Anda di halaman 1dari 5

Untuk Kasus Pertama :

1. Membangun kampung nelayan dengan program kewirausahaan


untuk membangun Indonesia

Laut dan perikanan adalah kekuatan dari bangsa Indonesia sebagai Negara maritim. Untuk
membangun sebuah kampung nelayan yang identik dengan lokasi pangkalan pendaratan ikan
perlu adanya suatu program dimana program tersebut dapat meningkatkan kapasitas
perikanan Indonesia dengan adanya dukungan infrastruktur antar desa, akses transportasi
yang dapat memudahkan masyarakat pesisir dalam menjual hasil

Terbatasnya sarana prasaranan di sekitar daerah pesisir sangat merugikan para nelayan ,
padahal sarana prasarana sangat penting untuk meningkatkan daya jual ikan yang dihasilkan
nelayan yang nantinya ikan tersebut dijual kepada konsumen. Salah satu contohnya yaitu
minimnya produksi es balok dimana es balok merupakan salah satu keperluan untuk
pendinginan agar tidak cepat membusuk dan tidak begitu merusak pada ikan yang telah di
dapatkan nelayan. Jadi saya mengusulkan adanya pembuatan pabrik es di daerah pesisir laut
agar masyarakat tidak harus menyiapkan es dari kulkas mereka sendiri yang menurut saya
sangat tidak efisien karena setahu saya menggunakan kulkas membutuhkan tegangan listrik
yang tinggi. Dengan berdirinya pabrik es tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas
ikan segar. Infrastruktur jalan dan transportasi antar desa pada dasarnya sangat diperlukan
seluruh lapisan masyarakat pesisir ayang menyangkut kebutuhan dasar. Banyak ditemui
infrastruktur jalan di kawasan pesisir yang dapat dikatakan rusak. Apabila infrastruktur jalan
tidak di perbaiki maka dapat mengganggu produktivitas masyarakat pesisir dalam menjual
hasil tangkapan ikan yang nantinya akan di jual ke suatu tempat. Maka dari itu,perlu adanya
pembangunan infrastrukturjalan dan transportasi di daerah pesisir agar proses penjualan
nelayan bias berjalan dengan lancar yang nantinya akan meningkatkan produktifitas dan
kualtas hidup masyarakat pesisir. Bahkan nantinya hingga tahun-tahun mendatang apabila
terjadi lagi kerusakan pada infrastruktur jalan, pembangunan infrastruktur di daerah pesisir
harus tetap menjadi prioritas demi terciptanya kualitas perikanan Indonesia.

Selain itu ada satu masalah serius yang sering dijumpai di Indonesia dalam menangkap ikan
yaitu dengan adanya praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak yang sangat tidak
ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia sendiri sudah melarang penggunaan bahan peledak
dan sebagainya dalam menangkap ikan, namun masih saja dijumpai beberapa nelayan yang
tidak taat aturan. Kemiskinan sering pula memicu sebuah tindakan criminal karena penduduk
yang miskin sering menjadi sebab rusaknya lingkungan pesisir, namun penduduk miskin
pulalah yang akan menanggung dampak dari kerusakan lingkungan tersebut. Dengan kondisi
tersebut,tidak mengherankan jika praktik perikanan yang merusak ekosistem laut sering
terjadi di wilayah. Pendapatan mereka dari kegiatan pengeboman dan penangkapan ikan
karang dengan sianida masih jauh lebih besar dari pendapatan mereka sebagai nelayan. Sulit
untuk mengatasi masalah kerusakan ekosistem pesisir tanpa memecahkan masalah
kemiskinan yang terjadi di wilayah pesisir tersebut. Maka dari itu, saya menghimbau kepada
pemerintah Indonesia untuk memperketat lagi dalam melakukan pengamatan di daerah
pesisir laut dan memberi sanksi tegas kepada nelayan yang melanggar aturan agar kejadian
tersebut tidak dilakukan di Indonesia.

Diperlukan pendekatan dan penyadaran masyarakat sekitar dalam meningkatkan kualitas


hidup masyarakat pesisir serta meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing sehingga
bisa bersaing dengan negara lain. Maka perlu adanya sebuah kunjungan pemerintah yang
nantinya dapat mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim Negara
Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menjelaskan program-program yang
nantinya akan digunakan dalam strategi mewujudkan pembangunan Indonesia dalam hal
perikanan yang diharapkan dapat berdampak luas. Selain itu, masyarakat pesisir diberikan
suatu ilmu dalam hal pengetahuan mutu ikan, teknik pengolahan produk serta pemasaran
produk.

Di sisi lain, nelayan di Indonesia identik dengan kemiskinan. Secara umum, kemiskinan
masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain
kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, inftastruktur. Di samping itu,
kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan
permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar
masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini
kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagat salah satu pemangku kepentingan
perikanan di wilayah pesisir. Kemiskinan yang dialami oleh nelayan tidak bisa disamamakan
dengan ukuran kemiskinan buruh di perkotaan. Bahkan dalam suatu di kabupaten yang sama
belum tentu bisa diratakan ukuranya pada desa-desa pesisir yang ada. Program pengentasan
kemiskinan nelayan membutuhkan strategi khusus yang mampu menjawab realitas yang
terjadi hari ini. Selain itu, peranan hukum juga menjadi sangat penting untuk
mensejahterakan para nelayan. Di sektor kelautan dan perikanan yang saat ini ditangani oleh
pemerintah, diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan nelayan di Indonesia. Melalui
pengembangan kegiatan perekonomian masyarakat yang berbasis pada sumber daya lokal,
baik masyarakat maupun sumber daya alamnya, para nelayan dapat mengembangkan usaha
sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Dengan demikian, diharapkan dapat
memberantas kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan
ekonomi daerah, khususnya di kalangan masyarakat nelayan.

