Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, dimana atas
rahmat dan karuniaNya kami dapat menyusun tugas makalah yang
mengangkat tentang KEMOTERAPI PARASIT pada mata
kuliah Ilmu Dasar Keperawatan.Dalam proses penyusunan tugas
makalah ini, tentu saja kami kelompok 5 mengalami banyak kendala
dan permasalahan. Namun berkat kekompakan dari anggota kelompok
dengan disertai berbagai sumber materi yang ada, akhirnya
tugas makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami
menyadari bahwa tugas makalah ini masih belum sempurna, baik
dari isi maupun sistematika penulisannya maka dari itu kelompok 5
berterima kasih apabila ada kritik dan saran dari pembaca yang
membangun demi kesempurnaan makalah ini.dan kami juga tidak lupa
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM. Selaku
pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong.
2. Ns. Iin Aini Isnawati,S.Kep.,M.Kes. Selaku ketua STIKES
Hafshawaty Zainul Hasan Genggong.

3. Ana Fitria Nusantara, S.Kep.,Ns.,M.Kep. Selaku Ketua Prodi


S1 Keperawatan.

4. Ns.Dodik Hartono,S.Kep Semoga Dosen Mata Kuliah Ilmu


Dasar Keperawatan

Genggong 15 juli 2017

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................2
1.3 Tujuan Penulisan......................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Definisi Kemoterapi Parasit.......................................3
2.2 Tujuan Kemoterapi Parasit........................................4
2.3 Penggunaan Klinik Kemoterapi Parasit .....................5.
2.4 Cara Kerja Kemoterapi Parasit....................................7
2.5Efek Samping Kemoterapi Parasit...............................8

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.............................................................. 11
3.2 Saran........................................................................ 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kanker merupakan penyebab kematian ke dua di dunia. Menurut


laporan Badan Kesehatan dunia (WHO) tahun 2003, setiap tahun
timbul lebih dari 10 juta kasus penderita baru kanker dengan prediksi
peningkatan setiap tahun timbul lebih dari 10 juta kasus penderita baru
kanker dengan prediksi peningkatan setiap tahun kurang lebih 20%.
Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penderita baru penyakit kanker
meningkat hamper 20 juta penderita, 84 juta orang di antaranya akan
meninggal pada sepuluh tahun ke depan. Diperkirakan setiap 11 menit
ada satu penduduk dunia meninggal karena kanker dan setiap 3 menit
ada satu penderita kanker baru (Jauhari, 2009).
Kemoterapi merupakan salah satu modalitas pengobatan pada
kanker secara sistemik yang sering dipilih terutama untuk mengatasi
kanker stadium lanjut, local maupun metastatis. Kemoterapi sangat
penting dan dirasakan besar manfaatnya karena bersifat sistemik
mematikan/membunuh sel-sel kanker dengan cara pemberian melalui
infuse, dan sering menjadi pilihan metode efektif dalam mengatasi
kanker terutama kanker stadium lanjut local (Desen, 2008).
Teknik pemberian kemoterapi ditentukan dari jenis keganasan
dan jenis obat yang diperlukan (Adiwijono, 2006). Obat kemoterapi
umumnya berupa kombinasi dari beberapa obat yang diberikan secara
bersamaan dengan jadwal yang telah ditentukan .Selain membunuh sel
kanker, obat kemoterapi juga berefek pada sel-sel sehat yang normal,
terutama yang cepat membelah atau cepat tumbuh seperti rambut,

1
lapisan mukosa usus dan sumsum tulang. Beberapa efek samping yang
terjadi pada kemoterapi, gangguan mual dan muntah adalah efek
samping frekuensi terbesar (Yusuf, 2007).
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan
mual muntah setelah kemoterapi diantaranya adalah dengan terapi
farmakologik, yaitu dengan obat anti mual dan muntah sebelum dan
sesudah kemoterapi (premedikasi) dan non farmakologik yaitu berupa
lingkungan yang ko0ndusif untuk tenang dan nyaman, pengaturan
pemberian nutrisi dan relaksasi (Abdulmuthalib, 2006).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Definisi Kemoterapi Parasit?

