Anda di halaman 1dari 72

1

Buku Pedoman Siswa


03/01

PT TRAKINDO UTAMA TRAINING CENTER CILEUNGSI


JL. RAYA NAROGONG KM 19 CILEUNGSI – BOGOR – JAWA BARAT
16820
2
Buku Pedoman Siswa
03/01

AUDIENCE

Technician yang telah selesai mengikuti basic mechanic dan engine module serta
mengerti system kerja pada EUI engine.

ISI MATERI

Buku ini menjelaskan tentang pengenalan komponen serta cara kerja dari 3408 E
dan 3412 E Hydraulic Electronic Unit Injector.

OBJECTIVE

Setelah selesai mengikuti training ini diharapkan dapat:

1. Mengetahui nama – nama komponen pada engine HEUI


2. Mengetahui dan menjelaskan system kerja dari hydraulic system pada
engine HEUI
3. Mengetahui dan menjelaskan system kerja dari electronic system pada
engine HEUI
4. Mengetahui dan menjelaskan fuel system pada engine HEUI
5. Mengetahui dasar – dasar trouble shooting dalam menghadapi engine
HEUI di lapangan
6. Bisa menghubungkan ET ke machine untuk keperluan diagnostic dan
bisa mencari serial number dari engine melalui ET tersebut.
3
Buku Pedoman Siswa
03/01

DAFTAR ISI

1. Penggunaan HEUI engine 5


2. Persamaan HEUI dengan EUI engine 6
3. Mayor komponen pada HEUI engine 7
4. Pengenalan nama dan lokasi komponen 8-12
5. Timing wheel 13
6. Pengenalan nama dan lokasi komponen elektrik 14-16
7. Pengenalan nama dan lokasi komponen hydraulic 17
8. Engine lubrication pump 18
9. Timing calibration sensor 19
10. Lokasi komponen dari fuel system 20
11. Nama – nama komponen pada HEUI engine 21
12. HEUI electronic control system 22-24
13. Injector dan cara pengetesannya 25-28
14. Speed /timing sensor dan kalibrasinya 29-34
15. Pengaruh fuel system 35
16. Hydraulic system pada HEUI engine 36-40
17. Nama komponen utama pada injector 41
18. Injector dan prosedur pemasangannya 42-43
19. Cara kerja injector 44-47
20. HEUI pump dan kompensator 48-56
21. Input dan output dari ECM 57-63
22. Logged event 64
23. Input tambahan dari ECM 65-67
24. Dasar – dasar penggunaan ET 68-72
4
Buku Pedoman Siswa
03/01

Introduction

Topik Utama Buku panduan HEUI ini akan membicarakan 3408 E / 3412 E
HEUI engine pada semua aplikasi, dan topiknya antara lain:

• Pengenalan terhadap komponen pada HEUI Engine


• Electronic Control System
• Fuel Injection System
• Engine Hydraulic System
• System power Supply
• Electronic Sensor dan System
• Menghubungkan ET ke machine dan mencari serial
number dari machine (Connect ET to find engine S/N).
5
Buku Pedoman Siswa
03/01

Penggunaan Engine 3408 / 3412 E digunakan pada beberapa machine


HEUI Caterpillar antara lain:
• 769D / 771D / 773D Off highway Trucks
• 988F / 990 Series II Wheel Loader
• D9R / D10 R Track Type Tractor
• 631E / 637E / 651E / 657E Wheel Tractor Scrapers
• 24H Motor Grader

Keuntungan Keuntungan dari HEUI Engine adalah:


HEUI • Gas buang (exhaust gas) sangat bersih
• Pemakaian bahan bakar yang efisien
• Engine mudah hidup pada kondisi yang dingin
• Perawatannya mudah
• Menurunkan biaya operational
6
Buku Pedoman Siswa
03/01

HEUI Fuel System

Gambar di atas menunjukkan beberapa komponen pada fuel


system

Persamaan Komponen electronic pada fuel system HEUI hampir sama


System dengan system EUI. Perbedaannya pada engine HEUI injector
Electronic tidak digerakkan oleh camshaft.
dengan EUI

Hydraulic High pressure hydraulic pump, yang mendapatkan oli dari


pump engine lubrication pump dapat menaikkan tekanan oli sampai
menaikkan maximum 22800 kPa (3300) psi. Tekanan oli ini dikontrol
pressure oli oleh ECM. Aliran oli langsung menggerakkan masing –
masing injector.

Injector Masing - masing Injector mendapat signal electronic supaya


tekanan oli hydraulic yang tinggi menggerakkan piston
sehingga fuel plunger bergerak.
7
Buku Pedoman Siswa
03/01

1
2

7
3

5
4

7 Mayor Komponen Gambar di atas menunjukkan ada 7 mayor komponen


pada HEUI engine:
1. Hydraulic
supply pump • Hydraulic Supply Pump Group terdiri dari:
group o High pressure hydraulic pump
2. ECM o Pump control valve
3. Throttle o Transfer pump
Control • ECM
4. Speed/ • Throttle Control
Timing sensor • Speed / Timing sensor
5. Injector • Injector
6. Temperature • Temperature sensor
Sensor • Pressure sensor
7. Pressure
sensor Cat Data Link memberikan komunikasi dua arah antara
system HEUI dengan circuit electronic pada machine.
Kabel Cat Data Link juga berfungsi juga sebagai alat
komunikasi antara engine dengan service tool.
8
Buku Pedoman Siswa
03/01

Pandangan Electronic Control Module (1) terletak di sisi kanan atas pada
atas 3400 valve cover.
Engine

ECM hatinya ECM adalah hatinya engine. ECM berfungsi sebagai governor,
engine timing dan membatasi fuel. ECM juga membaca sensor –
sensor dan berkomunikasi dengan komponen electronik
lainnya melalui kabel CAT Data Link.

