Anda di halaman 1dari 10

TRAND ISSUE

KEPERAWATAN KRITIS
KRISIS TYROID

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 8

Ahmad Saifuddin
Bambang Irawan
Willy hamdika bramasta

PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN


PESANTREN HASHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG
PROBOLINGGO
2019
KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Atas bimbingan dan pertolongan nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan
berdasarkan berbagai sumber pengetahuan yang bertujuan untuk membantu proses belajar
mengajar mahasiswa agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Sehingga dapat di
terbitkan sesuai dengan yang di harapkan dan dapat di jadikan pedoman dalam melaksanakan
kegiatanSehari-hari dan sebagai panduan dalam melaksanakan makalah dengan judul
“keperawatan kritis ”dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak lupa
menyampaikan ucapa terima kasih kepada :

1. KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM. Selaku pengasuh pondok pesantren
Zainul Hasan Genggong.

2. Dr.Nur Hamim,SKM.,M.Kes. Selaku ketua STIKES Hafshawaty Zainul Hasan


Genggong.

3. Ns Sinta Wahyusari,S.Kep.,M.Kep.S.Kep.Mat Selaku Ketua Prodi S1 Keperawatan.

4. Ahmad khusairy.S,Kep.Ns.,M.Kes Selaku dosen pembimbing mata kuliah


Keperawatan kritis

5. Santi Damayanti, A.Md. sebagai ketua perpustakaan STIKES Hafshawaty Zainul


Hasan Genggong

6. Teman-teman Kelompok Penyusun Makalah

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna.Sebagai manusia yang memiliki
keterbatasan, kami sebagai penyusun makalah ini mohon maaf jika ada kesalahan.

Genggong,09 Oktober 2019

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

Krisis tiroid merupakan peringkat pertama dalam kegawatdaruratan khususnya


dalam bidang endokrin. Insiden kasus ini sangat jarang, kurang lebih 10 % pasien yang
dirawat dengan tirotoksikosis. Apabila ada pasien yang mengalami penyakit seperti ini
angka kematiannya cukup tinggi sekitar 20 – 30 %. Tiroktoksikosis sendiri adalah istilah
yang berkaitan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan apabila
suatu jaringan mendapatkan hormon tiroid yang berlebihan darimanapun sumbernya.
Sedangkan hipertiroidisme adalah tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi hormon
tiroid itu sendiri. Tirotoksikosis terbagi atas kelainan yang berhubungan dengan
hipertiroidisme dan ada juga yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme. Penyebab
tersering hipertiroidisme adalah penyakit Graves lebih kurang sebesar ± 90%. Klinisnya
adalah demam, takikardia, hipertensi, abnormalitas neurologi dan gastrointestinal.

Krisis tiroid umumnya terjadi pada pasien dengan hipertiroid yang tidak diberikan
terapi yang adekuat dan dipicu oleh adanya infeksi, trauma, pembedahan tiroid, atau
diabetes melitus yang tidak terkontrol. Tidak ada satu indikator yang dapat meramalkan
terjadinya krisis tiroid, sehingga tindakan kita bergantung pada tanda klinis yang ada.
Dengan tingkat mortalitas yang tinggi, kecurigaan terhadap krisis tiroid cukup untuk
menjadi dasar tindakan. Kecurigaan terhadap krisis tiroid diperlihatkan dengan adanya
kondisi hipermetabolik seperti demam tinggi, takikardi, mual, muntah, agitasi, dan
psikosis. (sitalaksmi, R., Sinardja, I.K., Wiryana, M. 2019)

Krisis tiroid selama kehamilan, baik pada primipara maupun multipara dapat
mengancam nyawa ibu maupun janin. Prevalensi krisis tiroid pada kehamilan berkisar
0,1% hingga 0,4% dan tingkat mortalitas berkisar dari 20% hingga 30%.1 Kematian
pada ibu disebabkan karena terjadinya henti jantung dan tingginya angka kematian janin
yang disebabkan karena komplikasi selama kehamilan yaitu keguguran, berat bayi lahir
rendah, kelahiran prematur, preeklamsi dan malformasi kongenital. (Jurnal Kesehatan
Andalas. 2019)
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Krisis tiroid merupakan kegawatdaruratan tingkat pertama dalam bidang endokrin
dengan angka morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi.
(sitalaksmi, R., Sinardja, I.K., Wiryana, M. 2019)

