Anda di halaman 1dari 7

JURNAL ANALIS FARMASI

Volume 4, No. 1 April 2019, Hal 59 - 65

THE EFFECT OF GIVING SAPONIN COMPOUNDS IN CUCUMBER EXTRACTS


(Cucumis sativus) ON WEIGHT REDUCTION
BODY OF MENCIT (Mus musculus L)

PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA SAPONIN DALAM EKSTRAK MENTIMUN


(Cucumissativus) TERHADAP PENURUNAN BERAT
BADAN MENCIT (Mus musculus L)

Tusy Triwahyuni1, Hetti Rusmini2, Romi Yuansah3


Email :TussyThree@gmail.com

ABSTRACT
Saponin is a compound which has hidrofobic substance (soluble in fat) and part
of sugar chain which has hydrophilic substance (soluble in water). One of plants
containing saponins is cucumber. Samponins contained in cucumber work by binding
to bile acids and cholesterol, thereby functioning as an anti- obesity and anti
adipogenik.This research used True Eksperimental research with pre and post test
control group design consisting of control group, treatment groups (-), P1, P2 and P3.
Each treatment group was given by saponin compound in cucumbar extract with
different dose variant. Subject this research using 25 mice. The data used primary
data. This research usedanova-tukey. Body weight of mice in control group with an
mean of 29,8 ± 1,304 in treatment group (-) with an mean of 42,00 ± 0,707, in
treatment at a dose of 0,2 mg with an mean of 33,60 ± 1,817, in treatment at a dose
of 0,4 mg with an mean of 36,00 ± 1,121 and in treatment at a dose of 0,6 mg with
an mean 36,00 ±2,121.The results of this study proved that saponin is cucumber
extract able to lose weightof mice who are obese and the most significant dose of
weight loss in mice is a dose of 0,2 mg and 0,6 mg.

Keywords :Weight, Saponins,Cucumber Extract, Mice

ABSTRAK
Saponin adalah senyawa yang bersifat hidrofobik (larut dalam lemak) dan
bagian rantai gula yang bersifat hidrofilik (larut dalam air).Salah satu tanaman yang
memiliki kandungan senyawa saponin adalah buah mentimun. Senyawa saponin yang
terkandung dalam buah mentimun berkerja dengan cara berikatan dengan asam
empedu dan kolesterol, sehingga berfungsi sebagai anti obesitas dan anti
adipogenik.Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental dengan desain
penelitian Pre and post test control groups yang terdiri dari kelompok kontrol,
kelompok perlakuan (-), P1, P2 dan P3. Setiap kelompok perlakuan diberikan senyawa
saponin dalam ekstrak mentimun dengan varian dosis yang berbeda-beda.Subjek
penelitian ini mengunakan 25 ekor mencit (Mus musculus L).Data yang digunakan
adalah data primer.Uji statistik menggunakan uji ANOVA- Tukey.Berat badan mencit
pada kelompok kontrol dengan rerata sebesar 29,80 ± 1,304, pada kelompok
perlakuan (-) dengan rerata sebesar 42,00 ± 0,707, pada perlakuan dengan dosis 0,2
mg dengan rerata sebesar 33,60± 1,817, pada perlakuan dengan dosis 0,4 dengan
rerata sebesar 36,00 ± 1,121 dan pada perlakuan dengan dosis 0,6 mg dengan rerata
36,00 ± 2,121. Hasil penelitian ini terbukti bahwa senyawa saponin dalam ekstrak
mentimun mampu menurunkan berat badan pada mencit yang mengalami obesitas
dan dosis yang paling signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit adalah
dosis 0,2 mg dan 0,6 mg.

