Anda di halaman 1dari 18

Tugas Ekonomi Pariwisata( Pengaruh Aktivitas dan Fasilitas

pada Obejek Wisata Tanah Lot terhadap Daya Tarik Wisatawan)


Oleh Dosen I B Nyoman Wiratmaja, SE, M.Si

OLEH :
Nama : Putu Nanda Candra Dewi
NIM : 14.14.01.3069
kelas : VII D

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKOMONI
UNIVERSITAS TABANAN
TAHUN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Hyang Maha Esa atas segala
rahmatNya sehingga makalah yang berjudul “Perencanaan Bisnis ADM
Konveksi” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Tabanan, September 2017

Penyusun

iii
Daftar Isi

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 1

Daftar Isi ............................................................................................................................ iv

BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2

1.3 Tujuan Makalah ....................................................................................................... 3

BAB II KAJIAN TEORI .................................................................................................... 4

2.1 Kepariwisataan......................................................................................................... 4

2.2 Fasilitas Wisata ........................................................................................................ 5

2.3 Aktivitas Wisata ....................................................................................................... 6

BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................... 8

3.1 Kepariwisataan di Bali ............................................................................................. 8

3.2 Fasilitas wisata di Tanah Lot ................................................................................. 10

3.3 Aktivitas wisata di Tanah Lot ................................................................................ 10

BAB IV PENUTUP .......................................................................................................... 12

4.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 12

4.2 Saran ...................................................................................................................... 12

iv
v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pariwisata merupakan manifestasi gejala naluri manusia sejak purbakala,
yaitu hasrat untuk mengadakan perjalanan. Lebih dari itu pariwisata dengan ragam
motivasinya akan menimbulkan permintaan-permintaan dalam bentuk jasa-jasa
dan persesdiaan-persediaan lain. Permintaan akan barangdan jasa ini terus
meningkat sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia. Di negara-negara
yang sedang berkembang akan terjadi perluasan lingkup kepentingan-
kepentingan. Sedang di negara-negara yang sudah maju selain lingkup
kepentingan yang luas, waktu luang pun bertambah dan banyak karena ditunjang
oleh kenaikan pendapatan serta transportasi yang lancar dan cepat. Sejalan dengan
itu terjadi pula peningkatan pendidikan, pengetahuan, dan kecerdasan di kalangan
penduduk. Sebagai akibat perkembangan-perkembangan tersebut, motivasi-
motivasi untuk mengadakan perjalanan menjadi lebih kuat, lebih-lebih setelah
ditunjang oleh kemajuan-kemajuan di bidang teknologi, hasrat untuk mengadakan
perjalanan menjadi lebih mudah terpenuhi. Dan kita dapat menyaksikan betapa
deras arus perjalanan manusia dalam rangka berwisata meski motivasi mereka
kadangkala berbeda-beda. Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial
untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha
memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan
pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat
memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi.
Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia.
Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal
penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa
sawit. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah wisatawan mancanegara yang datang
ke Indonesia sebesar 9,4 juta lebih atau tumbuh sebesar 7.05% dibandingkan
tahun sebelumnya.

1
Bali memiliki banyak keunggulan dibanding provinsi lainnya di Indonesia.
Seperti diutarakan di awal sebelumnya,Bali dikenal dengan keindahan alam dan
keunikan budayanya. Bali mengunggulkan produk pariwisatanya yang indah
untuk memancing turis-turis local maupun mancanegara untuk datang ke Bali.
Seperti contohnya, tempat-tempat pariwisata di Bali ialah Pantai Kuta, Tanah Lot,
Pantai Sanur, Jimbranan, dan Nusa Dua sangat ramai di kunjungi orang tiap
harinya. Hotel-hotel yang bernuansa pantai dan pedesaan banyak dibangun disana
dari yang harga murah meriah seperti losmen-losmen hingga hotel berbintang
lima dengan harga yang sangat menguras kocek. Selain itu, Bali dikenal juga
dengan budayanya yang unik dan mengundang decak kagum bagi orang yang
melihatnya seperti tari Kecak dan tari Pendet yang sangat fenomenal hingga ke
dunia internasional. Di Bali juga banyak terdapat pusat-pusat kesenian daerahnya,
salah satu tempatnya ialah di daerah Ubud.
Alasan Tanah Lot menjadi Daya Tarik Wisata pilihan kami karena
ketertarikan pada keunikan dan semua detail yang ada pada Tanah Lot itu, yang
mana Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua
pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan
satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini
merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura
laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat
yang indah untuk melihat matahari terbenam.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengetahui pariwisata di Bali
2. Fasilitas apa saja yang tersedia pada objek wisata Tanah Lot dalam Daya
Tarik Wisata tersebut?
3. Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan pada objek wisata Tanah Lot
dalam Daya Tarik Wisata tersebut?

2
1.3 Tujuan Makalah
Sejalan dengan Rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan
tujuan untuk mengetahui :
1. Daya Tarik Wisata secara menyeluruh.
2. Fasilitas dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan pada objek wisata
Tanah Lot dalam Daya Tarik Wisata.