Personality Personality Module digunakan sebagai program dari ECM


Module dengan berbagai informasi dan penggunaan dari engine
tersebut. PM dapat diganti dan bisa juga di-flash dengan
menggunakan PC. Lokasi dari PM ada di bagian bawah ECM.

HEUI Pump Hydraulic supply pump group (2) terletak di bagian tengah
depan dari engine menggantikan posisi fuel pump pada
mekanikal engine. Pada bagian bawahnya terdapat fuel
transfer pump.

Harness Pada ECM terdapat wiring harness 2 x 40 Connector


9
Buku Pedoman Siswa
03/01

5
1 4
2 3

Pandangan kiri atas Semua sensor di atas masing-masing mempunyai 3


kabel yaitu:
1. Fuel • Pin A: Power supply
Temperature • Pin B: Ground
Sensor • Pin C: Signal
2. Atmospheric
Pressure 40 pin machine interface connector (5) menghubungkan
Sensor antara engine harness dengan machine harness.
3. Lubrication
Oil Pressure Ground bolt adalah kabel ECM ground. Kabel ini sangat
Sensor vital karena kalau tidak dipasang dapat menyebakan
4. Hydraulic engine tidak bisa hidup.
Temperature
Sensor
5. Machine
Interface
Connector
6. Ground Bolt
10
Buku Pedoman Siswa
03/01

1. Timing Calibration Timing Calibration Connector digunakan pada


Connector saat kalibrasi ECM.

2. Hydraulic Pressure Hydraulic pressure sensor (Injection Actuation


Sensor Pressure Sensor) mengukur tekanan oli engine
yang digunakan untuk menekan injector secara
3. Injector Connector electronic.

Injector Connector adalah kabel yang


menghubungkan antara ECM dengan injector.
Pada harness injector biasanya ada tulisan “F”
berarti untuk cylinder depan dan tulisan “R”
untuk cylinder di belakangnya.
11
Buku Pedoman Siswa
03/01

Coolant Temperature Coolant temperature sensor terletak pada bagian


Sensor depan dari cylinder head sebelah kanan. Fungsi dari
sensor ini adalah:

• Pada Vital Information Management System


(VIMS) atau Caterpillar Monitoring System
berfungsi sebagai input untuk temperature
gauge melalui kabel CAT Data Link.

• Menginformasikan High Coolant Temperature


Warning ke Alert Indicator (LED) dan akan
dicatat oleh ECM (logged) bila di atas 1070 C
(2290 F).

• Input dari engine fan control yaitu sebagai


salah satu input untuk menentukan desired
engine fan speed pada ECM.

• Informasi kepada ET status screen


12
Buku Pedoman Siswa
03/01

Secondary Sensor ini dipasang pada timing gear housing. Fungsi sensor
Speed /Timing ini adalah:
Sensor
Mengkalkulasi engine speed dan posisi dari
crankshaft untuk menetukan timing.

Sensor ini terdiri dari 2 yaitu:


• Primary speed/ timing sensor letaknya di sebelah
kanan.
• Secondary speed/timing sensor letaknya di sebelah
kiri.

Hati – hati dalam pemasangan sensor ini dan ikuti prosedur


di service manual.
13
Buku Pedoman Siswa
03/01

10

Timing Wheel Gambar di atas adalah timing wheel ketika dilepas dari engine.

Gigi 50/50 Pada timing wheel jumlah gigi yang 50% / 50% ada satu dan
80% / 20% ada 23 gigi.

Gigi yang 50/50 digunakan oleh ECM sebagai titik referensi


untuk menentukan posisi dari engine fuel timing.

Timing Mark Timing mark “H” pada bagian belakang dari timing wheel
digunakan sebagai tanda pada saat pemasangan gigi ini agar
tepat dengan gigi yang ada di crankshaft.
14
Buku Pedoman Siswa
03/01

11

Turbo Inlet Turbo inlet pressure sensor dipasang antara turbocharger


Pressure dengan air filter. Dan tidak semua machine mempunyai sensor
Sensor ini. Sensor ini mengukur tekanan udara yang mau masuk ke
turbocharger serta bekerjasama dengan atmospheric pressure
sensor untuk mengukur hambatan pada saringan udara (air
filter rectriction).

Air filter rectriction yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ECM


menurunkan tenaga dari engine.

Sensor ini juga berfungsi sebagai back up dari atmospheric


pressure sensor apabila rusak untuk automatic altitude
compensation.
Filter
Compensation Air filter restriction (delta P) melebihi 6.25 kPa (30 in of water)
Engine power akan mulai derate pada rata-rata 2% pe 1 kPa
dari delta P
Maximum derate 20 %.
Event logged akan mulai dicatat pada saat air filter rectriction
melebihi 6.25 kPa (30 in. of water).
15
Buku Pedoman Siswa
03/01

12

Turbo Outlet Turbo outlet (Boost) pressure sensor dipasang pada bagian
Pressure depan cylinder head kanan. Sensor ini juga sebagai input untuk
Sensor mengontrol air/fuel ratio secara electronic supaya menurunkan
emisi gas buang dan menjaga respon dari engine pada saat
acceleration.

Sensor ini juga mengukur tekanan udara di inlet manifold


(boost pressure) dan diinformasikan juga ke service tool (ET).

Kerusakan pada sensor ini dapat mengakibatkan engine power


derate 60 % (kalau pembacaan dari sensor 0 psi).
16
Buku Pedoman Siswa
03/01

4
3

13

Identifikasi Atmospheric pressure sensor dipasang pada hydraul;ic


Komponen: supply pump group dan sensor ini berhubungan dengan
udara luar.
1. Atmospheric
Pressure Fungsi:
Sensor • Mengukur tekanan udara luar untuk automatic
2. Fuel altitude compensation (power dari engine akan
Temperatur secara otomatis menyesuaikan dengan tingkat
e Sensor ketinggian engine itu beroperasi).
3. Primary
Speed/Timi • Membaca tekanan absolut sebagai input fuel ratio
ng Sensor control dan menginformasikan ke ET/ CAT MS.
4. Secondary
Speed • Sebagai referensi pressure sensor yang lain dalam
/Timing pembacaan tekanan (mengkalibrasi pressure
Sensor sensor yang lain.

