Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X/Ganjil

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BANDUNG

TAHUN 2019/2020
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : MAN 2 Kota Bandung


Kelas/ Semester : X/ Ganjiil
Mata Pelajaran : Kimia
Materi : Ikatan Kimia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator


3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan 3.5.1 Mengetahui susunan elektron valensi
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, atom gas mulia (duplet dan okted)
dan ikatan logam serta kaitannya 3.5.2 Menjelaskan cara suatu unsur untuk
dengan sifat zat
mencapai kestabilan
3.5.3 Menjelaskan hubungan antara susunan
elektron valensi dengan simbol Lewis.
3.5.4 Menjelaskan pengertian ikatan ion.
3.5.5 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan
ion
3.5.6 Membedakan senyawa ionik dengan
yang bukan senyawa ionik
4.5 Merancang dan melakukan 4.5. 1 Menganalisis kecenderungan suatu
percobaan untuk menunjukkan unsur untuk mencapai kestabilan dengan
karakteristik senyawa ion atau cara melepas atau menerima elektron.
senyawa kovalen berdasarkan sifat 4.5. 2 Menganalisis pembentukan senyawa
zat berdasarkan simbol Lewis
(berhubungan dengan kecenderungan
atom untuk mencapai kestabilan).
4.5. 3 Menuliskan struktur Lewis dari
beberapa unsur
4.5. 4 Merancang terbentuknya ikatan ion
4.5. 5 Menganalisis data hasil percobaan,
sehingga dapat menentukan sifat
senyawa ionik.

C. Tujuan Pembelajaran
Dengan model pembelajaran Discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai
sumber belajar dan mengolah informasi diharapkan siswa terlibat aktif selama proses belajar
mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti, dalam melakukan pengamatan, dan
bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat , menjawab pertanyaan, memberi saran dan
kritik serta dapat membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan
logam, serta dapat merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik
senyawa ion, senyawa kovalen berdasarkan titik leleh, titik didih, daya hantar listrik atau sifat
lainnya

D. Materi Pembelajaran
1. Faktual
 Senyawa ion, kovalen polar dan non polar.
 Sifat fisik senyawa
2. Konseptual
 Kestabilan atom
 Struktur lewis
3. Prosedural
 ikatan ion,
 ikatan kovalen,
 ikatan kovalen koordinasi
 ikatan logam

E. Pendekatan/ Model Pembelajaran


Pendekatan Umum : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Diskusi dan tanya jawab

F. Media/Alat Pembelajaran
Media pembelajaran : lembar kerja (LK), power point.

Alat : Papan tulis, spidol, LCD, Proyektor.

G. Sumber Belajar
- Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Jakarta: Erlangga
- Purba, Michael.2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga
- Sukmanawati, Wening. 2009. Kimia 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Sekawan Cipta Karya
- Sudarmo, Unggul.2016. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga
- Sumber bacaan dari internet

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Sintaks/ Tahapan
No Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan a. Peserta didik menjawab salam pembuka yang
diucapkan oleh guru
b. Peserta didik berdoa sebelum memulai proses
pembelajaran
c. Peserta didik menginformasikan temannya yang
tidak hadir
 Apersepsi
Sintaks/ Tahapan
No Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
d. Peserta didik menuliskan konfigurasi elektron 16S

