Anda di halaman 1dari 17

ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM PERNAPASAN

DISUSUN OLEH

KELAS : 1D3A KESEHATAN LINGKUNGAN

NAMA ANGGOTA :  ADINDA RAHMANNITA

 CINDY FADHILAH MURYANTO

 FILDZAH NATASYA

 IPAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 12120.
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang berkat rahmat dan karunia-
Nya, memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Pada dasarnya, tujuan pembuatan makalah ini yang berjudul “ANATOMI FISIOLOGI
SISTEM PERNAPASAN” untuk memenuhi tugas mata kuliah Anatomi Fisiologi serta untuk
memperdalam mengenai materi tersebut.

Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi ataupun juga menjadi evaluasi agar kesalahan serupa tidak
terjadi kembali di kesempatan selanjutnya. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada
makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru
kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini serta orangtua kami yang telah
banyak memfasilitasi. Serta berterima kasih kepada para anggota karna sudah berpartisipasi
dan membantu dengan semangat dalam pembuatan makalah ini sehingga pada akhirnya
makalah ini terselesaikan sesuai yang di harapkan.

Terakhir, kami selaku penyusun berharap dengan disusunnya makalah ini dapat
memberi manfaat dan wawasan ataupun referensi bagi banyak pihak. Dengan penyampaian
isi makalah yang singkat ini diharapkan dapat mudah dipahami dan dapat membantu banyak
pihak, terutama sesama mahasiswa/i jurusan Kesehatan Lingkungan ataupun pihak lainnya.

Jakarta, 3 Oktober 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................... i

Daftar Isi ............................................................................................................................ ii

Bab I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................................... 1
1.3. Tujuan Penulisan ........................................................................................... 1

Bab II. Pembahasan


2.1. Mekanisme Pernapasan Manusia .................................................................... 2
2.2. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernafasan Manusia ........................................ 3
2.3. Pelengkap Sistem Pernapasan Manusia .......................................................... 9
2.4. Pengendalian Pernapas .................................................................................. . 11
2.5. Gangguan atau Kelainan Sistem Pernafasan Manusia .................................... 12

Bab III. Penutup


3.1. Kesimpulan .............................................................................................. 13
3.2. Saran ....................................................................................................... 13

Daftar Pustaka .................................................................................................................. 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk
pertukaran gas (menurut Wikipedia). Sistem pernapasan pada manusia memiliki tugas yang
berat setiap hari. Manusia bernapas sebanyak 12 hingga 20 kali per menit, yang berlangsung
secara terus menerus tanpa henti.Di dalam sistem pernapasan pada manusia terdapat organ
berupa saluran udara, pembuluh darah paru, paru-paru dan otot pernapasan. Organ-organ ini
bertugas membantu tubuh dalam pertukaran gas. Pertukaran gas pun ada dua, yaitu antara
udara dengan darah serta antara darah dengan sel-sel di seluruh tubuh. Pada intinya, organ-
organ tersebut membantu menyalurkan udara ke seluruh bagian tubuh.
Ada juga organ yang disebut alveoli dan duktus (saluran) alveolus. Alveoli berbentuk
seperti bulatan-bulatan anggur yang menempel satu sama lain. Bersama duktus alveolus,
alveoli bertanggung jawab dalam pertukaran gas di dalam tubuh.
Fungsi organ pernapasan, selain berperan dalam pertukaran udara dan gas, juga
menyaring, melembapkan dan menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh. Lebih jauh
lagi, sistem pernapasan juga berperan dalam memelihara dan menyeimbangkan kondisi di
dalam tubuh agar tetap stabil. Dalam istilah medis kemampuan menyeimbangkan kondisi ini
disebut homeostasis. Selain itu, organ-organ dalam sistem pernapasan juga berperan pada
kemampuan manusia untuk berbicara dan bekerja sebagai indera penciuman.

1.2. Rumusan Masalah


a. Bagaimanakah sistem pernapasan manusia secara umum ?
b. Bagaimanakah anatomi sistem pernapasan manusia ?
c. Bagaimanakah fisiologi sistem pernafasan manusia ?
d. Apa sajakah gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem
pernapasan manusia ?

