Anda di halaman 1dari 9

ACARA IV

KALKULUS

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah praktikan (mahasiswa)
memahami kalkulus dan pemanfaatannya untuk pengelolaan hutan.

II. DASAR TEORI


Andaikan kita membagi jurusan matematika ke dalam tiga bidang utama:
geometri, aljabar, dan kalkulus maka dapat dikatakan bahwa geometri adalah
ilmu yang mempelajari bentuk, aljabar adalah ilmu tentang besaran, dan kalkulus
ilmu tentang perubahan. (Purcell et al, 2003)
Kalkulus adalah cabang matematika yang fokus pada fungsi, limit,
derivative, integral, dan deret tak terhingga seperti seperti deret Taylor dan Mc
Laurin. Kalkulus menjadi basis banyak kuliah lain seperti Fisika Dasar,
Matematika Teknik, Termodinamika dan masih banyak lagi. (Faizun, 2015)
Dalam kalkulus, ada relasi dan fungsi. Relasi adalah menghubungkan
anggota himpunan A dengan anggota himpunan B. Sedangkan fungsi atau
pemetaan berarti menghubungkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu
anggota himpunan B. (Rudol, 2009)
Sedangkan integral adalah salah satu materi yang diajarkan terkait dengan
pentingnya penggunaan integral dalam berbagai penjurusan keilmuan. Integral
mempelajari luas daerah dan volume bidang putar. (Ahmad, 2019)
Ada juga limit fungsi dan diferensial. Pada dasarnya, diferensial/turunan
adalah bentuk khusus dari limit fungsi. Limit fungsi dapat didefinisikan sebagai
berikut : misalkan f suatu fungsi dalam variabel x, dan L adalah bilangan real
maka lim x->af(x) = L, diartikan untuk x mendekati a dengan x ≠ a, maka nilai
f(x) mendekati L. (Salido dkk, 2019)
III. ALAT DAN BAHAN
Dalam praktikum acara 4 ini memerlukan alat dan bahan sebagai berikut:
Alat :
1. Microsoft Ecxel,
2. Alat Tulis
Bahan :
1. Data hasil pengukuran acara 1
2. Hasil analisis acara 2 dan acara 3
3. Beberapa model pertumbuhan

IV. CARA KERJA

1. Ditentukan data yang 2. Dicari volume, harga


akan diolah seperti dan hubungannya
kode pohon, jenis dengan DBH
pohon, dan DBH

4. Dibuat sheet baru dan 3. Dibuat sheet baru dan


dicari N, volume dan dicari N, volume dan
perubahan volume perubahan volume
berdasarkan umur berdasarkan umur
yang sama lalu dicari yang beda lalu dicari
hubungannya dengan hubungannya dengan
DBH DBH

5. Dibuat sheet baru lalu


dipindahkan data dari
acara 3. Dicari N/ha,
ln N dan N serta
dibuat grafik
hubungannya dengan
DBH
Penjelasan cara kerja :
Ditentukan data yang akan diolah yaitu kode pohon, jenis pohon, dan DBH
seperti yang pernah dibahas di acara II. Lalu dicari volume pohon menggunakan
rumus :

Log V = -3,34 +2 ,16 log d (Rumus di excel =10^(-3,34)*C2^2,6)


