Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Proses pemisahan merupakan proses penting dalam industri kimia dan menjadi
semakin menarik untuk dikaji lebih jauh dengan makin berkembangnya permasalahan
di lapangan serta makin banyaknya pilihan teknologi yang bisa digunakan. Beberapa
kecenderungan terakhir proses-proses pemisahan dalam industri adalah sebagai berikut :
1. Pemakaian proses yang sudah lama dikenal (misalnya distilasi, ekstraksi, dan lain-
lain) tetapi dengan unjuk kerja yang lebih baik, misalnya dalam hal :
a. kebutuhan energi yang lebih rendah
b. harga peralatan yang lebih murah, misalnya peralatan lebih kecil
c. limbah yang lebih sedikit atau tidak berbahaya
d. kondisi operasi yang tidak terlalu hebat
e. kebutuhan bahan pemroses, misalnya salven pada ekstraksi, yang lebih kecil
f. kualitas produk yang lebih baik, karena kemurnian yang lebih tinggi, kerusakan
bahan tak banyak terjadi, dan lain-lain.
2. Pemakaian teknologi atau proses yang baru dalam arti belum lama dikembangkan
Metode-metodepemisahan dapat digolongkan menjadi 3 yaitu secara kimia, secara
biologi dan secra fisika atau mekanik
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja metode-metode pemisahan?
2. Bagaimana bentuk pemisahan secra, kimia, fisika dan biologi?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui metode-metode pemisahan
2. Memahami bentuk pemisahan secra, kimia, fisika dan biologi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Separasi (Pemisahan)


