Anda di halaman 1dari 22

Sumber : http://dokumen.tips/documents/makalah-lapangan-terbang-2.

html
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat rahmat dan keridhoan- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah Perencanaan Lapangan Terbang ini dengan baik.
Makalah ini, di buat untuk kepentingan penulis dalam memenuhi tugas mata
kuliah Perencanaan Lapangan Terbang, dan sebagai bahan pembelajaran dalam
proses belajar mengajar di kelas. penulis menyadari bahwa dalam sistematika
penulisan dan penyusunan makalah ini baik sebagian atau keseluruhan belum
sepenuhnya benar, untuk itu kritik dan saran dari Dosen Pengajar sangatlah
diharapkan untuk kesempurnaan dalam penulisan dan penyusunan makalah
sselanjutnya.
Terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu penulis, dalam
menyelesaikan tugas makalah ini.

Cirebon, 18 Nopember 2016

Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM
B. PERMASALAHAN
C. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
D. METODE PENULISAN
E. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB. IV PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN LANDAS PACU
B. PENAMAAN
C. TEKNIS
D. PEMELIHARAAN
E. KONFIGURASI DASAR LANDAS PACU
BAB. V KESIMPULAN
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

Bandar udara (disingkat: Bandara) atau Pelabuhan Udara merupakan sebuah


fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat. Bandar udara
yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-
bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan
penerbangan maupun bagi penggunanya.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization):
Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan ( termasuk bangunan,
instalasi dan peralatan ) yang diperuntukan baik secara keseluruhan atau sebagian
untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.
Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah
"lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan
kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk
masyarakat". Pada masa awal penerbangan, bandar udara hanyalah sebuah tanah
lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah
angin.
Di masa Perang Dunia I, bandar udara mulai dibangun permanen seiring
meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti
sekarang. Setelah perang, bandar udara mulai ditambahkan fasilitas komersial untuk
melayani penumpang. Sekarang, bandar udara bukan hanya tempat untuk naik dan
turun pesawat. Dalam perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-
toko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandara-
bandara baru.
Kegunaan bandar udara selain sebagai terminal lalu lintas manusia /
penumpang juga sebagai terminal lalu lintas barang. untuk itu, di sejumlah bandar
udara yg berstatus bandar udara internasional ditempatkan petugas bea dan cukai. Di
indonesia bandar udara yang berstatus bandar udara internasional antara lain Polonia
(Medan), Soekarno-Hatta (Cengkareng), Djuanda (Surabaya), Sepinggan
(Balikpapan), Hasanudin (Makassar) dan masih banyak lagi.
Fasilitas bandar udara yang terpenting adalah:
a. Sisi Udara (Air Side)
 landas pacu yang mutlak diperlukan pesawat. Panjangnya landasan pacu
biasanya tergantung dari besarnya pesawat yang dilayani. Untuk bandar udara
perintis yang melayani pesawat kecil, landasan cukup dari rumput ataupun tanah
diperkeras (stabilisasi). Panjang landasan perintis umumnya 1.200 meter dengan
lebar 20 meter, misal melayani Twin Otter, Cessna, dll. pesawat kecil berbaling-
baling dua (umumnya cukup 600-800 meter saja). Sedangkan untuk bandar udara
yang agak ramai dipakai konstruksi aspal, dengan panjang 1.800 meter dan lebar
30 meter. Pesawat yang dilayani adalah jenis turbo-prop atau jet kecil seperti
Fokker-27, Tetuko 234, Fokker-28, dsb. Pada bandar udara yang ramai,
umumnya dengan konstruksi beton dengan panjang 3.600 meter dan lebar 45-60
meter. Pesawat yang dilayani adalah jet sedang seperti Fokker-100, DC-10, B-
747, Hercules, dlsb. Bandar udara international terdapat lebih dari satu landasan
untuk antisipasi ramainya lalu lintas.
 Apron adalah tempat parkir pesawat yang dekat dengan bangunan terminal,
sedangkan taxiway menghubungkan apron dan run-way. Konstruksi apron
umumnya beton bertulang, karena memikul beban besar yang statis dari pesawat.
 Untuk keamanan dan pengaturan, terdapat Air Traffic Controller, berupa menara
khusus pemantau yang dilengkapi radio control dan radar.
 Karena dalam bandar udara sering terjadi kecelakaan, maka disediakan unit
penanggulangan kecelakaan (air rescue service) berupa peleton penolong dan
pemadan kebakaran, mobil pemadam kebakaran, tabung pemadam kebakaran,
ambulance, dll. peralatan penolong dan pemadam kebakaran
 Juga ada fuel service untuk mengisi bahan bakar avtur.

