Anda di halaman 1dari 8

Rekayasa ide

KIMIA UMUM

“Pencegahan Korosi Besi”

DosenPengampu:

DEWI SAFRIANI S.Pd, M.Pd

DisusunOleh:

NAMA : FITRA AGUNG FADILLAH


NIM : 4183311058
KELAS : MATEMATIKA DIK B 2018

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kita rahmatkesehatan dan kesempatan, sehingga bisa menyusun atau
menyelesaikan penyusunan makalah Kimia umum yang berjudul Rekayasa Ide
“Pencegahan Korosi pada Besi atau Baja”.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dewi Syafriani S.Pd,
M.Pd yang telah membimbing penulis dan pihak-pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini penulis yakini bahwa jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak
retak”, baik isi maupun penyusunnya.Penulis juga mengharapkan kritik dan saran
yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih, semoga dapat bermanfaat
dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan , November 2018

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks
antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan
senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.Dalam bahasa sehari-hari, korosi
disebut perkaratan.Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
(udara) mengalami reduksi.Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau
karbonat.Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang
berwarna coklat-merah.
Korosi dapat terjadi karena adanya reaksi antara logam dan zat-zat
disekitarnya.Pada karatan, karatan ini dapat terjadi karena udara yang lembab
(oksigen dan air) mengorosi (bereaksi) terhadap besi sehingga muncul zat baru
yaitu zat padat berwarna coklat kemerahan.
Untuk peristiwa korosi itu sendiri merupakan proses elektrokimia yaitu
proses (perubahan/reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik. Bagian
tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif anoda)
sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif katoda).
Elektron mengalir dari anoda ke katoda sehingga terjadilah peristiwa korosi.

1.2Rumusan Masalah
Bagaimana cara atau tips pencegahan korosi pada besi atau baja ?

1.3 Tujuan
1. Menghindarkan besi atau baja tersebut dari yang namanya korosi
atau perkaratan.
2. Menjaga mutu atau kualitas pada besi atau baja tersebut.

BAB II

ALTERNATIF YANG SUDAH ADA

Pencegahan korosi didasarkan pada dua prinsip berikut :


– Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air
Korosi besi memerlukan oksigen dan air.Bila salah satu tidak ada, maka
peristiwa korosi tidak dapat terjadi. Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi
dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg
dan krom). Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga)
sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah. Timah
atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi.
– Perlindungan katoda (pengorbanan anoda)
Besi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif
akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda. Di sini, besi
berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen. Logam lain berperan
sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi. Dalam hal ini besi, sebagai
katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan). Besi akan
aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada / belum habis. Untuk
perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan
logam magnesium, Mg.Logam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti.

– Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat, misalnya besi
dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr,
9%Ni).
BAB III
IDE BARU

CARA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN KOROSI


ATAUPERKARATAN PADA BESI ATAU BAJA

Cara-Cara Pencegahan Korosi

Korosi menimbulkan banyak kerugian Karena menguraikan umur berbagai


barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.Sebenarnya korosi dapat
dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel).akan
tetapi, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Kita ketahui bahwa korosi besi memerlukan oksigen dan air.Kemudian, kita
ketahui pula bahwa berbagai jenis logam dapat melindungi besi terhadap korosi.
Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada
dua sifat tersebut, yaitu:
1. Mengecat

Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat.Cat menghindarkan kontak besi


dengan udara dan air.
2. Melumuri dengan oli dan gemuk
Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin.Oli dan gemuk
mencegah kontak besi dengan air.
3. Dibalut dengan plastic
Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut
denganpelastik.Pelastik mencegah kontak besi dengan udara dan air.
4. Tin plating (pelapisan dengan timah)
Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah.
Pelapisandilakukan secara elektrolisis, yang disebut electroplating. timah
tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami
korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen (udara) dan air. Akan tetapi,
lapisan timah hanya melindungi besi
selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang
rusak,misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi.
Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negativ dari pada timah (E ᵒ Fe
= -0,44 volt; Eᵒ Sn = - 0,14 volt). Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah
akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Denagan
demikian, timah mendorong korosi besi.Akan tetapi, hal itu justru yang
diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
5. Cromium plating (pelapisan dengan kromium)
Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi
lapisanpelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Chromium
platingjuga dilakukan dengan elektrolisis.Sama seperti zink, kromium dapat
memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
6. Zink Plating
Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah.Kedua
logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi)
sehingga besi terlindung dari korosi.Pasivasi adalah pembentukan lapisan film
permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga
dapat mencegah korosi lebih lanjut.
Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir), tetapi seng
tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah, melainkan
berkorban demi besi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi, seperti dapat
dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya:
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e- Eᵒ= -0,44 V
Fe(s) → Fe2+(g)+ 2e- Eᵒ= -0,76 V
Oleh karena itu, seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Jika
pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan
normal (tanpa seng). Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan
korosi.Baja stainless steel terdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah
kecil krom dan nikel.Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang
mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak
terkorosi.
7. Proteksi Katodik
Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk
mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah, seperti pipa ledeng, pipa
pertamina, dan tanki penyimpan BBM.Logam reaktif seperti magnesium
dihubungkan dengan pipa besi. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang
lebih reaktif dari besi, Mg akan teroksidasi terlebih dahulu. Jika semua logam Mg
sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi.

Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut :

Anode : 2Mg(s) → 2Mg2+(aq) + 4e-

Katode : O2(g) + 2H2O(l) + 4e- → 4OH-

Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O → 2Mg(OH)2 (s)

Oleh sebab itu, logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru
dan selaludiperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi
hidroksidanya.
8. Penambahan Inhibitor
Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan
korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi.
Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya,
yaitu inhibitor anodik, inhibitor katodik, inhibitor campuran, dan inhibitor
teradsorpsi :
a. Inhibitor Anodik

Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi


dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh
inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan
senyawa molibdat.
b. Inhibitor Katodik

Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi


dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik,
misalnya penangkapan gas oksigen (oxygen scavenger) atau
pengikatan ion-ion hidrogen. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin,
tannin, dan garam sulfit.
c. Inhibitor Campuran

Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat


proses di katodik dan anodik secara bersamaan. Pada umumnya
inhibitor komersial berfungsi ganda, yaitu sebagai inhibitor katodik
dan anodik.Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat, molibdat,
dan fosfat.

d. Inhibitor Teradsorpsi

Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat


mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara
membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. Contoh
jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1,3,5,7–tetraaza–
adamantane.
BAB VI

PENUTUP

4.1Kesimpulan
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara
suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-
senyawa yang tidak dikehendaki.Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut
perkaratan.Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Untuk mencegah agar korosi atau perkaratan itu tidak terjadi, hal yang
perlu dilakukan yaitu dengan cara mengecat, melumuri dengan oli dan gemuk,
dibalut plastik, pelapisan dengan timah, pelapisan dengan kromium, zink plating,
proteksi katodik dan dengan menambahkan inhibitor.
4.2 Saran
Saran dari kami jika anda yang ingin komponen rumahnya yang terbuat
dari logam terutama terbuat dari besi ada baja, seperti halnya pada pagar rumah
anda, supaya tetap awet dan terjaga keindahannya ada baiknya anda melakukan
hal-hal yang telah kami sampaikan sebelumnya.Hal yang sederhana untuk
menghindarkan besi dari korosi yaitu dengan mengecatnya.