Separation adalah proses pemisahan suatu komponen dari campuran yeng terdiri
dari satu fasa atau 2 fasa. Ada 3 metode proses pemisahan yaitu,
1. Pemisahan secara mekanis atau fisis : Seperti pengadukan, penyaringan
(filtration), pengendapan (sedimetation), size reduction, pemanasan,
pendinginan, sublimasi dan penguapan (evaporasi).
2. Pemisahan secara kimia: yaitu dengan penambahan bahan kimia, seperti
adsorpsi, absorpsi, ekstraksi, koagulasi-flokulasi.
3. Pemisahan secara biologi: yaitu dengan penambahan organisme/ makhluk
hidup untuk memisahkan suatu campuran. Pemisahannya dapat berupa pada
proses remediasi (bioremediasi/fitoremediasi)
2.2. Pemisahan Secara Biologis
Proses pemisahan secara biologis adalah proses pemisahan dengan bantuan
organisme atau makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan bahkan mikroorganisme.
Biasanya proses ini digunakan untuk proses pengolahan limbah atau remediasi.
Remediasi dapat diartikan sebagai proses pemulihan dari kondisi yang terkontaminasi
oleh cemaran agar bersih kembali yang dapat dilakukan pada media air, udara dan tanah.
Penggunaan mikroorganisme dalam proses pemulihan lingkungan tercemar merupakan
alternatif pilihan yang ramah lingkungan. Remediasi dapat diartikan sebagai proses
pemulihan dari kondisi yang terkontaminasi oleh cemaran agar bersih kembali yang
dapat dilakukan pada media air, udara dan tanah. Penggunaan mikroorganisme dalam
proses pemulihan lingkungan tercemar merupakan alternatif pilihan yang ramah
lingkungan (Puspitasari, 2016). Terdapat 2 jenis remediasi yaitu bioremediasi dan
fitoremediasi.
A. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses penguraian limbah organik/anorganik polutan dari
sampah organik dengan menggunakan organisme (bakteri, fungi, tanaman atau
enzimnya) dalam mengendalikan pencemaran pada kondisi terkontrol menjadi suatu
bahan yang tidak berbahaya atau konsentrasinya di bawah batas yang ditentukan oleh
lembaga berwenang dengan tujuan mengontrol atau mereduksi bahan pencemar dari
lingkungan. Faktor – faktor yang mempengaruhi proses bioremediasi adalah ; mikroba,
Nutrisi dan Lingkungan. Mikroba memiliki kemampuan untuk mendegradasi,
mentransformasi dan menyerap senyawa pencemar. Mikroba yang digunakan dapat
berasal dari golongan fungi, bakteri, ataupun mikroalga., nutrisi dan lingkungan. Nutrisi,
jenis nutrisi yang dibutuhkan bagi mikroba, diantaranya unsur karbon (C), Nitrogen (N),
Posfor (P) dan lain lain. ; Lingkungan yang berpengaruh antara lain oksigen, suhu. DO,
dan pH (Puspitasari, 2016).
B. Fitoremediasi
Fitoremediasi adalah teknologi untuk memperbaiki lahan dengan menggunakan
tanaman. Konsentrasi logam berat dalam tanah dapat dikurangi melalui penanaman
tanaman pengikat logam berat dengan proses fitoremediasi dengan tanaman
hiperakumulator. Salah satu mekanisme pengikatan logam berat dalam tanah oleh
tanaman pengikat logam dilakukan melalui penyerapan. Kelebuhan dari fitoremediasi
merupakan alternatif teknologi pengolahan tanah tercemar yang ramah lingkungan,
efektif, dan mempunyai biaya yang lebih rendah dibandingkan pengolahan lainnya.
Tanaman yang digunakan untuk proses fitoremediasi mempunyai bentuk yang
beraneka ragam, baik yang berwujud seperti alang-alang maupun membentuk jalinan
berupa rumput. Tanaman hiperakumulator merupakan tanaman yang dapat hidup pada
keadaan dimana konsentrasi logam berat yang tinggi, tanaman ini juga dapat menyerap
logam dalam tanah. Sehingga dengan tanaman hiperakumulator, konsentrasi logam
berat dalam tanah akan berkurang (Rahmawati, 2018).
Semua tumbuhan memiliki kemampuan menyerap logamtetapi dalam jumlah
yang bervariasi. Sejumlah tumbuhan dari banyak famili terbukti memiliki sifat
hipertoleran, yakni mampu mengakumulasi logam dengan konsentrasi tinggi pada
jaringan akar dan tajuknya, sehingga bersifat hiperakumulator. Sifat hiperakumulator
berarti dapat mengakumulasi unsur logam tertentu dengan konsentrasi tinggi pada
tajuknya dan dapat digunakan untuk tujuan fitoekstraksi. Dalam proses fitoekstraksi ini
logam berat diserap oleh akar tanaman dan ditranslokasikan ke tajuk untuk diolah
kembali atau dibuang pada saat tanaman dipanen (Juhriah, 2016).
Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan jengger ayam (Celosia
pulmosa) merupakan tanaman hiperakumulator yang dapat meremediasi tanah yang
tercemar logam berat Pb. Yusuf dkk. (2014) menyimpulkan bahwa tanaman lidah
mertua (Sansevieria trifasciata) memiliki kemampuan menyerap konsentrasi Pb dalam
tanam sebesar 56,63%. Penelitian yang dilakukan Alam dan Juhriah (2016)
menyebutkan bahwa tanaman jengger ayam (Celosia pulmosa) memiliki kemampuan
menyerap konsentrasi Pb dalam tanah sebesar 74,44% (Rahmawati, 2018).
Tanaman bunga-matahari menunjukkan kemampuan yang bagus untuk
fitoremediasi Cu. Arabidopsis thaliana adalah tumbuhan hiperakumulator logam Hg
(Juhriah, 2016)
C. Bioleaching
Bioleaching ialah ekstraksi logam dari bijihnya melalui penggunaan organisme
hidup. Ini jauh lebih jelas dibandingkan pencucian tumpukan tradisional meng-gunakan
sianida. bioleaching adalah salah satu dari beberapa aplikasi dalam biohydrometallurgy
dan beberapa metode yang digunakan untuk memulihkan tembaga, seng, timah, arsen,
antimon, nikel, molibdenum, emas, perak, dan kobalt.
Bioleaching dapat melibatkan banyak besi ferro dan bakteri pengoksidasi
belerang, termasuk Acidi thiobacillus ferrooxidans dan Acidithiobacillus (terutama
dikenal sebagai Thiobacillus). Sebagai prinsip umum, ion Fe3+ yang digunakan untuk
mengoksidasi bijih. Langkah ini sepenuhnya bebas dari mikroba. Peran bakteri adalah
oksidasi lebih lanjut dari bijih tersebut, tetapi juga regenerasi oksidan kimia Fe3+ dari
Fe2 +.

