Anda di halaman 1dari 13

Page |1

MAKALAH
MEMAHAMI MEKANISME PROSES RESPON DAN KOORDINASI
PADA MAKHLUK HIDUP

DOSEN PENGAMPU
Dr. Kasmudin Mustapa, S.Pd.,M.pd.

DISUSUN OLEH
KELOMPOK V
1. Khafizatul Khairiyah A25119029
2. Rismawati A25119051
3. Dita Safitri A25119032
4. Poppy Fitra Wahyuni A25119044
5. Nur Syita Rahmayanti A25119142
6.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKU
TAHUN 2019
Page |2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................2

DAFTAR ISI..................................................................................................3

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang..................................................................................................4


1.2 Rumusan masalah...........................................................................................4
1.3 Tujuan dan Manfaat............................................................................................................4

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Organ – organ penyusun system koordinasi ............................................5

2.2 Tipe respon dasar pada hewan dan tumbuhan .....................................5

2.3 kelenjar-kelenjar buntu yang terdapat pada manusia…………………….6

2.4 fungsi masing-masing kelenjar buntu ......................6-7

2.5 mekanisme kerja antar hormone dan impuls sel saraf.................................................7

2.6 Model perjalanan impuls pada gerak refleks…………………………………….7

2.7 Susunan sel saraf……………………………………………………………….8

2.8 Susunan saraf kranial serta organ yang dikendalikannya……………………….8-10

2.9 Sistem hormon pada tumbuhan………………………………………….10

2.10 sistem gerak dan respon pada tumbuhan………………………………11

BAB 3 PENUTUP

4.1 kesimpulan........................................................................................12

4.2 Saran.......................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................13
Page |3

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat
menyelsaikan makalah ini dengan tepat waktu . shalawat serta salam kami curahkan kepada
baginda tercinta kami yaitu Nabi Muhammad SAW.

Penulis mengucapkan rasa syukur atas limpahan nikmat yang diberikan kepada penulis sehingga
penulis mampu menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas awal dari mata kuliah biologi
umum dengan judul “Memahami mekanisme proses respon dan kordinasi pada makhluk
hidup”.

penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauhdari kata sempurna dan masih banyak
kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kirik dan saran dari
pembaca supaya makalah ini dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini bias bermanfaat. Terima kasih.

PALU, 29 AGUSTUS 2019

PENULIS
Page |4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Semua sistem organ tubuh dapat bekerja secara harmonis disebabkan oleh
adanya sistem koordinasi. Sistem ini memiliki tugas untuk menerima
rangsang, kemudian meneruskannya ke alat koordinasi, sehingga menentukan
tanggapan.
Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf, alat – alat indra dan sistem hormon
atau endokrin. Kerja sistem koordinasi dibutuhkan oleh makhluk hidup setiap
saat. Pada beberapa hewan, sistem koordinasi sangat bermanfaat untuk
mempertahankan hidup.
1.2 Rumusan masalah
1. Sebutkan organ-organ dalam system koordinasi
2. Jelaskan tipe respon pada hewan dan tumbuhan
3. Sebutkan kelenjar buntu yang terdapat pada manusia
4. Jelaskan fungsi masing-masing kelenjar buntu
5. Jelaskan mekanisme hormone dan impuls sel saraf
6. Jelaskan model perjalanan impuls pada gerak refleks
7. Jelaskan pengelompokan susunan saraf
8. Sebutkan nama-nama susunan saraf cranial
9. Jelaskan system hormone pada tumbuhan
10.Jelaskan system gerak dan respon pada tumbuhan
1.3 Tujuan dan Manfaat
Untuk membantu mahasiswa agar mengetahui apa saja yang menyusun organ
tubuh dan mekanisme sel yang membantu kehidupan organ tubuh dan juga sel
motorik tumbuhan dan hewan.
Pada hewan ada beberapa respon yang diberikan seperti respon
pengatur,penyesuaian,dan perkembangan.
Sedangkan tumbuhan memberi respon seperti
autonomy/endonom,higoskropis,dan esionom.
Manfaatnya untuk mengetahui kerja sistem saraf pada tumbuhan,hewan
maupun manusia.
Page |5

