Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan Suspensi CMC1 % + gliserin

Pada percobaan ini adalah membuat sediaan suspensi oral. Suspensi


Oral adalah sediaaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam
pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk
penggunaan oral (FI IV Th. 1995, hlm 18). Tujuan dibuat sediaan suspensi
karena zat aktif yang digunkan yaitu asam mefenamat yang mempunyai
kelarutan praktis tidak larut dalam air, dibuat sediaan suspensi oral karena
dapat digunakan untuk pasien yang sulit menelan obat (tablet) sehingga di
buat sediaan cair dalam bentuk suspensi. Untuk stabilitas suspensi dapat
dipengaruhi oleh beberapa komponen yaitu salah satunya suspending agent.
Tujuan digunakan suspending agent yaitu agar suspensi tetap homogen,
sehingga partikel-partikel zat aktif dapat terdispersi dengan baik dalam cairan,
maka dari itu suspending agent dapat meningkatkan viskositas sehingga
memperlambat proses pengendapan dan menghasilkan susupensi yang stabil.
Suspending agent yang digunakan dalam perobaan ini yaitu CMC Na
(Carboxy Methyl Cellulose sodium) 1% ditambah dengan gliserin, alasan
pemilihan suspending agent CMC Na karena mudah terdispersi dalam air dan
membentuk larutan koloidal, larutan koloidal merupakan suatu campuran zat
dua fase dimana partikel yang berukuran koloid (fase pendispersi) akan
tersebar dalam pendispersinya. Pendispersi yang digunakan yaitu CMC Na
sedangkan zat terdspersinya yaitu asam mefenamat. Selain CMC Na bahan
pembantu lain yang digunakan yaitu gliserin. Tujuan dilakukan penambahan
gliserin yaitu sebagai zat pembasah (wetting agent) yang bertujuan untuk
mendapatkan dispersi yang stabil dengan cara mencampurkan partikel padat
yaitu asam mefenamat kedalam gliserin terlebih dahulu, mekanisme
pembasahan (wetting) partikel padat yaitu menghilangkan lapisan udara di
sekitar zat padat yang tedispersi sehingga lebih mudah untuk di basahi.
Pada pembuatan suspensi oral dengan suspending agent CMC Na 1%
+ gliserin yaitu untuk pembuatannya asam mefenamat sebagai zat aktif yang
akan didispersikan harus dilakukan pengerusan di dalam mortar agar ukuran
partikelnya lebih kecil sehingga sudut kontak dari masing-masing partikel
akan semakin banyak dan banyak pula yang kontak dengan pembawanya.
Kemudian untuk selanjutnya yaitu membuat bahan pensuspensi dengan
mengembangkan suspending agent yaitu CMC Na sebanyak 0,6 gram
ditaburkan pada 12 mL aquadest panas di mortar yang didimakan sampai
mengembang yang kemudian di gerus sampai terbentuk mucilago. CMC Na
akan terdispersi dalam air karena CMC Na bersifat hidrofilik sehingga mampu
menyerap air sehingga akan terjadi pengembangan, sehingga air yang diserap
tidak lagi bergerak dengan bebas sehingga untuk suspensi akan terjadi
peningkatan viskositas. Perlu diketahui mekanisme CMC Na sebagai
suspending agent menurut literature yaitu cmc mengikuti bentuk konformasi
tipe pita (extended atau stretched ribbon), tipe tersebut terbentuk dari 1,4 – D
glukopiranosil yaitu dari rantai selulosa, bentuk konformasi pita tersebut
karena bergabungnya ikatan geometri zig-zag monomer dengan jembatan
hydrogen dengan 1,4 – Dglukopiranosil lain, sehingga menyebabkan
susunannya menjadi stabil, kestabilan derivat selulosa yaitu dengan
