


di bidang kesehatan, lingkungan dan aspek lainnya dapat mempengaruhi bisnis Perseroan

Pelayanan kesehatan merupakan industri yang tunduk pada peraturan perundang-undangan yang luas
dan perubahan peraturan perundang-undangan yang dinamis. Rumah sakit Perseroan, dokter dan
profesional medis lainnya tunduk kepada hukum dan peraturan perundang-undangan, termasuk, namun
tidak terbatas pada, perizinan, inspeksi fasilitas dan persyaratan perumahsakitan dan klinis. Terdapat
pemeriksaan berkala oleh pemerintah dan otoritas yang berwenang untuk memastikan Perseroan
mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku. Perseroan diwajibkan memiliki berbagai perizinan atau
persetujuan dari Pemerintah atau pemerintah daerah untuk menjalankan usaha Perseroan, termasuk,
antara lain, izin operasional rumah sakit. Perseroan harus memperbarui semua perizinan dan persetujuan
ketika masa berlakunya berakhir, serta mendapatkan perizinan dan persetujuan yang baru apabila
diperlukan. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan mampu memperpanjang atau mendapatkan izin
yang diperlukan yang belum diperoleh dan saat ini sedang dalam proses atau izin-izin lainnya yang
mungkin diperlukan di masa mendatang. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan tidak akan menerima
sanksi yang timbul dari kegagalan memperpanjang atau memperoleh perizinan yang diperlukan.

46
Dikenakannya sanksi hukum secara material dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan jalannya
usaha Perseroan. Jika Perseroan gagal mendapatkan, mempertahankan atau memperbarui perizinan
atau persetujuan yang disyaratkan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah untuk menjalankan usaha,
maka pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha
dan prospek usaha Perseroan. Khususnya, Perseroan tunduk pada sejumlah peraturan perundang-
undangan yang mempengaruhi jenis layanan yang disediakan Perseroan bagi pasien Perseroan.
Perubahan apapun yang terjadi dalam peraturan-peraturan ini dapat berdampak negatif pada usaha
Perseroan. Contohnya, kegiatan usaha Perseroan dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan
di dalam peraturan perundang-undangan sehubungan dengan komposisi tempat tidur rumah sakit
yang harus disediakan Perseroan di dalam rumah sakit Perseroan khususnya jika peraturan-peraturan
diubah sehingga Perseroan dipersyaratkan untuk mengalokasikan jumlah yang lebih besar untuk tempat
tidur “Kelas 3”, kelas tempat tidur terendah yang ditawarkan Perseroan. Kemampuan Perseroan untuk
mengakomodasi pasien yang menempati kelas tempat tidur lainnya dan yang biasanya merupakan
sumber penghasilan yang lebih besar untuk Perseroan, dapat terkena dampak negatif. Hal ini mungkin
berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha
Perseroan.

Selain itu, rumah sakit Perseroan mungkin memuat, atau operasi rumah sakit Perseroan dapat
memanfaatkan, bahan-bahan, proses atau instalasi tertentu yang diatur sesuai dengan hukum dan
peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, atau mungkin memerlukan izin terkait
lingkungan hidup dari pihak berwenang. Perizinan ini termasuk, namun tidak terbatas pada, limbah
medis atau limbah penyakit menular, insinerator, dan bahan-bahan yang mengandung bahan asbes
yang mudah pecah. Undang-undang dan peraturan lingkungan hidup juga membebankan tanggung
jawab pada Perseroan untuk menghilangkan atau memulihkan bahan-bahan/zat yang berbahaya
atau beracun. Sebagai akibatnya, Perseroan juga harus bertanggung jawab atas denda dan kerugian
pemerintah untuk cedera kepada orang-orang, sumber daya alam dan properti yang berdekatan. Beban
operasional Perseroan bisa lebih tinggi daripada yang diantisipasi dikarenakan biaya untuk memenuhi
persyaratan peraturan lingkungan hidup serta peraturan kesehatan kerja dan keselamatan yang ada
saat ini dan dimasa depan.

Perseroan telah membuat aplikasi permohonan untuk Izin Pembuangan Limbah cair dan/atau Izin
Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Izin penyimpanan
bahan berbahaya dan beracun (B3) sehubungan dengan beberapa rumah sakit, yaitu: (i) Siloam
Hospitals TB Simatupang, (ii) BIMC Kuta, (iii) BIMC Nusa Dua, (iv) Siloam Hospitals Buton, (v) Siloam
Hospitals Labuan Bajo, (vi) Siloam Hospitals Bogor; (vii) Siloam Hospitals Bangka Belitung, (viii) Siloam
Hospitals Yogyakarta dan (ix) Siloam Hospitals Bekasi Timur. Permohonan-permohonan tersebut masih
berstatus menunggu dan tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan dapat memperoleh izin-izin tersebut
secara tepat waktu atau tidak sama sekali. Perseroan mungkin dikenakan sanksi administratif yang
dapat berupa peringatan tertulis sampai penghentian sementara izin usaha dan pencabutan izin usaha
yang Perseroan butuhkan untuk mengoperasikan rumah sakit-rumah sakit terkait. Beban operasional
Perseroan bisa lebih tinggi daripada yang diantisipasi dikarenakan biaya untuk pemenuhan kesesuaian
dengan hukum dan peraturan lingkungan yang ada dan dimasa depan dan hukum dan peraturan
kesehatan kerja dan keselamatan. Terjadinya peristiwa-peristiwa di atas dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasional dan prospek Perseroan.

Meskipun Perseroan akan mengambil semua langkah untuk mematuhi hukum dan peraturan perundang-
undangan sehubungan dengan bahan–bahan, proses atau instalasi tersebut, tidak ada jaminan bahwa
kewajiban lingkungan tidak akan terjadi lagi di masa depan, atau bahwa setiap kewajiban lingkungan
tersebut tidak akan menjadi penting untuk kegiatan usaha Perseroan.

47
7. Kepentingan pemegang saham pengendali Perseroan mungkin bertentangan dengan
kepentingan Perseroan

Pemegang saham pengendali Perseroan memiliki, dan akan terus memiliki, kekuasaan untuk
mengendalikan Perseroan, termasuk kekuasaan dalam hal:

• menyetujui setiap penggabungan usaha, konsolidasi, atau pembubaran Perseroan;


• menggunakan pengaruh signifikan terhadap kebijakan dan urusan Perseroan;
• menyetujui sebagian besar anggota Direksi dan Komisaris Perseroan; dan
• menentukan hasil dari setiap tindakan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham (selain
persetujuan terhadap transaksi yang mengandung benturan kepentingan dimana pemegang
saham pengendali yang memiliki benturan kepentingan atau terafiliasi dengan Direktur, Komisaris,
atau LK diwajibkan untuk abstain berdasarkan peraturan OJK), termasuk waktu dan pembayaran
dividen di masa depan.

Pemegang saham pengendali mungkin memiliki kegiatan usaha lain dan kepentingan yang lain di luar
kegiatan usaha Perseroan, dan dapat mengambil langkah-langkah, baik yang terkait atau tidak dengan
Perseroan, yang menguntungkan mereka atau perusahaan lain dibandingkan Perseroan, sehingga
dapat berdampak material dan merugikan pada kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan
prospek Perseroan.

Khususnya, pemegang saham pengendali Perseroan tunduk pada beberapa pembatasan berdasarkan
senior notes atau perjanjian yang sebelumnya diterbitkan/ditandatangani dan yang mungkin akan
diterbitkan/ditandatangani di masa mendatang. Walaupun Perseroan tidak terikat langsung oleh
pembatasan berdasarkan senior notes atau perjanjian tersebut, pemegang saham pengendali Perseroan
mungkin, melalui pengaruhnya dan kemampuan untuk mengendalikan Perseroan, dapat membatasi
beberapa tindakan Perseroan agar tetap memenuhi pembatasan terhadap senior notes atau perjanjian
tersebut. Sebagai contohnya, sebagai perusahaan anak yang dibatasi yang tidak memberikan garansi
(non guarantor restricted subsidiary) berdasarkan ketentuan senior notes pemegang saham pengendali
Perseroan, jumlah utang yang dapat Perseroan peroleh mungkin hanya sebatas keseluruhan utang yang
dapat diperoleh oleh LK, dan perusahaan anaknya juga dibatasi berdasarkan ketentuan dalam senior
notes. Selanjutnya, ketentuan dalam senior notes menetapkan pembatasan-pembatasan terhadap
kemampuan LK untuk melakukan transaksi tertentu, seperti penjualan dan sewa balik, transaksi dengan
pihak afiliasi, transaksi penjualan aset, penerbitan modal saham, pembebanan gadai dan pemberian
jaminan.

Komisaris Perseroan, termasuk ketiga Komisaris Independen Perseroan, saat ini juga menjabat
sebagai Komisaris Independen dan/atau Direktur di LK dan/atau afiliasi lainnya (selain Perseroan).
Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Komisaris tidak akan menghadapi benturan kepentingan
dalam melaksanakan fungsi tata kelolanya atas Perseroan, pada satu sisi, dan pada sisi lainnya, pada
fungsi mereka sebagai komisaris ataua direksi LK atau afiliasinya, atau bahwa konflik tersebut akan
diselesaikan dengan keuntungan Perseroan.

Dari waktu ke waktu, Perseroan telah dan akan terus terlibat dalam transaksi dengan entitas yang
dikendalikan oleh pemegang saham pengendali Perseroan dan pihak terkait lain dalam kegiatan usaha
sehari-hari.

Transaksi Afiliasi (sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan IX.E.1) yang dilakukan Perseroan dengan
pihak terkait setelah PUT II dapat menyebabkan terjadinya Benturan Kepentingan (sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan IX.E.1) yang pelaksanaannya memerlukan persetujuan pemegang
saham independen Perseroan sesuai dengan Peraturan IX.E.1.

48
8. Perseroan mengalami persaingan dari rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan lain

Industri perawatan kesehatan sangat kompetitif. Umumnya, rumah sakit lain yang terdapat di daerah
setempat di mana Perseroan melayani menyediakan layanan yang sama dengan yang ditawarkan oleh
rumah sakit Perseroan. Di lokasi tertentu, Perseroan bersaing dengan rumah sakit milik pemerintah
dan rumah sakit swasta lain. Selanjutnya, di beberapa lokasi, rumah sakit Perseroan menghadapi
persaingan dari rumah sakit di luar Indonesia, termasuk rumah sakit di Singapura dan Malaysia yang
dapat memberikan layanan yang lebih kompleks. Beberapa dari para pesaing ini mungkin sudah lebih
mapan dan memiliki sumber daya finansial, personil dan sumber daya lain yang lebih besar dibanding
rumah sakit Perseroan dan mungkin mencari peluang untuk mendirikan fasilitasnya di Indonesia. Selain
itu, di lokasi di mana rumah sakit Perseroan menjadi penyedia dominan atau satu-satunya penyedia
layanan perawatan kesehatan di wilayah tersebut, pasien atau dokter mungkin mendukung rumah sakit
atau fasilitas kesehatan lainnya di kota-kota atau wilayah sekitarnya. Beberapa pesaing Perseroan juga
memiliki rencana untuk memperluas jaringan rumah sakit mereka, yang dapat menimbulkan tekanan
harga dan perekrutan pada Perseroan. Jika Perseroan terpaksa menurunkan harga layanan Perseroan
atau tidak mampu untuk menarik pasien dan para dokter serta tenaga profesional kesehatan lain ke
rumah sakit Perseroan, maka pada akhirnya hal ini dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

9. Reputasi Perseroan tergantung pada konsistensi dan kualitas pelayanan medis yang
sebagian besar diberikan oleh dokter spesialis yang bukan karyawan Perseroan

Di Indonesia, dokter spesialis biasanya bekerja secara independen dan bukan karyawan dari rumah
sakit. Perseroan menandatangani perjanjian kerjasama dengan sejumlah dokter spesialis yang diizinkan
untuk berpraktek di maksimum tiga rumah sakit yang berbeda. Akibatnya, merek dan reputasi Perseroan
bisa berdampak negatif karena kinerja yang buruk atau insiden malpraktek oleh dokter yang bekerja
di fasilitas rumah sakit Perseroan yang tidak dikendalikan secara penuh oleh Perseroan. Selain itu,
kemampuan Perseroan terbatas untuk menegakkan praktik dan standar yang seragam antara dokter
non-karyawan Perseroan yang mungkin dapat membatasi kemampuan Perseroan untuk membangun
reputasi untuk standar yang konsisten dari pelayanan medis yang berkualitas yang pada akhirnya
dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha
Perseroan.

10. Perseroan menyerap kewajiban atau risiko dari rumah sakit yang diakuisisi oleh Perseroan

Perseroan mengakuisisi BIMC Kuta dan BIMC Nusa Dua pada tahun 2013, ASRI pada tahun 2014,
serta SHST, SHMT, SHCB, dan SHBS pada tahun 2017, masing-masing dari pihak ketiga. Rumah sakit
yang diakuisisi oleh Perseroan mungkin memiliki kewajiban yang belum diketahui atau yang sifatnya
kontinjen, termasuk kewajiban atas kegagalan mematuhi hukum dan peraturan, gugatan litigasi dan
Perseroan dapat menjadi bertanggung jawab atas kegiatan usaha masa lalu tersebut. Kewajiban yang
tidak diketahui atau yang sifatnya kontinjen tersebut dapat berpengaruh negatif secara material terhadap
hasil usaha dan kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, merek dan reputasi Perseroan dapat rusak oleh
kewajiban yang tidak diketahui atau yang sifatnya kontinjen tersebut jika diungkapkan kepada publik.

11. Perseroan bergantung pada kemampuannya mengelola persediaan secara efektif

Perseroan bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan tingkat optimal persediaan


obat-obatan, peralatan medis dan barang-barang rumah sakit terkait. Jika Perseroan terlalu banyak
menimbun persediaan obat-obatan atau mempertahankan sejumlah besar peralatan medis yang
kurang dimanfaatkan, maka Perseroan mungkin diharuskan menambah modal kerja Perseroan dan
persyaratan pembiayaan dan biaya, yang dapat mempengaruhi secara merugikan hasil usaha atau
kondisi keuangan Perseroan. Atau, jika Perseroan tidak dapat memperoleh jumlah obat-obatan dan
peralatan medis yang canggih dan barang-barang rumah sakit terkait, kemampuan Perseroan untuk
menyediakan layanan rumah sakit Perseroan mungkin akan terpengaruh dan pada akhirnya dapat
berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha
Perseroan.

49
12. Struktur grup Perseroan menjadikan Perseroan bergantung pada sejumlah Perusahaan
Anak untuk arus kas dan dalam hal pailit atau likuidasi, menjadikan prioritas hak Perseroan
lebih rendah dibandingkan dengan kreditur dari Perusahaan Anak

Sebagian besar operasi Perseroan dilaksanakan melalui Perusahaan Anak dan akibatnya, hasil usaha
dan arus kas Perseroan tergantung pada laba Perusahaan Anak tersebut. Kemampuan Perusahaan
Anak Perseroan untuk menyediakan dana bagi Perseroan mungkin dibatasi oleh kewajiban-
kewajibannya yang lain. Di samping itu, Perseroan bergantung pada distribusi keuntungan, pinjaman
atau pembayaran lain oleh Perusahaan Anak Perseroan untuk melayani kewajiban-kewajiban Perseroan
dan untuk membayar dividen. Selain itu, jika terjadi kepailitan, likuidasi atau reorganisasi lain atas salah
satu Perusahaan Anak, kreditur Perusahaan Anak tersebut akan berhak atas pembayaran penuh dari
penjualan aset Perusahaan Anak tersebut sebelum Perseroan, sebagai pemegang saham, berhak
menerima distribusi dari penjualan tersebut.

13. Pertanggungan asuransi Perseroan mungkin tidak mencakup semua jenis kerugian dan
mungkin tidak cukup untuk menutupi kerugian Perseroan

Perseroan memiliki asuransi yang mencakup risiko-risiko termasuk kerusakan pada properti, kerugian
akibat kebakaran, banjir dan bencana alam lainnya serta terhadap gangguan bisnis. Namun Perseroan
tidak dapat menjamin bahwa nilai pertanggungan asuransi dapat menutup kerugian yang timbul
terhadap risiko-risiko tersebut, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

C. RISIKO UMUM

1. Kondisi perekonomian secara makro dan global

Krisis ekonomi yang melanda Asia, termasuk Indonesia, di pertengahan tahun 1997 tercemin dari,
antara lain, depresiasi nilai mata uang, penurunan PDB riil secara signifikan, tingkat bunga yang tinggi,
gejolak sosial dan perubahan kondisi politik yang luar biasa. Krisis ekonomi menyebabkan banyak
perusahaan Indonesia mengalami gagal bayar atas kewajibannya pada saat jatuh tempo. Kondisi
tersebut berdampak negatif pada iklim usaha di Indonesia. Dari tahun 1999 sampai 2002, Indonesia
memasuki masa resesi dengan tingkat pertumbuhan yang relatif rendah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara anggota Uni Eropa
mengalami penurunan peringkat kredit atau perubahan peringkat kredit menjadi negatif. Selain
itu, kekhawatiran mengenai beban utang di berbagai negara Uni Eropa terus meningkat, termasuk
kekhawatiran mengenai kesanggupan negara-negara tersebut untuk memenuhi kewajibannya di masa
mendatang. Krisis ekonomi global yang berawal pada tahun 2008 juga menciptakan suatu periode
dimana terjadi kekurangan ketersediaan kredit, penurunan penanaman modal asing langsung,
kegagalan pada institusi keuangan global, penurunan nilai pasar saham global, perlambatan ekonomi
global dan jatuhnya permintaan berbagai komoditas.

Tidak terdapat jaminan bahwa kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan yang pernah terjadi
di Indonesia dan Asia tidak akan terulang di masa mendatang. Kehilangan kepercayaan para investor
pada sistem keuangan di negara berkembang dan pasar lainnya dapat mengakibatkan kenaikan
volatilitas di pasar keuangan Indonesia dan internasional serta menghambat perkembangan ekonomi
Indonesia dan ekonomi global.

Kecenderungan penurunan yang signifikan dan berkelanjutan pada ekonomi global, termasuk ekonomi
Indonesia, seperti kenaikan tingkat suku bunga dan inflasi yang dapat mempengaruhi pendapatan
masyarakat (disposable income), dapat mempengaruhi bisnis dan hasil usaha Perseroan. Situasi
ekonomi global saat ini dapat berdampak pada Indonesia dan kegiatan usaha Perseroan. Hal-hal
tersebut dapat memberi dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja, dan
prospek usaha Perseroan.

50
Tidak ada jaminan bahwa situasi ekonomi global saat ini tidak mungkin memburuk atau iklim ekonomi
global akan membaik, atau kemerosotan pada ekonomi global tidak akan memberi dampak lebih
lanjut bagi Indonesia dan kegiatan usaha Perseroan. Pertumbuhan ekonomi global yang melemah
dan perkembangan pada situasi ekonomi global dapat secara material memberi dampak negatif pada
kegiatan usaha, kinerja, dan prospek usaha Perseroan.

2. Perubahan nilai tukar mata uang asing

Risiko nilai tukar uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu
instrument keuangan akan terpengaruh akibat Perseroan memiliki eksposur dalam mata uang asing
yang timbul dari transaksi operasionalnya. Meskipun seluruh pendapatan Perseroan dan Perusahaan
Anak dalam denominasi Rupiah, namun Perseroan dan Perusahaan Anak terekspos risiko perubahan
nilai mata uang asing.

Nilai tukar mata uang berpotensi menimbulkan kerugian bila biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan
lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh dalam Rupiah. Apabila kondisi ini berlangsung lama,
maka akan berdampak terhadap pengeluaran dan arus kas, kemampuan pembelanjaan modal dan laba
bersih Perseroan.

3. Ketidakpastian interpretasi dan pelaksanaan peraturan tentang pemerintahan daerah


di Indonesia dapat berdampak negatif pada Perseroan

Pemerintah Indonesia mengesahkan ketentuan mengenai otonomi daerah dan urusan keuangan
daerah pada tahun 1999 berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan
UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah dan Daerah. Terkait
otonomi daerah, pada tahun 2014 Pemerintah Indonesia mengesahkan UU Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana terakhir diubah oleh UU No. 9 Tahun 2015. Sedangkan
untuk urusan keuangan daerah, pada tahun 2004 Pemerintah Indonesia mengesahkan UU Nomor 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Undang-undang ini diharapkan untuk memberikan kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar
kepada Pemerintah Daerah untuk menggunakan aset nasional dan untuk menciptakan hubungan
keuangan yang seimbang dan adil antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-undang otonomi
daerah telah mengubah kondisi regulasi untuk perusahaan di Indonesia dengan mendesentralisasi
regulasi, perpajakan dan kekuasaan lainnya dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah dan ini
menyebabkan ketidakpastian. Ketidakpastian ini meliputi implementasi peraturan di area otonomi daerah
dan kurangnya personil Pemerintah dengan pengalaman di sektor yang relevan pada beberapa tingkat
Pemerintah Daerah. Selanjutnya, saat ini ada keterbatasannya preseden maupun pedoman lainnya
untuk implementasi undang-undang dan peraturan otonomi daerah. Selain itu, sesuai dengan undang-
undang otonomi daerah, Pemerintah Daerah diberikan wewenang untuk menerapkan peraturan dan
dengan dalih otonomi daerah, menempatkan beberapa pembatasan, pajak dan retribusi yang berbeda
dengan Pemerintah Daerah lainnya dan/atau merupakan tambahan dari penerapan Pemerintah Pusat.
Kegiatan usaha Perseroan terletak di Indonesia dan dapat terkena dampak buruk karena peraturan
yang berlawanan atau peraturan tambahan, perpajakan dan pungutan yang mungkin dikenakan oleh
pemerintah daerah.

4. Perseroan kemungkinan menghadapi gugatan malpraktek kedokteran di mana Perseroan


tidak memiliki jaminan asuransi, kecuali dua Perusahaan Anak, yaitu PT MST dan PT TRW
yang memiliki jaminan asuransi

Rumah sakit Perseroan berisiko untuk mendapatkan gugatan medis dan hukum dari pasien Perseroan.
Keberadaan gugatan tersebut dapat berdampak negatif terhadap reputasi rumah sakit Perseroan dan/
atau dokter-dokternya. Apabila gugatan-gugatan tersebut berhasil, rumah sakit Perseroan mungkin
dapat bertanggung jawab terhadap kerugian, denda bahkan berisiko untuk ditutup. Perseroan tidak
memiliki asuransi pertanggungan malpraktek umum kecuali dua Perusahaan Anak, yaitu PT MST dan
PT TRW yang memiliki jaminan asuransi malpraktek. Sebagian dari dokter-dokter yang berpraktek
di rumah sakit Perseroan memiliki jaminan asuransi profesi.

51
Litigasi malpraktek kesehatan pada umumnya diajukan terhadap dokter dan penggugat juga biasanya
mengikutsertakan rumah sakit sebagai turut tergugat, tempat di mana pengobatan dilangsungkan.
Mengingat Perseroan melakukan perawatan medis yang kompleks di rumah sakit Perseroan, yang
tidak dapat memberikan jaminan hasil yang positif, maka Perseroan berhadapan dengan kemungkinan
litigasi malpraktek kesehatan. Selanjutnya, sekalipun rumah sakit Perseroan tidak terlibat dalam litigasi
malpraktek kesehatan tersebut, reputasi rumah sakit Perseroan dapat dirugikan karena keterkaitan
Perseroan dengan dokter yang terlibat dalam litigasi malpraktek kesehatan. Saat ini Perseroan
menghadapi dua gugatan yang diajukan oleh mantan pasien Perseroan.

Jika litigasi malpraktek kesehatan tidak dimenangkan oleh Perseroan atau dokter, hal tersebut dapat
berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha
Perseroan. Tidak terdapat jaminan bahwa prosedur dan dana internal Perseroan yang dipersiapkan
untuk menghadapi malpraktek akan cukup untuk memenuhi setiap kewajiban yang timbul akibat adanya
litigasi malpraktek kesehatan tersebut.

5. Pemogokan tenaga kerja

Hukum dan peraturan perundang-undangan yang mengatur pembentukan serikat buruh serta kondisi
ekonomi yang lemah telah menimbulkan pergolakan buruh dan aktivis di Indonesia. Pada tahun 2000,
Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 (“UU No. 21/2000”) tentang Serikat
Buruh yang memungkinkan karyawan untuk membentuk serikat pekerja tanpa intervensi dari pemberi
kerja. Pada tahun 2003, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). UU Ketenagakerjaan berlaku pada 25 Maret 2003 dan
memerlukan implementasi lebih lanjut dari peraturan-peraturan yang mungkin secara substantif dapat
mempengaruhi hubungan ketenagakerjaan di Indonesia.

UU Ketenagakerjaan meningkatkan jumlah pembayaran pesangon, layanan dan kompensasi yang


wajib dibayarkan kepada karyawan yang diberhentikan. Berdasarkan UU Ketenagakerjan, karyawan
yang mengundurkan diri secara sukarela berhak untuk mendapatkan kompensasi, antara lain, atas (i)
cuti tahunan tidak diambil, (ii) biaya relokasi (jika ada), (iii) kompensasi yang mencapai 15% dari uang
pesangon dan/atau bonus selama tahun bekerja (bagi yang memenuhi syarat), dan (iv) biaya lainnya.
Pegawai yang mengundurkan diri terkait dengan perubahan kendali dari tempatnya bekerja dan telah
bekerja setidaknya tiga tahun, berdasarkan UU Ketenagakerjaan, juga berhak atas uang jasa dan
kompensasi. UU Ketenagakerjaan mempersyaratkan forum bipartit yang terdiri dari pemberi kerja dan
karyawan, dan membutuhkan partisipasi lebih dari 50% dari karyawan suatu perusahaan dalam rangka
melakukan negosiasi perjanjian kerja bersama, juga membuat prosedur-prosedur yang lebih permisif
dalam pelaksanaan aksi mogok. Setelah diberlakunya UU Ketenagakerjaan, beberapa serikat buruh
menentang atas UU Ketenagakerjaan kepada Mahkamah Konstitusi Indonesia, namun Mahkamah
Konstitusi Indonesia menyatakan bahwa UU Ketenagakerjaan berlaku kecuali untuk beberapa
ketentuan, yang berkaitan dengan (i) prosedur pemecatan karyawan yang melakukan kesalahan berat,
(ii) pengenaan pidana penjara atau denda terhadap karyawan yang memulai atau berpartisipasi dalam
pemogokan buruh ilegal atau mempengaruhi karyawan lain untuk berpartisipasi dalam aksi mogok
buruh, (iii) untuk serikat buruh di perusahaan-perusahaan yang memiliki lebih dari satu serikat buruh,
perlunya perwakilan 50% karyawan sebelum serikat buruh tersebut berhak untuk bernegosiasi dengan
pemberi kerja, dan (iv) kemampuan usaha untuk menandatangani perjanjian-perjanjian outsourcing
dengan istilah-istilah yang sudah ditentukan yang tidak mengandung ketentuan yang melindungi
karyawan outsourcing dalam penempatannya oleh perusahaan outsourcing. Karenanya, Perseroan
mungkin tidak dapat mengandalkan ketentuan-ketentuan tertentu di dalam UU Ketenagakerjaan.

6. Bencana alam

Kepulauan Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas vulkanik yang teraktif di dunia.
Hal ini disebabkan karena Indonesia terletak di pertemuan tiga lempengan, sehingga wilayah Indonesia
sangat rentan terhadap aktivitas seismik yang dapat menyebabkan gempa, tsunami atau gelombang air
pasang. Terjadi berbagai bencana alam yang menimbulkan kerugian signifikan dalam beberapa tahun
terakhir. Sebagai tambahan dari peristiwa-peristiwa geologis ini, Indonesia juga telah dilanda bencana
alam lainnya seperti hujan deras dan banjir. Hal-hal di atas mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan
kerusakan properti yang parah.

52
Meskipun kejadian-kejadian ini tidak berdampak secara material pada pasar modal di Indonesia, akan
tetapi, Pemerintah harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk bantuan darurat dan usaha-usaha
untuk merelokasikan para korban bencana alam tersebut. Sebagian besar dari bantuan darurat atas
bencana alam yang terjadi berasal dari pemerintah asing dan lembaga-lembaga bantuan internasional
dan terdapat kemungkinan bantuan tersebut tidak diberikan atau tidak diterima para korban secara
tepat waktu. Dampak politis dan sosial dapat terjadi apabila Pemerintah tidak dapat menyampaikan
bantuan tersebut kepada pihak yang berhak secara tepat waktu. Lebih lanjut, usaha penyelamatan dan
bantuan akan membebani keuangan Pemerintah dan dapat berakibat pada kemampuan Pemerintah
untuk membayar utang-utang luar negerinya. Setiap kegagalan oleh Pemerintah dalam memenuhi
kewajibannya, dapat menyebabkan Pemerintah menjadi wanprestasi berdasarkan berbagai perjanjian
pinjaman dan secara langsung maupun tidak langsung pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

Bencana geologis di masa depan dapat berpengaruh besar terhadap perkekonomian Indonesia.
Gempa yang besar, atau gangguan geologis lainnya maupun bencana alam yang berhubungan degan
iklim pada suatu kota yang berpenduduk pada dan pusat-pusat finansial dapat mengganggu ekonomi
Indonesia dan mempengaruhi kepercayaan investor, sehingga pada akhirnya dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

7. Perseroan dipengaruhi oleh seluruh risiko yang lazim dalam industri kesehatan

Umumnya, rumah sakit tunduk pada peraturan perundang-undangan terkait pelayanan medis dan
bedah, yang dapat memiliki dampak yang signifikan dan mungkin dapat berpengaruh secara material
dari segi harga dan ketersediaan dari layanan tersebut. Selanjutnya, rumah sakit menghadapi risiko
meningkatnya persaingan untuk jasa atau produk baru dan risiko bahwa kemajuan teknologi akan
menyebabkan layanan medis dan bedah mereka saat ini menjadi usang. Meningkatnya biaya teknologi
kesehatan juga dapat merugikan dan mempengaruhi secara material hasil keuangan usaha Perseroan.
Rumah sakit juga dapat mengalami kerugian ketika mengadopsi layanan medis atau bedah baru, dan
akibatnya pola pendapatan menjadi tidak menentu.

Selanjutnya, karena Perseroan harus mengirimkan ambulans untuk merespon telepon darurat baik oleh
pasien mampu membayar ataupun yang tidak mampu membayar dan hanya dapat mentransfer pasien
dalam keadaan darurat yang tidak mampu membayar ke sebuah rumah sakit pemerintah setelah rumah
sakit Perseroan melakukan stabilisasi keadaan pasien tersebut, maka Perseroan, seperti rumah sakit
swasta lainnya yang menyediakan layanan darurat, menghadapi risiko tidak mampunya pasien untuk
membayar layanan tersebut. Walaupun penghapusan atas utang usaha Perseroan yang diasosiasikan
dengan ketidakmampuan pasien untuk membayar tidak pernah berjumlah material, tidak ada jaminan
bahwa penghapusan tersebut tidak akan menjadi lebih signifikan di masa depan.

Selain itu, rumah sakit dapat dipengaruhi oleh peristiwa dan keadaan termasuk, antara lain, permintaan
atas layanan, kepercayaan dokter terhadap fasilitas, kemampuan manajemen, persaingan dengan
rumah sakit lain, upaya perusahaan asuransi untuk membatasi biaya dan ongkos, keadaan ekonomi,
fluktuasi nilai tukar, biaya dan kemungkinan tidak tersedianya asuransi malpraktek. Selain itu, bencana
alam seperti gempa bumi dan banjir dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan
usaha dan aksesibilitas.

Terjadinya peristiwa-peristiwa di atas pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek usaha Perseroan.

Manajemen Perseroan menyatakan bahwa semua faktor risiko material yang diketahui saat
ini dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan berdasarkan bobot dari masing-
masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dalam Prospektus.

53
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN
AUDITOR INDEPENDEN

Tidak terdapat kejadian penting dan relevan setelah tanggal Laporan Auditor Independen yaitu tanggal
18 September 2017 atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini, yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian
yang ditandatangani oleh Tjun Tjun.

54
VIII.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN
PERUSAHAAN ANAK, KEGIATAN USAHA, SERTA
KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya
menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia dan
berkedudukan di Kabupaten Tangerang. Perseroan didirikan dengan nama PT Sentralindo Wirasta
didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 3 tanggal 3 Agustus 1996, dibuat
dihadapan Myra Yuwono, Sarjana Hukum, Notaris di Sukabumi, telah memperoleh pengesahan
Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C2-8639.HT.01.01.TH’96 tanggal
27 Agustus 1996, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai dengan UU WDP dengan
No. TDP 09031623426 pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan dengan No. 927/
BH.09.03/X/96 tanggal 4 Oktober 1996, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 97 tanggal 3 Desember 1996 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 9518 Tahun
1996 (“Akta Pendirian”).

Sejak Penawaran Umum Terbatas I sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Anggaran
Dasar Perseroan mengalami perubahan sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Sebagian
Keputusan RUPS Luar Biasa No. 131 tanggal 28 Desember 2016, dibuat di hadapan Sriwi Bawana
Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, yang telah diberitahukan kepada Menkumham
berdasarkan surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0024519 tanggal 18 Januari 2017
dengan Daftar Perseroan No. AHU-02247.40.20.2014 tanggal 18 Januari 2017 yakni Akta Penawaran
Umum Terbatas I.

Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha Perseroan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan
usaha Perusahaan Anak Perseroan adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat
dan/atau penunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki
keterkaitan dalam kegiatan usahanya, yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan – Lantai 32, Jalan
Boulevard Sudirman No. 15, Lippo Village, Kabupaten Tangerang 15810, Indonesia.

1. PERKEMBANGAN PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

Perkembangan kepemilikan saham Perseroan dari saat berdiri tahun 1996 sampai dengan saat
Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan pada bulan September 2013 telah disajikan dalam
prospektus Penawaran Umum Perdana Saham yang diterbitkan pada tanggal 3 September 2013 dan
perkembangan kepemilikan saham Perseroan dari dari bulan September 2013 (setelah Penawaran
Umum Perdana Saham) sampai dengan saat Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan pada
bulan November 2016 telah disajikan dalam prospektus Penawaran Umum Terbatas I yang diterbitkan
pada tanggal 24 November 2016.

Sedangkan perkembangan komposisi permodalan dan pemegang saham Perseroan dari bulan
November 2016 (setelah Penawaran Umum Terbatas I) sampai dengan Prospektus ini diterbitkan dapat
dijelaskan sebagai berikut:

55
Tahun 2016

Berdasarkan DPS Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016 yang diterbitkan oleh BAE, struktur
permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Jumlah Nilai Nominal


Keterangan Jumlah Saham @Rp100 per saham %
(Rp)
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000  
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Tahun 2017

Berdasarkan DPS Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2017 yang diterbitkan oleh BAE, struktur
permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Jumlah Nilai Nominal


Keterangan Jumlah Saham @Rp100 per saham %
(Rp)
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Megapratama Karya Persada 670.211.685 67.021.168.500 51,53
Prime Health Company Limited 195.091.875 19.509.187.500 15,00
PT Gloria Mulia 56.324.949 5.632.494.900 4,33
PT Nilam Biru Bersinar 49.612.500 4.961.250.000 3,81
PT Safira Prima Utama 30.306.653 3.030.665.300 2,33
PT Maharama Sakti 1.125.000 112.500.000 0,09
Masyarakat* 297.939.838 29.793.983.800 22,91
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.300.612.500 130.061.250.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 2.699.387.500 269.938.750.000
* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, tidak ada lagi perubahan struktur modal yang terjadi.

2. DOKUMEN PERIZINAN RUMAH SAKIT

Perseroan dan Perusahaan Anak yang mengoperasikan rumah sakit telah mendapatkan izin operasional
sebagai berikut:

Tanggal
Unit Izin No. Izin Instansi Penerbit Masa Berlaku
Penerbitan
Badan Koordinasi
Perpanjangan Izin Tetap
09/36/IOT/Kes/ 1 Desember 2015 Penanaman dan
SHLV Operasional Rumah Sakit 1 Desember 2020
BKPMPT/2015 Pelayanan Terpadu
(Kelas B)
Provinsi Banten
5 tahun terhitung
Izin Operasional Tetap 18 November Dinas Kesehatan Provinsi
SHKJ 3936 TAHUN 2014 sejak penetapan
Rumah Sakit (Kelas B) 2014 DKI Jakarta
izin
Surat Izin Operasional UPT Pelayanan Perizinan
SHSB Tetap Rumah Sakit P2t/5/03.23/02/X/2014 20 Oktober 2014 Terpadu Pemprov Jawa 20 Oktober 2019
(Kelas B) Timur

56
Tanggal
Unit Izin No. Izin Instansi Penerbit Masa Berlaku
Penerbitan
5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah 445.1/Kep.30/I.25.b/IPRSU-
SHLC 20 Februari 2015 Gubernur Jawa Barat sejak penetapan
Sakit (Kelas B) B-BPMPT/2015
izin
Izin Operasional Badan Penanaman Modal 5 tahun terhitung
SHJB Penyelenggaraan Rumah 104 Tahun 2015 1 Juli 2015 Daerah dan Pelayanan sejak penetapan
Sakit (Kelas B) Perizinan Terpadu izin
Badan Perizinan dan
Izin Operasional Rumah 503/01/SK/BPPMD- Penanaman Modal
SHBP 6 Mei 2013 6 Mei 2018
Sakit (Kelas B) PTSP/V/2013 Daerah Provinsi
Kalimantan Timur
Izin Operasional Tetap 5 tahun terhitung
Badan Koordinasi
MRCCC Rumah Sakit Khusus 5/1/IO/KES/PMDN/2017 8 Mei 2017 sejak penetapan
Penanaman Modal
Kanker (Kelas A) izin
RSUS mengikuti SHLV mengikuti SHLV mengikuti SHLV mengikuti SHLV mengikuti SHLV
Izin Penyelenggaraan 5 tahun terhitung
188.4/SK-Donkes/1703/ Dinas Kesehatan Provinsi
SHMN Siloam Hospital Manado 19 April 2013 sejak penetapan
IV/2013 Sulawesi Utara
(Kelas B) izin
Surat Izin Operasional
Dinas Kesehatan Provinsi
SHMK Tetap Rumah Sakit 05936/Yankes-2/V/2013 1 Mei 2013 1 Mei 2018
Sulawesi Selatan
(Kelas B)
5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah
SHPL 205/KPTS/DINKES/2016 9 Mei 2016 Walikota Palembang sejak penetapan
Sakit (Kelas C)
izin
Dinas Penanaman Modal
Surat Izin Operasional 445.5/074/O.RS-
SHCN 24 Mei 2017 dan Pelayanan Terpadu 23 Mei 2019
Rumah Sakit DPMPTSP/V/2017
Satu Pintu Kota Depok
Izin Operasional Tetap Dinas Kesehatan Provinsi
SHDP 445/10019/Yankes/Dikes 6 November 2013 6 November 2018
Rumah Sakit (Kelas B) Bali
Badan Pelayanan
Izin Operasional Rumah 22 Desember
SHTB 34/2.5/31/-1.77/2016 Terpadu Satu Pintu 22 Desember 2021
Sakit Umum (Kelas B) 2016
Provinsi DKI Jakarta
Dinas Penanaman Modal
Izin Operasional Tetap
dan Pelayanan Terpadu
BIMC Kuta Rumah Sakit Khusus 2580/DPMPTSP/RS/V/2017 29 Mei 2017 29 Mei 2022
Satu Pintu Kabupaten
Bedah
Badung
Izin Penyelenggaraan
BIMC Nusa Dinas Kesehatan Provinsi
Tetap Rumah Sakit 445/4893/Yankes Dikes 1 April 2014 1 April 2019
Dua Bali
(Kelas B)
Badan Penanaman Modal 5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah 445.1/Kep.09/I.25.b/IPRSU-
SHPW 21 Juni 2016 dan Perizinan Terpadu sejak penetapan
Sakit (Kelas B) B-BPMPT/2016
Provinsi Jawa Barat izin
Badan Pelayanan
5 tahun terhitung
Izin Operasional Tetap Terpadu Satu Pintu
ASRI No. 027/2.5/31/-1.77/2015 3 Juli 2015 sejak penetapan
Rumah Sakit (Kelas B) Provinsi Daerah Khusus
izin
Ibukota Jakarta
Kantor Pelayanan
5 tahun terhitung
Izin Operasional Tetap 12 November Perizinan Terpadu Satu
SHKP 445.10/01/KPPTSP/2015 sejak penetapan
(Kelas B) 2015 Pintu Provinsi Nusa
izin
Tenggara Timur
5 tahun terhitung
Izin Operasional (Kelas 440.442/14797/IV/Tahun Dinas Kesehatan Provinsi
SHMD 10 April 2015 sejak penetapan
B) 2015 Sumatra Utara
izin
5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah
SHBN 445.2/2/IV/2016 1 April 2016 Walikota Baubau sejak penetapan
Sakit (Kelas C)
izin
5 tahun terhitung
Izin Operasional (Kelas 13 September
SHLB 188 KEP/HK/2016 Bupati Manggarai Barat sejak penetapan
C) 2016
izin
Izin Penyelenggaraan Dinas Kesehatan Pemkot
SHSM 503/KL-005/102/V/2016 19 Mei 2016 18 Mei 2021
Klinik Samarinda
Dinas Penanaman Modal 5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah
SHBG 445-04-DPMPTSP.IV/2017 22 Juni 2017 dan Pelayanan Terpadu sejak penetapan
Sakit Umum (Kelas C)
Satu Pintu Kota Bogor izin
5 tahun terhitung
Izin Operasional Rumah
SHBB 188.45/417/DINKES/2017 29 Mei 2017 Bupati Bangka Tengah sejak penetapan
Sakit (Kelas C)
izin
Izin Operasional Rumah Dinas Kesehatan Kota
SHYG 503/6668 20 Juni 2017 20 Juni 2022
Sakit (Kelas C) Yogyakarta
SH Putera Ijin Tetap
Dinas Kesehatan Kota
Bahagia Penyelenggaraan Rumah 503/KEP 032 - Dinkes 19 Maret 2013 18 Maret 2018
Cirebon
Sakit

57
Tanggal
Unit Izin No. Izin Instansi Penerbit Masa Berlaku
Penerbitan
SHBT Izin Operasional Rumah
445.1/06/DPMPTSP.PPJU 12 Juli 2017 Walikota Bekasi 12 Juli 2022
Sakit dengan (Kelas C)
SH Hosana Izin Operasional Rumah Kepala Dinas Kesehatan
445.1/5914/ANKES/VIII/2015 19 Agustus 2015 18 Agustus 2020
Medika Sakit Kota Bekasi
SH Sentosa Izin Operasional Rumah
445.1/02/DPMPTSP.PPJU 25 April 2017 Walikota Bekasi 29 September 2020
Sakit (Kelas C)
SH Mataram Izin Operasional Rumah 5 tahun sejak
772/V/2015 13 Mei 2015 Walikota Mataram
Sakit (Kelas C) penetapan izin

Dalam hal jangka waktu perizinan berakhir, Perseroan akan melakukan perpanjangan atas izin-izin
tersebut.

3. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PEMEGANG SAHAM PERSEROAN BERBENTUK BADAN


HUKUM DENGAN KEPEMILIKAN DI ATAS 5%

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Pemegang Saham Utama Perseroan adalah PT Megapratama Karya
Persada, suatu perusahaan yang dikendalikan oleh PT Lippo Karawaci Tbk. Berikut ini adalah keterangan
tentang pemegang saham Perseroan berbentuk badan hukum dengan kepemilikan di atas 5%.

3.1 PT Megapratama Karya Persada (“MKP”)

Riwayat Singkat

MKP adalah sebuah perseroan terbatas yang didirikan dan diatur menurut hukum Republik Indonesia
berdasarkan Akta Pendirian No. 02 tanggal 3 Nopember 2006, yang dibuat di hadapan Unik Setyawati,
S.H., Notaris di Tangerang, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham No. W29-00062
HT.01.01-TH.2007 tanggal 09 Januari 2007 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. 1202/
BH.3006/II/2007 tanggal 08 Pebuari 2007, telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 103 tanggal 24 Desember 2007, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 12426 (“Akta
Pendirian MKP”).

Akta Pendirian MKP terakhir kali diubah sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan
Para Pemegang Saham No. 9 tanggal 17 Maret 2009, dibuat di hadapan Daisy Mihardja, S.H., Notaris
di Tangerang, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham No. AHU-19163.AH.01.02.Tahun
2009 tanggal 7 Mei 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0024463.AH.01.09.
Tahun 2009 tanggal 7 Mei 2009 (”Akta No. 9/2009”). Berdasarkan Akta No. 9/2009 para pemegang
saham menyetujui untuk menyesuaikan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan
dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

MKP berkantor pusat di 2121 Boulevard Gajah Mada #01-01 Lippo Karawaci, Kelurahan Panunggangan
Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar MKP maksud dan tujuan MKP ialah berusaha dalam bidang
perdagangan, industri, pembangunan, biro teknik, pertambangan, agrobisnis, angkutan, jasa dan
percetakan.

Pada saat Prospektus ini diterbitkan, kegiatan usaha MKP adalah bergerak dalam bidang jasa dan
perdagangan.

58
Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham dari MKP berdasarkan Pasal 4 Akta Pendirian
MKP adalah sebagai berikut:

Saham Biasa Atas Nama


Nilai Nominal Rp1.000 per lembar saham
Keterangan
Jumlah Lembar Jumlah Nilai Nominal
%
Saham (Rp)
Modal Dasar 2.000.000 2.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
PT Lippo Karawaci Tbk 599.999 599.999.000 99,99
PT Maharama Sakti 1 1.000 0,01
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 600.000 600.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 1.400.000 1.400.000.000

Pengurusan dan Pengawasan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 31 tanggal 31 Mei 2016, dibuat di
hadapan Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuannya telah diterima Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0056305 tanggal
10 Juni 2014 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0071775.AH.01.11.Tahun 2016
tanggal 10 Juni 2016, susunan pengurus MKP adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Tjokro Libianto
Komisaris : Ketut Budi Wijaya

Direksi
Presiden Direktur : Ivan Setiawan Budiono
Direktur : Susanto
Direktur : Norita Alex

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting MKP untuk periode lima bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 dan 2016 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2016 dan 2015 yang berasal dari laporan keuangan internal.

Laporan Posisi Keuangan


(dalam jutaan Rupiah)
Pada tanggal 31 Mei Pada tanggal 31 Desember
Uraian
2017 2016 2015
Jumlah Aset 6.958.878 6.842.169 5.142.753
Jumlah Liabilitas 4.113.382 4.059.899 4.283.208
Jumlah Ekuitas 2.845.496 2.782.270 859.545

Laporan Laba Rugi


(dalam jutaan Rupiah)
Periode lima bulan yang berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Mei tanggal 31 Desember
Uraian
2017 2016 2016 2015
Pendapatan 2.339.590 2.134.687 5.168.363 4.144.118
Beban Pokok Pendapatan (1.677.880) (1.486.853) (3.646.195) (2.967.571)
Laba Usaha 114.935 192.816 326.599 208.854
Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan 64.031 116.566 156.823 (309.606)
Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif
Periode/Tahun Berjalan 62.358 94.230 152.213 (289.906)

59
3.2 Prime Health Company Limited (”PHCL”)

Riwayat Singkat

PHCL adalah sebuah Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Cayman Islands
berdasarkan Memorandum and Articles of Association tanggal 21 Juli 2016 yang telah disertifikasi
berdasarkan Certificate of Incorporation No QH-313451 tertanggal 21 Juli 2016.

PHCL berkantor pusat di Mourant Ozannes Corporate Services (Cayman) Limited, 94 Solaris Avenue,
Camana Bay, P.O. Box 1348, Grand Cayman KY1-1108, Cayman Islands.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 Memorandum of Association PHCL, maksud dan tujuan PHCL tidak dibatasi dan
PHCL memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan maksud dan tujuan yang tidak bertentangan
dengan hukum yang berlaku di yurisdiksi setempat.

Pada saat Prospektus ini diterbitkan, kegiatan usaha PHCL adalah bergerak dalam bidang investasi
(investment holding company).

Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham dari PHCL adalah sebagai berikut:

Saham Biasa Atas Nama


Nilai Nominal Rp1.000 per lembar saham
Keterangan
Jumlah Lembar
Jumlah Nilai Nominal (Rp) %
Saham
Modal Dasar
Saham Biasa 1.500.000 10.000
Saham Preferen 348.500.000 10.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Pemegang Saham
Prime Health Holdings Limited 100,00
Saham Biasa 1.000.000 10.000
Saham Preferensi 228.450.000 10.000
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 100,00
Saham Biasa 1.000.000 10.000
Saham Preferen 228.450.000 10.000
Jumlah Saham Dalam Portepel
Saham Biasa 500.000
Saham Preferen 120.050.000

Pengurusan dan Pengawasan

Susunan pengurus PHCL adalah sebagai berikut:

Direksi
Direktur : Stephen McGrath
Direktur : Andy N. Purwohardono
Direktur : Atiff I. Gill
Direktur : Edward M. Fletcher

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting PHCL untuk periode lima bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
yang berasal dari laporan keuangan internal.

60
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 31 Mei 2017 31 Desember 2016
Jumlah Aset 228.895 229.861
Jumlah Liabilitas - -
Jumlah Ekuitas 228.895 229.861

Laporan Laba Rugi


(dalam jutaan Rupiah)
Periode lima bulan yang berakhir Tahun yang berakhir pada tanggal
Uraian
pada tanggal 31 Mei 2017 31 Desember 2016
Pendapatan 430 484
Beban Pokok Pendapatan (666) (36.247)
Laba Usaha (236) (35.763)
Rugi Tahun Berjalan (236) (35.763)
Jumlah Rugi Komprehensif Tahun Berjalan (236) (35.763)

4. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PERUSAHAAN ANAK

Saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki Perusahaan Anak yang dikonsolidasikan yang
dimiliki baik langsung maupun tidak langsung dengan ringkasan sebagai berikut:

Perusahaan Anak – Langsung

Perizinan
Kepemilikan Perseroan Tahun Status Material Terkait
No. Nama Perusahaan Anak Kegiatan Usaha
(%) Penyertaan Operasional Kegiatan Usaha
Utama
1. PT Medika Harapan Cemerlang Perdagangan Jasa 99,99 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
Indonesia
2. PT Visindo Galaxi Jaya Perdagangan Barang 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
dan Jasa
3. PT Prawira Tata Semesta Penyalur, Ekspor, Impor 99,80 2009 Tidak Aktif SIUP Kecil
dan Jasa
4. PT Adamanisa Karya Sejahtera Sub-Distributor, 99,90 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
Eksportir, Importir
5. PT Guchi Kencana Emas Perdagangan Jasa 99,97 2011 Tidak Aktif SIUP Menengah
6. PT Aceh Cemerlang Harapan Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
7. PT Brenada Karya Bangsa Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
8. PT Harmoni Selaras Indah Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
9. PT Kusuma Primadana Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
10. PT Banjar Medika Nusa Penyalur, Ekspor, Impor 99,90 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
11. PT Pancawarna Semesta Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
12. PT Sembada Karya Megah Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Kecil
13. PT Siloam Emergency Services Supplier 99,99 2011 Tidak Aktif SIUP Kecil
14. PT Aritasindo Permaisemesta Penyalur, Ekspor, Impor 99,99 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
15. PT Multiselaras Anugerah Supplier 99,99 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
16. PT Kuta Seminyak Kirana Perdagangan Jasa 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah
17. PT Siloam Graha Utama Sub Distributor 99,99 2006 Tidak Aktif SIUP Kecil
18. PT Perdana Kencana Mandiri Penyalur, Ekspor, Impor 99,75 2010 Tidak Aktif SIUP Menengah
dan Jasa
19. PT Tunggal Pilar Perkasa Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Menengah
20. PT Mahkota Buana Selaras Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Menengah
21. PT Kirana Puspa Cemerlang Perdagangan, jasa 100 (secara langsung 2016 Tidak Aktif SIUP Kecil
atau pun tidak langsung
melalui PT Mahkota
Buana Selaras)
22. PT Grha Ultima Medika Bidang Kesehatan 100 (secara langsung 2017 Aktif Izin Operasional
atau pun tidak langsung RS di Mataram
melalui PT Mahkota
Buana Selaras)
23. PT Sumber Bahagia Sentosa Pelayanan jasa 100 (secara langsung 2017 Aktif Izin Operasional
kesehatan atau pun tidak langsung RS di Cirebon
melalui PT Mahkota
Buana Selaras)

61
Perusahaan Anak – Tidak Langsung

Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
1. PT Siloam Sumsel Perdagangan Jasa 70 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Adijaya Buana
Kemitraan Sakti
2. PT Diagram Healthcare Penyedia Jasa Kesehatan 80 2014 Aktif Izin Operasional PT Pancawarna
Indonesia RS di Depok Semesta
3. PT Balikpapan Damai Penyedia Jasa Kesehatan 79,96 2010 Aktif Izin Operasional PT Prawira Tata
Husada RS di Balikpapan Semesta
4. PT Adijaya Buana Sakti Sub-Distributor, Eksportir, 80 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Kusuma
Importir Primadana
5. PT Nusa Medika Kesehatan 59 2008 Tidak Aktif SIUP Besar PT Multiselaras
Perkasa Anugerah,
PT Aritasindo
Permaisemesta
dan PT Perdana
Kencana Mandiri
6. PT Golden First Atlanta Kesehatan dan 83 2009 Aktif Izin Operasional PT Guchi
Perdagangan Besar RS di Jambi Kencana Emas
Farmasi
7. PT East Jakarta Penyedia Jasa Kesehatan 79,84 2010 Aktif Izin Operasional PT Siloam Graha
Medika RS di Bandung Utama, PT Nusa
Medika Perkasa
8. PT Rumah Sakit Siloam Penyedia Jasa Kesehatan 76 2011 Aktif Izin Operasional PT Adijaya Buana
Hospitals Sumsel RS di Palembang Sakti dan
PT Siloam Sumsel
Kemitraan
9. PT Tirtasari Kencana Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
10. PT Gramari Prima Perumahsakitan/ 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Nusa Kesehatan RS di Medan Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
11. PT Krisolis Jaya Bidang Usaha Khusus 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Mandiri Kesehatan RS di Kupang Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
12. PT Ambon Bangun Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Nusa jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatna usaha terkait
13. PT Agung Cipta Raya Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
14. PT Bina Cipta Semesta Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
15. PT Mega Buana Bhakti Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik RS di Bangka Perkasa dan
dan poliklinik, balai Belitung PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
16. PT Taruna Perkasa Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Megah jasa rumah sakit, klinik RS di Yogyakarta Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
17. PT Tataka Bumi Karya Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik RS di Bogor Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait

62
Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
18. PT Tataka Karya Indah Jasa kesehatan meliputi 99,99 2012 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
19. PT Siloam Medika Penyedia Jasa Kesehatan 75 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Cemerlang dan Jasa Konsultasi Klinik dan SIUP Perkasa
Manajemen Kesehatan Menengah
20. PT Koridor Usaha Maju Perdagangan Jasa 99,99 2013 Tidak Aktif SIUP Kecil PT Tunggal Pilar
Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
21. PT Medika Sarana Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Traliansia RS di Kuta, Bali Sejahtera dan
PT Koridor Usaha
Maju
22. PT Trisaka Reksa Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Medika Sarana
Waluya RS di Badung, Traliansia dan
Bali PT Tunggal Pilar
Perkasa
23. PT Sentra Sejahtera Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Koridor Usaha
Utama jasa rumah sakit, klinik Maju dan
dan poliklinik, balai PT Tunggal Pilar
pengobatan serta Perkasa
kegiatan usaha terkait
24. PT Bumi Unggul Jasa kesehatan meliputi 99,99 2015 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Koridor Usaha
Persada jasa rumah sakit, klinik Maju dan
dan poliklinik, balai PT Tunggal Pilar
pengobatan serta Perkasa
kegiatan usaha terkait
25. PT Berlian Cahaya Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2013 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Indah RS di Purwakarta Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
26. PT Rashal Siar Cakra Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2014 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Medika RS di Jakarta Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
27. PT Mulia Pratama Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Cemerlang jasa rumah sakit, klinik RS di Bekasi Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
28. PT Medika Rescue Perdagangan Barang 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
International Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
29. PT Indah Kemilau Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Abadi Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
30. PT Siloam Radiology Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Indonesia jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
31. PT Inti Pratama Medika Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
32. PT Sentra Sehat Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Sejahtera jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
33. PT Genta Raya Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Internusa jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait

63
Kepemilikan
Perizinan Perusahaan Anak
Tidak Tahun
Nama Perusahaan Status Material Terkait sebagai Pemilik
No. Kegiatan Usaha Langsung Penyertaan
Anak Operasional Kegiatan Usaha Perusahaan Anak
Perseroan
Utama Tidak Langsung
(%)
34. PT Sembilan Raksa Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Dinamika jasa rumah sakit, klinik dan Izin Perkasa dan
dan poliklinik, balai Operasional PT Mahkota
pengobatan serta Klinik di Buana Selaras
kegiatan usaha terkait Samarinda
35. PT Saritama Mandiri Jasa kesehatan meliputi 99,99 2014 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Zamrud jasa rumah sakit, klinik Perkasa dan
dan poliklinik, balai PT Mahkota
pengobatan serta Buana Selaras
kegiatan usaha terkait
36. PT Gempita Nusa Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Sejahtera Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
37. PT Aryamedika Teguh Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2014 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Tunggal Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
38. PT Lintas Buana Jaya Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2015 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
RS di Labuan Perkasa dan
Bajo PT Mahkota
Buana Selaras
39. PT Bina Bahtera Sejati Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2015 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
RS di Buton Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
40. PT Lintang Laksana Penyedia Jasa Kesehatan 99,99 2015 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Utama Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
41. PT Ciptakarya Tirta Perdagangan Barang 99,99 2015 Tidak Aktif SIUP Menengah PT Tunggal Pilar
Cemerlang Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
42. PT Lishar Sentosa Bidang Kesehatan 99,99 2017 Aktif Izin Operasional PT Tunggal Pilar
Pratama RS di Bekasi Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
43. PT Anugerah Sentra Kesehatan, Apotik, 99,99 2017 Aktif Izin Operasional PT Mahkota
Medika Perdagangan, Jasa, RS di Bekasi Buana Selaras
Industri dan PT Tunggal
Pilar Perkasa
44. PT Binjai Jaya Indah Bidang Jasa Kesehatan 99,99 2017 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras
45. PT Gemilang Mulia Bidang Jasa Kesehatan 99,99 2017 Tidak Aktif Belum Memiliki PT Tunggal Pilar
Bekasi Izin Operasional Perkasa dan
PT Mahkota
Buana Selaras

Pada saat Prospektus ini diterbitkan, terdapat Perusahaan Anak Perseroan, baik yang dimiliki secara
langsung maupun tidak langsung, yang tidak aktif yang dipersiapkan untuk menjadi perusahaan yang
akan mengoperasikan rumah sakit milik Perseroan yang sedang atau akan dibangun di kemudian hari.
Badan hukum yang akan mengoperasikan suatu rumah sakit umumnya dididirikan sebelum rumah sakit
mulai dibangun karena badan hukum tersebut perlu melakukan beberapa persiapan, seperti pembelian
alat medis, perekrutan karyawan dan lain sebagainya.

Saat Prospektus ini diterbitkan, terdapat 10 rumah sakit Perseroan yang masih dalam proses
pembangunan yang berlokasi di Banjarmasin, Batu, Manado Kairagi, Gunung Sahari, Semarang,
Jember, Lubuk Linggau, Bekasi Grand Mall, Ambon, dan Kelapa Dua. Adapun Perusahaan Anak
Perseroan yang akan mengelola rumah sakit yang sedang dibangun tersebut adalah PT Sembilan
Raksa Dinamika, PT Genta Raya Internusa, PT Sentra Sehat Sejahtera, PT Banjar Medika Nusa,
PT Sembilan Raksa Dinamika, PT Kirana Puspa Cemerlang, PT Lintang Laksana Utama, PT Gemilang
Mulia Bekasi, PT Ambon Bangun Nusa, dan PT Aryamedika Teguh Tunggal.

64
5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN

6. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN

Sesuai dengan Pasal 11 ayat 3 huruf (b) dan 14 ayat 4 huruf (b) Anggaran Dasar Perseroan, para
anggota Direksi dan Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk masa jabatan selama 1 (satu) periode
yaitu terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham yang mengangkat mereka sampai
dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ketiga setelah tanggal pengangkatan
mereka, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Berdasarkan Akta Pernyataan Sebagian Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 3
tanggal 4 September 2017, yang dibuat di hadapan Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris
di Tangerang (“Akta No. 3/2017”) susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : John Riady


Wakil Presiden Komisaris : Romeo Fernandez Lledo
Komisaris : Theo L. Sambuaga
Komisaris : Tjokro Libianto
Komisaris : John Nicholas Pitsonis
Komisaris : Andy Nugroho Purwohardono
Komisaris Independen : Farid Harianto
Komisaris Independen : Dr. Niel Byron Nielson
Komisaris Independen : Jonathan L. Parapak

65
Direksi

Presiden Direktur : Ketut Budi Wijaya


Wakil Presiden Direktur : Caroline Riady
Direktur : dr. Grace Frelita Indradjaja
Direktur : dr. Anang Prayudi
Direktur : Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes.
Direktur : Atiff Ibrahim Gill
Direktur : Budi Raharjo Legowo
Direktur : Ryanto Marino Tedjomulja
Direktur Independen : Marta Jonatan

Marta Jonatan sebagai Direktur Independen diangkat berdasarkan Akta No. 3/2017, telah memenuhi
persyaratan sesuai dengan Peraturan BEI No. I-A.

Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur
dalam Peraturan OJK No. 33/2014. Tidak terdapat pemenuhan kualifikasi tertentu yang wajib dipenuhi
oleh Direksi Perseroan.

Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan:

Dewan Komisaris

John Riady, Presiden Komisaris

Warga Negara Indonesia, 32 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Arts,


Economics and Philosophy dari Georgetown University pada tahun 2005, Master
of Business Administration dari University of Pennsylvania pada tahun 2009, Juris
Doctor dari Columbia Universitas Law School pada tahun 2011, dan Licensed
Attorney dari New York State Bar Association pada tahun 2011.

Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak 2017.

Memulai karir di Lippo Group dengan jabatan terakhir sebagai Direktur


(2011-sekarang), Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan sebagai
Dosen (2011-sekarang), Large, Berita Satu Media Holdings sebagai
Editor (2011-sekarang), PT Matahari Putra Prima Tbk sebagai Komisaris
(2015-sekarang), dan PT Matahari Department Store Tbk sebagai Komisaris
(2015-sekarang).

66
Romeo Fernandez Lledo, Wakil Presiden Komisaris

Warga Negara Filipina, 61 tahun, memperoleh gelar Certified Public Accountant


(CPA), Filipina pada tahun 1977. Memperoleh sertifikasi Management
Development Program (MDP) dari Asian Institute of Management, Filipina pada
tahun 1986. Memperoleh sertifikasi Strategic Business Economics Program
untuk Senior Executives (SBEP) dari Center for Research and Communication,
Filipina pada tahun 1991.

Menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan sejak tahun 2017.

Memulai karir di SGV&CO (Member of Ernst & Young) dengan jabatan terakhir
sebagai Audit Manager (1977-1988), Nowoven Fabric Philippines, Inc dengan
jabatan terakhir sebagai Direktur dan Chief Operating Officer (1988-1992),
Salim Group dengan jabatan terakhir sebagai Chief of Internal Audit, Internal
Audit Division II (1992-1999), PT Indosiar Visual Mandiri dengan jabatan terakhir
sebagai Controller (1994-1997), PT Matahari Lintas Cakrawala, INDOVISIOAN
dengan jabatan terakhir sebagai Chief Operating Officer dan Direktur (1995-
2007), PT Datakom Asia dengan jabatan terakhir sebagai Direktur (1997-2006,
2002-2006), PT Mitra Kreasidharma dengan jabatan terakhir sebagai Presiden
Direktur (2008-2010), PT Inti Everspring Indonesia dengan jabatan terakhir
sebagai Presiden Direktur (2008-2010), PT Indonox Mitra Pratama dengan
jabatan terakhir sebagai Presiden Komisaris (2008-2010), PT Unggul Indah
Cahaya Tbk dengan jabatan terakhir sebagai Presiden Komisaris (2008-2010).

Theo L. Sambuaga, Komisaris

Warga Negara Indonesia, 67 tahun, memperoleh gelar Sarjana dari FISIP


Universitas Indonesia pada tahun 1977 dan Master of International Public Policy
dari School of International Studies (SAIS) Johns Hopkins University, USA pada
tahun 1990.

Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2011.

Menjabat anggota DPR RI (1982-2004), anggota MPR RI (1982-2009), Wakil


Ketua Komisi I DPR RI (1990-1994), Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen) DPR RI (1994-1997), Ketua Fraksi Karya
Pembangunan DPR RI (1997-1998), Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI
(1999-2004), Menteri Tenaga Kerja, Kabinet Pembangunan VII (1998), Menteri
Negara Perumahan dan Permukiman, Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-
1999), Ketua Komisi I DPR RI (2004-2009).

Memulai karir di Lippo Group dengan bergabung di PT Lippo Karawaci Tbk


sebagai Presiden Komisaris (2004-sekarang), Lippo Group sebagai Presiden
(2010-sekarang), PT Multipolar Tbk sebagai Presiden Komisaris (2012-sekarang),
PT Matahari Putra Prima Tbk sebagai Wakil Presiden Komisaris (2013-sekarang),
PT First Media Tbk sebagai Presiden Komisaris (2013-sekarang).

67
Tjokro Libianto, Komisaris

Warga Negara Indonesia, 58 tahun, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan


Akuntansi dari Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 1982.

Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2017.

Memulai karir di PT Dwi Satya Utama Group Surabaya sebagai Staf Budgeting
and System (1982-1983), Representative Officer Dwi Satya Utama di Singapura
sebagai Accounting Manager Sabah Match Factory Sdh.Bhd., Malaysia (1983-
1984), Dwi Satya Utama Group dengan jabatan terakhir sebagai Account
Officer (1984-1990), dan PT Lippo Karawaci Tbk dengan jabatan terakhir sebagai
Direktur (1990-sekarang).

John Nicholas Pitsonis, Komisaris

Warga Negara Australia, 60 tahun, mendapat gelar Bachelor of Health


Administration dari University of New South Wales, Sydney, Australia pada tahun
1980.

Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2016.

Memulai karir di Lingard Private Hospital dengan jabatan terakhir sebagai Deputy
Chief Executive Officer (1980-1982), Linacre Private Hospital dengan jabatan
terakhir sebagai Chief Executive Officer (1982-1985), Baulkham Hills Private
Hospital dengan jabatan terakhir sebagai Chief Executive Officer (1985-1988),
Hospital Corporation of Australia dengan jabatan terakhir sebagai Chief Executive
Officer (1980-1988), Markalinga Mangement Limited dengan jabatan terakhir
sebagai General Manager (1998-1990), Australian Medical Enterprises dengan
jabatan terakhir sebagai Regional Manager (1990-1994), Smith Corporation Pty
Ltd dengan jabatan terakhir sebagai General Manager (1994-1996), Community
Private Health Care Pty Ltd dengan jabatan terakhir sebagai Managing Director
and Chief Executive Officer (1996-2009), Ramsay Sante SA dengan jabatan
terakhir sebagai Directeur Generale (2010-2011), Ramsay Health Care Limited
dengan jabatan terakhir sebagai Chief Executive Officer (2009-2012), St Vincent’s
Health Australia dengan jabatan terakhir sebagai Chief Executive Officer (2012-
2016), Globestar Investments Pty Ltd sebagai Director (2016-sekarang).

68
Andy Nugroho Purwohardono, Komisaris

Warga Negara Indonesia, 48 tahun, lulus dari Oregon State University dengan
gelar Bachelor of Science pada tahun 1991 dan University of Texas dengan gelar
Master of Business Administration pada tahun 1993.

Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2016.

Memulai karir di Intel Corp. dengan jabatan terakhir sebagai Industrial Engineer
(1991-1992), PT OCBC Sikap Securities dengan jabatan terakhir sebagai
Corporate Finance Officer (1994-1995), PT Peregrine Securities sebagai Assistant
Manager (1995), PT SG Securities dengan jabatan terakhir sebagai Direktur
Penjualan (1995-2002), ABN Amro Bank dengan jabatan terakhir sebagai Senior
Vice President (2002-2003), PT Danareksa Sekuritas dengan jabatan terakhir
sebagai Presiden Direktur dan Head of Capital Market (2003-2009), PT Morgan
Stanley Asia Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Presiden Direktur (2009-
2013), CVC Asia Pacific Limited sebagai Managing Director (2013-sekarang), PT
Link Net Tbk sebagai Direktur (2013-sekarang), Matahari Department Store Tbk
sebagai Direktur (2014-sekarang), MAP Active sebagai Direktur (2015-sekarang),
PT Softex Indonesia sebagai Direktur (2016-sekarang).

Farid Harianto, Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 64 tahun, memperoleh gelar Sarjana jurusan Teknik


Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1975, gelar Pasca Sarjana di
bidang Ekonomi Terapan pada tahun 1988, dan gelar Ph.D dari Wharton School
of University of Pennsylvania, USA pada tahun 1989.

Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2013.

Memulai karir di Institut PPM sebagai Direktur Program Pascasarjana (1989-


1993), PAU Ekonomi Universitas Indonesia sebagai Peneliti Senior (1990-1993),
CIS-University of Toronto sebagai Visiting Professor (1993-1995), PT Pemeringkat
Efek Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Presiden Direktur (1994-1998),
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan jabatan terakhir sebagai
Komisaris (1998-2006), Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN) (1998-2000), Penasihat Gubernur Bank Indonesia (2008-2013), Staf
Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014), PT Unggul Indah
Cahaya Tbk sebagai Komisaris Independen (2004-sekarang), PT Lippo Karawaci
Tbk sebagai Komisaris Independen (2005-sekarang), PT Bank Internasional
Indonesia Tbk sebagai anggota Komite Pemantau Risiko (2009-sekarang),
PT Sepatu Bata Tbk sebagai Komisaris Independen (2011-sekarang), PT Toba
Bara Sejahtera Tbk sebagai Komisaris Independen (2012-sekarang).

69
Dr. Niel Byron Nielson, Komisaris Independen

Warga Negara Amerika Serikat, 62 tahun, lulus dari Wheaton College, Illinois,
Amerika Serikat jurusan Philosophy pada tahun 1976, Master of Arts in Philosophy
pada tahun 1980, dan Ph.D in Philosophy dari Universitas Vanderbilt, Tennessee,
Amerika Serikat pada tahun 1981.

Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2015.

Memulai karirnya di Bethel University sebagai Professor of Philosophy (1980-


1984), Chicago Research and Trading Group dan Nations Bank dengan jabatan
terakhir sebagai Executive Human Resources (1984-1995), Service Master
Company dengan jabatan terakhir sebagai Executive Mergers and Acquisitions
(1995-1997), Covenant College dengan jabatan terakhir sebagai Presiden (2002-
2012), Learning Dew LLC dengan jabatan terakhir sebagai Founder and Chief
Executive Officer (2012-2014), First Trust Advisors sebagai Anggota Direksi
(1998-sekarang), Universitas Pelita Harapan sebagai Acting Dean of Business
School Dean of International Teachers College (2014-sekarang), Yayasan
Pendidikan Pelita Harapan sebagai Executive Director (2014-sekarang).

Jonathan L. Parapak , Komisaris Independen

Warga Negara Indonesia, 74 tahun, memperoleh gelar Sarjana Teknik, Universitas


Tasmania, Australia pada tahun 1966, gelar Master of Science Engineering dari
University of Tasmania, Australia pada tahun 1968, diploma di bidang Dynamic
Management for International Executives dari Universitas Syracuse, New York,
Amerika Serikat pada tahun 1975. Lulus dari Lembaga Pertahanan Nasional
pada tahun 1984 dengan penghargaan “Wibawa Seroja Nugraha” (nilai tertinggi).
Mendapat gelar Honorary Doctor of Engineering dari University of Tasmania,
Australia pada tahun 2009.

Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2013.

Memulai karir di PT Indosat dengan jabatan terakhir sebagai Komisaris utama


(1980-2000), Chairman Intelsat Board of Governors (1989-1990), Departemen
Parpostel sebagai Sekretaris Jenderal (1991-1998), PT INTI dengan jabatan
terakhir sebagai Komisaris Utama (1993-2000), Anggota Dewan Riset Nasional
(1995-2005), Departemen Parsenibud dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris
Jenderal (1998-1999), PT Siloam Health Care Group Tbk dengan jabatan
terakhir sebagai Komisaris (2002-2004), PT AsiaNet dengan jabatan terakhir
sebagai Presiden Komisaris/Chairman (2000-2009), PT First Media dengan
jabatan terakhir sebagai Presiden Komisaris/Chairman (2000-2009), Universitas
Pelita harapan dengan jabatan terakhir sebagai Rektor (2003-sekarang),
PT Lippo Karawaci Tbk dengan jabatan terakhir sebagai Komisaris Independen
(2009-2014), PT Multipolar Tbk sebagai Komisaris (2009-sekarang), PT Matahari
Department Store sebagai Komisaris Independen (2010-sekarang), PT Link Net
Tbk sebagai Komisaris Independen (2013-sekarang).

70
Direksi

Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur

Warga Negara Indonesia, 62 tahun, memperoleh gelar Diploma jurusan Akuntansi


dari Akademi Akuntansi Indonesia pada tahun 1980 dan gelar Sarjana jurusan
Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia jurusan Akuntansi pada tahun
1982.

Menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2017.

Memulai karir di PT Bridgestone Tire Indonesia sebagai Production Planning


Staff (1975-1976), Kantor Akunan Publik Darmawan & Co dengan jabatan
terakhir sebagai Audit Supervisor (1976-1987), PT Lippobank dengan
jabatan terakhir sebagai Senior Audit Manager (1987-1990), PT Multipolar
Corporation Tbk dengan jabatan terakhir sebagai Direktur (1990-2005),
PT Wal-Mart Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai CFO (1995-1998),
PT Across Asia Multi Media dengan jabatan terakhir sebagai CFO (2001-
2002), PT Matahari Putra Prima Tbk dengan jabatan terakhir sebagai Direktur
for Corporate Division (2001-2006), PT Multipolar Tbk dengan jabatan terakhir
sebagai Komisaris (2006-2008), PT Lippo Cikarang Tbk dengan jabatan terakhir
sebagai Komisaris (2009-sekarang), PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk dengan
jabatan terakhir sebagai Komisaris (2010-sekarang), PT Gowa Makassar Tourism
Development Tbk sebagai Komisaris (2010-sekarang), PT Lippo Karawaci Tbk
dengan jabatan terakhir sebagai Presiden Direktur (2010-sekarang), Bowsprit
Capital Corporation Limited sebagai Direktur (2012-sekarang), dan PT Siloam
International Hospitals Tbk dengan jabatn terakhir sebagai Presiden Komisaris
(2013-2016).

Caroline Riady, Wakil Presiden Direktur

Warga Negara Indonesia, 33 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Arts dalam


bidang elementary education dan psychology minor dari Wheaton College pada
tahun 2004.

Menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2016,


bertanggung jawab atas bidang operasional.

Memulai karir di bidang pendidikan sebagai guru di Lincoln Elementary School


District 200 (Wheaton), Illinois, USA (2004) dan Sekolah Pelita Harapan dan
Universitas Pelita Harapan, Teachers College, Tangerang (2006-sekarang),
PT Siloam International Hospitals Tbk sebagai Chief Executive Officer di Siloam
Hospitals Kebon Jeruk (2012-2016).

dr. Grace Frelita Indradjaja, Direktur

Warga Negara Indonesia, 59 tahun. dr. Grace Frelita Indradjaja lulus dengan
gelar dokter dari Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta pada tahun 1983 dan
Magister Manajemen dari Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta pada tahun
1997.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2007, bertanggung jawab


di bidang klinis.

Memulai karir di RS Jiwa & Saraf Dharma Jaya sebagai Dokter (1986-1989),
Balai Kesehatan Masyarakat Keluarga Mulia Jakarta sebagai Dokter (1989-1991),
RS Ongkomulyo Jakarta sebagai Dokter (1992-1995), RS Siloam Karawaci dengan
jabatan terakhir sebagai Chief Executive Officer (2001-2007).

71
dr. Anang Prayudi, Direktur

Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Lulus dengan gelar dokter umum dari
Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 1989 dan Magister Kedokteran Kerja
dari Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2006.

Menjabat sebagai Direktur Independen Perseroan sejak tahun 2011 dengan


jabatan terakhir sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2014, bertanggung
jawab atas bidang pengembangan rumah sakit-rumah sakit baru.

Memulai karir di Angkatan Bersenjata Indonesia (TNI Angkatan Darat) sebagai


dokter (1989-1998), International SOS dengan jabatan terakhir sebagai Direktur
Medis (1998-2011).

Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes., Direktur

Warga Negara Indonesia, 53 tahun, memperoleh gelar dokter dari Universitas


Yarsi, Jakarta pada tahun 1989, Magister Manajemen dari Universitas Indonusa
Esa Unggul, Jakarta pada tahun 1998, Magister Hukum Kesehatan dari
Universitas Katolik Soegiopranoto, Semarang pada tahun 2008, dan Doktor
Hukum, Universitas Pelita Harapan, Tangerang pada tahun 2011.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2014, bertanggung jawab atas
bidang operasional.

Memulai karir di Puskesmas Arso III & Dokter Terbang, Jayapura, Irian Jaya
sebagai Dokter (1990-1992), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta
sebagai Dokter (1992-1993), Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi sebagai Dokter
(1993-1995), Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang dengan jabatan terakhir
sebagai Chief Executive Officer (1995-2013).

Atiff Ibrahim Gill, Direktur

Warga Negara Inggris, 43 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Science (Honors)


Management dari London University pada tahun 1995 dan PG Dip Management
dari Oxford University pada tahun 1997.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2016, bertanggung jawab atas
bidang hubungan investor.

Memulai karir di Kingfisher plc, UK & France dengan jabatan terakhir sebagai
Kingfisher Management Development Scheme (1995-1998), Kingfisher, UK and
France and Hong Kong dengan jabatan terakhir sebagai Business Development
Manager (1998-2000), Kurt Salmon Associate dengan jabatan terakhir sebagai
Senior Manager (2000-2006), Metersbonwe, Shanghai dengan jabatan terakhir
sebagai Executive Vice-President dan Chief Operating Officer (2006-2008),
Williamson-Dickie Manufacturing Co. Ltd, Shanghai dengan jabatan terakhir
sebagai North Asia President for Greater China & Japan (2008-2013), Lacoste,
Shanghai dengan jabatan terakhir sebagai CEO for China and Taiwan (2013-
2014), CVC Asia Pacific Pte Ltd sebagai Managing Director (2014-sekarang).

72
Budi Raharjo Legowo, Direktur

Warga Negara Indonesia, 40 tahun, memperoleh gelar Sarjana Teknik, jurusan


Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997, Master of Business
Administration (honors) dari University of Chicago Booth School of Business
pada tahun 2015.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2016, bertanggung jawab atas
bidang keuangan.

