Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI PANGAN

PERCOBAAN III

TEKNIK ISOLASI MIKROORGANISME

NAMA : Syarifah Nurhalima

NIM : K21116305

PROGRAM STUDI ILMU GIZI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat

yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat

berupa bakteri, khamir, kapang dan lain-lain. Populasi mikroba di lingkungan

sangat beranekaragam sehingga dalam mengisolai diperlukan beberapa tahap

penanaman sehinga berhasil diperoleh koloni tunggal (Nawir, dkk, 2012).

Pada umumnya mikroba yang hidup di alam terdapat dalam bentuk populasi

campuran. Sangat jarang mikroba di alam dijumpai sebagai spesies yang tunggal.

Dengan demikian, agar mikroba tersebut dapat diidentifikasikan, sehingga mudah

dipelajari sifat pertumbuhan, morfologis, dan fisiologis masing-masing mikroba

maka langkah pertama yang harus dilakukan yaitu spesies tersebut dipisahkan dari

organisme lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, kemudian ditumbuhkan

menjadi biakan murni yaitu suatu biakan yang terdiri dari sel-sel dari satu spesies

(Anindita, 2012).

Pertumbuhan mikroorganisme di alam dapat diketahui dengan pengambilan

mikroorganisme tersebut di alam yang kemudian ditumbuhkan di dalam suatu

medium buatan yang disebut dengan isolasi. Dalam mengisolasi mikroorganisme

baik mikroorganisme tanah air, dan udara harus memperhatikan faktor-faktor

yang dapat mempengaruhi proses isolasi tersebut (Sari, 2009).

Teknik isolasi mikroorganisme adalah suatu usaha untuk menumbuhkan


mikroba di luar dari lingkungan alamiahnya. Pemisahan mikroorganisme dari

lingkungannya ini bertujuan untuk memperoleh biakan bakteri yang sudah tidak

bercampur lagi denga bakteri lainnya dan ini disebut biakan murni (Nawir, dkk,

2012).

Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang

dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerlukan banyak ketelitian.

Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan

digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya mikroba lain

yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah

benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990).

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dilakukanlah praktikum ini untuk

mengetahui lebih lanjut mengenai uji teknik isolasi mikroorganisme.

B. Tujuan Praktikum

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui teknik isolasi mikroba.

C. Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan percobaan ini yaitu pada hari jumat 4 Mei 2018,

bertempat di Laboratorium Terpadu Biologi Dasar Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, Makassar.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Berbagai macam mikroorganisme dapat ditemukan di alam dalam populasi

yang heterogen. Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam

dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Prinsip dari isolasi mikroba

adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari

campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan

menumbuhkannya dalam media padat sel sel mikroba akan membentuk suatu

koloni sel yang tetap pada tempatnya. Jika sel-sel tersebut tertangkap oleh media

padat pada beberapa tempat yang terpisah,maka setiap sel atau kumpulan sel yang

hidup akan berkembang menjadi suatu koloni yang terpisah, sehingga

memudahkan pemisahan selanjutnya (Sari, 2009).

Bila digunakan media cair, sel-sel mikroba sulit dipisahkan secara individu

karenaterlalu kecil dan tidak tetap tinggal di tempatnya. Akan tetapi bila sel-sel itu

dipisahkan dengan cara pengenceran, kemudian ditumbuhkan dalam media padat

dan dibiarkan membentuk koloni, maka sel-sel tersebut selanjutnya dapat diisolasi

dalam tabung-tabungreaksi atau cawan petri-cawan petri yang terpisah (Sari,

2009).

Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar

dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita.

Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Sebagai contoh, sekali kita

bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapat
mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air, maupun udara

juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme (Pelczar, 1986).

Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat

ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini, atau

yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadi spsies yang

berbeda- beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Biakan murni in terdiri

dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk.

Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan

mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini

dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat, sel-sel mikroba

akan membentuk koloni sel yang tetap pada tempatnya (Anindita, 2012).

Dikenal beberapa cara atau metode untuk memperoleh biakan murni dari

suatu biakan campuran. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah

metode cawan gores dan metode cawan tuang. Yang didasarkan pada prinsip

pengenceran dengan maksud untuk memperoleh spesies individu. Dengan

anggapan bahwa setiap koloni dapat terpisah dari satu jenis sel yang dapat

diamati. Biakan murni diperlukan dalam berbagai metode mikrobiologis, antara

lain digunakan dalam mengidentifikasi mikroba. Untuk mengamati ciri-ciri

kultural morfologi, fisiologi dan serologi dibutuhkan mikroba dari satu spesies

(Anindita, 2012).

Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat

yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat

berupa bakteri, khamir, kapang dan lain-lain. Populasi mikroba di lingkungan


sangat beranekaragam sehingga dalam mengisolai diperlukan beberapa tahap

penanaman sehinga berhasil diperoleh koloni tunggal (Nawir, 2012).