2. Apa Tujuan Kemoterapi Parasit?

3. Apa saja Penggunaan Klinik Kemoterapi Parasit?

4. Bagaimana Cara Kerja Kemoterapi Parasit?

5.Apa Efek Samping Kemoterapi Parasit ?

1.3. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Definisi Kemoterapi Parasit
2.Untuk Mengetahui Tujuan Pemberian Kemoterapi Parasit
3.Untuk Mengetahui Penggunaan Klinik Kemoterapi Parasit
4.Untuk Mengetahui Cara kerja KemoterapiParasit
5.Untuk Mengetahui Efek Samping Kemoterapi Parasit

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Kemoterapi Parasit


.
Kemoterapi adalah salah satu prosedur perawatan yang paling
umum diberikan untuk kanker. Terapi ini mengandalkan
kemampuan dari obat-obat khusus untuk menghancurkan sel-sel
kanker yang menyerang tubuh. Obat tesebut bekerja dengan
memperlambat maupun menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Bagaimanapun, pasien kanker perlu mempertimbangkan terapi
dengan cermat sebelum mereka menjalani tindakan tersebut. Ini
karena kemoterapi juga dapat membahayakan sel-sel sehat yang
membagi diri dengan cepat, tidak hanya sel ganas. Termasuk sel
yang membuat rambut untuk dapat tumbuh serta sel-sel yang
melapisi mulut dan usus. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya
efek samping seperti hilangnya rambut dan nyeri perut berat
selama menjalani pengobatan.
Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan
untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara
kerjanya adalah dengan menghentikan atau memperlambat
pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan
cepat. Tergantung kepada jenis kanker dan sudah sampai di stadium
berapa, Kemoterapi adalah terapi yang menggunakan obat-obatan
untuk mengobati penyakit kanker. Seringkali hanya disebut dengan
istilah “Kemo” mungkin untuk memudahkan daleam pelafalan dengan
singkat. Ini merupakan salah satu dari banyak jenis pengobatan kanker
seperti operasi dan terapi radiasi. Terapi kanker dengan operasi dan

3
radiasi akan membunuh, atau merusak sel-sel kanker pada daerah
tertentu saja pada tubuh, sedangkan kemo dapat mencapai seluruh area
tubuh. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang telah
menyebar atau metastase, di mana kanker sudah menyebar jauh dari
asal tumornya (tumor primer). Ada lebih dari 100 jenis obat kemo
yang digunakan dalam banyak kombinasi. Obat kemoterapi tunggal
dapat digunakan untuk mengobati kanker, tetapi yang sering
dilakukan adalah dengan menggunakan beberapa obat dalam urutan
tertentu atau dalam kombinasi tertentu (disebut kombinasi
kemoterapi). Beberapa obat kemoterapi dengan cara yang berbeda-
beda (mekanisme kerja berbeda) dapat bekerja sama untuk membunuh
sel-sel kanker dengan lebih hebat.

2.2 Tujuan Kemoterapi


Tergantung pada jenis kanker dan stadiumnya, tujuan kemoterapi
adalah untuk:
a. Menyembuhkan kanker secara menyeluruh.
b. Mencegah kanker agar tidak menyebar.
c. Memperlambat pertumbuhan kanker itu sendiri.
d .Membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian
lainnya.
e.Meredakan atau menguragi gejala yang disebabkan oleh kanker.

Jadi, bukan berarti bahwa ketika menjalani kemoterapi, maka semua


tujuan di atas dapat terpenuhi, karena akan sangat bervariasi
tergantung jenis dan stadium kanker. Secara spesifik dokter akan
menjelaskan hal ini. Apakah Kanker Cukup dengan Kemoterapi saja?
Terkadang kemoterapi adalah satu-satunya perawatan yang

4
dibutuhkan dan sudah cukup untuk membasmi kanker. Namun yang
lebih sering adalah kemoterapi digunakan bersama dengan operasi
atau terapi radiasi atau keduanya. Berikut penjelasannya: Kemo dapat
digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi
radiasi. Kemo dapat digunakan setelah terapi operasi atau radiasi
untuk membantu membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa.
Kemo dapat digunakan dengan perawatan lainnya jika kanker kembali
kambuh. Ketika kemoterapi diberikan setelah operasi untuk
membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih ada, itu disebut
sebagai terapi ajuvan. Sedangkan ketika digunakan untuk mengecilkan
tumor sebelum operasi atau terapi radiasi, itu disebut sebagai terapi
neoadjuvant.