Memulai karir di Procter & Gamble, Jakarta, Indonesia dengan jabatan terakhir
sebagai Process Engineering Manager (1998-2000), FAS Engineering, Bangkok,
Thailand dengan jabatan terakhir sebagai Engineering Manager/Consultant
(2000-2001), Pertafenikki Engineering (JGC), Jakarta, Indonesia sebagai
Process Engineer (2002), Schering AG, Jakarta, Indonesia sebagai Supply &
Facilities Section Head (2003), SKHA Consulting, Jakarta, Indonesia dengan
jabatan terakhir sebagai Consultant (Team Leader) (2003-2005), Sekolah Pelita
Harapan, Tangerang dengan jabatan terakhir sebagai Director of Administration
(2005-2009), Pelita Harapan Foundation, Tangerang dengan jabatan terakhir
sebagai Executive Director (2010-2014), Universitas Pelita Harapan, Tangerang
dengan jabatan terakhir sebagai Vice President for Marketing, Relationship and
Development (2013-2016).

Ryanto Marino Tedjomulja, Direktur

Warga Negara Indonesia, 41 tahun, memperoleh gelar Sarjana Teknik Industri


dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1999.

Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak 2017, bertanggung jawab atas


bidang teknologi informasi.

Memulai karir di Institut Teknologi Bandung/Bank Indonesia dengan jabatan


terakhir sebagai Project Consultant (1999) dan Accenture dengan jabatan
terakhir sebagai Managing Director (1999-sekarang).

Marta Jonatan, Direktur Independen

Warga Negara Indonesia, 48 tahun, memperoleh gelar Bachelor of Science in


Statistics dari Institut Pertanian dengan gelar pada tahun 1992.

Menjabat sebagai Direktur Independen Perseroan sejak 2017, bertanggung


jawab atas bidang ketenagakerjaan.

Memulai karir di United Tractors Group (Astra International) dengan jabatan


terakhir sebagai Head of Reward for the Group (1992-1998), Citibank Indonesia
dengan jabatan terakhir sebagai Head of HR Services and Compensation (1998-
2006), Citibank Philippines sebagai HR Head for Institutional Client Group (2006-
2008), Bank Barclays Indonesia sebagai Head of HR (2008-2010), Microsoft
Indonesia sebagai HR Director (2010-2014), PT Bank Danamon Tbk sebagai
Head of HR (2014 - 2016).

73
Sekretaris Perusahaan

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan tentang Pengangkatan Sekretaris Perusahaan


No. 167/SKD-SIH/IX/2017 tanggal 4 September 2017, Perseroan mengangkat Indra Hertanto sebagai
Sekretaris Perusahaan.

Indra Hertanto memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Pelita Harapan pada tahun 2005
dan gelar Magister Hukum dari University of California, Berkeley pada tahun 2016. Memulai karir
di Universitas Pelita Harapan sebagai asisten dosen Fakultas Hukum (2006), penterjemah hukum
di salah satu projek US-AID, Badan Supervisi Bank Indonesia sebagai analis kepatuhan (2007-2008),
Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro sebagai konsultan hukum (2008-2012), Berwin Leighton Paisner
LLP sebagai konsultan hukum (2012-2015), dan Perseroan sebagai Chief Legal Officer (2016-sekarang).

Adapun fungsi dan/atau tanggung jawab dari Sekretaris Perusahaan sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 Tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik,
antara lain mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang Pasar Modal, memberikan masukan pada Dewan Komisaris dan Direksi Emiten atau
Perusahaan Publik untuk mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, membantu
Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tata kelola perusahaan, sebagai penghubung antara
Emiten atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya.

Alamat dan email Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:

Sekretaris Perusahaan
PT Siloam International Hospitals Tbk
Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan – Lantai 32
Jalan Boulevard Sudirman No. 15, Lippo Village
Kabupaten Tangerang 15810, Indonesia
Email: corporate.secretary@siloamhospitals.com

Piagam Komite Audit dan Komite Audit

Perseroan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan yang disyaratkan dalam Peraturan OJK
No. 55/POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit dan
Peraturan BEI No. I-A. Perseroan juga memiliki Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang
ditetapkan oleh Dewan Komisaris Perseroan pada tanggal 22 Juli 2016. Berdasarkan Surat Keputusan
Dewan Komisaris Perseroan Tentang Pengangkatan Komite Audit tanggal 22 Maret 2017 susunan
keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut:

Ketua : Jonathan L. Parapak


Keterangan singkat mengenai riwayat hidup Jonathan L. Parapak dapat dilihat pada
sub bab 6 mengenai Pengurusan dan Pengawasan Perseroan pada Prospektus ini.

Anggota : Ir. Achmad Kurniadi, MBA


Warga Negara Indonesia, 63 tahun, memperoleh gelar Sarjana Agronomi dari
Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1979 dan Master of Business
Administration (MBA) dari Yonsei University Graduate Scholl of International Studies,
Korea Selatan pada tahun 1992.

Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2017.

Berkarir di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan jabatan terakhir


sebagai Deputi Bidang Kerja sama Penanaman Modal (1980-2014), Kedutaan Besar
Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan sebagai Staf Khusus Bidang Investasi
di (1990-1992), dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) perwakilan
Taiwan sebagai Kepala Bidang Investasi (1992-1998).

74
Anggota : Drs. Herbudianto, Ak.
Warga Negara Indonesia, 61 tahun, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan
Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1984.

Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2017.

Berkarir di Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-


LK) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Penilaian Perusahaan Jasa
Non Keuangan, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa (1991-2012),
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk sebagai Komisaris Independen (2015-sekarang),
PT Mega Manunggal Property Tbk sebagai Komite Audit (2015-sekarang),
PT Wismilak Inti Makmur Tbk sebagai Komite Audit (2013–sekarang), PT Soechi
Lines Tbk sebagai Komite Audit (2014-sekarang), PT Lippo Securities Tbk sebagai
Komisaris Independen (2013-sekarang), PT Eagle Capital sebagai Associate
Partner (Januari 2013-sekarang), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk sebagai
Komisaris Independen (2012-sekarang).

Adapun fungsi dan/atau tanggung jawab dari Komite Audit adalah memberikan pendapat profesional
yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh
Direksi kepada Dewan Komisaris serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan
Komisaris, yang antara lain meliputi penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan
Perseroan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya; penelaahan atas
ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan
perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan; dan penelaahan
atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP untuk memastikan semua risiko yang penting
telah dipertimbangkan. Sedangkan tanggung jawab Komite Audit adalah bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas yang telah ditentukan dan wajib membuat laporan kepada
Dewan Komisaris atas setiap penugasan yang diberikan.

Piagam Audit Internal dan Unit Audit Internal

Perseroan telah menyusun Internal Audit Charter sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor
56/POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal yang
ditetapkan oleh Direksi Perseroan dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris Perseroan pada tanggal
22 Juli 2016. Perseroan telah menunjuk Hieronimus Gunawan Hadi Prajitno sebagai Kepala Unit Audit
Internal dan disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Direksi tanggal 22 Juli 2016.

Komite Nominasi dan Remunerasi

Komite Nominasi dan Remunerasi adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan fungsi dan tugas Dewan Komisaris terkait nominasi
dan remunerasi. Berdasarkan Peraturan OJK No. 34/2014, maka Perseroan telah membentuk Komite
Nominasi dan Remunerasi berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris tanggal 23 Maret 2016,
dengan anggota-anggota sebagai berikut:

Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi : Jonathan L. Parapak


Anggota : Lee Heok Seng
Anggota : Ishak Kurniawan

Pedoman dan Tata Kerja Komite Nominasi dan Remunerasi ditetapkan Dewan Komisaris Perseroan
pada tanggal 17 Maret 2016.

Fungsi Nominasi dan Remunerasi untuk menentukan gaji, uang jasa, dan/atau tunjangan anggota
Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 34/2014 dijalankan
oleh Komite Nominasi dan Remunerasi.

75
7. SUMBER DAYA MANUSIA

Perseroan menyadari akan pentingnya fungsi dan peran Sumber Daya Manusia (SDM) atas keberhasilan
Perseroan oleh karena itu maka Pimpinan Perseroan telah menyusun strategi dan kebijakan yang
terarah dan terstruktur untuk memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas baik kuantitatif maupun
kualitatif untuk keperluan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Langkah-langkah
strategis ini juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan rumah sakit yang sudah ada
maupun rumah sakit baru yang sedang dan akan dibangun.

Untuk mendapatkan staf medis yang kompeten seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat dan
tenaga penunjang medis lainnya, Perseroan menggunakan beberapa sistem dan strategi penerimaan
pegawai (recruitment strategy) yang selektif dan ketat. Perseroan bukan saja mempertimbangkan
pengetahuan dan keterampilan tetapi juga mempertimbangkan karakter atau sikapnya. Hal ini dilakukan
mengingat bahwa sikap perorangan itu akan mempengaruhi budaya kerja dan budaya organisasi secara
keseluruhan. Pertimbangan lain karena pimpinan Perseroan menyadari bahwa layanan kesehatan
merupakan industri layanan jasa yang khas dimana pelanggan yang dilayani dalam kondisi psikologis
dan situasi batin yang berbeda dengan tipe pelanggan industri layanan jasa lainnya. Pasien dengan
menahan rasa sakit dan harus mengeluarkan sejumlah uang yang tidak produktif memiliki kebutuhan
dan harapan yang berbeda, mereka lebih sensitif terhadap sikap pelayanan petugas rumah sakit.

Untuk mendapatkan tenaga medis dan non medis yang memiliki kompetensi yang tinggi Perseroan
telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun di luar negeri.
Sampai dengan tanggal 31 Mei 2017, Perseroan telah menandatangani MOU dengan Fakultas
Kedokteran Universitas Hasanuddin, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, ketiganya merupakan universitas regional terkemuka, dan
beberapa sekolah tinggi perawat lainnya di Indonesia. Perseroan telah membentuk tim rekrutmen yang
melakukan kunjungan ke berbagai kampus diseluruh Indonesia untuk memperkenalkan profil rumah
sakit sekaligus untuk menawarkan posisi jabatan yang kosong kepada para alumni dan mahasiswa
tingkat akhir yang sudah menyelesaikan studinya. Pada waktu yang bersamaan langsung dilakukan
seleksi yang meliputi tes potensi akademik, psikotes, dan wawancara oleh user manager dan psikolog.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis yang memiliki kompetensi, loyalitas, integritas
serta akuntabilitas yang tinggi maka Perseroan telah membentuk tim lintas departemen yang terdiri
dari unsur Talent Management, Anxcilliary Service and Medical Affair, dan Global Quality Development
untuk melakukan seleksi, disamping itu Perseroan juga mempersiapkan lebih dini calon dokter spesialis
dengan memberikan beasiswa untuk dokter umum yang memiliki potensi tinggi dan mendapatkan nilai
kinerja yang baik sebagai insentif untuk terus tetap bekerja di rumah sakit Perseroan.

Perseroan juga bermitra dengan Sekolah Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPHMS), yang
mendidik dan melatih ratusan calon dokter dan perawat setiap tahun, dimana jumlah yang mendaftar
terus menambah. Lulusan-lulusan ini ditawarkan pekerjaan dengan Perseroan untuk menjalani program
pelatihan untuk menyelesaikan persyaratan lisensi mereka dan menjadi bagian dari tenaga kerja tetap
di rumah sakit Perseroan. Sebagai bentuk nyata dalam melakukan adaptasi dan kepedulian lingkungan
sekaligus sebagai kontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat sekitar
rumah sakit milik Perseroan maka Perseroan juga meminta dokter pemerintahan terkemuka untuk
bekerja di rumah sakit Perseroan secara paruh waktu. Model kerjasama saling menguntungkan ini
menarik beberapa dokter pemerintah untuk bekerja di rumah sakit Perseroan karena adanya fasilitas
canggih untuk membantu dalam diagnosa pasien, kesempatan untuk mengerjakan kasus lebih beragam
dan kompleks Selain itu dokter yang raktek di rumah sakit Perseroan juga mempunyai kesempatan
untuk mengikut Program Siloam Doctor Partnership and Development Program (SDPDP) yaitu program
yang menerapkan system kemitraan antara dokter dengan rumah sakit dan system remunerasi dokter
yang lebih menarik dan saling menguntungkan.

76
Selain dari program-program terkait penerimaan pegawai dan pelatihan untuk staf medis, Perseroan
juga menetapkan program management associate, yang khususnya dibuat untuk mencari lulusan
manajemen yang berpotensi tinggi dan menempatkan mereka sebagai salah satu calon pemimpin
di rumah sakit Perseroan. Program 18 bulan ini terdiri dari 4 modul, yaitu kelas persiapan (orientasi, kick-
off, kelas Inggris), pendidikan bakat (pengetahuan, keterampilan, sikap, belajar dari orang lain, pelatihan
dalam kelas, belajar mandiri), tinjauan buku (pengembangan pribadi, kepemimpinan, manajemen) dan
tugas proyek (tugas penasihat, distribusi tim/grup. Kinerja dari management associate secara terus
menerus dinilai oleh instruktur program, supervisor departemen, penasihat mereka dan ujian.

Di samping itu, Perseroan juga melakukan Leadership Development Program, yang telah menjadi
program unggulan tambahan untuk mempersiapkan pemimpin Perseroan di masa depan. Program ini
dirancang bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, dengan memberikan
beasiswa kepada para eksekutif Siloam Hospitals untuk mendapatkan gelar ganda sebagai Master
of Business Administration dan Master in Hospital Manangement. Tiga kelas pertama dikembangkan
bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan dan Peking University, Beijing China. Kelas-kelas
berikutnya akan berkolaborasi dengan Universitas Pelita Harapan Universitas Pelita Harapan dan
Massachussets Institute of Technology (MIT) dan Sourbourne Universitas, Perancis.

Komposisi Pengurus dan Karyawan

Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan dan Perusahaan Anak mempekerjakan 9.863 orang karyawan
yang terdiri dari 8.016 karyawan tetap dan 1.847 karyawan kontrak.

Tabel berikut ini menunjukkan komposisi SDM Perseroan dan Perusahaan Anak, termasuk Direksi,
menurut status kerja, jabatan, jenjang pendidikan, dan kelompok usia pada tanggal 31 Mei 2017,
31 Desember 2016, dan 31 Desember 2015.

Komposisi Karyawan Menurut Status Kerja

31 Mei 31 Desember
Keterangan 2017 2016 2015
P PA Jumlah P PA Jumlah P PA Jumlah
Karyawan Tetap 4.593 3.423 8.016 4.642 2.926 7.568 4.569 2.405 6.974
Karyawan Kontrak 843 1.004 1.847 817 964 1.781 840 914 1.754
Jumlah 5.436 4.427 9.863 5.459 3.890 9.349 5.409 3.319 8.728

Komposisi Karyawan Menurut Jabatan

31 Mei 31 Desember
Keterangan 2017 2016 2015
P PA Jumlah P PA Jumlah P PA Jumlah
Direktur 7 - 7 6 - 6 6 - 6
Manager 208 222 430 193 153 346 198 123 321
Supervisor 1.265 792 2.057 538 373 911 537 310 847
Staf lainnya 3.956 3.413 7.369 4.722 3.364 8.086 4.668 2.886 7.554
Jumlah 5.436 4.427 9.863 5.459 3.890 9.349 5.409 3.319 8.728

Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan

31 Mei 31 Desember
Keterangan 2017 2016 2015
P PA Jumlah P PA Jumlah P PA Jumlah
Pasca Sarjana 143 59 202 138 40 178 227 84 311
Sarjana 1.338 1.158 2.496 1.332 1.064 2.396 1.114 761 1.875
Sarjana Muda/Diploma 2.463 2.330 4.793 2.472 1.983 4.455 2.663 1.698 4.361
SLTA, SLTP dan lainnya 1.492 880 2.372 1.517 803 2.320 1.405 776 2.181
Jumlah 5.436 4.427 9.863 5.459 3.890 9.349 5.409 3.319 8.728

77
Komposisi Karyawan Menurut Kelompok Usia

31 Mei 31 Desember
Keterangan 2017 2016 2015
P PA Jumlah P PA Jumlah P PA Jumlah
s/d 30 tahun 3.229 2.952 6.181 3.307 2.713 6.020 3.331 2.297 5.628
31 s/d 45 tahun 1.729 1.322 3.051 1.693 1.066 2.759 1.622 912 2.534
46 s/d 55 tahun 413 126 539 401 93 494 393 89 482
> 55 tahun 65 27 92 58 18 76 63 21 84
Jumlah 5.436 4.427 9.863 5.459 3.890 9.349 5.409 3.319 8.728

Keterangan:
P : Perseroan
PA : Perusahaan Anak

Tabel berikut ini menunjukkan komposisi SDM masing-masing Perusahaan Anak, termasuk Direksi,
menurut status kerja, jabatan, jenjang pendidikan, dan kelompok usia pada tanggal 31 Mei 2017, 31
Desember 2016, dan 31 Desember 2015.

Komposisi Karyawan Masing-Masing Perusahaan Anak Menurut Status Kerja

PT MHCI PT DHCI PT BDH


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 7 9 19 100 95 95 334 341 300
Karyawan Kontrak - - 37 19 27 27 37 33 67
Jumlah 7 9 56 119 122 122 371 374 367

PT GFA PT EJM PT RS SHS


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 292 298 304 309 316 260 327 336 377
Karyawan Kontrak 12 3 16 40 35 121 36 15 49
Jumlah 304 301 320 349 351 381 363 351 426

PT GPN PT KJM PT TPM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 179 175 83 325 329 282 117 54 -
Karyawan Kontrak 58 43 136 20 16 71 45 131 -
Jumlah 237 218 219 345 345 353 162 185 -

PT TBK PT SMC PT MST


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 6 4 - 13 20 25 166 177 152
Karyawan Kontrak 59 65 - 23 21 35 42 33 50
Jumlah 65 69 - 36 41 60 208 210 202

PT TRW PT BCI PT RSCM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 145 151 149 314 293 187 149 144 172
Karyawan Kontrak 6 4 42 122 108 218 67 71 45
Jumlah 151 155 191 436 401 405 216 215 217

PT IKA PT SRD PT LBJ


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 4 20 - 43 63 - 126 6 -
Karyawan Kontrak 4 12 - 16 110 - 51 155 -
Jumlah 8 32 - 59 173 - 177 161 -

78
PT BBS PT GUM PT MPC
Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Karyawan Tetap 92 95 - 114 - - 51 - -
Karyawan Kontrak 95 82 - 28 - - 27 - -
Jumlah 187 177 - 142 - - 78 - -

PT LSP PT SBS
Keterangan
31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015 31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015
Karyawan Tetap 9 - - 201 - -
Karyawan Kontrak 88 - - 109 - -
Jumlah 97 - - 310 - -

Komposisi Karyawan Masing-Masing Perusahaan Anak Menurut Jabatan

PT MHCI PT DHCI PT BDH


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur - - - 4 1 3 4 5 3
Manager - - 1 10 4 4 18 18 17
Supervisor 1 2 2 21 21 17 71 30 20
Staf lainnya 6 7 53 84 96 98 278 321 327
Jumlah 7 9 56 119 122 122 371 374 367

PT GFA PT EJM PT RS SHS


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 4 3 3 4 5 5 3 4 4
Manager 9 7 7 7 7 7 14 7 8
Supervisor 55 27 29 60 40 44 79 39 46
Staf lainnya 236 264 281 278 299 325 267 301 368
Jumlah 304 301 320 349 351 381 363 351 426

PT GPN PT KJM PT TPM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 4 3 1 5 1 1 2 2 -
Manager 7 7 7 5 4 8 7 6 -
Supervisor 25 10 12 40 26 27 30 17 -
Staf lainnya 201 198 199 295 314 317 123 160 -
Jumlah 237 218 219 345 345 353 162 185 -

PT TBK PT SMC PT MST


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 2 1 - - 1 1 2 3 3
Manager 5 4 - 4 5 5 16 13 10
Supervisor 18 5 - 4 3 3 77 23 18
Staf lainnya 40 59 - 28 32 51 113 171 171
Jumlah 65 69 - 36 41 60 208 210 202

PT TRW PT BCI PT RSCM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 3 1 1 5 3 3 5 5 5
Manager 12 7 6 13 3 4 10 7 6
Supervisor 39 31 43 54 37 29 54 23 20
Staf lainnya 97 116 141 364 358 369 147 180 186
Jumlah 151 155 191 436 401 405 216 215 217

79
PT IKA PT SRD PT LBJ
Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 2 - - 1 1 - - 1 -
Manager 4 1 - 1 2 - 7 5 -
Supervisor 1 2 - 9 12 - 29 11 -
Staf lainnya 1 29 - 48 158 - 141 144 -
Jumlah 8 32 - 59 173 - 177 161 -

PT BBS PT GUM PT MPC


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Direktur 2 2 - 1 - - - - -
Manager 4 4 - 5 - - 3 - -
Supervisor 20 14 - 11 - - 16 - -
Staf lainnya 161 157 - 125 - - 59 - -
Jumlah 187 177 - 142 - - 78 - -

PT LSP PT SBS
Keterangan
31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015 31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015
Direktur    1 - - 1 - -
Manager  4 - - 2 - -
Supervisor 12 - - 66 - -
Staf lainnya 80 - - 241 - -
Jumlah 97 - - 310 - -

Komposisi Karyawan Masing-Masing Perusahaan Anak Menurut Jenjang Pendidikan

PT MHCI PT DHCI PT BDH


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana - - - 3 3 6 6 5 5
Sarjana 6 7 13 26 27 27 128 128 124
Sarjana Muda/
Diploma 1 1 39 70 71 66 164 170 166
SLTA, SLTP dan
lainnya - 1 4 20 21 23 73 71 72
Jumlah 7 9 56 119 122 122 371 374 367

PT GFA PT EJM PT RS SHS


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 2 3 6 1 2 2 5 5 11
Sarjana 43 42 44 54 57 61 114 110 103
Sarjana Muda/
Diploma 176 171 177 202 201 212 163 156 211
SLTA, SLTP dan
lainnya 83 85 93 92 91 106 81 80 101
Jumlah 304 301 320 349 351 381 363 351 426

PT GPN PT KJM PT TPM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 1 2 4 1 1 3 1 1 -
Sarjana 95 89 91 77 80 89 56 69 -
Sarjana Muda/
Diploma 117 98 95 196 193 188 84 87 -
SLTA, SLTP dan
lainnya 24 29 29 71 71 73 21 28 -
Jumlah 237 218 219 345 345 353 162 185 -

80
PT TBK PT SMC PT MST
Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 3 2 - - 1 1 5 4 8
Sarjana 14 14 - 14 16 16 71 72 51
Sarjana Muda/
Diploma 37 37 - 19 21 37 76 77 81
SLTA, SLTP dan
lainnya 11 16 - 3 3 6 56 57 62
Jumlah 65 69 - 36 41 60 208 210 202

PT TRW PT BCI PT RSCM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 2 2 15 3 3 14 3 3 9
Sarjana 47 53 40 131 121 58 54 56 44
Sarjana Muda/
Diploma 70 67 89 216 191 236 99 99 101
SLTA, SLTP dan
lainnya 32 33 47 86 86 97 60 57 63
Jumlah 151 155 191 436 401 405 216 215 217

PT IKA PT SRD PT LBJ


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 1 - - 1 1 - 1 1 -
Sarjana 6 6 - 18 43 - 48 42 -
Sarjana Muda/
Diploma 1 21 - 27 103 - 112 103 -
SLTA, SLTP dan
lainnya - 5 - 13 26 - 16 15 -
Jumlah 8 32 - 59 173 - 177 161 -

PT BBS PT GUM PT MPC


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
Pasca Sarjana 2 1 - - - - 1 - -
Sarjana 33 32 - 26 - - 20 - -
Sarjana Muda/ -
Diploma 121 116 - 103 - - 46 -
SLTA, SLTP dan -
lainnya 31 28 - 13 - - 11 -
Jumlah 187 177 - 142 - - 78 - -

PT LSP PT SBS
Keterangan
31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015 31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015
Pasca Sarjana 1 - - 16 - -
Sarjana 27 - - 50 - -
Sarjana Muda/Diploma 57 - - 173 - -
SLTA, SLTP dan lainnya 12 - - 71 - -
Jumlah 97 - - 310 - -

Komposisi Karyawan Masing-Masing Perusahaan Anak Menurut Kelompok Usia

PT MHCI PT DHCI PT BDH


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 3 4 49 57 61 58 242 256 262
31 s/d 45 tahun 4 5 7 48 47 47 120 109 97
46 s/d 55 tahun - - - 13 13 13 9 9 8
> 55 tahun - - - 1 1 4 - - -
Jumlah 7 9 56 119 122 122 371 374 367

81
PT GFA PT EJM PT RS SHS
Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 176 174 198 175 185 215 259 253 335
31 s/d 45 tahun 116 116 109 152 148 146 99 95 87
46 s/d 55 tahun 10 9 11 20 16 17 2 1 3
> 55 tahun 2 2 2 2 2 3 3 2 1
Jumlah 304 301 320 349 351 381 363 351 426

PT GPN PT KJM PT TPM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 155 149 152 282 291 298 109 132 -
31 s/d 45 tahun 77 63 62 63 54 53 49 49 -
46 s/d 55 tahun 5 6 5 - - 1 4 4 -
> 55 tahun - - - - - 1 - - -
Jumlah 237 218 219 345 345 353 162 185 -

PT TBK PT SMC PT MST


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 57 64 - 26 28 45 100 109 109
31 s/d 45 tahun 5 4 - 8 10 11 97 90 78
46 s/d 55 tahun 3 1 - 1 3 4 9 9 12
> 55 tahun - - - 1 - - 2 2 3
Jumlah 65 69 - 36 41 60 208 210 202

PT TRW PT BCI PT RSCM


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 84 92 120 346 319 319 127 127 137
31 s/d 45 tahun 64 61 67 84 76 79 75 74 69
46 s/d 55 tahun 3 2 4 6 6 6 8 8 5
> 55 tahun - - - - - 1 6 6 6
Jumlah 151 155 191 436 401 405 216 215 217

PT IKA PT SRD PT LBJ


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 2 29 - 49 153 - 138 126 -
31 s/d 45 tahun 4 3 - 7 16 - 35 32 -
46 s/d 55 tahun 1 - - 3 2 - 4 3 -
> 55 tahun 1 - - - 2 - - - -
Jumlah 8 32 - 59 173 - 177 161 -

PT BBS PT GUM PT MPC


Keterangan 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des 31 Mei 31 Des 31 Des
2017 2016 2015 2017 2016 2015 2017 2016 2015
s/d 30 tahun 166 161 - 108 - - 65 - -
31 s/d 45 tahun 18 14 - 32 - - 11 - -
46 s/d 55 tahun 2 1 - 1 - - 1 - -
> 55 tahun 1 1 - 1 - - 1 - -
Jumlah 187 177 - 142 - - 78 - -

PT LSP PT SBS
Keterangan
31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015 31 Mei 2017 31 Des 2016 31 Des 2015
s/d 30 tahun 63 - - 163 - -
31 s/d 45 tahun 31 - - 123 - -
46 s/d 55 tahun 2 - - 19 - -
> 55 tahun 1 - - 5 - -
Jumlah 97 - - 310 - -

82
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang pelayanan kesehatan, Perseroan memiliki karyawan
dengan keahlian khusus. Pada tanggal 31 Mei 2017, terdapat sekitar 500 dokter umum, 4.000 perawat,
150 apoteker, dan 200 radiografer.

Perseroan saat ini memiliki Peraturan Perusahaan yang telah disahkan berdasarkan Keputusan
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian
Ketenagakerjaan R.I. Nomor KEP. 1452/PHIJSK-PK/PP/XI/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang
Pengesahan Peraturan Perusahaan atas nama PT Siloam International Hospitals Tbk. Peraturan
Perusahaan ini bersama dengan Kebijakan-kebijakan Perusahaan lainnya menjadi landasan dalam
menjamin hak dan kewajiban Perusahaan maupun Karyawan agar tercipta suatu kondisi dan hubungan
kerja yang harmonis antara Perusahaan dan Karyawan, yang pada akhirnya dapat mendukung
kelancaran dan kemajuan usaha demi tercapainya tujuan bersama.

Perseroan tidak memiliki serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan.

Pengembangan Kompetensi, Karir dan Kesejahteraan Sosial Karyawan

Mengingat pentingnya peran karyawan bagi keberhasilan dan kemajuan usaha Perseroan, maka
Perseroan terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan serta memacu
produktivitas dan motivasi tiap karyawan, antara lain dengan:

a. Sistem Penghargaan

Dengan berdasarkan keputusan rapat, manajemen akan memberikan penghargaan berupa piagam
dan/atau hadiah kepada karyawan yang dinilai berjasa tersebut. Bonus produksi bertujuan untuk
mendorong pekerja mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai dalam satu
periode pencapaian produksi aktual.

b. Sistem Kenaikan Gaji

Perseroan selalu mengikuti dan memenuhi ketentuan-ketentuan Pemerintah yang berhubungan


dengan kesejahteraan antara lain peninjauan gaji minimal satu kali dalam setahun berdasarkan
keputusan Direksi dan berupa penyesuaian besarnya gaji dan upah yang sejalan dengan tingkat
kinerja karyawan dan juga laju inflasi dan di atas standar gaji minimum dan UMP (Upah Minimum
Provinsi) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Paket pengupahan yang diterapkan di perusahaan
berusaha selalu mengacu kepada prinsip dasar pengupahan yaitu komparatif secara internal dan
kompetitif secara eksternal di industri yang sama.

c. Menyediakan Berbagai Macam Bentuk Tunjangan dan Fasilitas

Perseroan juga memberikan sejumlah tunjangan dan fasilitas yang diharapkan mampu mendorong
peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan Perseroan. Adapun tunjangan maupun fasilitas
yang disediakan oleh Perseroan mencakup:
• Pemberian Tunjangan Hari Raya secara teratur pada setiap tahunnya
• Asuransi penggantian biaya perawatan rumah sakit;
• Asuransi pengobatan dan dokter;
• Pemberian bantuan kedukaan bagi karyawan yang meninggal dunia;
• Pemberian penghargaan kepada karyawan yang memiliki masa kerja 10 tahun,
• Pemberian bantuan bagi karyawan yang mengalami musibah akibat force majeur;
• Pemberlakuan program asuransi tenaga kerja melalui Jamsostek yang meliputi jaminan
kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian

83
d. Program Pelatihan

Perseroan menyadari seiring dengan pengembangan usaha Perseroan juga harus diimbangi dengan
pengembangan terhadap karyawannya melalui pendidikan maupun pelatihan-pelatihan secara terpadu
dan berkesinambungan, baik dalam aspek pengetahuan, ketrampilan maupun peningkatan kompetensi
berdasarkan program pengembangan yang telah ditetapkan. Program pelatihan Perseroan terbagi
menjadi 2 kelompok yaitu In House Training yang diselenggarakan oleh Perseroan yang berupa
program peningkatan kemampuan manajemen umum, manajemen fungsional dan program perluasan
wawasan, manajemen keuangan, audit keuangan dan Informasi teknologi dan lain-lain, serta program
pelatihan ekseternal yang dilakukan oleh pihak luar. Selain itu, Perseroan juga mengirimkan pegawai
untuk berbagai pelatihan atau seminar yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri.

8. SKEMA KEPEMILIKAN PERSEROAN

Berikut merupakan skema kepemilikan saham dari Perseroan pada tanggal 31 Mei 2017:

Keterangan:
* Masyarakat dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%

Pengendali Perseroan adalah Pacific Asia Investments Ltd.

84
Berikut merupakan skema kepemilikan Perseroan atas Perusahaan Anak yang dimilikinya:

PT Siloam International Hospitals Tbk

99,86% 99,99% 99,80% 99,67% 99,98% 99,83% 99,99% 99,99% 0,25% 0,01% 0,01% 99,99% 99,99%

Multiselaras Aritasindo Perdana Siloam Guchi Prawira Pancawarna Kusuma Graha Mahkota Tunggal
SHLV SHSB SHMN SHDP SHTB
Anugerah* Permai Kencana Graha Kencana Tata Semesta* Primadana* Utama Buana Pilar
Semesta* Mandiri* Utama* Emas* Semesta* Medika 99,99% 0,01%
Selaras* Perkasa*

14,89% 27,26% 17,53%


Kirana Siloam Emergency
Puspa 99,99% 99,99%
Services*
SHMT Cemerlang*
MRCCC
SHKJ SHMK RSUS
50% 83% 79,96% 80% 80%
Sumber 99,75%
Bahagia Lishar Medika Harapan
Nusa 50% East Golden Balikpapan Diagram Adijaya 0,01% 99,99%
Sentosa Sentosa 99,99% Cemerlang
Medika Jakarta First Damai Healthcare Buana
Pratama Indah*
Perkasa* Medika Atlanta Husada Indonesia Sakti*

SHCB SHST

Siloam Anugerah
75% 25% Adamanisa Karya
70% Sentra Medika 99,91%
SHLC SHJB SHBP SHCN Sumsel Sejahtera*
Trisaka Kemitraan*
BIMC NUSA
Reksa RSBS
0,01% DUA 40%
Waluya

99,99% RSSH 25% Tirtasari 75%


60% 99,99% Visindo Galaxy
Sumsel Kencana*
Jaya*
Medika
Sarana BIMC KUTA Bina Cipta 75%
25%
20% Traliansia 80% Semesta*
SHPL
Mega Buana 99,86% Kuta Seminyak
25% 75% Kirana*
Bhakti

Bumi SHBB
Unggul
0,01% Persada* 99,99%
Agung Cipta Banjar Medika
25% Raya* 75% 99,99% Nusa*
Sentra
Sejahtera
25% Utama* 75% 25% Tataka Bumi
Karya 75%

Sembada Karya
SHBG 99,99% Megah*
SHKP SHYG SHMD SHPW ASRI SHSM SHLB SHBN

Tataka Karya 75%


25% Indah*
99,99% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% Aceh Cemerlang
99,99%
Harapan*
*Ambon
Koridor Krisolis Taruna Gramari Berlian Rashal Sembilan Lintas Bina Siloam 25% Bangun 75%
Usaha Jaya Perkasa Prima Cahaya Siar Cakra Raksa Buana Bahtera Medika Nusa
Maju* Mandiri Megah Nusa Indah Medika Dinamika Jaya Sejati Cemerlang

25% Mulia 75%


0,01% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 99,99% Harmoni Selaras
Keterangan: Pratama
Indah*
Cemerlang
* belum aktif
25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25%

SHBT
Binjai Gemilang CiptaKarya Lintang Aryamedika Gempita Saritama Genta Sentra Inti Siloam Indah
99,99% Brenada Karya
Jaya Mulia Tirta Laksana Teguh Nusa Mandiri Raya Sehat Pratama Radiology Kemilau
Indah* Bekasi* Cemerlang* Utama* Tunggal* Sejahtera* Zamrud* Internusa* Sejahtera* Medika* Indonesia* Abadi* 25% Medika 75% Bangsa*
Rescue
International*
75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75%

Keterangan:
Keterangan:
* belum aktif
* belum aktif

85
9. HUBUNGAN KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN DENGAN PEMEGANG SAHAM
BERBENTUK BADAN HUKUM DAN PERUSAHAAN ANAK

I. Hubungan kepengurusan dan pengawasan dengan Pemegang Saham Perseroan dengan


kepemilikan di atas 5%

Pemegang Saham
Pihak Perseroan
PT MKP PHCL
John Riady PK - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - -
Theo L. Sambuaga K - -
Tjokro Libianto K - -
John Nicholas Pitsonis K - -
Andy Nugroho Purwohardono K - D
Farid Harianto KI - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - -
Jonathan L. Parapak KI - -
Ketut Budi Wijaya PD K -
Caroline Riady WPD - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D - -
dr. Anang Prayudi D - -
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - -
Atiff Ibrahim Gill D - D
Budi Raharjo Legowo D - -
Ryanto Marino Tedjomulja D - -
Marta Jonatan DI - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
WPK : Wakil Presiden Komisaris WPD : Wakil Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen D : Direktur
K : Komisaris DI : Direktur Independen

II. Hubungan kepengurusan dan pengawasan dengan Perusahaan Anak Kepemilikan Langsung
Perseroan

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT MHCI PT VGJ PT PTS PT AKS PT GKE PT ACH PT BKB
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D - PD PD - PD PD -
dr. Anang Prayudi D PD D D PD D D -
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D -
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

86
Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT HSI PT KP PT BMN PT PWS PT SKM PT SES PT AP
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD PD PD PD PD
dr. Anang Prayudi D D D D D D D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -

Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT MSA PT TMB PT SGU PT PKM PT TPP PT MBS PT SBS
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK -
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD PD PD PD PK
dr. Anang Prayudi D D D D D D D PD
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D -
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -

Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

87
Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT GUM PT KPC
John Riady PK - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - -
Theo L. Sambuaga K - -
Tjokro Libianto K - -
John Nicholas Pitsonis K - -
Andy Nugroho Purwohardono K - -
Farid Harianto KI - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - -
Jonathan L. Parapak KI - -
Ketut Budi Wijaya PD - PK
Caroline Riady WPD - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PK PD
dr. Anang Prayudi D PD D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - -
Atiff Ibrahim Gill D - -
Budi Raharjo Legowo D - D
Ryanto Marino Tedjomulja D - -
Marta Jonatan DI - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

III. Hubungan kepengurusan dan pengawasan dengan Perusahaan Anak Kepemilikan Tidak
Langsung Perseroan

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT SSK PT DHCI PT BDH PT ABS PT NMP PT GFA PT EJM
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - PK - - - -
Tjokro Libianto K - - - K K K -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK - K PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD - PD D PD
dr. Anang Prayudi D D WPK D - D D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - WPD - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D - D - D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

88
Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT RS SHS PT TK PT GPN PT KJM PT ABN PT ACR PT BCS
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD PD PD PD PD
dr. Anang Prayudi D D D D D D D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi R Legowo D D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -

Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT MBB PT TPM PT TBK PT TKI PT SMC PT KUM PT MST
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD PD - PD -
dr. Anang Prayudi D D D D D PD D PD
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
WPK : Wakil Presiden Komisaris WPD : Wakil Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen D : Direktur
K : Komisaris DI : Direktur Independen

89
Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT TRW PT SSU PT BUP PT BCI PT RSCM PT MPC
John Riady PK - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK K PK
Caroline Riady WPD - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD PD PD K PD
dr. Anang Prayudi D D D D D WPD D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
WPK : Wakil Presiden Komisaris WPD : Wakil Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen D : Direktur
K : Komisaris DI : Direktur Independen

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT MRI PT IKA PT SRI PT IPM PT SSS PT GRI PT SRD
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D K PD PD PD PD PD PD
dr. Anang Prayudi D PD D - D D D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
WPK : Wakil Presiden Komisaris WPD : Wakil Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen D : Direktur
K : Komisaris DI : Direktur Independen

90
Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT SMZ PT GNS PT ATT PT LBJ PT BBS PT LLU PT CTC
John Riady PK - - - - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - - - - -
Tjokro Libianto K - - - - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - - - - -
Farid Harianto KI - - - - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - - - - -
Ketut Budi Wijaya PD PK PK PK PK PK PK PK
Caroline Riady WPD - - - - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PD PD - PD PD PD PD
dr. Anang Prayudi D D D PD - D D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - - - - -
Budi Raharjo Legowo D D D D D D D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - - - - -
Marta Jonatan DI - - - - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

Perusahaan Anak
Pihak Perseroan
PT LSP PT ASM PT BJI PT GMB
John Riady PK - - - -
Romeo Fernandez Lledo WPK - - - -
Theo L. Sambuaga K - - - -
Tjokro Libianto K - - - -
John Nicholas Pitsonis K - - - -
Andy Nugroho Purwohardono K - - - -
Farid Harianto KI - - - -
Dr. Niel Byron Nielson KI - - - -
Jonathan L. Parapak KI - - - -
Ketut Budi Wijaya PD - - PK PK
Caroline Riady WPD - - - -
dr. Grace Frelita Indradjaja D PK PK PD PD
dr. Anang Prayudi D PD PD D D
Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes. D - - - -
Atiff Ibrahim Gill D - - - -
Budi Raharjo Legowo D - - D D
Ryanto Marino Tedjomulja D - - - -
Marta Jonatan DI - - - -
Keterangan:
PK : Presiden Komisaris PD : Presiden Direktur
KI : Komisaris Independen WPD : Wakil Presiden Direktur
K : Komisaris D : Direktur
DI : Direktur Independen

91
10. KELOMPOK USAHA PERSEROAN

Berikut ini adalah tabel keterangan ringkas mengenai Kelompok Usaha Perseroan:

Bentuk Hubungan Dengan


Nama Perusahaan Kegiatan Usaha
Perseroan
PT Lippo Karawaci Tbk Mengusahakan perusahaan real estate dan urban development Pemegang Saham Tidak
dan sarana penunjangnya serta menjalankan usaha dalam Langsung
bidang jasa termasuk pembangunan perumahan, perkantoran,
perindustrian, perhotelan, rumah sakit, pusat perbelanjaan,
fasilitas umum, hospitality, pelayanan kesehatan beserta
fasilitasnya baik secara langsung maupun melalui penyertaan
(investasi) ataupun pelepasan (divestasi) modal sehubungan
dengan kegiatan usaha utama Perseroan dalam perusahaan
lain.

11. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

Aset Tanah Perseroan dan Perusahaan Anak

Tanggal Tanggal
No. Sertifikat Hak Penerbitan Berakhir Lokasi Luas (m²) Pemegang Hak
Sertifikat Hak
1. Sertifikat HGB 14 Mei 1992 18 Juni 2039 Desa Paal Merah, Kecamatan 2.240 PT Golden First
No. 840 Jambi, Kodya Jambi, Propinsi Atlanta
Jambi
2. Sertifikat HGB 14 Mei 1992 18 Juni 2039 Desa Paal Merah, Kecamatan 2.260 PT Golden First
No. 841 Jambi, Kodya Jambi, Propinsi Atlanta
Jambi
3. Sertifikat HGB 3 Juli 2008 18 Juni 2039 Desa Paal Merah, Kecamatan 2.632 PT Golden First
No. 842 Jambi, Kodya Jambi, Propinsi Atlanta
Jambi
4. Sertifikat HGB 14 April 2005 27 Januari Desa Paal Merah, Kecamatan 2.817 PT Golden First
No. 893 2036 Jambi, Kodya Jambi, Propinsi Atlanta
Jambi
5. Sertifikat HGB 29 Oktober 24 September Kelurahan Gunung Bahagia, 12.562 PT Balikpapan
No. 2069 2003 2036 Kecamatan Balikpapan Selatan, Damai Husada
Kota Balikpapan, Propinsi
Kalimantan Timur
6. Sertifikat HGB 2 Maret 2011 19 Desember Kelurahan Pangkalan Jati, 2.911 PT Diagram Health
No. 01151 2033 Kecamatan Cinere, Depok, Care Indonesia
Propinsi Jawa Barat
7. Sertifikat HGB 6 Juli 2001 5 Juli 2021 Jl. Duren Tiga No. 20 Kelurahan 3.554 PT Rashal Siar
No. 1139 Duren Tiga, Kecamatan Cakra Medika
Pancoran, Kodya Jakarta
Selatan, Propinsi DKI Jakarta
8. Sertifikat HGB 27 Januari 7 Mei 2037 Kelurahan Benoa, Kecamatan 7.880 PT Trisaka Reksa
No. 6098 2011 Kuta Selatan, Kabupaten Waluya
Badung, Propinsi Bali
9. Sertifikat HGB 19 Februari 23 Februari RT 006/ RW 004, Kelurahan 186 PT Lishar Sentosa
No. 17059 2000 2047 Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Pratama
Timur, Kota Bekasi, Propinsi
Jawa Barat
10. Sertifikat HGB 1 Mei 1993 23 Februari Kelurahan Duren Jaya, 620 PT Lishar Sentosa
No. 17060 2047 Kecamatan Bekasi Timur, Kota Pratama
Bekasi, Propinsi Jawa Barat
11. Sertifikat HGB 19 Februari 23 Februari RT 006/ RW 004, Kelurahan 1073 PT Lishar Sentosa
No. 17061 2020 2047 Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Pratama
Timur, Kota Bekasi, Propinsi
Jawa Barat
12. Sertifikat HGB 19 September 5 September Kelurahan Pagesangan, 11.560 PT Grha Ultima
No. 730 2014 2044 Kecamatan Mataram, Kota Medika
Mataram, Propinsi Nusa
Tenggara Barat
13. Sertifikat HGB 19 Desember 27 April 2047 Kelurahan Belitung Utara, 2.118 PT Mahkota Buana
No. 00018 2011 Kecamatan Banjarmasin Barat, Selaras
Kota Banjarmasin, Propinsi
Kalimantan Selatan

92
Tanggal Tanggal
No. Sertifikat Hak Penerbitan Berakhir Lokasi Luas (m²) Pemegang Hak
Sertifikat Hak
14. Sertifikat HGB 19 Desember 27 April 2047 Kelurahan Belitung Utara, 4.192 PT Mahkota Buana
No. 00019 2011 Kecamatan Banjarmasin Barat, Selaras
Kota Banjarmasin, Propinsi
Kalimantan Selatan
15. Sertifikat HGB 21 Juli 2017 18 Juli 2037 Desa Beurawe, Kecamatan 5.962 PT Mahkota Buana
No. 02006 Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Selaras
Propinsi Aceh

Selain aset-aset tersebut, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki peralatan kesehatan dan inventaris
kantor yang juga digunakan dalam melakukan kegiatan usaha.

12. ASURANSI

Perseroan dan Perusahaan Anaknya memiliki berbagai jenis pertanggungan asuransi, yang dilakukan
dengan PT Lippo General Insurance Tbk (“LGI”), pihak terafiliasi Perseroan, namun tidak ada perlakuan
yang berbeda dari pihak LGI kepada Perseroan atas transaksi asuransi maupun dari Perseroan kepada
LGI untuk menerima penawaran pertanggungan asuransi dibandingkan dengan yang diajukan oleh
perusahaan-perusahaan asuransi lainnya. Selain itu, Perusahaan Anak Perseroan juga memiliki
pertanggungan asuransi dari pihak ketiga.

Perseroan juga mewajibkan setiap dokter untuk memiliki asuransi atas risiko malpraktek medis.
Perseroan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut telah mencukupi untuk menutupi
risiko-risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan dan mencukupi untuk mentutupi kerugian-kerugian
yang timbul atas aset yang dipertanggungkan.

Aset Perseroan yang bersifat material telah diasuransikan dan asuransi tersebut cukup untuk menutup
seluruh kerugian yang mungkin dapat terjadi apabila aset tersebut mengalami kerusakan atau musnah.

Dalam hal jangka waktu perjanjian/polis asuransi berakhir, Perseroan akan melakukan perpanjangan
atau pembaruan atas asuransi-asuransi tersebut, dengan nilai pertanggungan yang cukup untuk
menutup kerugian material yang dapat dialami Perseroan.

Tabel berikut merupakan daftar asuransi yang dimiliki Perseroan dan Perusahaan Anak yang bersifat
material dalam kegiatan usaha Perseroan:

a. Siloam Hospitals Lippo Village

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- PT Lippo Semua Risiko Rp77.146.168,20 Rp84.501.943.664 31 PT Lippo
000007 Karawaci Tbk Properti Desember General
dan/atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Village
2. 1801351600030- PT Lippo a. Terorisme a. Rp19.353.952,52 Rp84.501.943.664,70 31 PT Lippo
000007 Karawaci Tbk dan Sabotase Desember General
dan/atau Siloam – (Hanya 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo Bangunan)
Karawaci
b. Terorisme dan
Sabotase – b. Rp16.313.100,22
Gangguan
Bisnis
3. 1808031600112- PT Lippo Kerusakan Rp32.550.000 Rp65.000.000.000 31 PT Lippo
000006 Karawaci Tbk Mesin – Hanya Desember General
dan/atau Siloam Bangunan 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Karawaci

93
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
4. 1801051600416- PT Siloam a. Gangguan a. Rp129.287.973 Rp84.501.943.664 31 PT Lippo
000007 International Bisnis Desember General
Hospitals Tbk b. Rp153.387.968 2017 Insurance Tbk
b. Gempa Bumi

5. 1801351600030- PT Siloam a. Terorisme a. Rp62.791.250 Rp325.000.000.000 31 PT Lippo


000006 International dan Sabotase Desember General
Hospitals Tbk – (Non 2017 Insurance Tbk
Gangguan
Bisnis)
b. Gangguan
Bisnis b. SGD4.192,47
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp29.272.497,07 Rp58.444.994.133 31 PT Lippo
000007 International Mesin Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
7. 1809011600048 PT Lippo Kewajiban Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
Karawaci Tbk Umum Desember General
dan/atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Karawaci
8. 1812120900012 PT Siloam Asuransi Uang Rp925.000 Rp350.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
9. 1102211600301 PT Siloam Kendaraan Rp18.675.054,61 Rp718.649.173,71 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
10. 1801281600026- PT Siloam Semua Risiko a. Rp135.606.687,50 Rp325.000.000.000 31 PT Lippo
000006 International Properti - Desember General
Hospitals Tbk Gangguan b. SGD9.058,10 2017 Insurance Tbk
Bisnis
11. 1801051600416- PT Siloam Semua Risiko a. Rp135.606.687,50 Rp325.000.000.000 dan 31 PT Lippo
000006 International Properti - SGD21.716.991 Desember General
Hospitals Tbk Gempa Bumi b. SGD9058,10 2017 Insurance Tbk

c. Rp497.250.000

d. SGD33.227

b. Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Lippo Kerusakan Mesin Rp24.752.814,71 Rp49.405.629.418 31 PT Lippo
000018 Karawaci Tbk Desember General
dan/atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Kebon
Jeruk
2. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp58.669.135,68 Rp59.734.271.076,46 31 PT Lippo
000019 International Properti – dan Desember General
Hospitals Tbk Peralatan Rp80.662.437.337,16 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam Kesehatan
Hospitals
Kebon Jeruk
dan/atau Anak
Perusahaan
3. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp28.796.226,05 Rp58.734.271.076,46 31 PT Lippo
000018 International dan Sabotase dan Desember General
Hospitals – Peralatan Rp80.662.437.337,16 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/atau Kesehatan
Siloam Hospitals
Kebon Jeruk
dan/atau Anak
Perusahaan
4. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Mesin Rp24.790.000 Rp49.480.000.000 31 PT Lippo
000017 International Desember General
Hospitals Tbk. 2017 Insurance Tbk

94
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
5. 1809011600048- PT Bank CIMB Kewajiban Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000010 Niaga Tbk Umum Desember General
dan/atau PT 2017 Insurance Tbk
Graha Indah
Pratama dan/
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
6. 1812121000005 PT Siloam Asuransi Uang Rp872.000 Rp300.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk. 2017 Insurance Tbk
7. 1102051600096 PT Siloam Kendaraan Rp896.827,60 Rp26.280.000 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk. 2017 Insurance Tbk
8. 1102211600297 PT Siloam Asuransi Rp22.172.537,39 Rp960.940.721,10 31 PT Lippo
International Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk. Bermotor 2017 Insurance Tbk

c. Siloam Hospitals Surabaya

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- PT Tata Prima a. Semua Resiko a. Rp24.464.959 a. Rp62.000.000.000 31 PT Lippo
000004 & Indah dan/ Properti Desember General
1801051600416- atau PT Lippo – Hanya 2017 Insurance Tbk
000004 Karawaci Tbk Bangunan
dan/atau HSBC b. Semua Resiko b. SGD1.916,62 b. SGD4.867.307
Institutional Properti –
Trust Services Gangguan c. Rp62.000.000
(Singapore) Bisnis
Limited d. SGD4.867,31
2. 1801351600030- PT Tata Prima a. Terorisme a. Rp16.117.610 a. Rp62.000.000.000 31 PT Lippo
000004 Indah dan/ dan Sabotase Desember General
atau PT Lippo – Hanya 2017 Insurance Tbk
Karawaci Tbk Bangunan
dan/atau HSBC b. Terorisme b. SGD1.261,39 b. SGD4.867.307
Institutional dan Sabotase
Trust Services – Gangguan
(Singapore) Bisnis
Limited
3. 1808031600112- PT Tata Prima Kerusakan Rp6.250.000 Rp12.400.000.000 31 PT Lippo
000004 Indah dan/ Mesin – Hanya Desember General
atau PT Lippo Bangunan 2017 Insurance Tbk
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp29.958.780,48 dan Rp31.179.101.865,87 31 PT Lippo
000005 & International Properti – Rp75.953.985,09 dan Rp44.774.883.226 Desember General
1801051600416- Hospitals Tbk Peralatan 2017 Insurance Tbk
000005 Kesehatan
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp19.773.855,01 Rp31.179.101.865,87 31 PT Lippo
000005 International dan Sabotase dan Rp44.774.883.226 Desember General
Hospitals Tbk – Peralatan 2017 Insurance Tbk
Kesehatan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Mesin Rp15.048.535,37 Rp29.999.070.732,75 31 PT Lippo
000005 International – Alat Medis + Desember General
Hospitals Tbk CTNS 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals
Surabaya dan/
atau PT Tata
Prima Indah
dan/atau Anak
Perusahaan

95
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
7. 1809011600048 PT Tata Prima Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
Indah dan/ Desember General
atau PT Lippo 2017 Insurance Tbk
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
8. 1812121600005 PT Siloam Asuransi Uang Rp675.000 Rp250.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals
Surabaya dan/
atau PT Tata
Prima Indah
dan/atau Anak
Perusahaan
9. 1202210900237 PT Siloam Kendaraan Rp34.567.489 Rp1.712.458.500 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
10. 1102051600042 PT Siloam Asuransi Rp766.973,88 Rp19.350.000 31 PT Lippo
I n t e r n a t i o n a l Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk Bermotor 2017 Insurance Tbk

d. Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Siloam a. Semua Resiko a. Rp59.991.976,63 a. Rp143.565.000.000 31 PT Lippo
000012 Hospitals Lippo Properti Desember General
Cikarang – Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Semua Resiko b. SGD2.676,89 b. SGD6.411.327
Properti –
Gangguan
Bisnis
2. 1801051600416- Siloam a. Semua Resiko a. Rp175.149.300 a. Rp143.565.000.000 31 PT Lippo
000012 Hospitals Lippo Properti Desember General
Cikarang (Gempa 2017 Insurance Tbk
Bumi) – Hanya
Bangunan
b. Semua Resiko b. SGD7.821,82 b. SGD6.411.327
Properti
(Gempa Bumi)
– Gangguan
Bisnis
3. 1801351600030- Siloam a. Terorisme a. Rp35.517.087,21 a. Rp143.565.000.000 31 PT Lippo
000012 Hospitals Lippo dan Sabotase Desember General
Cikarang – Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Terorisme b. SGD1.583,89 b. SGD6.411.327
dan Sabotase
– Gangguan
Bisnis
4. 1808031600112- Siloam Kerusakan Rp14.406.500 Rp28.713.000.000 31 PT Lippo
000011 Hospitals Lippo Mesin – Hanya Desember General
Cikarang Bangunan 2017 Insurance Tbk

5. 1801281600026- PT East Jakarta Semua Resiko Rp27.665.253,53 Rp69.140.359.340,34 31 PT Lippo


000013 Medika dan/ Properti – Alat Desember General
atau Siloam Medis 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Cikarang
6. 1801351600030- PT East Jakarta Terorisme dan Rp16.389.678,14 Rp66.140.359.340,34 31 PT Lippo
000013 Medika dan/ Sabotase – Alat Desember General
atau Siloam Medis 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Cikarang

96
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
7. 1808031600112- PT East Jakarta Kerusakan Mesin Rp14.113.126,74 Rp28.126.253.489,25 31 PT Lippo
000012 Medika dan/ – Alat Medis Desember General
atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Cikarang
8. 1809011600048- PT Lippo Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000007 Karawaci Tbk Desember General
2017 Insurance Tbk

9. 1812120900023 PT East Jakarta Asuransi Uang Rp362.500 Rp125.000.000 31 PT Lippo


Medika (Penyimpanan) Desember General
2017 Insurance Tbk

10. 1102211600298 PT East Kendaraan Rp3.709.660 Rp148.000.000 31 PT Lippo


Jakarta Medika Ambulans Desember General
qq. Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Lippo
Cikarang

e. Siloam Hospitals Jambi

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1 1801281600026- PT Golden First a. Semua Resiko a. Rp14.642.651,30 a. Rp37.058.348.814 31 PT Lippo
000030 & Atlanta dan/ Properti Desember General
1801281600026- atau Siloam – Hanya 2017 Insurance Tbk
000031 Hospitals Jambi Bangunan
b. Semua Resiko b. Rp9.655.619,44 b. Rp24.393.675.161,11
Properti – Alat
Medis
2. 1801051600416- PT Golden First Semua Resiko Rp24.393.675,16 Rp24.393.675.161,11 31 PT Lippo
000031 Atlanta dan/ Properti Desember General
atau Siloam (Gempa Bumi) 2017 Insurance Tbk
Hospitals Jambi – Alat Medis
3. 1801351600030- PT Golden First a. Terorisme a. Rp10.889.567,03 a. Rp37.058.348.814 31 PT Lippo
000030 & Atlanta dan/ dan Sabotase Desember General
1801351600030- atau Siloam – Hanya 2017 Insurance Tbk
000031 Hospitals Jambi Bangunan
b. Terorisme dan b. Rp7.185.149,98 b. Rp24.393.675.161,11
Sabotase – Alat
Medis
4. 1808031600112- PT Golden First a. Kerusakan a. Rp2.829.376,16 a. Rp5.558.752.322.10 31 PT Lippo
000029 & Atlanta dan/ Mesin – Hanya Desember General
1808031600112- atau Siloam Bangunan 2017 Insurance Tbk
000030 Hospitals Jambi b. Kerusakan b. Rp3.475.768,47 b. Rp6.851.536.941
Mesin – Alat
Medis
5. 1801351600030- PT Golden First Terorisme dan Rp7.185.149,98 Rp24.393.675.161,11 31 PT Lippo
000031 Atlanta dan/ Sabotase – Alat Desember General
atau Siloam Medis 2017 Insurance Tbk
Hospitals Jambi
6. 1809011600048- PT Golden First Kewajiban Umum Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
000015 Atlanta dan/ Desember General
atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals Jambi
7. 1812121200005- PT Siloam a. Asuransi Uang a. Rp72.000 a. Rp20.000.000 31 PT Lippo
000001 & International (Pemindahan) Desember General
1812121200005- Hospitals, Tbk b. Asuransi Uang b. Rp625.000 b. Rp250.000.000 2017 Insurance Tbk
000002 dan/atau Siloam (Penyimpanan)
Hospitals Jambi
8. 1102211300510- PT Golden First Kendaraan Rp17.310.181,25 Rp527.000.000 31 PT Lippo
000001-000004 Atlanta (Ambulance & Desember General
Mobil Kantor) 2017 Insurance Tbk

97
f. Siloam Hospitals Balikpapan

Jenis Tanggal
No Nomor Polis Nama Tertanggung Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Asuransi Berakhir
1. 1801281600026- PT Balikpapan Semua Resiko Rp28.545.192,30 Rp72.364.147.799 31 PT Lippo
000032 Damai Husada Properti Desember General
dan/atau Siloam – Hanya 2017 Insurance
Hospitals Balikpapan Bangunan Tbk
2. 1801351600030- PT Balikpapan Terorisme Rp19.015.195,86 Rp72.364.147.799 31 PT Lippo
000032 Damai Husada dan/ dan Sabotase Desember General
atau PT. Siloam – Hanya 2017 Insurance
International Bangunan Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan
3. 1808031600112- PT Balikpapan Kerusakan Rp5.477.311,08 Rp10.854.622.169,85 31 PT Lippo
000031 Damai Husada Mesin – Hanya Desember General
dan/atau Siloam Bangunan 2017 Insurance
Hospitals Balikpapan Tbk
4. 1801281600026- PT Balikpapan Semua Resiko Rp27.945.947,80 Rp70.842.353.637,52 31 PT Lippo
000033 Damai Husada dan/ Properti – Alat Desember General
atau PT. Siloam Medis + CTNS 2017 Insurance
International Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan
5. 1801351600030 PT Balikpapan Terorisme dan Rp18.616.364,04 Rp70.842.353.637,52 31 PT Lippo
- 000033 Damai Husada dan/ Sabotase – Desember General
atau PT. Siloam Alat Medis 2017 Insurance
International Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan
6. 1808031600112- PT Balikpapan Kerusakan Rp17.908.700,47 Rp35.717.400.944,25 31 PT Lippo
000032 Damai Husada dan/ Mesin – Alat Desember General
atau PT. Siloam Medis 2017 Insurance
International Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan
7. 1809011600048 PT Balikpapan Kewajiban Rp2.050.000 Rp2.000.000.000 31 PT Lippo
- 000016 Damai Husada dan/ Umum Desember General
atau PT. Siloam 2017 Insurance
International Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan
8. 1812121100003 PT Balikpapan Asuransi Uang Rp925.000 Rp875.000.000 31 PT Lippo
Damai Husada dan/ (Penyimpanan) Desember General
atau PT. Siloam 2017 Insurance
International Tbk
Hospitals Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Balikpapan

g. MRCCC

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Oversea- a.Semua Resiko a.Rp266.973.732,50 a.Rp639.300.000.000 31 PT Lippo
000010 & Chinese Banking Properti (Hanya Desember General
1801051600416- Corporation Bangunan) b.SGD13.238,81 b.SGD31.707.830 2017 Insurance Tbk
000010 Limited dan/atau b.Semua Resiko
PT Primatama - Gangguan c.Rp978.129.000
Cemerlang dan/ Bisnis
atau PT Lippo d.SGD48.512,98
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore) Limited

98
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
2. 1801351600030- Oversea- a.Terorisme a.Rp112.247.150 a.Rp639.300.000.000 31 PT Lippo
000010 Chinese Banking dan Sabotase b.SGD5.564,72 b.SGD31.707.830 Desember General
Corporation - (Hanya 2017 Insurance Tbk
Limited dan/atau Bangunan)
PT Primatama b.Terorisme
Cemerlang dan/ dan Sabotase –
atau PT Lippo Gangguan Bisnis
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Insititutional Trust
Service (Singapore)
Limited
3. 1808031600112- Oversea- Kerusakan Rp63.980.000 Rp127.860.000.000 31 PT Lippo
000009 Chinese Banking Mesin – Hanya Desember General
Corporation Bangunan 2017 Insurance Tbk
Limited dan/atau
PT Primatama
Cemerlang dan/
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore) Limited
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp75.766.906,12 dan Rp60.182.268.839,78 31 PT Lippo
000011 & International Properti – Rp277.460.909,80 dan Desember General
1801051600416- Hospitals Tbk dan/ Peralatan Rp121.164.731.028,60 2017 Insurance Tbk
000011 atau Mochtar Riady Kesehatan
Comprehensive
Cancer Centre
dan/atau Anak
Perusahaan
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp31.876.398,48 Rp60.182.268.839,78 31 PT Lippo
000011 International dan Sabotase dan Desember General
Hospitals Tbk dan/ – Peralatan Rp121.164.731.028,60 2017 Insurance Tbk
atau Mochtar Riady Kesehatan
Comprehensive
Cancer Centre
dan/atau Anak
Perusahaan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Mesin Rp41.264.019,70 Rp82.428.039.409,20 31 PT Lippo
000010 International – Peralatan Desember General
Hospitals Tbk dan/ Kesehatan 2017 Insurance Tbk
atau Mochtar Riady
Comprehensive
Cancer Centre
dan/atau Anak
Perusahaan
7. 1809011600048- Oversea- Kewajiban Rp12.050.000 Rp12.000.000.000 31 PT Lippo
000006 Chinese Banking Umum Desember General
Corporation dan/ 2017 Insurance Tbk
atau PT Primatama
Cemerlang dan/
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore) Limited
8. 1812121200004 PT Siloam Asuransi Uang Rp770.000 Rp150.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk

9. 1812121200004 PT Siloam Asuransi Uang Rp1.145.000 Rp200.000.000 31 PT Lippo


International (Pemindahan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
10. 1102211600306 PT Siloam Kendaraan Rp11.537.228,88 Rp763.250.000 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
11. 1102051600100 PT Siloam Asuransi Rp229.180 Rp7.200.000 31 PT Lippo
International Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk. Bermotor 2017 Insurance Tbk

99
h. RSUS

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp22.890.852,64 dan Rp23.169.251.403,83 dan 31 PT Lippo
000029 & International Properti – Rp78,228,655,23 Rp31.536.101.907 Desember General
1801051600416- Hospitals Tbk dan/ Peralatan 2017 Insurance
000029 atau Rumah Sakit Kesehatan Tbk
Umum Siloam
Lippo Village dan/
atau perusahaan
grup dan/atau
Anak Perusahaan
2. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp16.051.315,84 Rp23.169.251.403,83 dan 31 PT Lippo
000029 International dan Sabotase Rp31.536.101.907 Desember General
Hospitals Tbk dan/ – Peralatan 2017 Insurance
atau Rumah Sakit Kesehatan Tbk
Umum Siloam
Lippo Village dan/
atau perusahaan
grup dan/atau
Anak Perusahaan
3. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp10.519.748,85 Rp20.939.497.695,75 31 PT Lippo
000028 International Mesin – Desember General
Hospitals Tbk dan/ Peralatan 2017 Insurance
atau Rumah Sakit Kesehatan Tbk
Umum Siloam
Lippo Village dan/
atau perusahaan
grup dan/atau
Anak Perusahaan
4. 1809011600048- PT Siloam Kewajiban Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
000014 International Umum Desember General
Hospitals Tbk dan/ 2017 Insurance
atau Rumah Sakit Tbk
Umum Siloam
Lippo Village dan/
atau perusahaan
grup dan/atau
Anak Perusahaan
5. 1812121300003 PT Siloam Asuransi Uang Rp425.000 Rp150.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk dan/ 2017 Insurance
atau Rumah Sakit Tbk
Umum Siloam
Lippo Village dan/
atau perusahaan
grup dan/atau
Anak Perusahaan
6. 1102211600305 PT Siloam Kendaraan Rp7.235.083,50 Rp198.000.000 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance
Tbk

i. Siloam Hospitals Manado

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Oversea- a. Semua Resiko a.Rp138.628.875 a.Rp351.500.000.000 31 PT Lippo
000016 & Chinese Properti Desember General
1801051600416- Banking – Hanya 2017 Insurance Tbk
000016 Corporation Bangunan
Limited dan/ b. Semua Resiko b.SGD5.153,48 b.SGD13.071.615
atau PT Properti –
Menara Abadi Gangguan c.Rp537.795.000
Megah dan/ Bisnis
atau PT Lippo d.SGD19.999,57
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited

100
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
2. 1801351600030- PT Lippo a. Terorisme a.Rp70.991.487 a.Rp351.500.000.000 31 PT Lippo
000016 Karawaci dan Sabotase Desember General
Tbk dan/ – Hanya 2017 Insurance Tbk
atau Siloam Bangunan
Hospitals b. Terorisme b.SGD2.638,18 b.SGD13.071.615
Manado dan Sabotase
– Gangguan
Bisnis
3. 1808031600112- Oversea- Kerusakan Rp35.200.000 Rp70.300.000.000 31 PT Lippo
000015 Chinese Mesin – Hanya Desember General
Banking Bangunan 2017 Insurance Tbk
Corporation
Limited dan/
atau PT
Menara Abadi
Megah dan/
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp33.246.900,68 dan Rp30.224.438.521,88 31 PT Lippo
0000017 & International Properti – Rp128.985.481,66 dan Rp54.079.797.856 Desember General
1801051600416- Hospitals Peralatan 2017 Insurance Tbk
000017 Tbk dan/ Kesehatan
atau Siloam
Hospitals
Manado
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp17.064.702,51 Rp30.224.438.521,88 31 PT Lippo
000017 International dan Sabotase dan Rp54.079.797.856 Desember General
Hospitals – Peralatan 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/ Kesehatan
atau Siloam
Hospitals
Manado dan/
atau Anak
Perusahaan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp17.695.858,15 Rp35.291.716.305 31 PT Lippo
000016 International Mesin – Peralatan Desember General
Hospitals Kesehatan 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/
atau Siloam
Hospitals
Manado dan/
atau Anak
Perusahaan
7. 1809011600048 Oversea- Kewajiban Umum USD 1.005 USD 1.000.000 31 PT Lippo
Chinese Desember General
Banking 2017 Insurance Tbk
Corporation
Limited dan/
atau PT
Menara Abadi
Megah dan/
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
8. 1812121200008 PT Siloam Asuransi Uang Rp625.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/
atau Siloam
Hospitals
Manado dan/
atau Anak
Perusahaan
9. 1102211600307 PT Siloam Kendaraan Rp11.852.486,11 Rp540.000.000 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk

101
j. Siloam Hospitals Makassar

Tanggal
No Nomor Polis Nama Tertanggung Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Berakhir
1. 1801281600026- Oversea-Chinese a. Semua Resiko a. Rp66.597.975 a. Rp169.000.000.000 31 PT Lippo
000014 & Banking Corporation Properti Desember General
1801051600416- Limited dan/atau – Hanya 2017 Insurance Tbk
000016 PT Bayutama Bangunan
Sukses dan/atau b. Semua Resiko b. SGD3.523,43 b. SGD8.947.832
PT Lippo Karawaci Properti –
Tbk dan/atau HSBC Gangguan c. Rp128.440.000
Institutional Trust Bisnis
Services (Singapore) d. SGD6.800,35
Limited
2. 1801351600030- Oversea-Chinese a. Terorisme a. Rp38.666.669 a. Rp169.000.000.000 31 PT Lippo
000014 Banking Corporation dan Sabotase b. SGD8.947.832 Desember General
Limited dan/atau – Hanya b. SGD2.004.59 2017 Insurance Tbk
PT Bayutama Bangunan
Sukses dan/atau b. Terorisme
PT Lippo Karawaci dan Sabotase
Tbk dan/atau HSBC – Gangguan
Institutional Trust Bisnis
Services (Singapore)
Limited
3. 1808031600112- Oversea-Chinese Kerusakan Rp16.950.000 Rp33.800.000.000 31 PT Lippo
000013 Banking Corporation Mesin – Hanya Desember General
Limited dan/atau Bangunan 2017 Insurance Tbk
PT Bayutama
Sukses dan/atau
PT Lippo Karawaci
Tbk dan/atau HSBC
Institutional Trust
Services
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp38.605.993,78 dan Rp30.985.544.053,26 31 PT Lippo
000015 & International Properti – Rp74.414.463,27 dan Desember General
180105600416- Hospitals Tbk Peralatan Rp66.928.223.407,00 2017 Insurance Tbk
000015 dan/atau Siloam Kesehatan
Hospitals Makassar
dan/atau Anak
Perusahaan
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp22.423.393,78 Rp30.985.544.053,26 31 PT Lippo
000015 International dan Sabotase dan Rp66.928.223.407 Desember General
Hospitals Tbk – Peralatan 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam Kesehatan
Hospitals Makassar
dan/atau Anak
Perusahaan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp22.600.521,02 Rp45.101.042.040,75 31 PT Lippo
000014 International Mesin - Peralatan Desember General
Hospitals Tbk Kesehatan 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Makassar
dan/atau Anak
Perusahaan
7. 1809011600048- Oversea-Chinese Kewajiban Publik Rp16.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000008 Banking Corporation Desember General
Limited dan/atau 2017 Insurance Tbk
PT Bayutama
Sukses dan/atau
PT Lippo Karawaci
Tbk dan/atau HSBC
Institutional Trust
Services (Singapore)
Limited
8. 1812121200007 PT Siloam Asuransi Uang Rp925.000 Rp350.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals Makassar
dan/atau Anak
Perusahaan
9. 1102051200180- PT Siloam Asuransi Rp228.370 Rp7.200.000 31 PT Lippo
000007 International Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk Bermotor 2017 Insurance Tbk

102
k. Siloam Hospitals Palembang

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Siloam Hospitals a. Semua Resiko a. Rp79.582.705,63 a. Rp201.975.000.000 31 PT Lippo
000020 Palembang Properti Desember General
– Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Semua Resiko b. SGD2.303,58 b. SGD5.850.000
Properti –
Gangguan
Bisnis
2. 1801051600416- Siloam Hospitals a. Semua Resiko a. Rp201.975.000 a. Rp201.975.000.000 31 PT Lippo
000020 Palembang Properti Desember General
(Gempa 2017 Insurance Tbk
Bumi) – Hanya
Bangunan
b. Semua Resiko b. SGD5.850 b. SGD5.850.000
Properti
(Gempa Bumi)
– Gangguan
Bisnis
2. 1801351600030- Siloam Hospitals a. Terorisme a. Rp46.939.960,57 a. Rp201.975.000.000 31 PT Lippo
000020 Palembang dan Sabotase Desember General
– Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Terorisme b. SGD1.358,12 b. SGD5.850.000
dan Sabotase
– Gangguan
Bisnis
3. 1808031600112- Siloam Hospitals Kerusakan Rp20.247.500 Rp40.395.000.000 31 PT Lippo
000019 Palembang Mesin – Hanya Desember General
Bangunan 2017 Insurance Tbk

4. 1801281600026- PT Rumah Sakit a. Semua Resiko a. Rp33.804.621,53 a. Rp85.720.580.350,26 31 PT Lippo


000021 & Siloam Hospitals Properti – Alat Desember General
1801051600416- Sumsel dan/atau Medis b. Rp85.720.580.350,26 2017 Insurance Tbk
000021 Siloam Hospitals b. Semua Resiko b. Rp85.720.580,35
Palembang Properti
(Gempa Bumi)
– Alat Medis
5. 1801351600030- PT Rumah Sakit Terorisme dan Rp19.950.654,20 Rp85.720.580.350 31 PT Lippo
000021 Siloam Hospitals Sabotase – Alat Desember General
Sumsel dan/atau Medis 2017 Insurance Tbk
Siloam Hospitals
Palembang
6. 1808031600112- PT Rumah Sakit Kerusakan Mesin Rp21.837.085,68 Rp43.574.171.360,25 31 PT Lippo
000020 Siloam Hospitals – Alat Medis Desember General
dan/atau Siloam 2017 Insurance Tbk
Hospitals
Palembang
7. 1809011600048- Siloam Hospitals Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000003 Palembang Desember General
2017 Insurance Tbk

8. 1812121300006 PT Rumah Sakit Asuransi Uang Rp425.000 Rp150.000.000 31 PT Lippo


Siloam Hospitals (Penyimpanan) Desember General
Sumsel dan/atau 2017 Insurance Tbk
Siloam Hospitals
Palembang
9. 1102211600300- PT Siloam Kendaraan Rp12.760.894,08 Rp1.004.149.975,70 31 PT Lippo
000001 & International Ambulans Desember General
1102211600300- Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
000002
10. 1102051700001- PT Siloam Asuransi Sepeda Rp201.488,13 Rp5.850.000 31 PT Lippo
000012 International Motor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk

103
l. Siloam Hospitals Denpasar

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Oversea- a. Semua Resiko a. Rp107.550.575 a. Rp273.000.000.000 31 PT Lippo
000022 & Chinese Banking Properti Desember General
1801051500349- Corporation – Hanya 2017 Insurance Tbk
000019 Limited dan/atau Bangunan
PT Dasa Graha b. Semua Resiko b. SGD5.831,97 b. SGD14.810.400
Jaya dan/atau PT Properti –
Lippo Karawaci Gangguan c. Rp390.390.000
Tbk dan/atau Bisnis
HSBC Institutional d. 21.178,87
Trust Services
(Singapore)
Limited
2. 1801351600030- Oversea- a. Terorisme a. Rp56.745.275 a. Rp273.000.000.000 31 PT Lippo
000022 Chinese Banking dan Sabotase Desember General
Corporataion – Hanya 2017 Insurance Tbk
Limited dan/atau Bangunan
PT Dasa Graha b. Terorisme b. SGD3.075,75 b. SGD14.810.400
Jaya dan/atau PT dan Sabotase
Lippo Karawaci, – Gangguan
Tbk dan/atau Bisnis
HSBC Institutional
Trust Services
3. 1808031600112- Oversea- Kerusakan Rp27.350.000 Rp54.600.000.000 31 PT Lippo
000021 Chinese Banking Mesin – Hanya Desember General
Corporation Bangunan 2017 Insurance Tbk
Limited dan/atau
PT Dasar Graha
Jaya dan/atau PT
Lippo Karawaci
Tbk dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp44.838.399,80 dan Rp36.121.953.294,78 31 PT Lippo
000023 & International Properti – Rp174.023.875,80 dan Rp77.619.142.002 Desember General
1801051600416- Hospitals Tbk Peralatan 2017 Insurance Tbk
000023 dan/atau Siloam Kesehatan
Hospitals
Denpasar dan/atau
Anak Perusahaan
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp23.671.181,97 Rp36.121.953.294,78 31 PT Lippo
000023 International dan Sabotase dan Rp77.619.142.002 Desember General
Hospitals Tbk – Peralatan 2017 Insurance Tbk
Kesehatan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp24.425.354,42 Rp48.750.708.847,50 31 PT Lippo
000022 International Mesin – Peralatan Desember General
Hospitals Tbk Kesehatan 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals
Denpasar dan/atau
Anak Perusahaan
7. 1809011600048- Oversea- Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000011 Chinese Banking Desember General
Corporation 2017 Insurance Tbk
Limited dan/atau
PT Dasa Graha
Jaya dan/atau PT
Lippo Karawaci
Tbk dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
8. 1812121300005 PT Siloam Asuransi Uang Rp425.000 Rp150.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
dan/atau Siloam
Hospitals
Denpasar
9. 1102211600299 PT Siloam Kendaraan Rp12.421.993,47 Rp1.004.149.975,70 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
10. 1102051600101 PT Siloam Asuransi Rp431.740 Rp14.400.000 31 PT Lippo
International Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk Bermotor 2017 Insurance Tbk

104
m. Siloam Hospitals TB

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- The Hongkong a. Semua Resiko a. Rp99.253.940 a. Rp237.600.000.000 31 PT Lippo
000024 & and Shanghai Properti Desember General
1801051600416- Banking – Hanya 2017 Insurance Tbk
000024 Corporation Bangunan
Limited dan/ b. Semua Resiko b. SGD5.915,41 b. SGD14.167.800
atau PT Properti –
Perisai Dunia Gangguan c. Rp363.528.000
Sejahtera dan/ Bisnis
atau PT Lippo d. SGD21.676,73
Karawaci, Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
2. 1801351600030- The Hongkong a. Terorisme a. Rp48.003.620 a. Rp237.600.000.000 31 PT Lippo
000024 and Shanghai dan Sabotase Desember General
Banking – Hanya 2017 Insurance Tbk
Corporation Bangunan b. SGD14.167.800
Limited dan/ b. Terorisme b. SGD2.859,42
atau PT dan Sabotase
Perisai Dunia – Gangguan
Sejahtera dan/ Bisnis
atau PT Lippo
Karawaci Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
3. 180831600112- The Hongkong Kerusakan Rp23.8100.000 Rp47.520.000.000 31 PT Lippo
000023 and Shanghai Mesin – Hanya Desember General
Banking Bangunan 2017 Insurance Tbk
Corporation
Limited
and/or PT
Perisai Dunia
Sejahtera dan/
atau PT Lippo
Karawaci, Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
4. 1801281600026- PT Siloam Semua Resiko Rp64.979.666,81 Rp26.871.979.299,46 31 PT Lippo
000025 & International Properti – dan dan Desember General
1801051500349- Hospitals Peralatan Rp237.931.597,44 Rp128.638.868.698 2017 Insurance Tbk
000022 Tbk dan/ Kesehatan
atau Siloam
Hospitals TB
Simatupang
dan/atau Anak
Perusahaan
5. 1801351600030- PT Siloam Terorisme Rp31.435.976,90 Rp26.871.979.299,46 31 PT Lippo
000025 International dan Sabotase dan Desember General
Hospitals – Peralatan Rp128.638.868.698,80 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/ Kesehatan
atau Siloam
Hospitals TB
Simatupang
dan/atau Anak
Perusahaan
6. 1808031600112- PT Siloam Kerusakan Rp46.166.287,37 Rp92.232.574.730,85 31 PT Lippo
000024 International Mesin – Peralatan Desember General
Hospitals Kesehatan 2017 Insurance Tbk
Tbk dan/
atau Siloam
Hospitals TB
Simatupang
dan/atau Anak
Perusahaan