Fuel temperature sensor mengukur temperature fuel


untuk automatic fuel temperature compensation.

Primary dan secondary speed /timing sensor


17
Buku Pedoman Siswa
03/01

14

1. Oil Supply Oil supply line (1) berasal dari engine oil gallery dan sebagai
Line pipa suction dari HEUI pump.

2. Compensator Conpensator valve mengatur aliran oli di dalam HEUI pump


Valve agar bekerja sesuai dengan kebutuhan.

3. Pump Pump control valve mengatur kemiringan swashplate dari


Control HEUI pump secara electronic dan bekerjasama dengan
Valve Compensator Valve.

4. Fuel Transfer Fuel transfer pump letaknya ada di belakang HEUI pump.
Pump
18
Buku Pedoman Siswa
03/01

15

Lubrication • Terletak di dalam oil pan. Pompa mensupply oli + 65 psi


Oil Pump ke engine oil gallery untuk lubrikasi engine dan input dari
HEUI pump.

• Jenis pompa ini adalah gear type.

• Mempunyai relief valve di dalam pompa itu sendiri.


19
Buku Pedoman Siswa
03/01

16

16

Timing Calibration Timing calibration sensor dipasang kalau kita melakukan


Sensor timing calibration dengan menggunakan ET. Pada
machine tertentu sensor ini sudah terpasang pada
flywheel housing.
20
Buku Pedoman Siswa
03/01

1
2

17

Water Separator Pada high pressure fuel system yang mencapai 22.000 psi
kualitas dari fuel sangatlah penting. Adanya kandungan air
pada fuel dapat mengakibatkan timbulnya karat pada
plunger dan barrel. Water separator ini adalah primary fuel
filter dengan 30 micron.

2 Micron Dengan alasan tertentu pada engine HEUI filter dengan 2


Secondary Fuel micron harus dipakai. Clearance antara plunger dan barrel
Filter pada injector adalah 5 micron.

Dilarang mengisi fuel filter pada saat penggantian

Perawatan dan Water separator didrain airnya setiap hari dan


Penggantian penggantiannya setiap 500 jam.
Water Separator
21
Buku Pedoman Siswa
03/01

18

Mengenali Komponen Electric: Komponen Mekanik:


Komponen • ECM • Hyd. Supply pump gp.
pada HEUI • PM • Pump control valve
Engine • Timing Cal. Connector • Compensator valve
• HEUI Pressure Sensor • Cold start reservoir
• Hydraulic temp. sensor • Check valve
• Primary speed/timing • Fluid manifold
sensor • Water separator
• Secondary speed/timing • Secondary filter
sensor • Transfer pump
• Coolant temp. sensor • Press. Regulator valve
• Atmospheric press sensor • Injector
• Turbo inlet press sensor • Jumper tube
• Turbo outlet press sensor • Injector oil adapter
• Oil pressure sensor
• Fuel temperature sensor
• Coolant flow switch
• Machine interface
connector
• Engine dan machine
ground bolt
• Data link connector
• Throttle position sensor
• Shut down switch
22
Buku Pedoman Siswa
03/01

19

Pada session ini akan dibahas beberapa system antara lain:

• ECM
• Hydraulic Electronic Unit Injector Solenoid
• Timing Wheel
• Timing Control
• Fuel Quantity Control
• Speed Control
• Cold Mode
• Timing Calibration
23
Buku Pedoman Siswa
03/01

20

ECM Fungsi ECM adalah sebagai governor dalam fuel system secara
computerizes. ECM menerima signal dari semua sensor untuk
menghidupkan injector solenoid untuk mengontrol timing dan
engine speed.

ECM ini adalah ADEM II (Advance Diesel Engine Management)


generasi ke 2.

ECM dapat ditukar – tukar pada berbagai aplikasi dari mechine.


Penggantian ECM adalah langkah yang terakhir dalam trouble
shooting sesudah komponen input dan outputnya benar-benar
dalam kondisi bagus.
24
Buku Pedoman Siswa
03/01

21

Personality Personality module adalah soft ware dimana di dalamnya


Module berisi informasi fuel setting antara lain horse power, torque
rise dan air / fuel ratio sehingga menentukan bagaimana
engine itu beroperasi.

2 Metode Ada 2 metode dalam meng-update software yaitu:


meng-upgrade
Software • Flash Programming
• Mengganti PM
25
Buku Pedoman Siswa
03/01

22

Unit Fuel Injection


Injector
Sistem electric pada 3400 HEUI engine sama dengan engine 3500
EUI. Yang berbeda adalah cara penekanan injectornya yaitu
dilakukan oleh secara hydraulic.

Signal listrik dari ECM hanya membuka dan menutup solenoid dari
injector.

Solenoid valve mengontrol aliran hydraulic pressure hydraulic ke


dalam injector.

Jumlah fuel yang terbakar di ruang bakar tergantung kepada berapa


lama solenoid energized.

Sedangkan timing dari injector ditentukan oleh kapan solenoid itu


energized.