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Organ – organ penyusun system koordinasi

Organ penyusunnya terpusat pada satu organ yaitu otak terdiri dari :

 Otak besar (serebrum)


 Otak tengah (mesensefalon)
 Otak kecil (serebelum)
 Jembatan varol (pons varoli)
 Sumsum sambung (medulla oblongata)
 Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

2.2 Tipe respon dasar pada hewan dan tumbuhan

a. Respon dasar pada hewan


Terbagi menjadi yaitu:
 Respon pengatur (regulatori), respon ini terjadi sangat cepat (refleks).
Contoh:perunahan pupil mata terhadap intesitas cahaya.
 Respon penyesuaian (aklimatori), berlangsung lebih lama dari respon
regulatori karena proses yang melandasinya melibatkan perubahan
struktur dan morfologi hewan. Contoh: dilingkungan bertekanan parsial
oksigen rendah, terjadi proliferasi dan meningkatkan jumlah eritrosit,
kulit mengalami peningkatan pigmentasi.
 Respon perkembangan, respon ini berlangsung lama karena melibatkan
banyak proses yang menghasilkan perkembangan beraneka ragam
macam struktur tubuh dan hasilnya bersifat permanen. Contoh:
perubahan jumlah mata facet pada drosophilia yang di pelihara pada
suhu tinggi atau terbentuknya keturunan cacat akibat respon
perkembangan embrio terhadap senyawa teratogenik dalam
lingkungannya.

b. Respon dasar pada tumbuhan


 autonom/endonom : gerak pada tumbuhan yang belum diketahui
penyebabnya/penyebabnya dari tumbuhan itu sendiri. contoh : gerak
sitoplasma
 higoskropis : gerak pada tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan
kadar air. contoh : gerak pada proses pecahnya kulit buah polong-
polongan
 esionom : gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang
Page |6

2.3 kelenjar-kelenjar buntu yang terdapat pada manusia

Ada dua tipe kelenjar pada tubuh manusia yaitu kelenjar eksokrin (duct glands) dan
kelenjar endokrin (ductless glands).

a. Kelenjar endokrin
Adalah kelenjar penghasil hormone yang tidak memiliki saluran pengalir dan
hormone yang dihasilkan akan disalurkan lewat aliran darah. Kelenjar endokrin
terdiri dari:

 Kelenjar pituitary (kalenjar hipofisis)


 Kelenkar tiroid
 Kelenjar paratiroid
 Kelenjar adrenal
 Pancreas
 Ginjal
 Kelenjar pineal
 Kelenjar gonad

2.4 fungsi masing-masing kelenjar buntu

Kelenjar buntu (kelenjar endokrin) terdiri dari:

 Kelenjar pituitary: membantu mengatur pertumbuhan, tekanan darah, produksi


dan pembakaran energy, dan berbagai fungsi organ tubuh lainnya.
 Kelenjar tiroid : terletak di leher dan mensekresikan hormone tiroid T3 dan T4
 Kelenjar paratiroid : terletak di leher dan mensekresikan parathomone.
 Kelenjar adrenal: kelenjar ini terlatak pada kedua ginjal dan terdiri dari 2 bagian:
korteks luar dan medulla dalam.
a. Korteks: menghasilkan gluco-corticoid dan mineralo-corticoid.
b. Medulla: menghasilkan nor-adrenalin, yang merupakan salah satu
neurotransmitter(hormone flight or fight)
 Pancreas: menghasilkan berbagai hormone yang mengendalikan metabolisme
glukosa tubuh dan pancreas mengsekresikan insulin, glucagon, somatostatin.
 Ginjal: menghasilkan renin angiotensin yang membantu mengendalikan tekanan
darah.
 Kelenjar pineal: mengsekresikan melatonin, hormone yang mengatur siklus tidur
dan bangun.
 Kelenjar gonad: menghasilkan hormone seks.
Page |7