105
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
7. 18090111600048- The Hongkong Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000012 and Shanghai Desember General
Banking 2017 Insurance Tbk
Corporation
Limited dan/
atau PT
Perisai Dunia
Sejahtera dan/
atau PT Lippo
Karawaci, Tbk
dan/atau HSBC
Institutional
Trust Services
(Singapore)
Limited
8. 181212300010 PT Siloam Asuransi Uang Rp425.000 Rp150.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
9. 11022116000302 PT Siloam Kendaraan Rp12.798.549,71 Rp558.000.000 31 PT Lippo
International Bermotor Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk
10. 1102051600098 PT Siloam Asuransi Rp202.146,25 Rp5.850.000 31 PT Lippo
International Kendaraan Desember General
Hospitals Tbk Bermotor 2017 Insurance Tbk

n. Siloam Hospitals Medan

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Gramari Kerusakan Mesin Rp40.796.673,04 Rp81.493.346.086,89 31 PT Lippo
000034 Prima – Alat Medis Desember General
Nusa dan/ 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals
Medan
2. 1801281600026- PT Gramari a. Semua Resiko a. Rp48.472.819,09 a. Rp122.970.780.503,70 31 PT Lippo
000035 & Prima Properti – Alat Desember General
1801051600416- Nusa dan/ Medis b. Rp122.970.780.503,70 2017 Insurance Tbk
000035 atau Siloam b. Semua Resiko b. Rp188.145.294,17
Hospitals Properti
Medan (Gempa Bumi)
– Alat Medis
3. 1801351600030- PT Gramari Terorisme dan Rp28.148.946,32 Rp122.970.780.503,70 31 PT Lippo
000035 Prima Sabotase – Alat Desember General
Nusa dan/ Medis 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals
Medan
4. 1812121600042 PT Gramari Asuransi Uang Rp300.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
Prima (Penyimpanan) Desember General
Nusa dan/ 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals
Medan
5. 1102211600308- PT Siloam Kendaraan Rp12.773.549,71 Rp558.000.000 31 PT Lippo
000001-000002 International Ambulans Desember General
Hospitals Tbk 2017 Insurance Tbk

o. BIMC Kuta

Nama Jenis Tanggal


No Nomor Polis Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Asuransi Berakhir
1. 1801281600026 PT Medika Semua Resiko Rp4.047.805,73 Rp10.152.512.800,17 31 PT Lippo
-000038 Sarana Properti Desember General
Traliansia dan/ – Hanya 2017 Insurance Tbk
atau Siloam Bangunan
Hospitals Kuta
2. 1801351600030 PT Medika Terorisme Rp3.019.609,99 Rp10.152.512.800,17 31 PT Lippo
-000038 Sarana dan Sabotase Desember General
Traliansia dan/ – Hanya 2017 Insurance Tbk
atau Siloam Bangunan
Hospitals Kuta

106
Nama Jenis Tanggal
No Nomor Polis Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Asuransi Berakhir
3. 1808031600112 PT Medika Kerusakan Rp811.438,16 Rp1.522.876.320.03 31 PT Lippo
-000037 Sarana Mesin – Hanya Desember General
Traliansia dan/ Bangunan 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
4. 1801281600026 PT Medika Semua Resiko Rp9.629.246,59 Rp24.326.700.754,46 31 PT Lippo
-000039 Sarana Properti – Alat Desember General
Traliansia dan/ Medis 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
5. 1801351600030 PT Medika Terorisme dan Rp7.165.559,97 Rp24.326.700.754,46 31 PT Lippo
-000039 Sarana Sabotase – Desember General
Traliansia dan/ Alat Medis 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
6. 1808031600112 PT Medika Kerusakan Rp3.030.313,43 Rp5.960.626.859,17 31 PT Lippo
-000038 Sarana Mesin – Alat Desember General
Traliansia dan/ Medis 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
7. 1809011600048 PT Medika Kewajiban Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
- 000019 Sarana Umum Desember General
Traliansia dan/ 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
8. 1812121500008 PT Medika Asuransi Uang Rp550.000 Rp200.000.000 31 PT Lippo
Sarana (Penyimpanan) Desember General
Traliansia dan/ 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
9. 1812121500008 PT Medika Asuransi Uang Rp30.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
Sarana (Pemindahan) Desember General
Traliansia dan/ 2017 Insurance Tbk
atau Siloam
Hospitals Kuta
10. 2902281500005 PT Medika Kendaraan Rp7.295.738,76 Rp506.948.588 31 PT Lippo
Sarana Ambulans Desember General
Traliansia 2017 Insurance Tbk
11. 2902281500006 PT Medika Kendaraan Rp5.059.749,04 Rp321.800.000 31 PT Lippo
Sarana Ambulans Desember General
Traliansia 2017 Insurance Tbk
12. 2902051400001 PT Medika Asuransi Rp195.183,56 Rp24.000.000 31 PT Lippo
Sarana Sepeda Motor Desember General
Traliansia 2017 Insurance Tbk
13. 1809111400001 PT Medika Asuransi US78.965 Malpraktek: 3 April PT Lippo
Sarana Malpraktek USD7.500.000 2018 General
Traliansia dan/ dan Kewajiban Insurance Tbk
atau BIMC Umum Kewajiban umum:
Hospital dan USD7.500.000
PT Trisaka
Reksa Waluya
dan/atau BIMC
Hospital dan PT
Medika Rescue
International
(brand name
“Medivac Asia”)

p. BIMC Nusa Dua

Tanggal
No Nomor Polis Nama Tertanggung Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Berakhir
1. 1801281600026 - PT Trisaka Reksa Semua Resiko Rp31.015.116,97 Rp78.636.574.118 31 PT Lippo
000036 Waluya dan/atau Properti Desember General
Siloam Hospitals – Hanya 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua Bangunan
2. 1801351600030- PT Trisaka Reksa Terorisme Rp21.211.102,10 Rp78.636.574.118 31 PT Lippo
000036 Waluya dan/atau dan Sabotase Desember General
Siloam Hospitals – Hanya 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua Bangunan
3. 1808031600112- PT Trisaka Reksa Kerusakan Rp5.947.743,06 Rp11.795.486.117,70 31 PT Lippo
000035 Waluya dan/atau Mesin – Hanya Desember General
Siloam Hospitals Bangunan 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua

107
Tanggal
No Nomor Polis Nama Tertanggung Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Berakhir
4. 1801281600026 - PT Trisaka Reksa Semua Resiko Rp14.716.797,77 Rp37.246.645.334,42 31 PT Lippo
000037 Waluya dan/atau Properti – Alat Desember General
Siloam Hospitals Medis 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
5. 1801351600030- PT Trisaka Reksa Terorisme dan Rp10.073.072,26 Rp37.246.645.334,42 31 PT Lippo
000037 Waluya dan/atau Sabotase – Alat Desember General
Siloam Hospitals Medis 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
6. 1808031600112- PT Trisaka Reksa Kerusakan Rp13.734.189 Rp18.478.363.807,50 31 PT Lippo
000036 Waluya dan/atau Mesin – Alat Desember General
Siloam Hospitals Medis 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
7. 1809011600048 PT Trisaka Reksa Kewajiban Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
Waluya dan/atau Umum Desember General
Siloam Hospitals 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
8. 1812121500007 - PT Trisaka Reksa Asuransi Uang Rp125.000 Rp50.000.000 31 PT Lippo
000001 Waluya dan/atau (Penyimpanan) Desember General
Siloam Hospitals 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
9. 1812121500007 - PT Trisaka Reksa Asuransi Uang Rp4.500 Rp15.000.000 31 PT Lippo
000002 Waluya dan/atau (Pemindahan) Desember General
Siloam Hospitals 2017 Insurance Tbk
Nusa Dua
10. 1809111400001 PT Medika Sarana Asuransi US78.965 Malpraktek: 3 April 2018 PT Lippo
Traliansia dan/atau Malpraktek USD7.500.000 General
BIMC Hospital dan dan Kewajiban Insurance Tbk
PT Trisaka Reksa Umum Kewajiban umum:
Waluya dan/atau USD7.500.000
BIMC Hospital dan
PT Medika Rescue
International (brand
name “Medivac Asia”)

q. Siloam Hospitals Cinere

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- PT Diagram Semua Resiko Rp10.390.181,12 Rp24.765.417.931,65 31 PT Lippo
000045 Healthcare Properti – Alat Desember General
Indonesia Medis 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere
2. 1801351600030 - PT Diagram Terorisme dan Rp7.293.884,75 Rp24.765.417.931,65 31 PT Lippo
000045 Healthcare Sabotase – Alat Desember General
Indonesia Medis 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere
3. 1808031600112- PT Diagram Kerusakan Mesin Rp6.027.219,85 Rp11.954.439.690,75 31 PT Lippo
000044 Healthcare – Alat Medis Desember General
Indonesia 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere
4. 1809011600048 - PT Diagram Kewajiban Umum Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
000022 Healthcare Desember General
Indonesia 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere

108
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
5. 1812121100040 PT Diagram Asuransi Uang Rp300.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
Healthcare (Penyimpanan) Desember General
Indonesia 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere
6. 1102051600043 PT Diagram Asuransi Sepeda Rp319.292,50 Rp27.700.000 31 PT Lippo
Healthcare Motor Desember General
Indonesia 2017 Insurance Tbk
7. 1801051600416 - PT Diagram Asuransi Gempa Rp35.414.547,64 Rp24.765.417.931,65 31 PT Lippo
000045 Healthcare Bumi Desember General
Indonesia 2017 Insurance Tbk
dan/atau
Rumah Sakit
Jantung
Diagram
Cinere

r. Siloam Hospitals Asri

Nama Jenis Tanggal


No Nomor Polis Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Asuransi Berakhir
1. 1801281600026- Rumah Semua Resiko Rp10.060.444,04 Rp23.975.675.797 31 PT Lippo
000042 Sakit Bedah Properti Desember General
Asri dan/ – Hanya 2017 Insurance
atau Siloam Bangunan Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
2. 1808031500196- PT Siloam Terorisme Rp7.062.885,17 Rp23.975.675.797 31 PT Lippo
000036 International dan Sabotase Desember General
Hospitals Tbk – Hanya 2017 Insurance
Bangunan Tbk
3. 1808031600112- Rumah Kerusakan Rp1.848.175,68 Rp3.596.351.369,55 31 PT Lippo
000041 Sakit Bedah Mesin – Hanya Desember General
Asri dan/ Bangunan 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
4. 1801281600026- Rumah Semua Resiko Rp16.874.181,66 Rp40.295.028.229,44 31 PT Lippo
000043 Sakit Bedah Properti – Alat Desember General
Asri dan/ Medis 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
5. 1801351600030 Rumah Terorisme dan Rp11.836.295,76 Rp40.295.028.229,44 31 PT Lippo
- 000043 Sakit Bedah Sabotase – Desember General
Asri dan/ Alat Medis 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
6. 1808031600112- Rumah Kerusakan Rp8.943.209,84 Rp17.786.419.680,75 31 PT Lippo
000042 Sakit Bedah Mesin – Alat Desember General
Asri dan/ Medis 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
7. 1809011600048 Rumah Kewajiban Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 PT Lippo
Sakit Bedah Umum Desember General
Asri dan/ 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit

109
Nama Jenis Tanggal
No Nomor Polis Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Asuransi Berakhir
8. 1812121500011 PT Siloam Asuransi Uang Rp300.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
International (Penyimpanan) Desember General
Hospitals 2017 Insurance
Tbk dan/ Tbk
atau Siloam
Hospitals
Warung
Buncit
9. 1102211600181 PT Rashal Kendaraan Rp10.837.919,75 Rp405.667.125 31 PT Lippo
Siar Cakra Ambulance Desember General
Medika 2017 Insurance
Tbk
10. 1801051600416 Rumah Asuransi Rp34.285.216,39 Rp23.975.675.797 31 PT Lippo
- 000042 Sakit Bedah Gempa Bumi Desember General
Asri dan/ 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit
11. 1801051600416 Rumah Asuransi Rp57.621.890,37 Rp40.295.028.229,44 31 PT Lippo
- 000043 Sakit Bedah Gempa Bumi – Desember General
Asri dan/ Alat Medis 2017 Insurance
atau Siloam Tbk
Hospitals
Warung
Buncit

s. Siloam Hospitals Kupang

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- Siloam a. Semua Resiko a. Rp59.806.273,26 a. Rp141.300.000.000 31 PT Lippo
000002 Hospitals Properti Desember General
Kupang – Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Semua Resiko b. SGD2.435,92 b. SGD5.760.000
Properti –
Gangguan
Bisnis
2. 1801051600416- Siloam a. Semua Resiko a. Rp217.005.830,14 a. Rp141.300.000.000 31 PT Lippo
000002 Hospitals Properti Desember General
Kupang (Gempa 2017 Insurance Tbk
Bumi) – Hanya
Bangunan b. SGD8.846,10
b. Semua Resiko b. SGD5.760.000
Properti
(Gempa Bumi)
– Gangguan
Bisnis
3. 1801351600030- Siloam a. Terorisme a. Rp37.291.159,62 a. Rp141.300.000.000 31 PT Lippo
000002 Hospitals dan Sabotase Desember General
Kupang – Hanya 2017 Insurance Tbk
Bangunan
b. Terorisme b. SGD1.518,11 b. SGD5.760.000
dan Sabotase
– Gangguan
Bisnis
4. 1808031600112- Siloam Kerusakan Mesin Rp15.225.232,88 Rp28.260.000.000 31 PT Lippo
000002 Hospitals – Hanya Bangunan Desember General
Kupang 2017 Insurance Tbk

5. 1801281600026- PT Krisolis a. Semua Resiko a. Rp36.320.610,90 a. Rp92.109.988.949,83 31 PT Lippo


000003 & Jaya Mandiri Properti – Alat Desember General
1801051600416- dan/atau Medis 2017 Insurance Tbk
000003 Siloam b. Semua Resiko b. Rp131.717.284,20 b. Rp92.109.988.949,83
Hospitals Properti
Kupang (Gempa Bumi) –
Alat Medis
6. 1801351600030- PT Krisolis Terorisme dan Rp22.654.482,11 Rp92.136.988.949,83 31 PT Lippo
000003 Jaya Mandiri Sabotase – Alat Desember General
dan/atau Medis 2017 Insurance Tbk
Siloam
Hospitals
Kupang

110
Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
7. 1808031600112- PT Krisolis Kerusakan Mesin Rp25.705.182,42 Rp51.310.364.847,75 31 PT Lippo
000003 Jaya Mandiri – Alat Medis Desember General
dan/atau 2017 Insurance Tbk
Siloam
Hospitals
Kupang
8. 1809011600048- Siloam Kewajiban Umum Rp8.641.780,82 Rp8.000.000.000 31 PT Lippo
000002 Hospitals Desember General
Kupang 2017 Insurance Tbk

9. 1812121600004 PT Krisolis Asuransi Uang Rp925.000 Rp350.000.000 31 PT Lippo


Jaya Mandiri (Penyimpanan) Desember General
dan/atau 2017 Insurance Tbk
Siloam
Hospitals
Kupang
10. 1102211600013- PT Krisolis Kendaraan Rp7.772.588,50 Rp380.790.000 31 PT Lippo
000001 & Jaya Mandiri Ambulans Desember General
1102211600013- 2017 Insurance Tbk
000002

t. Siloam Hospitals Labuan Bajo

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- Siloam Kerusakan Rp6.650.000 Rp13.200.000.000 27 PT Lippo
000047 Hospitals Mesin (Hanya Desember General
Labuan Bajo Bangunan) 2017 Insurance
Tbk
2. 1808031600112- Siloam Kerusakan Mesin Rp10.794.974,53 Rp21.489.989.067.25 31 PT Lippo
000048 Hospitals Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
3. 1812121600043 Siloam Asuransi Uang Rp65.000 Rp50.000.000 31 PT Lippo
Hospitals (Penyimpanan) Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
4. 1102211600166 Siloam Kendaraaan Rp6.147.906,44 Rp403.364.300 31 PT Lippo
Hospitals Bermotor Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
5. 1801281600026- Siloam Semua Risiko a. Rp25.989.150 a. Rp66.000.000.000 27 PT Lippo
000053 Hospitals Properti b. S$1.092,73 S$2.775.000 Desember General
Labuan Bajo (Bangunan) 2017 Insurance
Tbk
6. 1801051600415- Siloam Gempa Bumi a. Rp25.989.150 a. Rp66.000.000.000 27 PT Lippo
000053 Hospitals (Bangunan) b. S$1.092,73 S$2.775.000 Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
7. 1801281600026- Siloam Semua Risiko Rp15.490.958,90 a. Rp32.267.595.779 31 PT Lippo
000049 Hospitals Properti Rp6.945.048.249,49 Desember General
Labuan Bajo (Peralatan Medis) 2017 Insurance
Tbk
8. 1801051600416- Siloam Gempa Bumi Rp29.801.609,46 a. Rp32.267.595.779 31 PT Lippo
000049 Hospitals (Peralatan Medis) Rp6.945.048.249,49 Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
9. 1809011600048- Siloam Tanggung Jawab Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 27 PT Lippo
000027 Hospitals Publik Desember General
Labuan Bajo 2017 Insurance
Tbk
10. 1801351600030- Siloam Sabotase dan a. Rp17.231.450 a. Rp66.000.000.000 27 PT Lippo
000048 Hospitals Terorisme b. S$722,40 S$2.775.000 Desember General
Labuan Bajo (Bangunan) 2017 Insurance
Tbk
11. 18013516000030- Siloam Sabotase dan Rp10.258.031,56 a. Rp32.267.595.779 31 PT Lippo
000049 Hospitals Terorisme Rp6.945.048.249,49 Desember General
Labuan Bajo (Peralatan Medis) 2017 Insurance
Tbk

111
u. Siloam Hospitals Purwakarta

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1801281600026- PT Bank CIMB a. Semua Resiko a. Rp38.399.253,73 a. Rp91.849.000.000 31 Desember PT Lippo
000026 Niaga Tbk dan/ Properti – Hanya b. SGD2.171,97 b. SGD5.202.000 2017 General
atau PT Eka Bangunan Insurance Tbk
Dasa Parinama b. Semua Resiko
dan/atau PT Properti –
Metropolis Gangguan Bisnis
Propertiondo
Utama dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
(Singapore) Ltd -
Siloam Hospitals
Purwakarta
2. 1801351600030- PT Bank CIMB a. Terorisme dan a. Rp23.477.005,94 a. Rp91.849.000.000 31 Desember PT Lippo
000026 Niaga Tbk dan/ Sabotase – b. SGD1.326,82 b. SGD5.202.000 2017 General
atau PT Eka Hanya Bangunan Insurance Tbk
Dasa Parinama b. Terorisme dan
dan/atau PT Sabotase –
Metropolis Gangguan Bisnis
Propertiondo
Utama dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
(Singapore) Ltd -
Siloam Hospitals
Purwakarta
3. 1808031600112 PT Bank CIMB Kerusakan Mesin – Rp9.234.900 Rp18.369.800.000 31 Desember PT Lippo
-000025 Niaga Tbk dan/ Hanya Bangunan 2017 General
atau PT Eka Insurance Tbk
Dasa Parinama
dan/atau PT
Metropolis
Propertiondo
Utama dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
(Singapore) Ltd -
Siloam Hospitals
Purwakarta
4. 1801281600026- PT Berlian Karya Semua Resiko Rp29.093.879,28 Rp69.562.012.518,24 31 Desember PT Lippo
000027 Indah dan/atau Properti – Alat 2017 General
Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
Purwakarta
5. 1801351600030- PT Berlian Karya Terorisme dan Rp17.792.486,91 Rp69.562.012.518,24 31 Desember PT Lippo
000027 Indah dan/atau Sabotase – Alat 2017 General
Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
Purwakarta
6. 1808031600112 PT Berlian Karya Kerusakan Mesin – Rp16.080.076,25 Rp32.060.152.507,50 31 Desember PT Lippo
-000026 Indah dan/atau Alat Medis 2017 General
Siloam Hospitals Insurance Tbk
Purwakarta
7. 1809011600048 PT Bank CIMB Kewajiban Umum Rp8.050.000 Rp8.000.000.000 31 Desember PT Lippo
- 000013 Niaga Tbk dan/ 2017 General
atau PT Eka Insurance Tbk
Dasa Parinama
dan/atau PT
Metropolis
Propertiondo
Utama dan/atau
HSBC Institutional
Trust Services
(Singapore) Ltd -
Siloam Hospitals
Purwakarta
8. 1812121500009 Perseroan dan/ Asuransi Uang Rp300.000 Rp100.000.000 31 Desember PT Lippo
atau Siloam (Penyimpanan) 2017 General
Hospitals Insurance Tbk
Purwakarta
9. 1801051600416 PT Berlian Karya Asuransi Gempa Rp99.473.677,90 Rp69.562.012.518,24 31 Desember PT Lippo
- 000027 Indah dan/atau Bumi - Alat Medis 2017 General
Siloam Hospitals Insurance Tbk
Purwakarta

112
v. Siloam Hospitals Samarinda

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Sembilan Kerusakan Rp6.296.943,44 Rp12.493.886.879,25 31 PT Lippo
000051 Raksa Mesin – Hanya Desember General
Dinamika Bangunan 2017 Insurance
Tbk
2. 1808031600112- PT Sembilan Kerusakan Rp799.218,62 Rp1.498.437.242,25 31 PT Lippo
000050 Raksa Mesin - Desember General
Dinamika Peralatan Medis 2017 Insurance
Tbk
3. 1801281600026- PT Sembilan Semua Risiko Rp3.983.647,50 Rp9.989.581.615 31 PT Lippo
000051 Raksa Properti - Hanya Desember General
Dinamika Bangunan 2017 Insurance
Tbk
4. 1801051600416- PT Sembilan Gempa Bumi Rp7.592.082,03 Rp9.989.581.615 31 PT Lippo
00051 Raksa Desember General
Dinamika 2017 Insurance
Tbk

5. 1801281600026- PT Sembilan Semua Risiko Rp7.344.119,71 Rp18.523.572.382,18 31 PT Lippo


000052 Raksa Properti - Desember General
Dinamika Peralatan Medis 2017 Insurance
Tbk
6. 1801051600416- PT Sembilan Gempa Bumi - Rp14.077.915,01 Rp18.523.572.382,18 31 PT Lippo
00052 Raksa Peralatan Medis Desember General
Dinamika 2017 Insurance
Tbk
7. 1809011600048- PT Sembilan Tanggung Rp550.000 Rp500.000.000 31 PT Lippo
000026 Raksa Jawab Publik Desember General
Dinamika 2017 Insurance
Tbk
8. 1801351600030- PT Sembilan Terorisme dan Rp2.971.952,62 Rp9.989.581.615 31 PT Lippo
000051 Raksa Sabotase - Desember General
Dinamika Bangunan 2017 Insurance
Tbk
9. 1801351600030- PT Sembilan Terorisme dan Rp5.468.144,92 Rp18.523.572.382,18 31 PT Lippo
000052 Raksa Sabotase - Desember General
Dinamika Peralatan Medis 2017 Insurance
Tbk

w. Siloam Hospitals Buton

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Bina Kerusakan Rp14.002.651,14 Rp27.905.302.271,70 31 PT Lippo
000046 Bahtera Mesin Desember General
Sejati 2017 Insurance
Tbk
2. 1812121600041 PT Bina Asuransi Uang Rp190.000 Rp100.000.000 31 PT Lippo
Bahtera Desember General
Sejati 2017 Insurance
Tbk
3. 1102211600167 PT Bina Kendaraan Rp6.072.906,44 Rp299.364.300 31 PT Lippo
Bahtera Bermotor - Desember General
Sejati Ambulans 2017 Insurance
Tbk
4. 1801281600026- PT Bina Semua Resiko Rp18.818.587,34 Rp47.663.227.324.08 31 PT Lippo
000047 Bahtera Properti Desember General
Sejati 2017 Insurance
Tbk
5. 18010516000416- PT Bina Gempa Bumi Rp36.224.052,77 Rp47.663.227.324.08 31 PT Lippo
000047 Bahtera Desember General
Sejati 2017 Insurance
Tbk
6. 180135160030- PT Bina Terorisme dan Rp13.991.493,99 Rp47.663.227.324.08 31 PT Lippo
000047 Bahtera Sabotase Desember General
Sejati 2017 Insurance
Tbk

113
x. Siloam Hospitals Bangka Belitung

Nama Nilai Tanggal


No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Penanggung
Tertanggung Pertanggungan Berakhir
1. 1808031600112- PT Mega Buana Kerusakan Mesin – Rp1.010.770,16 Rp2.646.649.862 31 Desember PT Lippo
000101 Bhakti dan/atau Alat Medis 2017 General
Siloam Hospitals Insurance Tbk
Bangka
2. 1801281600026- PT Mega Buana a. Semua Resiko a. Rp808.854,54 a. Rp2.646.649.862 31 Desember PT Lippo
000304 & Bhakti dan/atau Properti – Alat 2017 General
1801051600416- Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
000304 Bangka b. Semua Resiko b. Rp1.460.370,64 b. Rp2.646.649.862
Properti (Gempa
Bumi) – Alat
Medis
3. 1801351600030- PT Mega Buana Terorisme dan Rp612.050,54 Rp2.646.649.862 31 Desember PT Lippo
000208 Bhakti dan/atau Sabotase – Alat 2017 General
Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
Bangka

y. Siloam Hospitals Bogor

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Tataka Bumi Kerusakan Mesin Rp12.350.912,09 Rp24.601.824.180 31 Desember PT Lippo
0000100 Karya dan/atau – Alat Medis 2017 General
Siloam Hospitals Insurance Tbk
Bogor
2. 1102211600190 PT Tataka Bumi Kendaraan Rp6.785.539,48 Rp399.525.000 31 Desember PT Lippo
Karya 2017 General
Insurance Tbk
3. 1102211600234 PT Tataka Bumi Kendaraan Rp7.430.390,94 Rp399.535.000 31 Desember PT Lippo
Karya Ambulans 2017 General
Insurance Tbk
4. 1801281600026- PT Tataka Bumi a. Semua Resiko a. Rp12.966.777,76 a. Rp32.802.432.240 31 Desember PT Lippo
000228 Karya dan/atau Properti – Alat 2017 General
Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
Bogor b. Semua Resiko b. Rp24.929.848,50 b. Rp32.802.432.240
Properti
(Gempa Bumi)
– Alat Medis
5. 1809011600048- PT Tataka Bumi Kewajiban Umum Rp1.050.000 Rp1.000.000.000 31 Desember PT Lippo
000064 Karya dan/atau 2017 General
Siloam Hospitals Insurance Tbk
Bogor
6. 1801351600030- PT Tataka Bumi Terorisme dan Rp9.644.711,43 Rp32.802.432.240 31 Desember PT Lippo
000207 Karya dan/atau Sabotase – Alat 2017 General
Siloam Hospitals Medis Insurance Tbk
Bogor

z. Putera Bahagia

Nama Jenis Nilai Tanggal


No Nomor Polis Nilai Premi Penanggung
Tertanggung Asuransi Pertanggungan Berakhir
1. 003.4050.301.2016.0000374.000 PT Sumber Kendaraan Rp4.634.800 Rp90.000.000 21 PT Asuransi
Bahagia Bermotor September Wahana Tata
Sentosa (Ambulans) 2017
2. 003.4050.301.2016.000373.00 PT Sumber Kendaraan Rp4.838.800 Rp105.000.000 21 PT Asuransi
Bahagia Bermotor September Wahana Tata
Sentosa (Ambulans) 2017

aa. Siloam Hospitals Bekasi Timur

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112 Siloam Kerusakan Mesin – Rp10.778.544,10 Rp21.457.088.199 31 PT Lippo
- 000049 Hospitals Blu Alat Medis Desember General
Plaza 2017 Insurance Tbk
2. 1809011600048 Siloam Kewajiban Umum Rp550.000 Rp500.000.000 31 PT Lippo
Hospitals Blu Desember General
Plaza 2017 Insurance Tbk

114
ee. Siloam Hospitals Yogyakarta

Nama Tanggal
No Nomor Polis Jenis Asuransi Nilai Premi Nilai Pertanggungan Penanggung
Tertanggung Berakhir
1. 1808031600112- PT Taruna Kerusakan Rp38.281.287,70 Rp76.462.575.394,50 31 Desember PT Lippo
000040 Perkasa Megah Mesin – Alat 2017 General
dan/atau Siloam Medis Insurance Tbk
Hospitals
Yogyakarta
2. 1102211600171- PT Taruna Kendaraan Rp13.370.070,63 Rp703.800.000 31 Desember PT Lippo
000001 & Perkasa Megah Ambulans 2017 General
1102211600171- Insurance Tbk
000002
3. 1801281600026- PT Taruna a. Semua a. Rp40.195.400,83 a. Rp101.950.100.526 31 Desember PT Lippo
000041 & Perkasa Megah Resiko 2017 General
1801051600416- dan/atau Siloam Properti – Alat Insurance Tbk
000041 Hospitals Medis b. Rp145.788.643,75 b. Rp101.950.100.526
Yogyakarta b. Semua
Resiko
Properti
(Gempa
Bumi) – Alat
Medis
4. 1801351600030- PT Taruna Terorisme dan Rp23.906.323,52 Rp101.950.100.526 31 Desember PT Lippo
000041 Perkasa Megah Sabotase – Alat 2017 General
dan/atau Siloam Medis Insurance Tbk
Hospitals
Yogyakarta

13. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan Perusahaan Anak telah membuat dan
menandatangani perjanjian-perjanjian penting dengan pihak ketiga, antara lain berupa perjanjian-
perjanjian sebagai berikut:

13.1 Perjanjian/Instrumen Utang dengan Pihak Ketiga

Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
1. Perjanjian Kredit No. 1. PT BDH Jenis Fasilitas: Kredit Investasi 25 Februari Tidak terdapat pembatasan/
005/870/9200/KI.59/ Non-RPK 2019 larangan/persyaratan di dalam
BPDKP/2008 tanggal 2. PT Bank Perjanjian untuk Perseroan
25 Februari 2008 BPD Jumlah Fasilitas: dapat melaksanakan PUT II
sebagaimana terakhir Kaltim Rp50.000.000.000 maupun menggunakan dana
kali diubah dengan hasil PUT II sesuai dengan
Addendum No. 011/ Bunga: 11,5% per tahun Rencana Penggunaan Dana,
PK-005/KI.59/IV/2015 dan tidak terdapat ketentuan
tanggal 20 April 2015 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
pemegang saham publik.
2. Akta Perjanjian 1. PT GFA Jenis Fasilitas: 1. Kredit Lokal: Tidak terdapat pembatasan/
Kredit No. 1 tanggal 1. Kredit Lokal 5 Mei 2018 larangan/persyaratan di dalam
1 April 2003 yang 2. PT Bank 2. Kredit Investasi 2. Kredit Perjanjian untuk Perseroan
dibuat di hadapan Central Investasi: 6 dapat melaksanakan PUT II
Yanes Effriady, Asia Tbk Jumlah Fasilitas: Maret 2018 maupun menggunakan dana
SH, Notaris di Kota (“BCA”) 1. Kredit Lokal: maksimum hasil PUT II sesuai dengan
Jambi, sebagaimana Rp5.000.000.000 Rencana Penggunaan Dana,
terakhir kali diubah 2. Kredit Investasi: dan tidak terdapat ketentuan
dengan Perubahan Rp32.419.314.945,91 yang dapat merugikan
Perjanjian Kredit No. hak dan kepentingan para
0002-ADD-2017 dan Bunga: pemegang saham publik.
Surat Pemberitahuan 1. Kredit Lokal: 11,50% per tahun,
Perpanjangan yang dihitung dari utang yang
Jangka Waktu timbul dari fasilitas Kredit Lokal
No. 00030/KW6/ 2. Kredit Investasi: 11,50% per
SPPJ/2017 tanggal tahun, yang dihitung dari jumlah
15 Mei 2017 fasilitas Kredit Investasi yang
telah ditarik dan belum dibayar
kembali

115
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
3. Perjanjian Induk 1. PT CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan Century pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui Tokyo kepada PT LBJ untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa Leasing usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan Indonesia yang diperlukan oleh PT LBJ untuk terkait maupun menggunakan dana
No. L16070006 (“CTLI”) menunjang usahanya di bidang dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 8 Agustus perumahsakitan. Setiap sewa penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian 2. PT LBJ pembiayaan atas suatu peralatan pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI dilaksanakan berdasarkan kontrak akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070006”) pembiayaan yang terpisah. PT tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
LBJ memiliki opsi untuk membeli pelaksanaan pemegang saham publik.
peralatan yang disewa guna pembiayaan
usahakan berdasarkan kontrak terpisah.
pembiayaan.
4. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT LBJ untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT LBJ keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan IT and Medical dapat melaksanakan PUT II
L16070006 tanggal 8 Equipment sebagaimana dirinci maupun menggunakan dana
Agustus 2016 lebih lanjut dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp1.118.750.298 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp24.971.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070006.
5. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui 2. PT MPC kepada PT MPC untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan yang diperlukan oleh PT MPC terkait maupun menggunakan dana
No. L16070006 untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 8 Agustus di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070006”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT MPC memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.
6. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MPC untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MPC keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan IT and Medical dapat melaksanakan PUT II
L16070026 tanggal 8 Equipment sebagaimana dirinci maupun menggunakan dana
Agustus 2016 lebih lanjut dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp9.225.798.618 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp200.974.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070006.

116
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
7. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT MPC investasi kepada PT MPC untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. IT Equipment sebagaimana dirinci dapat melaksanakan PUT II
L16100002 tanggal lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp349.835.338 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: Rp7.621.000/ pemegang saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070006.
8. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MPC untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MPC keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan Medical Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16110007 tanggal sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp724.900.000 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp15.618.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070006.
9. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MPC untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MPC keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan IT and Medical dapat melaksanakan PUT II
L16110008 tanggal Equipment sebagaimana dirinci maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 lebih lanjut dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp5.678.528.576 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp122.344.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070006.
10. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi (Melalui 2. PT SRD kepada PT SRD untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan) yang diperlukan oleh PT SRD terkait maupun menggunakan dana
No. L16070003 untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 8 Agustus di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070003”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT SRD memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.

117
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
11. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT SRD untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT SRD keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan IT and Medical Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16070003 tanggal 8 sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
Agustus 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp7.866.038.901 yang dapat merugikan hak dan
kepentingan para pemegang
Pembayaran Sewa Pembiayaan saham publik.
Periode Utama: Rp171.353.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070003.
12. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT SRD investasi kepada PT SRD untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. alat kesehatan sebagaimana dirinci dapat melaksanakan PUT II
L16100005 tanggal lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.620.984.750 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan hak dan
Pembayaran Sewa Pembiayaan kepentingan para pemegang
Periode Utama: Rp35.312.000/ saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070003.
13. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT SRD investasi kepada PT SRD untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. alat kesehatan sebagaimana dirinci dapat melaksanakan PUT II
L16100006 tanggal lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.242.594.095 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan hak dan
Pembayaran Sewa Pembiayaan kepentingan para pemegang
Periode Utama: Rp27.069.000/ saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070003.
14. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT SRD investasi kepada PT SRD untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. alat kesehatan sebagaimana dirinci dapat melaksanakan PUT II
L16110011 tanggal 21 lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rp683.197.500 Rencana Penggunaan Dana,
dan tidak terdapat ketentuan
Pembayaran Sewa Pembiayaan yang dapat merugikan hak dan
Periode Utama: Rp14.720.000/ kepentingan para pemegang
bulan saham publik.

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Induk tanggal 1 April
2016

118
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
15. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT SRD investasi kepada PT SRD untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. alat kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110012 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.448.766.301 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: Rp31.214.000/ pemegang saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Induk tanggal 1 April
2016
16. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui 2. PT RSCM kepada PT RSCM untuk sewa Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa guna usaha atas peralatan- Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan No. peralatan yang diperlukan oleh PT terkait maupun menggunakan dana
L16070016 tanggal RSCM untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
9 September di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070016”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT RSCM memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.
17. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT RSCM untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT RSCM keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan Patient Monitor, dapat melaksanakan PUT II
L16070016 tanggal 9 Operating Tables and Surgical maupun menggunakan dana
September 2016 Laights sebagaimana dirinci lebih hasil PUT II sesuai dengan
lanjut dalam perjanjian. Rencana Penggunaan Dana,
dan tidak terdapat ketentuan
Total pembiayaan: yang dapat merugikan
Rp1.663.200.000 hak dan kepentingan para
pemegang saham publik.
Pembayaran Sewa Pembiayaan
Periode Utama: Rp36.231.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Induk Perjanjian
Pembiayaan CTLI L16070016.
18. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT RSCM untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT RSCM keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan Medical Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16110013 tanggal sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp1.525.036.250 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp32.857.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Induk Perjanjian
Pembiayaan CTLI L16070016.

119
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
19. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT RSCM untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT RSCM keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan CT Scan 64 Slice dapat melaksanakan PUT II
L17010003 tanggal 7 (Reference No. PO: 121-04/2016/ maupun menggunakan dana
Februari 2017 PO) sebagaimana dirinci lebih hasil PUT II sesuai dengan
lanjut dalam perjanjian. Rencana Penggunaan Dana,
dan tidak terdapat ketentuan
Total pembiayaan: yang dapat merugikan
Rp5.627.362.032 hak dan kepentingan para
pemegang saham publik.
Pembayaran Sewa Pembiayaan
Periode Utama: Rp121.242.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Induk Perjanjian
Pembiayaan CTLI L16070016.
20. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi (Melalui 2. PT BBS kepada PT BBS untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan) yang diperlukan oleh PT BBS terkait maupun menggunakan dana
No. L16070004 untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 8 Agustus di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070004”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT BBS memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.
21. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT BBS untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT BBS keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan IT & Medical Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16070004 tanggal 8 sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
Agustus 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp1.359.581.399 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp29.617.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070004.
22. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT BBS untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT BBS keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100008 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.794.023.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: Rp39.081.000/ pemegang saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070004.

120
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
23. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui 2. PT TBK kepada PT TBK untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan yang diperlukan oleh PT TBK terkait maupun menggunakan dana
No. L16070005 untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 8 Agustus di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16070005”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT TBK memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.
24. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT TBK untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TBK keperluan sewa guna usaha Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. atas peralatan IT Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16070005 tanggal 8 sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
Agustus 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp1.205.050.000 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp26.251.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070005.
25. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT TBK untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TBK keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100017 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp7.861.771.500 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: Rp171.260.000/ pemegang saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070005.
26. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT TBK untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TBK keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100009 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp12.185.431.558 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: Rp265.446.000/ pemegang saham publik.
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070005.