Injector solenoid bekerja pada 105 Volt DC. Hati – hati pada
saat engine hidup.
26
Buku Pedoman Siswa
03/01

23

Injector Ada beberapa pengetesan yang bisa menentukan injector atau


testing cylinder nomor berapa yang problem antara lain:

• Injector Solenoid Test

Pengetesan ini dapat dilakukan pada saat engine mati dan kunci
kontak on.
Pengetesan ini dapat dilakukan secara otomatis dengan
menggunakan ECAP / ET.
Pengetesan ini untuk mengetahui solenoid bagus, short atau
open

• Cylinder Cut Out (Manual Test)

Pengetesan ini dilakukan pada saat engine running pada


berbagai macam kecepatan. Injector dapat dimatikan satu atau
lebih pada saat yang bersamaan. Pada pengetesan ini kita
memonitor suara engine atau injection duration.

• Automatic Injector Test

Pengetesan ini dilakukan pada saat engine running dan ET dapat


secara otomatis mematikan injector satu persatu dan nilai
nominal dari injection duration dapat ditampilkan.
27
Buku Pedoman Siswa
03/01

24

Fuel Injection Control System

Pengontrolan Gambar diatas menunjukkan timing control logic pada ECM.


Fuel Timing

Input dari Engine speed, jumlah fuel (berdasarkan beban engine) dan
timing hydraulic oil temperature adalah signal masuk yang diterima
control oleh timing control. Signal hydraulic temperature untuk cold
mode ketika suhu dari oli engine masih dingin. Semua input
signal tesebut dikombinasikan untuk menentukan kapan
penyemprotan dari bahan bakar dimulai.

Keuntungan Timing control mengoptimumkan timing pada semua kondisi


timing dan keuntungannya adalah:
control
• Menurunkan emisi gas buang.
• Menurunkan konsumsi fuel dengan tetap untuk
mempertahankan performance dari engine.
• Umur engine lebih awet.
• Mempermudah engine hidup pada saat kondisi dingin.
28
Buku Pedoman Siswa
03/01

25

Pengontrolan Ada 4 input yang mengontrol jumlah fuel:


jumlah fuel
1. Engine speed
2. Tekanan injection actuation (IAP pressure)
3. Posisi dari throttle
4. Boost (tekanan udara pada inlet manifold).

Input dari fuel Tiga variable yang menentukan jumlah dari fuel dan timing:
timing dan
jumlah fuel 1. Awal penyemprotan fuel menentukan timing
2. Injection duration (lamanya injector menyemprotkan
fuel).
3. Tekanan Injection actuation.
29
Buku Pedoman Siswa
03/01

26

Speed timing sensor Ada dua speed timing sensor yaitu primary dan
secondary dimana fungsinya yaitu:

1. Mengukur engine speed


2. Mengukur timing engine
3. Menentukan lokasi dari TDC pada cylinder

Pemasangan sensor Keluarkan slip head dari speed timing sensor dan
pasang sehingga menyentuh dari timing wheel. Pada
saat engine hidup speed timing sensor akan
menyesuaikan jarak secara otomatis.
30
Buku Pedoman Siswa
03/01

27

Primary sensor Primary speed timing sensor yang terletak di sebelah


kanan engine mengukur kecepatan engine untuk governor
dan posisi crankshaft untuk timing serta
pengidentifikasian dari nomor cylinder.

Secondary speed Secondary speed timing sensor yang terletak di seblah kiri
timing sensor dari engine berfungsi ketika primary speed timing sensor
rusak.

Power supply ECM mengirim supply power ke primary dan secondary


speed timing sensor adalah 12,5 +_ 1 Volt
31
Buku Pedoman Siswa
03/01

28

Timing Wheel Timing wheel mempunyai 24 gigi. 23 gigi diantaranya


mempunyai gigi yang 80% / 20%.
Satu gigi mempunyai gigi yang sama besar yaitu 50% / 50%.
Gigi yang satu ini untuk menentukan lokasi TDC pada
cylinder no. 1.
32
Buku Pedoman Siswa
03/01

29

Output Sensor Speed timing sensor dipasang pada posisi vertical


terhadap gigi dari timing wheel.

Gigi dan sensor menghasilkan signal PWM untuk


keperluan timing dan menghasilkan signal frequency
untuk mengukur engine speed.

Selama engine normal operasi, primary speed timing


sensor yang memberikan signal untuk keperluan speed
dan timing dari engine.

Sedangkan secondary speed/timing sensor akan bekerja


apabila ada kerusakan pada primary speed/timing sensor
atau ada problem yang intermitten agar engine tidak mati
mendadak.
33
Buku Pedoman Siswa
03/01

30

Crangking Speed / timing sensor meggunakan gigi dari timing wheel


untuk :

• Top Dead Center No. 1 (Ketika sudah ditemukan


baru bisa mengidentifikasi nomor dari cylinder.
• Kecepatan dari engine (engine speed).

Pada HEUI engine lubrication dan HEUI pump tidak akan


menghasilkan flow pada saat berputar terbalik sehingga
engine ini tidak bisa hidup dengan reverse rotation.
34
Buku Pedoman Siswa
03/01

31

Firing order Pada saat start, speed / timing sensor mulai memonitor
pulsa yang dihasilkan dari perpotongan gigi pada timing
wheel.
Sesudah berputar satu putaran penuh, baru posisi dari
masing – masing TDC dapat dibaca oleh control seperti
pada gambar di atas.

Pada saat mulai berputar tidak ada fuel yang


disemprotkan sebelum:
• Berputar satu putaran penuh
• TDC dari semua cylinder dapat diketahui oleh
control.

Timing calibration Timing calibration dilakukan ketika:


• Penggantian ECM
• Penggantian Speed/Timing sensor
• Penggantian timing wheel
• ECM minta kalibrasi (calibration required)

Caranya yaitu dengan menggunakan ET atau ECAP dan


memasang timing probe pada fly wheel housing. Pada
machine D9R / D10R timing probe ini sudah terpasang
secara permanen.
35
Buku Pedoman Siswa
03/01

32

HEUI engine memproteksi engine secara electronic


terhadap beberapa hal:

• Maximum HP
• Torque limit
• Fuel ratio control
• Cold mode limit
• Cranking limit

Selain itu HEUI engine juga akan derate fuel (derate


power) pada kondisi:

• Automatic altitude derate (karena ketinggian


engine beroperasi)
• Automatic filter compensation (pada saat air filter
buntu).
• Engine warnig derate (ada beberapa warning
EMS yang menyebabkan engine power derate.

