Anda di halaman 1dari 4

Klien bernama Ria Hana Julaika mendatangi ahli gizi Helda Dwi Kusumaningrum untuk

melakukan konsultasi yang pertama terkait penyakit DHF.

Skenario dialog klien dengan konselor


Pada siang hari di ruangan poli gizi, seorang ahli gizi sedang merapikan mejanya... Ada
seorang pasien datang dan mengetuk pintu...

Langkah 1 : Perkenalan
Klien : (mengetuk pintu) tok tok tok....
Konselor : Iya. Silahkan masuk.
Klien : (membuka pintu) assalamualaikuum buk...
Konselor : waalaikuumsalam.
Klien : (masuk ke ruangan poli gizi)
Konselor : (memperkenalkan diri sambil berjabat tangan dengan pasien) Perkenalkan bu,
saya helda dwi kusumaningrum ahli gizi yang saat ini bertugas, dengan ibu
siapa?
Klien : saya ibu Ria Hana Julaika bu.
Konselor : oohh ibu Ria ya, silahkan duduk bu.
Klien : terima kasih bu.

Langkah 2 : Assesment Gizi


Konselor : Bagaimana bu, ada yang bisa saya bantu?
Klien : Saya kesini atas rujukan dari dokter karena masalah gizi terkait saya di
diagnosa DHF.
Konselor : iya bu, boleh saya lihat surat rujukan dokternya bu ?
Klien : iya bu. Boleh. (sambil memberikan surat rujukan yang diberikan oleh dokter)
Konselor : (melihat hasil rujukan dari dokter)
Ibu, berdasarkan hasil rujukan dari dokter dan data-datanya,ibu di diagnosis
medis penyakit DHF. Apakah ibu tau apa itu penyakit DHF ?
Klien : iya sedikit bu, tapi ada beberapa yang saya kurang mengerti bu
Konselor : Baik bu saya jelaskan sedikit. DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita
melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina. Penyakit ini lebih dikenal
dengan sebutan Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, tujuan
konseling gizi pada siang hari ini adalah mendiskusikan tentang penyakit DHF,
tujuan pemberian diet, dan tentang pengaturan dan pemeliharaan bahan
makanan yang boleh dan tidak boleh. Proses konseling gizi ini akan berlangsung
kurang lebih 60 menit, meliputi pengkajian gizi serta nanti penetapan diagnosis
gizi dan implementasinya. Saya berharap ibu bersedia untuk bekerja sama untuk
keberhasilan proses konseling ini. Apakah ibu bersedia ?
Klien : iya saya bersedia bu
Konelor : sebelumnya apakah ibu sudah mengukur tinggi badan dan menimbang berat
badan ?
Klien : sudah lama tidak bu.
Konselor : baik, bisakah ibu berdiri ? saya akan mengukur tinggi badan dan menimbang
berat badan ibu
Klien : iya boleh
Konselor : (berjalan menuju microtoa) sepatunya dilepas ya bu. Biar hasilnya lebih akurat.
Kakinya dirapatkan ke dindingnya ya bu
Klien : iya bu
Konselor : Baiklah. Sekarang saya akan mengukur berat badan ibu.
Klien : baik bu
Konselor : sudah ya bu. Silahkan ibu duduk kembali
(konselor dan klien menuju kursinya masing-masing)
Konselor : berat badan ibu 48 kg dan tinggi badan ibu 150 cm
Klien : bagaimana bu.?
Konselor : Berdasarkan tinggi badan dan berat badan itu ibu tergolong kategori status
gizi normal
Kien : oohhh begitu ya bu.
Konselor : kalau boleh saya tau ya bu, ibu ada keluhan apa saja?
Klien : keluhan saya sering nyeri kepala, mual dan muntah
Konselor : Hmm, bagaimana riwayat makan dahulu ibu?
Klien : Saya biasa makan tidak teratur, kadang tidak makan pagi karena tidak sempat,
makan siang selalu diluar, dan tidak mengkonsumsi sayur-sayuran.
Konselor : apa-apa saja makanan ibu 1 hari kemarin?
Klien : kemaren saya bangun jam 7 saya hanya mengkonsumsi segelas air putih, jam
9 saya makan siomay dan segelah teh manis,pada jam 12 siang saya
mengkonsumsi nasi goreng+ telur dadar dan segelas teh manis, jam 4 sore saya
mengkonsumsi 4 iris martabak + jus mangga dengan gula, dan malam saya
makan ikan mas goreng dan 1 centong nasi putih dengan tahu dan tempe.
Konselor : berapa gelas sehari ibu minum air putih?
Klien : sekitar 8 gelas
Konselor : apakah ada yang terlupa bu? ada tambahan begitu
Klien : saya rasa tidak bu
Konselor : baik bu. Saya lihat dari hasil makan ibu sehari kemaren, ibu pola makanannya
memang tidak teratur dan tidak suka mengkonsumsi sayur-sayuran
Konselor : baik bu, mohon tunggu sebentar ya bu? Saya akan menghitung kebutuhan ibu
dulu. Selagi saya menghitung, ibu boleh baca-baca ya bu (memberi leaflet dhf)
Klien : baik bu

Langkah 3 : Diagnosa Gizi


Setelah 10 menit kemudian, konselor telah selesai menghitung asupan recall ibu Ria...
Konselor : Ibu. Maaf sudah membuat ibu menunggu
Klien : iya bu. Tidak apa-apa bu. Jadi bagaimana bu?
Konselor :jadi ibu setelah saya hitung kebutuhan ibu didapatkan hasil energi 1100 kcal,
protein 30 gram, lemak 42 gram dan KH 159 gram
Konselor : jadi dari hasil tadi ibu memiliki gangguan pola makan yang berkaitan dengan
pola makan yang salah dibuktikan dengan ibu Ria biasa makan tidak teratur.
Klien : oohh. Begitu ya bu? apakah itu buruk bagi saya bu?
Konselor : kalau ibu terus-terusan begitu maka akan memperburuk keadaan ibu apalagi
asupan oral ibu tidak adekuat sehingga energi, protein, lemak dan KH menjadi
defisit berat.

