Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Penggunaan teknologi berkembang dengan cepat, sejak PC (tahun 70-an)


dalam segala bidang kehidupan (seperti, pendidikan, perdagangan, dan militer).
Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia
dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi
bergantung pada teknologi. Dengan demikian, perkembangan teknologi tersebut
kemudian mempengaruhi rancangan sistem yang harus dapat membantu manusia
dalam melakukan aktivitasnya. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia
dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.
Sebelum sistem dirancang, maka terdapat beberapa pertanyaan yang
berhubungan dengan interaksi dan perancangan itu sendiri mengenai pengaruhnya
terhadap nilai-nilai manusia sebagai makhluk individu dan social. Dalam bahasan
kali ini akan dibahas tentang pengaruh teknologi terhadap kehidupan manusia
serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang interaksi (antarmuka)
terhadap sistem. Interaksi manusia-komputer memiliki fokus perhatian yang lebih
luas. Selain berfokus pada rancangan antarmuka, juga memperhatikan semua
aspek yang berhubungan dengan interaksi manusia dan komputer. Sains
merupakan suatu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta
dengan cara sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi
peradaban dunia modern. Sains sangat penting untuk perkembangan kemajuan
manusia dan teknologi. Teknologi itu sendiri dikatakan sebagai perwujudan ilmu
pengetahuan.
Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan
keterampilan dan kecerdasan manusia. Hal ini terjadi karena perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi memungkinkan untuk tersedianya sarana dan
prasarana penunjang kegiatan ilmiah dan juga meningkatkan kemakmuran materi
dan kesehatan masyarakatnya.

1
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat,
sehingga perlu dilakukan persiapan dalam menghadapinya sesuai dengan
kebutuhan pembangunan. Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus
memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya.
Berkat kemajuan IPTEK manusia dapat menciptakan alat-alat baru yang
canggih yang dapat membantu mereka dalam melakukan kegiatan dengan lebih
efektif dan efisien. Dengan IPTEK maka tumbuhlah berbagai industri yang
hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang antara lain dalam bidang
pertanian, peternakan, dan perikanan (traktor, pupuk buatan, teknik mutasi buatan,
dan lain-lain), dalam bidang kedokteran dan kesehatan, dalam bidang
telekomunikasi, dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Selain dampak positif yang ditimbulkan, perkembangan IPTEK juga
memiliki dampak negatif seperti debu-debu radioaktif yang berasal dari
meledaknya sebuah nuklir. Meledaknya nuklir tersebut menimbulkan radiasi yang
berasal dari sinar alpha, beta, dan gamma yang dapat mengakibatkan terjadinya
mutasi gen yang berakibat kanker.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana perkembangan IPTEK di Negara Indonesia ?

1. Bagaimana pengaruh ISBD pada kemajuan Teknologi IPTEK yang semakin


pesat?
2. Apakah masyarakat Indonesia sudah menyikapi dengan baik perkembangan
Teknologi sekarang ini?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain memenuhi tugas dosen,
dalam rangka pengambilan nilai, juga dijadikan bahan diskusi kelompok pada
mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.

BAB II
PEMBAHASAN

2
2.1 Pengertian Manusia, Sains, dan Teknologi
2.1.1 Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Manusia merupakan
paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak
tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
a) Nicolaus D. & A. Sudiarja
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani
dan rohani kan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
b) Abineno J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada
atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
c) Upanisads
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan
prana atau badan fisik.
d) Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang
berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, ruh),
manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

Sedangkan menurut Alquran, Allah berfirman (Al Mukminun: 12-14).


