Anda di halaman 1dari 3

ANALISA JURNAL

PENYAKIT PERIODONTAL DI MASYARAKAT


Disusun untuk memenuhi Ujian Tengah Semester

mata kuliah Epidemiologi Gigi

Dosen Pengampu : Erni Mardiarti, SKM, M.Kes (Epid)

Disusun Oleh :

Annisaa Sittatunnikmah

P1337425217053

Semester IV

DIV Terapis Gigi dan Mulut

POLITEKTIK KESEHATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2019
ANALISA JURNAL

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT PERIODONTAL DI MASYARAKAT

A. Analisa Data Jurnal

Berdasarkan jurnal yang saya akses pada 22 Februari 2019, dengan judul Obesitas
dan Penyakit Periodontal (Peni Pujiastuti,2012) dan dikuatkan data dari Riset Kesehatan
Dasar tahun 2018 yang saya akses pada 28 Februari 2019. Didapatkan hasil sebagai
berikut :

Obesitas merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di seluruh
dunia karena berperan dalam meningkatnya morbiditas dan mortalitas. Obesitas adalah
kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Lemak
tubuh sangat diperlukan untuk menyimpan energi. Obesitas dapat mengenai pada anak-
anak, remaja, dewasa dan usia lanjut. Obesitas juga dapat terjadi pada wanita maupun pria.

Menurut hasil riset kesehatan dasar atau Riskesdas 2018 yang baru dirilis Jumat
(2/11/2018), tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat menjadi 21,8
persen.

Prevalensi ini meningkat dari hasil Riskesdas 2013 yang menyebut bahwa angka obesitas
di Indonesia hanya mencapai 14,8 persen. Obesitas sendiri mengacu pada kondisi di mana
indeks massa tubuh diatas 27. Begitu juga dengan prevalensi berat badan berlebih dengan
indeks massa tubuh antara 25 hingga 27, juga meningkat dari 11,5 persen di 2013 ke 13,6
persen di 2018.

Penyakit periodontal adalah suatu keradangan kronis pada jaringan penyangga gigi
(periodontium) yang disebabkan oleh bakteri plak. Jaringan penyangga gigi meliputi
gingiva, ligamen periodontal, cementum dan tulang alveolar. Beberapa peneliti menemukan
bahwa prevalensi penyakit periodontal pada individu dengan obesitas yang berumur 18-34
tahun adalah 76% lebih tinggi daripada individu dengan berat normal pada kelompok umur
yang sama. Adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dan periodontitis pada orang
dewasa.

Pada hasil penelitian yang tertera di jurnal, yang menghubungkan antara terjadinya
penyakit periodontal dengan obesitas adalah faktor penumpukan senyawa gula pada rongga
mulut dan faktor riwayat penyakit diabetes melitus.

Dijelaskan bahawa sebagian besar penderita obesitas juga memiliki atau terkena penyakit
diabetes melitus. Seperti yang kita ketahui bahwa obesitas juga terjadi karena pola makan
yang tidak teratur sehingga menyebabkan kelebihan berat badan, dari kelebihan berat badan
tersebut muncul faktor risiko terjadi nya diabetes melitus.

Pada penderita penyakit diabetes melitus, penderita memiliki kondisi saliva yang
cenderung lebih kental dan mengandung gula, hal ini yang menyebabkan karang gigi mudah
terbentuk, apabila karang gigi di biarkan dengan kurun waktu tertentu dapat menyebabkan
kerusakan pada jaringan periodontal antara lain penyakit periodontal dan gingivitis.
B. Kesimpulan

Berdasarkan uraian analisa jurnal yang saya lakukan, dpat disimpulkan bahwa
kelompok masyarakat yang paling banyak terkena penyakit periodontal akibat ini adalah
pada kelompok individu dengan obesitas yang berumur 18-34 tahun dengan kemungkinan
adalah 76% lebih tinggi daripada individu dengan berat normal pada kelompok umur
yang sama.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa, obesitas memiliki kemungkinan
mengalami diabetes mellitus. Penyakit diabetes mellitus merupakan etiologi sekunder
sistemik terjadinya penyakit periodontal karena peningkatan kadar glukosa pada mulut.

C. Sumber

Peni Pujiastuti, Obesitas dan Penyakit Periodontal, Vol. 9 No. 2 2012: 82-85.

Hasil Riset Kesehatan Dasar, Kementerian Keseharan RI tahun 2018.