Anda di halaman 1dari 11

TELAAH JURNAL

The Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation and Interactive


Guided Imagery As A Pain-Reducing Intervention in Advanced Cancer
Patients: A Multicentre Randomised Controlled Non-Pharmacological
Trial

Efektivitas Relaksasi Otot Progresif dan Interaktif Dipandu Citra


Sebagai Intervensi Meringankan Sakit pada Pasien Kanker Stadium
Lanjut: Sebuah Multisenter Acak Terkontrol Non-Farmakologis

STASE KDP (Keperawatan Dasar Profesi)

Nama: Risdia Astrid


NIM: 1911102412021

Dosen Pembimbing:
Ns. Ni Wayan Wiwin., M.Kep

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR
2019
FORMAT TELAAH JURNAL

I. DESKRIPSI UMUM :
No Item

1 Judul Jurnal ; The effectiveness of progressive muscle relaxation and


interactive guided imagery as a pain-reducing intervention in advanced
cancer patients: A multicentre randomised controlled non-pharmacological
trial

Efektivitas relaksasi otot progresif dan interaktif dipandu citra sebagai


intervensi meringankan sakit pada pasien kanker stadium lanjut: Sebuah
multisenter acak terkontrol non-farmakologis

2 Penulis Jurnal ; Giulia De Paolisa, Alessia Naccaratob, Filomena Cibellic,


Andrea D'Aleted, Chiara Mastroiannie, Laura Surdoe, Giuseppe Casalee,
Caterina Magnanie

3 Nama Jurnal/dipublikasikan oleh ; Complementary Therapies in Clinical


Practice / Elsevier

https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2018.12.014
Terbit; 23 Desember 2018

4 Penelaah/review Jurnal ; Risdia Astrid

5 Sistematika penulisan ; IMRAD (Introduction, Method, Result, And,


Discussions)

6 Referensi Daftar Pustaka ; Vancouver Style (Menggunakan bullet angka)

Terdapat 75 referensi, terdiri dari rentang tahun 1991 -2014


II. DESKRIPSI CONTENT :

N Komponen Item Question to help " Telaah Jurnal"


o Jurnal
1 Pendahuluan 1. Apa Masalah Penelitian?

Pasien dengan kanker stadium lanjut dimana dimensi nyeri melibatkan


perpanjangan dari fisik ke psikologis, kognitif, emosional, dan spiritual.
Dampak lainnya yaitu mengarah pada kelangsungan hidup prognosis
yang buruk yang ditandai ketakutan dan kecmasan. Secara fisik
lainnya seperti kelemahan, mual, mengantuk, kurang nafsu makan dan
sesak napas
2. Seberapa besar masalah tersebut? (Prevalensi/insidensi masalah, ada
peningkatannya)

Pada jurnal, penulis tidak mencantumkan angka kejadian (prevalensi)


maupun insidensi terkait nyeri pada kanker stadium lanjut maupun
akibat jika tidak ditangani.
3. Dampak masalah jika tidak diatasi?

terjadi perpanjangan durasi nyeri bahkan skala nyeri yang akibat


lainnya berdampak pada gangguan fisik, psikologis, emosional, dan
spiritual
4. Bagaimana kesenjangan yang terjadi ? Bandingkan antara masalah
yang ada/kenyataan dengan
harapan/target?
Kesenjangan tentang penanganan nyeri kanker dengan relaksasi otot
progresif dan guide imagery. Kesenjangan telah ditutup dengan
dilakukannya penelitian untuk mengetahui tingkat efektifitas dari terapi
tersebut.
4. Berdasarkan masalah penelian, apa tujuan dan hipotesis yang
ditetapkan oleh peneliti

Tujuan utama dari penelitian adalah untuk membandingkan efek


relaksasi otot progresif dan intervensi interactive guided imagery
2 METHODE
1. 1. Desain penelitian apa yang digunakan? True experimental design
Desain
Peneliti mengntrol semua variabel diluar yang mempengaruhi jalannya
peneliti
eksperimen. Ciri utama true eksperimen adalah sampel yang digunakan
an
untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol, sampel diambil
secara acak (random)
Untuk Desain Eksperimen :
a. Apakah menggunakan kelompok kontrol untuk menentukan efektifitas
suatu intervensi?

Iya, peneliti menggunakan kelompok kontrol sebanyak 45 pasien


b. Apakah peneliti melakukan random alokasi (randomisasi)?