memerangkap air dengan membentuk jembatan hydrogen dengan molekol
CMC Na yang lain (Belitz and Grosch, 1986). Kemudian untuk selanjutnya
ditambahkan gliserin yang kemudian di gerus dan ditambahkan asam
mefenamat halus ke dalam mortar tersebut sampai terdispersi, hal tersebut
merupakan metode yang tidak benar karena pada saat praktikum untuk asam
mefenamat tidak dilarutkan terlebih dahulu pada gliserin melainkan
dimasukkan langsung sedikit demi sedikit pada mortar yang sudah berisi
mucilago dan gliserin, hal ini dapat dilihat stabilitas hasil praktikum dari
suspensi dengan CMC Na + gliserin lebih baik yang menggunakan CMC Na
saja. Karena endapan yang yang dihasilkan oleh CMC Na lebih kecil
dibandingkan dengan yang ditambah gliserin, tetapi karena teknik pengerjaan
tidak sesuai maka dari itu hasil yang diperoleh juga kurang baik karena
seharusnya asam mefenamat yang sudah di gerus halus harus di larutkan dulu
ke dalam gliserin sebagi wetting agent karena gliserin tersebut akan
memisahkan udara diantara partikel-partikel sehingga saat ada penambahan
air dapat di tembus dan membasahi partikel karena gliserin pada permukaan
partikel mudah bercampur dengan air, sehingga seharusnya hasil yang
diperoleh harus lebih baik dibandingkan dengan CMC Na saja. Kemudian
dimasukkan ke dalam matkan dan ditambahkan aquadest 20 mL, untuk
dilakukan pengocokan agar homogen dengan menggunakan stirrer dengan
Rpm 200. Kemudian dimasukkan ke dalam botol dengan ditambahkan
aquadest sampai 60 mL. kemudian dilakukan uji evaluasi sediaan yang
pertama bobot jenis untuk mengetahui zat aktif yang terdispersi dalam
pembawanya, hal ini seuai dengan yang seharusnya karena Bobot jenis yang
dihasilkan leih dari 1 yang merupakan bobot jenis air dan bobot jenis yang
diperoleh untuk suspensi ini adalah 1,0091 gram/cm3 . untuk evaluasi
selanjutnya yaitu secara organoleptis yaitu tidak berbau, warna putih karena
suspending agent yaitu CMC Na yang mendispersi dan asam mefenamatyang
terdispersi sama-sama berwarna putih maka hal ini sesuai dengan hasil yang
harus diperoleh, dan untuk rasa hasil evaluasi yaitu pahit padahal dilihat dari
pemerian masing-masing zat rata-rata tidak berasa hal ini bisa disebabkan
karena teknik yang dilakukan belum sepenuhnya tepat, juga alat yang
digunakan sebelum digunakan kurang bersih dan sebagainya. Selanjutnya
volume sedimentasi yang diamati setiap menit ke 10, 20, 30 60, 120, 1 hari
dan 3 hari hasil yang diperoleh secara berurutan 0; 0; 0; 0,394; 0,556; 0,51;
dan 0,51. Dapat dilihat dari menit ke 60 didapatkan endapan sebanyak 0,394
kemudian untuk menit ke 120 didapatkan lebih besar yaitu 0,556 dan untuk
pengamatan 1 hari dan 3 hari didapatkan endapan sebanyak 0,51. Seharusnya
hasil yang diperoleh atau suspensi yang baik itu volume sedimentasinya 0
atau tidak ada endapan, tetapi karena suspensi tersebut merupakan suspensi
flokulasi yaitu cepat terjadinya mengendap tetapi mudah di redispersi
kembali, dapat dibuktikan pada hari ke tiga pengamatan yaitu dilakukan
pengocokan dengan tangan dan mudah di redspersi karena mudah diredispersi
selama 05.53 detik sehingga dapat kembali homogen. Namun perlu diketahui
suspensi yang baik yaitu zat yang terdispersi tidak cepat mengendap, suspensi
tidak terlalu kental pada saat dituangkan dan ketika mengendap harus cepat
terdispersi.