2.3 Pengunaan klinik kemotherapy parasit


Kemoterapi dalam Klinik
Tujuan kemoterapi ditinjau dari segi klinik dapat dikelompokkan
sebagai berikut
a. Bertujuan menyembuhkan (kuratif) dengan jalan :
1. Pembasmian sel tumor
2. Pembasmian sisa tumor, umumnya setelah operasi
3. Pembasmian metastasis
4. Mendapatkan efek sinergistik dengan cara pengobatan lain.

b. Hanya sebagai paliasi, ini dapat dicapai dengan :


1. Pembasmian sebagian sel tumor atau menghambat
pertumbuhantumo
2. Menghilangkan keluhan yang ditimbulkan tumor.

5
c. Sebagai pencegahan :
1. Mencegah timbulnya metastasis 9anak sebar)
2. Secara teoritik mencegah timbulnya kanker pada populasi
yang mempunyai risiko tinggi terhadap beberapa jenis kanker tertentu
ataupun untuk mencegah timbulnya tumor lagi.

Penyembuhan kanker hanya dengan sitostatikum telah dilaporkan


pada penderita limfoma Burkitt dan karsinoma trofoblastik. Sejumlah
anak dengan leukimia akut telah dapat hidup lebih dari 10 tahun tanpa
penyakit tersebut. Kemoterapi sebagai adjuvant telah menambah
angka kesembuhan secara dramatis seperti pada tumor Wilms’ dan
rhabdomiosarkoma. Kadang-kadang kemoterapi memberikan hasil
yang menggembirakan pada penderita neuroblastoma, yang terkenal
ganas, atau beberapa kanker testis dan kanker ovarium. Demikian pula
terhadap beberapa jenis limfoma malignum, walaupun masih
memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Tampaknya penyembuhan
sangat mungkin dicapai, terutama pada stadium dini, apabila
digunakan kemoterapi kombinasi ataupun kemoterapi tambahan
(adjuvant) bersama dengan operasi dan radiasi. Kemampuan potensial
kemoterapi sebagai usaha ppencegahan masih memerlukan penelitian
seksama lebih lanjut. Misalnya pemberian kemoterapi kepada anak
yang mempunyai risiko tinggi untuk menderita leukemia, seperti
sindrom Down, radiasi yang terlalu banyak atau saudara kembar
penderita leukemia atau kelainan bawaan lain.

6
2.4 Cara Kerja Kemoterapi Parasit

Kemoterapi merupakan jenis yang paling umum dalam


pengobatan kanker. Menggunakan beberapa obat-obatan tertentu yang
digunakan untuk menghentikan pertumbuhan atau penyebaran sel
kanker ke bagian tubuh lain. Selain itu, secara perlahan juga
membunuh sel sel kanker tersebut. Saat Anda berkonsultasi ke dokter,
mungkin ia akan menyarankan Anda melakukan kemoterapi untuk
menyembuhkan penyakit Anda, jika tidak kemungkinan besar dengan
pembedahan (operasi) atau bisa juga dengan terapi radiasi.

Jika Anda mengambil jenis pengobatan kemoterapi, ada dua jenis


metode yaitu melalui pil atau suntikan. Di rumah sakit sendiri, obat
dimasukan ke tubuh melalui suntikan yang dimasukan melalui infus.
Selain obat-obatan yang digunakan untuk menyerang kanker, Anda
juga pasti akan mengkonsumsi beberapa obat-obatan untuk
menumbuhkan kembali rambut Anda, meregenerasi sel sel yang sehat.
Pengobatan bisa bervariasi, Anda mungkin mengkonsumsi dosis

7
setiap hari, setiap minggu, atau bahkan setiap bulan. Hal ini
tergantung pada jenis kanker yang Anda miliki dan seberapa parah
tingkatnya.