dan menentukan elektron valensinya sebagai


pengingat materi pelajaran yang sebelumnya.
 Memotivasi
e. Memotivasi Peserta didik membaca informasi
mengenai sifat unsur Na dan unsur Cl yang sangat
reaktif dan beracun, tetapi ketika membentuk
senyawa NaCl, senyawa ini menjadi tidak reaktif
dan sangat di butuhkan oleh tubuh.
Nah hal inilah yang akan lebih lanjut kita bahas
pada materi Ikatan ion setelah mempelajari
struktur lewis.
f. Menyampaikan tujuan pembelajaran
g. Peserta didik mengatur kelompoknya masing-
masing yang terdiri dari 4 orang.
2. Kegiatan Inti I Kegiatan I
Mengamati a. Peserta didik mengamati analogi yang dibaca dari
literatur yang dibagikan bahwa ada banyak kata bahkan
kalimat yang bisa terangkai dari 26 huruf A hingga Z.
b. Peserta didik mengamati bahwa bukan hanya huruf
yang bisa dirangkaikan menjadi kata atau kalimat tapi
unsur-unsur yang ada di alam juga mampu terangkai
membentuk senyawa.
(peserta didik bertanya dari apa yang dibaca dalam
literatur)
a. Mengapa unsur-unsur tersebut bisa saling berikatan?
Menanya b. Berapa banyak senyawa yang terbentuk dari unsur-
unsur yang ada di alam jika mereka saling berikatan?
c. Apakah semua unsur-unsur tersebut bisa berikatan
satu sama lain?
Sintaks/ Tahapan
No Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
a. Peserta didik menuliskan konfigurasi elekron dari atom
unsur-unsur gas mulia dan menentukan elektron
valensinya dari konfigurasi yang mereka tuliskan.
b. Peserta didik menggambarkan symbol Lewis dari atom
unsur-unsur gas mulia berdasarkan literatur yang
Mengumpulkan Data mereka baca.
c. Peserta didik mendapatkan masing-masing nomor
kartu dalam setiap anggota kelompoknya yang berisi
atom unsure lain, kemudian menuliskan konfigurasi
elektronnya dan menentukan elektron valensinya serta
menggambarkan symbol lewis dari atom tersebut.
- Peserta didik 1: unsur 20Ca
- Peserta didik2: unsur 33As
- Peserta didik3: unsur 37Rb
- Peserta didik4: unsur 50Sn
d. Peserta didik mendapatkan masing-masing nomor
kartu dalam setiap anggota kelompokan yang berisi
atom-atom unsur yang berbeda, kemudian
menggambarkan simbol lewis dari kedua atom unsur
tersebut.
- Peserta didik1: K2O
- Peserta didik2: NH3
- Peserta didik3: HCN
- Peserta didik4: CCl4
a. Peserta didik menjelaskan kestabilan atom unsur-
unsur gas mulia yang dibimbing oleh guru.
b. Peserta didik menganalisis pembentukan senyawa
MgO bisa mencapai kestabilan dengan cara melepas
dan menerima elektron dari video yang mereka
tonton.
Sintaks/ Tahapan
No Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
c. Peserta didik menganalisis pembentukan senyawa
Mengasosiasi CH4 berdasarkan simbol Lewis
a. Peserta didik menuliskan jawaban di papan tulis yang
diperoleh dari kartu yang mereka dapatkan.
b. Peserta didik menginformasikan jawaban dari LKS
yang telah dikerjakan.
c. Peserta didik bersama guru membahas jawaban yang
telah diselesaikan peserta didik.

Mengkomunikasikan
3. Kegiatan Inti II Kegiatan II
Mengamati Peserta didik mengamati gambar pada LKS.

Menanya Struktur Lewis

Ikatan Ion
“Sifat unsur Na yang bersifat reaktif dan unsur Cl yang
Mengumpulkan Data sangat berbahaya bagi tubuh kita. Tetapi ketika
bersenyawa membentuk NaCl, ternyata senyawa ini
bersifat tidak reaktif, dan sangat di butuhkan oleh tubuh
kita.
 Menentukan rumus kimia dari garam dapur
 Menentukan atom-atom penyusun dari garam dapur
 Menentukan kestabilan dari atom-atom tersebut
tersebut
 Menuliskan struktur lewis dari atom Na dan atom Cl
 Menentukan gaya yang terjadi antara ion Na+ dan Cl-
 Menganalisis pembentukan senyawa berdasarkan
pembentukan ikatan ion (berhubungan dengan
kecenderungan atom untuk mencapai kestabilan).
Sintaks/ Tahapan
No Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
 Peserta didik membahas dan berdiskusi dari hasil
Mengasosiasi pengolahan data
 Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk
membahas pengertian dari ikatan ion dan proses
pembentukan ikatan ion
 Dengan menggunakan permainan kartu Peserta didik
dapat membedakan senyawa ionik dengan bukan
senyawa ionik.
 Peserta didik melakukan diskusi tentang sifat-sifat
senyawa ionik.

