Anda di halaman 1dari 38

SKRINING PRA-NIKAH

(BLOK SAMARA)

Yasmini F
Bagian Obgin FK UII
Tujuan Belajar
◦ Pemeriksaan fisik
◦ Status kesehatan
◦ Darah rutin (Hb)
◦ Pemeriksaan darah yang dianjurkan
◦ Golongan darah
◦ GDS
◦ Thalasemia
◦ Hepatitis B & C
◦ TORCH
◦ Pemeriksaan urin
◦ Menjelaskan persiapan gizi sebelum menikah
◦ Menjelaskan status imunisasi TT sebelum menikah
Pemeriksaan fisik
◦ Status kesehatan
◦ Infeksi dan masalah kesehatan yang ada diobati
◦ Gum disease berisiko prematur,
◦ hindari rontgen,
◦ hipothyroid dan hiperthyroid berhubungan dengan pregnancy
loss.

◦ Gangguan kesehatan kronik terkontrol à diabetes, hipertensi,


◦ Berusaha untuk memiliki berat normal à agar berovulasi normal.
◦ Konseling genetik
◦ Darah rutin (Hb)
◦ Pemeriksaan darah yang dianjurkan
◦ Golongan darah
◦ GDS
◦ Thalasemia
◦ Hepatitis B & C
◦ TORCH
◦ Pemeriksaan urin
◦ Menjelaskan persiapan gizi sebelum menikah
◦ Menjelaskan status imunisasi TT sebelum menikah
PERSIAPAN GIZI
SEBELUM NIKAH ..
◦ 1000 hari pertama kehidupan (sejak konsepsi hingga 2
tahun pertama bayi lahir) memiliki nilai penting untuk
mencegah penyakit-penyakit setelah dewasanya.
◦ Kondisi khusus maternal selama periode perikonsepsi
(diantaranya obesitas dan peningkatan BB berlebih
selama kehamilan) à dihubungkan dengan berat janin
berlebih, obesitas, perubahan metabolisme glukosa
pada masa anak dan setelah dewasa nanti
meningkatkan risiko kardiometabolik.
Komponen maternal