Teknik isolasi mikroorganisme adalah suatu usaha untuk menumbuhkan

mikroba di luar dari lingkungan alamiahnya. Pemisahan mikroorganisme dari

lingkungannya ini bertujuan untuk memperoleh biakan bakteri yang sudah tidak

bercampur lagi denga bakteri lainnya dan ini disebut biakan murni (Nawir, 2012).

Untuk menegakkan diagnosis bakteriologis sebaiknya biakan bakteri berada

dalam keadaan murni atau tidak bercampur dengan bakteri-bakteri lain. Biakan

murni diperlukan untuk mempelajari cirri-ciri koloni, sifat-sifat biokimia,

morfologi, reaksi pengecatan, reaksi imunologi, dan kerentanan bakteri terhadap

zat antibakteri. Pada umunya biakan murni diperoleh dengan cara-cara berikut

(Irianto,2006):

a. Cara Penggoresan

Cara penggoresan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk

lempeng. Bila dilakukan dengan baik cara ini adalah yang paling praktis.

Setiap laboratorium memiliki cara atau metode pengerjaan yang berbeda-beda,

tetapi tujuannya adalah sama, yaitu untuk membuat garis sebanyak mungkin

pada permukaan lempeng medium biakan dengan ose atau jarum bahan

pemeriksaan yang terlepas pada garis-garis tersebut semakin lama semakin

sedikit, sehingga pada garis-garis terakhir koloni-kolono bakteri yang

terbentuk akan terpisah agak jauh. Sebelum dilakukan penanaman harus

diperhatikan agar permukaan lempeng medium pembiakan itu kering.


Tujuan utama dari penggoresan ini adalah untuk menghasilkan koloni-

koloni bakteri yang terpisah dengan baik dari suspensi sel yang pekat. Cara ini

lebih menguntungkan bila ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tapi

memerlukan ketrampilan yang diperolehdengan latihan. Penggoresan yang

sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah.Ada beberapa teknik

goresan, antara lain:

1. Goresan T

2. Goresan kuadran

3. Goresan radian

4. Goresan sinambung

b. Cara Tuang

Isolasi bakteri dengan cara tuang ini umumnya dilakukan untuk

menentukan perkiraan jumlah bakteri hidup dalam suatu cairan, misalnya air,

susu, kemis atau biakan bulyon. Hasilnya dinyatakan dalam jumlah koloni

yang berarti jumlah bakteri yang hidup dalam tiap milliliter cairan yang

diperiksa. Ketelitian dalam hal menghitung bakteri terdapat pada lempeng-

lempeng yang mengandung jumlah antara 30-300 koloni.

c. Cara Menanam dalam Medium Pembiakan Miring

Dalam hal medium pembiakan miring digunakan untuk mempelajari salah

satu sifat pertumbuhan, maka penanaman tidak digariskan berkelok-kelok

tetapi penanaman dilakukan dengan menarik garis dari dasar tabung lurus ke

atas.
d. Cara Pemeriksaan Pertumbuhan Bakteri

Cara pemeriksaan pertumbuhan bakteri dalam medium pembiakan adalah

dengan medium pembaiakan cair dan pada medium pembiakan padat.

Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada medium yang terdiri

dari bahan nutrient. Biasanya pemilihan medium yang dipakai bergantung kepada

banyak faktor seperti seperti apa jenis mikroorganisme yang akan ditumbuhkan.

Perbenihan untuk pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus

mengandung semua zat makanan yang diperlukan oleh organisme tersebut. Faktor

lain seperti PH, suhu, dan pendinginan harus dikendalikan dengan baik (Buckle,

2007).

Selain untuk tujuan diatas medium juga memiliki fungsi lain, seperti tempat

untuk mengisolasi, seleksi, evaluasi dan diferensiasi biakan yang didapatkan.

Agar tiap-tiap medium memilki karakteristik yang sesuai dengan tujuan sehingga

seringkali digunakan beberapa jenis zat tertentu yang mempunyai pengaruh

terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba (Suriawiria, 2005).

Beberapa indikasi pembiakan pada laboratorium mikrobiologi meliputi:

1. Pengasingan (isolasi) mikroba pada biakan bakteri

2. Menunjukan sifat khas mikroba.

3. Untuk menentukan jenis mikroba yang diisolasi dengan cara-cara tertentu.

4. Untuk mendapatkan bahan biakan yang cukup untuk membuat antigen dan

percobaan serologi lainnya.

5. Menentukan kepekaan kuman terhadap antibiotik.

6. Menghitung jumlah kuman


7. Mempertahankan biakan mikroba.
BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

1. Cawan petri

2. Ose bulat

3. Enkas

4. Bakteri Escheria coli

5. Media NA (Cair)

6. Media NA miring

7. Lampu spiritus

B. Prosedur Kerja

1. Tuang media NA cair pada cawan petri yang telah dilidah apikan kemudian

tutup cawan petri dan tunggu hingga media NA menjadi padat.