Perwakilan dari setiap kelompok menyampaikan hasil


menganalisis data dan asosiasi mengenai contoh senyawa
ionik
Mengkomunikasikan
4. Kegiatan Penutup a. Peserta didik bertanya mengenai materi yang belum
dipahami dengan baik
b. Peserta didik dibantu guru menyampaikan
kesimpulan dari proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan
c. Peserta didik menerima soal evaluasi untuk
memperdalam materi struktur lewis dan ikatan ion.
d. Guru melakukan umpan balik/refleksi dan penguatan.
e. Peserta didik memperoleh informasi tentang
pelajaran yang akan datang.
f. Peserta didik menjawab salam penutup dari guru.
I. Penilaian Hasil Pembelajaran
No Teknik Bentuk Instrumen Rubrik
No Aspek IPK
IPK Penliaian Penilaian Penilaian Penliaian
Menjelaskan
penyebab
3.5.1 kestabilan Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
atom unsur gas
mulia.
Mengamati
simbol Lewis
3.5.2 Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
dari beberapa
unsur.
Menjelaskan
hubungan
antara susunan
3.5.3 Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
elektron
1. Pengetahuan valensi dengan
simbol Lewis.
Menjelaskan
3.5.4 pengertian Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
ikatan ion
Menjelaskan
proses
3.5.5 Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
terbentuknya
ikatan ion
Membedakan
senyawa ionik
3.5.6 dengan yang Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
bukan
senyawa ionik
Menganalisis
kecenderungan
suatu unsur
untuk
mencapai
4.5.1 Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
kestabilan
2. Keterampilan
dengan cara
melepas atau
menerima
elektron.
Menganalisis
4.5.2 Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
pembentukan
No Teknik Bentuk Instrumen Rubrik
No Aspek IPK
IPK Penliaian Penilaian Penilaian Penliaian
senyawa
berdasarkan
simbol Lewis
(berhubungan
dengan
kecenderungan
atom untuk
mencapai
kestabilan).
Menganalisis
data hasil
percobaan,
4.5.3 sehingga dapat Tes Tulis Essay Terlampir Terlampir
menentukan
sifat senyawa
ionik.

Bandung, 02 Oktober 2019


Guru Pamong Kimia Praktikan

Rino Margayu, M.Pkim. Ida Farida


NIP. 196911221997031003 NIM. 1162080033

Mengetahui,
Kepala MAN 2 Kota Bandung

Dr. H. Asep Encu, M.Pd.


NIP. 196312111987031002
Lampiran-Lampiran

Lampiran 1. Materi Pembelajaran

Kestabilan atom unsur gas mulia

Selain gas mulia di alam unsur-unsur tidak selalu berada sebagai unsur bebas (sebagai
atom tunggal), tetapi kebanyakan bergabung dengan atom unsur lain. Tahun 1916 G.N. Lewis
dan W. Kossel menjelaskan hubungan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi elektron.
Kecuali He; mempunyai 2 elektron valensi; unsur-unsur gas mulia mempunyai 8 elektron
valensi sehingga gas mulia bersifat stabil. Atom-atom unsur cenderung mengikuti gas mulia
untuk mencapai kestabilan.
Konsep ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh Gilbert Newton Lewis dan
Langmuir dari Amerika Serikat, serta Albrecht Kossel dari Jerman pada tahun 1916. Adapun
konsep tersebut sebagai berikut:
 Kenyataan bahwa gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa
(sekarang telah dapat dibuat senyawa dari gas mulia Kr, Xe, dan Rn), merupakan bukti
bahwa gas-gas mulia memilki susunan elektron yang stabil.
 Setiap atom memiliki kecenderungan untuk mempunyai susunan elektron yang stabil
seperti gas mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron, atau
menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama.
Stuktur Lewis

Struktur Lewis adalah struktur yang menunjukkan ikatan-ikatan antaratom dalam suatu
molekul. Struktur Lewis digunakan untuk menggambarkan ikatan kovalen dan ikatan kovalen
koordinat.

Ciri Struktur Lewis : Struktur Lewis menunjukkan adanya pasangan elektron bebas
pada atom yaitu pasangan elektron yang tidak terlibat dalam ikatan dan muatan formal yang
terjadi akibat pemakaian elektron dalam ikatan.

