Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melakukan Critical Jurnal Review pada suatu jurnal dengan mengkritik jurnal sangat penting
untuk dilakukan,dari kegiatan inilah kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu
jurnal. Dari mengkritik inilah kita jadi mendapatkan informasi yang kompeten dengan cara
menggabungkan informasi dari jurnal yang lain. Hal ini adalah salah satu upaya KKNI untuk
benar- benar menjadikan mahasiswa yang unggul dalam segala hal,salah satunya yaitu
mengkritik jurnal, khususnya mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan critical jurnal review ini dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1. Bagaimana hasil dari penelitian jurnal tersebut?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan jurnal tersebut?

C. Tujuan Penulisan CJR


Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji mengetahui penulis jurnal bagaimana
menganalisis dan mengidentifikasi ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK
NEGARA INDONESIA (BNI) DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN METODE
CAMEL

1
JURNAL 1: ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK NEGARA INDONESIA
(BNI) DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN METODE CAMEL

Judul ANALISIS KINERJA KEUANGAN


ANTARA BANK NEGARA INDONESIA
(BNI) DAN BANK MANDIRI
MENGGUNAKAN METODE CAMEL

Nama Jurnal EMBA

Penulis Kartika Citra Claudia Merentek

Volume dan Halaman Vol.1 No.3 Juni 2013, Hal. 645-652

ISSN 2303-1174

Tujuan Penelitian 1. Untuk berfokus pada masalah


mengidentifikasi ANALISIS KINERJA
KEUANGAN ANTARA BANK NEGARA
INDONESIA (BNI) DAN BANK MANDIRI
MENGGUNAKAN METODE CAMEL
2. Untuk memberikan bukti empiris tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi
kesulitan keuangan perusahaan dengan
dilihat dalam laporan keuagan bank
tersebut.

Subjek Penelitian Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank


Mandiri.

Metode Penelitian Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang diguanakan adalah study
empiris dengan metode Deskriptif pada
perusahaan, yaitu dengan menganalisis data-

2
data laporan keuangan untuk menentukan
kategori perusahaan perbankan tersebut yang
dapat dikatakan sehat atau tidak sehat, berupa
laporan keuangan

Popolasi dan Sample


Populasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah perusahaan yang go public. Sample
yang digunakan adalah Bank Negara
Indonesia dan Bank Mandiri.
Definisi dan Operasional dan Variabel
Variable yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri dari beberapa rasio perbankan yang
termasuk dalam rasio CAMEL. analisis ratio
CAR, analisis yang digunakan untuk
mengukur kemampuan bank dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang atau kemampuan
bank untuk memenuhi kewajiban-kewajiban
jika terjadi likuiditas. Raisio Asset
menggambarkan kualitas aktiva dalam
perusahaan yang menunjukkan kemampuan
dalam menjaga dan mengembalikan dana
yang ditanamkan rasio asset.
1. Analisis Rasio Capital, merupakan
anaalisis yang digunakan untuk mengukur
kemampuan bank
dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jika
terjadi likuiditas
2. Raisio asset menggambarkan kualitas
aktiva dalam perusahaan yang menunjukkan
kemampuan dalam menjaga dan

3
mengembalikan dana yang ditanamkan.
3. Rasio rentabilitas atau earning
menggambarkan kemampuan perusahaan
untuk mendapatkan laba melalui semua
kemampuan dan sumber yang ada.
4. Rasio likuiditas menggambarkan
kemampuan bank dalam menyeimbangkan
likuiditasnya dengan rantabilitasnya.

