Anda di halaman 1dari 32
kimia farma PT. KIMIA FARMA (PERSERO), Tbk KAMUS KOMPETENSI PEGAWAI KIMIA FARMA DIVISI HUMAN CAPITAL 2018 LEMBAR PENGESAHAN DISETUJUI OLEH : ‘NAMA JABATAN ‘TANDA TANGAN ARIEF PRARAIEARTO DIREKTUR UMUM & HUMAN CAPITAL | Ak 4) KARDINAL FERRY GM HUMAN CAPITAL hard MANAJER CULTURE & ORGANIZATION INDAH SUCIARTI DEvEIDPRENT fs HASTUTI ASSAURI MANAJER TALENT MANAGEMENT BABI PENDAHULUAN 1.1 Umum Salah satu cara untuk membangun keunggulan kompetitif organisasi adalah melalui peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki komitmen tinggi pada perusahaan. Sumber daya manusia yang kompeten di perusahaan dapat terwujud apabila seluruh pegawai di perusahaan memahami bahwa suatu pekerjaan/jabatan membutuhkan sejumlah kompetensi tertentu, yang dirangkum di dalam profil kompetensi jabatan. Seorang pemangku jabatan harus menguasal, memiliki dan mengembangkan kompetensi pada tingkatan atau level tertentu sesuai dengan Profil Kompetensi Jabatan, agar ia dapat sukses dan berprestasi di perusahaan. Standar Kompetensi Jabatan merupakan persyaratan kompetensi yang harus dimiliki oleh pegawai di lingkungan perusahaan dalam melaksanakan tugas jabatannya. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan Profil Kompetensi ini meliputi 1. Sebagai panduan Profil Kompetensi Jabatan di setiap pekerjaan/jabatan yang ada di perusahaan, baik perusahaan induk, anak perusahaan, maupun unit/kelompok usaha terafiliasi. 2. Untuk mengukur / menilai tingkat kompetensi karyawan sebelum menduduki suatu posisi jabatan dalam kegiatan rekrutmen, pengembangan, pengangkatan, penempatan, dan promosi dalam suatu jabatan di lingkungan perusahaan. 3. Mengetahui gap kesenjangan kompetensi antara kompetensi saat ini dengan kompetensi jabatan target yang dapat digunakan sebagai dasar_pengembangan staf (Individual Development Plans) 1.3 Pengertian 1. Kompetensi merupakan sejumiah karakteristik, baik berupa bakat, motif, karakter, sikap, pengetahuan, keterampilan, atau perilaku, yang membuat seorang pegawai berhasil dalam pekerjaannya, dengan kata lain membedakan pegawai yang memiliki kinerja rata-rata (average performer) dengan pegawai yang memiliki kinerja unggul (best performer). 2. Nama Kompetensi adalah Menjelaskan nama-nama dari kompetensi , yaitu : Innovative, Customer First, Accountable-Responsible, Eco-friendly, Team Leadership, Developing others, ‘Communication, Planning-organizing, Nteworking, Analyze & Problem Solving, Business Acumen. 3. Definisi Kompetens! adalah Menjelaskan pengertian dari Kompetens! yang ada. 4, Tingkat Kemahiran adalah jenjang indikator perilaku, pengetahuan, dan kemahiran, yang ‘membedakan jenjang terendah sampai tertinggi disesuaikan dengan level jabatan. 5. Definisi Operasional adalah Menjelaskan pengertian dari masing-masing tingkat kemahiran tiap level kompetensi.. 6. Sistem Level adalah penilaian kompetensi yang terdiri dari beberapa level yang merupakan tingkat kemahiran atau keahlian yang harus ditampilkan dimana setiap level menyatakan standar perilaku dengan beberapa indikator perilaku yang harus dipenuhi dan pengukurannya hanya dinilai mencapai standar atau tidak. Level kompetensi terdiri dari 5 tingkatan sesuatu dengan jabatannya. BABII KOMPETENS! DAN PENGEMBANGAN KOMPETENS! 1. Kompetensi KIMIA FARMA dipilah ke dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu : Kompetensi Generik dan Kompetensi Bidang Kerja 2. Pengembangan Kompetensi Generik (Soft competency) dilakukan dengan menggunakan model kompetensi generik Spencer & Spencer, yang diadopsi-adaptasikan sesuai dengan kebutuhan organisasi, meliputi kompetensi pribadi, kompetensi kepemimpinan dan kompetensi bisnis. 3. Kamus Kompetensi Generik KIMIA FARMA terdiri di sebagai berikut a. Kompetensi Pribadi adalah kematangan pribadi yang dapat difungsikan untuk beriteraksi dan bekerja secara efektif dengan berbagai kalangan pelanggan (internal maupun external) sekalipun dalam situasi bisnis yang berubah-ubah dan penuh tantangan. 4 INNOVATIVE (IN) 4 CUSTOMER FIRST (CF) ‘ ACCOUNTABLE & RESPONSIBLE (AR) 4 ECO-FRIENDLY (EF) 11 dimensi kompetensi generik, b. Kompetensi Kepemimpinan adalah kumpulan kemampuan yang terbentuk dari hasrat mengelola pekerjaan/bisnis dan sumber daya kerja melalui aktivitas memimpin, mengkoordinasi, memotivasi, mempengaruhi, melatih dan mengembangkan dalam kerangka program yang terukur dan sesuai dengan misi organisasi, sehingga tercapai suatu pemanfaatan sumberdaya yang setinggi-tingginya. “TEAM LEADERSHIP (TL) ‘DEVELOPING OTHERS (DO) 4 COMMUNICATION (CM) ©. Kompetensi bisnis adalah kemapuan yang terbentuk dari hasrat_mengelola pekerjaan/bisnis melalui aktivitas pengelolaan target dan obyektf, peningkatan kualitas proses dan layanan, penggalangan jejaring kerja (network) serta pengasahan kualitas berfikir dan pemecahan masalah, sehingga tercipta suatu langkah yang optimis, realistis dan selaras dengan visi-misi organisasi. 