Misalnya, bakteri mengkatalisis penguraian mineral pyrite (FeS2) dengan


mengoksidasi sulfur dan logam (dalam hal ini besi ferro, Fe2+) menggunakan oksigen.
Ini menghasilkan produk-produk yang larut yang dapat dimurnikan dan dikilangkan
lebih lanjut untuk menghasilkan logam yang diinginkan.
D. Lumpur Aktif
Metode pengolahan lumpur aktif (activated sludge) adalah merupakan proses
pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses mikroorganisme tersebut. Lumpur
aktif (activated sludge) adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi yang pertama
kali dilakukan di Ingris pada awal abad 19. Sejak itu proses ini diadopsi seluruh dunia
sebagai pengolah air limbah domestik sekunder secara biologi. Proses ini pada dasarnya
merupakan pengolahan aerobik yang mengoksidasi material organik menjadi CO2 dan
H2O, NH4. dan sel biomassa baru. Udara disalurkan melalui pompa blower (diffused)
atau melalui aerasi mekanik. Sel mikroba membentuk flok yang akan mengendap di
tangki penjernihan (Gariel Bitton, 1994).
Dewasa ini metode lumpur aktif merupakan metode pengolahan air limbah yang
paling banyak dipergunakan, termasuk di Indonesia, hal ini mengingat metode lumpur
aktif dapat dipergunakan untuk mengolah air limbah dari berbagai jenis industri seperti
industri pangan, Perhotelan, Rumah tinggal, Sekolah, bahan Pabrik dan lain sebaginya.
Dengan menerapkan sistem ini didapatkan air bersih yang tidak lagi mengandung
senyawa organik beracun dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Air tersebut dapat
dipergunakan kembali sebagai sumber air untuk kegiatan industri selanjutnya.
Diharapkan pemanfaatan sistem daur ulang air limbah akan dapat mengatasi
permasalahan persediaan cadangan air tanah demi kelangsungan kegiatan industri dan
kebutuhan masyarakat akan air.
Dapat dilihat gambar seperti dibawah ini:
Limbah yang datang dari segala macam aktifitas akan ditampung kedalam bak
penyaring. bak penyaring berfungsi sebagai penyaring kotoran padat dan sampah yang
dapat mengganggu proses peralatan selanjutnya atau peralatan lainnya air yang telah
disaring selanjutnya menuju ke bak equalizing, bak equalizing berfungsi sebagai
penampung dalam proses awal agar kualitas air rata dan teratur. Air kemudian di
pompakan ke flow control box untuk selanjutnya masuk ke bak aerasi, bak ini
dilengkapi dengan air difuser yang berfungsi melarutkan udara kedalam air sehingga
bakteri menjadi aktif. Di bak ini air limbah akan diproses dengan cara menambahkan
atau melarutkan udara kedalam air dan menambahkan lumpur aktif yg diperoleh dari
bak pengendap atau sedimentation tank. Bak ini berfungsi untuk mengendapkan lumpur
yang datang dari aerasi dengan tujuan mempercepat pengendapan struktur, sehingga
dibuat seperti limas segi empat.
Lumpur yang mengendap akan diangkat oleh airlift melalui udara blower
kemudian lumpur ditampung ke setiap distributor box untuk di distribusikan ke bak
aerasi, bak penampungan lumpur dan bak klorinasi atau clorinasi tank. Setelah air
diendapkan proses selanjutnya biasanya menambahkan bahan kimia yg berfungsi untuk
membunuh kuman, namun bisa juga tidak menggunakan bahan kimia, hal tersebut dapat
diatasi dengan menambahkan bakteri aktif pada saat proses aerasi. Bak penampung air
olahan atau efluent tank adalah bak yang berfungsi sebagai bak penampung air olahan
