Anda di halaman 1dari 2

BORDERLINE PERSONALITY DISORDER (BPD)

dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ


RSUD Tarakan Jakarta

 Borderline personality disorder (BPD) atau disebut juga Gangguan Kepribadian


Ambang (GKA) adalah suatu gangguan mental yang ditandai dengan adanya
ketidakstabilan fungsi, afek, suasana perasaan, relasi interpersonal, dan kadang
kala penilaian realita.

 BPD sering terjadi bersamaan (comorbid) dengan kondisi mental lainnya seperti
distimia, depresi, penyalahgunaan Napza dan juga gangguan psikotik.

 Sebagian besar orang dengan BPD (sekitar 70-75%) memiliki riwayat tindakan
melukai diri sendiri, dan upaya bunuh diri.

Gejala dan Tanda

 Gejala-gejala seseorang mengalami BPD biasanya mulai muncul sejak usia


remaja atau dewasa muda. Gejala yang muncul antara lain:

o Terganggunya pengalaman diri bahwa dirinya unik


o Adanya batasan diri yang buruk antara dirinya dan orang lain
o Pengaturan emosi yang buruk
o Kesulitan menenangkan dirinya secara adekuat, menyebabkan reaksi
emosi berlebihan hingga stres dan frustrasi
o Upaya-upaya maladaptif untuk menenangkan diri, ancaman bunuh diri,
menyakiti diri sendiri (self-harm), dan perilaku marah
o Sensasi diri yang tidak stabil, adanya kemampuan yang buruk untuk
mengarahkan diri sendiri dan gangguan mencapai target jangka pendek
yang bermakna dan memuaskan
o Ketidak stabilan yang nyata dari fungsi sehari-hari, afek, mood dan relasi
interpersonal, dan kadang penilaian realitas
o Gangguan empati dan intimasi
o Pola impulsivitas, pengambilan risiko, dan gambaran diri yang buruk poor
self-image

Diagnosis

Kriteria diagnosis berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and


Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) untuk BPD adalah:

1) Adanya pola yang pervasif dari ketidakstabilan relasi interpersonal, citra diri, dan
afek
2) Impulsivitas yang nyata berawal dari awal usia dewasa dan muncul dalam
konteks yang bervariasi yang ditandai minimal 5 dari gejala berikut ini:
- Usaha panik untuk menghindari pengabaian yang nyata maupun imajinasi: tidak
termasuk perilaku bunuh diri atau mutiasi diri yang tercakup pada kriteria 5
- Suatu pola relasi interpersonal yang tidak stabil atau intens ditandai dengan
idealisasi dan devaluasi ekstrim
- Adanya citra diri atau sensasi diri yang tidak stabil dan nyata serta terus menerus
- Impulsivitas pada sedikitnya dua area yang berpotensi mencederai diri sendri
(contoh: berbelanja, seks, penyalahgunaan zat, mengendarai kendaraan secara
ceroboh, makan berlebihan)
- Adanya perilaku, gestur, ancaman bunuh diri atau perilaku mutilasi diri
- Instabilitas afek akibat reaktivitas mood yang nyata (contoh: disforia episodik
yang intens, iritabilitas, atau ansietas biasanya berlangsung beberapa jam dan
jarang sekali selama beberapa hari
- Perasaan hampa yang kronik
- Kemarahan yang intens dan tidak sesuai, atau kesulitan mengendalikan amarah
(contoh sering menunjukkan kemarahan, marah tersu menerus, atau perkelahian
fisik berulang)
- Ide paranoid yang sifatnya sementara dan terkait stres, gejala disosiatif yang
berat

Tatalaksana

Sejarah menunjukkan bahwa terapi untuk orang dengan BPD terbilang sulit. Terapi
untuk BPD adalah sebagai berikut:

 Dialectic behavior therapy (DBT), sebuah modifikasi dari teknik CBT standar. Saat
ini merupakan satu-satunya terapi BPD yang didukung data,
 Untuk anak dan remaja dengan ciri-ciri BPD, intervensi berorientasi keluarga
menunjukkan manfaat yang lebih.
 Perawatan inap diperlukan bila ada perilaku bunuh atau mencederai diri.

Terapi farmakologik (menggunakan obat) mungkin diperlukan untuk impulsivitas,


instabilitas afek, dan psikosis.
- Antidepresan (SSRI)
- Antipsikotik dsis rendah
- Moodstabilizer
- Benzodiazepines

Anda mungkin juga menyukai