Metode pengumpulan Data Untuk


memperoleh data yang diperluhkan metode
yang digunakan dalah metode dokumentasi.
Metode dokumentasi merupakan metode yang
bersumber pada benda-benda yang tertulis
berupa buku-buku, majalah, dokumen,
peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan
harian dan sebagainya.Metode ini dilakukan
melalui pengumpulan dan pencatatan data
laporan keuangan pada direktori bank
Indonesia dan info bank selama periode
waktu yang diinginkan untuk mengetahui
rasio-rasio keuangannya. Teknik Analisis
Data Alat analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan munggunakan
metode CAMEL. 1. Capital (Permodalan)
Capital Adequacy Rasio, merupakan
perbandingan jumlah modal dengan jumlah
aktiva terimbang menurut pasar kredit yang
diinformasikan. CAR adalah Rasio yang
diperlihatkan seberapa besar seluruh aktiva

4
yang mengandung risiko Kredit, penyertaan,
surat-surat berharga, tagihan pada bank lain
yang ikut dibiayai oleh modal sendiri
disamping memperoleh dana-dana dari luar
bank 2. Asset (Kualitas Aktiva produktif),
perhitungan KAP menggunakan dua rasio
yaitu rasio aktiva produktif yang
diklasifikaikan terhadap jumlah aktiva
produktif dan rasio penyisihan aktiva
produktif yang wajib dibentuk. 3. Earning
(Rentabilitas) Rasio laba kotor terhadap
Volume Return on Asset (ROA), Biaya
Operasional terhadap pendapatan (BOPO) 4.
Likuidity (Likuiditas) perhitungan likuiditas
dengan menggunakan rasio LDR yaitu rasio
kredit yang diberikan terhadap dana yang
diterima (Loan to Deposit Ratio)

Hasil Penelitian

1. Berdasarkan hasil perhitungan rasio


permodalan selama 5 tahun yaitu dari tahun
2007-2011 Bank BNI memperoleh rasio CAR
pada tahun 2007,2008,2009,2010,2011
sebesar 17,65%, 14,38%, 13,91%, 20,86%,
20,58% > 8% dan dikategorikan dalam
kelompok SEHAT. Sedangkan nilai rasio
CAR pada Bank Mandiri tahun
2007,2008,2009,2010,2011 sebesar 25,13%,
22,42%, 14,10%, 14,70%, dan 17,17% > 8%
dan dikategorikan dalam kelompok SEHAT.
Bank BNI memiliki rata-rata CAR sebesar

5
17,48% sedangkan rata-rata bank Mandiri
sebesar 18,70%. Kedua bank ini memiliki
rasio CAR diatas ketentuan BI yaitu sebesar
8% bila dibandingkan dengan kedua data ini,
terlihat bahwa bank Mandiri memiliki CAR
yang lebih baik dibandingkan dengan Bank
BNI 2. Hasil penelitian Rasio Kualitas
produktif (KAP) selama lima tahun yaitu dari
tahun 2007 sampai 2011 Bank Negara
Indonesia dan bank Mandiri memperoleh
Rasio KAP yang mengalami peningkatan.
Rasio KAP Bank Negara Indonesia tahun
2007, 2008,2009,2010,2011 sebesar 2,77%,
3,37%, 3,24%, 2,87%, 2,70% < 10,35% dan
dikategorikan dalam kelompok SEHAT.
Sedangkan KAP pada Bank Mandiri pada
tahun 2007,2008,2009,2010,2011 sebesar
0,57%, 0,60%, 0,69%,2,90% dan 2,35% <
10,35% dan dikategorikan dalam kelompok
SEHAT. Bank BNI memiliki rata-rata KAP
sebesar 3,13% sedangkan KAP rata-rata Bank
Mandiri sebesar 1,42%. 3. Hasil
perhitungan ROA dari tahun 2007-2011
1,85%, 1,12%, 1,72%, 2,49%, 2,86%, >1,22%
dan dikategorikan dalam kelompok SEHAT.
Sedangkan pada Bank Mandiri
2,42%,2,78%,2,67%,2,93%, dan 3,37% dan
dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Bank
BNI memiliki rata-rata ROA sebesar 1,81%
sedangkan ROA rata-rata Bank Mandiri
2,83%. 4. Hasil perhitungan LDR selama

6
lima tahun Bank Negara Indonesia
60,56%,68,61%,64,04%,70,15% dan 78,29%
< 94,75% dikategorikan dalam kelompok
SEHAT. Sedangkan LDR pada Bank Mandiri
sebesar 53,64%, 56,64%59,81%, 64,22%,
71,65%, <94,75%dan dikategirikan dalam
kelompok SEHAT. Dengan naik turunnya
LDR dari tahun 2007-2011 Bank dikatakan
kurang berhasil dalam menyeimbangkan dari
tahun ketahun.