“Dan sungguh Kami ciptakan manusia dari tanah yang basah, kemudian Kami
jadikan ia setetes mani, kemudian dari setetes mani menjadi darah. Maka dari
segumpal darah kami jadikan segumpal daging. Maka dari segumpal daging,
Kami ciptakan tulang. Maka tulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian
Kami buat menjadi ciptaan yang lain. Maka maha suci Allah sebaik-baik
pembentuk”.
2.1.2 Sains
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara
sistematis, dan bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Medawar (1984) Sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata:
sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians.
Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu).
Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains

3
adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya)
kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu
berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang
dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah: “Ilmu yang
teratur (sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan
kebenaran atau kenyataan semata (missal:fisika, kimia, biologi)”.
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains
yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan
pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan
hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan
satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan
(ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hokum-hukum
alam.
Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-
persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi
landasan perkemabangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting
peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan
kemanusiaan dan teknologi.

2.1.3 Teknologi
Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno
techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti
seseorang yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya
keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu
pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau
pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang
cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu
untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga
seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota
tubuh, pancaindra dan otak manusia.

4
Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi
dalam setiap bidang kegiatan manusia. Pengertian teknologi secara umum adalah:
 Proses yang meningkatkan nilai tambah
 Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan
meningkatkan kinerja
 Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan
digunakan
Pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum
dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan
mesin-mesin. Perluasan arti berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini
muncul perumusan teknologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya
manusia berusaha mengubah atau menangani lingkungannya.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam
pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu.
Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan
sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya
dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu
sistem penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan
praktis yang ditentukan.

2.2 Hubungan Antara Manusia, Sains dan Teknologi

Hubungan sains dan teknologi mengalami perkembangan dari abad ke


abad. Dalam tahap awal, teknologi dapat dilaksanakan dengan menggunakan
kaidah-kaidah empirik dan keterampilan yang dikumpulkan dari pengalaman.
Dalam tahap ini teknologi dapat berdiri sendiri, lepas dari sains dan ini
berlangsung menjelang zaman revolusi industri (1760-1830). Perkembangan
teknologi ini mencakup bidang pertanian, kedokteran, mechanical arts yang
sekarang disebut engineering. Dalam fase ini perkembangan teknologi tidak
bergantung pada sains, bahkan lebih maju daripada sains. Pada fase ini telah
dikenal pembuatan jalan raya, pembuatan kapal, cara bercocok tanam, pembuatan
tape atau anggur dan sebagainya, yang dilakukan dengan baik, tanpa mengetahui

5
dasar teorinya. Perkembangan dalam tahap ini telah menghasilkan revolusi dalam
bidang pertanian, industri, dan kedokteran.
Dalam tahap berikutnya perkembangan sains mendahului teknologi.
Misalnya, penggambaran sifat mesin secara termodinamika telah dilakukan oleh
Slausius dan Kelvin, ± 75 tahun setelah penemuan mesin uap oleh James Watt.
Juga pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam teknologi komunikasi. Hal
ini disebabkan oleh kemajuan teknologi menghasilkan permasalahan yang
pemecahannya memerlukan pendekatan ilmiah atau metode ilmiah yang
merupakan salah satu ciri dari sains. Dengan kata lain, sains mendorong
berkembangnya teknologi.
Salah satu fungsi ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi adalah untuk
sarana bagi kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas
kehidupannya menjadi lebih mudah, lancar, efiien, dan efektif, sehingga
kehidupannya menjadi lebih bermakna dan produktif. Oleh karena itu, khususnya
dalam ilmu antropologi, istilah atau pengertian sains dan teknologi tersebut sering
dipakai untuk merujuk pada keterkaitan antara manusia dan lingkungan. Hal ini
dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak
mau pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuan yang
dimiliki serta menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya.
Dengan demikian, iptek bagi manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia
untuk menciptakan taraf kehidupannya yang lebih baik.

2.3 Makna Sains dan Teknologi Bagi Manusia


Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi
bagai pohon tanpa buah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak
berakar. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia, ia tidak
mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia.
Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman
manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. Sedangkan
tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani
kehidupannya.

