Anda di halaman 1dari 16

Anatomy of Back

A. Overview
Back adalah regio tubuh yang terdiri dari aspek posterior trunk, inferior dari leher dan
superior dari buttock (bokong). Yang terjadi pergerakan signifikan hanya di 25 superior
vertebrae
Back terdiri dari :
 Jaringan kulit dan subkutan
 Otot : lapisan superficial terutama yang berfungsi untuk positioning dan
menggerakan anggota tubuh bagian atas, dan deep layer (true back muscles)
terutama yang berfungsi untuk pergerakan dan mempertahankan posisi dari axial
skeleton (posture)
 Vertebral column : vertebrae, intervertebral (IV) disc, dan ligaments
 Ribs
 Spinal cord dan meninges (membrane yang melapisi spinal cord)
 Berbagai segmen saraf dan pembuluh darah.

Vertebrae dan IV disc bersatu membentuk vertebral column (spine), skeleton


dari neck dan back yang merupakan bagian utama dari axial skeleton (articulated
bones dari cranium, vertebral column,ribs dan sternum). Vertebral column
memanjang dari cranium (skull) menuju ke apex dari coccyx. Vertebral column
berfungsi untuk :
 Melindungi spinal cord dan spinal nerves
 Menyokong berat tubuh di level superior dari pelvis
 Menyediakan sebagian sumbu yang rigid dan flexible untuk tubuh dan tempat
kepala
 Memainkan peran penting dalam postur dan penggerak (pergerakan dari satu
tempat ke tempat lain)
B. Vertebrae
1. Struktur dan fungsi vertebrae
Basic struktur dari vertebrae adalah Typical vertebrae yang terdiri dari vertebral
body, vertebral arch, dan seven processes.
a. Vertebral body
Adalah bagian anterior tulang yang lebih massive atau lebih besar dibanding
bagian tulang lainnya. Berbentuk silindris dan memberi kekuatan pada vertebral
column dan menopang bobot tubuh.
Vertebral body terdiri dari pembuluh darah, trabecular bone. Yang dikelilingi oleh
lapisan tipis eksternal dari compact bone. Sebagian besar permukaan superior dan
inferior dari vertebral body di tutupi oleh disc hyaline cartilage (vertebral end
plate).
b. Vertebral arch
Vertebral arch adalah bagian posterior dari vertebral body dan mempunyai dua
pedicle (kanan dan kiri) serta laminae.
 Pedicle adalah proses silindris pendek yang terproyeksi ke posterior dari
vertebral body untuk memenuhi dua lempeng tulang yang lebar dan datar
yang disebut laminae yang bersatu di midline.
 Vertebral arch dan permukaan posterior dari vertebral body akan
membentuk dinding dari vertebral foramen. Susunan atau kumpulan dari
vertebral column yang diartikulasikan akan membentuk vertebral canal.
Kanal yang berisi spinal cord dan roots (akar) dari spinal nerves, bersama
dengan membrane (meninges),fat dan pembuluh darah.
 Vertebral notches adalah lekukan di lateral view dari vertebrae superior
dan inferior pada setiap pedicle diantara superior dan inferior articular
prosses. Superior dan inferior vertebral notch dan IV disc akan
membentuk Intervertebral foramina yang dilalui oleh spinal cord yang
muncul dari vertebral column. Spinal ganglia juga terletak di foramina ini.
c. Processus
 1 median spinous process proyeksi kearah posterior dari vertebral arch
 2 transverse process diproyeksikan secara posterolateral dari
persimpangan pedikel dan lamina
 4 articular process (G. zygapophyses) 2 superior dan 2 inferior juga
muncul dari persimpangan pedicle dan lamina. masing-masing memiliki
articular surface (facet)
 Spinous dan transverse process membantu perlekatan untuk deep back
muscle dan berfungsi untuk memfasilitasi otot untuk memperbaiki atau
mengubah posisi vertebrae