a. Testis: menghasilkan hormone pria testosterone yang memberikan karakter


pria seperti jenggot, otot dan lainnya. Testosteren di sekresikan dalam jumlah
besar pada pria dan jumlah kecil pada wanita.
b. Indung telur: mensekresikan estrogen dan progesterone. Hormone ini
dihasilkan hanya pada wanita dan mengatur siklus reproduksi.

2.5 mekanisme kerja antar hormone dan impuls sel saraf

Sistem Saraf dan Sistem Hormon memiliki hubungan yang erat tapi berbeda. Karena
hormon sendiri sebenarnya bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem yang mengatur
kerjasaama anatara saraf dan hormon biasanya terjadi pada daerag hipotalamus. Daerah
inilah yang biasanya dikendalikan oleh sistem saraf endokrin
Hormon sendiri memiliki peranan dalam mengatur hemoestasisi, mengatur sistem
metabolisme, mengatur sistem reproduksi dan mengatur tingkah laku. Sistem sayaaf
sendiri bisa melakukan respon dengan cepat sebuah perubahan dalam jangka pendek
dengan melakukan pengiriman impuls listrik.

2.6 Model perjalanan impuls pada gerak refleks

Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Perjalanan impuls
pada gerak refleks berlangsung cepat , melewati jalur pendek dan tidak melewati otak
tetapi melalui sumsum tulang belakang. Contoh: gerakan tangan saat memegang benda
panas.

Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks secara skematis :


Page |8

2.7 Susunan sel saraf

 Dendrit : berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan


(impuls) dari reseptor (indra) ke badan sel.
 Badan sel: untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke
akson, pada badan sel terdapat inti sel.
 Nucleus (inti sel): sebagai pengatur seluruh kegiatan sel saraf, terdapat
sitoplasma sebagai pemberi nutrisi pada nucleus.
 Neurit (akson): untuk menghantarkan impuls saraf ke sel saraf lainnya.
 Selubung meilin: sebuah selaput pembungkus akson yang mengandung
lemak untuk melindungi akson dari kerusakan.
 Sel schwann: jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit
dan membantu regenerasi neurit.
 Nodus ranvier: untuk mempercepat penghantaran atau transmisi impuls
saraf.
 Sinapsis: pertemuan antara ujung akson di sel saraf satu dan ujung dendrit
di sel saraf lainnya.
2.8 Susunan saraf kranial serta organ yang dikendalikannya
 Nervus olfaktorius : Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal.
Berkas sarafnya menjalar ke bulbus olfaktorius dan melalui traktus olfaktori
sampai ke ujung lobus temporal (girus olfaktori). Nervus Olfaktorius adalah
jenis saraf sensoris. Fungsinya adalah untuk menerima rangsang dari hidung dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau.
 Nervus optikus: saraf ini bekerja membawa impuls (rangsangan) dari sel kerucut
dan sel batang di retina mata untuk dibawa ke badan sel akson yang membentuk
saraf optic dibola mata. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada bintik buta
dan masuk ke rongga kranial melalui foramen optic. Nervus optikus adalah jenis
saraf sensoris.
Page |9