1.3. Tujuan Penulisan


a. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana sistem pernapasan manusia
secara umum hingga bagaimana proses pernapasan manusia
b. Untuk memahami anatomi sistem pernapasan pada manusia
c. Untuk memahami fisiologi sistem pernapasan pada manusia
d. Untuk mengetahui apa saja gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan
manusia yang mungkin dapat terjadi

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Mekanisme Pernapasan Manusia

2.1.1. Proses Pernapasan Manusia


Ketika bernapas, organ-organ pernapasan akan bergerak bersama-sama. Diafragma
berkontraksi sehingga paru-paru memiliki ruangan yang lebih besar untuk mengisi udara.
Untuk kebutuhan mengisi udara di paru-paru, otot tulang rusuk juga mengangkat ke atas.
Udara pun masuk melalui hidung dan mulut, lalu melewati trakea atau tenggorokan. Pada
saat ini silia bergetar agar lendir dan kotoran dapat keluar dari paru-paru. Selanjutnya,
melalui bronkus dan bronkiolus, udara melewati cabang di paru-paru dan udara berisi CO2
dan O2 mengalami pertukaran dalam alveolus lalu kembali diedarkan kembali.

2.1.2. Jenis-jenis Pernapasan pada Manusia


a. Pernapasan dada, adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang
rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

o Fase inspirasi. Fase ini diawali dengan otot antartulang rusuk berkontraksi
sehingga rongga dada membesar.
o Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembali ditariknya otot
antara tulang rusuk ke belakang yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga
rongga dada menjadi kecil.

2
b. Pernapasan perut, adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

o Fase inspirasi. Fase ini merupakan fase kontraksi otot diafragma sehingga rongga
dada membesar.
o Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa
ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada
menjadi kecil.

2.2. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernafasan Manusia

2.2.1. Nasal (Hidung)


Hidung merupakan organ utama saluran pernapasan yang langsung berhubungan
dengan dunia luar yang berfungsi sebagai jalan masuk dan keluarnya udara melalui proses
pernapasan.

 Struktur Hidung

 Hidung Luar (Nasus eksternus)


o Dorsun nasi o Radiks nasi
o Apeks nasi o Ala nasi
 Hidung Dalam (Nasus internus)
o Cavum nasi (rongga hidung)
o Septum nasi
 Sinus Paranalis
o Sinus frontalis o Sinus (sel-sel) ethmoidalis
o Sinus maksilaris o Sinus sfenoida

3
 Fungsi hidung
o Menghangatkan udara : oleh permukaan conca dan septum nasalis,setelah melewati
faring suhu udara 36c
o Sejumlah udara di lembabkan sebelummelewati hidung dan saat mencapai faring
kelembaban udaramenjadi 75%
o Udara di saring lebih banyak oleh bulu bulu hidung dan partikel di atas rongga hidung
disaring oleh rambut vestibular,lapisanmukosiliar, dan lisozim(protein dalam air mata)
o Pada pernafasan biasa,udara yang masuk melalui celah olfaktori sebesar 5-10%
sedangkan ketika menghirup udara dengan keras,udara pernafasan yg masuk sebesar
20% (syaifuddin,2009)

2.2.2. Faring (Tekak)


Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan,
terdapat di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas
tulang leher. Faring (bahasa Yunani: Pharynx) adalah bagian tenggorokan yang berhubungan
langsung dengan hidung dan rongga mulut.

 Rongga Faring dibagi dalam 3 bagian


o Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yg disebut nasofaring
o Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
o Bagian bawah sekali dinamakan laringofaring (Drs.H.syaifuddin,1997)

 Fungsi Faring
o Fungsi faring adalah sebagai saluran bagi udara yang keluar dan masuk di hidung
menuju atau dari tenggorokan.
o Pada pernafaan, faring menghubungkan rongga hidung dan tenggorokan, sehingga
udara yang dihisap dari hidung menuju paru-paru melalui faring dan tenggorokan.
o Karena terhubung dengan rongga mulut pula, maka faring membantu pernafasan mulut
saat diperlukan, misalnya saat berenang dan menggunakan tabung udara.
2.2.3. Laring (Pangkal Tenggorokan)
Laring adalah suatu katup yang rumit pada persimpangan antara lintasan makanan dan
lintasan udara. Laring terangkat dibawah lidah saat menelan dan karenanya mencegah
makanan masuk ke trakea. Laring dibentuk oleh kartilago, ligamentum, otot dan membrana
mukosa. Terletakdi sebelah ventral faring. Berada di sebelah kaudal dari os hyoideum dan