2. Karakteristik regional vertebrae


a. Cervical vertebrae
 Khas : oval foramen transversarium (transverse foramen) di transverse
process. Berguna untuk tempat masuk arteri dan vena vertebralis, kecuali
di C7 hanya mentransmisikan small accessory veins. Jadi foramen ini
lebih kecil atau bahkan tidak ada di C7
 Transverse process vertebrae berakhir secara lateral dalam dua proyeksi :
anterior tubercle dan posterior tubercle. Tubercle ini berfungsi untuk
perlekatan untuk kelompok cervical muscles (scapula levator dan skalen).
 C1 disebut dengan atlas, karna tidak emiliki body atau spinous process. Tulang C1
mempunyai sepasang lateral masses yang menggantikan peranan dari vertebral body
untuk menahan beban tubuh. Transverse process atlas muncul dari lateral masses.
 C2 disebut dengan axis, mempunyai dua permukaan besar yang menahan ketika atlas
berotasi yaitu superior articular facets

b. Thoracic vertebrae
Terletak di punggung atas dan memberikan tempat perlekatan untuk tulang rusuk.
Karakteristik utama dari thoracic vertebrae adalah costal facets untuk artikulasi
dengan tulang rusuk.
 T1-T4 mempunyai beberapa fitur yang ada di cervical vertebrae. T1
adalah atypical of thoracic vertebrae karena memiliki spinous prosesus
yang Panjang dan hampir mirip dengan vertebra prominent
 T5-T8 adalah typical of thoracic vertebrae
 T9-T12 vertebrae mempunyai beberapa fitur yang ada di lumbar vertebrae
(seperti tubercle yang mirip dengan accessory process
c. Lumbar vertebrae
Lumbar vertebrae adalah bagian punggung bawah diantara thorax dan sacrum
 Articular process meluas secara vertical
 Accessory process untuk perlekatan otot intertranversarii
 Mammillary processes untuk perlekatan pada multifidus dan
intertranversarii muscles pada punggung
 L5 dibedakan karena vertebral body dan transverse process nya, adalah
yang terbesar dari semua movable vertebrae. Berat badan ditransmisikan
dari L5 ke pangkal sacrum, dibentuk oleh superior surface vertebrae S1.
d. Sacrum
Sacrum biasanya terdiri dari fusi lima vertebra sacral yang menyatu. Terletak
diantara tulang pinggul dan membentuk atap dan dinding posterosuperior dari
pelvic cavity.
Triangle shape pada sacrum merupakan hasil dari penurunan ukuran dari inferior
lateral masses sacral vertebrae ketika perkembangan. Sacrum berguna untuk
memberikan kekuatan dan stabilitas kepada pelvis dan mentransmisikan berat
tubuh ke pelvic girdle, yaitu bony ring yang terbentuk dari hip bone sacrum
tempat lower limbs melekat.
 Sacral canal adalah perlanjutan atau perpanjangan dari vertebral canal di
sacrum. Mengandung bundle dari spinal root yang muncul dari inferior
dari L1 vertebra yang disebut cauda equina.
 Empat pasang sacral foramina untuk tempat keluar dari posterior dan
anterior rami spinal nerves. Anterior (pelvic) sacral foramina lebih besar
daripada posterior (dorsal).
 Base of the sacrum terbentuk dari superior surface processes of the S1
vertebra.
 Sacral promontory ujung dari body of the S1 vertebra
 Apex of the sacrum ujung inferior yang mempunyai oval facet untuk
artikulasi dengan coccyx
 Sacrum menopang vertebral column dan membentuk bagian posterior dari
bony pelvis. Sacrum di miringkan sehingga berartikulasi dengan vertebra
L5 pada lumbosacral angle
 Dorsal surface of the sacrum ditandai oleh lima prominent longitudinal
ridges : median sacral crest,intermediate sacral crest,lateral sacral
crest,sacral hiatus,sacral cornua
 Superior part dari lateral surface of the sacrum terlihat seperti auricle
jadi dinamakan auricular surface. Tempat untuk synovial di sacroiliac
joint antara sacrum dan ilium yang dilapisi oleh hyaline cartilage.

e. Coccyx
Coccyx adalah tulang yang berbentuk segitiga kecil yang biasanya terbentuk oleh
fusi dari empat coccygeal vertebrae yg belum sempurna.
 Coccygeal vertebrae 1 (Co1) coccyx vertebrae terbesar dan terluas. Dan
mempunyai transverse process yang berhubungan dengan sacrum.
 Coccygeal cornua terbentuk dari articular process yang belum sempurna
dan berartikulasi dengan sacral cornua
 Tidak berpartisipasi dalam menahan berat badan ketika berdiri tetapi
menyokong ketika sedang duduk.
 Memberikan perlekatan untuk bagian dari gluteus maximus dan coccygeus
muscles dan annoccygeal ligament.