Hypothyroidism adalah gangguan yang beragam penyebab di mana kelenjar tiroid


gagal untuk mengeluarkan jumlah yang cukup hormon tiroid. Mayoritas kasus
disebabkan oleh kegagalan kelenjar tiroid primer karena autoimun kronis tiroiditis
(Hashimoto), terapi yodium radioaktif, atau operasi. Oleh karena itu, pembahasan berikut
akan menekankan hipotiroidisme primer. (Franncis Greenspan . 2015)

Hipertiroid merupakan keadaan yang jarang ditemukan pada masa kehamilan.


Hipertiroid terjadi 4/1000 wanita hamil. Krisis tiroid juga merupakan komplikasi langka
dari hipertiroid yang mengancam nyawa dengan angka mortalitas yang tinggi, yaitu
berkisar 10% hingga 30%. Krisis tiroid yang tidak tertatalaksana dan tidak terkontrol
berhubungan dengan kejadian keguguran, kematian janin, prematuritas, preeklamsi, gagal
jantung kongestif ibu, berat badan lahir rendah dan intrauterine growth restriction
( Jurnal Kesehatan Andalas. 2019 )

B. Etiologi
Hipertiroidisme adalah tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi hormon tiroid itu
sendiri. Tirotoksikosis terbagi atas kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme
dan ada juga yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme. Penyebab tersering
hipertiroidisme adalah
1. penyakit Graves
lebih kurang sebesar ± 90% Klinisnya adalah. Krisis tiroid umumnya terjadi pada
pasien dengan hipertiroid yang tidak diberikan terapi yang adekuat dan dipicu oleh
adanya infeksi, trauma, pembedahan tiroid, atau diabetes melitus yang tidak
terkontrol.

2. Infeksi
Infeksi dapat menjadi faktor pendorong terjadinya Hipertiroidisme karna dapat
mempengarui jumlah produksi hormone itu sendiri, macam macam infeksi yang
dapat mempengaruhi yaitu virus dan bakteri.

3. Trauma
Trauma dapat menjadi faktor pemicu juga terjadinya hipertiroidisme yaitu kerna
terjadi trauma di sekitar area leher dapaet memicu terjadinya hipertiroidisme.
4. Pembedahan tiroid
Pembedahan menjadi faktor pemicu juga karena dapat mempengaruhi kinerja
kelenjar tiroid.

5. Diabetes melitus
Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dan menyebabkan keidak seimbangan
hormone dalam tubuh dapat memicu terjadinya hipertiroidisme.
(sitalaksmi, R., Sinardja, I.K., Wiryana, M. 2019)

C. Manifestasi
Kecurigaan terjadinya krisisi tiroid harus diwaspadai dengan tanda munculnya seperti :
1. Demam
2. Takikardia
3. Hipertensi
4. Abnormalitas neurologi
5. Gastrointestinal
(sitalaksmi, R., Sinardja, I.K., Wiryana, M. 2019)
D. Klasifikasi

Skor Burch dan Wartofsky


BAB III

PEMBAHASAN TREND ISSUE

Judul Jurnal : Treatment of Hyperthyroidism Decreases but Does Not


Completely Abolish the Increased Risk of Cardiovascular-Related
Hospitalization

Penerbit : AMERICAN THYROID ASSOCIATION ( ATA )

Tahun : 2018

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kardiovaskular morbiditas,


rawat inap, dan kematian sebelum dan setelah perawatan hipertiroidisme, dengan
pengobatan metode (tiroidektomi atau terapi RAI).
Populasi penelitian terdiri dari 6.148 pasien dengan hipertiroidisme (4334 di
antaranya diobati dengan tiroidektomi dan 1814 dengan RAI) yang cocok dengan 18.432
kontrol. Mereka dalam kelompok ectomy thyroid lebih muda dari mereka yang menerima
RAI (usia rata-rata, 46 vs 59 tahun, P <0,001). Selama median tindak lanjut dari 10,5
tahun, 15% dari subyek meninggal.