4 PLANNING ORGANIZING (PO) NETWORKING (NW) 4 ANALYSIS & PROBLEM SOLVING (AP) BUSINESS ACUMEN (8A) 4. Untuk menyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis masa depan, sebagai akibat perubahan lingkungan eksternal, kondisi internal, serta arah pengembangan_bisnis Perusahaan sebagaimana diuraikan dibawah ini, maka diperlukan perubahan kebijakan pengelolaan SDM yang baru. Standar Kompetensi secara berkelanjutan akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai dinamika perubahan organisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. » sae ies SCE cag EME) rr} PELs s) BCE Ma enCre) oe one EEE OT ERE Sen ECU SPCC) Erne TWNOSY3d | EM an Prost Cie AE Ec) eee ECG Soret tee CeCe roy PIE am ESTE e ET Ty Pe a To TSS ay ese Fest] Beer BAB3 VIS! & MISI PT KIMIA FARMA, vist Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yang berkesinambungan. Misi 1. Melakukan aktivitas usaha di bidang-bidang industri kimia dan farmasi, perdagangan dan jaringan distribusi, ritel farmasi dan layanan kesehatan serta optimal 2. Mengelola perusahaan secara Good Corporate Governance dan operational excellence didukung oleh Sumber Daya Manusia profesional (SDM) profesional. 3. Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholder. |. INNOVATION Definisi : Kemampuan mengembangkan dan mengimplementasikan visi organisasi melalui BABIV KOMPETENS! PT. KIMIA FARMA aktivitas berpikir out of the box untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif, guna ‘menyelaraskan perubahan serta kontinuitas perbaikan proses kerja sehingga unit bisnisnya tetap fokus meski dalam situasi menekan. NO POsist TINGKAT KEMAHIRAN DEFINISI OPERASIONAL STAFF Idea Suggestion Hasrat di dalam diri yang diikuti tindakan untuk menghasilkan ide-ide smart & simple untuk diterapkan dalam pekerjaannya. SUPERVISOR Continuous Improvement Keinginan yang direalisasi dalam _tindakan menyeleksi Ideide smart & simple, serta ‘memastikan implementasinya di unit kerja sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan lebih cepat. Hal ini didorong oleh tuntutan ‘melakukan perbaikan selaras dengan strategi improvement dari unit kerja diatasnya. ASSISTANT. MANAGER Leading Improvement Dorongan untuk menggerakkan produksi ide-ide dalam rangka perbaikan sistem dan metode kerja secara kontinu di unitnya sehingga menjadi lebih efisien, lebih cepat, biaya lebih rendah, termasuk meningkatkan pelayanan kepada Pelanggan, serta menjaga agar tetap fokus pada tugasnya. Hal ini didukung oleh kemampuan merancang dan mengimplementasikan strategi improvement di unitnya MANAGER Leading Creative Climate Inisiatif mewujudkan unit kerja yang kreatif ramun selaras dengan kepentingan organisasi yang diwujudkan melalui aktivtas merancang dan mengimplementasikan strategi perubahan yang khas dan sudah menyentuh bottom line, ‘menyelaraskan perubahan dan kontinuitas untuk ‘meningkatkan layanan pelanggan, profesionalitas pengelolaan institusi, serta menjaga agar bisnis tetap fokus meski dalam situasi menekan. Menciptakan dan mewujudkan visi sebagai | organisas! inovatif dengan cara mengintegrasikan 5 | DIRECTOR Create image | seluruh potensi organisasi, melalui program nasional, prioritas, dan faktor lainnya, sehingga ‘mengangkat citra organisasi di masyarakat. MLCUSTOMER FIRST Definisi : Keinginan yang diikuti dengan tindakan proaktif melayani pelanggan dengan memposisikannya sebagai mitra, untuk memenuhi kebutuhannya sehingga dapat memberikan kepuasan maksimal di kedua pihak dan tercipta kelanggengan hubungan. NO TINGKAT Posist REMATHRAR DEFINISI OPERASIONAL ‘Alcif memberikan informast yang jelas tanpa diminta tentang produk dan jasa unit kepada ppelanggan internal/eksternal melalui prilaku 1 STAFF Well:informed pelayanan yang bersahabat dan wajar sesuai | tingkat kepentingan layanan yang dibutuhkan sehingga mendukung pemecahan masalah pelanggan, Mampu mengidentifikasi kebutuhan utama dan ‘masalah —pelanggan, untuk —_kemudian 2 | SUPERVISOR | Service Breakdown | mengaktualkan selalu informasi kemajuan projek ‘atau tahapan penyelesalan masalah mereka hingga masalah terselesaikan. | Itikad dan upaya (Sanggup) _memberikan | layanan lebih daripada yang diharapkan, diwujudkan lewat aktivitas_memperbaharui Pengetahuan tentang pelanggan, mengambil tanggung jawab pribadi dalam menyelesaikan masalah pelanggan, serta segera mengatasi masalah tanpa berkilah sehingga _memenuhi standar excellent unit. ASSISTANT MANAGER Service Excellent Keyakinan dan usaha untuk _menjadikan | elanggan sebagai (partner) prioritas, dengan | | rmengkalkulasi dampak layanan yang diberikan, Champions | mengidentiikasi_ kebutuhan tersirat dari eee Customer Focus | pelanggan dan menempatkannya sebagai (partner) mitra terpercaya, sehingga pelanggan merrasakan kepuasan dan membina hubungan Jangka panjang Kepercayaan diri untuk menciptakan tren kebutuhan pelanggan dan mampu membaca arah pasar di masa datang melalui prilaku 5 | omecron | Sisomer & Market | dengan menciptakan produk ate jes baru yang dibutuhkan pelanggan, membuat kebijakan strategis untuk memaksimalkan dampak tawaran produk dan jasa trsebut terhadap organisasi. Ill, ACCOUNTABLE & RESPONSIBLE Definisi : Bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, “bersatunya kata dengan