yang dihasilkan oleh unit pengolahan limbah untuk disalurkan ke water tank, air yang
masuk ke bak ini adalah air yg sudah di proses bebas dari kuman
2.3. Pemisahan Secara Mekanik/Fisik
A. Filtrasi
Masalah umum pemisahan partikel padat dari cairan dapat diselesaikan dengan
menggunakan berbagai metode, tergantung pada jenis padatan, proporsi padatan ke
cairan dalam campuran, viskositas larutan, dan faktor lainnya. Dalam penyaringan
perbedaan tekanan diatur dan menyebabkan cairan mengalir melalui lubang kecil layar
atau kain yang menghalangi perjalanan partikel padat besar, yang, pada gilirannya,
membangun di atas kain sebagai kue berpori (Geankoplis, 1983).
1. Bed Filter
Bed filter adalah bahan seperti pasir yang digunakan untuk menghilangkan
bahanbahan tertentu, termasuk minyak atau padat, dari aliran cair. Mereka umumn
ya digunakanuntuk membersihkan aliran air limbah industri, dan dapat diinstal
sebagai sistem septik perumahan. Teknologi bed Filter yang paling sering adalah
sistem gravitasi-makan, di manacairan masuk di bagian atas dan bergerak ke
bawah ke saluran air yang terletak di dasar.Teknologi bed filter industri
dapat menggunakan berbagai bahan sebagai mediafiltrasi, termasuk pasir, tanah
berpori, atau butiran karbon. Efisiensi penyaringan
tergantung pada beberapa faktor, termasuk luas permukaan media filter. Luas per
mukaan berarti total permukaan media filter, yang merupakan total luas
semua partikel atau butiran karbon yangdigunakan
untuk bed (filter). Media secarateliti dirancanguntuk memberikan area permukaan
besar tanpa menjadi terlalu kecil dalam ukuran, yang dapat menyebabkan penyum
batan
3. Bag Filter
Bag filter adalah alat untuk memisahkan partikel kering dari gas
(udara)pembawanya. Di dalam bag filter, aliran gas yang kotor akan partikel masuk ke
dalam beberapa longsongan filter (disebut juga kantong atau cloth bag) yang berjajar
secara pararel, dan meninggalkan debu pada filtertersebut. Aliran debu dan gas dalam
bag filter dapat melewati kain (fabric) ke segala arah. Partikel debu tertahan di sisi
kotor kain, sedangkan gas bersih akan melewati sisi bersih kain. Konsentrasi
partikel inlet bag filter adalah antara 100 μg/ m3 – 1 kg/m3. Debu secara periodik
disisihkan dari kantong dengan goncangan atau menggunakan aliran udara terbalik,
sehingga dapat dikatakan bahwa bag filter adalah alat yang menerima gas yang
mengandung debu, menyaringnya, mengumpulkan debunya, dan mengeluarkan gas
yang bersih ke atmosfer.
Keuntungan Bag Filter
Keuntungan dari penggunaan bag filter adalah Efisiensi pengumpulan sangat tinggi,
meski untuk partikulat yang sangat kecil, dapat dioperasikan pada kondisi debu dan
dalamvolume alir yang berbeda-beda, terjadi konservasi energi, tidak beresiko
menimbulkanpencemaran air dan tanah.
Kerugian Bag Filter
Kerugian dari bag filter adalah : memerlukan area yang luas, material kain akan
dapat rusak akibat adanya temperatur yang tinggi ataupun korosi bahan kimia, tidak
dapat beroperasi pada keadaan basah (moist); kain dapat menjadi lengket, dapat
berpotensimenimbulkan kebakaran atau meledak (eksplotion).Alat ini umum
digunakan di industri carbon black dan cemen serta industry lain yangmenangani
powder-powder yang jika dibiarkan akan menyebabkan pencemaran lingkungan.