Dalam penulisan simbol Lewis, dimulai dengan atom-atom yang berdekatan kemudian
membentuk ikatan kimia, sehingga jumlah elektron dari atom itu harus dibagi-bagikan
sesuai dengan aturan yang ada yaitu aturan oktet, dimana dalam aturan oktet setiap atom harus
memiliki 8 elektron valensi yang mengitarinya, dan pengecualian untuk atom hidrogen yaitu 2
elektron valensi.
Adapun prasyarat yang harus diketahui sebelum menggambarkan simbol Lewis dari
suatu atom yaitu:
a. Konfigurasi elektron
Konfigurasi electron yaitu menggambarkan penataan elektron-elektron dalam suatu
atom. Konfigurasi electron ini berfungsi untuk mengetahui jumlah kulit yang dimiliki
sebuah atom dan elektron valensinya.
b. Elektronvalensi
Elektron Valensi ialah jumlah electron pada kulit terluar dari suatu atom netral. Elektron
valensi ini dapat berikatan dengan elektron-elektron valensi dari atom lain untuk
membentuk ikatan kimia. Elektron valensi juga dapat menentukan bagaimana ciri-ciri
kimia unsur tersebut dan apakah unsur tersebut dapat berikatan dengan yang lain atau
tidak.
Penggambaran simbol Lewis untuk molekul beratom banyak (poliatom) perlu dibuat
beberapa kemungkinan.
1. Gambarlah semua elektron terluar (elektron valensi) dari masing-masing atom yang
berikatan.
2. Atom-atom di dalam simbol Lewis akan mempunyai delapan elektron valensi (oktet),
kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai dua elektron (duplet).
3. Atom-atom H akan membentuk pasangan elektron bersama dengan sebuah elektron dari
atom O dahulu.
4. Sebuah elektron dari atom O yang tersisa akan membentuk pasangan elektron dengan
atom lainnya.
5. Bila atom H dan atom O sudah dipasangkan semua. Maka sisa atom oksigen baru
membentuk pasangan elektron dengan atom lain.
6. Pada penggambaran simbol Lewis, semua elektron berpasangan. Termasuk pasangan
elektron bebas (tidak untuk berikatan).

Pengertian ikatan ion

Ikatan ion (ikatan elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi akibat adanya serah terima
elektron sehingga membentuk ion postif dan ion negatif yang diikat oleh suatu gaya
elektrostatis. Untuk mencapai kestabilan, atom-atom yang energi ionisasinya rendah akan
melepaskan elektron sedangkan atom-atom yang afinitas elektronnya tinggi akan mengikat
elektron. Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion positif, sedangkan atom yang
menerima elektron menjadi ion negatif.
Contoh : Ikatan yang terbentuk antara atom natrium (Na) dan atom klorin (Cl) pada
pembentukan senyawa natrium klorida (NaCl).
Proses terbentuknya ikatan ion

Dalam membentuk ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Atom-atom yang
mempunyai energi ionisasi rendah, misalnya atom-atom dari unsur golongan I A dan II A
dalam sistem periodik unsur akan mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektronnya
dan membentuk ion positif, sedangakan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang
besar, misalnya atom-atom unsur golongan VI A dan VII A dalam sistem periodik unsur akan
cenderung mengikat elektron akan membentuk ion negatif. Ion positif dan ion negatif yang
terbentuk selanjutnya akan saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis membentuk senyawa
netral.

Contoh :
a) Proses pembentukan senyawa natrium klorida (NaCl) dari atom natrium dan atom klor
11Na : 2 8 1 (agar atom Na stabil, maka atom Na melepaskan e- )
Reaksi : Na → Na+ + e-
17Cl : 2 8 7 ( agar atom Cl stabil, maka atom Cl menerima e- )
Reaksi : Cl + e- → Cl -
Berdasarkan notasi reaksi di atas maka dapat di tuliskan
Na → Na+ + e-
Cl + e- → Cl-
Na + Cl → Na+ + Cl-
Reaksi dapat di tulis Na+ + Cl- → NaCl
Antara Na+ dan Cl- terjadi gaya elektrostatis, sehingga kedua ion itu bergabung
membentuk NaCl.

Gambar : Struktur kristal NaCl


b) Proses pembentukan senyawa kalsium klorida (CaCl2) dari atom kalsium dan atom klor
20 Ca : 2 8 8 2 (untuk melepas 2e-)
Reaksi : Ca → Ca2+ + 2e-
17 Cl : 2 8 7 (menerima e-)
Reaksi : Cl + e- → Cl-
Berdasarkan notasi reaksi di atas, maka dapat di tuliskan
Ca → Ca2+ + 2e- X 1