Janin

Plasenta & tali pusat


Mendapatkan ibu & bayi sehat..
◦ Masa pra-kehamilan / prekonsepsi
◦ Masa kehamilan
◦ Masa persalinan
◦ Masa pasca persalinan
Perkembangan janin intrauterin..
◦ Fertilisasi --> implantasi
◦ mgg 4 – jaringan vaskuler janin mulai terbentuk,
◦ Mgg 5 – organ mayor mulai terbentuk à jantung, hati, ginjal,
paru, otak
◦ Mgg 6 – detak janin mulai mudah terlihat. Hidung, mulut, telinga
mulai terbentuk
◦ Mgg 7 – tangan & kaki mulai terbentuk. Pancreas mulai
terbentuk.
◦ Mgg 8 – primitive neural pathway mulai terbentuk. Otak &
jaringan saraf muali bercabang dan saling berhubungan
◦ Mgg 9 – bagian2 utama tubuh hampir semua terbentuk. 4 ruang
jantung terbentuk, dan katup jantung mulai terbentuk. Plasenta
mulai mengambil alih fungsi produksi hormon.
◦ Mgg 10 – janin mulai dapat menelan cairan. Anggota gerak
dapat diluruskan & ditekuk. Tulang belakang dapat dilihat
melalui kulit yang transparan, cabang2 saraf mulai keluar dari
spinal cord.
◦ Mgg 11 – jari-jari mulai terbentuk, tulang mulai mengeras, kulit
masih transparan. Mulai terlihat gerakan2 aktif walau belum
dapat dirasakan ibu.
◦ Mgg 12 – pita suara mulai terbentuk. Kuku mulai bisa dilihat. Usus
terbentuk dan masuk dalam area abdomen. Gambaran wajah
mulai nampak. Alis dan bibir terbentuk. Koordinasi gerak mulai
terbentuk. Panjang janin sekitar 5 cm.
◦ Mgg 13 – janin sudah terlihat seperti bayi. Pancreas mulai
produksi insulin. Pertumbuhan tulang berlanjut.
◦ Mgg 14 – wajah dapat berekspresi, mulut dapat menghisap ibu
jari, impuls saraf menstimulasi otot. Ginjal sudah berfungsi, urin
terproduksi. Pertumbuhan badan janin makin pesat. Rambut-
rambut lanugo mulai tumbuh. Hepar & lien mulai berfungsi,
membantu fungsi digesti & memproduksi sel darah merah.
◦ Mgg 15 – janin mulai dapat mendeteksi cahaya. Jenis kelamin
mulai dapat dibedakan.
◦ Mgg 16 – panjang janin sekitar 12 cm dengan berat 100 g.
◦ Mgg 17 – umbilical cord menjadi lebih tebal, skeleton dari
kartilago lunak menjadi tulang keras. Kelenjar keringat mulai
terbentuk.
◦ Mgg 18 – kaki dan tangan bisa fleksi sempurna. Pembuluh-
pembuluh darah nampak di bawah kulit. Myelinisasi pada saraf
mulai berlangsung.
Masa pra-kehamilan/ pre-konsepsi..
◦ Menjaga tubuh sehat sebelum kehamilan terjadi
◦ Asupan multivitamin + asam folat utk cegah NTD, spina bifida
◦ Stop merokok
◦ Stop alkohol
◦ Stop obat-obatan
◦ Tes utk STD
◦ Imunisasi yang dibutuhkan lengkap à rubella
◦ Kesiapan psikologis/ mental
◦ Support keluarga penting untuk memotivasi ibu menjaga
kondisi kesehatannya
◦ Mencegah kecemasan prenatal dan depresi.
◦ Support yang berkesinambungan à menekan nyeri pada ibu
dan menurunkan intervensi

