Anda di halaman 1dari 12

Tugas Kelompok Hari : Selasa

MK. Dietetik Penyakit Tidak Infeksi Tanggal : 20 Agustus 2019

NCP Kasus Batu Ginjal


Disusun oleh :

Kelompok 1
DIII Gizi Tingkat 3B

Feby Diana (P031713411049)


Isra Hafirah (P031713411054)
May Hurrijjatul Fikri (P031713411057)

Dosen Pembimbing :
Yessi AIza,Sst,M.Biomed
Yessi MarIina, S.Gz.Mph

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
JURUSAN GIZI
T.A 2019/2020
Kasus 1

Tn B seorang kepala cabang sebuah BUMN. Dengan berat badan 80 kg dan TB 165
cm. Masuk rumah sakit karena nyeri di pinggang yang hebat.
 Riwayat pasien : diabetes melitus (sejak 8 tahun yang lalu) terkontrol dengan konsumsi
obat secara rutin. Tiga tahun yang lalu Tn B pernah melakukan operasi batu ginjal dengan
cara dilaser. Hasil pemeriksaan batu diketahui batu asam urat.
 Riwayat gizi : Pola makan 3 kali sehari, konsumsi jus tanpa gula 1 x 200 ml/hr. Teh atau
kopi setiap hari 2 – 3 x/hr. Minuman air putih sering lupa dan malas karena khawatir
sering kencing. Tidak ada alergi makanan.
 Data Biokimia :

Parameter Hasil Satuan Nilai normal

Darah lengkap Hb 12.5 g/dL 11.5 – 16.0


Ht 39.8 % 35.0 – 45.0
Kimia Klinik BUN 12.9 Mg/dL 8.0 – 24.0
Gukosa 117 Mg/dL 70 – 115
Urinalisis pH 5.0 5.0 – 7.5
ASSESMENT GIZI
STANDAR
DATA TERKAIT GIZI PEMBANDING/NILAI MASALAH/GAP
NORMAL
Antropometri IMT menurut WHO 2004 : AD.1.1.5 IMT = 29,38 (Gemuk)

Tinggi badan : 165 cm  Sangat kurus : <18,5


 Normal : 18,5-24,99
Berat badan : 80 kg
 Gemuk : 25-29,99
BB 80
IMT :
(TB)2
= (1,65)2  Obesitas I : 30-34,99
 Obesitas II : 35-39,99
= 29,38 (Gemuk)
 Obesitas III :  40

BBI = (TB-100)-10%
BBI=(165-100)-10%
BBI= 58,5 kg

Biokimia

Hb : 12,5 g/dl Hb : 11,5 - 16,0 g/dl BD.1.5.1 Glukosa sewaktu :


Ht : 39,8% Ht : 35,0 - 45,0% Glukosa tinggi
BUN : 12,9 mg/dl BUN : 8,0 – 24,0 mg/dl
Glukosa :117 mg/dl Glukosa :70 - 115 mg/dl
pH : 5.0 pH : 5,0 – 7,5

Klinis/Fisik PD.1.1.1 Penampilan


keseluruhan : Nyeri hebat di
Penampilan keseluruhan : Nyeri
pinggang
pinggang yang hebat
Dietery/Riwayat Gizi FH.1.2.1.1 Jumlah cairan melalui
oral : Sering lupa minum air putih
 Pola makan 3 kali sehari Kebutuhan energi = 2.135,03
dan malas karena khawatir sering
Kkal
 Sering lupa minum air putih kencing dapat dikatakan cairan < 2
dan malas karena khawatir Kebutuhan protein = 80,06 gr L/hr
sering kencing Kebutuhan lemak = 59,305 gr FH.1.4.2 Asupan substansi
 Tidak ada alergi makanan Kebutuhan KH = 320,25 gr bioaktif

 Konsmsi jus tanpa gula 1 x FH.1.4.2.5 Lin lain : Sering


200 ml/hr minum teh/kopi 2-3 x/hr

 Konsumsi teh/kopi 2-3 x/hr

 Konsumsi obat setiap hari


untuk mengkontrol gula darah

Riwayat Individu CH.2.1. Keluhan pasien : nyeri di


pinggang yang hebat.
 Nama : Tn . B
 Umur : 62 tahun CH.2.1.3 Endokrin/Metabolisme
 Jenis kelamin : Laki-laki : Diabetes mellitus sejak 8 tahun
 Pekerjaan : Pegawai BUMN yang lalu.
 Masuk rumah sakit karena CH.2.1.14 Lain-lain : Tiga tahun
nyeri di pinggang yang hebat.
yang lalu pernah melakukan
 Riwayat penyakit : Diabetes
operasi batu ginjal.
mellitus sejak 8 tahun yang
lalu
 Tiga tahun yang lalu pernah
melakukan operasi batu ginjal