Kata Kunci: Berat badan, senyawa saponin , ekstrak mentimun, mencit

1) Departemen Parasitologi Fakultas kedokteran Universitas Malahayati


2) Departemen farmakologi Fakultas kedokteran Universitas Malahayati
3) ???
Tusy Triwahyuni, Hetti Rusmini, Romi Yuansah

LATAR BELAKANG obesitas.9Oleh karna itu, terdapat


Berat badan merupakan upaya-upaya untuk penurunan berat
parameter antropometri yang dapat badan seperti diet, melakukan aktivitas
berubah-ubah seiring dengan fisik, akupuntur, pembedahan,
perkembangan umur dan sering psikotrapi dan obat tradisional.13 Obat
digunakan untuk menilai keadaan tradisional dapat digunakan untuk
setatus gizi. Keadaan berat badan mengobati obesitas seperti ekstrak
dapat dikategorikan menjadi berat rimpang kunci pepet7 dan ekstrak daun
badan normal, beratbadan kurang dan jati belanda. Buah mentimun
berat badan berlebih.Keadaan berat dinyatakan secara empiris juga
badan berlebih disebut juga Obesitas.1 berfungsi sebagai anti obesitas.14
Obesitas merupakan kondisi kelebihan Buah mentimun merupakan
berat tubuh akibat tertimbunnya buah yang memiliki kandungan zat-zat
lemak, untuk pria ataupun wanita saponin, flavanoid, asam askorbat,
masing- masing melebihi 20-25% dari asam amino, kalium dan magnesium,
berat tubuh. Obesitas sering dianggap glukosa dan fruktosa, mangan, asam
penyakit yang khusus ditemukan pada malonat dan biji buah mentimun
orang- orang di usia pertengahan yaitu mengandung banyak vit E Selain itu
sekitar umur 40 tahun. Akan tetapi, juga mengandung banyak serat serta
obesitas dapat diderita oleh setiap air yang berguna untuk melancarkan
orang tanpa melihat berapapun usia buang air besar, menurunkan kolestrol,
dan jenis kelamin.9 dan menetralkan racun.18
Berdasarkan data World Health Berdasarkan penelitian yang
Organitation ( WHO), terdapat 400 juta telah dilakukan oleh Yuliantri (2014),
orang dewasa yang mengalami obesitas terdapat pengaruh mentimun dalam
dan kegemukan. Menurut data dari penurunan berat badan, penurunan
American Heart Association (AHA) kadar kolesterol dan penurunan
tahun 2011,terdapat12 juta anak yang tekanan darah. Hal tersebut juga
berumur 2-19 tahun (16,3⁰⁄₀) dan 72 dinyatakan dalam hasil penelitian yang
juta orang dewasa (32,9⁰⁄₀) yang dilakukan oleh Deny (2008), bahwa di
mengalami obesitas. Warga negara dalam jus mentimun terdapat banyak
Amerika Serikat adalah penyandang kandungan, salah satunya kandungan
obesitas terbesar di dunia. prevalensi saponin yang memiliki peran sebagai
obesitas juga meningkat di negara Cina anti obesitas dan anti adipogenik.3
kurang lebih 10% yang mengalami Efektifitas buah mentimun tersebut
obesitas, sedangkan di negara Jepang akan dispesifikasikan lagi dengan cara
prevalensi obesitas berkisar antara 5% dibuat menjadi ekstraksi mentimun
sampai dengan 11%.10 dengan menspesifikasikan pada
Berdasarkan data Dinas kandungan saponin yang mana pada
Kesehatan Provinsi Bandar Lampung, penelitian-penelitian sebelumnya
tingkat kejadian Obesitas di Provinsi senyawa saponin potensial dapat
Lampung cukup tinggi dengan menurunkan berat badan yang lebih
persentasi wanita (34,21%) dan laki- spesifik merupakan hal yang perlu
laki (1,107%). Sedangkan menurut diidentifikasi serta dianalisis melalui
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) percobaan eksperimen dengan
tahun 2013, terdapat tiga jenis pelaksanaan yangbaik
pekerjaan yang memiliki prevalensi
obesitas tertinggi di Bandar Lampung METODE PENELITIAN
yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jenis penelitian yang digunakan
sebesar 27,3%, ABRI sebesar 26,4% dalam penelitian adalah True
dan wiraswasta sebesar 26,5%. Ekperimental dengan desain penelitian
Tingkat kejadian obesitas yang pre and post test control group yaitu
cukup tinggi tersebut berdampak pada dengan dilakukan pengelompokan
kejadian penyakit hipertensi, diabetes anggota-anggota kelompok kontrol dan
melitus, hiperkolesterol, penyakit kelompok eksperimen yang kemudian
jantung dan penyakit lain yang dilakukan pretest pada kedua kelompok
merupakan faktor resiko dari tersebut dan diikuti intervensi pada