2. Kerik 1 ose kultur bakteri Escheria coli dan goreskan pada Media NA yang

ada di cawan petri.

3. Buat teknik penggoresan kuadran pada cawan petri.

4. Amati koloni yang tumbuh setelah diinkubasi terbalik selama ±24 jam.

5. Ulangi prosedur kerja dari tahap 2 untuk media NA miring. Pada Media NA

miring.. untuk media NA miring digoreskan secara zig zag pada permukaan

agar, goresan dimulai dari ujung tabung(bagan bawah) sampai akhir medium

(bagian atas).
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Hasil

Gambar 1. Koloni yang terbentuk pada media NA

Gambar 2. Koloni yang terbentuk pada media NA miring

B. Pembahasan

1. Isolasi Bakteri dari Kultur Murni

Dalam percobaan isolasi bakteri dari kultur murni ini, digunakan untuk

membedakan bentuk-bentuk koloni bakteri dengan menggunakan medium NA.


Medium NA ini berfungsi untuk membiakkan berbagai macam

mikroorganisme dan bakteri.

Pengisolasian Escherichia coli ini dilakukan dengan teknik penggoresan.

Teknik goresannya dilakukan dalam cawan petri dengan menggunakan jarum

ose yang sebelumnya dipanaskan pada api spiritus lalu dicelupkan pada alkohol

untuk mensterilisaskan jarumnya. Goresan diberikan sangat tipis sekali pada

permukaan atas medium dalam cawan petri dengan teknik kuadran.

Kekurangan dari teknik kuadran strik adalah memiliki teknik penanaman

dengan goresan yang tingkat kesulitannya tingggi karena membutuhkan

keahlian tersendiri dalam melakukan teknik ini. Sedangkan kelebihan dari

teknik kuadran strik yaitu memiliki pola goresan yang berbeda dari yang lain,

yaitu dibagi atas 4. Daerah 1 m/ goresan awal sehingga masih mengandung

banyak sel mikroorganisme.

Teknik aseptik dilakukan dengan penyediaan alat-alat kerja yang steril dan

bekerja didekat api spiritus, untuk menghindari kontaminasi dari udara.

Inokulasi jarum yang digunakan untuk memindahkan mikroba harus dipijarkan

diatas api segera sebelum dan sesudah melakukan pemindahan. Pemanasan ini

bertujuan untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan yang ada pada

permukaan jarum, setelah di inokulasi biakan bakteri kemudian disimpan dan

diinkubasi dalam lingkungan yang sesuai untuk petumbuhan.

Hasil percobaan yang diperoleh ialah bakteri berbentuk bulat, tidak teratur.

Konfigurasi bakteri yang didapat adalah dengan tepi yang menyeluruh atau

utuh. Tekstur dari bakteri yang didapat sebagian besar adalah berkontur.
Tekstur berkontur merupakan tekstur dimana permukaan dari sel bakteri adalah

licin dan terletak secara tidak teratur. Bakteri sebagian besar memiliki warna

kuning, putih tulang, dan putih. Semua morfologinya sama disebabkan bakteri

yang diisolasi adalah kultur murni dari Escherichia coli. Konsistensi pada sel

bakteri seperti mentega dan pertumbuhannya mengikuti bekas goresan bekas

inokulasi.

BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah:


1. Pada teknik isolasi dengan cara penuangan, pertumbuhan koloni bakteri

tersebar merata tidak hanya di permukaan namun ada juga tenggelam

didalam nutrient agar.

2. Teknik isolasi dengan cara penaburan mengisolasi bakteri yang tumbuh

tersebar merata dipermukaan cawan.

3. Struktur dari bakteri pada biakan kultur murni dari segi bentuk,

konsistensi, elefasi, ukuran, pigmentasi maupun warna hampir serupa.

V.2 Saran

Adapun saran untuk laboratorium adalah:

1. Praktikum diharapkan untuk tepat waktu, sesuai waktu kesepakatan.

2. Adapun laboratorium yang digunakan sangat kotor, sebaiknya

dibersihkan.

3. Sarana dan prasarana terkait praktikum sangat kurang, sehingga beberapa

kelompok harus menunggu giliran untuk praktikum

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, S., 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama:

Jakarta.
Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 1. CV.

Yrama Widya: Bandung.

Nawir, Nur haedar dkk. 2016. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan.

Universitas Hasanuddin: Makassar.

Anindita, F. 2012. Laporan Mikrobiologi Teknik Isolasi Mikroba.

http://disachem.blogspot.com/2009/06/sumber-aami-isolat-mikro.html.

Diakses tanggal 04 Mei 2012. Makassar.

Sari, N. 2009. Teknik Isolasi Mikroorganisme

http://www.scribd.com/doc/31810329/Teknik-Isolasi-M.O/.html. Diakses

pada tanggal 05 Mei 2012. Makassar.

Anda mungkin juga menyukai