◦ Temui dokter sebelumnya bersama pasangan


Optimalisasi nutrisi pada kehamilan..
◦ Asupan makanan yang sehat akan berpengaruh terhadap
tumbuh kembang janin.
◦ Intake nutrisi bervariasi & seimbang à cara terbaik memenuhi
nutrisi tubuh
◦ Prosesnya dimulai sejak prekonsepsi.
◦ Nutrisi yang paling dibutuhkan dan bagaimana
mendapatkannya à harus diketahui.
◦ Prinsip dasar makanan sehat selama kehamilan masih sama à
sayur & buah yang cukup, protein dan lemak.
`
◦ ENERGI & MAKRONUTRIEN ◦ MIKRONUTRIEN
◦ Protein ◦ Folat
◦ Lemak ◦ Iron
◦ DHA ◦ Iodien
◦ Calcium
◦ Vitamin D
◦ Pada kehamilan à kebutuhan mikronutrien perlu lebih
ditingkatkan dibanding makronutrien.
◦ Intake yang tidak adekuat akan mempengaruhi pada
keduanya, ibu & janin.
Folat..
◦ Memiliki peranan penting dalam beberapa reaksi metabolik à
biosintesis DNA & RNA, metabolisme asam amino
◦ Intake yang kurang menyebabkan terjadi anemia
◦ Kebutuhan folat perlu ditingkatkan à periode prekonsepsi
◦ Mencegah defek pada janin à mencegah NTD (abnormalitas
serius pada otak dan tulang belakang)
◦ Fungsi lain à menurunkan risiko penyakit jantung kongenital, dan
mendukung pembentukan plasenta
◦ Bentuk sintetiknya dikenal sebagai asam folat
◦ Dibutuhkan 400 – 800 ug/hari sebelum pembuahan & pada
masa kehamilan
◦ Sumber à cereal, bayam, kacang2an, asparagus, jeruk,
◦ Dimulai 3 bulan sebelum konsepsi à meyakinkan dalam tubuh
mencukupi
Calcium..
◦ Merupakan mineral dengan jumlah terbanyak dalam tubuh
manusia à 99% ada pada rangka tubuh & gigi,
◦ Ibu dan janin memerlukan calcium untuk mendapatkan tulang
dan gigi yang kuat.
◦ Membantu sistem aliran darah, otot dan syaraf berjalan normal.
◦ Dibutuhkan 1000 mg/hari. à pada kehamilan & remaja 1300
mg/hari
◦ Metabolisme calcium membutuhkan vitamin D
◦ Sumber à milk & derivatnya, sereal, orange juice, yogurt, keju,
salmon, bayam
◦ Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan defisiensi kalsium à
kedepannya berisiko obesitas, trigliserid yang meningkat,
resistensi insulin
◦ Intake calcium yang adekuat à berat janin cukup, mengurangi
risiko persalinan preterm, tekanan darah yang terkontrol baik.
◦ Transfer dari maternal ke janin terjadi secara aktif melalui lapisan
epitel plasenta.
◦ Pada umur kehamilan 20 mgg atau lebih kadar dalam sirkulasi
janin lebih tinggi dari yang terdeteksi dalam plasma maternal.
Vitamin D
◦ Membantu menguatkan tulang
◦ Membantu pembentukan tulang & gigi janin
◦ Pada tahap kehamilan awal à mempengaruhi implantasi
embrio
◦ Kebutuhan: 600 IU/hari
◦ Pada ibu dengan risiko defisiensi vitamin D diberikan 1000-2000
IU/hari.
◦ Sumber à lemak ikan salmon, susu skim, orange juice, telur
◦ Ibu dengan diit vitamin D inadequat à berat lahir rendah,
gangguan pembentukan skeletal.
◦ Suplementasi yang cukup selama kehamilan à menurunkan
risiko preeklamsia, mencegah persalinan preterm, mencegah
berat lahir rendah
Protein..
◦ Dibutuhkan untuk memelihara jaringan ibu dan pertumbuhan
janin, terutama di TS 3.
◦ Unsur penting pertumbuhan janin selama kehamilan à mengatur
perkembangan sel, menyediakan asam amino yang
mempercepat perkembangan tulang & otot, pembentukan
darah
◦ Kekurangan protein à otot & persendian tidak berkembang
maksimal, perkembangan tulang tidak maksimal, deformitas otot
& tulang, keguguran, kerusakan otak,
◦ Kekurangan protein membuat ibu lemah, mudah lelah
◦ Kebutuhan à 71 g/hari
◦ Sumber à daging, ikan, unggas, telur, kacang-kacangan
◦ Intake protein yang kurang à menyebabkan berat & panjang
janin yang kurang saat aterm
◦ Kebutuhan tambahan protein à TS 1 1 g/hari; TS 2 8 g/hari; TS 3
26 g/hari
Iron..
◦ Mencegah anemia defisiensi besi