60 Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019


Pengaruh Pemberian Senyawa Saponin Dalam Ekstrak Mentimun (Cucumissativus)
Terhadap Penurunan Berat Badan Mencit (Mus musculus L)

kelompok eksperimen yang selanjutnya mengunakan rumus Federer. Dosis


akan dilakukan post test setelah makan fast food 173 mg diberikan
perlakuan tersebut. Penelitian selama 7 hari.Untuk menentukan dosis
dilakukan secara in vivo pada hewan yang akan digunakan pada mencit
coba mencit (Mus musculus L) jantan maka mengunakan rumus konversi
(Notoatmodjo, 2012). Pembuatan mencit, dari hasil penghitungan
ekstrak mentimun dilakukan di UPT tersebut didapatkan untuk pemberian
Universitas Lampung Penelitian dosis pada senyawa saponin dalam
dilakukan di Dinas Perternakan dan ekstrak mentimun.4
Kesehatan Hewan, Bandar Lampung.
Penelitian dilaksanakan pada bulan HASIL PENELITIAN
Februari – April 2017 . Hewan coba Berikut ini dapat dilihat
diadaptasi selama 1 minggu dan dibagi karakteristik berat badan mencit
dalam 5 kelompok, 3 kelompok sebelum diberi perlakuan pada masing-
perlakuan dan 2 kelompok kontrol. masing kelompok. Data karakteristik
Penelitian ini menggunakan 1 kali responden tersebut disajikan pada
pengulangan. Penentuan besarnya tabel berikut ini.
sampel ditentukan dengan

Tabel 1.
Hasil Uji Anova

Karakteristik
Masa
Kelompok Jenis Keadaan
Penelitian Jenis kelamin Warna Bulu Berat Badan
Mencit umum
K 27,60±(1,817)
P(-) 27,20±(1,643)
Aklimatisasi/ Mus
P(1) Jantan Putih, Lebat Aktif 28,00±(1,000)
Diet normal musculus L
P(2) 28,00±(1,000)
P(3) 27,20±(1,304)
Perlakuan K 28,00±(1,581)
sebelum P(-) 40,80±(0,837)
pemberian P(1) Mus 42,20±(0,837)
Jantan Putih, Lebat Aktif
diet saponin P(2) musculus L 41,80±(1,304)
pada mencit
pada hari 1 P(3) 41,60±(1,140)
K 29,8±(1,304)
P(-) 42,00±(0,707)
Intervensi Mus
P(1) Jantan Putih, Lebat Aktif 33,60±(1,817)
(14 hari) musculus L
P(2) 36,00±(2,121)
P(3) 36,00±(2,121)

Berdasarkan tabel diatas kemudian untuk kelompok perlakuan (-


didapatkan gambaran karakteristik ) sebesar 40,80 ±(0,837) serta untuk
responden, dari pertama pengambilan kelompok perlakuan dengan dosis 0,2
responden sampai pada hari terakhir mg sebesar 42,20 ±(0,837), dengan
penelitia. yang mana pada pada masa dosis 0,4 sebesar 41,80±(1,304) dan
penelitian aklimitasi selama 7 pada perlakuan dengan dosis 0,6 mg
pemberian fast fooddan Perlakuan sebesar 41,60±(1,140). Sedangakan
Sebelum PemberianDiet saponin pada pada rerata penelitian setelah
mencit pada hari 1 serta intervensi perlakuan selama 14 hari didapatkan
setelah 14 hari didapatkan berat badan hasil rata-rata berat badan pada
rata-rata dari responden sebelum dan kelompok kontrol sebesar
sesudah perlakuan yang lebih spesifik 29,8±(1,304) kemudian untuk
dapat dilihat pada tabel berikut ini. kelompok perlakuan (-) sebesar
Berdasarkan tabel di atas 42,00±(0,707) serta untuk kelompok
didapatkan berat badan rata-rata berat perlakuan dengan dosis 0,2 mg
badan sebelum perlakuan didapatkan sebesar 33,60±(1,817), dengan
hasil pada kelompok kontrol didapatkan dosis0,4 sebesar 36,00 ±(2,121) dan
berat rata-rata sebesar 28,00±(1,581) padaperlakuandengan dosis 0,6 mg

Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019 61


Tusy Triwahyuni, Hetti Rusmini, Romi Yuansah

sebesar 36,00±(2,121). tersebut lebih besar dari pada


Langkah selanjutnya adalah signifikasi uji 0,05. Kesimpulan ini
melakukan pengujian normalitas diperoleh dari nilai signifikansi nilai p
distribusi data. Dimana data yang pada kelompok kontrol sebesar 0,421,
dikehendaki adalah yang dimiliki untuk kelompok perlakuan (-) sebesar
distribusi normal. Pengujian terhadap 0,325, kelompok perlakuan dengan
kenormalan distribusi data tersebut dosis 0,2 mg sebesar 0,254 dan
mengunakan statistik Shapiro-wilk. kelompok perlakuan dengan dosis 0,4
mg sebesar 0,468 serta kelompok
Distribusi data dikatakan normal perlakuan dengan dosis 0,6 mg
jika signifikasi lebih besar dari pada sebesar0,811.
taraf pengujian 0,05. Setelah dilakukan Analisis selanjutnya yang
pengujian mengunakan Shapiro-wilk digunakan adalah Uji Anova yang
pada seluruh data maka didapatkan dilanjutnya 5 dengan Uji Tukey.
hasil dari penghitungan tersebut bahwa Adapun hasil analisis dari Uji ANOVA
data terdistribusi normal dimana dapat dilihat pada tabel berikut.
signifikasi untuk statistik Shapiro-wilk

Tabel 2.
Hasil Uji Anova
Uji Anova Uji Tukey
Kelompok Mean (SD)
Nilai P*
(P1) 0,000*
P- (P2) 42,00±(1,304) 0,000*
(P3) 0,005*
(P-) 0,000*
P1 (P2) 33,60±(1,817) 0,258
(P3) 0,025*
0,049*
(P-) 0,000*
P2 (P1) 36,00±(2,212) 0,258
(P3) 0,737
(P-) 0,005*
P3 (P1) 36,00±(2,121) 0,025*
(P2) 0,737
Keterangan:
P(-) =Mencit obesitas tanpa diberikan ekstrak mentimun
P1 =Mencit diberikan Ekstar Mentimun dengan dosis 0,2 mg
P2 =Mencit diberikan Ekstar Mentimun dengan dosis 0,4 mg
P3 =Mencit diberikan Ekstar Mentimun dengan dosis 0,6 mg

Berdasarkan hasil pengujian tersebut ditandai dengan tanda


tersebut di atas didapatkan hasil dari bintang. Gambar berikut ini
Uji Anova nilai p sebesar 0,049.Oleh memperjelas tentang perbedaan
karna itu secara statistik dapat bermakna dari ketiga kelompok.
disimpulkan terdapat perbedaan yang
bermakna pada berat badan pada 45 42
0,025*

masing-masing kelompok.Selanjutnya 40 36 36
dilakukan uji Tukey didapatkan hasil 35
33.6

bahwa kelompok yang bermakna dalam 30

penurunan berat badan adalah 25

kelompok perlakuan 1 dan 3. 20

Kesimpulan ini diperoleh dari nilai 15

signifikansi pada kelompok perlakuan 10

dengan dosisi 02 mg sebesar 0,025 5

(P1) dan pada kelompok perlakuan


0
P(-) P1 P2 P3
dengan dosis 0,6 mg sebesar 0,025
(P3), yang mana pada kelompok

62 Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019


Pengaruh Pemberian Senyawa Saponin Dalam Ekstrak Mentimun (Cucumissativus)
Terhadap Penurunan Berat Badan Mencit (Mus musculus L)

