Anda di halaman 1dari 5

TERAPI BERMAIN ANAK USIA 1 - 3 TAHUN

A. Definisi
Bermain adalah satu kegiatan menyenangkan bagi anak yang dilakukan setiap hari secara
sukarela untuk memperoleh kepuasan dan merupakan media yang baik bagi anak - anak
untuk belajar komunikasi, mengenal lingkungan, dan untuk meningkatkan kesejahteraan
mental dan sosial anak. Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi
perkembangan anak secara optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain
hendaknya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang
perkembangan anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah
sakit, aktivitas bermain ini tetap perlu dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak.
B. Fungsi Bermain
Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik - motorik, perkembangan
intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral dan bermain sebagai terapi.
1. Perkembangan sensorik - motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan
anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan pengobatan.
2. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala
sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.
3. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan
hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan hubungan sulit.
4. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri.
5. Perkembangan kesadaran diri, anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba
peran - peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain.
6. Perkembangan moral, anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar
membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab
atas segala tindakan yang telah dilakukan.
7. Bermain sebagai terapi, anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya
dan relaksasi melalui kesenangannya bermain.
C. Tujuan Bermain
1. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat dirumah
sakit.
2. Mengekspresikan perasaan, keinginan, dan fantasi serta ide - idenya.
3. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit,
pada saat sakit anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
D. Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Bermain
1. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak
2. Jenis kelamin anak
3. Lingkungan yang tidak mendukung
4. Status kesehatan anak
5. Tahap perkembangan
E. Prinsip - Prinsip Dalam Aktivitas Bermain
1. Alat permainan
2. Pengetahuan cara bermain
3. Perlu energi ekstra
4. Ruang untuk bermain
5. Teman bermain
6. Waktu yang cukup
F. Klasifikasi Bermain
1. Berdasarkan isi permainan
a. Sosial Affective Play
Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenangkan
antara anak dan orang lain. Misalnya, bayi akan mendapatkan kesenangan dan
kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya atau orang
lain.
b. Sense of Pleasure Play
Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada
anak. Misalnya, bermain dengan pasir.
c. Skill Play
Permainan ini meningkatkan keterampilan anak, khususnya motorik kasar dan
halus. Misalnya, bayi akan terampil memegang benda - benda kecil, anak akan
terampil bermain sepeda.
d. Games atau Permainan
Jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan
perhitungan atau skor. Misalnya, ular tangga, puzzle,.
e. Unoccupied Behaviour
Pada saat tertentu, anak sering terlihat mondar - mandir, tersenyum, tertawa,
memainkan kursi, meja atau apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, sebenarnya
anak tidak memainkan alat permainan tertentu, dan situasi atau obyek yang ada
di sekelilingnya yang digunakan sebagai alat permainan. Anak tampak senang
dan asyik dengan situasi serta lingkungannya tersebut.
f. Dramatic Play
Dalam permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui
permainannya. Misalnya, anak memerankan sebagai ibu guru, ayahnya atau
ibunya
2. Ditinjau dari karakter
a. Social anlooker play
Anak hanya akan mengamati temannya yang sedang bermain tanpa ada inisiatif
untuk ikut berpartisipasi dalam permainan.
b. Solitary play
Pada pemainan ini anak tampak berada dalam kelompok permaian, tetapi anak
bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya yang berbeda dengan
teman yang lain, tidak ada kerja sama atau komunikasi dengan teman
sepermainannya.
c. Paralel play
Anak dapat menggunakan alat permainan yang sama, tetapi antara anak satu
dengan anak yang lain tidak terjadi kontak. Biasanya permainan ini dilakukan
pada usia toddler.
d. Associative play
Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak yang
lain tetapi tidak terorganisir,tidak ada pemimpin dan tujuan permainan tidak
jelas.Misalnya, bermain boneka atau masak - masakan.
e. Cooperative play
Aturan permaian dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini,
juga tujuan dan pemimpin permainan. Misalnya, bermain sepak bola

PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN ANAK USIA 1 - 3 TAHUN


A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Penyuluh memberi salam dan mengingatkan kontrak yang telah disepakati.
b. Penyuluhan menjelaskan pokok bahasan yang akan diberikan.
2. Kegiatan inti (30 menit)
a. Penyuluh menjelaskan tentang tata cara terapi bermain.
b. Mengajak anak untuk bermain.
c. Menfasilitasi anak untuk bermain
3. Penutup (15 menit)
a. Mengevaluasi sasaran dengan cara bertanya apakah mereka merasa senang
dengan kegiatan ini.
b. Membuat keilmuan bersama tentang terapi bermain yang telah dilaksanakan

