Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK REAKSI KIMIA

LAJU REAKSI TELUR DENGAN FAKTOR SUHU

Oleh :

Nama: Istiqomah

NPM: 17734004

PROGRAM STUDY TEKONOLOGI REKAYASA KIMIA INDUSTRI

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2018
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi dari reaktan ataupun produk per satu satuan
waktu. Proses berlangsungnya suatu reaksi kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Suatu reaksi akan berlangsung secara cepat apabila frekuensi tumbukan antar partikel dari
zat-zat yang bereaksi sering terjadi. Menurut tumbukan, reaksi berlangsung sebagai hasil
tumbukan antar partikel pereaksi. Akan tetapi, tidaklah setiap tumbukan menghasilkan
reaksi, melainkan hanya tumbukan antar partikel yang memiliki energi cukup serta arah
tumbukan yang tepat. Satuan jumlah zat bermacam-macam misalnya, gram, mol, atau
konsentrasi.
Untuk reaksi dengan reaktan A dan B menghasilkan produk C dan D seperti pada
rumus persamaan reaksi berikut, seiring waktu jumlah molekul reaktan A dan B akan
berkurang dan jumlah molekul produk C dan D akan bertambah, dan rumus laju reaksi (v)
yaitu:

Tanda negatif pada laju perubahan konsentrasi reaktan A dan B (reaktan) ditujukan
agar nilainya positif, sebagaimana laju reaksi adalah besaran yang nilainya harus selalu
positif. Satuannya adalah M s-1 atau mol L-1 s-1. Dalam kimia banyak digunakan zat kimia
yang berupa larutan atau berupa gas dalamkondisi tertutupsehingga dalamlaju reaksi
digunakan dengan satuan konsentrasi (molaritas).

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan diadakannya praktikum ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi.
2. Untuk mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

1.3 Manfaat Praktikum


Berdasarkan hasil praktikum yang kita lakukan diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Mahaiswa dapat mengetahua apa saja faktor yang akan mempengaruhi pada laju
reaksi.
2. Mahasiswa dapat mengaplikasikannya dengan dunia kerja.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan teori


2.1.1 Laju Reaksi
2.1.1.1 Pengertian Laju Reaksi

Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya
jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya
gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari,
ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau
berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan
konsentrasi (molaritas).

Laju reaksi kimia bukan hanya sebuah teori, namun dapat dirumuskan secara matematis
untuk memudahkan pembelajaran. Pada reaksi kimia: A → B, maka laju berubahnya zat
A menjadi zat B ditentukan dari jumlah zat A yang bereaksi atau jumlah zat B yang
terbentuk per satuan waktu. Pada saat pereaksi (A) berkurang, hasil reaksi (B) akan
bertambah..

Diagram perubahan konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi.

2.1.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yakni :

1. Konsentrasi
Makin pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel
zat terlarut semakin banyak. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah
partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat
dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat,
akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang,
sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.Semakin banyak tumbukan,
maka reaksi berlangsung lebih cepat.

2. Suhu / Temperatur
Laju reaksi bertambah dengan naiknya suhu. Menaikkan suhu reaksi berarti
menambah energi yang diserap oleh molekul-molekul sehingga energi kinetik
molekul bertambah besar. Akibatnya, molekul-molekul bergerak lebih cepat dan
tumbukan akan lebih sering terjadi, laju reaksi makin tinggi. Suhu atau temperatur
ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat.
Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan
tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui
energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi
potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
Secara kuantitatif dapat dituliskan sebagai berikut:

V2 = 2∆T/10 . V1
t2 = (1/2)∆T/10 . t1

3. Luas permukaan bidang sentuh


Untuk campuran yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran
atau disebut bidang sentuh. Jika luas permukaan bidang sentuh zat makin besar maka
kemampuan bersentuhan akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan sering terjadi
dan laju reaksi makin meningkat. Semakin halus ukuran kepingan zat padat, semakin
luas permukaannya.

4. Katalis / Katalisator
Katalis adalah zat yang mempercepat laju reaksi dan dianggap tidak terlibat dalam
reaksi karena diawal dan diakhir reaksi katalis diperoleh kembali denagn jumlah yang
tetap. Sebenarnya secara mekanisme reaksi, katalis terlibat didalam reaksi yaitu
dengan membentuk senyawa antara (senyawa intermediet) yang energi aktifasinya
lebih rendah, sehingga laju reaksinya semakin cepat.
Kesamaan reaksi dari reaksi yang menggunakan katalis dapat ditentukan dari tahap
reaksi yang berjalan lambat (disebut rade ditermind step atau tahap pembentukan
reaksi). Yaitu : laju reaksi = hasil kali konsentrasi pereaksi pangkat koefisien masing-
masing.

V = k [A]n[B]n

2.1.1.3 Tumbukan
Pada dasarnya, laju reaksi bergantung pada:

1. Orientasi (arah) tumbukan partikel


Pada reaksi umumnya, partikel harus dalam orientasi yang tertentu ketika
bertumbukan agar tumbukan yang terjadi efektif menghasilkan reaksi.

2. Frekuensi terjadinya tumbukan partikel


Semakin sering terjadinya tumbukan partikel (frekuensi tumbukan tinggi) maka
semakin besar peluang terjadinya tumbukan efektif sehingga laju reaksi juga
menjadi semakin cepat.