4
lingua, berhubungan langsung dengan trakea. Di bagian ventral ditutupi oleh kulit dan fasia,di
kiri kanan linea mediana terdapat otot-otot infra hyoideus. Posisi laring dipengaruhioleh
gerakan kepala, deglutisi, dan fonasi.Secara umum, laring dibagi menjadi tiga: supraglotis,
glotis dan subglotis.

 Penyusun Laring
 Tulang Rawan (Kartilago)
o Tulang rawan yang menyusun laring ada yang sepasang dan ada
yang tunggal. Yang sepasang antara lain kartilago aritenoid,
kartilago kornikulata, kartilagokuneiformis. Sedangkan yang
hanya berjumlah satu buah yaitu kartilago epiglotis, kartilago
tiroid, kartilago krikoid
 Tulang Hyoid
o ulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U.
Terletak diantara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai
tempat melekatnya beberapa otot mulut dan lidah. Jumlah
tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.
o Pada kedua sisi tulang ini terdapat prosesus longus dibagian
belakang dan prosesus brevis bagian depan.

 Fungsi Laring
o Menyaring udara oleh rambut getar (Cillia)
o Menyeimbangkan tekanan udara
o Tempat rangsangan bersin terjadi, untuk mengeluarkan benda asing
2.2.4. Trachea/Trakea (Batang Tenggorokkan)

5
Trakea berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru
trakea bercabang dua membentuk bronkus.

 Dinding trakea terdiri atas tiga lapisan yaitu :


o Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
o Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas
16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang
rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk
mempertahankan trakea tetap terbuka.
o Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak
lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat
menghirup udara.
Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian
belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk.
Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.
 Hubungan Trakea dengan alat sekitarnya sebagai berikut :
o Sebelah kanan terdapat nervus pagus,arteri anonima, dan vena azigos.
o Sebelah kiri terdapat aorta dan nervus rekurens sinistra
o Bagian depan menyilang vena anonima sinistra dan fleksus kardiakus krokundus.
o Bagian belakang esophagus pada sisi trachea berjalan cabang cabang nervuspagusdari
trunkus simpatikus berjalan kea rah fleksus kardiakus.(syaifuddin,2009)

 Fungsi Trakea
o Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru.
o Menyediakan Akses Saluran Pernapasan
o Menjaga Suhu Udara yang Masuk ke Paru-Paru
o Mencegah Benda Asing Masuk ke Paru-Paru

2.2.5. Paru-paru

6
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu
sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan
gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan
gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5 liter.

 Penyusun Paru-paru
 Bronchus/Bronkus (Pembuluh Nafas)
Bronkus merupakan cabang dari trakea yang bercabang dua ke paru-paru kanan dan tiga ke
paru-paru kiri.Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar diameternya.Bronkus kiri lebih
horizontal, lebih panjang dan lebih sempit.
 Struktur Bronkus
o Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan
bronkus lobaris kiri (2 bronkus)
o Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri
terbagi menjadi 9 bronkus segmental
o Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi subsegmental yang dikelilingi
oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf
 Fungsi Bronkus
o Bronkus menghasilkan dahak atau mukosa pencegah peradangan pada bronkus
o Silia pada bronkus membantu mengeluarkan debu dan partikel asing dari paru-paru
o Bronkus membantu paru-paru bernapas lebih cepat ketika kita lelah
o Tulang rawan bronkus berfungi memberi kekuatan pada saat bronkus menarik dan
menghembuskan napas
o Bronkus bertanggungjawab dan memastikan udara mencapai paru-paru

 Bronchiolus/Bronkiolus (Cabang Pembuluh nafas)

7
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi
saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak
mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke
alveolus.