Kesimpulan Mengingat hasil, survei terbukti menjadi


alat yang berharga untuk guru, dosen dan
desainer kurikulum dengan tujuan mengukur
dan mengidentifikasi pola-pola preferensi
kurikulum, memfasilitasi pertemuan antara
kurikulum diproyeksikan dan nyata. Kami
menganggap bahwa kurikulum harus
disesuaikan, fine-tuned dan pendapat,
preferensi dan minat siswa harus diambil
dalam pertimbangan oleh para profesor dan
perencana kurikulum. Namun, preferensi
yang terus berubah dan penelitian panel
menggunakan alat yang sama dapat sangat
efektif dalam optimasi kurikulum.

Kelebihan 1. Metode yang digunakan dalam


penelitian sesuai dengan tujuan
penelitian.
2. Dalam penelitian tidak terdapat ide
yang terlalu dilebih-lebihkan.
3. Penulis/Peneliti telah objektif pada

7
pembahasan hasil.
1

Kekurangan 1. Beberapa bagian artikel masih dapat


dipaparkan lebih lanjut yaitu pada
bagian hasil penelitian dan
pembahasan.
2. Dalam bagian kesimpulan tidak
dijelaskaan secara terperinci lingkup
dari kesimpulan pengembangan
kurikulum tersebut, sehingga pembaca
kurang memahami secara keseluruhan
isi jurnal.

JURNAL 2: ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE


CAMEL UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN PERBANKAN

Judul ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


DENGAN MENGGUNAKAN METODE
CAMEL UNTUK MENILAI TINGKAT
KESEHATAN PERBANKAN

Nama Jurnal Jurnal EMBA

Penulis Jeremiah Kevin Dennis Jacob

Vol, No, Tahun , Hal Vol.1 No.3 September 2013, Hal. 691-700

ISSN ISSN 2303-1174

8
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
tingkat kesehatan bank milik pemerintah yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010
– 2011 dengan menggunakan metode CAMEL

Subjek Penelitian Bank BNI, BANK MANDIRI, BANK BRI,


BANK BTN

Metode Penelitian Jenis Penelitian


Jenis penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif komparatif, dimana melakukan
perbandingan (komparasi) tingkat kesehatan
bank yaitu bank umum milik pemerintah
(Bank Mandiri , Bank BNI , Bank BTN , Bank
BRI) dalam kurun waktu 2010 – 2011
Tempat Penelitian dan Waktu
Tempat penelitian dilakukan pada Bank
Umum yang terdaftar di Bursa Efek melalui
situs – situs resmi dari Bank Mandiri, Bank
BNI , Bank BTN , Bank BRI serta
mengunjungi Pusat Informasi Pasar Modal
(PIPM) yang ada di Sulawesi Utara.Penelitian
ini di mulai pada Bulan Februari 2013 sampai
dengan bulan Juni 2013. Prosedur Penelitian
Metode analisis data yang digunakan adalah:
Metode kuantitatif deskriptif yaitu suatu
metode penganalisaaan data dimana data
dikumpulkan, disusun, diinterpretasikan, dan
dianalisa sehingga memberikan
keterangan yang lengkap bagi pemecahan
masalah yang dihadapi.
1. Dikumpulkan: dimana data diperoleh dari

9
objek penelitian.
2. Disusun: data diurutkan sesuai dengan apa
yang akan diteliti oleh penulis.
3. Diinterpretasikan: menyesuaikan data
dengan tujuan dari diadakan penelitian
4. Dianalisa: melihat dan membandingkan
apakah yang ada sesuai keadaan perusahaan
selaras dengan penelitian dan sumber ilmu
Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini merupakan Bank
umum milik pemerintah yang terdaftar dalam
bursa efek tahun 2010-2011 dengan
menggunakan sampel non probabilitas dengan
covinience sampling yaitu mempertimbangkan
kemudahan dalam memperoleh data.