◦ Tubuh membutuhkan untuk membentuk haemoglobin à protein
dalam eritrosit yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh
(pada kehamilan + ke janin)
◦ Kebutuhan saat hamil 2x tidak hamil
◦ Bila tubuh tidak punya simpanan besi tubuh yang cukup atau
tidak mencukup besi yang cukup selama kehamilan à anemia
defisiensi besi
◦ Anemia defisiensi yang berat selama kehamilan à meningkatkan risiko
persalinan prematur, bayi lahir dengan berat kurang, dan depresi post
partum
◦ Memainkan peran penting dalam pembentukan otak janin
◦ Anemia atau defisiensi besi pada janin à menurunkan onset
perkembangan sistem saraf pendengaran à mempengaruhi
kemampuan janin mendengar suara à mempengaruhi kemampuan
berbicaranya.
◦ Anemia defisiensi besi à mempengaruhi tumbuh kembang janin,
memiliki risiko lahir preterm, lahir dengan berat badan kurang,
perdarahan pasca persalinan.
◦ Kebutuhan à 27 mg/hari
◦ Sumber à daging, unggas, ikan, bayam, kacang-kacangan,
◦ Protein dari hewan à lebih mudah diresorbsi
◦ Pemberian vitamin C à membantupenyerapan besi.
◦ Calcium à dapat menurunkan absorbsi besi.
Zinc..
◦ Membantu perkembangan & replikasi sel janin
◦ Merupakan nutrien yang dibutuhkan pada semua usia
kehamilan
◦ Kebutuhan à 12-15 mg dalam makanan
◦ Kekurangan à risiko keguguran di umur kehamilan awal
◦ sumber à daging kambing, sapi, kepiting, kacang-kacangan.
Iodine..
◦ Merupakan komponen utama hormon thyroid.
◦ Memiliki fungsi penting untuk pertumbuhan, pengaturan &
perkembangan organ dan jaringan,
◦ Kekurangan selama tumbuh kembang janin à defisit pemusatan
perhatian dan gangguan hiperaktif, risiko keguguran spontan,
kematian perinatal, gangguan neurologis,
◦ Iodine juga dibutuhkan untuk pembentukan hormon thyroid janin
(mulai pada kisaran 12 minggu dari gestasi)
◦ Defisiensi iodine ekstrim à retardasi mental
◦ Wanita hamil membutuhkan iodien lebih dari kondisi biasa à
produksi hormon thyroid maternal meningkat 50% à bila tidak
terpenuhi akan terjadi pembesaran goiter & masalah thyroid
◦ Sumber à ikan, kerang (menerima iodien dari algae yang
mereka makan)
◦ Suplementasi iodien yang adekuat sejak masa prekonsepsi
hingga akhir TS 1 à menurunkan hingga 73% kejadian kreatinisme
di area dg defisiensi tinggi.
Lemak..
◦ Selama kehamilan à kualitas lemak lebih penting dari jumlahnya
à lemak tidak jenuh
◦ Terutama masa pertumbuhan janin dan perkembangan anak.
◦ Intake adekuat DHA à untuk perkembangan otak & retina
DHA..
◦ Merupakan poliunsaturated fatty acid mayor pada masa
kehamilan
◦ Dibutuhkan untuk perkembangan otak janin, mata, sistem saraf
◦ Kebutuhan à 200 mg/hari
◦ Sumber à salmon,mackarel, ancvhovies
◦ Konsentrasi DHA dalam darah yang rendah à pada vegetarian
atau mereka yang intake ikannya tidak adekuat.
◦ Ibu yang merokok membutuhkan DHA lebih banyak à bayi yang
lahir dari ibu perokok sering lebih kecil dari umur kehamilannya
(small for gestational age) & memiliki kadar DHA sirkulasi yang
lebih rendah dari ibu yang tidak merokok
Vitamin..
◦ Memiliki peran penting bagi perkembangan janin
◦ Vitamin A & beta caroten à membantu pertumbuhan tulang
dan gigi, kulit janin, perkembangan penglihatan janin.
◦ Vitamin B à B1 untuk mengatur sistem syaraf & metabolisme, B12
dibutuhkan untuk pengaturan sel darah,
◦ Vitamin C à menjaga kekuatan jaringan tubuh.
◦ Vitamin D à membentuk tulang kuat
◦ Vitamin E à membantu penyerapan vitamin K dan pengaturan
otot.
Simpulan..
◦ Persiapkan kehamilan sejak masa prekonsepsi.
◦ Konsumsi yang bervariasi & diit seimbang penting untuk menjaga
kondisi ibu dan janin sehat selama kehamilan sehingga didapat
luaran kehamilan yang baik.
ALHAMDULILLAH..
SEMOGA BERMANFAAT..