2. Plate and Frame Filter Press


Plate dan frame filter press terdiri dari plate dan frame yang tergabung menjadi
satu dengan kain saring pada tiap sisi plate. Plate memiliki saluran sehingga filtrat
jernih dapat melewati tiap plate. Slurry dipompa menuju plate dan frame dan mengalir
melalui saluran pada frame sehingga slurry memenuhi frame. Filtrat mengalir melalui
kain saring dan padatan menumpuk dalam bentuk cake pada kain saring. Filtrat
mengalir antara kain saring dan plate melalui saluran keluar.
Filtrasi terus dilakukan hingga frame dipenuhi padatan. Kebanyakan filter memiliki
saluran pengeluaran yang terpisah untuk tiap frame sehingga dapat dilihat apakah filtrat
jernih atau tidak. Bila filtrat tidak jernih, mungkin disebabkan kain saring rusak atau
sebab lainnya. Ketika frame sudah benar– benar terpisah plate dan frame dipisahkan dan
cake dihilangkan, lalu filter dipasang lagi dan digunakan.
Plate and frame filter press banyak digunakan di industri makanan, misalnya
industri minyak. Ada beberapa macam tipe filter press, seperti washing, non washing,
open delivery, dan closed delivery. Pada filter ini, filter cloth menutupi tiap sisi dati tiap
plate, kemudian ditahan bersama–sama menjadi satu dengan tenaga mekanis dengan
memakai suatu screw atau hidrolis.
Cake kadang dicuci untuk membersihkannya dari solven dan impurities yang
menempel pada cake. Sistem yang demikian disebut open-delivery.
Plate memiliki saluran yang melewati filter cloth sehingga cairan filtrat yang
bersih menuruni plate. Slurry dipompa masuk dan mengalir melalui saluran ke frame
yang terbuka sehingga slurry mengisi frame. Filtrat akan melalui filter cloth dan padatan
membentuk cake di sisi frame pada filter cloth. Filtrat mengalir di antara filter cloth dan
permukaan plate ke arah saluran keluar. Proses filtrasi berlangsung sampai frame
dipenuhi dengan padatan. Ketika frame sudah penuh dengan padatan, plate dan frame
dipisahkan, dan cake dipindahkan. Kemudian filter dirangkai lagi dan proses dilakukan
lagi. Apabila cake tidak dicuci, sistemnya dikenal sebagai closed-delivery.
Ada juga filter yang dilengkapi dengan plate pencuci, tujuannya untuk melakukan
pencucian pada cake, sehingga bisa diperoleh kembali sisa filtrat yang berharga yang
tertahan di dalam cake (seperti di pabrik minyak) atau bertujuan untuk memperoleh
cake yang lebih bersih. Pada waktu pencucian, air cucian masuk dari plate pencuci,
melalui kain saringan lalu melalui cake, terakhir melalui kain saringan lagi dan keluar
melaui lubang yang ada di bawah plate. Pada hasil pencucian kadang–kadang terdapat
sesuatu yang berharga dan ingin diambil, seperti pabrik minyak Untuk kasus seperti ini,
air cucian tersebut tidak dibuang tetapi dilakukan pengolahan lebih lanjut.
Keuntungan dari plate and frame filter press yaitu pekerjaannya mudah hanya
memerlukan tenaga terlatih biasa karena cara operasi alatnya sederhana, dapat langsung
melihat hasil penyaringan yaitu keruh atau jernih, dapat digunakan pada tekanan yang
tinggi, penambahan kapasitas mudah cukup dengan menambah jumlah plate dan frame
tanpa menambah unit filter press, dapat digunakan untuk penyaringan larutan yang
mempunyai viskositas yang tinggi, dan dapat dipakai untuk penyaringan larutan yang
mengandung kadar koloid (kotoran) relatif rendah.
Kerugian dari plate and frame filter press ini adalah kemungkinan bocor banyak
dan operasinya tidak kontinyu. Kerugian lain dari plate and frame filter press adalah
tenaga kerja yang dibutuhkan banyak karena dibutuhkan untuk membongkar dan
memasang filter, selain itu membutuhkan waktu yang lama.
(Geankoplis, 1993)