Langkah 4 : Intervensi Gizi


Klien : Saya tidak mau sakit saya tambah parah. Lalu apa yang harus saya lakukan
bu?
Konselor : Ibu hanya perlu mengikuti diet yang saya anjurkan.
Konselor memperlihatkan leaflet diet untuk penyakit DHF....
Konselor : bagaimana bu?
Klien : sulit sekali ya bu.
Konselor : tidak susah kok bu, saya yakin ibu pasti bisa
Klien : berarti saya harus memperbaiki pola makan saya ya bu?
Konselor : pasti nya bu. perlahan-lahan ibu pasti bisa. Ibu juga harus perlahan-lahan
menyukai sayur karena sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan bu
Klien : begitu ya bu (dengan ekspresi sedikit tidak yakin)
Konselor : perlahan-lahan saja bu. Ibu juga harus bisa memperhatikan jadwal makan ibu
jangan sampai makan tidak teratur lagi, tidak sarapan pagi dan mulailah untuk
membuat makanan sendiri. Saya akan memberikan ibu diet tinggi energi tinggi
protein. Usahakan ibu makan sebanyak 3x makan utama dan 3x selingan dengan
diselingi sayur dan buah, dan usahakan setiap makanan yang ibu makan
bervariasi, baik itu bahannya, warnanya dan cara pengolahannya.
Klien : iya bu saya akan berusaha yang terbaik.
Konselor : Jadi lebih jelasnya saya akan ibaratkan seperti piring makan ya (mengambil
food model berupa piring) setengah dari piring makan berupa sayur dan buah
beraneka jenis dan warna, seperempat piring makan berupa protein baik hewani
(telur/ayam/ikan/daging) maupun nabati (kacang-kacangan), batasi konsumsi
produk olahan, seperempat piring makan berupa karbohidrat kompleks (biji-
bijian/beras) artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung-tepungan
dan produk turunan dari tepung). Konsumsi minyak secukupnya dengan minyak
sehat seperti minyak zaitun, minyak jagung dan minyak kanola, serta minum air
putih sesuai kebutuhan. Hindari minuman kemasan dengan kadar gula yang
tinggi.
Klien : baik bu, saya akan berusaha terapkan dalam kehidupan saya
Konselor : Tujuan diet yang saya berikan ini untuk memberi asupan tinggi energi dan
tinggi protein untuk mencegah kerusakan jaringan tubuh akibat penyakit
Dengue Hemorrhagic Fever yang diderita oleh ibu serta meningkatkan status
gizi ibu ke angka normal. Selain itu tujuan diet ini juga untuk memperbaiki pola
makan ibu dan meningkatkan nafsu makan.
Klien : Lalu bagaimana lagi bu?
Konselor : Ini ada beberapa prinsip diet untuk penyakit DHF yaitu Energi tinggi, Protein
tinggi, Lemak cukup, Karbohidrat cukup, rendah serat, vitamin dan mineral
cukup. Jadi setelah saya hitung energi ibu akan diberikan sebesar 1579,9 kcal
sesuai kemampuan ibu untuk menerimanya, protein akan diberikan sebesar 76,8
gram untuk membantu memberi rasa kenyang dan untuk menunjang aktivitas,
lemak akan diberikan sebesar 26,33 gram sebagai penambah rasa gurih pada
makanan, karbohidrat diberikan secukupnya sebesar 259,04 gram untuk
mengganti simpanan glikogen dan mencegah ketosis, rendah serat terutama
serat tidak larut air. Pemberian serat akan di tingkatkan secara bertahap, cukup
cairan dan vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan faktor pembekuan,
tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam, serta tidak
merangsang.
Klien : Oh jadi begitu ya bu, saya mengerti sekarang.

Langkah 5 : Monitoring dan Evaluasi


Konselor : Coba ibu ulangi lagi apa-apa yang harus ibu lakukan
Klien : Baik lah bu, saya akan memperhatikan jadwal makan 3x utama 2x selingan,
makan sayur dan buah, lalu makan makanan yang bervariasi baik itu bahannya,
warnanya dan cara pengolahannya, apakah benar bu?
Konselor : iya bu. Jika masih ada yang belum ibu pahami, bisa menghubungi saya di
nomor telpon yang tertera di kartu nama tadi ya bu dan dipersilahkan datang
lagi untuk konsultasi satu bulan kedepan ya bu
Klien : iya bu. Berati kertas (leaflet) ini untuk saya bu?
Konselor : iya bu. Baik Ibu, konseling gizi selanjutnya kita rencanakan satu bulan
mendatang dan proses konseling gizi hari ini telah selesai. Sampai ketemu satu
bulan mendatang ya bu. Terima kasih bu
Klien : iya bu sama sama. Saya akan datang lagi. Terima kasih juga ya bu (sambil
berjabat tangan)
Kemudian klien pun meninggalkan ruangan poli gizi...