Volume dihitung berdasarkan rumus dan dibulatkan menjadi 2 digit dibelakang
koma lalu dibuat grafik hubungannya dengan DBH dengan cara memblok kedua
data lalu klik insert dan scatter.
Selanjutnya dicari harga menggunakan rumus :
P = -199160 + 41064,43 × DBH (Rumus di excel =-199160+(41064,43*C2))
Lalu dicari grafik hubungannya dengan DBH dengan cara memblok kedua data
lalu klik insert dan scatter
Sheet baru dibuka dan dibuat tabel baru yaitu umur, e, n, ITT, volume dan
perubahan volume. Umur sudah ditentukan yaitu dari umur 1 tahun hingga 30
tahun. e adalah rumus tetap yang dapat dicari menggunakan rumus =EXP(1) dan
didapatkan e sebesar 2,71828. Lalu dicari N dengan rumus =896-(16*A2) (A adalah
umur). ITT menggunakan angka yang sama yaitu 3. Volume dapat dihitung
menggunakan rumus :
V = e(1,3823-5,2758/A)N0,4911ITT0,8571 (Rumus di excel =B2^(1,3823-
(5,2758/A2))*(C2^0,4911)*(D2^0,8571))
Selanjutnya dicari perubahan V menggunakan rumus =E3-E2 dan dicari grafik
hubungannya dengan umur dengan cara memblok kedua data, klik insert dan
scatter.
Sheet baru dibuka lalu dibuat tabel yang sama seperti cara yang sebelumnya.
Yang membedakan adalah umur dibuat sama yaitu 10 tahun dan ITT dibuat
berbeda, berurutan dari 1 sampai 3. Sisanya menggunakan langkah kerja dan rumus
yang sama.
Sheet baru dibuka dan dibuat tabel baru berisi batas bawah, batas atas, frekuensi,
N/ha, ln N dan N. Batas bawah, batas atas, dan frekuensi diambil dari data acara
III. Selanjutnya dicari Lapak Petak Ukur (LPU) menggunakan rumus
=3,14*(7,98^2) lalu dikali 3 untuk 3 LPU dan dikonversikan dari m3 ke dalam ha
dengan cara dibagi 10.000.
Dicari N/ha menggunakan rumus =E2/$B$12 dan dibulatkan pada angka
selanjutnya. Dibuat grafik hubungan antara N/ha dengan DBH untuk mengetahui
rumus y yang akan digunakan untuk mencari ln N dan N. Selanjutnya dicari ln N
menggunakan rumus :
ln N = ln K – a D (Rumus di excel =371,47-5,4774*D2)
Dicari K menggunakan rumus =EXP(1)^371,47
Lalu dicari N menggunakan rumus :
N = e(2,21251E+161-5,4774 DBH) (Rumus Excel : =2,1251E+161*EXP(1)^(5,4774*D2))

V. DATA DAN PEMBAHASAN

KODE
POHON JENIS POHON DBH VOLUME HARGA (P)
1-1 Saga (Adenanthera pavonina) 64,3 22,9799 1131327,532
1-2 Bipa (Pterygota alata) 15,2 0,5405 425019,336
1-3 Keruing (Dipterocarpus sp.) 16,2 0,6379 466083,766
1-4 Keruing (Dipterocarpus sp.) 16,5 0,6690 478403,095
1-5 Keruning (Dipterocarpus sp.) 14,9 0,5132 412700,007
1-6 Mahoni Afrika (Khaya anthoteca) 32,4 3,8674 1131327,532
1-7 Bipa (Pterygota alata) 36,3 5,1971 1291478,809
1-8 Bipa (Pterygota alata) 15,2 0,5405 425019,336
1-9 Saga (Adenanthera pavonina) 31,4 3,5647 1090263,102
1-10 Leda (Eucalyptus deglupta) 57,9 17,4970 2178470,497
2-1 Meranti (Shorea roxburghii) 18,4 0,8882 556425,512
2-2 Bipa (Pterygota alata) 16,5 0,6690 478403,095
2-3 Bipa (Pterygota alata) 16,2 0,6379 466083,766
2-4 Bipa (Pterygota alata) 10,6 0,2117 236122,958
2-5 Bipa (Pterygota alata) 17,5 0,7796 519467,525
2-6 Johar (Cassia sp) 13,4 0,3895 351103,362
2-7 Hopea (Hopea celebica) 65,6 24,2075 2494666,608
2-8 Bipa (Pterygota alata) 14,6 0,4868 400380,678
2-9 Bipa (Pterygota alata) 46,4 9,8389 1706229,552
2-10 Hopea (Hopea celebica) 19,7 1,0607 609809,271
2-11 Mahoni Afrika (Khaya anthoteca) 42,3 7,7354 1537865,389
2-12 Mahoni Afrika (Khaya anthoteca) 13,6 0,4048 359316,248
2-13 Leda (Eucalyptus deglupta) 56,3 16,2675 2112767,409
2-14 Leda (Eucalyptus deglupta) 60,8 19,8678 2297557,344
2-15 Leda (Eucalyptus deglupta) 80,2 40,8182 3094207,286
3-1 Saga (Adenanthera pavonina) 59,2 18,5369 2231854,256
3-2 Saga (Adenanthera pavonina) 16,2 0,6379 466083,766
3-3 Bipa (Pterygota alata) 10,3 0,1965 223803,629
3-4 Bipa (Pterygota alata) 12,5 0,3251 314145,375
3-5 Jambu-jambuan (Syzygium) 20,3 1,1468 634447,929
3-6 Jambu-jambuan (Syzygium) 16,5 0,6690 478403,095
3-7 Bipa (Pterygota alata) 14,6 0,4868 400380,678
3-8 Bipa (Pterygota alata) 13,3 0,3820 346996,919
3-9 Bipa (Pterygota alata) 10,7 0,2170 240229,401
3-10 Bipa (Pterygota alata) 15,1 0,5313 420912,893
3-11 Bipa (Pterygota alata) 14,9 0,5132 412700,007
3-12 Bipa (Pterygota alata) 16,8 0,7011 490722,424
3-13 Saga (Adenanthera pavonina) 23,3 1,6411 757641,219
3-14 Bipa (Pterygota alata) 15,6 0,5783 441445,108
3-15 Bipa (Pterygota alata) 10,7 0,2170 240229,401
3-16 Bipa (Pterygota alata) 16,7 0,6903 486615,981
3-17 Bipa (Pterygota alata) 50,1 12,0110 1858167,943
3-18 Saga (Adenanthera pavonina) 12,3 0,3117 305932,489
3-19 Bipa (Pterygota alata) 19,5 1,0330 601596,385