121
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
27. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT TBK guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TBK keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110015 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
10 Februari 2017 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp13.179.866.158 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp283.118.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16070005.
28. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui 2. Perseroan waktu kepada Perseroan Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa untuk sewa guna usaha atas Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan peralatan-peralatan yang terkait maupun menggunakan dana
No. L15110003 diperlukan oleh Perseroan untuk dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
tanggal 1 April menunjang usahanya di bidang penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian perumahsakitan. Setiap sewa pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI pembiayaan atas suatu peralatan akan diatur pada yang dapat merugikan
L15110003”) dilaksanakan berdasarkan kontrak tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
pembiayaan yang terpisah. pelaksanaan pemegang saham publik.
Perseroan memiliki opsi untuk pembiayaan
membeli peralatan yang disewa terpisah.
guna usahakan berdasarkan
kontrak pembiayaan.
29. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L15110003 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
10 Mei 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp30.237.991.386 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp675.481.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
30. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100012 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp453.750.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp9.885.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.

122
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
31. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16070015 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
26 September 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp4.887.750.736 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp106.178.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
32. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100003 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp340.000.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp7.407.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
33. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100004 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp359.177.280 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp7.825.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
34. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100011 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp152.240.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp3.317.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.

123
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
35. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110009 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp294.271.890 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp6.341.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
36. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110010 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp530.669.700 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp11.434.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
37. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110016 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp110.776.050 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp2.387.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
38. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110017 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.756.351.895 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp37.841.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.

124
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
39. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110018 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp2.670.787.397 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp57.542.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
40. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110019 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp3.678.058.903 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp79.244.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
41. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada Perseroan untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. Perseroan keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110022 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp101.475.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp2.187.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L15110003.
42. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan 2. PT DHCI pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui kepada PT DHCI untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan No. yang diperlukan oleh PT DHCI terkait maupun menggunakan dana
L16100016 tanggal untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
24 Oktober 2016 di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
(“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan akan diatur pada yang dapat merugikan
L16100016”) berdasarkan kontrak pembiayaan tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT DHCI memiliki pelaksanaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan pembiayaan
yang disewa guna usahakan terpisah.
berdasarkan kontrak pembiayaan.

125
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
43. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui 2. PT DHCI investasi kepada PT DHCI untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100016 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.640.161.723 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp35.730.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16100016.
44. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan cara Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ sewa pembiayaan oleh Mitsubishi ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa UFJ terhadap peralatan-peralatan sampai PT BBS Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT BBS dan mesin-mesin yang digunakan melakukan dapat melaksanakan PUT II
BBS16061118 oleh PT BBS senilai: pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 1. Rp5.646.566.607 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT BBS bunga 11,25%, untuk periode peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
dan PT Mitsubishi 60 bulan atau 5 tahun, dimulai peralatan dan tidak terdapat ketentuan
UFJ Lease & dari 29 Juli 2016 sampai 28 Juli
yang diberikan yang dapat merugikan
Finance Indonesia 2021. pembiayaan hak dan kepentingan para
(“Mitsubishi UFJ”) 2. Rp3.074.123.320 dengan suku investasi atau pemegang saham publik.
bunga 11,25%, untuk periode sampai masa
60 bulan atau 5 tahun, dimulai pembiayaan
dari 29 Juli 2016 sampai 28 Juli
berakhir pada
2021. 28 Juli 2021.
45. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan Perjanjian ini Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ cara sewa pembiayaan oleh berlaku sampai larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa Mitsubishi UFJ terhadap peralatan-Perseroan Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. Perseroan peralatan dan mesin-mesin yang melakukan dapat melaksanakan PUT II
SIH16071112 tanggal digunakan oleh Perseroan senilai pembayaran maupun menggunakan dana
22 Juli 2016 antara Rp1.736.012.935 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
Perseroan dan bunga 11,25%, untuk periode 60 peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ bulan atau 5 tahun, dimulai dari 29
peralatan dan tidak terdapat ketentuan
Juli 2016 sampai 28 Juli 2021. yang diberikan yang dapat merugikan
pembiayaan hak dan kepentingan para
investasi atau pemegang saham publik.
sampai masa
pembiayaan
berakhir pada
28 Juli 2021.
46. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi Melalui 2. PT BCI kepada PT BCI untuk sewa guna Perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan No. yang diperlukan oleh PT BCI untuk terkait maupun menggunakan dana
L16110021 tanggal menunjang usahanya di bidang dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
21 Desember perumahsakitan. Setiap sewa penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian pembiayaan atas suatu peralatan pembiayaan dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI dilaksanakan berdasarkan kontrak akan diatur pada yang dapat merugikan
L16110021”) pembiayaan yang terpisah. PT tiap-tiap kontrak hak dan kepentingan para
BCI memiliki opsi untuk membeli pelaksanaan pemegang saham publik.
peralatan yang disewa guna pembiayaan
usahakan berdasarkan kontrak terpisah.
pembiayaan.

126
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
47. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT BCI untuk 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT BCI keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan Medical Equipment dapat melaksanakan PUT II
L16110021 tanggal sebagaimana dirinci lebih lanjut maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 dalam perjanjian. hasil PUT II sesuai dengan
Rencana Penggunaan Dana,
Total pembiayaan: dan tidak terdapat ketentuan
Rp550.234.600 yang dapat merugikan
hak dan kepentingan para
Pembayaran Sewa Pembiayaan pemegang saham publik.
Periode Utama: Rp11.855.000/
bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16110021.
48. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi (Melalui 2. PT RSSHS waktu kepada PT RSSHS perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa untuk sewa guna usaha atas Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan) peralatan-peralatan medis yang terkait maupun menggunakan dana
L16110020 tanggal diperlukan oleh PT RSSHS untuk dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
20 Januari 2017 menunjang usahanya di bidang penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
(“Perjanjian perumahsakitan. Setiap sewa akan diatur pada dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI pembiayaan atas suatu peralatan tiap-tiap kontrak yang dapat merugikan
L16110020”) dilaksanakan berdasarkan kontrak pelaksanaan hak dan kepentingan para
pembiayaan yang terpisah. PT pembiayaan pemegang saham publik.
RSSHS memiliki opsi untuk terpisah.
membeli peralatan yang disewa
guna usahakan berdasarkan
kontrak pembiayaan.
49. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode Utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT RSSHS guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT RSSHS keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110020 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
20 Januari 2017 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp887.491.000 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp19.121.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16100020.
50. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi (Melalui 2. PT MBB kepada PT MBB untuk sewa guna perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan) medis yang diperlukan oleh PT terkait maupun menggunakan dana
L16090002 tanggal MBB untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
26 September di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
2016 (“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas akan diatur pada dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan tiap-tiap kontrak yang dapat merugikan
L16090002”) berdasarkan kontrak pembiayaan pelaksanaan hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT MBB memiliki pembiayaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan terpisah.
yang disewa guna usahakan
berdasarkan kontrak pembiayaan.

127
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
51. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MBB guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MBB keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16090002 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
26 September 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp11.974.340.391 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp260.848.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16090002.
52. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MBB guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MBB keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110014 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp14.349.229.250 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp309.154.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16090002.
53. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada PT MBB guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT MBB keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan IT sebagaimana dirinci dapat melaksanakan PUT II
L16100007 tanggal lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
17 November 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp2.646.649.862 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp57.655.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16090002.
54. Perjanjian Induk 1. CTLI CTLI akan memberikan Tidak terdapat Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan pembiayaan dari waktu ke waktu jangka waktu larangan/persyaratan di dalam
Investasi (Melalui 2. PT TPM kepada PT TPM untuk sewa guna perjanjian. Perjanjian untuk Perseroan
Fasilitas Sewa usaha atas peralatan-peralatan Kesepakatan dapat melaksanakan PUT II
Pembiayaan) medis yang diperlukan oleh PT terkait maupun menggunakan dana
L16100013 tanggal TPM untuk menunjang usahanya dengan masa hasil PUT II sesuai dengan
24 Oktober 2016 di bidang perumahsakitan. penggunaan Rencana Penggunaan Dana,
(“Perjanjian Setiap sewa pembiayaan atas akan diatur pada dan tidak terdapat ketentuan
Pembiayaan CTLI suatu peralatan dilaksanakan tiap-tiap kontrak yang dapat merugikan
L16100013”) berdasarkan kontrak pembiayaan pelaksanaan hak dan kepentingan para
yang terpisah. PT TPM memiliki pembiayaan pemegang saham publik.
opsi untuk membeli peralatan terpisah.
yang disewa guna usahakan
berdasarkan kontrak pembiayaan.

128
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
55. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada TPM guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TPM keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16100013 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
24 Oktober 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp6.889.532.972 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp34.448.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16100013.
56. Kontrak Pembiayaan 1. CTLI CTLI menyediakan pembiayaan Periode utama: Tidak terdapat pembatasan/
Investasi (Melalui investasi kepada TPM guna 60 bulan larangan/persyaratan di dalam
Fasilitas Sewa 2. PT TPM keperluan sewa guna usaha atas Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan) No. peralatan kesehatan sebagaimana dapat melaksanakan PUT II
L16110023 tanggal dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. maupun menggunakan dana
21 Desember 2016 hasil PUT II sesuai dengan
Total pembiayaan: Rencana Penggunaan Dana,
Rp1.674.101.040 dan tidak terdapat ketentuan
yang dapat merugikan
Pembayaran Sewa Pembiayaan hak dan kepentingan para
Periode Utama: pemegang saham publik.
Rp36.069.000/bulan

Syarat dan ketentuan dalam


perjanjian ini mengacu kepada
Perjanjian Pembiayaan CTLI
L16100013.
57. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan cara Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ sewa pembiayaan oleh Mitsubishi ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa UFJ terhadap peralatan-peralatan sampai PT BCI Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT BCI dan mesin-mesin yang digunakan melakukan dapat melaksanakan PUT II
BCI16071114 oleh PT BCI senilai: pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 1. Rp332.385.365 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT BCI dan bunga 11,25%, untuk periode peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ 60 bulan atau 5 tahun, dimulai peralatan dan tidak terdapat ketentuan
dari 29 Juli 2016 sampai 28 Juli yang diberikan yang dapat merugikan
2021 (“Sewa Pembiayaan BCI pembiayaan hak dan kepentingan para
I”); dan investasi atau pemegang saham publik.
2. Rp272.869.111 dengan suku sampai masa
bunga 11,25% untuk periode 60 pembiayaan
bulan atau 5 tahun, dimulai dari berakhir, yakni:
30 Agustus 2016 sampai 30 Juli 1. untuk Sewa
2021 (“Sewa Pembiayaan BCI Pembiayaan
II”). BCI I pada 28
Juli 2021; dan
2. untuk Sewa
Pembiayaan
BCI II pada
30 Juli 2021

129
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
58. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan cara Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ sewa pembiayaan oleh Mitsubishi ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa UFJ terhadap peralatan-peralatan sampai PT KJM Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT KJM dan mesin-mesin yang digunakan melakukan dapat melaksanakan PUT II
KJM16071116 oleh PT KJM senilai: pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 1. Rp330.000.000 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT KJM dan bunga 11,25%, untuk periode peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ 60 bulan atau 5 tahun, dimulai peralatan dan tidak terdapat ketentuan
dari 29 Juli 2016 sampai 30 Juni yang diberikan yang dapat merugikan
2021 (“Sewa Pembiayaan KJM pembiayaan hak dan kepentingan para
I”); dan investasi atau pemegang saham publik.
2. Rp320.198.398 dengan suku sampai masa
bunga 11,25% untuk periode 60 pembiayaan
bulan atau 5 tahun, dimulai dari berakhir, yakni:
tanggal 30 Oktober 2016 sampai 1. untuk Sewa
30 September 2021 (“Sewa Pembiayaan
Pembiayaan KJM II”). KJM I pada
30 Juni 2021;
dan
2. untuk Sewa
Pembiayaan
KJM II pada
30 September
2021.
59. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ cara sewa pembiayaan oleh ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa Mitsubishi UFJ terhadap peralatan- sampai PT LBJ Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT LBJ peralatan dan mesin-mesin yang melakukan dapat melaksanakan PUT II
LBJ16071113 digunakan oleh PT LBJ senilai pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 Rp552.882.466 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT LBJ dan bunga 11,25%, untuk periode 60 peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ bulan atau 5 tahun, dimulai dari 29 peralatan dan tidak terdapat ketentuan
Juli 2016 sampai 28 Juli 2021. yang diberikan yang dapat merugikan
pembiayaan hak dan kepentingan para
investasi atau pemegang saham publik.
sampai masa
pembiayaan
berakhir pada
28 Juli 2021.
60. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan Perjanjian ini Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ cara sewa pembiayaan oleh berlaku sampai larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa Mitsubishi UFJ terhadap peralatan- PT RSCM Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT RSCM peralatan dan mesin-mesin yang melakukan dapat melaksanakan PUT II
RCM16071117 digunakan oleh PT RSCM senilai pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 Rp1.158.818.691 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT RSCM dan bunga 11,25%, untuk periode 60 peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ bulan atau 5 tahun, dimulai dari 29 peralatan dan tidak terdapat ketentuan
Juli 2016 sampai 28 Juli 2021. yang diberikan yang dapat merugikan
pembiayaan hak dan kepentingan para
investasi atau pemegang saham publik.
sampai masa
pembiayaan
berakhir pada
28 Juli 2021.
61. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ cara sewa pembiayaan oleh ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa Mitsubishi UFJ terhadap peralatan- sampai PT TBK Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT TBK peralatan dan mesin-mesin yang melakukan dapat melaksanakan PUT II
TBKJ16071119 digunakan oleh PT TBK senilai pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 Rp3.406.689.733 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT TBK dan bunga 11,25%, untuk periode 60 peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ bulan atau 5 tahun, dimulai dari 29 peralatan dan tidak terdapat ketentuan
Juli 2016 sampai 28 Juli 2021. yang diberikan yang dapat merugikan
pembiayaan hak dan kepentingan para
investasi atau pemegang saham publik.
sampai masa
pembiayaan
berakhir pada
28 Juli 2021.

130
Ketentuan Yang
No Perjanjian Pihak Fasilitas Kredit/Pembiayaan Jatuh Tempo
Mempengaruhi PUT II
62. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan Perjanjian ini Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ cara sewa pembiayaan oleh berlaku sampai larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa Mitsubishi UFJ terhadap peralatan- PT MPC Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT MPC peralatan dan mesin-mesin yang melakukan dapat melaksanakan PUT II
MTC16071120 digunakan oleh PT MPC senilai pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 Rp406.147.411 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT MPC dan bunga 11,25%, untuk periode 60 peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ bulan atau 5 tahun, dimulai dari 29 peralatan dan tidak terdapat ketentuan
Juli 2016 sampai 28 Juli 2021. yang diberikan yang dapat merugikan
pembiayaan hak dan kepentingan para
investasi atau pemegang saham publik.
sampai masa
pembiayaan
berakhir pada
28 Juli 2021.
63. Perjanjian 1. Mitsubishi Pembiayaan investasi dengan cara Perjanjian Tidak terdapat pembatasan/
Pembiayaan UFJ sewa pembiayaan oleh Mitsubishi ini berlaku larangan/persyaratan di dalam
Investasi - Sewa UFJ terhadap peralatan-peralatan sampai PT SRD Perjanjian untuk Perseroan
Pembiayaan No. 2. PT SRD dan mesin-mesin yang digunakan melakukan dapat melaksanakan PUT II
SRD16071121 oleh PT SRD senilai: pembayaran maupun menggunakan dana
tanggal 22 Juli 2016 1. Rp981.841.023 dengan suku dini terhadap hasil PUT II sesuai dengan
antara PT SRD dan bunga 11,25%, untuk periode peralatan- Rencana Penggunaan Dana,
Mitsubishi UFJ 60 bulan atau 5 tahun, dimulai peralatan dan tidak terdapat ketentuan
dari 29 Juli 2016 sampai 28 Juli yang diberikan yang dapat merugikan
2021 (“Sewa Pembiayaan SRD pembiayaan hak dan kepentingan para
I”); dan investasi atau pemegang saham publik.
2. Rp447.126.327 dengan suku sampai masa
bunga 11,25%, untuk periode pembiayaan
60 bulan atau 5 tahun, dimulai berakhir, yakni:
dari 30 Agustus 2016 sampai 1. untuk Sewa
29 Agustus 2021. (“Sewa Pembiayaan
Pembiayaan SRD II”) SRD I pada
28 Juli 2021;
dan
2. untuk Sewa
Pembiayaan
SRD II pada
tanggal 29.
64. Perjanjian Kredit 1. Mitsubishi Jenis Fasilitas: fasilitas trade loan 3 November Tidak terdapat pembatasan/
No. 17-0069LN UFJ tanpa komitmen 2018 larangan/persyaratan di dalam
tanggal 3 Juli 2017 Perjanjian untuk Perseroan
(“Perjanjian Kredit 2. Perseroan Jumlah Fasilitas: dapat melaksanakan PUT II
17-0069LN”) Rp100.000.000.000 (atau nilai maupun menggunakan dana
yang setara dalam USD), dimana hasil PUT II sesuai dengan
jumlah ini merupakan batas Rencana Penggunaan Dana,
maksimum untuk Perjanjian ini dan tidak terdapat ketentuan
dan Perjanjian Pembelian Piutang yang dapat merugikan
(sebagaimana diuraikan di bawah hak dan kepentingan para
ini). pemegang saham publik.

Bunga: Ongkos Pendanaan +


2.6% per tahun
65. Perjanjian Pembelian 1. Mitsubishi Jenis Fasilitas: fasilitas pembelian 3 Juli 2018 Tidak terdapat pembatasan/
Piutang - dengan UFJ piutang Perseroan dengan hak larangan/persyaratan di dalam
Hak Regres tanggal regres Perjanjian untuk Perseroan
3 Juli 2017 dengan 2. Perseroan dapat melaksanakan PUT II
tambahannya yaitu Jumlah Fasilitas: maupun menggunakan dana
Addendum Mengenai Rp100.000.000.000 (atau nilai hasil PUT II sesuai dengan
Ketentuan Komersial yang setara dalam USD), dimana Rencana Penggunaan Dana,
(“Perjanjian jumlah ini merupakan batas dan tidak terdapat ketentuan
Pembelian Piutang”) maksimum untuk Perjanjian Kredit yang dapat merugikan
17-0069LN dan Perjanjian ini. hak dan kepentingan para
pemegang saham publik.
Tarif Diskon: Ongkos Pendanaan
+ 2.6% per tahun

131
13.2 Perjanjian Material dengan Pihak Ketiga

a. Pada tanggal 30 April 2012, Perseroan menandatangani Perjanjian Induk (Master Agreement)
dengan MPU. Perjanjian ini berlaku sebagai perjanjian induk bagi kerjasama-kerjasama antara
Perseroan dan MPU. Untuk pelaksanaan perjanjian kerjasama berdasarkan perjanjian ini, para
pihak dapat menunjuk atau menugaskan anak perusahaannya masing-masing. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan dan MPU sepakat untuk melaksanakan beberapa kerjasama sebagai
berikut: (i) jual beli saham sehubungan dengan transaksi sebagaimana dirinci lebih lanjut dalam
perjanjian, (ii) pemberian hak untuk melaksanakan pembangunan rumah sakit di lokasi-lokasi
sebagaimana ditentukan lebih lanjut dalam perjanjian, (iii) pemberian hak untuk mengoperasikan
rumah sakit di lokasi-lokasi sebagaimana ditentukan lebih lanjut dalam perjanjian dan (iv) sewa
menyewa gedung di lokasi-lokasi sebagaimana ditentukan lebih lanjut dalam perjanjian. Ketentuan
lebih lanjut mengenai kerjasama tersebut akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian terpisah
antara para pihak dan/atau anak perusahaan masing-masing pihak. Perjanjian ini berlaku selama
5 tahun sejak tanggal penyelesaian, dimana tanggal penyelesaian tidak boleh lebih lama dari 31
Desember 2013.

b. Pada tanggal 20 Desember 2014, Perseroan menandatangani Perjanjian Sewa Bangunan Rumah
Sakit dengan PT Nusa Bahana Niaga (“NBN”) yang kemudian dialihkan berdasarkan Pengalihan
Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 14 Desember 2015. Berdasarkan perjanjian ini, PT KJM
menyewa (i) tanah seluas 60.060 M2 dengan status hak guna bangunan (HGB) berdasarkan
Sertipikat HGB No. 828/Lorok Pakjo yang berlokasi di R.W. Monginsidi RT. 014, RW. 004, Fatululi,
Oebobo, Kupang beserta dengan (ii) bangunan yang berada di atas tanah tersebut, dengan harga
sewa yang diperhitungkan berdasarkan gross operating revenue (“GOR”) rumah sakit SHKP.
Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun sejak tanggal mulai digunakannya tanah dan bangunan
oleh PT KJM.

c. Pada tanggal 2 Desember 2014, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT RSSHS mengadakan
perjanjian penyewaan kembali dengan MPU sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan
kembali properti untuk SHPL. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berhak menyewa gedung
bersama dengan peralatan mekanik dan elektrik dari MPU, dan untuk itu Perseroan berkewajiban
untuk membayar biaya sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHPL.
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal diterbitkannya izin operasional dari SHPL yaitu tanggal
21 September 2012 sampai dengan 15 tahun kemudian.

d. Pada tanggal 1 September 2014, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT GPN mengadakan
perjanjian penyewaan dengan PT Crystal Cakrawala Indah (“CCI”) sebagai pemberi sewa
sehubungan dengan penyewaan properti untuk SHMD, yang diamandemen dengan amandemen
perjanjian sewa tanggal 2 Januari 2015. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berhak menyewa
gedung bersama dengan peralatan mekanik dan elektrik dari CCI, dan untuk itu Perseroan
berkewajiban untuk membayar biaya sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah
sakit SHMD. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal diterbitkannya izin operasional dari SHMD yaitu
tanggal 10 April 2015 sampai dengan 15 tahun kemudian.

e. Pada tanggal 28 Mei 2014, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT BCI mengadakan perjanjian
penyewaan kembali dengan MPU sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali
properti untuk SHPW. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berhak menyewa gedung bersama
dengan peralatan mekanik dan elektrik dari MPU, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk
membayar biaya sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHPW.
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal diterbitkannya izin operasional dari SHPW yaitu tanggal 14 Mei
2014 sampai dengan 15 tahun kemudian.

f. Pada tanggal (i) 2 Januari 2004, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT MST menandatangani
Akta Sewa Menyewa Bangunan No. 3 sebagaimana diubah oleh Akta Addendum No. 27 tanggal
10 Maret 2004 dan Akta Addendum No. 136 tanggal 25 September 2009, yang kesemuanya dibuat
di hadapan Eddy Nyoman Winarta, SH, Notaris di Kabupaten Badung dengan I Gede Karsika
sebagai penyewa dan (ii) Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT MST menandatangani

132
(a) Akta Sewa Menyewa No. 2 tanggal 10 Maret 2015 dengan I Wayan Sareng sebagai pemberi sewa
dan (b) Akta No. 2 tanggal 22 Maret 2016 dengan I Kadek Susila sebagai kuasa dari para ahli waris
I Made Seneng sebagai pemberi sewa, yang keduanya dibuat di hadapan Agung Satrya Wibawa
Taira, SH, MKn, Notaris di Denpasar. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, Perseroan berhak
menyewa bangunan ruko serta lahan yang digunakan untuk BIMC Kuta. Berdasarkan perjanjian-
perjanjian tersebut, Perseroan berkewajiban untuk membayar total sejumlah Rp4.020.312.500.
Perjanjian-perjanjian tersebut berlaku paling lama sampai dengan 6 Februari 2025.

g. Pada tanggal 7 November 2007 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT TSW menandatangani
Land Utilization and Land Development Agreement dengan PT (Persero) Pengembangan
Pariwisata Bali sebagaimana terakhir diubah oleh Amandemen kedua tanggal 30 Maret 2012.
Berdasarkan Perjanjian tersebut, Perseroan berhak untuk memanfaatkan tanah yang dikonversi
menjadi Sertipikat Hak Guna Bangunan, yang di atas tanah tersebut kemudian dibangun BIMC
ND. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perseroan berkewajiban untuk membayar uang kompensasi
sejumlah yang ditetapkan dalam Perjanjian. Perjanjian berlaku selama masa Hak Guna Bangunan
atas tanah tersebut.

h. Pada tanggal 1 Juni 2006 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT DHCI menandatangani
Perjanjian Kerjasama tentang Pembangunan dan Pemakaian dengan Sistem Sewa Menyewa
No. 14/001b/AST-PK/DIRUT dengan PT Anadi Sarana Tatahusada (“Anadi”) sebagai pemberi
sewa sehubungan dengan pembangunan dan penyewaan properti untuk SHCN. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan berhak untuk menggunakan bangunan yang dibangun oleh Anadi untuk
kepentingan pelaksanaan kegiatan usahanya, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk
melakukan penyetoran uang muka penyewaan gedung sebesar Rp12.000.000.000. Perjanjian ini
berlaku selama 13 tahun sejak serah terima gedung beserta kelengkapannya dari Anadi kepada
Perseroan.

i. Pada tanggal 12 Oktober 2015 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SRD menandatangani
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 23 yang dibuat di hadapan Notaris Sriwi Bawana Nawaksari,
SH, MKn, Notaris di Kabupaten Tangerang dengan Alan Rusli sebagai pemberi sewa sehubungan
dengan sewa bangunan ruko yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kilometer 2 Gang 2, Kelurahan
Sungai Baru, Kecamatan Banjar Timur, Banjarmasin, untuk SM Banjarmasin. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sewa dengan total jumlah sebesar
Rp12.182.333.335 untuk jangka waktu sewa yang berlangsung sejak tanggal 12 Oktober 2015
sampai dengan 11 Oktober 2027.

j. Pada tanggal 11 Juni 2015 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SRD menandatangani Akta
Perjanjian Sewa Menyewa No.12 yang dibuat di hadapan Notaris Fudrawanto Juanda, SH, Notaris
di Samarinda dengan Rosali sebagai pemberi sewa sehubungan dengan sewa bangunan ruko yang
terletak di Jalan Pemuda, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda,
untuk SM Samarinda. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa dengan total jumlah sebesar Rp13.737.333.336 untuk jangka waktu sewa yang berlangsung
sejak tanggal 8 Juni 2015 sampai dengan 8 Juni 2030.

k. Pada tanggal 6 November 2015 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SRD menandatangani
Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 4 yang dibuat di hadapan Notaris Sriwi Bawana Nawaksari, SH,
MKn, Notaris di Kabupaten Tangerang dengan Eddy Kurniawan sebagai pemberi sewa sehubungan
dengan sewa bangunan ruko yang teletak di Jalan Kolonel Soegiono Blok 2 Nomor 16, 17 dan
18, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur untuk SM BKT. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sewa dengan total jumlah sebesar
Rp27.307.500.000 untuk jangka waktu sewa yang berlangsung sejak tanggal 6 November 2015
sampai dengan 5 November 2030.

133
l. Pada tanggal 19 Juni 2015 Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SRD menandatangani
Perjanjian Sewa Menyewa No. 058/Legal-SRDI/VI/2015 dengan Ruben Hana dan Wenda Limowaty
Liem sebagai pemberi sewa sehubungan dengan sewa bangunan yang terletak di Jalan Yos
Sudarso No. 30-40 Paal Dua, Manado untuk SM Manado. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan
berkewajiban untuk membayar biaya sewa dengan total jumlah sebesar Rp2.500.000.000 untuk
jangka waktu sewa yang berlangsung sejak tanggal berakhirnya periode renovasi yang merupakan
10 bulan sejak serah terima obyek sewa tanggal 19 November 2015 sampai dengan 5 tahun
kedepan.

m. Pada tanggal 28 Desember 2015, PT SRD menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan
Budi Purnomo sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 62 tanggal 28 Desember 2015, dibuat
di hadapan Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Berdasarkan perjanjian
ini, PT SRD menyewa dari Budi Purnomo selama 10 tahun (i) sebidang tanah seluas 1.077 m2
yang terletak di Jalan Kompol Maksum 296, Semarang, dengan status Hak Guna Bangunan
(HGB) berdasarkan Sertipikat HGB No. 592 tanggal 22 Januari 2003 yang diterbitkan oleh Kantor
Pertanahan Semarang, (ii) bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut dengan luas bangunan
1.254 m2 yang didirikan berdasarkan Izin Mendirikan Bangunan No. 645.3/152/2003 tanggal 9
Juli 2003 yang diterbitkan oleh Walikota Semarang beserta dengan (iii) seluruh perlengkapannya
sebagaimana dirinci lebih lanjut dalam perjanjian. Harga sewa untuk 5 tahun pertama adalah sebesar
Rp2.222.222.223 dan untuk 5 tahun berikutnya adalah sebesar Rp2.333.333.334. Perjanjian ini
berlaku hingga 27 Desember 2025.

n. Pada tanggal 24 Mei 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Kirana Puspa Cemerlang
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Wahana Citra Gemilang terhadap
bangunan seluas 20.074 m2 di atas tanah seluas 12.165 m2 yang terletak di Kelurahan Jember
Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, dengan sertifikat hak milik
satuan rumah susun (strata title) yang akan diterbitkan atas bangunan tersebut, dimana pada
saatnya akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang
serta akan dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik
satuan rumah susun atas unit-unit. Bangunan ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan
rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar
Rp252.833.000.000.

o. Pada tanggal 9 Juni 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Lintang Laksana Utama
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli unit strata dengan PT Rekatama Dinamika Unggul
terhadap bangunan seluas 20.074 m2 di atas tanah seluas 22.544 m2 yang terletak di Kelurahan
Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera
Selatan, dengan dengan sertifikat hak milik satuan rumah susun (strata title) yang akan diterbitkan
atas bangunan tersebut, dimana pada saatnya akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan
di instansi pemerintah yang berwenang serta akan dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan
tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik satuan rumah susun atas unit-unit. Bangunan ini akan
digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan
berkewajiban untuk membayar biaya sebesar Rp172.907.000.000.

p. Pada tanggal 18 Agustus 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Gemilang Mulia Bekasi
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli unit strata dengan PT Bayu Buana Nusa terhadap
bangunan seluas 4.587 m2 yang terletak di Bekasi dengan sertifikat hak milik satuan rumah susun
(strata title) yang akan diterbitkan atas bangunan tersebut. Unit strata ini akan digunakan untuk
kepentingan pembangunan rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk
membayar biaya sebesar Rp114.675.000.000.

q. Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Ambon Bangun Nusa
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Karya Unggulan Gemilang terhadap
bangunan seluas 19.953 m2 di atas tanah seluas 13.907 m2 yang terletak di Kelurahan Pandan
Kasturi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, dengan dengan sertifikat hak milik
satuan rumah susun (strata title) yang akan diterbitkan atas bangunan tersebut, di mana pada
saatnya akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang serta

134
akan dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik satuan
rumah susun atas unit-unit. Bangunan ini digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah sakit
yang sedang berjalan. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sebesar Rp226.975.000.000.

r. Pada tanggal 29 Mei 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Agung Cipta Raya
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Sun Property Abadi terhadap bangunan
seluas 23.467 m2 di atas tanah seluas 22.260 m2 yang terletak di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan
Banyumanik, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dengan dengan sertifikat hak milik satuan
rumah susun (strata title) yang akan diterbitkan atas bangunan tersebut, di mana pada saatnya
akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang serta akan
dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik satuan
rumah susun atas unit-unit. Bangunan ini digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah sakit
yang sedang berjalan. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sebesar Rp271.713.000.000.

s. Pada tanggal 11 Agustus 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT MBB menandatangani
perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Cahaya Zamrud Indah terhadap bangunan seluas
18.280 m2 di atas tanah seluas 3.060 m2 yang terletak di Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru,
Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan dengan sertifikat hak
milik satuan rumah susun (strata title) yang akan diterbitkan atas bangunan tersebut, di mana
pada saatnya akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang
serta akan dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik
satuan rumah susun atas unit-unit. Bangunan ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan
rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar
Rp181.326.000.000.

t. Pada tanggal 2 Juni 2017, PT TBK menandatangani perjanjian sewa menyewa gedung rumah
sakit dengan PT Girimulia Perkasa Jaya sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Sewa Menyewa
Gedung Rumah Sakit yang berlaku sampai dengan tanggal 4 April 2033. Bangunan seluas kurang
lebih 16.566 m2 di atas tanah seluas 12.015 m2 yang terletak di kelurahan Babakan, kecamatan
Bogor Tengah dengan status HGB saat ini telah digunakan untuk kepentingan operasional
SHBG. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar
Rp229.439.000.000.

Tidak terdapat pembatasan/larangan/persyaratan di dalam perjanjian-perjanjian penting dengan


pihak ketiga sebagaimana disebutkan di atas untuk Perseroan dapat melaksanakan PUT II maupun
menggunakan dana hasil PUT II sesuai dengan Rencana Penggunaan Dana.

14. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK TERAFILIASI

Perseroan dan Perusahaan Anak mengadakan perjanjian penting dengan pihak terafiliasi, yaitu sebagai
berikut:

14.1 Perjanjian dengan PT Lippo Karawaci Tbk. (“Lippo”)


(Lippo merupakan Induk Perseroan dari Pemegang Saham Utama Perseroan)

a. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan mengadakan perjanjian sewa kembali (sublease) MRCCC
dengan Lippo, dimana Perseroan menyewa dari Lippo gedung Siloam MRCCC yang beralamat
di Jalan Garnisun Dalam RT 010/001, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta
Selatan. Perjanjian ini berlaku selama lima belas tahun atau sampai dengan 29 April 2028.

b. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan mengadakan perjanjian sewa gedung rumah sakit dengan
Lippo, untuk penyewaan gedung Rumah Sakit Umum Siloam yang beralamat di Jl. Siloam No. 6,
Tangerang 15811. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 29 April 2028.

135
c. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan mengadakan perjanjian sewa kembali (sublease) gedung
rumah sakit Siloam Hospitals Jakarta Barat dengan Lippo. Perjanjian ini bermaksud untuk
menyewakan gedung rumah sakit di Jalan Raya Perjuangan Kav. 8, Kelurahan Kebon Jeruk,
Kecamatan Kebon, Jeruk, Jakarta Barat oleh Lippo kepada Siloam. Perjanjian ini berlaku sampai
dengan 29 April 2028.

d. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan mengadakan perjanjian sewa kembali (sublease) gedung
rumah sakit dengan Lippo, untuk penyewaan gedung Siloam Hospitals Lippo Village yang beralamat
di Jl. Siloam No. 6, Lippo Karawaci, 1600, Tangerang, Banten. Perjanjian ini berlaku sampai dengan
29 April 2028.

e. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan menandatangani perjanjian sewa kembali (sublease)
dengan Lippo sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali properti untuk
SHMK. Berdasarkan perjanjian ini Perseroan berhak menyewa gedung bersama dengan peralatan
mekanik serta elektrik dari Lippo, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHMK. Perjanjian ini akan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan 15 tahun dari tanggal 30 November
2012.

f. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan menandatangani perjanjian sewa kembali (sublease)
dengan Lippo sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali properti untuk
SHMN. Berdasarkan perjanjian ini Perseroan berhak menyewa gedung bersama dengan peralatan
mekanik serta elektrik dari Lippo, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHMN. Perjanjian ini akan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan 15 tahun dari tanggal 30 November
2012.

g. Pada tanggal 30 April 2013, Perseroan menandatangani perjanjian sewa kembali (sublease)
dengan Lippo sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali properti untuk
SHSB. Berdasarkan perjanjian ini Perseroan berhak menyewa gedung bersama dengan peralatan
mekanik serta elektrik dari Lippo, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHSB. Perjanjian ini akan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan 15 tahun dari tanggal 11 Desember
2006.

h. Pada tanggal 1 Juli 2013, Perseroan menandatangani perjanjian sewa kembali (sublease) dengan
Lippo sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali properti untuk SHTB.
Berdasarkan perjanjian ini Perseroan berhak menyewa gedung bersama dengan peralatan
mekanik serta elektrik dari Lippo, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHTB. Perjanjian ini akan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan 15 tahun dari tanggal 23 Mei 2013.

i. Pada tanggal 13 Mei 2013, Perseroan menandatangani perjanjian sewa kembali (sublease)
dengan Lippo sebagai pemberi sewa sehubungan dengan penyewaan kembali properti untuk
SHDP. Berdasarkan perjanjian ini Perseroan berhak menyewa gedung bersama dengan peralatan
mekanik serta elektrik dari Lippo, dan untuk itu Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya
sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHDP. Perjanjian ini akan
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan 15 tahun dari tanggal 13 Mei 2013.

j. Pada tanggal 24 Agustus 2016, Perseroan dan Lippo menandatangani Amandemen dan
Pernyataan Kembali atas Master Agreement yang ditandatangani tanggal 30 April 2013. Para Pihak
sepakat untuk mengubah beberapa syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Master Agreement
sehubungan dengan kerja sama penyediaan aset atau lahan untuk kegiatan usaha jasa pelayanan
kesehatan bagi Perseroan. Implementasi atas kerja sama akan diaturlebih lanjut dalam suatu
perjanjian terpisah. Perjanjian ini berlaku sejak 24 Agustus 2016 sampai dengan 24 Agustus 2021.

136
k. Pada tanggal 28 Desember 2010, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT EJM menandatangani
Akta Novasi dengan PT Graha Pilar Sejahtera dan Lippo dimana Lippo sebelumnya telah
menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa untuk gedung rumah sakit SHLC dengan PT Graha
Pilar Sejahtera. Lippo melalui Akta Novasi menetapkan, mengalihkan dan novasi seluruh hak,
manfaat, bunga, kewajiban, syarat dalam Perjanjian Sewa Menyewa kepada PT EJM.