4. Rotary drum Filter


Drum rotary vacuum filter terdiri dari drum yang berputar dalam bak cairan
untuk disaring.Teknik ini sangat cocok untuk bubur, dan cairan dengan kandungan
padatan yang tinggi, yang dapat menyumbat bentuk filter lainnya. Drum sudah dilapisi
dengan bantuan filter, biasanya dari diatomaceous earth (DE) atau Perlite. Setelah pre-
coat diterapkan, cairan yang akan disaring dikirim ke bak di bawah drum. Drum
berputar melalui cairan dan vakum menghisap cairan dan padatan ke permukaan pra-
lapisan drum, bagian cair "disedot" oleh vakum melalui media filter ke bagian internal
drum, dan filtrat dipompa menjauh. Padatan melekat pada bagian luar drum, yang
kemudian melewati pisau, memotong padatan dan sebagian kecil dari media filter
untuk mengungkapkan permukaan media baru yang akan masuk ke dalam cairan
ketika drum berputar. Pisau maju secara otomatis saat permukaan dilepas.
B. Sedimentasi
Dalam pengendapan atau sedimentasi, partikel-partikel dipisahkan dari fluida oleh
gaya gravitasi yang bekerja pada berbagai ukuran dan kepadatan partikel (Geankoplis,
1983).
1. Sedimentation Thickener
Sludge thickening adalah alat yang berfungsi untuk mengurangi kadar air (liquid)
dalam lumpur, sehingga menambah kandungan solid (padatan) dalam lumpur.
Pabrik pengolahan air limbah pada umumnya menggunakan perangkat penebalan untuk
meningkatkan konsentrasi padatan pada akhir langkah proses tertentu dalam proses
lumpur aktif. Penebalan meningkatkan kandungan padatan lumpur dan mengurangi
volume air gratis sehingga meminimalkan beban unit pada proses hilir seperti
pencernaan dan dewatering.
Proses yang digunakan penebalan mencakup penebalan gravitasi, flotasi udara
terlarut, sabuk penebalan gravitasi dan rotary drum penebalan. Jenis penebalan dipilih
biasanya ditentukan oleh ukuran dari pabril limbah, hambatan fisik dan proses hilir.
Di pabrik pengolahan air limbah yang kecil, penebalan biasanya terjadi secara langsung
di dalam tangki penyimpanan lumpur. Lumpur yang dikompersi di bagian bawah tangki
hanya oleh gaya gravitasi, sedangkan di atas lapisan lumpur air keruh terbentuk, yang
diambil dari tangki dan kembali ke inllet.
Peralatan mekanis tipe lumpur penebalan menggunakan proses fisik untuk
berkonsentrasi lumpur dengan menghapus bagian air sehingga mengarah ke
peningkatan jumlah presentase padat. Ada beberapa metode yang berbeda untuk
mencapai hal ini dari semua pilihan yang tersedia, biasanya isi lumpur dapat
ditingkatkan dengan 4-5 lipatan tergantug pada seberapa baik peralatan dioperasikan.
Metode mengandalkan pada prinsip gravitasi dapat diterapkan baik diobati primer
dan bahkan limbah lumpur aktif. Hal ini biasanya dilakukan dalam tangki melingkar
serupa di desain dibandingkan dengan tangki sedimentasi tanaman khas. Aliran lumpur
berasal dari sistem aerasi diarahkan ke pusat dengan baik dan desain sedemikian rupa
sehingga ada cukup waktu penahanan yang cukup untuk menyelesaikan baik untuk
mengambil tempat. Sampah yang dikumpulkan di bagian bawah tangki diperbolehkan
untuk menetap, menjadi kompak dan kemudian dipompa keluar dari pipa outlet limbah
bawah akan tetap baik digester atau sekunder dewatering. Biasanya ada bendung dan
saluran unutk air diperjelas untuk keluar meluap dan menyapu lengan berputar dengan
pisau akan berbalik kedalam gerakan melingkar untuk menciptakan efek pengadukan
lambat. Hasilnya adalah bahwa dengan melakukan ini, maka akan memastikan bahwa
kekompakan akan terjadi dan mendapatkan lumpur untuk melakukan perjalanan ke
bawah. Kadang-kadang proses dapat ditingkatkan dengan memperlambat laju umpan
sementara desain harus benar merencanakan untuk memberikan waktu penahanan yang
cukup.
2. Spitzkasten Classifier

jenis lain dari ruang pengendapan gravitasi adalah Spitzkasten, ditunjukkan pada
Gambar. 14.3-7, yang terdiri dari serangkaian pembuluh kerucut meningkat diameter
dalam arah aliran. Bubur memasuki kapal pertama, di mana yang terbesar dan partikel
yang mengendap lebih cepat dipisahkan. Overflow pergi ke kapal berikutnya, di mana
pemisahan lain terjadi. Ini berlanjut di kapal atau kapal berikutnya. Di setiapVessel
kecepatan aliran air masuk dikontrol untuk memberikan kisaran ukuran yang diinginkan
untuk setiap kapal.