perbuatan”. Mengkormunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain. NO TINGKAT Posisi Mencia DEFINISI OPERASIONAL Mengenall perllaku sesual kode etik dan mulai rmengikuti kode etik profesi dan perusahaan dan ‘menampitkan sifat jujur dalam menggunakan dan * STA Active fort | rrengeiola surnber daya di dalam lingkup | ‘atauotoritasnya, untuk memastikan bahwa apa yang dliiakukan itu tidak melanggar kode ‘Memastikan seluruh personil yang ada di unitnya | berperilaku sesual kode etik dan menampilkan sifat | Beeeeeoe Ensure | jujur dalam menggunakan dan mengelol sumber | daya di dalam lingkup otoritasnya | Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan |, | Assistant | states | keyakinan.Berbicara tentang ketidaketisan meskipun MANAGER | Commitment | hal itu akan menyakiti kolega atau teman dekat serta sikap jujur dalam berhubungan dengan pelanggan. Bertindak berdasarkan nila - nila (values) yang secara 4 | manager | Full’Supportto | terbuka akuntabel dan bertanggung jawab terhadap ‘organization konsekuensi jabatan dan menjadi Role Model | bagi yang lain Menjaga nilatnilai (values) organisasi dan berani | oiRecror Sacrificing | mengambil resiko terhadap segala keputusan yang diambil | | IV. ECO-FRIENDLY Definisi : Membangun sistem dan perilaku ramah lingkungan (reuse, recycle, rebuild) - hemat Pemakaian material alam, K3, keseimbangan-harmoni dg sekitar (sustainability), kelola komunitas, keseimbangan alam sekitar (gunakan perilaku: kepekaan, analisa dampak, ‘campaign/sosialisasi, edukasi, dll.) TINGKAT Posis! Aan DEFINISI OPERASIONAL | Sadar akan pentingnya menjage lingkungan untuk | keseimbangan alam dan tergerak untuk hemat | ee AWOTEORA-Ore | clam memakai material alam, menerapkan prinsip- prinsip K3 dalam pekerjaan sehari-har. | Secara aktif_menerangkan dan mengingatkan | orang-orang di sekitar untuk berperilaku ramah Share and | lingkungan,efisien dalam pemakaian material alam, | supervisor behavior | modification | Korsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip K3 di ‘nit kerjanya termasuk mengkondisikan reward- unishmentnya. Berinisiatif_melakukan analisis untung-rugi dan Penghitungan dampak dari setiap aktivitas terkait ‘cost. | P@Makaian material alam serta penyelenggaraan K3 assistant | (eet emmy |i_unit Kerjanya, Menladian.analsistersebut MANAGER ‘influence | S2086al penguat dalam meyakinkan berbagai pihak | sehingga hemat dalam memakai material alam, kronsisten dalam menerapkan K3, dan menjaga | keseimbangan dengan sekitar. os Sebagal pelopor perilaku ramah lingkungan sehingga | MANAGER entation | $2742 pihak mengikuti program dan prilaku ramah tetas lingkungan, Merciptakan dan mewujudkan misi sebaas Create vision to | OfBanisasi yang ramah lingkungan dengan cara | DIRECTOR | safe the world | Tembangun mulai dari membangun green building, | proses kerja yang efisien beserta Waste ‘Managemen, v. TEAM LEADERSHIP Definisi : Keinginan membangun kerja sama kondusif yang diwujudkan lewat aktivitas menggerakkan, mengelola, mengarahkan, menjai figur contoh (positive role-model), serta menangani konflik antar anggota sehingga dapat memastikan terpenuhinya tujuan organisasi dengan komitmen dan etos kerja yang tinggi. DEFINISI OPERASIONAL Hasrat_menjalin kolaborasi yang dinyatakan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan formal maupun informal di tim, —mengakomoda: Perasaan anggota lain, serta menyatakan rasa hhormat atas gagasan yang diajukan anggota lain demi tercapainya tujuan bersama Mempelopori aktivitas berbagi (sharing) agar anggota kelompok mendapatkan informasi & keahlian yang paling mutakhir, disamping turut terlibat dalam penetapan tujuan kelompok serta Pemecahan masalahnya sehingga memperlancar Beritikad membangun iklim kerja sama yang. terbuka, yang dimanifestasikan lewat aktivitas ‘mendukung dan menindaklanjuti keputusan bersama, menetapkan norma _kelompok, ‘mendorong anggota agar memberikan komitmen penuhnya untuk kelompok, sehingga tercipta kelompok yang efektif dalam memenuhi segenap Terdorong mewujudkan kinerja tertinggi di unitnya yang dituangkan melalui kegiatan menciptakan standar of excellent performance, memastikan bahwa setiap anggota memaharni aris besar dan iklim kerja yang dinarapkan, menjadi sosok panutan, meresolusi konflik lewat langkah konstruktif, dan bernegosiasi demi diperolehnya keuntungan bareama Memastikan bahwa seluruh lapisan di organisasi ‘membangun koalisi yang kuat untuk memenuhi visi-misi organisasl, dengan cara menetapkan dan mengkomunikasikan visi, melanggengkan antusiasme/semangat, serta memberi kepastian masa depan lewat kebijakan-kebljakan yang berpihak pada kepentingan bersama (jangka ae TINGKAT KEMAHIRAN STAFF Team Player SUPERVISOR Team Sharing encapaian tujuan organisasi. | ASSISTANT Performing & MANAGER Cohesion harapan organisasi. MANAGER | Team Leadership | Director | Building Coalition panjang). VI. DEVELOPING OTHERS Definisi : Hasrat dan upaya untuk memaksimalkan potensi anak buah dengan cara meningkatkan berbagai kompetensi untuk mencapai pengembangan diri setinggi-tingginya selaras dengan tujuan organisasi melalui program dan