14.2 Perjanjian dengan Anak Perusahaan dari Lippo

a. Pada tanggal 30 Desember 2016, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT LBJ mengadakan
perjanjian sewa (lease) gedung rumah sakit dengan PT Prima Labuan Bajo. Perjanjian ini bermaksud
untuk menyewakan gedung rumah sakit di Jl. Gabriel Gampur, RT 013/RW 005, Dusun V, Desa
Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh
PT Prima Labuan Bajo kepada PT LBJ. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 23 Agustus 2031.

b. Pada tanggal 24 Agustus 2016, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT TPM menandatangani
perjanjian sewa dengan PT Mulia Citra Abadi sebagai pemberi sewa sehubungan dengan
penyewaan properti untuk SHYG yang berlokasi di Jl. Laksda Adisucipto No. 32-34, Yogyakarta,
Jawa Tengah. Berdasarkan perjanjian ini, PT TPM berkewajiban untuk membayar biaya sewa
tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHYG. Perjanjian ini akan berlaku
sampai dengan 15 tahun sejak izin operasional diterbitkan.

c. Pada tanggal 28 Januari 2016, PT MPC menandatangani Perjanjian Pengalihan dengan PT SRD
dan PT Rekapastika Asri atas suatu ruang sewa seluas 2.907m2 yang terdiri dari Unit No: BG-
35,B1-19,20,21 yang terletak di Blu Plaza dan sebelumnya disewakan berdasarkan surat persetujuan
sewa tanggal 1 September 2015. Pembayaran sewa yang disepakati adalah pembayaran sewa
bagi hasil (profit sharing) murni tanpa minimum yang dihitung dari hasil pendapatan kegiatan usaha
bersih (nett operating revenue) PT MPC. Tanggal mulai sewa adalah sejak 18 November 2015
sampai dengan 17 November 2025.

d. Pada tanggal 14 Januari 2016, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SRD menandatangani
Surat Persetujuan Sewa dengan PT Duta Wisata Loka atas suatu ruang sewa seluas 1.471,41m2
yang berlokasi di Lantai Ground Unit 118C Pluit Village. Harga sewa yang disepakati adalah
pembayaran sewa dengan system bagi hasil (Harga Sewa Turnover) yang dihitung dari persentasi
hasil penjual bruto. dengan minimum Harga Dasar Sewa yang dihitung berdasaran target
pendapatan kegiatan usaha bersih (net operating revenue). Jangka waktu sewa terhitung sejak
1 Juli 2016 sampai dengan 30 Juni 2026.

e. Pada tanggal 22 Juli 2015, Perseroan menandatangani perjanjian lisensi merek dengan PT Sentra
Dwimandiri yang memberikan Perseroan hak untuk menggunakan Merek Dagang yang tercancum
dalam Lampiran 1 Perjanjian, secara non-ekslusif dan non-transferable. Biaya Lisensi yang
dibayarkan oleh Perseroan sejumlah Rp50.000.000 yang dibayarkan satu kali untuk seluruh jangka
waktu Perjanjian ini. Jangka waktu perjanjian terus berlaku sampai (a) salah satu Pihak bermaksud
mengahiri Perjanjian (b) saat Lippo selaku pemegang saham PT Sentra Dwimandiri tidak lagi secara
langsung atau tidak langsung menjadi pemegang saham mayoritas (c) jika Perseroan melakukan
pelanggatan terhadap Perjanjian.

f. Pada tanggal 24 Agustus 2016, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT BBS menandatangani
perjanjian sewa dengan PT Andromeda Sakti sebagai pemberi sewa sehubungan dengan
penyewaan properti untuk SHBN yang berlokasi di Jl. Sultan Hasanuddin No.58, Batulo, Wolio,
Baubau, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan perjanjian ini, PT BBS berkewajiban untuk membayar
biaya sewa tahunan yang diperhitungkan berdasarkan GOR rumah sakit SHBN. Perjanjian ini akan
berlaku sampai dengan 15 tahun sejak izin operasional diterbitkan.

g. Pada tanggal 25 Juli 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT ACH menandatangani
perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Tiara Permata Gemilang terhadap tanah seluas 9.824
m2 yang terletak di Kelurahan Singki, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi
Sulawesi Selatan, dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) berdasarkan Sertifikat HGB No. 03/

137
Singki yang berlaku sampai dengan tanggal 13 Juli 2035, dimana pada saatnya akan dilakukan
proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang serta akan dijadikan dasar
untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik satuan rumah susun atas
unit-unit. Tanah ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah sakit. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar Rp17.000.000.000.

h. Pada tanggal 21 Juli 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT SSU menandatangani
perjanjian pengikatan jual beli unit strata dengan PT Bimasakti Jaya Abadi terhadap bangunan
seluas 1.767 m2 di atas tanah seluas 8.658 m2 yang terletak di Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan
Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, dengan status Hak Guna Bangunan (HGB)
berdasarkan (i) Sertifikat HGB No. 1559/Duren Tiga atas tanah seluas 8.775 m2 yang berlaku
sampai dengan tanggal 19 Februari 2033 dan (ii) Sertifikat HGB No. 1698/Duren Tiga atas tanah
seluas 117 m2 yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Februari 2033, dimana pada saatnya
akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang serta akan
dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik satuan
rumah susun atas unit-unit. Unit strata ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan
rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar
Rp66.439.000.000.

i. Pada tanggal 6 Juni 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT KSK menandatangani
perjanjian pengikatan jual beli unit strata dengan PT Surya Mitra Jaya terhadap bangunan seluas
kurang lebih 2.498 m2 yang terletak di Kelurahan Dukuh Manunggal, Kecamatan Gayungan,
Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur, dengan status Hak Guna Bangunan (HGB), dimana pada
saatnya akan dilakukan proses pendaftaran pertelaan di instansi pemerintah yang berwenang
serta akan dijadikan dasar untuk melakukan pemisahan tanah menjadi menjadi sertifikat hak milik
satuan rumah susun atas unit-unit. Unit strata ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan
rumah sakit. Berdasarkan perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar
Rp56.455.000.000.

14.3 Perjanjian dengan Pihak di bawah Pengendali yang Sama

a. Pada tanggal 24 April 2012, Perseroan mengadakan perjanjian lisensi, penyediaan dan
pemeliharaan perangkat lunak dengan PT Solusi Informasi Medika, di mana PT Solusi Informasi
Medika menyediakan lisensi perangkat lunak (software) dan pemeliharaannya. Perjanjian tersebut
telah diamandemen dengan Addendum No. 033/SIH/ICT/IV 2015 tanggal 23 Februari 2015, yang
menambahkan spesifikasi perjanjian namun tidak mengubah syarat dan ketentuan perjanjian.
Perjanjian ini tidak mempunyai jangka waktu, dan berakhir hanya ketika diakhiri oleh para pihak.

b. Pada tanggal 7 Juli 2017, Perseroan melalui Perusahaan Anaknya PT Banjar Medika Nusa
menandatangani perjanjian pengikatan jual beli unit strata dengan PT Surya Asri Lestari terhadap
tanah seluas 1.245 m2 yang terletak di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar,
Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, dengan status Hak Guna Bangunan (HGB)
berdasarkan Sertifikat HGB No. 3696/Pasar Baru yang berlaku sampai dengan tanggal 14 Oktober
2022. Bangunan ini akan digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah sakit. Berdasarkan
perjanjian ini, Perseroan berkewajiban untuk membayar biaya sebesar Rp32.342.000.000.

Seluruh perjanjian-perjanjian dengan pihak terafiliasi di atas telah dilakukan dengan syarat dan
ketentuan yang wajar (arm’s length) sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga.

15. PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, PERUSAHAAN ANAK, DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN SERTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PERUSAHAAN ANAK

Perseroan dan Perusahaan Anak serta masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
dan Perusahaan Anak, tidak tersangkut dan/atau terlibat sebagai penggugat, tergugat, pemohon atau
termohon dalam perkara perdata, pidana, tata usaha negara, hubungan industrial, kepailitan, PKPU,
pajak, dan perkara arbitrase di BANI yang mempunyai dampak material yang dapat mempengaruhi
kegiatan usaha, kelangsungan usaha Perseroan dan Perusahaan Anak, dan Rencana PUT II.

138
B. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN
PERUSAHAAN ANAK

1. UMUM

Perseroan membuka rumah sakit pertamanya pada tahun 1996 dan sejak itu Perseroan terus
berkembang melalui pendirian rumah sakit baru maupun akuisisi rumah sakit yang sudah berdiri. Pada
tanggal 31 Mei 2017 Perseroan mengoperasikan 26 rumah sakit yang menawarkan layanan kesehatan
spesialis yang lengkap seperti prosedur bedah kompleks, layanan laboratorium, fasilitas radiologi
dan imaging, layanan kesehatan umum dan layanan diagnostik dan darurat di Indonesia. Pada tanggal
31 Mei 2017, Perseroan memiliki kapasitas sekitar 5.500 jumlah tempat tidur dan mempekerjakan lebih
dari 500 dokter umum dan 1.900 spesialis yang menawarkan layanan ke pasien Perseroan dan sekitar
9.000 perawat dan staf pendukung lainnya. Perseroan berencana untuk mengembangkan usahanya
melalui pendirian rumah sakit baru, pengembangan rumah sakit Perseroan yang sudah berdiri dan
akuisisi rumah sakit yang berpotensi baik.

Perseroan yakin bahwa Perseroan dikenal sebagai pemimpin dalam penyelenggaraan model layanan
klinis yang inovatif dengan peralatan canggih, fasilitas yang berorientasi pada pasien dan layanan
klinik maupun non-klinik yang terpadu di seluruh Indonesia. Selama 20 tahun, Perseroan telah menjadi
pelopor dan memberikan kontribusi penting dalam perkembangan layanan kesehatan di Indonesia.
Sebagai contoh, Siloam Hospitals Lippo Village adalah rumah sakit Indonesia pertama yang terakreditasi
oleh  Joint Commission International (“JCI”) pada tahun 2007 dan telah berhasil mempertahankan
akreditasi tersebut sampai dengan saat ini. Perseroan percaya Perseroan juga merupakan pelopor
dalam penggunaan teknologi MRI 3-Tesla, 256 Slice CT, Rapid Arc Linac Anciliator dan Gamma Knife
di Indonesia. Perseroan juga memperoleh penghargaan “Indonesia Hospital of the Year” dari Frost &
Sullivan pada tahun 2016 serta “Gold Champion of Indonesia WOW Service Excellence Award 2016
(Category: Hospital B Class)”, “Gold Champion of Indonesia WOW Service Excellence Award 2016
(Category: Hospital B Class) Region: Sulawesi & Papua” dan “Silver Champion of Indonesia WOW
Service Excellence Award 2016 (Category: Hospital B-Class), Region: Bali & Kalimantan” dari MarkPlus.
Untuk memastikan bahwa fasilitas-fasilitas medis Perseroan dioperasikan dengan standar tertinggi,
Perseroan secara aktif berkolaborasi dengan pemberi layanan kesehatan internasional. Perseroan
percaya bahwa Perseroan adalah organisasi kesehatan di Indonesia yang menyelenggarakan
pelayanan klinis dengan fasilitas riset dan akademis unggulan. Perseroan adalah bagian dari kelompok
ilmu pengetahuan medis, yang terdiri dari UPHMS, yaitu suatu sekolah kedokteran dan keperawatan
ternama di Indonesia, dan Mochtar Riady Institut Nanoteknologi, suatu lembaga riset berfokus pada
riset genetik dan kanker. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk mendorong inovasi dan menghasilkan
generasi dokter dan perawat di masa mendatang untuk pengembangan usaha Perseroan.

Perseroan telah mengembangkan “Centers of Excellence” di beberapa bidang spesialisasi di rumah-


rumah sakit Perseroan, termasuk di bidang kanker, jantung, syaraf, fertilitas, kardiologi, neuroscience,
urologi dan ortopedik. Perseroan percaya bahwa “Centers of Excellence” tersebut sangat dikenal
dalam memberikan layanan kesehatan yang paling mutakhir di Indonesia. Para dokter yang berpraktek
di rumah-rumah sakit lainnya, baik swasta maupun non-swasta, secara reguler merekomendasikan
layanan Perseroan di bidang-bidang spesialisasi tersebut. Perseroan juga percaya bahwa reputasi
Perseroan pada kemampuan klinik, peralatan medis dengan teknologi terkini dan program-program
pelatihan di “Centers of Excellence” tersebut telah membantu Perseroan dalam menarik dan
mempertahankan tenaga medis di rumah sakit Perseroan. Dokter-dokter spesialis pada umumnya
merupakan dokter independen, yaitu tidak dipekerjakan oleh rumah sakit dan diperkenankan untuk
melakukan praktek sebanyak-banyaknya pada tiga rumah sakit. Perseroan percaya bahwa kemampuan
Perseroan untuk menarik dan mempertahankan dokter dan staf medis profesional ternama memberikan
Perseroan kelebihan daripada para pesaing dalam pasar yang sangat kompetitif.

Pada tanggal 31 Mei 2017, dari seluruh tanah dan bangunan rumah sakit Perseroan yang telah
beroperasi (“Properti Rumah Sakit”): (i) sebanyak 11 Properti Rumah Sakit disewa Perseroan dan/atau
Perusahaan Anak melalui perjanjian sublease dari LK dan MPU (dan perusahaan anak LK dan MPU)
yang menyewa dari anak-anak perusahaan First REIT, (ii) 2 Properti Rumah Sakit Perseroan dimiliki
oleh dan disewa langsung dari anak perusahaan First REIT, (iii) 2 Properti Rumah Sakit Perseroan

139
disewa langsung dari LK atau perusahaan anak LK, (iv) 1 Properti Rumah Sakit disewakan langsung
kepada Perseroan oleh perusahaan anak MPU, dan (v) 10 Properti Rumah Sakit lainnya disewa dari
pihak ketiga dan dimiliki oleh Perseroan.

Grafik di bawah ini menunjukkan peningkatan jumlah admisi rawat inap, kunjungan rawat jalan, dan
kunjungan gawat darurat pada rumah sakit Perseroan selama periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Mei 2017 serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.

Sumber: Perseroan, Agustus 2017

2. KEUNGGULAN KOMPETITIF PERSEROAN

Posisi pasar terkemuka di pasar kesehatan Indonesia yang sangat menarik

Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan mengoperasikan 26 rumah sakit, yang memberikan layanan
konsultasi kesehatan dan layanan klinis dan diagnostik. Pada tanggal 31 Mei 2017, Perseroan
memiliki kapasitas sekitar 5.600 jumlah tempat tidur dan mempekerjakan sekitar 500 dokter umum dan
1.900 spesialis yang menawarkan layanan ke pasien Perseroan dan sekitar 8.600 perawat dan staf
pendukung lainnya. Perseroan berencana untuk lebih memperluas operasi dan kehadiran Perseroan
melalui pembangunan rumah sakit baru, perluasan rumah sakit yang sudah ada dan melakukan
akuisisi. Perseroan juga diakui di Indonesia sebagai pemimpin dalam model layanan klinis inovatif,
peralatan terkini, fasilitas yang berpusat pada pasien dan layanan klinis dan non-klinis terpadu. Selama
20 tahun terakhir, Perseroan telah merintis dan banyak melahirkan capaian penting dalam perkembangan
kesehatan di Indonesia. Misalnya, Siloam Hospitals Lippo Village adalah rumah sakit pertama
di Indonesia yang diakreditasi oleh JCI pada tahun 2007 dan sampai dengan saat ini masih berhasil
untuk mempertahankan akreditasinya.

Perseroan memiliki fokus yang kuat pada Indonesia, yang Perseroan yakini sebagai pasar pertumbuhan
yang sangat menarik dan yang mendapatkan keuntungan dari berbagai dinamika meliputi penduduk
yang semakin makmur dan bertambah usia, kondisi ekonomi makro yang kondusif serta peningkatan
permintaan untuk layanan kesehatan swasta berkualitas, yang ditopang oleh kebijakan pemerintah
yang mendukung.

Indonesia memiliki penduduk terbesar di Asia Tenggara dan penduduk terbesar keempat di dunia
berdasarkan data dari Departemen Ekonomi dan Sosial PBB. Badan Pusat Statistik (“BPS”)
memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 305,7 juta penduduk pada
tahun 2035. Dari segi umur penduduk, populasi Indonesia didominasi oleh penduduk yang berusia
relatif muda, dengan hanya 8,49% dari populasi pada tahun 2015 berusia di atas 60 tahun. Meskipun
demikian, persentase jumlah penduduk yang berusia di atas 60 tahun mengalami laju peningkatan yang

140
cukup pesat atau tumbuh menjadi sekitar 15,77% dari total jumlah penduduk pada tahun 2035 (sumber:
Badan Pusat Statistik, 2017). Meningkatnya populasi berusia lanjut akan semakin menempatkan beban
yang besar pada infrastruktur kesehatan yang sudah diupayakan di Indonesia dan akan memperkuat
pertumbuhan layanan kuratif dan rawat inap selama beberapa dekade mendatang. Di sisi lain, rasio
tempat tidur rumah sakit per 10.000 penduduk Indonesia pada awal tahun 2017 adalah sebesar 9 dan
rasio dokter per 10.000 penduduk Indonesia pada periode yang sama sebesar 2. Jumlah tersebut
berada jauh di bawah negara-negara lainnya, seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, Korea Selatan,
China, Australia, Amerika Serikat dan Inggris (World Health Organization dan World Bank, 2017).

Saat ini Indonesia saat ini memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan PDB nominal sekitar
USD932,4 miliar pada tahun 2016. Perekonomian Indonesia mencapai laju pertumbuhan PDB pada
rata-rata 5,3% per tahun dari tahun 2012 hingga 2016, dan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan
sebesar 5,5% per tahun pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi telah membawa peningkatan pesat
dalam kekayaan pribadi dan rumah tangga penduduk Indonesia. PDB per kapita Indonesia tahun 2016
melampaui USD3.600 dan diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan majemuk
sebesar 8,25% dari tahun 2017 hingga 2022 (sumber: IMF, April 2017), yang Perseroan yakin akan
meningkatkan lebih lanjut pertumbuhan pengeluaran konsumen dan pendapatan sesudah dikurangi
pajak (disposable income). Pertumbuhan pendapatan sesudah dikurangi pajak (disposable income)
ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan akan layanan kesehatan swasta bermutu. Selain itu,
walaupun penyakit menular telah secara historis bertanggungjawab atas jumlah signifikan morbiditas
dan mortalitas di Indonesia, perubahan gaya hidup di kalangan penduduk Indonesia telah memberikan
kontribusi pada transisi epidemiologi di mana penyakit tidak menular (seperti kanker, diabetes dan
penyakit jantung) semakin sering bermunculan. Penyakit tidak menular diperkirakan tumbuh dengan
meningkatnya jumlah rumah tangga kelas menengah, sehingga permintaan akan perawatan tersier
(tertiary) dan kuater (quaternary) diperkirakan akan meningkat.

Rekam jejak yang terbukti berhasil merambah pasar Indonesia dengan strategi dan visi yang
jelas

Perseroan memiliki rekam jejak yang terbukti berhasil mengembangkan rumah sakit baru serta
mengintegrasikan dan mengubah rumah sakit akuisisi dengan kinerja rendah (“brownfield”) yang ada
di Indonesia. Perseroan mengadopsi metodologi yang ketat dalam mengevaluasi proyek baru dan
pendekatan ini disertai dengan pengalaman Perseroan yang luas dalam mengidentifikasi, melaksanakan
dan mengembangkan proyek rumah sakit greenfield dan brownfield, telah memungkinkan Perseroan
untuk mengembangkan 3 rumah sakit akuisisi yang diperoleh antara 30 Juni 2016 hingga 31 Mei 2017.

Selanjutnya, dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan standar kesehatan yang lebih
tinggi dan menangkap peluang baru dari reformasi pelayanan kesehatan pemerintah, Perseroan
mendirikan Rumah Sakit Umum Siloam pada tahun 2010 untuk memberikan pelayanan kesehatan
kepada pasien berpenghasilan rendah dan pasien yang dijamin pemerintah tetapi tanpa mengorbankan
potensi keuntungan. Rumah Sakit Umum Siloam dibuka pada Maret 2012 dan Perseroan percaya
bahwa Perseroan merupakan rumah sakit umum pertama di Indonesia yang dibangun di atas model
sektor kemitraan publik dan swasta. Rumah Sakit Umum Siloam mendemonstrasikan pendekatan
inovatif Perseroan terhadap pengembangan usaha dan juga kemampuan untuk bekerja sama dengan
Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan publik akan standar kesehatan yang lebih tinggi serta
kebutuhan sektor swasta akan model bisnis yang potensial.

Terbukti model bisnis inovatif melalui model empat pilar Perseroan

Masing-masing rumah sakit Perseroan dibangun berdasarkan “Model Empat Pilar” yaitu “Keunggulan
dalam layanan darurat, Peralatan medis dengan teknologi terkini, Digital tele-medicine dan Program
Pengembangan Kemitraan Dokter Siloam” yang Perseroan yakini telah menjadi kunci keberhasilan
rumah sakit yang ada dan akan berfungsi sebagai dasar untuk mereplikasi kesuksesan ini di rumah
sakit Perseroan di masa depan. Melalui strategi “Model Empat Pilar”, Perseroan telah menarik, melatih
dan mempertahankan bakat terbaik, dan memposisikan “Siloam” di garis terdepan dalam pelayanan
kesehatan, serta merefleksikan misi Perseroan dalam menyediakan jasa pelayanan kesehatan yang
berkualitas di Indonesia.

141
Keunggulan dalam layanan gawat darurat

Perseroan berkomitmen untuk menjadi yang terbaik di kelasnya untuk menyediakan layanan darurat
di Indonesia, di mana setiap rumah sakit yang ada dan semua rumah sakit masa depan mengoperasikan
unit darurat yang komprehensif sesuai dengan pedoman praktek terbaik internasional yang ditetapkan
oleh American College of Emergency dan Australasian College of Emergency. Perseroan pada umumnya
mengharuskan semua staf klinis di unit darurat untuk menyelesaikan pelatihan formal dan program
berbasis web milik pelatihan pengobatan darurat pada tiga tingkatan: keterampilan bantuan hidup dasar,
menengah dan lanjutan, yang akan selesai selama periode 18 - 24 bulan. Semua rumah sakit memiliki
ambulans modern dengan peralatan dan perlengkapan untuk stabilisasi pasien di jalan. Tim Ambulans
yang dikirim untuk setiap panggilan menyertakan obat darurat dan dokter terlatih penuh dan perawat
paramedis. Mengingat Indonesia tidak memiliki nomor telepon layanan darurat yang distandarisasi,
Perseroan percaya bahwa Perseroan adalah rumah sakit pertama yang telah menerapkan standar
nasional “1-500-911” sebagai layanan panggilan terpusat yang merespon panggilan untuk setiap layanan
darurat yang dibutuhkan oleh pasien di seluruh daerah jangkauan rumah sakit Perseroan. Call center
pusat mengelola pengiriman semua ambulans untuk panggilan darurat, menggunakan telepon radio
dan switch IP untuk melacak kiriman ambulans sampai kedatangan pasien di rumah sakit. Perseroan
bertujuan untuk mencapai standar respon 100% dan pengiriman ambulans dalam waktu tiga menit dari
waktu panggilan. Selanjutnya, unit gawat darurat Perseroan adalah salah satu dari empat poin utama
masuknya pasien ke rumah sakit Perseroan. Selama periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Mei 2017 serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, unit gawat
darurat Perseroan merawat 98.746, 241.231, dan 207.77 pasien. Selama periode lima bulan yang
berakhir pada 31 Mei 2017, sekitar 39,5% dari pasien unit gawat darurat Perseroan menjadi pasien
rawat inap. Unit pelayanan rawat inap Perseroan adalah kontributor terbesar terhadap pendapatan
Perseroan. Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 serta tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, unit pelayanan rawat inap Perseroan memberikan
kontribusi sebesar masing-masing 60,7%, 61,4%, dan 62,5% dari pendapatan kotor Perseroan.

Peralatan dan sistem kedokteran dengan teknologi terkini (state-of-the-art)

Perseroan berkomitmen untuk berinvestasi pada peralatan kedokteran dengan teknologi terkini
di semua rumah sakit Perseroan yang ada saat ini maupun di masa mendatang, baik untuk pemeriksaan,
diagnosis maupun pengobatan. Oleh karena itu, rencana Perseroan adalah agar rumah sakit Perseroan
memiliki minimal satu ruang (suite) standar untuk 1,5 Tesla MRI, 128 Slice CT-Scan, 4D Ultrasound,
Digital Mamografi dan Digital X-ray. Rumah sakit Perseroan juga dilengkapi dengan kamar operasi
dengan horizontal laminar flow Hepa filter, Central Sterile Supply Department (CSSD), Cath labs
dan unit-unit Critical Care. Perseroan percaya bahwa Perseroan telah menjadi salah satu pelopor
di Indonesia untuk peralatan kedokteran yang sangat canggih di rumah sakit Perseroan yang memiliki
Centers of Excellence, dengan model terbaru 3-Tesla MRI, 256 Slice CT, Rapid Arc Linac Anciliator dan
Gamma Knife yang tersedia di beberapa rumah sakit Perseroan. Peralatan kedokteran yang digunakan
di rumah sakit Perseroan mengikuti standar Internasional “protokol radiologi dan pelaporan” dan
“protokol prosedur intervensi” yang tercantum di dalam prosedur operasi standar Perseroan.

Layanan kesehatan Perseroan juga didukung oleh sistim teknologi informasi terpusat yang membantu
Perseroan mengelola sistim klinis, catatan dan inventarisasi medis dan memfasilitasi konsultasi spesialis
secara langsung (real-time) pada rumah sakit Perseroan dengan keahlian pada spesialisasi tertentu
(hub) dengan rumah sakit Perseroan lainnya yang hanya memiliki keahlian terbatas atas spesialisasi
tersebut dibandingkan dengan hub (spoke) melalui infrastruktur “Tele-Medicine” Perseroan.

Digital Tele-Medicine

Perseroan melaksanakan strategi hub-and-spoke, dimana “spoke” kami di kota-kota yang lebih kecil
merujuk kasus-kasus yang lebih kompleks ke rumah sakit “hub”, yang pada umumnya beroperasi
di pusat kota besar dan menawarkan jumlah spesialis klinis yang lebih besar. Melalui sistim komunikasi
“Tele-Medicine” Perseroan mampu melakukan akses real-time ke informasi klinis berkualitas tinggi
dari Centers of Excellence Perseroan, dimana satu rumah sakit atau lebih bertindak sebagai “hubs”
spesialisasinya, untuk memungkinkan diagnosis dan pengobatan para pasien pada rumah sakit
Perseroan di daerah terpencil, yang secara efektif memperluas cakupan spesialis, mengurangi animo

142
pasien domestik untuk berobat ke luar negeri, pemberian diagnosis ahli secara real-time, mengurangi
biaya baik bagi para pasien maupun bagi Perseroan, dan juga mengurangi keterbatasan dokter spesialis
yang berkualitas tinggi di daerah terpencil di Indonesia. Berikut adalah contoh ilustratif dari strategi
hub-and-spoke Perseroan dan sistem komunikasi “Tele-Medicine”: seorang pasien diterima di salah
satu rumah sakit “spoke” Perseroan dan setelah pengecekan medis, diyakini telah megidap kanker
tumor. Dokter di rumah sakit “spoke” membagikan informasi medis tersebut melalui sistem teknologi
informasi Perseroan dengan spesialis kanker di MRCCC, salah satu rumah sakit “hub” Perseroan
untuk perawatan kanker, dan mereka bersama-sama meninjau kasus tersebut. Pasien lalu ditransfer
ke MRCCC untuk perawatan akut dan operasi. Setelah itu, pasien bisa ditransfer kembali ke lokasi
asalnya untuk menerima kemoterapi dan pengawasan. Jika dokter setempat memiliki pertanyaan
apapun selama terapi, dokter tersebut dapat menghubungi spesialis MRCCC secara langsung melalui
sistem “Tele-Medicine” Perseroan, atau bahkan meminta dokter spesialis untuk membimbingnya dalam
melakukan prosedur yang kompleks.

Transformasi Radiologi

Dengan tujuan untuk menyediakan layanan tele-radiologi berkualitas tinggi yang terjangkau dan
memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di semua rumah sakit di Indonesia, Siloam
sedang membangun Siloam Radiologi Indonesia dengan model tele dan ‘hub and spoke’.

Berfokus pada struktur, sistem dan sumber daya, pengembangan bisnis ini sendiri berfokus kepada dua
hal yaitu:
1. peningkatan akurasi dan kualitas radiologi diagnostik melalui standarisasi protokol klinis,
peningkatan keterampilan klinis dan pengembangan model praktik sub-spesialisasi; dan
2. peningkatan produktivitas dan efisiensi bisnis melalui optimalisasi alur kerja dan pemanfaatan
platform virtual, digital dan radiologi tanpa film.

Tim dokter spesialis radiologi yang tersebar di seluruh Indonesia terhubung pada platform virtual dimana
keragaman dalam keterampilan, latar belakang dan pengalaman akan memberikan akses kepada
komprehensif diagnostik kepada pasien. Pasien tidak perlu melakukan perjalanan untuk mendapatkan
pendapat lain dan dokter spesialis radiologi dapat berkonsultasi dengan tim ahli lainnya secara real
time. Hal ini untuk mengatasi terbatasnya jumlah dokter spesialis radiologi, menjamin akses ke layanan
dengan kualitas internasional yang sama di seluruh Indonesia dan efisiensi biaya baik untuk pasien dan
untuk perusahaan.

Program Pengembangan Kemitraan Dokter Siloam

Para dokter spesialis di Indonesia pada umumnya tidak dipekerjakan secara langsung oleh rumah sakit
dan diizinkan untuk bekerja pada maksimal sampai tiga rumah sakit. Untuk menarik dokter berkualitas
tinggi untuk bekerja di rumah sakit Perseroan, Perseroan telah mengembangkan sebuah program
kemitraan dokter, “Program pengembangan Kemitraan Dokter Siloam” (“Siloam Doctor Partnership
Development Program/SDPDP”), dimaksudkan untuk menciptakan kemitraan sejati dengan para dokter
Perseroan dan untuk memfasilitasi retensi dan pertumbuhan layanan spesialis Perseroan. Dokter
pada program ini menikmati berbagai hak istimewa dan manfaat termasuk asuransi jiwa, asuransi
kesehatan, pendidikan anak, keanggotaan klub, pendidikan kedokteran berkelanjutan dan layanan
penasehat keuangan. Penerimaan hak dan tingkat manfaat didasarkan pada tingkat eksklusivitas
yang diberikan oleh dokter yang berpraktek di rumah sakit Perseroan dan jumlah kontribusi mereka
terhadap Perseroan. Perseroan juga menjalin kemitraan dengan tim dokter spesialis Perseroan yang
memberikan perawatan klinis yang rumit melalui “Center of Excellence” di hubs Perseroan, dengan
menerapkan skema remunerasi khusus agar mereka dapat memberikan akses “Tele-Medicine” rendah
biaya kepada para dokter dan pasien di rumah sakit spoke Perseroan. Dengan demikian, Perseroan
dapat melakukan ekspansi penyediaan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang terjangkau
di tempat terpencil di seluruh Indonesia. Perseroan yakin bahwa peloporan model SDPDP Perseroan
telah menarik lebih dari 700 orang spesialis untuk bersedia bekerjasama di rumah sakit Perseroan
sejak 2008. SDPDP juga telah membantu Perseroan mempertahankan dokter Perseroan, sehingga
mempertahankan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaing Perseroan.

143
Peluang pertumbuhan yang luar biasa baik dari rumah sakit yang sudah mapan maupun proyek-
proyek baru

Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menyebabkan kecenderungan jangka panjang menuju negara
profil penyakit Negara maju, yakni transisi epidemiologis dimana penyakit tidak menular menjadi
semakin penting. Karena penyakit tidak menular diperkirakan tumbuh dengan seiring meningkatnya
jumlah rumah tangga kelas menengah dan perubahan gaya hidup terkait, permintaan untuk perawatan
tersier dan kuaterner yang lebih mahal diperkirakan meningkat. Kompleksitas yang lebih tinggi terkait
perawatan tersier dan kuaterner dan prosedur yang rumit biasanya mengharuskan marjin yang lebih
tinggi yang dapat dikonversi menjadi pendapatan rata-rata yang lebih tinggi per kunjungan pasien.
Sebagai contoh, selama periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2017 pendapatan
rata-rata per admisi pasien rawat inap di Siloam Hospitals Cinere, salah satu rumah sakit Perseroan
yang mengkhususkan diri di bidang kardiologi, adalah Rp54,8 juta, sedangkan pendapatan rata-rata
per admisi pasien rawat inap di Siloam Hospitals Jambi, sebuah rumah sakit umum, adalah Rp11,5
juta. Perseroan yakin bahwa kemampuan Perseroan untuk menarik dan mempertahankan para dokter
spesialis di seluruh bidang spesialisasi yang berbeda-beda dan memaksimalkan spesialisasi mereka di
dalam jaringan rumah sakit Perseroan melalui model hub-and-spoke membuat Perseroan berada pada
posisi yang tepat untuk memanfaatkan tren ini menuju layanan medis terspesialisasi dengan marjin
yang lebih tinggi.

Selain itu, mengikuti prinsip dasar Perseroan dalam menggunakan sistem modular yang dapat diatur
sesuai permintaan, hampir semua ruangan pasien Perseroan di rumah sakit Perseroan memiliki
infrastruktur dan komponen dasar yang sama. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk secara cepat
mengganti desain ruangan dalam rangka menyesuaikan dengan permintaan terkini (seperti mengubah
ruangan kelas 1 ke ruangan VIP atau sebaliknya).

Lebih lanjut, dengan proses mendetil dalam pemilihan lokasi Perseroan untuk rumah sakit baru, dan
konsep modular yang dapat diperluas dan dapat diduplikasi sebagai infrastruktur fisik dan operasional
yang telah dibakukan dan teruji, Perseroan dapat dengan cepat menjalankan rumah sakit baru yang
menyesuaikan dengan perilaku demografi penduduk, epidemiologi, dan perilaku belanja kesehatan dan
kecenderungan perilaku konsumsi wilayah-wilayah sasaran yang beraneka ragam.

Dukungan pemegang saham beserta afiliasinya meningkatkan kepastian pelaksanaan dan


menyediakan jaringan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pasar utama

Perseroan merupakan bagian dari LK beserta afiliasinya, yang merupakan salah satu konglomerasi
layanan terpadu terbesar di Indonesia, yang memiliki rekam jejak keberhasilan yang tinggi. Di luar
pelayanan kesehatan, LK beserta afiliasinya telah mengembangkan usaha ke seluruh Indonesia, antara
lain, di industry kawasan pemukiman dan riil estat komersial, sektor ritel, media, asuransi, dan sektor
pendidikan. Sebagai pengembang riil estat terpadu, LK beserta afiliasinya melakukan pendekatan
komprehensif terhadap urbanisasi dan telah menyelesaikan penyusunan profil demografis dan
perkotaan yang sangat banyak, memetakan kota-kota dengan pertumbuhan paling pesat di Indonesia
untuk mengerti kebutuhan pasar spesifik di masing-masing kota dan untuk membangun eksistensi yang
signifikan. LK beserta afiliasinya memiliki lahan yang luas di beberapa wilayah yang tumbuh paling
pesat di Indonesia dan telah membangun hubungan yang kuat dengan otoritas di berbagai tingkatan
dan masyarakat. Sebagai contoh, untuk menjalankan rumah sakit baru, operator rumah sakit harus
mendapatkan berbagai sertifikat dan surat izin dengan berbagai tingkatan pemerintah dan masyarakat
sekitar. Perseroan yakin bahwa jaringan hubungan dan pengetahuan yang disediakan melalui asosiasi
yang sudah lama dengan LK dan afiliasinya telah memungkinkan Perseroan untuk mengelola risiko-
risiko ini, sebagaimana dibuktikan dengan fakta bahwa Perseroan tidak sering mengalami kendala
besar dalam memperoleh izin tersebut. Hubungan Perseroan dengan LK beserta afiliasinya memberi
Perseroan sebuah platform yang stabil untuk menumbuhkan usaha Perseroan dan mencapai
skala besar, peluang pengembangan profil tinggi, keuntungan dari economies of scale. Hal ini juga
memberikan kesempatan yang besar bagi Perseroan untuk melakukan penjualan silang (cross-selling)
di seluruh unit usaha di dalam LK beserta afiliasinya, seperti pengembangan kota-kota terpadu untuk
kota-kota daerah di Indonesia, dan memungkinkan Perseroan untuk menyediakan sejumlah layanan
yang disediakan melalui LK beserta terafiliasi untuk para dokter Perseroan.

144
Kemampuan manajemen senior untuk menggerakkan pertumbuhan Perseroan

Perseroan yakin bahwa pengalaman, kedalaman dan keragaman tim manajemen Perseroan merupakan
keunggulan kompetitif khas di industri pelayanan kesehatan yang kompleks dan berubah dengan
cepat di mana Perseroan beroperasi. Tim manajemen Perseroan yang berpengalaman terdiri dari para
profesional kesehatan, administrator kesehatan dan para profesional industri. Banyak anggota dari
tim manajemen senior Perseroan dan manajer rumah sakit juga adalah para dokter yang berkualitas,
yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang operasional rumah sakit, serta pengalaman dalam
bekerja bersama dokter-dokter lain.

Para anggota tim manajemen senior Perseroan memiliki pengalaman industri yang luas dan telah
menjadi alat bagi dan memiliki rekam jejak yang kuat dalam membangun usaha Perseroan di Indonesia.

3. STRATEGI BISNIS

Terus memperkuat dan mengembangkan posisi memimpin Perseroan di industri layanan


kesehatan Indonesia

Untuk memenuhi permintaan yang terus tumbuh akan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi di
Indonesia, Perseroan menerapkan rencana untuk meningkatkan jumlah tempat tidur di seluruh jaringan
rumah sakit Perseroan secara signifikan melalui pembangunan rumah sakit baru, perluasan fasilitas
yang sudah ada dan melakukan akuisisi yang potensial. Rumah sakit baru ini tidak hanya akan melayani
pusat-pusat kota utama di Jawa dan Sumatera, tetapi juga melayani pasar penting lainnya di seluruh
Indonesia. Perseroan akan terus menerapkan strategi ekspansi yang sistimatis dan efektif,merintis
model rumah sakit modular, untuk mengidentifikasi pasar yang tidak terlayani yang membutuhkan
infrastruktur layanan kesehatan dan untuk membangun atau mengakuisisi rumah sakit baru dengan
layanan klinis yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Perseroan juga berencana untuk terus mengembangkan bisnis Perseroan melalui model hub-dan-
spoke, yang secara efektif mengembangkan cakupan spesialis, memberikan diagnosa ahli secara real-
time, mengurangi biaya bagi kedua sisi baik pasien maupun Perseroan dan juga mengatasi kekurangan
pasokan spesialis berkualitas tinggi di Indonesia. Dengan memberikan layanan kesehatan berkualitas
yang mudah diakses secara nasional, Perseroan berharap bisa memperluas pasar untuk tingkat margin
yang lebih tinggi dalam memberikan layanan spesialis di Indonesia dan membalikkan tren saat ini,
perjalanan medis keluar dari Indonesia ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Menerapkan model pemberian layanan klinis holistik Siloam dan perbaikan kualitas
berkesinambungan

Perseroan berencana untuk melanjutkan pendekatan holistik Perseroan dalam menyediakan layanan
kesehatan yang komprehensif dan terpadu pada seluruh pilihan pelayanan dengan menggunakan
standar kualitas tinggi dan aturan klinis yang ketat.

Berbeda dengan model kesehatan Barat, masyarakat Indonesia cenderung mencari perawatan spesialis
di rumah sakit, untuk semua kebutuhan kesehatan mereka mulai dari primer, sekunder, tersier hingga
perawatan kuaterner. Keunggulan Perseroan terletak pada kemampuan Perseroan untuk menyediakan
layanan kesehatan di berbagai tingkat dan berhasil mengintegrasikan berbagai layanan.

Misalnya, kemitraan Perseroan dengan UPHMS yang memberikan pasokan tenaga medis, yang bisa
dilatih di Rumah Sakit Umum Siloam dalam kapasitasnya sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah
sakit tersier Perseroan lainnya dengan kapasitas sebagai rumah sakit pelatihan seperti Siloam Hospitals
Lippo Village dan Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

Perseroan juga telah menciptakan model pelayanan yang terintegrasi untuk melayani kalangan
masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia khususnya dalam rangka pelaksanaan layanan BPJS
di Indonesia.

145
Untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat tersier dan kuaterner, Perseroan telah mendirikan
Center of Excellence di beberapa rumah sakit Perseroan, mempekerjakan dokter yang sangat khusus dan
menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga kesehatan internasional yang memungkinkan Perseroan
untuk berada di garis depan pemberian pelayanan medis. Pembukaan Mochtar Riady Comprehensive
Cancer Centre (”MRCCC”) adalah sebuah contoh dari upaya Perseroan untuk memberikan pelayanan
terbaik di kelasnya dalam memberikan layanan kesehatan di tingkat perawatan kuaterner. Perseroan
menyakini bahwa MRCCC adalah salah satu pusat kanker yang terbesar dan terlengkap di Indonesia
dan merupakan yang pertama di Indonesia yang menawarkan fasilitas pengobatan nuklir terintegrasi.
Instalasi pertama fasilitas Gamma Knife di Indonesia merupakan bukti lanjutan dari investasi Perseroan
meningkatkan kemampuan Perseroan untuk memberikan layanan kesehatan tingkat kuaterner.