 Nervus Occulomotorius: saraf gabungan, yaitu saraf sensoris dan motoris, tetapi
sebagian besar terdiri dari saraf motoric. Neuron motoric berasal dari otak tengah
dan membawa impuls ke seluruh otot bola mata (kecuali ototoblik superior dan
rektus lateral), ke otot yang membuka kelopak mata dank e otot polos tertentu
pada mata. Serabut sensorik membawa informasi indera otot (kesadaran
perioperative) dari otot mata yang terinervasi ke otak.
 Nervus trochlearis : saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf
motoric dan merupakan saraf terkecil dalam saraf kranial. Neuron motoric
berasal dari langit-langit otak tengah dan membawa impuls ke otot oblik superior
bola mata. Serabut sensorik dari spindle (serabut) otot menyampaikan informasi
indera otot dari otot oblik superior ke otak.
 Nervus trigeminus : saraf cranial terbesar merupakan saraf gabungan tetapi
sebagian besar terdiri dari saraf sensorik. Bagian ini membentuk saraf sensorik
utama pada wajah dan rongga nasal serta rongga oral. Nervus trigeminus terdiri
dalam 3 cabang:
a. Optalmik: membawa informasi dari kellompok mata, bola mata, kelenjar air
mata,sisi hidung, rongga nasal dan kulit dahi serta kepala.
b. Maksilar: membawa informasi dari kulit wajah, rongga oral(gigi atas, gusi,
dan bibir) dan palatum.
c. Mandibular: membawa informasi dari gigi bawah, gusi,bibir, kulit rahang
dan temporal kulit kepala.
 Nervus abdusen: saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motoric
neuron motoric berasal dari sebuah nucleus pada pons yang menginervasi otot
rektus lateral mata. Serabut sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot
rektus lateral ke pons.
 Nervus fasialis: saraf gabungan.meuron motoric terletak dalam nucleus pons.
Neuron ini menginervasi otot ekspresi wajah termasuk kelenjar air mata dan
kelenjar saliva. Neuron sensorik membwa informasi dari reseptor pengecap pada
dua pertiga bagian anterior lidah.
 Nervus Vestibulocochlearis: terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua cabang:
a. Koklear atau auditori: menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera
pendengaran dalam.
P a g e | 10

b. Vestibular : membawa informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan


orientasi kepala terhadap ruang yang diterima dari reseptor sensorik pada
telinga dalam.
 Nervus vagus: saraf gabungan, neuron motoric berasal dari dalam medulla dan
menginervasi hamper semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik
membawa informasi dari faring, laring, trakea, esophagus, jantung dan visera
abdomen ke medulla dan pons.
 Nervus asesorius: saraf gabungan, neuron motoric berasal dari dua area: bagian
cranial dan bagian spinal. Neuron sensorik membawa informasi otot yang sama
yang terivervasi oleh saraf motoric.
 Nervus hipoglosus: saraf gabungan, neuron motoric berawal dari medulla dan
mensuplai otot lidah.
2.9 Sistem hormon pada tumbuhan
 Auksin : auksin dapat ditemukan pada ujung akar, koleoptil, dan jaringan
yang bersifat meristematis. Fungsi hormone auksin yaitu:
- Berperan dalam pembelahan dan pembentangan sel
- Merangsang terbentuknya buah dan bunga
- Membentuk akar adventif
 Giberelin : dapat di temukan pada bagian bunga dan batang. Hormone ini
dihasilkan oleh tumbuhan tinggi dan jamur. Fungsi hormone giberelin :
- Memacu aktivitas cambium
- Membantu perkecambahan
- Menghasilkan buah tak berbiji
 Gas etilen: dibuat oleh tumbuhan dan dapat mempercepat proses pemasakan
buah. Fungsi gas etilen:
- Menebalkan batang
- Menunda pembungaan
 Asam absisat : hormone tumbuhan yang berfungsi sebagai penghambat
pembentukan hormone ini terjadi pada daun dewasa.
Fungsi asam absisat:
- Menyebabkan dormansi
- Mengurangi pemanjangan sel
 Sitokinin : hormone yang terbentuk pada system perakaran. Fungsi sitokinin:
- mempercepat pelebaran daun
- merangsang pembentukan pucuk.
 Asam traumalin: untuk memperbaiki jaringan tumbuhan yang mengalami
kerusakan.
 Kalin : memacu pertumbuhan organ pada tumbuhan.
P a g e | 11