Juga dengan adanya kehilangan boost pressure (menilai


0) engine power akan di derate sebanyak 50 – 60 %.
Dengan adanya kelebihan panas pada fuel temperature,
power engine juga akan diderate sebanyak 5%.
36
Buku Pedoman Siswa
03/01

33

Fuel system yang akan dibahas di sini adalah fuel


system HEUI engine khususnya 3408E dan 3412E.
Arti warna pada gambar fuel system:

Pada sirkuit hydraulic & lubrication

Merah: Oli dengan tekanan tinggi.


Merah ptih strip – strip: Tekanan oli yang diturunkan
(reduce oil pressure).
Coklat: Tekanan oli lubrikasi
Hijau: Tekanan oli kembali (return) atau tekanan oli
suction.

Pada sirkuit fuel

Merah: Fuel bertekanan tinggi (high pressure fuel)


Merah putih strip-strip: Tekanan fuel dari transfer pump.
Hijau: Tekanan fuel return atau suction
37
Buku Pedoman Siswa
03/01

34

Lubrication pump Pada HEUI engine, lubrication pump mempunyai dua


fungsi yaitu:
• Memberikan oli untuk pelumasan komponen engine
• Memberikan oli ke HEUI pump (charge pump).

Cold start oil HEUI pump mempunyai cold start reservoir yang
reservoir fungsisnya mencegah kavitasi pada saat engine mulai
hidup dan lubrication pump belum memberikan jumlah oli
yang cukup ke HEUI pump.
Pada reservoir itu ada 2 sensor yaitu engine lubrication
pressure sensor dan engine oil temperature sensor.

High pressure oil Selama normal operasi tekanan oli di high pressure adalah
antar 725 psi – 3100 psi. Pada saat engine hidup tekanan
tersebut harus ada pada fluid manifold di injector.

Low pressure fuel Fuel mengalir dari tanki ke water separator – fuel transfer
pump – ECM (pendingin) – secondary fuel filter – injector.
Pressure regulating valve mempertahankan tekanan fuel
45 psi – 60 psi.

Fuel temperature Fuel temperature sensor dipasang pada fuel supply


sensor system untuk mengkalkulasi kehilangan power karena
temperature dari fuel yang bervariasi.
38
Buku Pedoman Siswa
03/01

35

Sistem Operasi Hydraulic Unit Injector

High pressure hydraulic oil memberikan oli ke masing –


masing injector melewati jumper tube.

“Viton” o ring seal dipasang pada sambungan antara


injector dengan fluid manifold.
39
Buku Pedoman Siswa
03/01

36

Low pressure fuel masuk ke dalam injector lewat lubang


pada fluid supply manifold.

Fuel yang masuk ke masing - masing injector dipisahkan


dari combution chamber dan daerah di bawah valve
cover dengan o-ring seal.

Untuk mencegah masuknya gas dari combution chamber


ke dalam fuel supply antara injector dengan cylinder
head injector sleeve adalah metal – to – metal contact.
40
Buku Pedoman Siswa
03/01

3
2

37

Fluid Supplay Gambar di atas adalah fluid supplay manifold :


Manifold
1. Hydraulic supplay passage
2. Lubrication supplay passage
3. Fuel supplay passage
41
Buku Pedoman Siswa
03/01

38

Pemasangan Prosedure dalam pemasangan injector pada HEUI engine:


Injector
1. Bersihkan permukaan injector, injector sleeve dan
pasang o-ring seal yang baru.
2. Lumasi o-ring seal dengan oli dan pasang injector
pada injector sleeve.
3. Luruskan injector sehingga siap untuk dipasang
injector clamp.
4. Pasang injector clamp dan kencangkan bautnya
dengan torque 47 + 9 Nm (35 + 7 Lb ft).
5. Pasang o-ring seal yang baru pada jumper tube dan
rocker arm base.
6. Letakkan injector oil adapter dan jumper tube pada
posisinya.
7. Pasang allen screw dan hex head bolt dengan
dikencangkan tangan. Jika injector oil adapter
sebelumnya masih terpasang pada injector, maka
kendorkan allen scew terlebih dahulu.
42
Buku Pedoman Siswa
03/01

40

39

Pengencangan Urutan pengencangan injector (torque procedure):


Injector
1. Kencangkan allen screw dan hex head bolt dengan
tangan sampai rapat.
2. Torque vertical hex head bolt 5 + 3 Nm (4 + 2 Lb
ft).
3. Torque horizontal hex head bolt 5 + 3 Nm (4 + 2
Lb ft).
4. Torque allen screw + 0. 2 Nm (10 + 2 Lb in).
5. Torque hex head bolt 47 + 9 Nm (35 + 7 Lb. Ft).
6. Torque horizontal hex head bolt dengan 47 + 9 Nm
(35 + 7 Lb ft).
7. Torque allen screw dengan 12 + 3 Nm (9 + 2 Lb
ft).
8. Periksa semua kebocoran dengan cara crank
engine pada posisis crank w/o inj pada posisi on.
Kemudian bandingkan antara injection actuation
pressure dengan desired injection actuation
pressure.