Untuk Kasus Kedua :

2. Membangun Indonesia melalui kewirausahaan yang dapat diusulkan di bidang


pertanian terutama untuk kalangan anak muda dalam untuk mengembangkan sektor
pertanian demi keberlangsungan bangsa ini

Selain disebut sebagai Negara maritime, Indonesia juga disebut sebagai Negara agraris.
Negara Indonesia sendiri merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alamnya yang
tersebar luas di seluruh kawasan di Indonesia misalnya dalam bidang pertanian. Sebagian
besar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani dengan tanahnya yang subur
sehingga di mana saja menanam atau membudidayakan tanaman dan bias tumbuh dengan
subur. Pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari setengah
perekonomian. Oleh karena itu, perlu adanya pembangunan dalam bidang pertanian sehingga
dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan adanya usaha pembangunan pertanian, muncul pula masalah-masalah yang akan
memperlambat laju perkembangan pertanian di Indonesia. Masalah tersebut muncul mulai
dari adanya kerusakan alam yang diakibatkan oleh pelaku produksi dan konsumen pertanian
sehingga minimnya pendidikan petani. Hal tersebut disebabkan olehpola hidup yang berubah
dari masyarakat atau petani itu sendiri, misalnya minimnya pengetahuan akan pemanfaatan
dan pengembangan pertanian modern, serta mulai hilangnya nilai budaya dan semangat yang
dimiliki petani . Saat ini, pertanian di Indonesia mengalami berbagai permasalahan,
diantaranya pertanian dianggap sebagai sektor yang kurang menjanjikan bagi kesejahteraan
hidup, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, lahan pertanian yang
semakin berkurang, dan lain sebagainya. Generasi muda sebagai penerus bangsa sedikit
menaruh minat terhadap pertanian. Mereka lebih memilih untuk mengadu nasib ke luar kota
bahkan ke luar negeri, bekerja di pabrik-pabrik, bidang kedokteran, menjadi Pegawai Negeri
Sipil, dan pekerjaan bergengsi lainnya. Selama ini rata-rata pekerja yang bekerja di sektor
pertanian adalah penduduk dengan usia lebih dari 50 tahun. Rendahnya minat generasi muda
terhadap sektor pertanian ini menyebabkan tidak adanya regenerasi dalam bidang pertanian.
Bidang pertanian sebagai pemasok bahan pangan bagi manusia pun dimungkinkan tidak
akan mengalami perkembangan, karena generasi muda sebagai generasi yang kaya akan ide-
ide sedikit yang terjun dalam bidang pertanian. Tidak berkembangnya sektor pertanian akan
berimbas pada menurunnya jumlah bahan pangan yang dihasilkan. Masyarakat Indonesia
sebagian besar mengalami perubahan presepssi seiring dengan berkembangnya arus
modernisasi sehingga menjadi petani tidak lagi menjadi pilihan mereka. Padahal Indonesia
sendiri memburuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan,
terutama karena Indonesia adalah Negara agraris yang memiliki tanah yang subur.

Melihat kondisi tersebut, saya sebagai mahasiswa terbesit bayangan bahwa pertanian akan
memberikan dampak positif bagi bangsa ini dan semakin berkurangnya generasi muda
pertanian . Maka besar kemungkinan tidak ada lagi generasi yang bisa memberikan
perubahan yang signifikan terhadap pertanian kecuali Mahasiswa Pertanian. Peran
Mahasiswa Pertanian bias secara langsung dirasakan oleh bangsa ini. Jika pertanian maju
maka kesejahteraan Negara Indonesia akan maju juga terutama pada indikator kesejahteraan
petani. Rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian ini dapat diatasi dengan
berbagai usaha diantaranya seperti dengan menanamkan kepada generasi muda bahwa sektor
pertanian merupakan sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun
dan sungguh-sungguh. Lebih baik mengolah sawah yang kita miliki di desa daripada pergi
mengadu nasib ke luar kota atau ke luar negeri yang kita belum tahu sama sekali kondisi dan
nasib kita kelak ketika sudah sampai di tempat tujuan, serta menanamkan kesadaran bagi
generasi muda bahwa mereka senantiasa membutuhkan makanan. Supaya kebutuhan pangan
terpenuhi maka salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan terjun di sektor
pertanian.

Saat ini kita hidup di masa modern, semakin anak bangsa membuat suatu alat teknologi yang
canggih terutama dalam bidang pertanian. Dengan adanya kehadiran teknologi di bidang
pertanian menjadi model baru dari upaya menarik para kaum muda untuk aktif di sector
pertanian bukan hanya Mahasiswa Pertanian saja, mahasiswa dijurusan lainpun bisa.
Masuknya teknologi ini menjadi cara baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Membangun masyarakat petani dari pinggiran menjadi salah satu langkah strategis
pemerintah untuk membangun kesejahteraan dan keberlangsungan masyarakat petani di
tanah air. Generasi muda digalakkan menggunakan ilmu sains dan teknologi yang
canggih demi meningkatkan produktiviti, dengan hasil tanaman yang berkualiti
memenuhi permintaan tempatan dan luar negara. Penglibatan generasi muda sudah pasti
membuahkan hasil yang baik untuk ketersediaan bahan pangan di masa mendatang.