b. Sisi Darat (Land Side)


 Terminal bandar udara atau concourse adalah pusat urusan penumpang yang
datang atau pergi, di dalamnya terdapat pemindai bagasi sinar X, counter check-
in, (CIQ, Custom - Inmigration - Quarantine) untuk bandar udara internasional,
dan ruang tunggu (boarding lounge) serta berbagai fasilitas untuk kenyamanan
penumpang. di bandar udara besar, penumpang masuk ke pesawat melalui
garbarata atau avio bridge. Di bandar udara kecil, penumpang naik ke pesawat
melalui tangga (pax step) yang bisa dipindah-pindah.
 Curb, adalah tempat penumpang naik-turun dari kendaraan darat ke dalam
bangunan terminal.
 Parkir kendaraan, untuk parkir para penumpang dan pengantar/penjemput,
termasuk taksi.

B. PERMASALAHAN
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam maklah ini adalah tentang
salah satu komponen Lapangan Terbang yaitu Landasan Pacu / Runway (R/W),
sebagai berikut:
1. PENGERTIAN
2. PENAMAAN
3. TEKNIS
4. PEMELIHARAAN
5. KONFIGURASI DASAR LANDAS PACU

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN


Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Lapangan Terbang.
2. Memberikan pemahaman tentang salah satu komponen lapangan terbang yaitu
Landasan Pacu / Runway.
3. Untuk mengkaji secara mendalam mengenai landasan pacu.

D. METODE PENULISAN
Untuk mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dalam rangka
penyusunan makalah ini penulis telah mengunakan metode penelitian kepustakaan
(library research), yaitu dengan mempelajari sumber-sumber tertulis, seperti buku-
buku yang membahas masalah mengenai lapangan terbang, artikel-artikel, dan
berbagai sumber lainnya.Untuk pengolahan bahan-bahan tersebut telah digunakan
metode-metode:
1. Metode deduktif, yaitu metode yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat umum
kemudian dari hal-hal yang bersifat umum ini ditarik kesimpulan yang khusus.
2. Metode induktif, yaitu metode yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat khusus
kemudian dari hal-hal yang bersifat khusus ini ditarik kesimpulan yang umum.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Makalah ini dibagi dalam 5 ( lima ) bab yang saling keterkaitan erat satu sama
lain karena bab yang lebih dahulu merupakan dasar untuk pembahasan dalam bab
selanjutnya.
Yang dibahas dalam masing-masing bab itu, secara garis besarnya adalah:

Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini dijelaskan beberapa hal yang bersifat teknis untuk suatu
penulisan ilmiah yaitu:
A. Latar belakang penulisan;
B. Permasalahan;
C. Tujuan dan manfaat penulisan;
D. Metode penulisan;
E. Sistematika penulisan;

Bab II Tinjauan Pustaka


Bab pembahasan ini membahas tentang permasalahan yang ada.

Bab III Metodologi


Bab pembahasan ini membahas tentang permasalahan yang ada.

Bab IV Pembahasan
Bab pembahasan ini membahas tentang permasalahan yang ada.

BAB V Kesimpulan dan Saran


Bab ini berisikan rangkuman dari poin – poin penting yang terdapat pada bab
I sampai dengan bab IV.

Pada akhir penulisan makalah ini, penulis menyertakan daftar pustaka yang menjadi
acuan dalam penulisan ini.
BAB IV
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Landas pacu adalah sepetak lahan yang digunakan oleh pesawat terbang
untuk lepas landas atau pendaratan yang dapat berupa aspal atau rumput. dalam
bahasa Inggris disebut runway.

B. PENAMAAN
Nama landasan pacu diambil dari arahnya dengan pembulatan ke puluhan
terdekat, contoh: 36 untuk landas pacu yang mengarah ke 360 derajat (utara). Karena
sebuah landasan pacu bisa dipakai dua arah, penamaan pun ada dua dengan selisih
18. Contoh: landasan pacu 09/27.

Gambar. Landas pacu 1 di Bandara Internasional El Dorado, Bogotá, D.C.