B. Tata Cara Bermain


1. Leader
Tugas :
a. Membuka acara, memperkenalkan nama - nama terapis
b. Menjelaskan tujuan terapi bermain
c. Menjelaskan aturan terapi permainan
d. Memperkenalkan nama - nama anak yang ikut terapi bermain
2. Co Leader
Tugas :
a. Membantu leader dalam mengorganisir kegiatan
b. Menyampaikan jalannya kegiatan
c. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader dan sebaliknya
3. Observer
Tugas:
a. Mengamati, mengobservasi, dan melporkan jalannya kegiatan serta perilaku
yang diharapkan.
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama berlangsungnya kegiatan.
4. Fasilitator
Tugas :
a. Memfasilitasi kegiatan yang diharapkan
b. Memotivasi peserta yang kurang aktif agar mengikuti kegiatan dengan baik
c. Sebagai role model selama kegiatan

C. Permainan
1. Membedakan warna berdasarkan gambar
Meningkatkan keterampilan anak mengenai motorik kasar dan halus.
Cara bermain :
a. Letakkan potongan – potongan disamping papan secara acak
b. Ajaklah si anak untuk mengambil gambar dengan meletakkan potongan yang
telah disediakan
c. Lalu minta anak untuk menyebutkan warna dan membedakannya
d. Beri reinforcement positif
2. Melempar Bola
Meningkatkan keterampilan anak mengenai motorik kasar dan halus.
Cara bermain :
a. Leader membagikan bola kepada masing - masing anak
b. Minta anak untuk mengambil bola
c. Lalu minta anak untuk melempar bola tersebut
d. Beri reinforcement positif
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Hari, tanggal : Jumat, 31 Mei 2013
Waktu : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Ruang Demonstrasi (Demonstration Room) Jurusan Keperawatan Poltekkes
Tanjung Karang

E. Pengorganisasian
1. Leader :
2. Co. Leader :
3. Observer :
4. Fasilitator :

F. Sasaran
Anak usia 1 - 3 tahun sejumlah 4 - 8 orang anak

G. Media
1. Potongan - potongan gambar berwarna
2. Bola

H. Metode
Demonstrasi atau peragaan

I. Kriteria Hasil
1. Evaluasi Struktur
a. Peralatan bermain seperti puzzle, buku gambar dan pensil warna sudah tersedia
b. Lingkungan yang cukup memadai untuk syarat bermain
c. Waktu pelaksanaan terapi bermain dimulai tepat waktu
d. Jumlah terapis 10 orang
2. Evaluasi Proses
a. Leader dapat memimpin jalannya permainan, dilakukan dengan tertib dan
teratur
b. Co. Leader dapat membantu tugas Leader dengan baik
c. Fasilitator dapat memfasilitasi dan memotivasi anak dalam permainan
d. 80 % anak dapat mengikuti permainan secara aktif dari awal sampai akhir
3. Evaluasi Hasil
a. 100 % anak merasa senang dan puas.
b. 75 % mampu mengikuti kegiatan yang dilakukan
c. 25 % anak dapat menyatakan perasaan senang

PENUTUP
A. Kesimpulan
Bermain merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak, karena
bagi anak bermain sama saja bekerja bagi orang dewasa. Bermain pada anak
mempunyai fungsi yaitu untuk perkembangan sensorik, motorik, intelektual, sosial,
kreatifitas, kesadaran diri, moral sekaligus terapi anak saat sakit. Tujuan bermain
adalah melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, mengekspresikan
dan mengalihkan keinginan fantasi. Dan idenya mengembangkan kreatifitas dan
kemampuan memecahkan masalah dan membantu anak untuk dapat beradaptasi secara
efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat di Rumah Sakit.
B. Saran
1. Terapi bermain dapat menjadi obat bagi anak - anak yang sakit. Jadi sebaiknya di
RS juga disediakan fasilitas bermain yang menunjang dan memberikan efek terapi
bagi anak - anak yang di rawat di rumah sakit.
2. Mensosialisasikan terapi bermain pada orang tua sehingga orang tua dapat
menerapkan terapi di rumah dan di rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam,dkk.2005.Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk perawat dan bidan). Jakarta :
Salemba Medika
Depkes RI. Pedoman Hidup Sehat Seri Anak Balita. Jakarta. 2000
Wong. Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC.2002
Soetningsih. 1999. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC
https://docplayer.info/73027335-Proposal-terapi-bermain-anak-usia-1-3-tahun.html