 Bronkiolus merupakan cabang yang lebih kecil dari bronkus prinsipalis. Pada ujung
bronkiolus terdapat gelembung paru atau alveoli.(Syaifuddin,2009) yaitu :
o Bronkus lobaris superior dekstra
o Bronkus lobaris media dekstra
o Bronkus lobaris inferior dekstra
o Bronkus lobaris superior sinistra
o Bronkus lobaris inferior sinistra
 Fungsi Bronkiolus
o Menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli
o Mengontrol jumlah udara yang didistribusikan melalui paru-paru

 Alveolus (Gelembung Paru)


Merupakan bagian terminal cabang-cabang bronkus dan bertanggung jawab akan
struktur paru-paru yang menyerupai kantong kecil terbuka pada salah satu sisinya dan
tempat pertukaran O2 dan CO2 Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk
satu lembar akan seluas 70 m2
 Susunan atau Struktur Alveolus, dalam
sebuah alveolus terdapat 3 sel utama, diantaranya
yaitu :
o Skuamosa alveolar (tipe I), yaitu
sel-sel pembentuk struktur alveolar
o Sel Alveolar besar (tipe II) yaitu sel
yang berperan untuk mensekresikan surfaktan
untuk membantu mengurangi tegangan pada permukaan air serta membantu
proses pemisahan membran sehingga mempermudah proses pertukaran gas.

8
Selain itu sel alveolar besar ini juga membantu memperbaiki kerusakan yang
terjadi pada endotelium dari alveolus.
o Sel epitel skuamosa, yaitu sel yang bertindak sebagai pembentuk kapiler yang
nantinya kapiler tersebut akan berfungsi dalam difusi gas. Pembentukan kapiler
tersebut mencakup 70% dari daerah tersebut.
o Selain itu, ada juga sel makrofag, yaitu sel yang bisa membantu menghancurkan
bakteri maupun berbagai macam benda asing yang masuk ke dalam tubuh
melalui pernapasan. Sehingga, sel ini memiliki keterkaitan dengan sistem
kekebalan tubuh.
 Fungsi Alveolus
o Sebagai Tempat Menyimpan Udara Sementara dalam Tubuh
o Sebagai Tempat Pertukaran Gas Oksigen dengan Karbondioksida

2.3. Pelengkap Sistem Pernapasan Manusia

Menurut Djojodibroto (2009), yang digolongkan ke dalam struktur


pelengkap sistem pernafasan adalah struktur penunjang yang diperlukan untuk bekerjanya
sistem pernafasan tersebut. Struktur pelengkap itu sendiri terdiri dari costae dan otot,
difragma serta pleura. Dinding dada atau dinding thoraks dibentuk oleh tulang, otot, serta
kulit. Tulang pembentuk dinding thoraks antara lain costae (12 buah), vertebra thoracalis (12
buah), sternum , clavicula dan scapula.

2.3.1. Otot pembatas rongga dada terdiri dari:

 Otot ekstremitas superior


o Musculus pectoralis major o Musculus serratus anterior
o Musculus pectoralis minor o Musculus subclavius
 Otot anterolateral abdominal

o Musculus abdominal oblicus externus


o Musculus rectus abdominis

 Otot thorax intrinsik

o Musculus intercostalis externa


o Musculus intercostalis interna
o Musculus sternalis
o Musculus thoracis transversus

Selain sebagai pembentuk dinding dada, otot skelet juga berfungsi sebagai otot pernafasan.
Menurut kegunaannya, otot-otot pernafasan dibedakan menjadi otot untuk inspirasi, dimana otot
inspirasi terbagi menjadi otot inspirasi utama dan tambahan, serta otot untuk ekspirasi tambahan.

9
 Otot inspirasi utama (principal) yaitu:

o Musculus intercostalis externa


o Musculus intercartilaginus parasternal
o Otot diafragma.