Strategi Hub-dan-Spoke Perseroan melalui sistim komunikasi ”Tele-Medicine” juga memungkinkan


akses real-time ke informasi klinis kualitas medis dan untuk memungkinkan diagnosis dan pengobatan
pasien di daerah terpencil.

Mendorong efisiensi operasional melalui sistem teknologi informasi

Perseroan selalu mengedepankan Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung pelayanan Perseroan
di dalam industri kesehatan. Sejak tahun 2010, Perseroan melakukan proses sentralisasi jaringan
infrastruktur yang memungkinkan setiap rumah sakit untuk saling terhubung dan memungkinkan adanya
proses pertukaran data antar rumah sakit dan juga ke kantor pusat. Hal ini memungkinkan proses
efisiensi dan efektivitas teknologi dan sistem informasi yang digunakan oleh Perseroan. Pada tanggal
31 Mei 2017, total 25 rumah sakit sudah terhubung dalam Wide Area Network (WAN) yang didukung
oleh beberapa penyedia layanan terpercaya seperti Link Net, Indosat, Telkom, Icon+ dan juga penyedia
jasa VSAT Telenet untuk khususnya rumah sakit yang berada di wilayah Indonesia Timur. Selain
sentralisasi infrastruktur, server pusat Perseroan terletak pada perusahaan penyedia jasa teknologi
informatika yang melayani jasa perawatan 24 jam untuk semua server sentralisasi Perseroan. Untuk
lebih memaksimalkan utilisasi infrastruktur jaringan tersentralisasi Perseroan menggunakan system IP
PBX terkemuka yang didukung oleh Cisco dan Asterisk dan juga video conference dari Lifesize yang
dapat diandalkan untuk komunikasi antar rumah sakit yang secara langsung meningkatkan efisiensi
dan efektivitas komunikasi internal. Selain itu Perseroan mengoperasionalkan pusat layanan darurat
(emergency call center) dengan nomor nasional 1500-911 untuk tanggapan yang cepat dan dapat
diandalkan selama kondisi darurat dan juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengoperasikan
pusat registrasi layanan rawat jalan 1-500-181.

Perseroan saat ini menggunakan beberapa sistim informasi rumah sakit yang berbeda (”HIS”) yang
mencakup semua transaksi dalam jaringan usaha Perseroan seperti sistim informasi laboratorium,
sistim keuangan rumah sakit, sistim informasi radiologi, PACS Imaging, sistim informasi manajemen
gedung, sistim informasi sumber daya manusia dan sistim pembelian terpusat. Perseroan memiliki
target untuk menstandarisasikan HIS yang digunakan menjadi 1 jenis HIS dalam tempo setidaknya
2 tahun ke depan untuk bisa mendukung konsep strategis Perseroan dalam melakukan standarisasi
EMR yang memungkinkan Perseroan dapat memberikan layanan di berbagai hospital milik Perseroan.
Perseroan setiap saat melakukan proses peningkatan HIS yang independent berdasarkan prosedur
standar operasional internasional dan praktek klinis secara umum. Fitur-fitur tertentu dari HIS telah
berjalan, seperti sistim saat ini telah menggunakan sebuah Controlled Medical Vocabulary (CMV)
nstandar internasional, yang menstandarisasi kosakata yang digunakan dalam semua catatan, sehingga
meminimalkan kemungkinan pasien salah diagnosis. Dengan dikembangkannya proses standarisasi
EMR/HIS yang merupakan bagian dari sistim database rekam medis elektronik terpusat Perseroan
yang sedang dikembangkan dan mendukung e-prescription, dan EMR terpusat, memungkinkan
dokter Perseroan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pasien dan manajemen untuk
menganalisa dan memonitor biaya pada tingkat setiap tahapan layanan dan mengembangkan penilaian
profitabilitas bisnis yang lebih rinci. HIS yang saat ini digunakan juga bermanfaat untuk menunjang sistem
manajemen pasien, yang membantu Perseroan untuk merencanakan seluruh proses perawatan, serta
pembatalan rencana. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengurangi rata-rata lama tinggal pasien, oleh
karenanya dapat menyesuaikan kapasitas dan operasional rumah sakit.

146
Klinis dengan penelitian dan fasilitas akademik teratas untuk memberikan pelayanan prima

Dengan penduduk lebih dari 261 juta (Sumber: World Bank, Agustus 2017), kesehatan masyarakat
merupakan masalah serius di Indonesia, terutama karena pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
di Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini telah menyebabkan munculnya profil penyakit negara maju,
yaitu transisi epidemiologi dimana penyakit tidak menular (seperti kanker dan diabetes) menjadi semakin
marak. Perseroan berkontribusi pada sektor layanan kesehatan di Indonesia dengan menyediakan
layanan kesehatan yang berkualitas untuk setiap golongan sosial ekonomi, memberikan pendidikan dan
pelatihan kepada dokter dan perawat dan memfasilitasi penelitian yang inovatif. Untuk memastikan rumah
sakit Perseroan dioperasikan dengan standar tertinggi dan dilengkapi dengan baik untuk menangani
transisi epidemiologi ini, Perseroan secara aktif berkolaborasi dengan penyedia medis internasional
dan universitas serta lembaga penelitian lokal. Pada tahun 2006, Perseroan bermitra dengan UPHMS,
sebuah sekolah kedokteran dan sekolah perawat papan atas Indonesia, dan Mochtar Riady Institute
of nanotechnology, sebuah lembaga penelitian yang fokus pada penelitian tentang pencegahan kanker
dan pemahaman akan penyebab, diagnosis awal, kontrol dan penyembuhan kanker. Perseroan juga
telah menandatangani MOU dengan Sekolah Kedokteran Universitas Hasanuddin, Sekolah Kedokteran
Universitas Airlangga dan Sekolah Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, ketiganya merupakan
universitas regional terkemuka, dan beberapa sekolah tinggi perawat di Indonesia. Perseroan akan
terus mencari peluang untuk berkolaborasi dengan universitas, institusi riset dan pemberi layanan
medis regional dan internasional lainnya.

Terus merekrut, mempertahankan dan memberi insentif kepada tenaga medis yang handal

Kemampuan Perseroan untuk menarik, mempertahankan dan mengembangkan tenaga medis yang
berkualitas untuk mendukung rencana ekspansi Perseroan adalah sangat penting bagi strategi
pertumbuhan Perseroan dan Perseroan terus mengimplementasikan inisiatif untuk merekrut dokter dan
staf pendukung medis terkemuka. Perseroan percaya Perseroan menawarkan lingkungan kerja yang
menarik dengan nama yang terkemuka dan berkualitas, layanan kesehatan spesialis yang berkualitas
tinggi, aliran pasien berkelanjutan, fasilitas dan sistim kelas dunia, inisiatif pelatihan berkelanjutan,
otonomi dokter tingkat tinggi, serta peluang untuk pengembangan karir pribadi. Perseroan telah sukses
menarik dokter-dokter untuk bekerja di rumah sakit baru Perseroan dikarenakan sejarah arus pasien
yang tinggi di rumah sakit Perseroan dan fasilitas yang berkualitas tinggi. Perseroan umumnya menerima
lamaran kerja lebih banyak dari tenaga yang diperlukan dalam kegiatan usahanya.

Perseroan mengadopsi sejumlah strategi akuisisi sumber daya manusia. Sebagai contoh, Perseroan
aktif merekrut staf keperawatan dan kesehatan berkualitas tinggi dari negara lain di ASEAN dan India.
Perseroan juga mendirikan supply pool lulusan medis melalui penandatanganan nota kesepahaman
dengan berbagai perguruan tinggi regional yang terkemuka. Perseroan bermitra dengan UPHMS, yang
melatih sejumlah dokter dan perawat dari UPHMS setiap tahun. Perseroan mempromosikan rumah sakit
Perseroan dengan mengunjungi universitas kedokteran pasca-sarjana terkemuka untuk melakukan
wawancara dan penawaran pekerjaan setelah menyelesaikan studi spesialis mereka. Dalam beberapa
kasus, Perseroan juga menawarkan beasiswa bagi dokter berpotensi tinggi sebagai insentif untuk
mendaftar kepada Perseroan. Sebagai tambahan, Perseroan telah mengimplementasikan SDPDP,
program manfaat untuk menarik dan mempertahankan dokter spesialis untuk bekerja di rumah sakit
Perseroan.

4. RUMAH SAKIT PERSEROAN DAN PERUSAHAAN ANAK

Informasi mengenai Rumah Sakit Perseroan

Sampai dengan tanggal 31 Mei 2017, Perseroan dan/atau Perusahaan Anak menyewa 11 tanah dan
bangunan rumah sakit melalui perjanjian sub-lease dari LK dan MPU (atau perusahaan anak LK dan
MPU) yang menyewa langsung dari anak Perusahaan First REIT, sebagai pemilik aset, Perseroan
dan/atau Perusahaan Anak menyewa 2 tanah dan bangunan rumah sakit dari anak perusahaan First
REIT, Perseroan dan/atau Perusahaan Anak menyewa 2 tanah dan bangunan rumah sakit langsung
dari LK atau perusahaan anak LK, Perseroan dan/atau Perusahaan Anak menyewa 1 tanah dan
bangunan rumah sakit dari perusahaan anak MPU, dan sisanya disewa dari pihak ketiga atau dimiliki

147
oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Anak. Pengaturan Perseroan dan/atau Perusahaan Anak dengan
First REIT, LK dan MPU secara langsung maupun tidak langsung memperbolehkan Perseroan untuk
memfokuskan dana untuk pertumbuhan.

Tabel berikut ini menggambarkan informasi mengenai rumah sakit Perseroan pada tanggal 31 Mei
2017:

SHLV SHKJ SHSB SHLC SHJB SHBP MRCCC RSUS SHMN SHMK SHPL SHCN SHDP
Tanah (meter
persegi) 17.442 11.420 6.306 9.900 9.949 12.562 4.145 39.317 5.518 3.963 23.285 1.359 9.025
Dimiliki Perseroan - - - - √ √ - - - - - - -
Disewa dari LK - - - - - - - √ - - - -
Disewa dari First
REIT (langsung
dan tidak
langsung) √ √ √ √ - - √ - √ √ √ - √
Sewa dari MPU - - - - - - - - - - - - -
Sewa dari Pihak
Ketiga - - - - - - - - - - - √ -
Tahun berakhirnya
sewa 2021 2021 2021 2025 - - 2025 2028 2027 2027 2029 2018 2028
Opsi untuk
memperpanjang
sewa √ √ √ √ - - √ √ √ √ √ - √

SHTB BIMC Kuta BIMC Nusa Dua SHPW ASRI SHKP SHMD SHLB SHBN SHSM
Tanah (meter persegi) 2.489 2.450 7.880 7.990 3.554 66.060 7.596 2.837 2.880 947
Dimiliki Perseroan - - √* - √ - - - - -
Disewa dari LK - - - - - - - - √ -
Disewa dari First REIT
(langsung dan tidak
langsung) √ - - √ - √ - √ - -
Sewa dari MPU - - - - - - √ - - -
Sewa dari Pihak Ketiga - √ - - - - - - - √
Tahun berakhirnya
sewa 2028 2021 - 2025 2041 2029 - 2030 2030 2031 2031 2030
Opsi untuk
memperpanjang sewa √ - √ √ - √ √ √ √ √

SHST SHMT SHCB


Tanah (meter persegi) 1.819 11.560 5.329
Dimiliki Perseroan √ √ √
Disewa dari LK - - -
Disewa dari First REIT
(langsung dan tidak
langsung) - - -
Sewa dari MPU - - -
Sewa dari Pihak Ketiga - - -
Tahun berakhirnya sewa - - -
Opsi untuk
memperpanjang sewa - - -

*BOT dengan PT (Persero) Pengembang Pariwisata Bali (BTDC) selama 30 tahun dengan masa perpanjangan 20 tahun

Sewa

Perseroan telah menandatangani delapan perjanjian sewa dengan LK dimana Perseroan menyewa
Properti Rumah Sakit SHLV, SHKJ, SHSB, MRCCC, SHDP, SHMN, SHMK dan SHTB, yang telah
disewa oleh LK dari perusahaan anak First REIT. Perseroan telah menandatangani dua perjanjian sewa
dengan LK atau perusahaan anak LK dimana Perseroan menyewa Properti Rumah Sakit RSUS, dan
SHBN yang dimiliki oleh LK atau perusahaan anak LK. Perseroan juga telah menandatangani dua
perjanjian sewa dengan perusahaan anak First REIT dimana Perseroan menyewa Properti Rumah
Sakit SHLC dan SHLB yang dimiliki oleh perusahaan anak First REIT. Selanjutnya, Perseroan telah
menandatangani tiga perjanjian sewa dengan MPU atau perusahaan anak MPU dimana Perseroan
menyewa Properti Rumah Sakit SHKP, SHPW dan SHPL, yang disewa oleh MPU atau perusahaan

148
anak MPU dari perusahaan anak First REIT. Perseroan telah menandatangani satu perjanjian sewa
dengan perusahaan anak MPU dimana Perseroan menyewa Properti Rumah Sakit SHMD yang
dimiliki oleh perusahaan anak MPU. Berdasarkan perjanjian sewa tersebut, pemberi sewa setuju untuk
menyewakan properti-properti tersebut bersama dengan peralatan mekanikal dan elektrikal terkait untuk
jangka waktu awal selama 15 tahun dari permulaan perjanjian master lease LK (atau perusahaan anak
LK) dan MPU (atau perusahaan anak MPU) dengan perusahaan anak First REIT atau diperolehnya izin
operasional rumah sakit bersangkutan (dapat diperbaharui untuk 15 tahun lagi). Biaya sewa sebesar
1% dari pendapatan operasional kotor (“GOR”) untuk tahun pertama, 2% dari GOR untuk tahun kedua
dan 3% dari GOR untuk tahun ketiga dan seterusnya untuk SHLV, SHKJ, SHSB, MRCCC, SHDP,
SHMN, SHMK, SHTB, RSUS, SHPL, SHPW, SHKP dan SHMD. Biaya sewa sebesar mana yang lebih
rendah antara 2% dari GOR atau Rp40.000/m2/bulan untuk tahun pertama, yang lebih rendah antara
4% dari GOR atau Rp55.000/m2/bulan untuk tahun kedua, yang lebih rendah antara 6% dari GOR
atau Rp65.000 untuk tahun ketiga, yang lebih rendah antara 6% dari GOR atau Rp75.000 untuk tahun
keempat dan kelima, dan untuk tahun-tahun seterusnya biaya sewa tahun sebelumnya ditambah dengan
tingkat inflasi ditambah 2% dimana tingkat inflasi tidak akan melebihi 5%, untuk SHBN dan SHLB.

SHLC

PT EJM menandatangani perjanjian pengalihan pada tanggal 28 Desember 2010 dengan First REIT
dan LK, dimana LK mentransfer, mengalihkan dan menovasi seluruh hak, keuntungan, bunga dan
kewajiban berdasarkan perjanjian sewa antara First REIT dan LK sehubungan dengan Properti Rumah
Sakit (dan peralatan mekanik dan elektrik tertentu) dari SHLC. Sesuai dengan ketentuan dari perjanjian
sewa dan perjanjian novasi, sewa akan berakhir pada tahun 2025 (dapat diperbaharui lagi untuk
15 tahun) dan PT EJM membayar biaya sewa tahunan (jumlah keseluruhan sewa dasar dan sewa
variabel yang ditentukan oleh GOR) kepada First REIT.

SHCN

PT DHCI menandatangani perjanjian sewa pada tanggal 1 Juni 2006, dimana PT DHCI menyewa dari
PT Anadi Sarana Tatahusada Properti Rumah Sakit SHCN. Sesuai dengan ketentuan dari perjanjian
sewa, PT Anadi Sarana Tatahusada setuju untuk menyewakan Properti Rumah Sakit tersebut kepada
PT DHCI untuk jangka waktu awal selama 13 tahun terhitung sejak tanggal serah terima bangunan
(dapat diperbaharui lagi untuk 5 tahun) dengan biaya sewa sebesar Rp12 miliar. PT DHCI saat ini
sedang dalam proses perizinan untuk membangun sarana rumah sakit baru di atas tanah yang dimiliki
oleh PT DHCI.

BIMC Nusa Dua

BIMC Nusa Dua berdiri di atas tanah milik BTDC (Bali Tourism Development Corporation) yang
dikonsesikan kepada BIMC Nusa Dua berdasarkan suatu perjanjian pemanfaatan dan pengembangan
lahan. Perjanjian ini berlaku untuk periode 30 tahun sejak diterbitkannya sertifikat hak bangunan atas
nama PT MST dan dapat diperpanjang selama 20 tahun.

Hubungan dengan First REIT

First REIT merupakan dana investasi real estat (“DIRE”) yang disponsori oleh LK dan merupakan
DIRE pertama yang didaftarkan serta DIRE kesehatan pertama yang tercatat pada Singapore Stock
Exchange (“SGX”). Saat ini, First REIT dikelola oleh Bowsprit Capital Corporation Limited, perusahaan
anak yang seluruhnya dimiliki oleh LK. Pada tanggal 31 Mei 2017, LK secara langsung atau tidak
langsung memiliki 30,6% dari total unit First REIT.

Pada bulan Oktober 2006, tiga Properti Rumah Sakit yaitu SHLV, SHKJ dan SHSB dijual kepada First
REIT dan selanjutnya disewa kembali oleh LK untuk 15 tahun. Pada bulan Desember 2010, Properti
Rumah Sakit dari rumah sakit Perseroan, SHLC, dijual kepada First REIT. Pada saat bersamaan, First
REIT juga mengakuisisi Properti Rumah Sakit MRCCC. Perseroan lalu menyewa Properti Rumah Sakit
SHLC dan LK menyewa Properti Rumah Sakit MRCCC dari First REIT untuk 15 tahun. Pada bulan
November 2012, transaksi penjualan dan penyewaan kembali ditandatangani dengan First REIT dimana

149
berdasarkan transaksi tersebut Properti Rumah Sakit SHMK dan SHMN dijual kepada First REIT dan
disewa oleh LK untuk 15 tahun. Pada bulan Mei 2013, transaksi penjualan dan penyewaan kembali
ditandatangani dengan First REIT dimana berdasarkan transaksi tersebut Properti Rumah Sakit SHDP
dijual kepada First REIT dan disewa oleh LK untuk 15 tahun. Transaksi serupa dilakukan terhadap
Properti Rumah Sakit SHPW, SHKP dan SHPL pada tahun 2014 dan 2015, dan SHLB pada tahun 2016.

Informasi Operasional mengenai Rumah Sakit Perseroan

Tabel berikut menggambarkan informasi mengenai rumah sakit yang dimiliki oleh Perseroan dan Anak
Perusahan pada tanggal 31 Mei 2017:

SHLV SHKJ SHSB SHLC SHJB SHBP MRCCC RSUS SHMN SHMK SHPL SHCN SHDP
Mulai beroperasi 1996 1991 1977 2002 2004 2008 2011 2012 2012 2012 2012 2006 2013
Tahun akuisisi -(2) 2002(1)(2) 2002(2) -(2) 2011 2011 - - - - - 2012 -
Kapasitas tempat
tidur 308 285 162 114 100 232 334 640 238 362 357 50 281
Tempat tidur
operasional 274 177 160 108 90 165 176 300 177 215 150 37 116
Staf medis
Dokter umum 59 41 15 17 10 13 33 75 19 17 14 3 24
Dokter spesialis –
dokter tetap 96 48 5 24 16 28 45 35 17 20 17 - 18
Dokter spesialis –
paruh waktu 108 118 138 46 34 65 102 3 75 83 97 17 76
Perawat 385 295 230 151 118 147 267 201 195 227 160 39 181

SHTB BIMC Kuta BIMC Nusa Dua SHPW ASRI SHKP SHMD SHLB SHBN SHSM
Mulai beroperasi 2013 1998 2012 2014 2008 2014 2014 2016 2016 2016
Tahun akuisisi - 2013 2013 - 2014 - - - - -
Kapasitas tempat tidur 269 19 39 202 42 416 356 124 140 34
Tempat tidur 10
operasional 116 18 24 190 42 110 101 80 6030
Staf medis
Dokter umum 14 17 16 17 13 13 12 12 129 2
Dokter spesialis –
dokter tetap 24 2 4 5 10 8 20 8 74 2
Dokter spesialis –
paruh waktu 108 19 27 39 92 33 81 7 1010 20
Perawat 130 53 50 194 78 153 100 65 7169 17

SHST SHMT SHCB


Mulai beroperasi 2006 2015 2010
Tahun akuisisi 2017 2017 2017
Kapasitas tempat tidur 50 69 104
Tempat tidur operasional 22 40 100
Staf medis
Dokter umum 7 5 21
Dokter spesialis – dokter
tetap 1 1 -
Dokter spesialis – paruh
waktu 20 39 27
Perawat 33 61 145

Keterangan:
(1) Tahun diakuisisi oleh LK
(2) Perseroan mengakuisisi rumah sakit ini dari LK pada tahun 2010
(3) Jumlah tempat tidur operasional berarti jumlah tempat tidur yang beroperasi di rumah sakit

150
Siloam Hospitals Lippo Village (“SHLV”)

SHLV menawarkan layanan rumah sakit umum dan diposisikan Perseroan sebagai Center of Excellence
untuk penyakit dalam, kardiologi, neuroscience, ortopedi dan gawat darurat. SHLV menawarkan
berbagai layanan yang komprehensif jantung mulai dari langkah-langkah pencegahan sampai dengan
pelaksaanan operasi yang rumit. SHLV merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang diberikan
akreditas JCI pada tahun 2007 dan sampai saat ini SHLV tetap mempertahankan akreditasi tersebut.
SHLV terletak di Jl. Siloam No 6, Lippo Village, Karawaci, Tangerang, dan berdiri di atas lahan seluas
17.442 meter persegi. SHLV mulai beroperasi pada tahun 1996 dan memperoleh Sertifikasi ISO
di 2001. Per tanggal 31 Mei 2017, SHLV memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 308 tempat tidur
dengan 274 tempat tidur yang beroperasi dan memiliki tenaga kerja sebanyak 263 dokter umum dan
spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta 385 perawat. SHLV merupakan Center of
Excellence untuk kardiologi, neuroscience dan ortopedi serta memiliki peralatan medis dengan teknologi
terkini, yaitu 3-Tesla MRI dan Cath Lab.

Tabel berikut menggambarkan keterangan singkat mengenai operasional SHLV, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 308 308 308
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 274 274 274
Tingkat Hunian(3) 60,6% 75,1% 69,3%
Pendaftaran rawat inap (4) 6.767 19,114 17.663
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 170.500 446.843 425.310
ALOS (hari)(5) 3,7 3,9 3,9
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 25.196 23.378 24.079
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 6.799 5.935 6.136

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 114.488 291.580 279.399
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 161.418 373.632 321.915
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 1.410 1.281 1.152

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Kebon Jeruk (“SHKJ”)

SHKJ menawarkan layanan rumah sakit umum yang diposisikan Perseroan sebagai Center of Excellence
untuk urologi dan ortopedi. SHKJ terletak di Jl. Pejuangan raya Kav. 8, Kel. Kebon Jeruk, Kecamatan
Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan berdiri di atas lahan seluas 11.420 meter persegi. SHKJ memperoleh
Sertifikasi ISO di 2001 dan merupakan rumah sakit kedua Perseroan yang telah diakreditasi oleh JCI yang
diterima pada tahun 2016. Pada tanggal 31 Mei 2017, SHKJ memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak
285 tempat tidur dengan 177 tempat tidur yang beroperasional dan memiliki tenaga kerja sebanyak 198
dokter umum dan spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta 295 perawat. Pada tahun
2007, SHKJ menjadi salah satu rumah sakit pertama di Indonesia untuk menggunakan Siemens Somatom
Definition Dual Source Multi Slice CT Technology yang paling canggih. Untuk menawarkan layanan
komprehensif di Jakarta Barat, SHKJ juga memasang Cath Laboratory dengan teknologi terkini untuk
membantu layanan kardiologi. Selanjutnya, SHKJ telah merintis Emergency Motorbike Advance Party
untuk melewati kemacetan jalan dan mencapai dan menstabilisasikan pasien selagi menunggu ambulans.

151
Tabel berikut menggambatkan keterangan singkat mengenai operasional SHKJ, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 285 285 285
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 177 215 217
Tingkat Hunian(3) 69,4% 65.4% 63,1%
Pendaftaran rawat inap (4) 5.255 13.375 11.356
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 161.212 368.353 296.402
ALOS (hari)(5) 3,5 3,8 4,4
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 30.678 27.540 26.101
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 8.687 7.161 5.928

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 107.105 260.066 230.690
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 114.074 255.342 217.015
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 1.065 982 941

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Surabaya (“SHSB”)

SHSB terletak di Jl. Raya Gubeng 70, Surabaya, Jawa Timur, dan berdiri di atas lahan seluas 6.306
meter persegi. SHSB mulai beroperasi pada tahun 1997 dan memperoleh Sertifikasi ISO di Juni 2009.
Pada tanggal 31 Mei 2017, SHSB memiki kapasitas tempat tidur sebanyak 162 tempat tidur dengan
160 tempat tidur yang beroperasional dan memiliki tenaga kerja sebanyak 166 dokter umum dan
spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta 230 perawat. SHSB merupakan Center of
Excellence untuk kardiologi dan gawat darurat. SHSB telah mendapatkan “Service Excellence Award”
dari Markplus Insight, yang merupakan perusahaan riset pasar, pada tahun 2010 serta “Azima Infection
Management Award” pada tahun 2011.

Tabel berikut menggambatkan keterangan singkat mengenai operasional SHSB, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 162 162 162
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 160 160 160
Tingkat Hunian(3) 63,5% 63,5% 64,8%
Pendaftaran rawat inap (4) 3.812 8.993 9.110
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 105.185 214.694 186.469
ALOS (hari)(5) 4,0 4,1 4,2
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 27.593 23.873 20.469
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 6.858 5.774 4.925

152
Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 57.658 138.670 134.155
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 47.422 106.211 93.620
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 822 766 698

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Lippo Cikarang (“SHLC”)

SHLC menawarkan layanan rumah sakit umum. SHLC terletak di Jl. M.H. Thamrin Kav. 105, Lippo
Cikarang, Bekasi 17550, dan berdiri di atas lahan seluas 9.900 meter persegi. SHLC memperoleh
Sertifikasi ISO di 2008. Pada tanggal 31 Mei 2017, SHLC memiki tempat tidur sebanyak 114 tempat
tidur dengan 108 tempat tidur yang operasional dan memiliki tenaga kerja sebanyak 93 dokter umum
dan spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta 151 perawat. SHLC merupakan
salah satu rumah sakit pertama dalam jaringan rumah sakit Perseroan yang mendapatkan manfaat
dari strategi “hub-and-spoke”. Jalan tol Jakarta-Cikampek dan daerah industri Cikarang membuat
SHLC rumah sakit ideal untuk menawarkan layanan gawat darurat dan trauma. SHLC didukung oleh
departemen gawat darurat 24 jam dengan fasilitas evakuasi medis, termasuk evakuasi helikopter siang
hari. SHLC memiliki Center of Excellence dalam occupational medicine, ortopedi, dan gawat darurat.

Tabel berikut menggambarkan keterangan singkat mengenai operasional SHLC, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 114 114 114
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 108 108 108
Tingkat Hunian(3) 63,3% 67,6% 54,5%
Pendaftaran rawat inap (4) 3.024 7.338 6.023
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 51.985 116.977 91.807
ALOS (hari)(5) 3,4 3,6 3,6
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 17.191 15,941 15.243
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 5.036 4.379 4.272

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 84.453 168.799 148.989
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 50.756 108.037 94.452
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 601 640 634

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit

153
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Jambi (“SHJB”)

Pada bulan Maret 2011, Perseroan mengakuisisi 99,98% dari kepemilikan di PT Guchi Kencana
Emas, yang memiliki 83% dari perusahaan yang mengoperasikan SHJB, dengan harga Rp27,5 miliar.
Rumah sakit tersebut memiliki total lahan seluas 9.949 meter persegi. SHJB mendapatkan Hospital
Accreditation Certificate yang diberikan oleh Committee on Hospital Accreditation (KARS) pada tahun
2011. Pada tanggal 31 Mei 2017, rumah sakit ini memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 100 tempat
tidur dengan 90 tempat tidur beroperasional dan memiliki tenaga kerja sebanyak 63 dokter umum dan
spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu), serta 118 perawat. SHJB merupakan rumah
sakit terkemuka di Sumatera, yang merupakan daerah kaya yang akan sumber daya alam. Lokasinya
di sebelah Bandara Sultan Thaha memposisikannya sebagai pusat rujukan penting untuk layanan
gawat darurat dan trauma untuk daerah sekitarnya.

Tabel berikut menggambarkan keterangan singkat mengenai operasional SHJB, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 100 100 100
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 90 90 90
Tingkat Hunian(3) 62,8% 65,2% 62,1%
Pendaftaran rawat inap (4) 2.349 6.000 6.054
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 27.046 64.882 59.577
ALOS (hari)(5) 3,6 3,6 3,4
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 11.514 10.814 9.841
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 3.171 3.022 2.922

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 27.611 73.650 66.724
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 23.389 51.519 40.171
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 847 700 602

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

154
Siloam Hospitals Balikpapan (“SHBP”)

Pada bulan Maret 2011, Perseroan mengakuisisi 99,80% kepemilikan di PT Prawira Tata Semesta,
yang memiliki 79,61% kepemilikan di SHBP dengan nilai sebesar Rp45,7 miliar. Rumah sakit SHBP
berdiri di atas lahan seluas 12.562 meter persegi. Pada tanggal 31 Mei 2017, SHBP memiki kapasitas
tempat tidur sebanyak 232 tempat tidur dengan 165 tempat tidur yang beroperasional dan tenaga
kerja sebanyak 110 dokter umum dan spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta
147 perawat. SHBP berlokasi di dekat bandara internasional, pelabuhan dan terminal bis dan juga
merupakan rumah sakit “spoke”. Karena adanya banyak perusahaan multinasional di Balikpapan,
SHBP mendirikan klinik khusus ekspatriat yang ditargetkan untuk melayani keperluan keluarga-
keluarga ekspatriat. SHBP dilayani oleh dokter umum dan perawat yang dilatih secara khusus untuk
menawarkan layanan konsultasi umum, antara lain, dari obat pencegahan, manajemen penyakit kronis,
stabilisasi dan evakuasi untuk kecelakaan lalu lintas atau industri, sampai saran travel dan vaksinasi,
ibu dan anak serta perujukan untuk perawatan sekunder. SHBP merupakan Center of Excellence
di bidang kardiologi, ortopedi, dan gawat darurat.

Tabel berikut menggambarkan keterangan singkat mengenai operasional SHBP, untuk periode dibawah
ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 232 232 232
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 165 165 165
Tingkat Hunian(3) 48,2% 54,1% 53,5%
Pendaftaran rawat inap (4) 4.139 10.157 9.273
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 66.496 128.355 107.027
ALOS (hari)(5) 2,9 3,2 3,5
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 16.066 12.637 11.542
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 5.542 3.930 3.320

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 65.239 134.946 127.056
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 41.299 88.970 77.769
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 633 659 612

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (“MRCCC”)

MRCCC dibuka pada kuartal 3 (tiga) tahun 2011 dengan 29 lantai yang terdiri dari 80 tempat tidur.
MRCCC merupakan rumah sakit pertama di Indonesia dengan spesialiasi kanker dan diposisikan
Perseroan sebagai Center of Excellence untuk perawatan kanker dan liver. MRCCC terletak
di Jl. Garnisun Dalam Kav. 2-3, Kel. Karet Semanggi, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Kode Pos 12930,
dan berdiri di atas lahan seluas 4.145 meter persegi. Pada tanggal 31 Mei 2017, MRCCC memiliki
kapasitas tempat tidur sebanyak 334 dengan 176 tempat tidur yang beroperasi dan memiliki tenaga
kerja sebanyak 177 dokter umum dan spesialis (termasuk spesialis yang bekerja paruh waktu) serta
267 perawat. MRCCC merupakan Center of Excellence untuk kanker dan liver dalam jaringan rumah
sakit Perseroan.

155
Tabel berikut menggambarkan keterangan singkat mengenai operasional MRCCC, untuk periode
dibawah ini:

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 334 334 334
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 176 155 122
Tingkat Hunian(3) 59,9% 62,8% 64,4%
Pendaftaran rawat inap (4) 4.102 8.846 6.734
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 143.455 315.555 251.636
ALOS (hari)(5) 3,9 4,0 4,3
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 34.972 35.672 37.368
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 9.013 8.860 8.768

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 57.676 118.819 105.860
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 96.637 213.145 176.192
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 1.676 1.794 1.664

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Rumah Sakit Umum Siloam (“RSUS”)

Pembangunan RSUS, rumah sakit pendidikan yang berlokasi di Lippo Village, dimulai pada kuartal
pertama tahun 2010. Konstruksi selesai pada kuartal terakhir tahun 2011 dan rumah sakit pendidikan
mulai beroperasi pada kuartal kedua tahun 2012 dengan 120 tempat tidur operasional. Perseroan percaya
bahwa rumah sakit ini merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang dibangun dengan model
sektor publik yang didanai oleh penyedia layanan kesehatan swasta dan dirancang untuk memenuhi
kebutuhan individu berpenghasilan rendah dan juga menyediakan kesempatan pelatihan bagi siswa
di sekolah medis lokal. RSUS terletak di Jl. Siloam No. 6, Lippo Village, Kel. Bencongan Indah, Kec.
Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Kode Pos 15811. Luas total lahan rumah sakit ini adalah 39.317 meter
persegi. Pada tanggal 31 Mei 2017, memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 640 tempat tidur dengan
300 tempat tidur yang beroperasi dan memiliki 76 dokter umum dan spesialis serta 201 perawat.

Tabel berikut statistik operasional tertentu RSUS pada tanggal dan untuk periode yang disebutkan.

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 640 640 640
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 300 300 300
Tingkat Hunian(3) 57,9% 63,1% 54,9%
Pendaftaran rawat inap (4) 7.367 17.739 15.060
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 64.309 150.976 118.503
ALOS (hari)(5) 3,6 3,9 4,0
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 8.729 8.511 7.869
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 2.452 2.179 1.973

156
Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 89.442 188.329 153.770
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 35.382 70.431 48.417
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 396 374 315

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Manado (“SHMN”)

Pembangunan SHMN, yang terletak di Manado, Sulawesi Utara, dimulai pada bulan Januari 2011.
Rumah sakit ini mulai beroperasi pada bulan Mei 2012 dengan 94 tempat tidur operasional. Luas total
lahan rumah sakit ini adalah 5.518 meter persegi. Pada tanggal 31 Mei 2017, memiliki kapasitas tempat
tidur sebanyak 238 tempat tidur dengan 177 tempat tidur yang beroperasi dan memiliki tenaga kerja
sebanyak 116 dokter umum dan spesialis dan 195 perawat. SHMN merupakan rumah sakit “spoke”.
SHMN memiliki Center of Excellence untuk penyakit dalam dan gawat darurat.

Tabel berikut statistik operasional tertentu SHMN pada tanggal dan untuk periode yang disebutkan.

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 238 238 238
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 177 177 177
Tingkat Hunian(3) 64,0% 70,1% 71,2%
Pendaftaran rawat inap (4) 3.629 8.398 8.377
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 91.397 200.319 155.607
ALOS (hari)(5) 4,7 5,4 5,5
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 25.185 23.853 18.575
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 5.341 4.411 3.384

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 28.934 63.410 51.537
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 30.547 76.035 51.649
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 1.056 1.199 1.002

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

157
Siloam Hospitals Makassar (“SHMK”)

Pembangunan SHMK, yang terletak di Makassar, Sulawesi Selatan, dimulai pada bulan Januari 2011.
Rumah sakit ini mulai beroperasi pada bulan September 2012 dengan 47 tempat tidur operasional.
Luas total lahan rumah sakit ini adalah 3.963 meter perseg. SHMK diposisikan oleh Perseroan sebagai
Center of Excellence untuk kardiologi, ortopedi, endokrinologi dan gawat darurat. Pada tanggal 31 Mei
2017, memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 362 tempat tidur dengan 215 tempat tidur beroperasi
dan memiliki tenaga kerja sebanyak 127 dokter umum dan spesialis dan 227 perawat. SHMK merupakan
“hub” untuk Center of Excellence yang mendukung jaringan rumah sakit Perseroan di Indonesia bagian
timur.

Tabel berikut statistik operasional tertentu SHMK pada tanggal dan untuk periode yang disebutkan.

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 362 362 360
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 215 215 215
Tingkat Hunian(3) 47,9% 74,0% 62,7%
Pendaftaran rawat inap (4) 4.214 13.854 11.628
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 74.042 211.584 160.074
ALOS (hari)(5) 3,7 4,2% 4,2
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 17.570 15.272 13.766
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 4.757 3.634 3.254

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 48.830 123.491 99.534
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 38.462 96.173 66.637
Rata-rata pendapatan per pasien (dalam ribuan Rupiah)(8) 788 779 669

Keterangan:
(1) “Kapasitas tempat tidur” berarti jumlah maksimal tempat tidur yang bisa dipasang di rumah sakit
(2) “tempat tidur operasional” berarti jumlah tempat tidur sebenarnya yang beroperasi
(3) Merupakan persentase tempat tidur operasional yang di diisi oleh pasien bermalam
(4) Merupakan jumlah pasien bermalam yang didaftarkan ke rumah sakit
(5) Merupakan rata-rata jumlah hari dimana pasien yang bermalam
(6) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap oleh jumlah pendaftaran rawat inap selama
periode tersebut
(7) Dikalkulasikan dengan membagi rata-rata pendapatan per pendaftaran rawat inap dengan ALOS
(8) Dikalkulasikan dengan membagi jumlah pendapatan rawat jalan oleh jumlah kedatangan rawat jalan

Siloam Hospitals Palembang (“SHPL”)

Pembangunan SHPL, terletak di Palembang, Sumatera Selatan, dimulai pada kuartal pertama tahun
2011. Rumah sakit ini mulai beroperasi pada Oktober 2012 dan telah berhasil membangun Center of
Excellence dalam bidang gastroenterologi dan gawat darurat. Luas total lahan rumah sakit ini adalah
23.285 meter persegi. Pada tanggal 31 Mei 2017, memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 357 dengan
150 tempat tidur yang beroperasi dan memiliki tenaga kerja sebanyak 128 dokter umum dan spesialis
dan 160 perawat. SHPL merupakan rumah sakit “spoke”.

158
Tabel berikut statistik operasional tertentu SHPL pada tanggal dan untuk periode yang disebutkan.

Periode lima
bulan yang
berakhir pada Tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Mei pada tanggal 31 Desember
2017 2016 2015
In-patient
Kapasitas tempat tidur(1) di akhir periode 357 357 357
Jumlah tempat tidur operasional(2) di akhir periode 150 150 135
Tingkat Hunian(3) 64,0% 63,9% 69,2%
Pendaftaran rawat inap (4) 3.634 8.586 7.831
Jumlah pendapatan dari pendaftaran rawat inap (dalam jutaan Rupiah) 59.417 128.871 107.551
ALOS (hari)(5) 4,0 4,1 4,4
Rata-rata pendapatan per pasien rawat inap (6) (dalam ribuan Rupiah) 16.350 15.009 13.734
Pendapatan rata-rata per hari rawat (dalam ribuan Rupiah)(7) 4.101 3.671 3.153

Outpatient
Jumlah kedatangan rawat jalan 45.856 101.786 83.851
Jumlah pendapatan dari pasien rawat jalan (dalam jutaan Rupiah) 31.366 63.317 50.304