GRAFIK HUBUNGAN ANTARA DBH


DENGAN VOLUME
45.0000
40.0000
35.0000
30.0000
VOLUME

25.0000
20.0000
15.0000
10.0000
5.0000
0.0000
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
DBH (CM)
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA DBH
DENGAN HARGA
3500000
3000000 y = 37839x - 143824
R² = 0.9356
2500000
HARGA

2000000
1500000
1000000
500000
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
DBH (CM)

UMUR e N ITT Volume Perubahan V


1 2,71828 880 3 1,4590
2 2,71828 864 3 20,2191 18,7601
3 2,71828 848 3 48,2671 28,0479
4 2,71828 832 3 74,2208 25,9538
5 2,71828 816 3 95,7077 21,4869
6 2,71828 800 3 113,0052 17,2975
7 2,71828 784 3 126,8653 13,8602
8 2,71828 768 3 137,9941 11,1287
9 2,71828 752 3 146,9579 8,9639
10 2,71828 736 3 154,1929 7,2350
11 2,71828 720 3 160,0318 5,8389
12 2,71828 704 3 164,7295 4,6976
13 2,71828 688 3 168,4828 3,7533
14 2,71828 672 3 171,4455 2,9628
15 2,71828 656 3 173,7390 2,2935
16 2,71828 640 3 175,4598 1,7208
17 2,71828 624 3 176,6858 1,2259
18 2,71828 608 3 177,4799 0,7941
19 2,71828 592 3 177,8938 0,4139
20 2,71828 576 3 177,9700 0,0762
21 2,71828 560 3 177,7435 -0,2265
22 2,71828 544 3 177,2437 -0,4999
23 2,71828 528 3 176,4948 -0,7489
24 2,71828 512 3 175,5172 -0,9776
25 2,71828 496 3 174,3279 -1,1893
26 2,71828 480 3 172,9412 -1,3867
27 2,71828 464 3 171,3688 -1,5724
28 2,71828 448 3 169,6204 -1,7484
29 2,71828 432 3 167,7040 -1,9165
30 2,71828 416 3 165,6257 -2,0783

HUBUNGAN ANTARA UMUR


DENGAN PERUBAHAN V
30.0000

25.0000

20.0000
PERUBAHAN V

15.0000

10.0000

5.0000

0.0000
0 5 10 15 20 25 30 35
-5.0000
UMUR

UMUR e N ITT V Perubahan V


10 2,718282 736 1 60,13452
10 2,718282 736 1 60,13452 0
10 2,718282 736 1 60,13452 0
10 2,718282 736 2 108,9273 48,79276259
10 2,718282 736 2 108,9273 0
10 2,718282 736 2 108,9273 0
10 2,718282 736 3 154,1929 45,26565828
10 2,718282 736 3 154,1929 0
10 2,718282 736 3 154,1929 0
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN
PERUBAHAN V
60

50
PERUBAHAN V

40

30

20

10

0
0 2 4 6 8 10 12
UMUR

INTERVAL BB BA DBH F N/ha ln N N


10--21 9,5 21,5 15,5 30 500,108884 501 286,5703 1,5807E+198
22-33 21,5 33,5 27,5 3 50,010888 51 220,8415 5,5527E+226
34-45 33,5 45,5 39,5 2 33,340592 34 155,1127 1,9506E+255
46-57 45,5 57,5 51,5 3 50,010888 51 89,3839 6,852E+283
58-69 57,5 69,5 63,5 5 83,351481 84 23,6551 #NUM!
70-81 69,5 81,5 75,5 1 16,670296 17 -42,0737 #NUM!
JUMLAH 44

LPU (1 PU) m 199,9565


LPU (3 PU) m 599,8694
LPU (3 PU) ha 0,0600

K
2,1251E+161
Grafik Hubungan Antara DBH dengan N/ha
600.000000
y = -5.4774x + 371.47
R² = 0.4351
500.000000

400.000000

300.000000
N/ha

200.000000

100.000000

0.000000
0 10 20 30 40 50 60 70 80
-100.000000
DBH