C. Size Reduction
1. Jaw Crusher
Jaw Crusher merupakan suatu mesin atau alat yang banyak
digunakan dalam industri dibidang pertambangan, bahan bangunan, kimia,
metalurgi dan sebagainya. Sangat cocok untuk penghancuran primer dan
sekunder dari semua jenis mineral dan batuan dengan kekuatan tekan
sekitar 320 MPa, seperti bijih besi, bijih tembaga, bijih emas, bijih mangan,
batu kali, kerikil, granit, basalt, kuarsa, diabas , dan bahan galian lainnya.
Jaw crusher mempunyai keunggulan struktur sederhana, kinerja stabil,
perawatan mudah, menghasilkan partikel akhir dan rasio penghancuran
tinggi. Jadi jaw crusher merupakan salah satu mesin penghancuran paling
penting dalam lini produksi penghancuran batu. Secara umum mesin
Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk
bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut. Crusher sendiri
merupakan alat yang digunakan dalam proses crushing. Sedangkan
Crushing merupakan proses yang bertujuan untuk meliberasi mineral yang
diinginkan dari mineral pengotornya. Jaw Crusher banyak digun akan dalam
pengerjaan kontruksi misalnya dalam pengerjaan jalan pembuatran beton,
gedung, bendungan terutama rock fill dan filternya dan pengerjaan lainnya.
Kadang kadang diperlukan syarat khusus untuk gradasi butiran pengisinya.
Gradasi butiran-butiran tersebut sulit didapat dari alam tanpa pengerjaan
apalagi secara besar-besaran.
2. Hammer Mill
Cara kerjanya yaitu hammer berputar pada suatu sumbu atau poros dibantu
dengan adanya hammer statis untuk membantu menghancurkan agar lebih cepat
prosesnya hingga bongkol jagung tersebut hancur menjadi partikel-partikel yang lebih
kecil sesuai ukuran saringannya
Jaw Crusher merupakan suatu mesin atau alat yang banyak digunakan
dalam industri dibidang pertambangan, bahan bangunan, kimia, metalurgi
dan sebagainya. Sangat cocok untuk penghancuran primer dan sekunder dari
semua jenis mineral dan batuan dengan kekuatan tekan sekitar 320 MPa,
seperti bijih besi, bijih tembaga, bijih emas, bijih mangan, batu kali, kerikil,
granit, basalt, kuarsa, diabas , dan bahan galian lai nnya. Jaw crusher
mempunyai keunggulan struktur sederhana, kinerja stabil, perawatan mudah,
menghasilkan partikel akhir dan rasio penghancuran tinggi. Jadi jaw crusher
merupakan salah satu mesin penghancuran paling penting dalam lini
produksi penghancuran batu. Secara umum mesin Crusher dapat digunakan
untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk bahan tambang sehingga
dapat diolah lebih lanjut. Crusher sendiri merupakan alat yang digunakan
dalam proses crushing. Sedangkan Crushing merupakan proses yang
bertujuan untuk meliberasi mineral yang diinginkan dari mineral
pengotornya. Jaw Crusher banyak digunakan dalam pengerjaan kontruksi
misalnya dalam pengerjaan jalan pembuatran beton, gedung, bendungan
terutama rock fill dan filternya dan pengerjaan lainnya. K adang kadang
diperlukan syarat khusus untuk gradasi butiran pengisinya. Gradasi butiran -
butiran tersebut sulit didapat dari alam tanpa pengerjaan apalagi secara
besar-besaran.
2.4. Pemisahan Secara Kimiawi
A. Flokulasi-Koagulasi
Koagulasi adalah proses kimia dan fisik yang menggabungkan agregat yang lebih
besar, ini banyak digunakan dalam pengolahan air dalam hubungannya dengan
sedimentasi dan filtrasi untuk menghilangkan partikel dari air (Howe, 2002). Koagulan
merupakan penarikan kekuatan dan menstabilkan partikel koloid yang menyebabkan
partikel tertahan di dalam air yang menggunakan bahan kimia (Saravanan, 2017).
Flokulasi adalah suatu proses untuk membentuk gumpalan besar dari gumpalan
yang telah terbentuk selama terjadi proses koagulasi dengan adanya penambahan
polimer (Siregar, 2005). Proses flokulasi yaitu dengan penambahan bahan kimia yang
menyebabkan terikatnya partikel-partikel kecil secara bersama-sama yang membentuk
gumpalan (flok). Dimana gumpalan tersebut akan mengendap ke lapisan bawah
(Kamilati, 2006). Faktor yang mempengaruhi proses koagulasi-flokulasi
- Kualitas air
Kebutuhan koagulan dipengaruhi oleh kekeruhan dimana kekeruhan yang tinggi
menyebabkan koagulasi menjadi lebih efektif tetapi penambahan koagulan sendiri
tidak selalu berkorelasi terhadap kekeruhan.
- Kuantitas dan karakteristik air
Ukuran partikel yang tidak seragam jauh lebih mudah untuk dikoagulasi. Hal ini
karena pusat aktif lebih mudah terbentuk pada partikel kecil, sedangkan partikel yang
besar mempercepat terjadinya pengendapan.
- Pengaruh pH
Pemilihan pH yang tepat akan mengakibatkan dosis koagulan yang digunakan untuk
memperoleh Effluent
- Kecepatan putaran dan waktu putaran
Kecepatan putaran sangat berhubungan dengan proses pencampuran koagulan
kedalam air, proses destabilisasi partikel dan perpindahan serta penggabungan
presipitat yang terbentuk menjadi flok-flok.
- Temperatur
Temperatur yang rendah memberikan efek yang merugikan terhadap efisiensi semua
proses pengolahan (Al-layla, 1998).
B. Absorpsi
Absorbsi, yaitu pengambilan komponen- komponen dari campuran gas dengan
penyerapan menggunakan salven, sudah lama dikenal dalam industri kimia. Proses ini
pada umumnya dijalankan pad a tekanan tinggi dan suhu rendah. Komponen yang sudah
terserap tadi biasanya dipisahkan kembali dengan cara stripping. Jadi, kebanyakan
absorber selalu dikombinasikan dengan stripper. Salven diharapkan dapat dipakai
berulang-ulang. Usaha yang selalu dilakukan adalah mencarii cara untuk menyediakan
kontak gas-cair sebaik-baiknya, tanpa mengakibatkan pressure drop yang terlalu tinggi.
Kontak yang baik mencakup dua aspek, yaitu luas bidang kontak yang besar dan gerak
relatif yang makin cepat (turbulen ).
Kesetimbangannya juga mencakup dua aspek, yaitu kesetimbangan fasa gas-cair
dan kesetinibangan kimia di fasa cair. Contoh absorbsi reaktif dalam industri adalah
absorbsi CO2 dari gas hasil reformer (misalnya pada pabrik amonia). Dipakai penyerap
berupa air yang mengandung K2CO3. Gas CO2 yang terserap ke dalam air bereaksi
dengan K2CO3 menurut reaksi:

(Sediawan, 2000).
C. Adsorpsi
Adsorpsi adalah pengambilan komponen dari gas atau cairan dengan penjerapan
oleh suatu padatan. Pada penjerapan, zat yang diserap menempel pada permukaan
padatan, tidak sampai ke dalam padatan. Kapasitas adsorpsi ini biasanya kecil, tetapi
bisa mengambil komponen-komponen yang jumlahnya sangat kecil (traces) dari gas
atau cairan. Ikatan adsorpsi bisa berupa ikatan fisis ataupun ikatan kimia. Proses ion-
exchange dapat pula digolongkan ke dalam adsorpsi kimiawi. Pada adsorpsi, permukaan
penjerap bukan hanya permukaan padatan saja, tetapi juga permukaan pori-pori padatan.
Oleh karena itu, dalam adsorpsi terjadi proses perpindahan massa dan penjerapan di
permukaan (fisis atau kimiawi) (Sediawan, 2000).

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

3. Separation adalah proses pemisahan suatu komponen dari campuran yeng terdiri dari
satu fasa atau 2 fasa. Ada 3metode proses pemisahan yaitu,
4. Pemisahan secara mekanis atau fisis : Seperti pengadukan, penyaringan (filtration),
pengendapan (sedimetation), pemanasan, pendinginan, sublimasi dan penguapan
(evaporasi).
5. Pemisahan secara kimia: yaitu dengan penambahan bahan kimia, seperti adsorpsi,
absorpsi, ekstraksi, koagulasi-flokulasi.
6. Pemisahan secara biologi: yaitu dengan penambahan organisme/ makhluk hidup
untuk memisahkan suatu campuran. Pemisahannya dapat berupa pada proses
remediasi (bioremediasi/fitoremediasi

DAFTAR PUSTAKA

Geankoplis, Christie J. 1983. Transport Processes and Unit Operations. University of


Minnesota
Juhriah., Alam Mir. 2016. Fitoremediasi Logam Berat Merkuri (Hg)Pada Tanah
Dengan Tanaman Celosia Plumosa (Voss) Burv. Phytoremediation Of Heavy Metal
Mercury (Hg) In Soil With Celosia Plumosa (Voss) Burv. Plants. Departemen
Biologi Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin, Makassar
Komariah, Leily Nurul., A. F. Ramdja., Leonard Nicky. 2009. Tinjauan Teoritis
Perancangan KolomDistilasi Untuk Pra-Rencana Pabrik Skala Industri.Jurusan
Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Puspitasari, Dwi Juli., Khaeruddin. 2016. Kajian Bioremediasi Pada Tanah Tercemar
Pestisida. Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Tadulako, Palu
Ratnawati, Rhenny ., Fatmasari, Risna Dwi. 2018. Fitoremediasi Tanah Tercemar
Logam Timbal (Pb) Menggunakan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria
Trifasciata) Dan Jengger Ayam (Celosia Plumosa).Program Studi Teknik
Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas PGRI Adi
Buana Surabaya, Indonesia
Sediawan, Wahyudi Budi. 2000. Berbagai Teknologi Proses Pemisahan. Jurusan
Teknik Kimia, Fakultas Teknik -UGM