aktivitas yang terencana. Optimalisasi ‘akan mencakup aktivitas: memberi umpan bali, mendelegasikan, mengajarkan/melatih (coaching), perencanaan karir, studi perbandingan, serta cara-cara belajar ‘terkini' sehingga tercipta "room to grow” bagi diri dan organisasi No TINGKAT Ue! KEMAHIRAN- DEFINISI OPERASIONAL Kesediaan menampilkan sikap positif dengan cara memberikan Komentar/kritik membangun, harapan untuk selalu berkembang, serta Developing Self & | meyakinkan dirinya dan orang gar selalu others belajar demi meningkatkan kineria, sehingse | mempercepat terbentuknya atmosfer yang kondusif saat implementasi program-program pengembangan di unit kerianya. STAFF Kesiapan menjalankan delegasi secara tepat yang dicerminkan melalui aktivitas menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-langkah kerja, serta memperkenalkan berbagal cara kerja yang, paling efektf sehingga tercipta kemandirian kerja para bawahan. SUPERVISOR | Proper Delegation Keingintahuan dan_—kejelian dalam ‘mengidentifikasi peta potensi SDM di unitnya, untuk kemudian mencari cara pengembangan kelemahan, sistem umpan balik, serta model Potential Mapping | penilaian kompetensi dan performansi yang balk sehingge dapat mengalokasikan SDM secara tepat. Dengan demikian seorang dapat mencapai tujuan pengembangan yang realistis namun tetap ‘menantang sebagaimana harapan organisasi ASSISTANT MANAGER Hasrat mengkondisikan semangat untuk terus belajar dan memajukan karir (meski dalam kondisi gagal yang diaktualisasikan melalui kegiatan melontarkan kritik spesifik namun MANAGER | Corser Management | kanstruktif star prilaku dan performance, memberi kesempatan untuk belajar dari kesalahan, dan mendorong orang lain agar mengambil tanggung jawab pengembangan diri dan dan manajemen karir. Kejelian dan komitmen untuk menciptakan budaya pengembangan dalam memaksimalkan Developing potensi organisasi, yang diwujudkan lewat DIRECTOR Organizational | penciptaan visi, pembuatan kebljakan, proporsi talent budget, serta pengesahan sistem dan program yang aktual sehingga dapat menghasilkan kualitas SDM yang kompetitf di mata pesaing rd VIl. COMMUNICATION Definisi : Inisiatif dan kemampuan untuk mengajak, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka menerima atau mendukung keinginannya, untuk mendapatkan dampak (langsung/tidak langsung) mencakup: pemberian pengaruh, pengambilan keputusan, mengadaptasikan taktik berdiplomasi (politik/bisnis), ataupun bernegosiasi yang dibarengi niatan untuk mendapat kesepakatan (keuntungan mutual). NO TINGKAT Posisi ioaualaniee DEFINISI OPERASIONAL Keinginan dan kemampuan mempertegas aaa pendapat pribadi dengan menguraikan berbagai STAFF alasan, data, contoh Konkret, ataupun visualisasi Communication sehingga orang lain memahami informasi ataupun cara pandang yang disampatkan. Upaya mengadaptasikan pandangannya dengan | minat orang lain yang dilakukan dengan cara | mengambil beberapa tindakan untuk membujuk | SUPERVISOR | Impact & Influence | namun belum spesifik, memberikan dua atau | lebih argumentasi yang berbeda dalam diskusi atau presentasi, sehingga mulai_tercipta komuniasi dua arah. Inisiatif untuk memperhitungkan dampak dari komunikasi/pengaruh/ keputusan yang diberikan atas orang lain, yang diwujudkan dalam prilaku memprediksi efek dari tindakan di mata orang lain serta_mengantisipasi sehingga siap/antisipatif | menghadapi reaksi mereka. ASSISTANT, MANAGER | Coeulated Influence Proaktif menyesuaikan dan menarik minat orang lain secara dinaris melalui prilaku memodifikasi Presentasi atau diskusi, menggunakan referensi hii atau pihak ketiga, mengambil dua atau lebih tindakan untuk —membujuk yang sudah diadaptasikan dengan minat orang lain sehingga informasi/pengaruh/keputusannya disepakati Power of MANAGER, wee Communication Keandalan — memadukan —kealisi__politik (diplomatis) yang diwujudkan leat prilaku membangun dukungan ‘di balik layar’, memberi Strategic ‘atau menahan informasi untuk membuat efek DIRECTOR Influencing & | tertentu yang sengaja_dilakukankarena Communication | memahami underlying issues di organisasi, ‘ataupun memahami secara mendalam dinamika kelompok untuk mengarahkannya ke arah agenda spesifik ataupun keputusan yang strategis. VIILPLANNING ORGANIZING Definisi peningkatan mengimplementasikan strategi, kebijakan, dan program organisasi. Kemampuan memaksimalkan akuntabilitas, perbaikan terus menerus, output/hasil melalui Perencanaan serta pengorganisasi kerja Posisi ‘TINGKAT KEMAHIRAN DEFINISI OPERASIONAL STAFF ‘Manage work ‘standard Berkewajiban mencari tahu dan menjalankan secara konsisten prosedur kerja, peran, tugas, hharapan, serta tanggung jawab pribadi sehingga terpenuhi target kinerja individu. SUPERVISOR Work Management Berinisiatif merumuskan rencana kerja dan sistem pemantauan yang diwujudkan lewat aktivitas menuangkan sasaran/ target ‘operasional, menentukan prioritas, berkoordinasi untuk menentukan langkah- langkah sistematis, mendokumentasikan data dan kejadian yang membuka peluang perbaikan kontinu di kemudian hari, serta memantau kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit Untuk meninjau tingkat keberhasilan kerja unit ssebagaimana ukuran yang telah ditetapkan. ASSISTANT, MANAGER ‘Action Management Proaktif mengelola pekerjaan untuk lingkup kerja lebih luas dan bervariasi, melalui aktivitas mengeset target menantang dan realists, ‘membangun sistem monitoring progress, berkoordinas! lintas fungsi untuk merancang, tindakan yang tepat, dan pembuatan keputusan Yang efektif demi terciptanya akuntabilitas kerja yang tinggi di unitnya. MANAGER Strategic Planning Keyakinan mengeksekusi visi-misi,strategi dan kebijakan melalui aktivitas menyusun rencana terintegrasi, aktif berkoordinasilintas. department, mengembangkan sistem monitoring terpadu, pengelolaan informasi teraktual dan terpadu, memodifikasi eksekusi, serta membuat tukuran-ukuran keberhasilan baru, sehingga memberikan akuntabilitas kerja yang tinggi dan ‘output/hasil maksimal bagi perusahaan, 5] DIRECTOR Visioning Kemampuan merancang vist-misi, strategi dan kkebijakan yang dijadikan dasar bagi pengembangan sistem, mekanisme, pengelolaan informasi dan cara kerja yang diwarnai dobrakan-dobrakan baru, serta membuat ‘ukuran-ukuran keberhasilan baru, sehingga memberikan dampak terciptanya akuntabilit ‘tertinggi dan tercapainya output/hasil yang paling menguntungkan bagi organisasi. dan guna 1X, NETWORKING Definisi : Kemampuan menjelaskan, mengadvokasi, dan mengumpulkan fakta-fakta dan ide-ide dalam rangka meyakinkan atau bernegosiasi individu ataupun institusi, di lingkungan internal ‘maupun eksternal organisasi. Melibatkan juga ketrampilan mengembangkan dan memperluas iejaring kerja profesional dengan organisasi lain, seraya mengidentifikasi model koordinasi ‘yang tepat yang disinyalir menjanjikan dampak signifikan terhadap performa unit bisnis dan organisasi secara keseluruhan TINGKAT Posist ea DEFINIS! OPERASIONAL Keaktifan menjalin hubungan kerja dengan STAFF Networking _| pihak-pihak tertentu yang dapat dimanfaatkan Untuk mendukung kelancaran tugasnya Mendayagunakan hubungan yang ada sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang kelancaran tugas dan memberi dampak pada bisnis SUPERVISOR ‘Networking Keinginanmembina hubungan balk dengan kesadaran akan pentingnya hubungan jangka ASSISTANT Panjang yang diwujudkan lewat aktivitas MANAGER Networking | membina atau memelihare hubungan balk dengan kenalan atau pelanggan sehingga rmendukung kelancaran tugasnya. Hubungan kerja yang ada d-maintain secara personal (individual treatment) dengan | berorientasi bahwa dirinya merupakan ‘wakit dari perusahaan (company Image) sehingga MANAGER Partnershio | berusaha tetap membina hubungan reski dalam situasi konflik seraya mengidentifikasi warna politik yang disinyalir menjanjikan dampak signifikan terhadap performa unit, ‘Mengembangkan jaringan Kerja soma baru dengan pihak intern dan ekstern organisasi untuk ‘Strategic mendapatkan dukungan usaha /bisnis dan eeolecron) Networking bertukar —informasi, — mengadvokasi, dan bernegosiasi demi terciptanya bisnis yang lebih menjanitan, X. ANALYSIS & PROBLEM SOLVING Definisi : Hasrat dan kemampuan memecahkan permasalahan yang kompleks, melalui proses analisa menyeluruh untuk mendapatkan cara penyelesaian yang efektif, efisien, dan strategis sesuai dengan arah organisasi. NO TINGKAT Posisi ieee DEFINISI OPERASIONAL Kemampuan berpikir untuk — mendeteksi hhubungan masalah yang mendasar, dan mencari langkat-langkah pemecahan persoalan teknis ‘operasional (trouble shooting) sehingga dapat tetap memenuhi target individual dan kelompok yang telah ditetapkan a STAFF Trouble Shooting Kemampuan —_mengidentifikasi_ —beberapa hubungan sebab-akibat atas suatu masalah, Problem yang kemudian membuatnya mampu_melihat Identification | prioritas dari langkah dan upaya penyelesai sehingga berdampak pada _terselesaikannya masalah secara efektif dan efisien, 2 | SUPERVISOR Kemanpion meklan” sais yng 6h kompleks (multi-dimensi), yang diwujudkan tusk atifas mentah ap aspen rune eran memonfrtton berg ei 3 | ASST | pbiem hing | tras, art merges! eeberpe alternatif solusi sehingga berdampak langsung pada unit kerjanya (masalah tidak muncul lagi dalam 6 bulan - 1 tahun ke depan), dan tidak inn rade next poe Kemampuan mengoranstr masala ar uit dan ambigu yang diwujudkan melalui aktivitas: mengintegrasikan seluruh issue —_penting {termasuk yang saling berlawanan), dengan imreniskan “perdesan yng "éert, Sanne dapat mencaton cra pandag a dio movil sus mesh con beret Wah av seats on” beam ows | retort. 