2.10 sistem gerak dan respon pada tumbuhan

Sistem gerak pada tumbuhan adalah sistem perpindahan posisi tubuh tumbuhan yang
dapat terjadi karena factor- fakor tertentu, yaitu :

1. Gerak Endonom atau Autonom = gerak yang tidak dipengaruhi faktor luar.
Contoh :
 Gerak kromosom saat membelah.
 Gerak tumbuhan ketika tumbuh, seperti tumbuhnya akar, batang, daun dan bunga.
2. Gerak Esionom = gerak yang disebabkan oleh faktor dari luar.
dibedakan menjadi:
a. Gerak tropisme = gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang dari luar yang arah
geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang.
ada banyak gerak tropisme, diantaranya:
 Fototropisme : gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya.
 Geotropisme : gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi.
 Hidrotropisme : gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa air.
 Tigmotropisme : gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa sentuhan.
 Kemotropisme : gerak tropisme karena adanya rangsang zat kimia.
b. Gerak Nasti = gerak yang arah gerakannya tidak ditentukan oleh arah datangnya
rangsang.
ada banyak gerak nasti, diantaranya:
 Fotonasti : gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya.
 Termonasti : gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh suhu.
 Niktinasti : gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa suasana gelap.
 Tigmonasti : gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa sentuhan.
 Kemotropisme : gerak tropisme karena adanya rangsang zat kimia.
c. Gerak Taksis = gerak yang terjadi akibat rangsangan luar. Seluruh tubuh tumbuhan akan
bergerak, dan arah geraknya ditentukan oleh arah rangsangan.
ada banyak gerak taksis, diantaranya:
 Fototaksis : gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang
cahaya.
 Kemotaksis : gerak taksis yang dipengaruhi rangsang zat kimia.
P a g e | 12

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
System saraf merupakan salah satu system koordinasi yang bertugas menyampaikan
rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. System saraf terdiri
dari jutaan sel saraf (neuron), fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang
berupa rangsangan atau tanggapan.

Sistem saraf manusia : otak besar,otak tengah,otak kecil,jembatan varol,sumsum tulang


belakang,sumsum sambung

Untuk menanggapi rangsangan ada tiga komponen yang harus dimiliki system saraf
yaitu :

 Reseptor adalah alat penerima rangsangan atau impuls.


 Penghantar impuls,dilakukan oleh saraf itu sendiri.
 Efektor,adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah
dihantarkan oleh penghantar .

Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel kelenjar (kelenjar endokrin)
dan mempunyai peranan strategis bagi kelangsungan makhluk hidup tak terkecuali
manusia.

3.2 saran

Peranan fungsi sistem koordinasi rupanya sangat penting. Oleh karena itu kita perlu
mengetahui tentang sistem koordinasi agar kita dapat menjaga tubuh kita sebaik
mungkin. Jika fungsi sistem koordinasi terganggu, maka seseorang akan sulit untuk
melakukan aktivitas dan memengaruhi kinerja sehari-hari. Jika terdapat kesulitan dalam
mengendalikan gerakan tubuh, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.
P a g e | 13

DAFTAR PUSTAKA
 https://www.ilmudasar.com/2016/08/Pengertian-Fungsi-12-Saraf-
Kranial-Adalah.html
 https://www.amongguru.com/jenis-jenis-dan-susunan-sel-saraf-
manusia-beserta-mekanisme-kerjanya/
 https://contoh123.info/jenis-jenis-hormon-pada-tumbuhan-beserta-
fungsinya-2/
 https://mochiigan.wordpress.com/2017/05/13/impuls-saraf-gerak-
sadar-dan-refleks-mekanisme-penghantaran-impuls/
 https://hisham.id/2015/07/jelaskan-hubungan-sistem-saraf-dan-sistem-
hormon.html
 https://apaperbedaan.com/sistem-saraf-dan-sistem-hormon/
 https://brainly.co.id/tugas/4227572