Ya, peneiti melakukan randomisasi tetapi jenis random tidak


disebutkan
c. jika peneliti melakukan randomisasi, bagaimana prosedurnya, apakah
dilakukan randomisasi
sederhana, blok, stratifikasi? Siapa yang melakukan randomisasi?
Tidak dijelaskan
d. Jika ternyata pada data dasar (base line) terdapat perbedaan
karakteristik/variabel perancu pada kedua kelompok, apakah peneliti
melakukan pengendalian pada uji statistik dengan stratifikasi atau
uji multivariate?
Tidak dijelaskan adanya variabel perancu maupun data yang menunjukkan
perbedaan karakteristik
e. Apakah peneliti melakukan masking atau penyamaran dalam
memberikan perlakuan pada responden (responden tidak menyadari
apakah sedang mendapatkan intervensi yang di uji
cobakan?
Pasien mengetahui aau menyadari akan dilakukan uji coba, hal ini
diketahui melalui adanya persetujuan tertulis
f. untuk menjamin kualitas pengukuran, apakah peneliti melakukan
blinding saat mengukur outcome? Blinding merupakan upaya agar
sampel atau peneliti tidak mengetahui kedalam kelompok mana
sampel dimasukkan (eksperimen atau kontrol ). Hal ini menunjukkan
upaya
peneliti meningkatkan validitas informasi.
Peneliti tidak ada menjelaskan blinding saat mengukur outcome (tidak
menjelaskan setiap sampel masuk ke dalam kelompok eksperimen atau
kelompok kontrol)

2. Populasi 1. Siapa populasi target dan populasi terjangkau ?


dan
Pasien kanker di Italian Hospital Group Hospice in Guidonia
Sampel
2. Siapa sampel penelitian ? Apa kriteria inklusi dan ekslusi sampel ?

Sampel: pasien kanker

Kriteria inklusi:

 Pasien masuk ke RS setidaknya 48 jam sebelumnya

 Usia > 18 tahun

 Di diagnosis kanker

 Subscore nyeri > 1 dalam 24 jam sebelum perkrutan menjadi


sampel

 Indeks skala kinerja Karnofsky ≥ 20

 Melakukan persetujuan tertulis

Kriteria inklusi

 Terdapat kondisi patologis sehingga mengganggu partisipasi

 Didiagnosis gangguan jiwa atau neurologis

 Menderita afasia

 Menerima perewatan nyeri 30 menit sebelum enrolment atau


intervensi (untuk menghindari gangguan guide imagery)
3. bagaimana metode sampling yang digunakan untuk memilih sampel dari
populasi target ?

Tidak dijelaskan metode sampling yang digunakan, peneliti hanya


menyebutkan bahwa sampel diambil secara random
4. berapa jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ? Metode atau
rumus apa yang
digunakan untuk menentukan jumlah sampel ?

jumlah sampel: ditentukan melalui tabel ukuran sampel

kelompok A (Intervensi): 46 pasien


kelompok B (kontrol): 45 pasien

3. 1. variabel apa saja yang diukur dalam penelitian ?


Pengukura
Relasasi otot progresif, guide imagery
n atau
2. Metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data ?
pengumpu
ESAS-r adalah alat multidimensi yang skor totalnya adalah jumlah dari
lan data
skor 10 NRS (dari 0; tanpa gejala, 10; gejala terburuk)
3. Alat ukur apa yang digunakan untuk mengumpulkan data ?

Alat ukur ESAS-r


4. bagaimana validitas dan realibilitas alat ukur/ instrumen yang
digunakan ? Apakah peneliti menguji validitas dan reliabilitas alat
ukur ? Jika dilakukan apa metode yang digunakan untuk
menguji validitas dan realibitas alat ukur dan bagaimana hasilnya ?
tidak ada penjelasan uji validitas dan reliabilitas pada jurnal
5. Siapa yang melakukan pengukuran atau pengumpulan data ? Apakah
dilakukan pelatihan khusus
untuk observer atau yang melakukan pengukuran ?
pengukuran dan pengumpulan data dilakukan oleh peneliti

4. Analisis 1. Uji statistik apa yang digunakan untuk menguji hipotesis atau
Data menganalisis data ?

ANOVA
2. untuk penelitian eksperimen apakah peneliti menggunakan metode
intention to treat atau on
treatment analysis?
Seluruh sampel mengikuti penelitian sampai selesai
a. Intention To Treat adalah menganalisis semua sampel yang mengikuti
penelitian, baik yang drop out, loss of follow up atau berhenti sebelum
penelitian selesai. Sampel yang drop out dianggap hasil
intervensi yang gagal.
b. on treatment analysis hanya menganalisis sampel yang mengikuti
penelitian sampai selesai saja,
sedangkan sampel drop out dianggap tidak mengikuti penelitian dan tidak
diikutkan dalam analisis.
3. Program atau Softhware statistik apa yang digunakan peneliti untuk
menganalisis data ?

Peneliti menggunakan software STATA v.13 (StataCorp. LP, College


Station, TX, USA)

3 HASIL
PENELITIAN
1. Alur 1. bagaimana alur (flow) penelitian yang menggambarkan responden yang
penelitian mengikuti penelitian
dan data Penelitian ini melibatkan 4 tahapan: T0, T1, T2, dan T3 (lihat diagram di
base line Gambar. 1 ).

sampai selesai, drop out dan loss of follow up?

