Anda di halaman 1dari 1

1.

Anak terlantar tidak di didik dengan baik oleh orangtuanya


Dapat kita ketahui bersama bahwa, pendidikan dapat diartikan sebagai pembinaan,
pembentukan, pengarahan, pencerdasan, pelatihan yang ditujukan kepada semua anak didik
dengan tujuan membentuk anak didik yang cerdas, berkepribadian, memiliki keterampilan
atau keahlian tertentu sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat. Pendidikan-
pendidikan merupakan suatu aktivitas untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian
manusia yang berjalan seumur hidup.

Dari sekian banyak orang tua hanya sedikit saja yang melibatkan diri dalam pendidikan
anaknya. Karena kesibukan orang tua itu sendiri sehingga aktifitas yang dilakukan anak
disekolah atau diluar sekolah kurang diketahui. Orangtua adalah orang yang pertama dan
paling utama dalam memberikan pendidikan kepada seorang anak. Orang tua menentukan
kemana anak itu akan dibawa. Anak masih sangat menggantungkan diri, meminta isi, bekal,
cara berpikir dan bertindak dari orang tuanya. Tetapi sekarang ini, kehidupan disebuah
keluarga sudah banyak berubah. Banyak orang tua yang dua-duanya berkarier sehingga
mereka sibuk dengan pekerjaanya, sampai kadang-kadang mereka lupa akan kewajibannya
sebagai orang tua.

Pendidikan adalah hal yang penting dalam mengembangkan pola pikir anak. Kurangnya
didikan membuat mereka memiliki pola pikir yang tertutup dan cara pandang yang salah yang
membuatnya melakukan tindakan kriminal. Lalu, Kurangnya pendidikan dari orangtua kepada
anak bisa menjerumuskan anak dalam hal yang negatif.

2. Faktor lingkungan hidup dan pergaulan bebas


Anak yang terlantar adalah anak yang tidak diperhatikan oleh orangtuanya sehingga
memungkinkan mereka untuk memiliki lingkungan hidup yang tidak baik serta salah memilih
pergaulan/tidak selektif memilih teman.