CATATAN:
Selalu mengacu pada literature terbaru untuk
melakukan procedure di atas.
43
Buku Pedoman Siswa
03/01

40

Injector de- Pada saat injector de-energized, poppet valve berada


energized pada posisi kiri karena adanya dorongan spring. Poppet
valve dihubungkan dengan armature oleh armature screw.
Ketika poppet valve tertutup, inlet valve mencegah
masuknya high pressure oil ke injector. Pada saat exhaust
poppet seat terbuka hubungan antara intensifier piston
cavity terbuka dengan udara luar (atmosphere).

Injector Berpedoman pada semua signal yang masuk dari sensor,


energized ECM mengkalkulasikan jumlah dan timing fuel yang
disemprotkan ke dalam ruang bakar.

Pada saat solenoid energized maka timbul kekuatan


magnet yang dapat menarik armature dan dapat
menggerakkan poppet valve. Poppet valve bergerak
melawan spring, sehingga membuka inlet seat dan
menutup exhaust seat. Hydraulic pressure dari hydraulic
supply manifold melewati jumper tube menuju intensifier
piston.
44
Buku Pedoman Siswa
03/01

41

Plunger Adanya tekanan oli dari supply manifold menyebabkan


intensifir piston dan fuel plunger bergerak turun.

Gerakan turun dari plunger menekan fuel yang


terperangkap antara plunger face dan nozzle check seat.
45
Buku Pedoman Siswa
03/01

42

Pengabutan fuel Ketika tekanan fuel yang terperangkap melebihi valve


opening pressure (VOP) + 4500 psi maka check valve naik
dan fuel masuk melewati lubang – lubang di dalam nozzle
menuju ruang bakar. Pada akhir dari penyemprotan
nozzle check valve menutup pada tekanan 300 psi.

Fungsi dari reverse flow check valve adalah mencegah


induksi pembakaran gas masuk ke dalam nozzle.
46
Buku Pedoman Siswa
03/01

43

PRIME Prime (Pre Injection Metering) adalah system yang


mengontrol spill port sehingga membatasi fuel yang
dideliverikan ke ruang bakar sebanyak 25 % dari
displacement fuel plunger. Dan ini adalah tiga tahapan
dari prime:

1. Injection pressure mulai naik menyebabkan


gerakan awal dari plunger.
2. Ketika prime rate shaping passage pada plunger
terhububg dengan spill port dalam barrel, tekanan
turun di bawah VCP sehingga fuel masuk ke spill
port.
3. Plunger terus turun sehingga fuel yang
terperangkap bertekanan tinggi sehingga
terjadilah penyemprotan fuel (injection).

Keunggulan Keunggulan dari PRIME adalah:


• Menurunkan emisi gas buang
• Menurunkan tingkat kebisingan
• Mengurangi keausan pada komponen
cylinder.
47
Buku Pedoman Siswa
03/01

44

HYDRAULIC SYSTEM

Salah satu input dari desired injection actuation pressure


adalah engine speed.

HEUI pump yang dipakai disini adalah piston pump


dengan variable displacement control.
48
Buku Pedoman Siswa
03/01

45

HEUI Pump Prosedure penggantian HEUI pump:

Setelah HEUI pump yang baru terpasang dengan benar


HEUI pump harus di-priming agar pompa tidak
overheating karena kekurangan supply oli pada saat
awal start.

Prosedure Prosedurenya adalah:


penggantian
• Buka plug dari priming port
• Isi reservoir dengan oli apabila tidak memakai
prelube system.

Fuel Transfer pump Pada bagian belakang dari HEUI pump juga dapasang
fuel transfer pump (gear type) dan di dalamnya ada
relief valve yang mempunyai setting + 90 psi– 110 psi.

Tekanan low pressure fuel system diatur oleh fuel


Fuel Pressure pressure regulator yang mempunyai nilai setting 45 psi –
Regulator 60 psi.
49
Buku Pedoman Siswa
03/01

4 2

3
6

46

Komponen HEUI Berikut adalah nama – nama kompnen pada HEUI pump:
pump
1. Cold start oil reservoir
2. Swash plate
3. Swash plate pivot
4. Displacement control piston
5. Pump piston (satu diantara tujuh)
6. Check valve
50
Buku Pedoman Siswa
03/01

2
1
3

11 4

9
7

8
10

47

Komponen pada Berikut adalah nama - nama bagian dari compensator


Compensator valve:

1. Compensator valve assembly


2. Pressure limiter spool
3. Load sensing spool
4. Check valve
5. Valve base
6. Oil supply from pump
7. Pressure limiter to case drain
8. To displacement control piston
9. Pump control valve to case drain
10. Transfer pump drive and mounting
11. Pump control valve
51
Buku Pedoman Siswa
03/01

48

Pada saat awal Displacement dari HEUI pump dikontrol untuk menjaga
start desired Injection Actuation pressure yang dibutuhkan oleh
injector. Pengontrolan ini dilakukan secara electro
hydraulic.

Displacement dari pompa bervariasi dari 0 sampai 15.5


derajat (maximum angle). Pada saat engine tidak hidup
posisi dari swashplate pada posisi maximum. Selama
beroperasi displacement control piston mengatur posisi
dari swashplate sesuai dengan flow yang dibutuhkan.

Pada saat awal start posisi swashplate ada di maximum


sampai tekanan di system 900 psi.
52
Buku Pedoman Siswa
03/01

49

Posisi pada saat Pada saat start up oli dari HEUI pump masuk ke dalam
start up compensator group dan pump control valve energized
sehingga tekanan oli naik secara cepat. Load sensing
spool bergerak ke kanan sehingga oli dari displacement
control piston tertutup ke case drain. Dan swashplate
pada posisi sudut yang maximum.

Drain orifice pada bagian bawah control valve


memberikan hambatan yang kecil sehingga gerakan dari
valve sangat halus.
53
Buku Pedoman Siswa
03/01

50

Pada saat Sesudah engine hidup dan tekanan oli naik, ECM akan
destroke mengirim signal ke control valve untuk mengimbangi
actual dan desired dari IAP pressure dengan cara
mengatur arus yang masuk ke dalam solenoid dari control
valve.