Metode Pengumpulan data


Metode pengumpulan data yang di lakukan
dalam penelitian ini merupakan teknik
pengumpulan data kepustakaan atau Library
Research dimana yaitu pengumpulan data
teoritis dengan cara menelaah berbagai
laporan, buku literatur, pustaka yang lainnya
yang berkaitan dengan masalah yang dibahas

Definisi Operasional Metode analisis


CAMEL merupakan metode yang digunakan
dalam menilai tingkat kesehatan perbankan
sesuai dengan peraturan No.6/10/PBI/2004.
Aspek yang terkait di dalamnya yaitu : Capital
(Aspek permodalan) , Asset (Aspek Asset) ,
Manajemen (Aspek Manajemen) Earnings

10
(Aspek Rentabilitas) Liquidity (Aspek
Likuiditas). Sehubungan dengan peraturan
Bank Indonesia di atas maka penulis
menggunakan metode CAMEL dalam menilai
tingkat kesehatan perbankan. Penilaian di
lakukan secara kuantitatif dengan
menggunakan rasio keuangan dalam
menentukan CAR, KAP,NIM,ROA,BOPO,
dan LDR.

Hasil Bank Negara Indonesia atau yang biasa di


singkat Bank BNI dalam penelitian ini
memiliki rasio kecukupan modal atau Capital
Adequacy Ratio (CAR) untuk tahun 2010
sebesar 18,71% dan 18,10% untuk tahun 2011.
Dalam pengelolaan Asset,dengan
menggunakan rasio keunngan untuk
menghitung rasio aktiva produktif, untuk
tahun 2010 sebesar 4,5% dan 2011 3,9%. Dari
segi management,dengan menggunakan proxy
NPM Bank BNI mampu menunjukkan adanya
pertumbuhan Pendapatan Operasional dari
tahun 2010 NPM sebesar 21,8% menjadi
27,9% pada tahun 2011. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa manajemen
melaksanakan peningkatan pendapatan
operasional dengan penggunaan sumber daya
secara efektif dan efisien.Dalam Aspek
rentabilitas, variabel yang di gunakan yaitu
berupa Rasio ROA dan ROE dalam mengukur
kemampuan bank dalam menghasilkan laba.

11
Peningkatan ROA Bank BNI naik dari tahun
2010 sebesar 1,65% menjadi 1,94% pada
tahun 2011, begitu juga dengan ROE dari
12,37% di tahun 2010 menjadi 15,34% di
tahun 2011. Aspek Likuiditas, Bank BNI
diniliai melalui variabel Loan to Deposit Ratio
(LDR). Untuk Bank BNI (LDR) masih
tergolong tinggi, untuk tahun 2010 LDR
70,15% menjadi 70,70% pada tahun 2011.
Secara umum, tingkat likuiditas Bank BNI di
golongkan sangat Likuid.Secara Keseluruhan
Bank BNI berada dalam Kondisi yang Sehat di
tinjau dari komposisi Permodalan,Pengelolaan
Asset, Manajemen, Kemampuan
menghasilkan Laba dan Likuiditas. Hal
tersebut memampukan bank BNI untuk
bertahan dari ancaman bisnis dan pengaruh
negatif industri keuangan serta perekonomian.
Aspek Capital atau permodalan Bank Rakyat
Indonesia menunjukkan hasil rasio kecukupan
modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR)
untuk tahun 2010 adalah sebesar 13,47% dan
untuk tahun 2011 adalah 14,95%. Bank
Rakyat Indonesia telah memenuhi kewajiban
penyertaan modal minimum yang telah di
tetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 8%.
Aspek Aktiva Bank Rakyat Indonesia (BRI)
dalam mengukur kualitas aktiva produktif
tahun 2010 adalah 2,7% dan tahun 2011
adalah 2,6%.Aspek Manajemen perusahaan,
dengan menggunakan Nett Profit Margin Bank