C. Vertebral Column
1. Vertebral joint
a. Joint of vertebral bodies
 tipe sympisis yang didesain untuk menahan berat dan kekuatan.
Articulating surface di hubungkan oleh IV disc dan ligaments
 IV disc memberikan perlekatan yang kuat antara vertebral bodies,
menyatukan mereka menjadi kolom semirigid yang continuing.
 Anulus fibrosus adalah bagian berbentuk cincin yang menonjol yang
terdiri dari lamella konsentris (lapisan) dari fibrocartilage yang
membentuk circumference iv disc.
 Nucleus pulposus adalah core (inti) dari IV disc. Dapat menjadi lebih luas
ketika di kompresi dan lebih tipis saat tegang atau diregangkan karena
pada saat lahir 88% terdiri dari air dan lebih banyak cartilage daripada
fibrous dan bentuknya itu semifluid jadi berperan dalam fleksibilitas dan
ketahanan dari IV disc dan vertebral column secara keseluruhan.
Avascular.
 Tidak ada IV Disc antara C1-C2. Semakin inferior semakin fungsional
diantara L5-S1
 Uncovertebral “joint” or clefts struktur yang mirip seperti synovial joint.
Terletak di posterolateral margins dari IV disc
 Anterior longitudinal ligament adalah fibrous band yang kuat dan lebar
yang menutupi dan menghubungkan anterolateral aspek dari vertebral
bodies dan IV disc
 Posterior longitudinal ligament ligament yang letaknya lebih rendah dan
lebih lemah daripada anterior. Berada diantara vertebral canal bersama
dengan posterior aspek dari vertebral bodies. Menempel pada IV disc.
b. Joint of vertebral arches
Yaitu zygapophysial joint (facet joints). Merupakan plane synovial joint
diantara superior dan inferior articular processes.
 Setiap sendi dilapisi oleh joint capsule yang melekat pada margin
articular surface dari articular processes
 Menghasilkan gerak gliding movement diantara articular processes.
 Di inervasi oleh articular branches yang muncul dari medial branches dari
posterior rami spinal nerves.

c. Accessory ligament of intervertebral joint


 ligament flava, ligament yang memanjang secara vertical dari lamina atas
ke lamina bawah
 interspinous ligament, menhubungkan spinous processus yang
berdampingan, melekat dari akar sampai apex dari processus.
 Supraspinous ligament, menghubungkan ujung spinous processus dari
C7 ke sacrum dan bergabung secara superior dengan ligamentum nuchal
di bagian posterior neck
 Nuchal ligament, komposisinya dari jaringan fibroelastic yang menebal,
memanjang sebagai median band dari external occipital protuberance dan
posterior border dari foramen magmun ke spinous procesus cervical
vertebrae
 Intertransverse ligament, menhubungkan transverse processes
d. Craniovertebral joint
1. Atlanto-occipital joint
 Artikulasi antara superior articular surface dari lateral masses atlas dan
occipital condyles
 Main movement : fleksi, lateral fleksi dan rotasi. Contoh :
mengangguk
 Anterior and posterior atlanto-occipital membrane,
menghubungkan cranium dan C1 yang memanjang dari anterior dan
posterior arches C1 ke anterior dan posterior margins dari foramen
magnum
2. Atlanto-axial joint
 Terdapat tiga artikulasi pada atlanto-axial yaitu dua (kanan dan kiri)
lateral atlanto-axial joint (berada diantara inferior facets dari
lateral masses C1 dan superior facets dari C2). Dan satu median
atlanto-axial joints (diantara dens C2 dan anterior arch atlas)
 Pergerakan gerakan kepala menggeleng
Ligaments :
 Transverse ligament of the atlas, memanjang antara tubercles
pada medial aspek dari lateral masses C1 vertebrae
 Superior dan inferior longitudinal band, melintas dari
transverse ligament dari atlas ke occipital bone scr superior dan C2
secara inferior dinamakan cruciate ligament of the atlas
 Alar ligaments , memanjang dari samping dens axis ke lateral
margin foramen magnum
 Tectorial membrane, perlanjutan/pemanjangan superior dari
posterior longitudinal ligament yang meluas dan melintas secara
posterior melewati median atlanto-axial joint dan ligamentnya.

D. Movement of the vertebral column


Pergerakan yg dapat dilakukan adalah fleksi,extensi,lateral fleksi dan ekstensi dan rotasi.
Pergerakannya dibatasi oleh :
 Ketebalan,elastisitas dan kompresibilitas dari IV disc
 Bentuk dan orientasi dari zygapophysial joints
 Tensi dari joint capsule zygapophysial joints
 Resistensi dari back muscle dan ligament
 Perlekatan ke rib cage
 Jaringan disekitarnya
E. Curvature of Vertebral Column

F. Vasculature of Vertebral Column