2. Bagaimana karakteristik responden dan baseline data?

Telah dijelaskan pada kriteria inklusi dan eksklusi


3. Pada penelitian eksperimen apakah variabel perancu (counfounding
variabel) dalam data base
line tersebarseimbang pada setiap kelompok?jika tidak seimbang apa
dilakukan peneliti untuk membuat penelitian bebas dari pengaruh
variabel perancu?
Tidak ada variabel perancu
2. Hasil 1. Apa hasil utama dari penelitian? Jika peneliti melakukan uji hipotesis,
Peneliti apakah hipotesis penelitian terbukti atau tidak terbukti(bermakna atau
an tidak secara statistik)?apakah hasil penelitian
juga bermakna secara klinis?
Hasil:
Perbedaan intensitas nyeri (NRS di T3-NRS di T1) adalah 1,83 pada
kelompok A dan 0,55 pada kelompok B dan signifikan pada kedua
kelompok (p<0,0001). Rata-rata skor gejala total menurun sebesar 8,83
pada kelompokA dan sebesar 1,83 pada kelompok B. Perbedaan rata-rata
dalam gejala emosional subskala ESAS-r (kecemasan) adalah 2,93 pada
kelompok A (p<0,0001) dan 0,07 pada kelompok B (p>0,05).
Hasil uji coba menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif – guide
imagery dapat dianggap sebagai pembantu tambahan yang efektif
dalam menangani distress terkait nyeri pada pasien kanker terminal /
stadium lanjut.
2. Untuk penelitian eksperimn dengan variabel dependen kategorik,
apakah peneliti menjelaskan tentang nilai kpentingan klinis dari hasil
penelitian seperti number need to treat(NNT), relative risk
reduction(RRR) atau absolute risk reduction (ARR)
tidak menjelasakn

4 Diskusi 1. Bagaimana interprestasi peneliti terhadap hasil penelitian? Apakah


(discuss) peneliti membuat interprestasi yang rasional dan ilmiah tentang hal-hal
yang ditemukan dalam penelitian berdasarkan teori terkini? Catatan :
meskipun hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis, namun suatu
penelitian tetap berkualitas jika peneliti mampu menjelaskan rasional
secara ilmiah mengapa
hipotesisnya tidak terbukti.

Peneliti menjelaskan bahwa itervensi relaksasi otot progresif –guide


imagery memiliki keuntungan dengan dampak gejala yang bersamaan,
termasuk menekan psikologis (kecemasan, dan depresi).
Simulasi otak melalui guide imagery berpotensi untuk menginduksi
pelepasan rangasangan neurotransmiter, seperti serotonin dan peptida
opioid endogen yang diketahui memodulasi (memunculkan) nyeri.
2. Bagaimana peneliti membandingkan hasil penelitiannya dengan
penelitian-penelitian terdahulu
serta teori yang ada saat ini untuk menunjukkan adanya relevansi?

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kwekkeboom et.al, menunjukkan


bahwa relaksasi otot progresif dan guide imagery dalam menghilangkan
rasa sakit pada 26 pasien kanker yang dirawat di rumah sakit
3. Bagaimana peneliti menjelaskan makna dan relevansi hasil
penelitiannya dengan perkembangan
ilmu keperawatan/kesehatan serta terhadap pemecahan masalah?

Relaksasi otot progresif dan guide imagery menjadi terapi komplomenter


yang dapa diberikan pada semua tahap kanker, misalnya dapat membantu
pasien mengatasi efek kemoterai atau mengurangi gejala. Studi
melaporkan bahwa terapi komplomenter ini dapat ditawarkan kepada
pasien yang menerima perawatan paliatif, untuk mengintegrasikan
pendekatan paliatif multiprofesional.
5. Bagaiman nilai kepentingan (importancy)hasil penelitian?

Nilai kepentingan dari hasil penelitian adalah terapi komplomenter


tersebut dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi kecemasan, dan
dapat memberikan hubungan yang dekat antara pasien dan tim
perawatan melalui kepercayaan dari sifat etis yang berdampak
meningkatkan kualitas hidup pasien)
5. Bagaimana applicability hasil penelitian menurut peneliti?apakah hasil
penelitian dapat
diterapkan pada tatanan praktik keperawatan ditinjau dari aspek
fasilitas,pembiayaan, sumber daya manusia, dan aspek legal?
Peneliti tidak menjelaskan secara signifikan tentang penerapan terapi
komplomenter. Tetapi peneliti menjelasan bahwa terapi komplomenter
dapat di terapkan sebagai perawatan paliatif.
6. Apakah mungkin penelitian ini direplukasi pada setting praktik klinik
lainnya?

Iya memungkinkan, akan tetapi dengan kententuan klinik memiliki SOP


yang telah ditetapkan sebagai bahan rujukan untuk terapi. Dalam
penelitian ini, peneliti mengungkapkan bahwa intervensi relaksasi otot
progresif dan guide imagery terbukti efektif di Indonesia, yaitu dapat
mengurangi depresi dan kecemasan pada pasien kanker.
7. Apakah peneliti menjelaskan kekuatan dan kelemahan penelitian?
Apakah kelemahan ini tidak
menurunkan validitas hasil penelitian?

Keterbatasan utama peneliti adalah kesulitan dalam pengaturan perawatan


paliatif, yang ditandai dnegan pasien yang rapuh (lemah)
Format Telaah Jurnal Stase Keperawatan Dasar Profesi (KDP) by Ns. Enok Sureskiarti.,M.Kep