6
2.4 Perkembangan IPTEK di Indonesia

Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk memenuhi


kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari
lembaga pendidikan. Dimana pada abad 20 peran ilmu pengetahuan dan teknologi
sangat berarti bagi lembaga pendidikan. Sehingga pada abad 20 mampu
mendorong lebih cepat dalam industri. Informasi,komunikasi,transportasi dan
pertanian.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal


jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika
Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Hal ini
disebabkan karena :

1. Masih terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat


terutama pendidikan tinggi.
2. Kurangnya keinginan dari pemerintah maupun perusahaan swasta yang
ada di Indonesia untuk melakukan ahli teknologi

3. Tidak adanya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat


indonesia itu sendiri,ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia mulai
berkembang dimana ditandai dangan adanya perguruan tinggi dan pusat-
pusat penelitian seperti lembaga ilmu pengetahuan (LIPI) dan juga badan
pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT).

Realita yang memprihatinkan itu bukan dilihat dari prestasi beberapa


bidang IPTEK yang telah di capai seperti penemuan aplikasi teknologi DNA,
pemuan bibit padi unggul, pemuan vector medan laju percepatan gerak lempeng
teknologi, rancangan bangunan pesawat remotely pilotely piloted vehicle,
memperoleh penghargaan internasional fellowship L’oreal-unesco for woman in

7
science,mendapat medali emas pada internasiaonal exhibition of invention new
techninique and peroduct memperoleh the first to nobel prize di bidang fisika
tingkat SMA , hingga temuan nutrisi baru yang di sebut saputra, yang memang
semua itu perlu di syukuri . Tetapi keprihatinan itu muncul pergerakan dampak
perkembangan IPTEK itu memang tidak segaris lurus dangan pencipta
kesejahteraan masyarakat dalam rangka kebijakan IPTEK secara nasional.

Menurut Robert B. Sund (1973: 2), sains merupakan suatu tubuh


pengetahuan (body of knowledge) dan proses penemuan pengetahuan. Dengan
demikian, pada hakekatnya sains merupakan suatu produk dan proses. Produk
sains meliputi fakta, konsep, prinsip, teori dan hukum. Proses sains meliputi cara-
cara memperoleh, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan yang mencakup
cara kerja, cara berfikir, cara memecahkan masalah, dan cara bersikap. Sains
dirumuskan secara sistematis, terutama didasarkan atas pengamatan eksperimen
dan induksi.

Sebagian ahli mengatakan bahwa teknologi dimulai terlebih dahulu


daripada sains, karena manusia sejak awal menggunakan benda sebagai alat.
Sebagian ahli yang lain beranggapan sains tumbuh terlebih dahulu, karena benda
sebelum digunakan pasti perlu diketahi terlebih dahulu. Namun demikian cukup
dimengerti jika teknologi kemudian dirumuskan dengan pengertian yang lebar,
yaitu alat atau pengetahuan manusia untuk melakukan adaptasi terhadap
lingkungannya atau keberlangsungan hidupnya.

Secara etimologis, teknologi berasal dari kata techne (Yunani) artinya


keahlian dan logika artinya perkataan. Bell (2001) mendefinisikan teknologi
sebagai seperangkat instrumen yang memungkinkan kekuatan manusia untuk
mengubah sumber menjadi kesejahteraan. Heibish (2001) mendefinisikan
teknologi sebagai pengetahuan yang telah ditransformasikan menjadi produk,
proses dan jasa maupun struktur organisasi.

8
Pengembangan sains tidak selalu dikaitkan dengan aspek kebutuhan
masyarakat, sedangkan teknologi, merupakan aplikasi sains yang terutama untuk
kegiatan penemuan, berupa alat-alat atau barang-barang untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Jadi pengembangan teknologi selalu dikaitkan dengan
kebutuhan masyarakat. Dengan demikian sains, teknologi dan masyarakat
merupakan bagian yang tak terpisahkan.

