Anda di halaman 1dari 10

KEDARURATAN PADA CVA DAN

KASUS KEGAWATDRURATAN

UAS TAKE HOME

THEZA AYU WARDANI


P17212195039

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI MALANG
2019
46

SOAL A
KEDARURATAN CVA

PATHWAY CVA

Stroke Hemoragic Stroke Iskemik

Peningkatan adanya bekuan/sumbatan


tekanan sistemik pada pembuluh darah otak

Aneurisma Suplai darah ke jaringan otak


terganggu
Perdarahan arakhnoid
atau ventrikel Perfusi Jaringan Serebral
Tidak Adekuat
Hematoma Serebral Vasospasme arteri
serebral/saraf serebral Hemifer kiri
Herniasi serebral
Iscemic/ Infark Hemiparase/plegi kanan

Penurunan Penekanan sal. Defisit neurologi


kesadaran pernafasan
Hemisfer kanan
Pola Nafas
Tidak Efektif
Defisit Perawatan Gangguan Mobilitas
Area Groca diri fisik

Kerusakan fungsi Kerusakan Integritas


N. VII dan N.XII Kulit Kurang
Pengetahuan
Gangguan Komunikasi
Verbal

Resiko Aspirasi Resiko Trauma Resiko Jatuh

Stroke secara klasik dikarakteristikkan sebagai defisit neurologik yang


berhubungan dengan cedera fokal akut pada sistem saraf pusat (SSP) oleh sebab
vaskular, yang meliputi infark serebral, perdarahan intraserebral (PIS) dan
perdarahan subarakhnoid (PSA), dan merupakan penyebab utama kecacatan dan
kematian di seluruh dunia. Menurut definisi terbaru, stroke adalah suatu episode
47

disfungsi neurologik akut yang diduga disebabkan oleh iskemia atau perdarahan,
berlangsung >24 jam atau hingga meninggal, namun tanpa adanya bukti yang
cukup untuk diklasifikasikan sebagai salah satu dari yang tersebut diatas (Sacco,
2013).
Stroke disebabkan gangguan pada suplai darah otak, biasanya karena
pecahnya pembuluh darah atau sumbatan (National Stroke Association dan Stroke
Association, 2012 dalam Munir dkk, 2015)
Menurut Arya, (2011) dalam Tegar, (2017) berdasarkan etiologinya stroke
diklasifikasikan menjadi stroke hemoragic dan stroke iskemik.
1) Stroke Hemoragic
Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah otak,
sehingga menimbulkan perdarahan di otak. Stroke hemoragik biasanya
terjadi akibat kecelakaan yang mengalami benturan keras di kepala dan
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak.
Stroke hemoragik juga bisa terjadi karena tekanan darah yang
terlalu tinggi. Pecahnya pembuluh darah ini menyebabkan darah
menggenangi jaringan otak disekitar pembuluh darah yang menjadikan
suplai darah terganggu, maka fungsi dari otak juga menurun. Penyebab
lain dari stroke hemoragik yaitu adanya penyumbatan pada dinding
pembuluh darah yang rapuh (aneurisme), mudah menggelembung, dan
rawan pecah, yang umumnya terjadi pada usia lanjut atau karena factor
keturunan (Arya, 2011 dalam Tegar 2017)
Stroke hemoragik terdiri dari perdarahan intraserebral (PIS) dan
perdarahan subarakhnoid (PSA). Definisi stroke yang disebabkan PIS
adalah tanda klinis disfungsi neurologis yang berkembang cepat yang
berhubungan dengan pengumpulan darah fokal di dalam parenkim otak
atau sistem ventrikuler yang tidak disebabkan oleh trauma. Sedangkan
definisi stroke yang disebabkan PSA adalah disfungsi neurologik yang
berkembang cepat dan atau nyeri kepala oleh karena perdarahan pada
ruang subarakhnoid (ruang antara membran arakhnoid dan piamater pada
otak dan medulla spinalis), yang tidak disebabkan trauma (Sacco, 2013).
2) Stroke Iskemik
48

Stroke iskemik merupakan stroke yang terjadi akibat adanya


bekuan atau sumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat disebabkan
oleh tumpukan thrombus pada pembuluh darah otak, sehingga aliran darah
ke otak menjadi terhenti. Stroke iskemik merupakan sebagai kematian
jaringan otak karena pasokan darah yang tidak kuat dan bukan disebabkan
oleh perdarahan. Stroke iskemik biasanya disebabkan oleh tertutupnya
pembuluh darah otak akibat adanya penumpukan penimbunan lemak
(plak) dalam pembuluh darah besar (arteri karotis), pembuluh darah
sedang (arteri serebri), atau pembuluh darah kecil (Arya, 2011 dalam
Tegar, 2017).
Menurut (Arya, 2011 dalam Tegar, 2017) menyatakan bahwa
stroke iskemik secara pathogenesis dibagi menjadi:
a) Stroke trombolitik
Stroke iskemik yang disebabkan karena trombosis pada arteri
karotik interna secara langsung masuk ke arteri serebri madia.
b) Stroke embolik
Stroke iskemik yang disebabkan karena embolik yang pada
umumnya berasal dari jantung
49