Cl + e- → Cl- x 2
Ca → Ca2+ + 2e-
2Cl + 2e- → 2Cl-
Ca + 2Cl → Ca2+ + 2Cl-
Reaksi dapat di tulis Ca2+ + 2Cl- → CaCl2
Antara Ca2+ dan Cl- terjadi gaya elektrostatis, sehingga kedua ion itu bergabung
membentuk CaCl2.
Contoh senyawa ionik
Senyawa ionik adalah senyawa yang terbentuk antara ion positif (kation) dan ion negatif
(anion). Senyawa ionik antara lain: NaCl, MgO, K2O, KBr, MgCl2, NaI, LiF dan CaCl2.
Sifat senyawa ionik
1) Kristalnya keras tetapi rapuh
Apabila senyawa ion dipukul, akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan ion negatif
dari semula berselang seling menjadi berhadapan langsung. Hal ini menyebabkan ion
positif bertemu dengan ion positif dan terjadi gaya tolak menolak. Inilah yang
menyebabkan kristal senyawa ionik bersifat rapuh.
2) Mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi
Secara umum, senyawa ionik mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi karena
kuatnya gaya elektrostatis yang ditimbulkan oleh ion positif dan ion negatif.
3) Mudah larut di dalam air
Pada saat Kristal senyawa ionik dimasukkan ke dalam air, maka molekul-molekul air
akan menyusup di antara ion positif dan ion negatif sehingga gaya Tarik- menarik
elektrostatis dari ion positif dan ion negatif akan melemah, dan akhirnya terpecah.
4) Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik
Ion positif dan ion negatif apabila bergerak dapat membawa muatan listrik. Apabila
senyawa ionik terpecah menjadi ion positif dan ion negatif serta dapat bergerak secara
leluasa, maka senyawa dalam keadaan cair dan larutan dapat menghantarkan listrik
karena ion-ionnya dapat bergerak secara bebas. Akan tetapi, dalam keadaan padat,
senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya tidak dapat
bergerak.
Lampiran 2. Penilaian

Penilaian Kognitif

KARTU SOAL

(ESSAY)

Nama Sekolah : MAN 2 Kota Bandung

Mata Pelajaran : Kimia

Kurikulum : Kurikulum 2013

Materi : Struktur Lewis


Kelas/Semester : X/1
Indikator Soal : Diberikan data tentang atom/senyawa, siswa dapat menjelaskan
hubungan antara susunan elektron valensi dengan simbol Lewis
Level Kognitif : Pemahaman

Rumusan Soal

1. Mengapa atom unsur-unsur gas mulia bisa mencapai kestabilan?


2. Berdasarkan gambar di bawah ini, yang manakah simbol lewis yang paling benar dari
Magnesium? Berikan alasan!

Mg Mg Mg
3. Gambarkan dan jelaskan hubungan antara susunan elektron valensi dengan simbol Lewis
dari atom 13Al?
4. Bagaimana senyawa K2S bisa mencapai kestabilan dengan cara melepas dan menerima
elektron?
5. Bagaimana pembentukan senyawa PCl3 untuk mencapai kestabilan berdasarkan simbol
Lewis?
Pedoman Penskoran/Rubrik Penilaian:

No Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor Maksimal


Unsur-unsur gas mulia bisa mencapai kestabilan karena memenuhi kaidah oktet dan duplet, dimana pada oktet memenuhi
1. 5
8 elektron valensi dan duplet memenuhi 2 elektron valensi.

Mg
2. sebab Mg bernomor atom 12, jika di konfigurasikan yaitu kulit 1S2 2S2 2P6 3S2 . Jadi elektron valensi atau elektron 10
kulit terluar adalah 2.

Si
3. 32Ge: 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d10 4P2 10
Hubungan antara elektron valensi dan simbol lewis adalah bertujuan untuk pembentukan ikatan antara atom-atom unsur.
19K : 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S1
16S : 1S2 2S2 2P6 3S2 3P4
4. 20
Untuk mencapai kestabilannya, atom K cenderung melepaskan 2 elektron, sedangkan atom S menerima 2 elektron dari
atom K.

Cl

Cl P Cl
5. 20
Cl Cl
2 2 6
15P : 1S 2S 2P 3S2 3P3
17Cl : 1S2 2S2 2P6 3S2 3P5
KARTU SOAL

(ESSAY)

Nama Sekolah : MAN 2 Kota Bandung

Mata Pelajaran : Kimia

Kurikulum : Kurikulum 2013

Materi : Ikatan Ion


Kelas/Semester : X/1
Indikator Soal : Disajikan data anion dan kation, siswa dapat menganalisis
pembentukan senyawa ionik dengan benar
Level Kognitif : Pemahaman

Rumusan Soal

1. Jika ion Mg2+ dan ion F- berikatan ion membentuk senyawa MgF2, maka dari data tersebut
apakah yang dimaksud dengan ikatan ion pada senyawa MgF2?
2. Tuliskan proses pembentukan senyawa ionik antara ion Na+ dengan ion O2- !
3. Berikut beberapa senyawa kimia :
CaS, Cl2, NH3, dan KF
Manakah yang termaksud senyawa ionik ?
4. Berikut percobaan daya hantar listrik larutan ion yang di hubungkan dengan sumber arus.