2.5 Efek Samping Kemoterapi Parasit

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang sangat efektif yang


telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa, tetapi dibalik
manfaatnya ada juga efek samping yang ditimbulkannya. Salah satu
alasan utama adalah bahwa obat-obatan yang digunakan dalam
kemoterapi tidak bisa membedakan sel kanker yang tumbuh cepat dan
jenis sel tubuh normal yang juga tumbuh cepat, seperti sel-sel darah,
sel-sel kulit dan sel-sel di dalam lambung. Dengan demikian sebagian
obat kemoterapi memiliki efek beracun terhadap sel-sel tubuh
sehingga menyebabkan masalah atau efek samping sebagai berikut:
Merasa lelah dan lemah Merasa atau menjadi sakit Rambut rontok
Beberapa orang hanya memiliki efek samping yang minimal, tetapi
bagi kebanyakan orang mengalami efek samping yang begitu
menyiksa. Walaupun begitu dokter juga biasanya akan memberikan
pengobatan untuk mengatasi efek samping kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti


telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun kemoterapi memiliki efek
samping yang tidak kecil.Sulit untuk memprediksi seberapa berat
seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi sebab tiap
orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak


memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang

8
pesat dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki
perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang
ada di dalam perut sehingga kemoterapi memiliki efek negatif.

Berikut adalah gejala efek samping yang bisa terjadi akibat


kemoterapi:

a. Rambut rontok.
b. Kehilangan nafsu makan.
c. Sesak napas dan detak jantung tidak biasa akibat anemia.
d. Mual dan muntah.
e. Mimisan
f. Kulit Kering dan terasa perih
g. Gampang memar.
h. Gusi berdarah.
i. Sulit tidur.
j. Gairah seksual menurun.
k. Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.
l. Konstipasi atau diare.

Yang penting diketahui, efek samping kemoterapi tersebut akan


segera hilang setelah pengobatan selesai.
Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang
berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping
kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain. Misalnya tingkat
sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat
meningkatkan risiko infeksi. Sedapat mungkin hindari diri Anda dari
orang-orang yang sakit atau terkena infeksi selama
kemoterapi.Kemoterapi untuk kanker pada sel darah atau tulang

9
sumsum merupakan yang paling berisiko terhadap infeksi karena jenis
kanker tersebut telah menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah
putih. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah,
sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan, segera temui dokter.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kemoterapi merupakan bentuk pengobatan kangker dengan


menggunakan obat sitostatika yaitu suatu zat-zat yang dapat
menghambat proliferasi sel-selkangker.

3.2 Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan membaca terutama bagi yang


mengalami kangker agar dapat memahami bahwa kemoterai tidak
terlalu membahayakan jika mengikuti prosedur yang telah ditentukan
sehingga dapat membasmi seluruh sel-sel kangker sampai ke akar-
akarnya.

11
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Rianto Gan. 2008. Farmakologi dan Terapi (Edisi 5).
Jakarta: FK UI
http://roohit.com/http://ebookfkunsyiah.wordpress.com/2008/09/04/ca
ra-kerja-sitostatika-dan-efek-sampingnya/
Rasjidi, I (2007). Kemoterapi Kanker Ginekologi dalam praktik
sehari-hari, Sagung-seto.Jakarta
Ignatavicius, D.D et al. (2006), Medical Surgical Nursing, A Nursing
Process Approach, 2nd Edition, W.B Saundres Company,
Philadelphia
Subagian Onkologi Ginekologi, 1998, Penuntun Pelayanan-
Pendidikan-Penelitian, Bagian obstetriginekologi, FKUI, Jakarta.
Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah,
edisi 8 volume 2, EGC, Jakarta.
Katsung, B.G. Farmakologi Dasar Dan Klinik. Ed. ke-6 ECG. Jakarta
2001
Firmansyah, M.A. Penatalaksanaan Mual Muntah yang Diinduksi
Kemoterapi.Cermin Dunia Kedokteran.2010. 37 : 249-50
Moh. Anief , Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi, Gajah Mada
University Press, Yogyakarta 2000

12