4 | MANAGER | Strategic Thinking | Kemampuan mengantisipasi masalah di masa datang secara komprehensif, melalui aktivitas: ‘menganalisa peluang dan kendala organisasi ‘menuju sukses, merumuskan solusisolusi yang optimis namun jelas, terukur dan dapat 5 | DIRECTOR Futuristic diwujudkan (realists). Kemampuan ini juga | ‘menentukan sejauhmana seorang memanfaatkan kesempatan untuk menjadi strategic partner bagi corganisasi saat berkompetisi,mengantisipasi langkah menuju sukses, dan berkiprah nyata skala bisnis nasional maupun internasional. XI. BUSINESS ACUMEN Definisi : Kemampuan mengambil keputusan atau tindakan untuk tujuan bisnis yang dilandasi oleh tingkat kepekaan terhadap berbagai situasi aktual maupun tantangan masa datang yang dihadapi oleh perusahaan. NO POSis! TINGKAT KEMAHIRAN DEFINISI OPERASIONAL STAFF Bosic Business Understanding ‘Mengetahui kebutuhan next process serta dampak dari pekerjaannya terhadap next process, serta menyadari perilaku kerja yang menguntungkan dan merugikan —_bisnis. perusahaan, SUPERVISOR Business Contributor Memahami dan peka terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keuntungan atau kerugian pperusahaan, peran masing-masing fungsi dalam | organisasi dan sumbangannya _terhadap pencapaian tujuan perusahaan, sehingga dapat ‘menjelaskan seberapa besar pencapaian bisnis di unitnya. ASSISTANT MANAGER ‘Action-to-Business Strategy Linkage Memahami bahwa fungsifungsi_ dalam organisasi harus berintegrasi untuk mencapai ‘tujuan perusahaan, menjelaskan alasan langkah~ langkah yang diambil berdasarkan nilai tambah yang disumbangkan kepada _perusahaan, keberkaitannya dengan tujuan jangka panjang perusahaan serta dampak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan, MANAGER Business Perspective Mempertimbangkan faktor next process dan pesaing dalam mengkali angkah tindakan yang. diambil, memahami bahwa perubahan yang diprediksikan dapat mempengaruhi perusahaan | ‘dan membuat penyesuaian terhadap rencana yang dibuat. DIRECTOR Industry Environment Review Mengkaji dan menganalisa kondisilingkungan c’eksternal, ceperti perkembangan situaci politi, ‘ekonomi, persaingan usaha, perundang- undangan/peraturan dan teknologi di luar lingkungan bisnis yang digeluti oleh perusahaan ddan menganalisa pengaruhnya terhadap perusahaan, merancang ulang organisasi sehingga lebih sesuai dalam mencapaitujuan Jangka panjang perusahaan, termasuk memahami secara jelas bagaimana menempatkan perusahaan dalam persaingan usaha masa depan ssesuai dengan kondisilingkungan, pasar dan pesaing yang berubah. LEMBAR PENGESAHAN DISETUJUI OLEH NAMA JABATAN KARDINAL FERRY GM HUMAN CAPITAL MANAJER CULTURE & ORGANIZATION INDAH SUCIARTI REIRGpENT HASTUTI ASSAURI MANAJER TALENT MANAGEMENT @ TACOW AQNALIdNO) WWAYI WIN ~_ NOILAVOD SNIgTING | dIHSH3QVI WL NOIS3HOD ONY ONIWHOSU3d ‘ONIIVHS WAL AAV WSL IHS¥aqWaT WAL s ‘GIYOM 3HI34VS OL NOISIA aLVRUD NOUONaWWI0D3 AITO SDNGMNI ONY 143N38-1SO9 3ZATWNV NOLWO14IG3W YOLAVHa ONY 3EVHS: BW ONY 3UVIAV ONaNd 023 v NDHIOWS NUVZINYSWO OL Hogans ATI LNAWLININCD SalviS aunsna 40333 3ALDV iaisNodsay BTIVINNOIDV € ‘SONSUL LOVUVIN'S BBWOLSNO / snoos ssnoisro sNoiawero INSTIDNS SONS NMOanvaua 321A¥3S WYOINI-TIEM, suid NaWOISND z ____ SIN BWauD SUV AALAND ONIGWST ANaW3AO¥dWI ONIGVST N3W3AO'dWISNONNULNOD NoUsa59Ns vaal NOLWAONNI. ISNALAd NOX T14Oud MGIASY INSWWNOWIANS AWISHONT Nawnoy ssaNisna, w reap eee ce reg ee ae ‘Sustining __SNDINML DI9aLvuLS- NINOS WITEONd NINOS: W3T8OUd ® SISATYNY or SNDBONUAN 6 SNIZINVDYO SNINNYTA 8 NOLWOINAINWOD “£ x i YBHLO ONY 4135 ONIdOT3A3C €BHIO ONIdOTRA3G 9 ISNALEd NO TIOud {njejou ested ip fsusxed ynunjas ueyHsesBayURuow CD UeBuap Is wEAPNIAMAN. eb eui} 230819 {BOWNWIN WHINID “Ferou ay peius}01o@BuehesjeBo ueymvequed yen ay SA UOyRdON “UeySusU RIF Weep Ou so) deve ARB soup nnoe1 bupoe1 | xBOVNYW uauanorduy uypooy | w29NYW ANVISISSY uauasorduy snonunwo> | wosinaans 1p ayduns uep ews ap-ap)ehuveydesou ‘ehiay ueyequed “ehuueetiayed werep ueydeseup ymun seoed 0b “vows epy-2p) ueyyseyfusus yraun uexepUR AMP BueA Lp WEEP IP ee ng “ueyousw [senyis weTep Psour snyoy deja} eAustustg yun eBGuryes elroy sesord ueyrequed seyMupuoy eres ueyeqnied weyserejeduaut eunb ‘jeAoUl UEP JHeeD Spl-ept ueypseybueur ynjun xoq ap jo no AnpIdzeq seyANYP myejew IsesmreHs0 Ista ueyTsejuswe;duSueu wep ueySuequiehueu wendureuiey NOLLYAONNI'T pee dpe er ond TURP HAPaIMuesemey yedwep weyewisfewous ymun sevens verelgay Yenquiow ‘UeFBUERS UeYyMNG| spo Javeh mieq esef neve xnpoid ueyerdouew ueduap njeyid inejou Bueyep eseu yp sesed| 2y0/) piauoysry | YIOYNYINTHINIO equiow ndwew uep ueBuejed Ueymngey wen, UeRERduaK 9mUN yypUEEheaiode>| ‘Buefued eyBue{ veBungny eurquious uep uesenday ueyeseriaul onal wOVNVAL jad esuyas ‘eheriediay enyul (J9URed) WwBegas ehuueReduouaU! uep uDBbu0;2q Jaworsng suorduioy, Juep revsiey ueymingey jsexynuepuew ‘veyoRIP Buch ueuekE| eduep seymeysusUl a “emyoyd (Jouyed) je8eqas unbbunjed ueypefuaus ymun eyesn UMP UEUPFeADy! wf “yun su9pa>e9 sopunrs yruswous eBBUYes YeipH9q due yeeseU] 1evoW|sewfuow ese80s evs “veBBuejod YEesew UeyTesDIehuOW WEEP !pEqUE Genel BunzBue ucbau ‘wtfuoed Sun uenatied mimeo sara es Uopnn| are ete one cenen ee var sdusou jyy}wendeveuip Bush epeduep wjga} UeUeAR| ueyuequiou (dnBBueS) efedy UEP pean ueqesaassan yyeseu eB jou yereseu usesjotued uedeyer nee yofoid Uenfewny |seuuoju! meas UnyenayEBLaN] uOpyOR!G 7HI9S wosiayaans ‘etliveed ewan yejeseu Uap a orange wtp wend wine “uebumgny uebuebburyey e}d1o1e} ‘uep yeyrd enpey rp [eusyeur uesendey uexltequieur jedep ebburyes eAuueynyngey wnueureur ynyun ‘entur Tebeqas ehuuexistsodureur uebuep uebbuejed predrjour yyyeord uexepuy uebuep ynyp bued ueuburey LSuLi WAINOLSN) 2 TWemehiey