12
BRI pada tahun 2010 29,85% menjadi 37,52%
mengindikasikan kemampuan manajemen
dalam menggunakan sumber daya yang efektif
dan efisien. Pendapatan Operasional
Bank BRI yang tumbuh setiap tahun
menandakan keberhasilan manajemen dari
Bank BRI.Dalam Aspek Earnings, Bank BRI
melalui penghitungan dengan menggunakan
variabel Return On Asset dan Return On
Equity. Ratio ROA perusahaan meningkat dari
2,83% pada tahun 2010 menjadi 3,21% pada
2011. ROE.

kesimpulan Analisis menggunakan metode Capital, Asset,


Management, Earnings dan Liquidity pada
Bank Umum Milik Pemerintah pada tahun
2010 – 2011 disimpulkan bahwa : Bank
Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat
Indonesia, dinilai Sehat, dimana Bank mampu
dan memiliki ketahanan dalam menghadapi
gejolak perekonomian dan pengaruh negatif
yang berasal dari lingkungan eskternal bank.
Bank Tabungan Negara, mendapat predikat
Cukup Sehat, dimana meskipun bank telah
beroperasi dengan baik dan mampu
menghadapi gejolak perekonomian, tetapi
terdapat kelemahan yang harus menjadi titik
fokus manajemen dalam membenahi tingkat
kesehatan Bank BTN.

13
Kelebihan 1.Judul artikel sesuai dan jelas dengan isi
2.Isi abstrak tergambarkan dengan spesifik
3.Tujuan penelitian dalam jurnal dipaparkan
dengan jelas
4.Tidak ditemukan kesalahan/error atas fakta
dan interpretasi hasil penelitian

Kekurangan 1. Dalam jurnal tidak terdapat ide/isu yang


diangkat relevan dan penting
2. Dalam jurnal seharusnya penulis
memaparkan lebih lanjut bagian pembahasan,
karena dalam bagian pembahasan hanya
menjelaskan target penerimaan retribusi pasar.
3. Jika dibandingkan dengan jurnal 1, jurnal 1
lebih mudah dipahami oleh pembaca dan lebih
sesuai dengan format penelitian.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bank sebagai lembaga intermediary memainkan peran yang sangat penting dalam
menggerakkan perekonomian suatu negara. Dalam menjalankan perannya bank wajib dikelola
dengan hati–hati dan perlunya pengawasan khusus dari pemerintah. Bank Indonesia sebagai
otoritas telah mengeluarkan peraturan mengenai penilaian tingkat kesehatan perbankan melalui
surat edaran Bank Indonesia 30 April 2004 menggunakan metode CAMEL, dengan
menggunakan rasio keuangan. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah Bank Umum milik
pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010–2011.

B. Saran

1. Sebaiknya Bank lebih memperhatikan Kualitas Aktiva Produktif yang dinilai terlalu tinggi,
ada baiknya untuk lebih mengawasi kebijakan pemberian kredit dan portofolio investasi
2. Bank Tabungan Negara, sebaiknya lebih menjaga preferensi Likuiditas Bank, karena hal
tersebut akan bermasalah jika tidak di tangani lebih lanjut berkaitan dengan pemenuhan
kewajiban perusahaan pada saat jatuh tempo
3. Sebagai Pioner dibidang keuangan di Indonesia Bank Umum milik pemerintah wajib terus
mempertahankan serta meningkatkan kinerjanya agar mampu mempertahankan posisi sebagai
posisi pemimpin pasar pada industri keuangan.

15
16

Anda mungkin juga menyukai