Mencit yang Sengaja Dibuat


Gambar 1. Obesitas
Grafik Histogram Tentang Perbedaan Kepercayaan di masyarakat
yang bermakna dari keempat kelompok yang percaya bahwa mentimun yang
perlakuan mengandung senyawa saponin dapat
Keterangan: menurunkan berat badan terbukti
P(-) = Mencit obesitas tanpa diberikan dalam penelitian ini.Uji hipotesis yang
ekstrak mentimun dilakukan memperlihatkan adanya
P1 = Mencit diberikan Ekstar penurunan berat badan yang
Mentimun dengan dosis 0,2 mg signifikandengan pemberian senyawa
P2 = Mencit diberikan Ekstar saponin pada mencit yang sengaja
Mentimun dengan dosis 0,4 mg dibuat/ dikondisikan obesitas.
P3 = Mencit diberikan Ekstar Penurunan berat badan mencit
Mentimun dengan dosis 0,6 mg berdasarkan Uji ANOVA ternyata
signifikan. Artinya terdapat pengaruh
PEMBAHASAN yang signifikan dari senyawa saponin
Pengaruh Konsumsi fast food terhadap penurunan berat badan pada
terhadap Peningkatan Berat Badan mencit yang sengaja dibuat/
Mencit. dikondisikan obesitas. Atau dengan
Hasil dari rerata berat badan kata lain, terdapat perbedaan yang
memperlihatkan keadaan mencit yang signifikan berat badan dengan
sengaja dibuat obesitas dengan pemberian senyawa saponin pada
pemberian fast food berpengaruh mencit yang yang sengaja dibuat atau
terhadap peningkatan berat badan dikondisikan obesitas.
pada mencit. Hal ini sesuai pada teori Berdasarkan teori, senyawa
bahwa pemberian fast food dapat saponin adalah jenis glikosida yang
meningkatkan berat badan secara banyak ditemukan dalam tumbuhan
signifikan. Keadaan mencit yang ataupun buah-buahan, salah satu
sengaja dibuat obesitas dengan buah-buahanyang mengandung
pemberian fast food sebesar 173 gram saponin adalah buah mentimun.
mampu menaikan berat badan mencit Saponin memiliki karakteristik berupa
diatas 30 gram. Artinya, pemberian buih atau busa sehingga ketika
fast food 173 gram mampu membuat direaksikan dengan air dan dikocok
model mencit obesitas, yakni mencit akan membentuk buih atau busa yang
dengan berat badan lebih dari 30 gram. dapat bertahan lama. Saponin yang
Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai bersifat hidrofobik dan bagian rantai
tertinggi berat badan pada kelompok gula yang bersifat hidrofilik. Sifat
P1 adalah 42,20 dengan nilai terendah senyawa saponin yang bersifat
28,00 gram pada kelompok kontrol. hidrofilik ini menyebabkan senyawa
Hal ini sejalan dengan teori yang saponin mampu larut dalam air.
mengatakan bahwa pemberian fast Saponin mudah larut dalam air dan
food berpengaruh terhadap tidak larut dalam eter.2Saponin juga
peningkatan berat badan. Fast food merupakan senyawa yang berkerja
merupakan makanan cepat saji yang dengan cara berikatan dengan asam
mengandung kalori, garam dan lemak empedu dan kolesterol, sehingga
termasuk kolesterol dalam jumlah yang berfungsi sebagai anti obesitas dan anti
besar. Kandungan fast food khususnya adipogenik. Kemampuan senyawa
berupa kandungan lemak yang cukup saponin berikatan dengan kolesterol
besar berpengaruh terhadap memberikan efek penurunan kolesterol
peningkatan berat badan. Oleh karena pada tubuh, dimana pada akhirnya
itu pada penelitian ini, pemberian fast dapat menurunkan kadar kolesterol dan
food sebesar 173 gram selama 7 hari menurunkan berat badan.13
pada mencit menyebabkan peningkatan Penelitian mengenai pengaruh
berat badan mencit yang signifikan. saponin terhadap berat badan masih
sangat jarang dilakukan. Hal tersebut
Pengaruh Senyawa Saponin dalam diungkapkan pada penelitian yang
Menurunkan Berat Badan pada dilakukan oleh Bogoriani pada tahun

Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019 63


Tusy Triwahyuni, Hetti Rusmini, Romi Yuansah

2011 mengenai pengaruh senyawa (42,20 gram), P2 (41,80 gram)


saponin terhadap obesitas, resistensi dan P3 (41,60 gram).
insulin dan perlemakan hati pada tikus. 2. Distribusi frekuensi rerata berat
Hasil penelitin ini sejalan dengan hasil badan sesudah perlakuan
penelitian yang dilakukan yang padamasing-masing kelompok
menyatakan senyawa saponin secara perlakuan yaitu K (29,8 gram), P(-)
signifikan menurunkan berat jaringan (42,00 gram), P1 (33,60 gram), P2
adiposa, baik deposit viseral dan (36,00 gram) dan P3 (36,00gram).
subkutan. Selain itu senyawa saponin 3. Senyawa saponin dalam ekstrak
juga dinyatakan mampu menurunkan mentimun pada P1, P2 dan P3
trigliserida hati dan akumulasi berpengaruh dalam penurunan
kolesterol total pada tikus. Dengan kata berat badan pada mencit. Dan
lain, senyawa saponin memiliki untuk kelompok yang paling
pengaruh terhadap penurunan berat berpengaruh terhadap penurunan
badan pada keadaan obesitas.2 berat badan adalah kelompok P1
Mekanisme saponin sendiri danP2.
terhadap penurunan berat badan yaitu
dimana bahwa kelesterol diproduksi SARAN
80% di hati dan 20% nya berasal dari Saran yang dapat diberikan
makanan yang dikosumsi kemudian berdasarkan pembahasan dan
makan diabsobsi diusus kemudian kesimpulan yang diperoleh adalah
langsung menuju hati kemudian VLDL sebagai berikut.
membawa kolesterol tersebut untuk 1. Perlu dilakukan penelitian lebih
membentuk LDL selanjutnya kolesterol lanjut dengan berbagai variasi
tersebut menuju keseluruh jaringan dosis yang bervariasi untuk
perifer, kemudian saponin yang di mengetahui dosis efektif lainnya
kosumsi masuk keseluruh saluran pada pemberian senyawa saponin
pencernaan dan kemudian di absobsi dalam ekstrak mentimunterhadap
setelah itu mengikuti aliran darah penurunan berat badan pada
dibagian perifer setelah itu saponin itu mencit yang obesitas.
sendiri akan mengikat kolesterol yang 2. Mencit yang digunakan hendaklah
juga ada didalam darah tersebut dalam kondisi sehat dan telah
sehingga terjadinya penurunan mampu beradaptasi dan dikontrol
kolesterol demikian juga akibat setiapwaktu.
penurunan kolesterol tersebut akan 3. Perlu dilakukan uji toksisitas dan
berdampak pada penurunan berat formulasi sehingga dapat
badan juga. Selanjutnya berdasarkan digunakan sebagai pengobatan
analisis uji tukey didapatkan hasil pada manusia.
bahwa kelompok pemberian senyawa 4. Perlu dilakukan identifikasi lebih
saponin 0,2 mg dan 0,6 mg secara lanjut mengenai senyawa saponin,
signifikan berpengaruh pada penurunan dikarnakan masih minimnya
berat badan mencit. penelitiansebelumnyamengenai
Keterbatasan penelitian ini senyawa saponin pada mentimun.
adalah sulitnya untuk memisahkan
senyawa saponin tersebut dari ekstrak DAFTAR PUSTAKA
mentimun dikarnakan minimnya alat- 1. Anggraeni AC. Asuhan gizi
alat yang digunakan untuk pemisahan nutritional care process.
senyawa saponin tersebut. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2012:11.
2. Bogoriani NW. Saponin Daun
KESIMPULAN Andong (Cordyline Terminalis
Kesimpulan yang dapat diperoleh pada Kunth) Menurunkan Kolesterol
penelitian ini adalah sebagai berikut : Plasma Dengan Meningkatkan
1. Distribusi frekuensi rerata berat Ekskresi Kolesterol Dan Asam
badan sebelum perlakuan pada Empedu Feses Pada Tikus Wistar
masing-masing kelompok Serta Membentuk Kompleks
perlakuan yaitu kelompok K (28,00 Dengan Kolesterol Secara In Vitro
gram), P(-) (40,80 gram), P1 [Disertasi]. Denpasar: Universitas