yrunjas eq (epowy eu) vernued ypelveu smu) Ipebioy ueA ueBueduiAued seye any221I09 ueyepun pquretuoy IqORETG] RENT WeRUTSTT TG _amun ssesiuetvo requ ey veyseyvowsoydunue que i jsmnday ejefos depeysss onjso1 yqureSuou! ueieg ep jresjueBio (eanjen) ymmuigu eBoy] — HHP — | MBOVNY TYHINGO aliyoq weep sueredsuen wep TNPUCD IO aPOD UEyEE!OUA we] 2ueh eq japow pu petuaus Ep UErERE! UETESLOY eFOS: wonozob.0 BunsBueweg Ue PqeWNyE BINGIA EIDE BueA (saNVer) JIE JeNU UEWEFE PING YEPUEEG c12OdKNS Ans ae Ulvesnexepne Bueiter eseq:0— ueUTYeKay UEP Jey UeBUAP UERSSUOY BEA UeYEPUD WeYNE| ‘ue SBaejod veBvsy leBungnuieg wejep anfnf dey est Jexep vous) eye eB2poy IyyeAuoW Wee mH PY UNddyseuf jusUUNED so03s| YBDYNVW INVISISSY “ehuseyvow dnyfuy weep ip ekep saquins eojeBuaw Uep ueyeunsduoW weep ning 294 yydureusu uep ye apoy yensax myeyodsoq, Conga hey ‘ane apo seBuejou yep ny eyTAENP BUCA ede EMER UENASEUIOW! ymIUN“eAISEYHO Inyfuy wejep ip ekep sequins ejeBuaus vep UeyeUNgBuoW weep aniny reps uEqdUIeveLy —Luo/fy OY jep ueeyesniod uep #9j0x4 49 9pOH AMYBUOW Jojnu UEP ANE ePox yensas yeIUAd HeLa! ans suey yeyrd ueBuep ys Sued tsetsobou weyep undiyexes Sunsbuey uep m{nf ‘exnqz9} eredes ueeseied uep opt ‘pnsyxeur ueyiseymmuroybuey *,,uejenqied uebuep eyex eAumjeszoq,, ‘Urey Byey UeHueg “Tuy weyNyepour yNyuN js Bred weepeoey weep undnerem ‘qsejord yQe epoy e}ras isestuebi0 ueyelIqey wep repu-Tepu uebuap rensas uejstsuoy yepuyieg FIGISNOdSau 9 TIAVLNNODOW'€ _wowadeueyy ase e809 vase ‘Broun Bueh oy aso Bupyng wood unBuequibu up eu unBuequauese> wBuap | puon a2 2fs 01 uot 210019 | xaDYNYN TERNS ‘weBunquy yews BueA esielLo jetegas sy wexpntvaaus Yep uEyEaU0"y “ueBunspuy yeuses neue wep usesBOsd _yBuous yeyld enuias eTBuyes uedunyzuy yeures MjeyI9e sodojed jeeqas Repreaeue Cies. serene “seny9s ueBuop ueduequyesey eBefuou a ec owenyipow sonoyaq puo ss0ys| — osIAN34NS nun se.)98 1p Bues0-Buev0 ueyeBUBuaus UEP Ue ‘ue yestaourefeSuss weyepun HepUN due) sera ep ueiBeg eBeqes 9 ds werep © dsuuddisuud usr 2102 pup avomy avis “ SaaS maequsran 298% wep wee ueBuequiDsay ymun UeUnyau eBefvoU! ehuBuRued ueyE Epes ‘ep ueBunSuy eSefuaw ingasip Bush nyejiod sf ee in eae sud ueysesoudus Uep eWwI94 (TIP ‘iseynpe ‘tsestetsos/uHredureo ‘yedurep estyeue ‘weeyedey :nyepiied ueyeunb) reypjes weye uebuequirasoy ‘seyuNwoY eorey ‘(AyyIqeureisns) reynjes Hp rourrey-webuequrresoy ‘ey ‘ureye Teloyeur uerexeured yeuray - (prmaqer ‘efoAdaz ‘esnezx) ueHunxbury yeurer nyeytred uep wojsts unbueq ey, ATQNANLI-OO8 ‘b -{Buefued eBuef ewesiog ueBunuadsy eped yeuldiag Aue ueyegay-ueyetiaay ‘uedap exeus veaseday oquiow eos yeBueuas/owsesniueueyBuTBUEut Se ocnas conn ccans some nicerenns | CMInees eon Wh sy unduequiows fsesuedso yp ues}de| Ynanjas eRYeq YEAASEUIOW saremelomanec rsa pais amr dhcp a sjosaraus “ueinued yosospefueus “ueydeseup Buck E04 wp ep seq sueS weYeUsaus es rove denas emyeq ueqnsewiaw‘2ovouofied suapaoxa fo opuasueyewdouaws | “WHePOeTWORL | YROWNVN ‘ueyer30y mye; ueyBuennp BueA ehinin yp Rune esp weyprrwous BuoLops2), j9uou up JayR|e BueA YoUUDIPA BGO oauiojoy un ehunuad waunnuny weaquiau TEBE HoTBue BU0I ojs2409 Bowne Be Sunwvopieg INVISISSY -ysestuetio uenfnn usedeauod sesuepaduiaus e7Buyas eAuyejeseus veyersuiod ey9s ‘yeduojax uenim uedeyoued welep veces nina Suiduresip ‘aipeynus Suyed Buch ueyyeay | Suuoys wor], osmunans |seuu0ju1 uepedepuaw yoduoyay ewoRAue 1eBe (Bureys) (PeqH9g sxANDy Lodo}AdUIOM 7s27096)09 ul uaur yun YEN DHRU) “ibbuy bued eliey soje wep uwsuyTu0y uebuap tsesmebio wenlny eAuMUSdra) UeyNseutou yedep ebburyjes eoHbure repre yyuoY Tebuewsur ejias ‘(jopout-afor aaytsod) yoroo am6y rpefuewr ‘uexyereBueur ‘pjojebuew ‘weyperebSuew seyanye yemey weypninarp Hued pisnpuoy eurs efzoy unbuequiew ueurburey dIBSasaWaT WWAL'S awesad eyew jp yanaduioy Due was seareny STORET EVEN uey/seyduous yedep esBuyas enrye Buek wesBo.d vep ways ueyesaduaderias ‘afpnq tsiodo1d “ueyefigay ueyenquiad i, ueeydouad yen ueyprinwyp Buch “sesuedio ysu2i0d ‘ueyeuyeuiou ue}ep ueBuequiaduad ekepng weyexdpuaW ymuN UaUTUDy UEP UEyAfOy, ewe pagona] ONY MENS “uy uauiefevews ucyetesay uep sefeaq ymun veredwosey yequous ‘eouEULo}.ad uep nyepadseye yynnsuoy] suawaBOUDH 19.09 uzvNen ‘unweu yysods 4ntn uequeduojeU! ueyeday Ijejou UeNseSyeMDAEIpBUeA PES 11PUX a ae _wejep pfs2uu) suey weynfeusoU UEP Jefefaq snus yun eFuEWes wesypueyBUoU ELSE -yesuetso uedesey euewnedeqas Sucyueuoui dea, exeses Was wesexope2Uoul yedep eB8in4o: A suewuoyiod uep suerrduioy werewied] Burldoyyonueiog —fA3OVNVW INVISISSY| pou eos eq Ueduin weiss ‘ueyewsjoy uePUeQWIADUEM exe UeDUO UEPNUIDY 2ynqun‘eAuun p Was uaREd eed peAyRUePBUOLL WeleP Ue/f=y UEP LENyERUIBLIE ueyemeg ed ey uepueiny ip Bune jo} ed ek | sree aria mreiniounpa rain deve renin urgrinindanatun yarn nysenseuspieucep | somssavgméow | Yosianuns Lersptoou evant ryeout nya auek yao evens eojopueeuow uRdeoy ‘euet4 ams ee se ue ve eAaap weyunyetoureias Bvequsyieg nes yun TEAST IAT RTPCOTUERTATT| Hs/ehwoy veloqubu ei veDop sod des weyeueuouseeepesey “IsesmueBi0 Wep LIP 1Beq ,snor6 0} woor, eydroze; eBGuryos ruprz0}, xelejoq ereo-ereo vyr0s ‘weBurpuegzed