Pada dasarnya IPTEK bersifat netral. Yang menjadikannya bermanfaat


atau merusak adalah manusia yang menguasai dan mengendalikannya, yakni para
pembuat keputusan atau pembuat kebijakan, termasuk ke dalamnya ilmuwan,
teknolog, politisi, pengusaha, dan masyarakat umum. Dengan demikian, kunci
keberhasilan bagi upaya pemanfaatan iptek bagi kesejahteraan manusia terletak
pada pembinaan faktor manusia dalam mengembangkan dan menerapkan iptek
ataupun mengkonsumsi produk-produk IPTEK.

Pada masyarakat Indonesia pada umumnya, budaya terhadap Iptek belum


terbukti telah berkembang secara memadai. Hal ini tercermin dari pola pikir
masyarakat yang belum bisa dianggap mempunyai penalaran objektif, rasional,
maju, unggul, dan mandiri. Pola pikir masyarakat belum mendukung kegiatan
berkreasi, mencipta, dan belajar.

Mekanisme yang menjembatani interaksi antara penyedia sains dan


teknologi dengan kebutuhan pengguna juga belum optimal. Hal ini bisa dilihat
dari belum tertatanya lembaga yang mengolah dan menterjemahkan hasil
pengembangan sains dan teknologi menjadi teknologi yang siap pakai untuk
difungsikan dalam sistem produksi masyarakat. Di samping itu kebijakan
keuangan juga dirasakan belum mendukung pengembangan kemampuan sains dan
teknologi.

Lembaga penelitian dan pengembangan Iptek masih sering diartikan


dengan institusi yang sulit berkembang. Selain itu, kegiatan penelitian yang
dilakukan kurang didorong oleh kebutuhan penelitian yang jelas dan eksplisit. Ini

9
menyebabkan lembaga-lembaga litbang tidak memiliki kewibawaan sebagai
sebuah instansi yang memberi pijakan scientifik sehingga berakibat pada
inefisiensi kegiatan penelitian. Dampak lainnya adalah merapuhnya budaya
penelitian sebagai pondasi kelembagaan riset dan teknologi, seperti yang terjadi
pada sektor pendidikan. Ini berarti pendidikan di Indonesia dapat dikatakan belum
mampu menanamkan karakter budaya bangsa yang memiliki rasa ingin tahu,
budaya belajar dan apresiasi yang tinggi pada pencapaian ilmiah. Masalah dan
kendala tersebut secara langsung telah menghambat perkembangan sains dan
teknologi di Indonesia.

2.5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK

Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas.


Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi.
Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal
seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan
alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin. Sehingga aktifitas
penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan
tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek
positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam
kehidupan sehari-hari.

Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat


serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam
kegiatan kehidupannya tersedia bebagai kemudahan. Hal ini memungkinkan
manusia dapat melakukan kegiatan lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu dan
teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat memanfaatkan dalam
berbagai bidang, antara lain:

2.5.1 Dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan

10
 Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti, traktor, alat
pemotong, dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat
penyemprot hama. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat
menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien.

 Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian


juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama
lebih berhasil, sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan.

 Tenik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. Dengan


teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul
jenis padi VUTW (Variates Unggul Tahan Wereng), kelapa hibrida, ayam
ras, ayam broiler, sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya.

 Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan dan besar tidak


berbiji.

 Teknologi pengolahan pascapanen, seperti pengalengan ikan, buah-


buahan, daging, dan teknik pengolahan lainnya.

 Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan


manusia.

2.5.2 Dalam bidang kedokteran dan kesehatan

Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir,


bermacam-macam obat, penggunaan benda radio aktif untuk pengobatan dan
mendiagnosis berbagai penyakit, sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera
disembuhkan. Dan dapat menurunkan angka kematian dan moralitas. Contoh obat
yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c
radioaktif, sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.

2.5.3 Dalam bidang Informasi dan Komunikasi

11
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa
informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan
elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus
bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan
pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di
lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan
sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah,
dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu
menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.

Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan


untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat
memperoleh informasi dari dari daerah yang sangat jauh, sehingga pengguanaan
waktu sangat efisien.

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang


sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:

a. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan


terbarudi bumi bagian manapun melalui internet.

a. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat


jauh hanya dengan melalui handphone.

b. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dan lain-lain.

2.5.4 Dalam bidang pertahanan dan keamanan

Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat


canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik.

2.5.5 Dalam bidang Ekonomi dan Industri

12
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan
teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.

b. Terjadinya industrialisasi.

c. Produktifitas dunia industri semakin meningkat Kemajuan teknologi akan


meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek
teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan
reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin
meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak
perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-
tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang
memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung
dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan
selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak
perlu pergi ke toko.

d. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu


menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan
perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan
tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi
tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami
perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah
pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan
kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

2.5.6 Dalam bidang Pendidikan

Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan


antara lain:

13
a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber
ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya
satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang


memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan
kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat
siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

c. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.

Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana


hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya.
Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer,
internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak
hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di
bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan
iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.

Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus


mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos
internet dan lain-lain.

2.5.7 Dalam bidang politik

a. Timbulnya kelas menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di


kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru.
Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak
berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat
diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk
menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.

14
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi
kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang
diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.

c. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh


berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi
telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan
di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya
kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama
ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini patut disyukuri


sebagai hasil budaya manusia modern. Kemajuan teknologi menolong kehidupan
masyarakat yang semakin kompleks. Namun kemajuan teknologi membawa
dampak buruk dalam kehidupan masyarakat berupa kejahatan sehingga harus
diantisipasi dengan tersedianya perangkat hukum atau undang-undang yang tepat.
Dampak buruk teknologi yang disalahgunakan oleh orang-orang tidak
bertanggungjawab menjadi masalah hukum pidana dan harus segera
ditanggulangi.

15
Namun perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh
siapapun, karena telah menjadi “kebutuhan pokok” manusia moderen yang
cenderung pada kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui
komunikasi dan memperoleh informasi baru. Dampak buruk teknologi menjadi
pekerjaan rumah bersama yang merupakan sisi gelap dari perkembangan
teknologi yang harus ditanggulangi.
Mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia,
termasuk kepedesaan di Indonesia, maka dampak buruk teknologi yang menjadi
kejahatan pada masa depan harus ditanggulangi dengan lebih hati-hati, baik
melalui sarana penal maupun non penal agar tidak menjadi masalah kejahatan
besar bagi bangsa dan negara yang mengalami krisis ekonomi.

3.2 Saran

Dengan mempelajari Ilmu Sosial Budaya Dasar ini mahasiswa diharapkan


mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan
bermasyarakat. Dimana Ilmu Sosial Budaya Dasar merupakan kajian dari ilmu-
ilmu sosial yang didalamnya mempelajari tentang sosial dan budaya yang
menyangkut aturan-aturan atau norma dalam suatu masyarakat. Dalam
pembahasan mengenai “Pengaruh Pendidikan ISBD pada perkembangan IPTEK
ini, mahasiswa diharapkan benar-benar mengkaji secara benar mengebnai
dampak-dampak yang akan terjadi. Sehingga kita dapat meminimalisir dampak
atau masalah yang akan terjadi pada kita , lingkungan pendidikan ataupun
dilingkungan masyarakat.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://www.sijorimandiri.net/sm/index.php?
option=com_content&view=article&id=4610:kasus-manipulasi-nilai-
ijazah-umrah-&catid=3:tanjungpinang&Itemid=2

http://kaltarabloggers.aimoo.com/m/Artikel-Paper-Karya-Ilmiah-Makalah-Tugas-
Akhir-TA-Skripsi-Tesis/DAMPAK-TEKNOLOGI-TERHADAP-
KEHIDUPAN-MANUSIA-1-1221860.html

http://www.scribd.com/doc/31759426/perkembengan-dan-penyalahgunaan-Ipa-
Dan-Iptek

http://sirambe.blogspot.com/2011/04/bahan-makalah-isbd-hubungan-
manuasia.html

Suwarno,dkk. 2008. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Surakarta : UMS Press

Setiadi, Elly M. dkk., 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana
Predana Media Group.

17