Pada saat destroke, ECM de-energized pump control valve


sehingga menyebabkan tekanan oli pada spring chamber
turun.
54
Buku Pedoman Siswa
03/01

51

Upstroke Pada saat beban dari engine naik IAP pressure yang
dibutuhkan juga naik, sehingga ECM akan menaikkan arus
ke solenoid control valve.

Pressure Limiter Jika load sensing spool atau pump control valve rusak,
untuk memenuhi kebutuhan desired pressure maka
pressure limiter spool akan menurunkan sudut swash
plate sehingga flow dari pompa akan turun. Setting dari
pressure limiter spring adalah + 3700 psi.

Pada kondisi seperti ini tekanan dari IAP akan berkisar


pada 3600 psi – 3700 psi dan check engine lamp akan
menyala.
55
Buku Pedoman Siswa
03/01

52

Pump Control Valve Pump control valve terletak di compensator control


assembly yang di dalamnya ada pressure limiter dan
load sensing spool.

Ketika IAP pressure kurang dari desired, maka ECM akan


mengirim arus ke pump control valve solenoid.

Fungsi dari pump control valve adalah mengontrol


kemiringan dari swashplate pada HEUI pump.
56
Buku Pedoman Siswa
03/01

53

6 Power System HEUI system mempunyai 6 power supply dengan


berbagai variasi tegangan.

EXTERNAL POWER SUPPLY

ECM power supply: 24 Volt

INTERNAL POWER SUPPLY

Speed / Timing Sensor Supply: 12.5 Volt

Injector Power Supply: 105 Volt.

Analog Sensor Power Supply: 5 Volt

Digital Sensor Power Supply: 8 Volt.

Pump Control Valve Power Supply: 0 sampai 24 Volt.


57
Buku Pedoman Siswa
03/01

54

ECM Power supply ke ECM (24 Volt) besumber dari battery


melalui circuit breaker. Ground bolt yang ada pada
engine adalah ground bolt untuk ECM. Jika Battery
voltage lebih dari 32.5 Volt atau kurang dari 9.0 Volt
maka akan muncul diagnostic code.

Speed/ Timing Supply voltage untuk speed/timing sensor adalah 12.5


sensor + 1 volt. Kerusakan power supply ataupun kerusakan
speed/timing sensor akan mengakibatkan engine mati.

Injector Injector power supply berasal dari ECM sebesar 105


volt. Adanya kerusakan power supply yang menuju salah
satu dari injector dapat menyebabkan tidak adanya fuel
yang disemprotkan pada cylinder tersebut.

Analog Power Analog power supply sebesar 5 + 0.2 volt. Yang


Supply termasuk analog sensor adalah sensor untuk pressure
dan temperature

Digital Sensor ECM memberikan supply sebesar 8 + 0.5 volt untuk


Supply digital sensor. Diantaranya:
• Throttle position sensor
• Fan speed sensor
• Exhaust temperature sensor
58
Buku Pedoman Siswa
03/01

55

Pump Control ECM memberikan PWM signal dari 0 – 24 volt dan 0 – 800
Valve mA ke pump control valve.

Control valve dan power supply dapat ditest dengan ET


pada menu hydraulic injection actuation pressure test.
Pressure ini dapat di-adjust dari min sampai max dengan
ET.
59
Buku Pedoman Siswa
03/01

56

Electronic Sensor Pada HEUI engine ada beberapa electronic sensor sebagai
komponen input.

Hydraulic Hydraulic pressure sensor (IAP sensor) dipasang pada


Pressure Sensor cylinder head sebelah kanan (fluid manifold) dan
digunakan sebagai komponen input dari ECM untuk
mengukur tekanan injection actuation. Tekanan yang
dibaca oleh ECM sebagai referensi untuk mengontrol
displacement dari HEUI pump.
Output dari sensor adalah 0 – 4.8 volt yang dapat
membaca pressure antara 600 – 4800 psi. Pada engine
mati pembacaan pressure sensor ini adalah 260 psi
(default).

Injector tidak akan mengaktifkan injector untuk


menghidupkan engine pada saat pembacaan dari sensor
ini di bawah 650 psi. Jika perbedaan antara desired dan
actual pressure melebihi 145 psi dan ini terjadi lebih dari
0.5 detik maka ECM akan menunjukkan fault.

Hydraulic Hydraulic oil temperature sensor adalah sensor input dari


Temperature ECM sebagai referensi terhadap penentuan timing dan
Sensor fuel delivery berdasar kepada temperature dari oli engine.
Cold mode akan aktif bila sensor ini membaca di bawah
60 0 C (140 0 F)
60
Buku Pedoman Siswa
03/01

57

Throttle Position Throttle position sensor memberikan input PWM signal


Sensor ke ECM untuk pengaturan rpm engine oleh operator.

Untuk memonitor posisi dari sensor ini dapat kita lihat


pada ET status (dalam bentuk % dari 0% sampai
100%).

Throttle position sensor adalah PWM sensor dengan


input power supply 8 volt dan apabila sensor ini rusak
maka desired engine rpm akan diturunkan ke low idle.
61
Buku Pedoman Siswa
03/01

58

User Defined User defined shutdown (jika dipasang) adalah input untuk
Shutdown ECM untuk mematikan engine apabila kabel inputnya
terhubung ke ground selama satu detik.

Input kabel ini bisa dipasang dalam berbagai keperluan


untuk safety seperti pada fire suppression (pemadam
kebakaran) dan lain-lain.

Pada OHT system ini akan aktif pada kondisi:

• Parking brake engaged (on).


• Transmission pada posisi neutral
• Machine ground speed 0

Hal tersebut untuk keperluan safety dan tidak dipasang


pada semua machine.
62
Buku Pedoman Siswa
03/01

59

CAT Data Link CAT data link adalah kabel komunikasi dua arah antar
beberapa control dalam machine dan juga service tool.

Kabel CAT data link dipilin (lihat instruksi dari service


manual) dengan alasan supaya dapat menurunkan
interfensi dari frequency radio (reduce RFI / radio
frequency interference.

Ada dua kabel data link yaitu CAT data link dan ATA data
link.

Kabel CAT data link digunakan untuk normal diagnostic


dan program sedangkan ATA data link untuk keperluan
flash programming.

ATA (American Truck Association).


63
Buku Pedoman Siswa
03/01

60

Logeed Event Logged event pada ET screen adalah kondisi abnormal dari
pengoperasian engine.

• High coolant temperature di atas 107 0 C (225 0 F).


• Loss of coolant flow
• Low (lube) oil pressure (sesuai dengan oli pressure
map)
• Abnormal hydraulic pressure (terlalu tinggi atau
terlalu rendah)
• Hydraulic system pressure fault
• User defined shutdown
• Air inlet rectriction
• Engine overspeed histogram
• Low fuel pressure (hanya pada industrial engine).

Untuk meghapus logged event pada ET tool kita harus


minta Factory Password.
64
Buku Pedoman Siswa
03/01

61

Throttle Switch Throttle switch digunakan untuk mengontrol rpm engine


(menggantikan throttle lever pada mechanical engine).

Hanya ada dua posisi yaitu high idle atau posisi low idle.
Status dari throttle switch dapat kita baca pada ET tool
di menu status.
65
Buku Pedoman Siswa
03/01

63

62

Crank w/o Crank without injection plug digunakan untuk keperluan


Injection plug maintenance.

Apabila crank w/o injection pada posisi on maka engine


tidak akan bisa hidup.

Hal ini biasa dipakai pada saat pengecekan kebocoran dari


fluid manifold atau injector.

Pada saat engine running posisi crank w/o injection pada


posisi off.

Untuk on dan off dari crank w/o injection kita hanya dengan
menukar harness “HHH” dengan harness “JJJ”.
66
Buku Pedoman Siswa
03/01

64

63

Throttle Lock Throttle lock enable switch berfungsi untuk


Enable Switch mempertahankan engine rpm pada posisi tertentu tanpa
menginjak throttle posistion sensor pada waktu yang
lama.

Ini dipasang pada machine Wheel Loader 988 F / 990


series II.

Set / Deceleration Engine rpm akan turun 20 rpm apabila kita menekan
Switch tombol ini sesaat dan rpm engine akan turun 50 rpm per
detik apabila kita menekan tombol ini terus menerus.

Resume / Tombol ini berfungsi untuk menaikkan engine rpm. Engine


Acceleration rpm akan naik 20 rpm pada saat tombol ini ditekan sesaat
Switch dan naik 50 rpm per detik pada saat kita tekan terus
menerus.

Right Brake Pedal Dengan menekan right brake pedal (pedal brake kanan)
Switch pada Wheel Loader maka fungsi dari throttle lock switch
tidak akan berfungsi lagi.
67
Buku Pedoman Siswa
03/01

64

Pengenalan terhadap Electronic technician adalah Caterpillar soft ware yang


ET bisa dipasang pada sebuah computer dengan syarat:

• Computer dengan system operasi window 3.1


atau lebih.

ET soft ware harus kita pasang terlebih dahulu pada


computer atau lap top. Selain itu untuk
menghubungkan antara ET dengan machine kita harus
mempunyai:

• Communication adapter 7X-1700 dengan SPM


NEXG 4523 (untuk machine) atau 171-4400
(Com Ad II)
• Unicable 139-4166 atau 160-0133 (Com Ad II).
• Serial cable RS232 7X1425 atau 160-0141 (Com
Ad II)
• Komponen lainnya yang mendukung
penggunaan ET.
68
Buku Pedoman Siswa
03/01

65

Connecting ET Gambar di atas menunjukkan pemasangan ET ke


machine.

Pada ET service tool connector kita pasang dual


purpose cable ke communication cable. Dari
communication adapter dihubungkan ke laptop
(computer) yang ET software nya sudah terpasang,
melalui cable 7X1425.

Key switch harus pada posisi “ON”.


69
Buku Pedoman Siswa
03/01

66

Layar computer Gambar di atas adalah layar dari laptop (computer).

Caranya yaitu dengan menghidupkan computer sampai


pada layar computer terlihat layar seperti itu.
Kemudian double click pada icon Electronic Technician
(arah panah).

Tunggu beberapa saat sampai muncul pilihan ECM.


70
Buku Pedoman Siswa
03/01

67

Penyetelan “com” Apabila ET tidak mau berkomunikasi dengan ECM


pada computer dan maka tindakan selanjutnya adalah:
jenis communication
adapter yang dipakai • Click setting
• Click preferences sampai muncul layar seperti
gambar di atas.
• Pilih jenis communication adapter yang
dipakai.
• Pilih com yang dipakai pada computer
• Kalau sudah sesuai baru click OK
• Lanjutkan dengan masuk lagi ke ET (connect).
71
Buku Pedoman Siswa
03/01

68

Layar ET Apabila kita sudah connect ke ET maka pada layar


computer akan muncul seperti gambar di atas. Pada
saat itu kita tunggu sampai layar berikutnya muncul.
72
Buku Pedoman Siswa
03/01

69

Layar ET Apabila kita sudah memilih ECM (select ECM) dan


pilihan kita engine maka layar seperti di atas akan
muncul.

Pada layar akan muncul:

• Equipment ID
• Engine serial number
• ECM serial number
• Personality module part number
• Personality module release date
• Personality module description

Dari sinilah kita bisa temukan Engine S/N pada ET


servive tool.