Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN UKP

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) EKSASERBASI AKUT

S:

Pasien laki laki, 55 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Keluhan dirasakan sejak 1 hari SMRS.
Sesak yang dirasakan semakin lama semakin memberat. Sesak muncul setiap saat dan mengganggu
aktivitas. Keluhan muncul tiba tiba dan perlahan semakin memburuk. Sebelumnya pasien mengalami
batuk pilek sudah 3 hari terakhir dan keluhan sesak muncul kemudian hari. Keluhan disertai batuk
berdahak berwarna putih. Demam disangkal, batuk lama disangkal, bengkak disangkal, nyeri dada
disangkal. BAB dan BAK normal, mual muntah disangkal

- Pasien sebelumnya sudah memiliki keluhan serupa 1 tahun terakhir dan sudah pernah dirwat 1
kali dirumah sakit.

- Riw keluhan serupa : (+)

- Riw alergi/atopi : disangkal

- Riw perokok aktif/pasif : pasien adalah perorok aktif dan pasif sejak pasien sekolah SMA

- Riw MRS dengan diagnosis PPOK

- Pasien tidak memiliki riwayat alergi baik obat maupun makanan.

O:

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Compos Mentis

Tekanan darah : 130/90 mmHg

Nadi : 112x/ menit, reguler kuat

Nafas : 26x/ menit SpO2 94% dengan O2 4lpm menjadi 98%

Suhu : 36.6º C

BB : 56 kg

TB : 175 cm

Kepala : Anemis (-), Ikterik (-), Sianosis (-), Edema (-)

Paru :

Inspeksi : Simetris Sinistra (S) = Dextra (D) tampak retraksi intercostal


Palpasi : fremitus S =D.

Perkusi : sonor S = D.

Auskultasi : SDV + I + Rh - I - Wh + I + crackles +/-

Jantung :

Inspeksi: Iktus tidak terlihat.

Palpasi : Iktus teraba Intercostal Space (ICS) V Midclavicular Line (MCL)S

Perkusi : Batas kanan atas : ICS II Parasternal Line D.

Batas kiri atas : ICS II Parasternal Line S.

Batas kanan bawah : ICS IV Parasternal Line D

Batas kiri : ICS V MCL S

Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen :

Inspeksi: Perut tampak datar

Auskultasi : Bising usus (+) Normal

Palpasi : supel, Bising usus (+) Normal, Nyeri tekan (+)

Perkusi : Timpani

Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik

foto thorax AP:

Tampak pelebaran sela sela iga

Cor dalam batas normal

Diagfragma tampak mendatar

Kesan : PPOK emfisematous

hasil lab

leukosit : 13.900

lain lain normal


A:

PPOK eksaserbasi akut

P:

- Cek DL, GDA, RFT, LFT

- Foto thorax

- IVFD NACl 0.9% 14 tpm

- O2 4lpm NK

- Nebul ventolin 1 respul / 8 jam

- Nebul pulmicort 1 respul /8jam

- Inj ceftriaxone 2 x 1 gr

- Inj methylprednison 3 x 31.25 mg

- Inj ranitidin 2 x 50 mg

- Ambroxol 30 mg 3x1 tab

Abstrak:

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu penyakit yang memilki beban kesehatan
tertinggi.World Health Organization (WHO) dalam Global Status of Non-communicable Diseases tahun
2010 mengkategorikan PPOK ke dalam empat besar penyakit tidak menular yang memiliki angka
kematian yang tinggi setelah penyakit kardiovaskular, keganasan dan diabetes. GOLD Report 2014
menjelaskan bahwa biaya untuk kesehatan yang diakibatkan PPOK adalah 56% dari total biaya yang
harus dibayar untuk penyakit respirasi. Biaya yang paling tinggi adalah diakibatkan kejadian eksaserbasi
dari penyakit ini. Kematian menjadi beban sosial yang paling buruk yang diakibatkan oleh PPOK, namun
diperlukan parameter yang bersifat konsisten untuk mengukur beban sosial. Parameter yang dapat
digunakan adalah Disability-Adjusted Life Year (DALY), yaitu hasil dari penjumlahan antara Years of Life
Lost (YLL) dan Years Lived with Disability (YLD). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, diperkirakan
pada tahun 2030, PPOK akan menempati peringkat ketujuh, dimana sebelumnya pada tahun 1990
penyakit ini menempati urutan keduabelas.