64 Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019


Pengaruh Pemberian Senyawa Saponin Dalam Ekstrak Mentimun (Cucumissativus)
Terhadap Penurunan Berat Badan Mencit (Mus musculus L)

Udayana. 2015. Kedokteran Universitas Sam


3. Deny. Pengaruh Jus Buah Ratulangi Manado. Jurnal
Mentimun Terhadap Penurunan Kedokteran Komunitas dan Tropik.
Nafsu Makan dan Berat Badan pada 2014;2(2).
Mencit. Surabaya: Universitas 14. Rukmana IH. Bertanam kubis.
Surabaya. 2008 Kanisius; 1994.
4. Federer WT. Statistical design and 15. Smith SC, Benjamin EJ, Bonow RO,
analysis for intercropping Braun LT, Creager MA, Franklin BA,
experiments: Volume 1: Two crops. Gibbons RJ, Grundy SM, Hiratzka
Springer Science & Business Media; LF, Jones DW, Lloyd-Jones DM.
2012 Dec 6. AHA/ACCF secondary prevention
5. Hermawan A. Kajian Sifat Fisik and risk reduction therapy for
Buah Mentimun (Cucumis Sativus patients with coronary and other
L.) Menggunakan Pengolahan Citra atherosclerotic vascular disease:
(Image Processing). 2011 update: a guideline from the
6. Hidayat A. Pengantar Ilmu American Heart Association and
Keperawatan Anak, Cetakan American College of Cardiology
Ketiga. Jakarta: Salemba Medika. Foundation endorsed by the World
2008. Heart Federation and the
7. Irawati. Tumbuhan Obat Preventive Cardiovascular Nurses
Tradisional. Sulawesi Utara: Association. Journal of the
Manado. 2006. American college of cardiology.
8. Kinho J, Arini DI, Tabba SU, Kama 2011 Nov 29;58(23):2432-46.
HA, Kafiar YE, Shabri SY, 16. Sudewo B. Buku Pintar Hidup Sehat
Karundeng MC. Tumbuhan Obat Cara Mas Dewo. AgroMedia; 2009.
Tradisional di Sulawesi Utara Jilid I. 17. Sudoyo AW. Dalam: Sudoyo AW,
Manado. Balai Penelitian Kehutanan Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata
Manado, Badan Penelitian dan M, Setiati S, editor (penyunting).
Pengembangan Kehutanan dan Buku ajar ilmu penyakit dalam.
Kementrian Kehutanan. 2011. Jakarta: Pusat Penerbitan
9. Misnadiarly. Obesitas sebagai Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Faktor Resiko Beberapa Penyakit. FKUI. 2009.
Jakarta: Pustaka Obor Populer. 18. Sulistyowati D. Pengaruh jus buah
2007. mentimun (Cucumis sativus L.)
10. Mumpuni Y, Wulandari A. Cara Jitu terhadap penurunan nafsu makan
Mengatasi Kegemukan. Penerbit dan berat badan mencit (Doctoral
Andi, Yogyakarta, hh. 2010:19-22. dissertation, Widya Mandala
11. Murata. Overweight dan Obesitas Catholic University Surabaya).
Pada Anak.Padanh: Universitas 19. Suparyanto. Manfaat mentimun
Andalas. 1999. untuk hipertensi. Jakarta:
12. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Universitas YARSI. 2012.
dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: 20. Viviandari D, Yuliani S, Akrom A.
Rineka Cipta. Prince, SA (2005). Pengaruh pemberian suspensi
Patofisiologi: Konsep klinis proses- sediaan jinten hitam (Nigella
proses penyakit. 2012. sativa) terhadap kadar kolesterol
13. Nussy CY, Ratag GA, Mayulu N. total tikus jantan wistar yang
Analisis Upaya-Upaya Penurunan diberikan diet lemak tinggi.
Berat Badan Pada Mahasiswi FARMASAINS. 2013;2(1).
Angkatan 2010 Fakultas

Jurnal Analis Farmasi Volume 4 No. 1 April 2019 65