 Otot inspirasi tambahan (accessory respiratory muscle) sering juga disebut sebagai
otot bantu nafas terdiri dari:

o Musculus sternocleidomastoideus
o Musculus scalenus anterior
o Musculus scalenus medius
o Musculus scalenus posterior

2.4. Pengendalian Pernapasan

Pernapasan manusia diatur dan dikendalikan oleh 2 faktor utama yaitu pengendalian secara
kimiawi dan pengendalian oleh saraf:
1. Pengendalian secara Kimiawi adalah factor utama dalam pengendalian dan pengaturan
frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernafasan di sumsum
sangat peka terhadap reaksi kimia. Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme,
yang merangsang pusat pernafasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas
otot pernafasan.
2. Pengendalian oleh syaraf adalah pernapasan dikendalikan oleh sel-sel saraf dalam susunan
retikularis dibatang, terutama pada medulla. Sel-sel ini mengirim implus menuruni

11
mendulla spinals, kemudian melalui saraf frenkus ke diafragam, dan melalui saraf-saraf
interkostalis ke otot-otot interkostalis. Jadi pusat pernafasan yakni suatu pusat otomatik di
dalam mendula oblongata yang mengeluarkan implus eferen ke otot pernafasn implus
aferen yang dirangsang oleh pemekaran gelembung udara, yang antara oleh saraf vagus
kepusat pernafasan didalam medula.

Pengendalian secara sadar atas gerakan pernapasan mungkin, tetapi tidak dapat dijalankan lama,
oleh sebab gerakannya adalah osmotik. Suatu usaha untuk menahan napas untuk waktu lama
akan gagal karena pertambahan karbon dioksida yang melebihi normal di dalam darah akan
menimbulkan rasa tak enak.

2.5. Gangguan atau Kelainan Sistem Pernafasan Manusia

Sistem pernapasan pada manusia juga bisa mengalami gangguan atau kelainan
yang mempengaruhi sistem itu sendiri. Berikut ini adalah gangguan atau kelainan
pada Sistem Pernapasan Manusia :

2.4.1. Faringitis
Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga
timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun
kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi
bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah
Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena
terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan
rasa kering di kerongkongan.
2.4.2. Asma
Asma merupakan penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas
dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu kelainan paru-paru paling banyak dan
bervariasi, menyerang satu dari empat anak di beberapa daerah.Otot dinding saluran udara
berkontraksi seperti kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan
sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yang berlebihan. Sebagian besar kasus
terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi
seperti eksema dan keduanya mempunyai faktor penyakit turunan.

12
2.4.3. Influenza (Flu)
Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek,
hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu
penyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit
kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit
berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.
2.4.4. Sinusitis
Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga
hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh
infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu,
stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

2.4.5. Tuberculosis (TBC)


Tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang
disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium
tuberkulosis yang bersifat sistemik, yang dapat
bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh
dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya
merupakan lokasi infeksi primer. Bakteri ini
menyerang paru-paru sehingga pada bagian
dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang
terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

13
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Manusia bernapas sebanyak 12 hingga 20 kali per menit, yang berlangsung secara terus
menerus tanpa henti.Di dalam sistem pernapasan pada manusia terdapat organ berupa saluran
udara, pembuluh darah paru, paru-paru dan otot pernapasan. Ketika bernapas, organ-organ
pernapasan akan bergerak bersama-sama. Jenis pernapasan pada manusia ada dua, yaitu
pernapasan perut dan pernapasan dada. Namun umumnya menggunakan pernapasan dada, dan
pernapasan perut dimanfaatkan dalam kegiatan olah vokal.
Organ-organ dalam sistem pernapasan tidaklah hanya bermanfaat dalam proses
pernapasan, namun juga memiliki banyak manfaat lainnya.

3.2. Saran
Setelah membaca dan mempelajari makalah ini diharapkan agar bisa dipahami dan
apabila terdapat kekurangan sekiranya memberi masukan dan kritik yang membangun.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodokter.com/seperti-ini-cara-kerja-sistem-pernapasan-pada-manusia
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pernapasan
https://rumusrumus.com/fungsi-trakea/
www.scribd.com/anatomi-fisiologi-sistem-pernafasan
https://apipah.com/kecepatan-dan-pengendalian-pernapasan.html

https://www.academia.edu/28046185/MAKALAH_ANATOMI_FISIOLOGI_SISTEM_PERNA
FASAN
https://www.slideshare.net/RNingtyasHardjodisastro/anatomi-fisiologi-sistem-pernafasan-tm1
https://www.academia.edu/29682041/Anatomi_dan_Fisiologi_Sistem_Pernapasan_By_Setiadi

15