fibrilasi adalah lima kali lebih mungkin pada mereka dengan hipertiroidisme tidak
diobati dibandingkan kontrol (HR, 5.1; 95% CI, 4,4-6]). Setelah pengobatan thyroidism
hiper, risiko disesuaikan rawat inap secara signifikan berkurang dibandingkan dengan
yang sebelum pengobatan (HR, 1,2; 95%, CI, 1,1-1,2), tapi masih lebih tinggi
dibandingkan dengan populasi kontrol. Subyek yang menjalani tiroidektomi memiliki
lebih sedikit CVD-ulang lated rawat inap daripada mereka yang menerima RAI,
meskipun perbedaan ini kurang diucapkan dalam subset dari kelompok RAI di antaranya
thyroidism hipo biokimia (didefinisikan sebagai penggunaan LT 4) dikembangkan
thyroidism hipo biokimia (didefinisikan sebagai penggunaan LT 4) dikembangkan
thyroidism hipo biokimia (didefinisikan sebagai penggunaan LT 4) dikembangkan bukan
euthyroidism. mortalitas CVD terkait adalah serupa antara subjek hipertiroid dan kontrol
cocok. Namun, ketika dikelompokkan berdasarkan metode pengobatan, disesuaikan
mortalitas terkait CVD adalah sig- nificantly lebih tinggi pada kelompok RAI
dibandingkan dengan kelompok tiroidektomi (HR, 2,1; 95% CI, 1,7-2,5), meskipun ini
tidak lagi signifikan ketika subkelompok pasien RAI-diperlakukan yang mengembangkan
hipotiroidisme antara mereka yang menerima RAI dianalisis.

Hasil penelitian

Dalam studi Finlandia ini, hipertiroidisme meningkatkan risiko rawat inap CVD.
Pengobatan hipertiroidisme dengan tiroidektomi atau RAI menurunkan risiko rawat inap
CVD tetapi tidak menghapuskan itu selama median dari 10 tahun masa tindak lanjut.
mortalitas CVD terkait adalah serupa antara subjek hipertiroid dan kontrol cocok,
meskipun RAI-diperlakukan pasien yang tidak mencapai roidism hypothy- biokimia terus
memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Hipertiroidisme dikaitkan dengan peningkatan morbiditas diovascular mobil- dan


kematian, dan risiko ini dapat bertahan di luar resolusi dari negara hipertiroid.
Peningkatan morbiditas telah dikaitkan dengan semua metode pengobatan yang
digunakan untuk hipertiroidisme (misalnya, tiroidektomi, radioaktif yodium [RAI], dan
obat antitiroid [ATDs]). Morbiditas associ- diciptakan dengan hipertiroidisme bisa
setidaknya sebagian dijelaskan oleh regangan jantung berkelanjutan dari adaptasi jantung
awal ke keadaan metabolisme yang lebih tinggi, yang menghasilkan peningkatan
kontraktilitas dan denyut jantung. Studi saat ini dibandingkan morbiditas kardiovaskular,
rawat inap, dan kematian sebelum dan sesudah pengobatan hipertiroidisme, termasuk
substratification hasil ini dengan metode pengobatan (tiroidektomi atau terapi RAI).

B. Saran
Makalah ini hanya mencangkup materi- materi dan masih membutuhkan refrensi
– referensi lain dalam menyusun tugas makalah maupun tugas mahasiswa. Makalah
yang kami buat untuk pembelajaran dan berbagi pengtahuan teman – teman
DAFTAR PUSTAKA

AMERICAN THYROID ASSOCIATION ( ATA ) 2018. Treatment of


Hyperthyroidism Decreases but Does Not Completely Abolish the Increased Risk of
Cardiovascular-Related Hospitalization

Franncis Greenspan . 2015.Treatment Guidelines for Patients With Hyperthyroidism


and Hypothyroidism

sitalaksmi, R., Sinardja, I.K., Wiryana, M. 2019. Penanganan pasien krisis tiroid
menurut kriteria burch wartofsky score di Intensive Care Unit

Jurnal Kesehatan Andalas. 2019. Krisis Tiroid pada Wanita Multipara Usia 42 Tahun