3. Energi partikel reaktan yang bertumbukan


Energi partikel reaktan yang bertumbukan harus melampaui energi aktivasi, yakni
energi penghalang terjadinya reaksi, sehingga reaksi dapat terjadi. Bila energi
aktivasi semakin rendah, maka laju reaksinya akan semakin cepat.
BAB III

METEDOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum

Hari, Tanggal, Tahun : Rabu, 28 November 2018

Pukul : 10.00 s.d Selesai

Tempat : Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan berupa:

1) Hotplate 1 buah
2) Glass Beaker 10 m 2 buah
3) Elenmeyer 50 ml 2 buah
4) Balon 2 buah
5) Neraca Analitik 1 buah
6) Alu dan Lumping 1 buah
7) Corong 1 buah
8) Stopwatch 2 buah

Bahan yang digunakan adalah:

1) Cangkang telor 5 gram, dibagi 2 = 2,5 per elenmeyer


2) Air panas 10 ml per elenmeyer
3) Aquadest 10 ml per elenmeyer
4) Asam cuka 20% 10 ml per elenmeyer

3.3 Metode Praktikum

1. Siapkan 2 buah elenmeyer 50 ml,


2. Beri label masing-masing A dan B
3. Masukkan 10 ml asam cuka 20% kedalam elenmeyer A dan tambahkan 10 ml air
dingin,
4. Masukkan 10 ml asam cuka 20% kedalam elenmeyer A dan tambahkan 10 ml air
panas yang telah direbus di Hot plate,
5. Haluskan cangkang telur dengan berat 5 gram dengan besar yang sama,
6. Masukan cangkang 2,5 gram per masing-masing balon menggunakan corong,
7. Tutup mulut elenmeyer dengan balon yang telah terisi cangkang,
8. Tuangkan cangkang telur yang berada di dalam balon kedalam elenmeyer yang telah
terisi air dan cuka 20%,bersamaan dengan itu mulai menyalakan stopwatch,
9. Amati apa yang terjadi dan catat waktu yang di butuhkan balon untuk berkembang,
dan sampai balon mencapai titik maksimum.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Tabel hasil pengamatan

Waktu yang dibutuhkan Waktu yang di butuhkan


No. Reaksi sampai balon mengembang sampai balon titik maksimum
mengembang

1 Cangkang telur +
asam cuka
1 menit , 6 detik 7 menit, 38 detik
pekat yang
diencerkan dengan
air panas
2 Cangkang telur +
asam cuka 2 menit, 21 detik 9 menit, 50 detik
pekat yang
diencerkan dengan
air dingin

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan pada cangkang telur yang telah di campur pada
masing-masing bahan yang telah di satukan, maka akan mulai muncul gelembung-gelembung
gas di sekitar cangkang telur. Geleumbung- gelembung tersebut akan menyelimuti telur
sehingga seperti pengikis cangkang telur. Cuka di kategorikan dalam zat asam, berarti cuka
memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama
penyusun sel telur maka kulit telur akan mengikis. Sehingga bila cuka dan air panas akan
menpercepat pengikisan pada cangkang telur sehingga akan cepat mengeluarkan gas hasil
dari pengikisan tersebut, jadi mengapa balon yang berada pada campuran cangkang telur, air
panas dan cuka lebih cepat berisi udaranya karena reaksi anatar air panas dan cuka bereaksi
dengan asam cuka yang menghasilkan waktu balon berkembang pada menit ke 1 dan mulai
mencapa imaksimum lebih cepat yaitu pada menit ke 7 dan ke 38 detik, sedangkan pada air
yang biasa atau air dalamsuhu ruangan dengan campuran cuka akan menghasilkan waktu
yang lebih lama yaitu pada waktu berkembangnya balon 2 menit 21 detik dan balon sampai
maksimum yaitu 9 menit 50 detik. Perbedaan yang cukup jauh pada waktu di faktor laju
reaksi suhu.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan di dapatkan kesimpulan:

1. Cangkang telur mengandung zat kapur (CaCO3) yang akan menjadi mengapung
dan terkikis bila bereaksi dengan asam cuka (CH3COOH).
2. Hasil reaksi cangkang telur dengan asam cuka berupa gelembung gas
karbondioksida serta uap air.
3. Cuka juga dapat merusak cangkang telur dengan mudah karena bereaksi dengan
kalsium pada cangkang telur.
4. Udara pada balon bersuhu panas lebih banyak karena ada uap antara air panas
dengan reaksinya cuka dengan kalsium pada cangkang.

Tentang pengaruh suhu terhadap laju reaksi, Suhu mempunyai hubungan


linear dengan gerakan molekul. Jika suhu semakin tinggi, maka molekul-molekul
dalam materi akan semakin cepat bergerak. Akibatnya frekuensi terjadinya tumbukan
semakin besar. Ternyata HCl dengan temperatur yang paling tinggi bereaksi paling
cepat. Maka dapat disimpulkan makin tinggi temperatur pereaksi, makin cepat laju
reaksinya.
DAFTAR PUSTAKA

http://uliesummer.blogspot.com/2012/12/laporan-kimia-faktor-faktor-yang.html

http://muhlisah-lisah.blogspot.com/2014/12/laporan-praktikum-kimia-faktor-faktor.html

https://www.gurupendidikan.co.id/laju-reaksi-pengertian-rumus-contoh-soal-dan-faktor-
yang-mempengaruhi/

https://salamadian.com/alat-alat-laboratorium-kimia-biologi/

Anda mungkin juga menyukai