Berdasarkan percobaan di atas, percobaan nomor berapakah yang menggunakan larutan


ion?
Pedoman Penskoran

No Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor Maksimal


Ikatan ion pada senyawa MgF2 merupakan ikatan yang terjadi karena
1. 5
adanya gaya elektrostatik antara ion Mg2+ dengan ion F-
Reaksi : Na → Na+ + e- (melepaskan e-)
Reaksi : O + 2e- → O2- (menerima 2e-)
Berdasarkan notasi reaksi di atas, maka dapat di tuliskan
Na → Na+ + e- x 2
O + 2e- → O2- x 1
2. 16
2Na → 2Na+ + 2e-
O + 2e- → O2-
2Na + O → 2Na+ + O2-
Reaksi dapat di tulis 2Na+ + O2- → Na2O
Senyawa ionik yang terbentuk yaitu Na2O
3. Yang termaksud senyawa ionik yaitu : CaS dan KF 5
Dari percobaan di atas, percobaan 1 dan 4 yang menggunakan larutan
4. 10
ion
Lampiran 3. Instrumen Penilaian

A. Instrumen Penilaian Sikap

Aspek yang Dinilai


No Nama Peserta didik Peduli Responsif Bekerja sama Percaya Diri Proaktif
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Keterangan :
Aspek yang
No. Skor Penjabaran
dinilai
5 Jika peserta didik rasa pedulinya sangat tinggi.
4 Jika peserta didik rasa pedulinya tinggi.
1 Peduli 3 Jika peserta didik rasa pedulinya cukup tinggi.
2 Jika peserta didik rasa pedulinya kurang.
1 Jika peserta didik rasa pedulinya tidak ada.
5 Jika peserta didik rasa percaya dirinya sangat tinggi.
4 Jika peserta didik rasa percaya dirinya tinggi.
2 Percaya Diri 3 Jika peserta didik rasa percaya dirinya cukup tinggi.
2 Jika peserta didik rasa percaya dirinya kurang.
1 Jika peserta didik rasa percaya dirinya tidak ada.
5 Jika peserta didik sangat baik bekerjasama dalam kelompok
Bekerjasama 4 Jika peserta didik baik bekerjasama dalam kelompok
3 dalam 3 Jika peserta didik cukup baik bekerjasama dalam kelompok
kelompok 2 Jika peserta didik kurang baik bekerjasama dalam kelompok
1 Jika peserta didik tidak baik bekerjasama dalam kelompok
5 Jika peserta didik rasa responsfnya sangat tinggi.
4 Jika peserta didik rasa responsfnya tinggi.
4 Responsif 3 Jika peserta didik rasa responsfnya cukup tinggi.
2 Jika peserta didik rasa responsfnya kurang.
1 Jika peserta didik rasa responsfnya tidak ada.
Jika peserta didik sangat proaktif dalam mengemukakan
5
pendapat dan pertanyaan
Jika peserta didik proaktif dalam mengemukakan pendapat
4
dan pertanyaan
5 Proaktif
Jika peserta didik cukup proaktif dalam mengemukakan
3
pendapat dan pertanyaan
Jika peserta didik kurang proaktif dalam mengemukakan
2
pendapat dan pertanyaan
Aspek yang
No. Skor Penjabaran
dinilai
Jika peserta didik tidak proaktif dalam mengemukakan
1
pendapat dan pertanyaan
B. Instrumen Penilaian Keterampilan
Hari/Tanggal :
KD : Mengolah dan menganalisis perbandingan proses
pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi
antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan
hubungannya dengan sifat fisik materi.
Metode : Diskusi
Kegiatan yang Diamati
Terlibat dalam Melaksanakan Aktif
Nama Peserta
No Diskusi Pemecahan Diskusi sesuai dalam Nilai
didik
Masalah Prosedur Presentasi
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak