Anda di halaman 1dari 2

Pertukaran Pelajar Dalam Negeri Tambah Wawasan Nusantara Mahasiswa

Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU 18/02/2016 Berita Kampus Leave a comment 306 Views

Oleh: Dewi Annisa Putri

Empat orang mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi baru selesai mengikuti program Pertukaran
Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) di UNPAD dan UNHAS, Selasa (16/2) di ruang Sidang FISIP. |
Dewi Annisa Putri

Empat orang mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi baru selesai mengikuti program Pertukaran
Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) dari UNPAD dan UNHAS, Selasa (16/2) di ruang Sidang FISIP. |
Dewi Annisa Putri

USU, suarausu.co — Mahasiswa sebaiknya lebih memilih mengikuti program pertukaran pelajar dalam
negeri daripada luar negeri. Hal ini karena program ini akan menambah wawasan nusantara mahasiswa
mengenai budaya di Indonesia. “Kita harusnya lebih antusias dengan budaya sendiri (Indonesia-red)
daripada budaya luar negeri,” ujar Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik (FISIP) 2013 Alfi
Rahmat Faisal, salah satu peserta Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) 2015 di
ruang sidang FISIP, Selasa (16/2).

Alfi mengatakan dengan menjadi delegasi di universitas lain mahasiswa bisa sekaligus mempelajari
budaya daerah tersebut. Alfi sendiri merupakan delegasi dari Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, yang
baru pulang dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. Ia ceritakan saat mengikuti program
tersebut, ia tak hanya berbaur di lingkungan kampus, tapi juga dengan masyarakat. Sehingga Alfi jadi
tahu adat istiadat berbagai suku di Makassar, misalnya pennduduk suku Toraja yang meninggal harus
menyembelih kerbau sebelum dikuburkan.

Bagus Prakasa, Mahasiswa FISIP 2012 yang juga menjadi delegasi di UNHAS mengamini hal tersebut.
“Boro-boro kita ke luar negeri, tapi kondisi di Indonesia saja kita belum tahu,” ujarnya. Ia jelaskan ketika
para delegasi bersosialisasi dengan masyarakat, akan terjadi pertukaran budaya. Misalnya ia sendiri jadi
paham budaya Sulawesi Selatan, dan masyarakat juga banyak bertanya mengenai budaya di Sumatera
Utara kepadanya.

Menanggapi hal ini, Fachrowi Siregar, Mahasiswa Fakultas Teknik 2014 sepakat sebab menurutnya masih
banyak budaya di Indonesia yang harus dilestarikan dan dicintai oleh masyarakat. Namun, ia katakan
pertukaran pelajar ke luar negeri juga bermanfaat karena ilmu dan budaya asing juga berguna untuk
dibandingkan dan diaplikasikan di Indonesia. Misalnya, dari cara belajar mahasiswa asing yang lebih
disiplin. “Karena ketinggalan kita parah sekali, apalagi USU,” pungkasnya.