SOAL B
KASUS DAN PEMBAHASAN

Kasus :
Seorang wanita umur 48 tahun menderita kanker serviks terminal dengan
metastase resisten terhadap tindakan kemoterapi dan radiasi diruang ICU
mengalami nyeri abdomen dan pinggang yang hebat dimana sudah tidak dapat
lagi diatasi dengan pemberian analgesik. Hal itu ditunjukkan dengan adanya
rintihan dan ketika istirahat nyeri bertambah hebat. Walaupun klien tampak bisa
tidur namun ia sering meminta diberikan obat analgesic. Kondisi klien semakkin
melemah dan mengalami sesak yang tersengal-sengal sehingga membutuhkan
oksigen, berdasar hasil diagnosa dokter klien hanya dapat bertahan beberapa hari
saja.
Melihat penderitaan pasien yang terlihat kesakitan dan mendengar
informasi dari dokter, keluarga memutuskan untuk memperccepat proses
kematian pasien melalui euthanasia pasif dengan pelepasan alat alat kedokteran
yaitu oksigen dan obat-obatan lain dengan keinginan agar dosis analgesic
ditambah. Dr Spesialis onkologi yang di telfon pada saat itu memberikan advice
dosis morfin yang rendah dan tidak bersedia menaikkan dosis dikarenakan
bertentangan dengan UU yang ada dan dapat memperburuk keadaan klien. Apa
yang seharusnyan dilakukan oleh anda sebagai perawat dinas pada saat itu yang
terus didesak oleh keluarga?

Pembahasan
Kasus diatas adalah salah satu contoh kasus dilema etik. Dalam dilema etik
tidak ada yang benar maupun salah, untuk membuat keputusan, seseorang harus
mempunyai pikiran yang rasionalis bukan emosional.
Kozier et. al (2004) menjelaskan kerangka pemecahan dilema etik sebagai
berikut :
1. Mengembangkan data dasar
2. Mengidentifikasi konflik
50

3. Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yang


direncanakan dan mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensi
tindakan tersebut
4. Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat
5. Mendefinisikan kewajiban perawat
6. Membuat keputusan

Dengan berpacu pada sumber diatas dalam menyusun kerangka pemecahan


masalah yaitu;
 Mengembangkan dasar melalui
- Menggali informasi yang lengkap kepada pihak yang terlibat yaitu
klien, keluarga klien, dokter dan perawat.
- Mengindentifikasi tindakan yang diusulkan; tidak menuruti keluarga
untuk melepas alat-alat yang terpasang di klien dan tidak menambah
dosis morphin
- Tujuan dari tindakan perawat; Agar tidak membahayakan diri klien
dan mematuhi peraturan yang ada
- Konsekuensi tindakan yang diusulkan; bila tidak menuruti keluarga
untuk melepas alat bantu dan tidak menambah dosis morphin, keluarga
klien akan menyalahkan perawat karena dianggap membiarkan klien
menderita dan tindakan yang ditakutkan perawat adalah keluarga akan
menuntut rumah sakit dan akan menyebabkan turunnya pendapatan
rumah sakit
 Mengidentifikasi konflik
Dalam kasus diatas dapat diketahui bahwa klien menderita kanker
serviks yang sudah mengalami metastase resistensi tehadap kemoterapi
dan tindakan radiasi. Keluarga meminta menambahkan dosis morphin
untuk mengurangi nyeri klien dan meminta untuk melepaskan alat- alat
yang terpasang di tubuh klien, termasuk oksigen. Konflik yang terjadi :
- Tidak memberikan oksigen dan penambahan dosis pemberian morphin
dapat mempercepat kematian klien yang berarti melanggar prinsip
etik Beneficience-Nonmaleficience
51

- Tidak memenuhi keinginan klien terkait dengan pelanggaran hak


klien yang dapat melanggar nilai autonomy.

Tindakan yang harus diambil perawat menurut saya adalah


- Tidak menuruti keinginan pasien tentang penambahan dosis obat
pengurang nyeri dan melepaskan oksigen dan aat-alat yg terpasang di
tubuh klien
Dengan konsekuensi
- Tidak mempercepat kematian klien
- Membiarkan klien meninggal dengan semestinya
- Tidak melanggar peraturan mengenai pemberian morfin karena yang
berhak untuk penambahan dosis secara legal adalah dokter. Namun hal
ini perlu didiskusikan dengan klien dan keluarganya mengenai efek
samping yang dapat ditimbulkan dari penambahan dosis tersebut.
Perawatmembantu klien dan keluarga klien dalam membuat keputusan
bagi dirinya. Perawat selalu mendampingi pasien dan terlibat langsung
dalam asuhan keperawatan yang dapat mengobservasi mengenai
respon nyeri, kontrol emosi dan mekanisme koping klien, mengajarkan
manajemen nyeri, sistem dukungan dari keluarga serta sistem berduka
keluarga dan lain-lain.
Seperti yang kita ketahui kewajiban seorang perawat adalah sebagai berikut;
 Memfasilitasi klien dalam manajemen nyeri yang sesuai
 Membantu proses adaptasi klien terhadap nyeri / meningkatkan ambang
nyeri
 Mengoptimalkan sistem dukungan keluarga untuk pasien
 Membantu klien untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha
Esa sesuai dengan keyakinannya
 Membantu Keluarga untuk menemukan mekanisme koping yang adaptif
terhadap masalah yang sedang dihadapi
 Memfasilitasi sistem berduka keluarga dengan memberikan support.
52