iprys ‘s1Tex ueeureouered ‘(Guryoead) ynepeureyzefebueu ‘weytseBojopueur weg wedum equreur :seyanye drapeouew were tsestpeumdg “ewesusta} Buek seyanye wep wrexBord mrejeur isestueBr0 wen{y ueBuap sexeyas eAHGun-1bunas imp webuequrobued redeouour anu tsuejedwroy reBequeq wexyeyButuour exeo weBuap yenq yeue isusjod wexyeurtsyeurour ymyun eked uep yerse SUIHLO ONIAOTIAIA "9 (a aT ‘sBayens Sue uesminday undneve yyiseds epusde wopooyununey ‘pbupuenyfuy2bonons | WIOYNY TEINS ‘neqedasp efuuesmnday/yrueBusd/seuuoju e7Bu4as we} Buev0 uN neve enp taweSLMTueduap uex)sexcepe%p Yepns Bueh yninquIeUs MUN wBovwvnd -uanyfu paroinye) | YBOYNYHY ANVISISSY jaqeq yquiedusw ex ueduap | 2240nsi4 Bed wosiauaans ‘ueynyeyp Burk ule Sues0 yeujus UeBUap ekuUeBUEpued UENIEydepeBLaW ehedr, “ueyedusesip Buck Buepued exe> undneyeyseur9ju ue yeusees ‘wey 2ue10 eABuyes wesyensin undneye “iarUOY YoWUDD ‘exeP‘uesejeeBEq:aq | uonD2|UnWWNe> 1091) ‘ueyjenBuow veBvep jpequd yedepued sefeviecueus uendwewe wep veuBuiay avs ebunjunoy) ueyeyedosey yedepuour ynyum ueyetu tbuareqip Huek tsersobeuraq undneye ‘(stustq/yntod) tsewopdrpreq ye) ueyTseidepebuow ‘wesnyndoy wepqurebued ‘yrzebued werequred :dnyeouaut (Gunsbue xepn/Hunsbue?) yedurep ueyedepueur yryun ‘eAuueutbinsy Humypuew neye ewupreuour eyerour zeBe veniny ueBuap ‘urey Buero epeday wesoy Wequiour neve nynTebuedurour ‘weyunpeAaur ‘yefeSueur nyu wendureurey wep HEIST] NOLLWOINQINIAIOD *L Saori ABOYNWATWAINID “Teed ewsyew ysew/ndino wep B8un BueAefioy SeyIQE Nye UeALOWl9 unwuoyg 262,005 waovweny TRIO “ehuguin #8 Bueh ey seangeiunye ehverdorar oa wp sn42}2 Buek uesnandoy uetenquled uep ‘yedayBueA weyepun RUe>.esOu ym sBuny SEU A Sah seupiooyeg steifoxd BuouoU woiss unBueq.uoU‘snsHeO) Uep BuewUeUaLN Bie esenveus] WOBURN uoRDY | YIOVNYW ANVASISSY — vi) seunnye nyeyous1sewensog uep sen yiqay e224 dny8uyYmAUN WeeLO¥ed eYO;—BUeLL JRYeOLd ‘weyde.ayp Yeiay uawadouny om wosinuaans “npyypur ets9up y384e) 1ynuadiay ezBuyDs pequel qemel SundBue eu2s ‘uedeey ‘sem ‘ueiad esq anposoud uatssuoy e1eo95 ueyuejefuots UEP nije YEDuoN Lenemaqieg ‘Isesnrebxo urexBoxd wep ‘ueypliqoy ‘Barens wexseyrourydunBuour eun6 elrey IsesnreBroued eyes ueeurouered myefour Tseyindmno weyeyxSuntad wep ‘snroueur suey uexTequod ‘seypqe|uMyfE weyTeUNSAeuteUr wendureursy NOTIWZINYOUO % ONINNW1d ‘8 “weueTuour yap BueA Sung exUNIGDTA] bupvomay 2200s | wOVNWW WING tysioutog wow “ehuseBny vese>uejy Aunynpuaw eFBuyes UedFuejad neve UEeuay UeBLOP eq luedungny exeyjouous neve euquiow seynye ema} UeyprinmipSueAuslued exBuel] — urvomay | BOWNVIN LNVASISSY UeBungny ehuBunued ueye weepesey weBuep eq ueBUnNgny eUIquioW UEUFLIEH stung oped yedwiep quo usp seBns ueseuejy uryomon wosinsaans ‘Buetunuou yrqun ueyrngey ueBuep ensas epe Buek ueBungny VeyeundekepUoW, shusetn vereoueiy Sunynpusuyniun ueReEUeURP Jedop Suek mueen yeurd-feurd ueBuap efiey ueBUNGnY LyefUBK LEARY See ae Sant any Dafoe ty Ral To Ue “eLsay ueBunqny uyeluaus jI4e €1e295) weynmyesey ereses IsesTUeHIO wep sTUsTE| yun eunoyred depeyze; ueygmubis yedurep uext{uefueut wyedurstp ued ede) Bued tseurprooy [opour iseyMUEprHu9ut pAbros ‘ufey Isesnrebio weBusp feuoisejord elroy Hurrefel senpedurow wep wexSuequrebueur ueprdurenoy eBnl uemeqrayy ‘IsestzeBz0 feuzejsyo imdnew eure; ueHunySury tp ‘Isrysur undneye Nprarpur tseisoBerz9q neye weaunye Aout eySuerx wepep zept wep Zeyey uexTdumBueur wep ‘Wseyoapebuowr ‘weyseyofew wendureurey, ONDRIOMLIN *6 "EUORTeUST un OUD onsuniny wBovNWW TWH3N39 buryurs Boros own "{uevemeoq Suyes Sued ynseusio) Bunuod anss, yrunjs weyseBa\uPuow SENNA Jojejou ueypafomup BueA nBiquie uep yun Buek yeeseus ss}uesuOFUow uenduseWsoy, _x9u ueysBniew Yen uep ‘(uedep 24 unyed T - mounu yepn yereseu eueUupeAuelisy yun eped Bu ‘HtOF eu CHIANG RORTTOPBL aownvn wNvasissy| ae wosminans: lauek ‘yeyesews nyens seve 7 uedungny edesaqag renywop;2uous uendureut>y| ederogaq ueyseqyivap Bu: Pan Mele: Tanpoys ajqron} jevosered| unooys aqro1. aus. suyor uejosied ueyeoowod yoy yee] veruaundwey| Me>uoul uep‘sesepuou! BueA Ye[eseu uedungny syepuL AM TsEg LANCE esepUuT HUA yee WRUNG SIH UU TION TG jeesrreBxo ypre ueBuep renses sthoyens wep ‘uersye ‘Myoye Huek weresoyokued ereo weyyedepuour amu ynmyeAuaw esteue sasord mypyour ‘syorduuoy Sued weyepeseutred weyypoourour wendureuray wep yeISeH ONIATOS WI1COUd * SISKTYNY ‘01 “yeqnuag BueA Buesed ep sesed ‘ueBunBuy ipu0y ueBuap ens2s uedap esew eyesn naioy wuounuo,yursAusnpu) AGOYNYW TRIAD anmpadsing sx0usng wownvny 2boqur AB2ions ssousng-ovuowy | ¥IOYNYAINVISISSY gran paseuoung suey ese op Bunyan ene an ‘Haesedy oe yun veyBpea Ip susiq ueredeauad 20309 edesogas ueysejfuew ede seanquaue) ssousng wosinwaans yeot isjatnb apr yormaheanayremnipi giana ‘ueeypsniod susiq Ueynvew uep ueyBunaunsuaU ‘Bueh eia4 nyequod epehuow eps ssa70ud you depeysen Sapuorsiepun ssoursng 2509 Jehuuestuoyod ep xeduiep EUs se200ud 2xou ueymngey Inyer=2u0H| as ~ueeyesniad yeqo idepeyrp Bue Hueyep eseur ueSueyuey undneuw: eye sens reBeqiaq depeyia) ueeyodoy yeySuy yero sepuepp Sued stustq wenfny xRyUN uexepuH neye uesnyndex Tqawebuew uendurewsey NGIANOW SSANISNG “IT