DIAGNOSIS GIZI
PROBLEM ETIOLOGI/AKAR MASALAH SIGN / SYMPTOM
NI. 3.1 Asupan cairan yang Berkaitan dengan kebiasaan yang sering - Ditandai dengan jumlah
tidak adekuat lupa dan malas mengkonsumsi air putih asupan cairan melalui oral
karena khawatir sering kencing yang kurang dari seharusnya
yakni 2 L/hr
- Ditandai dengan nyeri hebat
dibagian punggung
NC.2.1 Ultilisasi zat gizi Berkaitan dengan adanya gangguan - Ditandai dengan kadar
terganggu metobolik tubuh glukosa darah sewaktu tinggi,
yaitu 117 mg/dl
- Memiliki riwayat penyakit
diabetes mellitus sejak 8 tahun
yang lalu.
- Dan IMT yang tidak normal
sebesar IMT29,38 (Gemuk)
- Ditandai dengan pernah
melakukan operasi batu ginjal
NB.1.6. kurang patuh Berkaitan dengan tidak menerapkan Ditandai dengan sering
untuk mengikuti anjuran informasi terkait gizi dan makanan mengkonsumsi teh dan kopi 2-3
gizi kali perhari.

INTERVENSI GIZI
DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI
P NI. 3.1 Asupan cairan yang tidak adekuat Meningkatkan asupan cairan sesuai kebutuhan
E Berkaitan dengan kebiasaan yang sering
Memberikan edukasi kepada pasien terkaita pentingnya
lupa dan malas mengkonsumsi air putih
meminum air putih atau cairan yang cukup.
karena khawatir sering kencing.
S - Ditandai dengan jumlah asupan cairan - Memberikan asupan cairan yang tinggi yaitu 2,5-3
melalui oral yang kurang dari liter/hari agar kebutuhan cairan terpenuhi.
seharusnya yakni 2000 L/hr - Memberikan cairan diimbangi dengan mengkonsumsi
- Ditandai dengan nyeri hebat dibagian buah dan sayur yang mengandung air
punggung - Serta lakukan aktifitas fisik ringan
DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI
P NC.2.1 Ultilisasi zat gizi terganggu Tidak dapat diintervensi ahli gizi
E Berkaitan dengan adanya gangguan
Tidak dapat diintervensi ahli gizi
metobolik tubuh
S- Ditandai dengan kadar glukosa darah - Memberikan asupan energi, lemak, protein dan KH
sewaktu tinggi, yaitu 117 mg/dl sesuai dengan kebutuhan sehingga IMT normal
- Memiliki riwayat penyakit diabetes kembali.
mellitus sejak 8 tahun yang lalu. - Mempertahankan kadar glukosa normal dengan
- Dan IMT yang tidak normal sebesar memperbaiki asupan makanan
IMT29,38 (Gemuk) - Memberika asupan tinggi cairan, tinggi serta larut air
- Ditandai dengan pernah melakukan dan rendah natrium
operasi batu ginjal

DIAGNOSIS GIZI INTERVENSI


P NB.1.6. kurang patuh untuk mengikuti Melakukan konseling gizi dengan tujuan agar pasien
anjuran gizi paham dan mau mengikuti anjuran gizi
E Berkaitan dengan tidak menerapkan Memberikan adukasi terkait pentingnya pelaksanaan
informasi terkait gizi dan makanan penerapan makanan bergizi dan menyehatkan.
S Ditandai dengan sering mengkonsumsi - Memberikan asupan makanan yang rendah oksalat
teh dan kopi 2-3 kali perhari. - Konsumsi kalsium normal dengan asupan protein
hewani rendah,rendh garam dapat menurunkan
ekskresi oksalat

PRESKRIPSI DIET
1. Jenis diet : Diet batu ginjal
2. Bentuk makanan : Makanan biasa
3. Frekuensi makanan : 3 x makan utama dan 2 x selingan
4. Jalur pemberian : Melalui oral
5. Tujuan Diet
 Mencegah atau memperlambat terbentuknya kembali batu ginjal
 Meningkatkan ekskresi garam dalam urin dengan cara menencerkan urin melalui
peningkatan asupan cairan.
 Memberikan diet sesuai dengan komponen utama ginjal.
 Menurunkan berat badan dengan memberikan asupan sesuai kebutuhan.
6. Syarat diet :
 Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas.
 Protein cukup, yaitu 10-15 % dari kebutuhan energi total.
 Lemak cukup, yaitu 15-25 % dari kebutuhan energi total.
 Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan enegri total.
 Cairan tinggi, yaitu 2,5 – 3 liter/hr separuh berasal dari minuman.
 Pembatasan makanan sesuai dengan jenis batu.
 Menghindari makanan tinggi oksalat dan menurunkan asupan natrium
 Konsumsi kalsium yg adekuat disertai asupan protein hewani yang rendah, diet
rendah garam (NaCL < 4 g) dpt menurunkan ekskresi okslat lebih baik
dibandingkan diet rendah oksalat.
 Serat tidak laur air tinggi karena dapat mengikat kalsium, sehingga pembatasi
penyerapan

7. Prinsip

Menghitung kebutuhan gizi menggunakan rumus Harris Benedict

AMB = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)

= 66 + (13,7 x 58,5) + (5 x 165) – (6,8 x 62 )

= 66 + 801,45 + 825 – 421,6

= 1.270,85 Kkal

TEE = AMB × Faktor aktivitas × Faktor stress

= 1.270,85 × 1,2 × 1,4

= 2.135,03 Kkal

(+) 10% = 2.348,533 kkal

(-) 10% = 1.921,527 kkal


Protein = 15% × 2.135,03 = 320,25 Kkal / 4 = 80,06 gr

(+) 10% = 88,066 gr

(-) 10% = 72,054 gr

Lemak = 25% × 2.135,03 = 533,75 Kkal / 9 = 59,305 gr

(+) 10% = 65,24 gr

(-) 10% = 53,37 gr

Karbohidrat = 60% × 2.135,03 = 1.281,02 Kkal / 4 = 320,25 gr

(+) 10% = 352,28 gr

(-) 10% = 288,23 gr

EDUKASI

Sasaran : Pasien

Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing.
Prosesnya disebut nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya
berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih
besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut
batu staghorn. Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa (urinary colic)
yang datang dan pergi, dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian
bawah perut (abdomen). Gejala batu ginjal umum lainnya termasuk :

 Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan


 Darah dalam urin
 Mual dan muntah-muntah

Ada banyak faktor-faktor risiko penyebab batu ginjal, seperti :

 Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal. Bila ada keluarga
yang pernah mengalami batu di ginjal, kemungkinan Anda juga bisa terkena
 Dehidrasi atau tubuh yang kekurangan cairan bisa menjadi penyebab batu ginjal
 Diet-diet tertentu, seperti diet yang tinggi protein, sodium, dan gula bisa menjadi
risiko penyebab batu ginjal.
 Mengalami obesitas atau berat badan berlebih juga bisa menjadi penyebab batu ginjal
 Penyakit pencernaan dan operasi pencernaan. Operasi lambung (gastric bypass
surgery), infeksi usus, atau diare kronis bisa menyebabkan perubahan di dalam proses
pencernaan yang memengaruhi penyerapan kalsium dan air, meningkatkan kadar
tingkat pembentukan batu di dalam urin Anda.
 Kondisi medis lainnya juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal termasuk renal
tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, obat-obatan tertentu, dan beberapa
infeksi kandung kemih.

Makanan yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal

1. Makanan tinggi sodium

Sodium, yang biasa terdapat dalam garam dan makanan kemasan, merupakan
salah satu komponen yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita batu ginjal karena
diet tinggi sodium cenderung memicu peningkatan kadar kalsium dalam urin. Beberapa
contoh makanan yang mengandung sodium tinggi yaitu:

 Makanan kaleng
 Daging olahan (seperti bacon, nugget, ham, sosis)
 Kecap atau saus
 Kacang-kacangan yang sudah diasinkan
 Makanan siap saji (seperti sereal instan, mie instan)

2. Protein hewani

Daging dan sumber protein hewani lainnya (seperti telur dan seafood)
mengandung purin. Purin nantinya akan diubah menjadi asam urat di dalam urin. Asam
urat merupakan salah satu bahan pembentuk batu ginjal sehingga terlalu banyak konsumsi
protein hewani dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal di kemudian hari. Selain
daging, organ lain seperti hati dan jeroan juga mengandung purin yang tinggi. Anda
disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 170 gram daging per harinya.
Selain risiko menumpuknya asam urat, protein yang berasal dari hewan juga
meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium dengan cara meningkatkan ekskresi
kalsium tetapi mengurangi kadar sitrat dalam urin. Padahal sitrat dapat mencegah
terbentuknya batu ginjal, tetapi asam dalam protein hewani mengurangi kadar sitrat
tersebut.

3. Makanan tinggi oksalat

Sebagai salah satu pembentuk batu ginjal, oksalat sebenarnya dihasilkan juga oleh
tubuh misalnya dari hasil sampingan pemecahan vitamin C. Namun mengonsumsi
makanan yang memiliki kadar oksalat tinggi dapat meningkatkan jumlah oksalat dalam
urin di mana nantinya oksalat tersebut akan berikatan dengan kalsium membentuk batu
kalsium oksalat. Beberapa jenis makanan yang harus Anda perhatikan terkait kadar
oksalatnya yaitu:

 Bayam
 Okra
 Beet
 Kiwi
 Almond
 Kacang mede
 Produk kedelai
 Bekatul dari gandum
 Kokoa, cokelat
 Teh
 Makanan tinggi vitamin C. Konsumsi lebih dari 1000 mg vitamin C per hari dapat
meningkatkan kadar oksalat.

Berikut ini adalah beberapa diet yang disarankan bagi penderita batu ginjal :

1. Perbanyak minum air putih


Air adalah diet paling penting untuk mencegah batu ginjal, karena komponen
pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil. Penderita batu
ginjal disarankan untuk buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari, sehingga harus
minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Jika cuaca panas atau sedang banyak aktivitas,
konsumsi air harus diperbanyak supaya lebih sering buang air kecil.
2. Batasi kalsium
Biasanya tubuh tidak akan menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada
kondisi tertentu misalnya hipercalciuria, kelebihan kalsium dibuang melalui ginjal dalam
bentuk air kencing. Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kalsium
maksimal 800 mg/hari untuk pria dan 1.200 mg/hari untuk wanita. Kalsium banyak
terdapat pada sayuran hijau, susu dan berbagai produk olahan berbahan susu. Kalsium
pada susu lebih mudah diserap usus dibandingkan pada sayuran hijau.
3. Batasi oksalat
Bersama kalsium, oksalat (asam yg mengandung satuan COO2) dapat membentuk
kristal penyebab batu ginjal. Oleh karena itu, penderita batu ginjal disarankan untuk
mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali makanan yang banyak mengandung
oksalat. Di antaranya adalah bayam, strawberry, cokelat, gandum, biji-bijian dan teh.
Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi oksalat tidak lebih dari 50
mg/hari.
4. Batasi garam dan protein nabati
Membatasi konsumsi garam natrium dapat mengurangi jumlah kalsium yang
dikeluarkan lewat ginjal. Oleh karena itu jika yang terbentuk adalah batu kalsium, maka
konsumsi garam natrium sebaiknya dibatasi antara 2.500-3.500 mg/hari. Sementara
protein hewani bisa memicu beberapa jenis mineral di urine untuk membentuk batu
ginjal. Karena itu penderita batu ginjal harus menggantikannya dengan protein nabati.
5. Perbanyak serat tidak larut
Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masing-masing
memiliki fungsi yang sama penting di dalam tubuh. Tetapi dalam hal ini, serat tak larut
yang terdapat pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urine.
Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus, sehingga tidak dikeluarkan melalui
ginjal.
6. Batasi konsumsi vitamin C
Salah satu hasil metabolisme vitamin C adalah oksalat. Karena oksalat bisa
membentuk kristal, maka penderita batu ginjal harus membatasi asupan vitamin C.
MONITORING DAN EVALUASI
Parameter Target/tujuan Capaian /hasil monitor Evaluasi
Menurunkan BB menjadi Menimbangan berat
Antropometri Setiap 1x seminggu
normal badan
Data lab Menormalkan data glukosa
Setiap 1x seminggu Melakukan uji lab
biokimia sesaat

Dietary Mengubah pola makan Setiap hari Melihat kebiasaan


makan
Menu seimbang,
Asupan
bervariasi, dan sesuai Setiap hari Recall 24 jam
makanan
kebutuhan penyakit