DAFTAR PUSTAKA

AHA/ASA. 2013. Guidelines for the early management of adults with ischemic
stroke. (Online), (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17431204,
diakses pada 16 Agustus 2019)

Antara, Agus. (2013). Tatalaksana Stroke Pra Rumah Sakit. (Online),


(http://rsud.karangasemkab.go.id/artikel/Tatalaksana_Stroke_Iskemik_Pre
_Hospital.pdf, diakses 15 Agustus 2019)

Hidayat, A.A.I. 2007. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah, edisi 2.
Jakarta:Salemba Medika

Hidayat, A.W. Hubungan Antara Kadar Hematokrit Dengan Derajat Keparahan


Stroke Iskemik Fase Akut Pada Pasien Di Unit Penyakit Syaraf RSUD Dr.
Mowardi. (Online),
(http://www.digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/33551/Hubungan-Antara-
Kadar-Hematokrit-Dengan-Derajat-Keparahan-Stroke-Iskemik-Fase-Akut-
Pada-Pasien-Di-Unit-Penyakit-Syaraf-Rsud-Dr-Mowardi, diakses 15
Agustus 2019)

Mubarak, Wahit et al. 2015. Standar Asuhan Keperawatan dan Prosedur Tetap
dalam Praktik Keperawatan: Konsep dan Aplikasi dalam Praktik Klinik.
Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian
Keperawatan, edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam, 2013. Konsep Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan.


Jakarta: Salemba Medika.
53

Pathfinder. 2016. Stroke. (Online),


(https://www.digilib.undip.ac.id/v2/2016/03/08/stroke/, diakses pada 27
September 2018).

Potter, P.A, &Perry, A.G. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep,
Proses dan Praktik, edisi 4,volume 2.Jakarta:EGC.

Polyclinic, Abidin, &Aceh. 2017. Hubungan Derajat Stroke Terhadap Status


Kognitif Pada Pasien Stroke Iskemik Di Poliklinik Saraf Rumah Sakit
Umum Daerah dr . Zainoel Abidin Banda Aceh. (Online).
( http://www.rp2u.unsyiah.ac.id/index.php/welcome/prosesDownload/121
12/4, diakses pada 12 November 2018)

Price, S.A., Wilson, L.M. 2012. Fisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit,
edisi 6, vol 2. Jakarta: EGC.

Riskesdas, 2013. Profil Kesehatan Indonesia, Data Dan Informasi Tahun 2013.
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan RI.

Republika. 2013. Perhatikan ini pada Penolongan Pertama pada Pasien Stroke.
(Online), (https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-
sehat/13/10/02/mu1uke-perhatikan-ini-pada-penolongan-pertama-pasien-
stroke, diakses pada 27 September 2018).

Roberta, C. 2016. Bab_1. (Online), (http://scholar.unand.ac.id/3595/2/BAB_1.pdf,


diakses pada 27 September 2018)

Sinambela, L.P. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Graha


Ilmu.

Setiadi. 2007. Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan, edisi pertama.


Yogyakarta:Graha Ilmu.

Setiadi. 2013. Konsep & Praktik Penulisan Riset Keperawatan, edisi 2.


Yogyakarta: Graha Ilmu.
54

Triasmara. 2015. Pahami Golden Period “Serangan Jantung dan Stroke”.


(Online),
(https://www.kompasiana.com/dr_wahyutriasmara/553009b26ea8347b108
b45ac/pahami-golden-periode-serangan-jantung-dan-stroke, diakses pada
29 September 2018)

Timviva. 2016. Ketahui Periode Penting Penanganan Stroke Sebelum Terlambat.


(Online), (https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/831033-
ketahui-periode-penting-penanganan-stroke-sebelum-terlambat, diakses
pada 15 Agusus 2019)

Utara. 2013. Tesis Akhir Spesialis dr. Chairil Amin Batubara M.Ked.Neu.Sp.S.,
(Online),
(http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/59051/Chapter%2
0II.pdf?sequence=4, diakses pada 15 Agustus 2019)

Wibowo, A. 2016. Stroke Hemoragik e . c Hipertensi Grade II., (Online),


(http://repository.lppm.unila.ac.id/2068/1/Zuryati-11-143.pdf, diakses pada
15 Agustus 2019)