3
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Kepariwisataan
Secara etimologi, Pariwisata berasal dari dua kata yaitu “Pari” yang berarti
banyak atau berkeliling, sedangkan pengertian wisata berarrti “pergi”. Didalam
kamus besar Indonesia Pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan
dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan menurut UU no. 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan pasal 1 ayat 4 yaitu keseluruhan kegiatan yang terkait dengan
Pariwisata dan bersifat multi dimensi serta multi disiplin yang muncul sebagai
wujud kebutuhan setiap orang dan Negara serta interaksi antara wisatawan dan
masyarakat setempat, sesame wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan
pengusaha.
Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata
di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang
6.000 di antaranya tidak dihuni, serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia
setelah Kanada dan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan negara
kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia. Pantai-pantai di Bali,
tempat menyelam diBunaken, Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman
nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia. Tempat-
tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang
mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan
719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan tersebut.
Candi Prambanan dan Borobudur, Toraja,Yogyakarta, Minangkabau, dan Bali
merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7
lokasi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam
daftar Situs Warisan Dunia. Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan
UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan
Manusia yaitu wayang, keris, batik dan angklung.

4
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling
sering dikunjungi oleh para turis adalah Bali sekitar lebih dari 3,7 juta
disusul, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa
Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan,
Banten dan Sumatera Barat. Sekitar 59% turis berkunjung ke Indonesia untuk
tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan bisnis.
Singapura dan Malaysia adalah dua negara dengan catatan jumlah wisatawan
terbanyak yang datang ke Indonesia dari wilayah ASEAN. Sementara dari
kawasan Asia (tidak termasuk ASEAN) wisatawan RRC berada di urutan pertama
disusul Jepang,Korea Selatan, Taiwan dan India. Jumlah pendatang terbanyak dari
kawasan Eropa berasal dari negara Britania Raya disusul oleh
Belanda, Jerman dan Perancis.
Pengelolaan kepariwisataan, kebijakan nasional, urusan pemerintahan di
bidang kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia diatur olehKementerian
Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.

2.2 Fasilitas Wisata


Fasilitas wisata dapat diartikan suatu sarana dan prasarana yang harus
disediakan oleh pengelola untuk kebutuhan wisatawan. Kebutuhan wisatawan
tidak hanya menikmati keindahan alam atau keunika objek wisata melainkan
memerlukan sarana dan prasarana wisata seperti akomodasi (sarana kebersihan,
kesahatan, kemanan, komunikasi, tempat hiburan, hotel / penginapan, restoran,
dan toko cindera mata), transportasi (jalan alternatif,aspal, hotmik dan jalan
setapak), kendaraan (angkutan umum, becak, ojeg dan sepeda) dan lain-lain
(mushola, tempat parkir, MCK dan shelter ). Soekadijo ( 2000: 196 ),
Fasilitas-fasilitas untuk memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan
tersebut muncul dalam satu kesatuan yang saling terkait dan melengkapi satu
sama lain, sehingga dalam suatu perjalanan wisata, seluruh komponen yang
digunakan tidak dapat dipisahkan, tergantung pada karakteristik dan bentuk
perjalanan wisata yang dilakukan oleh wisatawan.
Komponen fasilitas dan pelayanan perjalanan biasanya terdiri dari unsur
alat transportasi, fasilitas akomodasi, fasilitas makan dan minum dan fasilitas

5
penunjang lainnya yang bersifat spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan
perjalanan. Komponan ini tidak terlepas dari adanya komponen prasarana atau
infrastuktur, yaitu suatu komponen yang menjamin bagi tersedianya kelengkapan
fasilitas. Fasilitas transportasi baru dapat disediakan apabila ada jaminan bahwa
prasarana jalan sudah tersedia, demikian juga fasilitas telekomunikasi dapat
disediakan apabila prasana jaringan penghubung ke destinasi pariwisata tersebut
sudah tersedia.

2.3 Aktivitas Wisata


The World Tourism Organization (WTO), sebuah lembaga kajian dan
pendukung usaha wisata antar pemerintahan yang bermarkas di Madrid,
mendefenisikan aktivitas wisata sebagai kegiatan manusia yang melakukan
perjalanan (keluar dari lingkungan asalnya) untuk tidak lebih dari satu tahun
berlibur, berdagang, atau urusan lainnya. Aktivitas wisata adalah apa yang
dikerjakan wisatawan, atau apa motivasiwisatawan datang ke destinasi, yaitu
keberadaan mereka di sana dalam waktu setengah hari sampai berminggu-minggu.
Suatu pusat aktivitas misalnya suatu museum, yang dapat menarik wisatawan
untuk berkunjung dalam setengah hari di antara lama waktu kunjungan wisatanya.
Aktivitas wisata suatu digerakkan oleh adanya atraksi wisata, terutama yang unik
seperti: pantai, taman, bangunan bersejarah, topografi khas, ciri khas budaya,
peristiwa lokal unik, dan lain-lain.
Aktivitas wisata adalah segala kegiatan yang dilakukan didalam maupun di
luar atau di sekitar Daya Tarik Wisata. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan tersebut
dapat berupa aktivitas wisata alam, aktivitas wisata petualangan, aktivitas wisata
Rafting, aktivitas wisata budaya dan masih banyak lagi aktivitas lainnya. Aktivitas
pariwisata juga sering dilakukan oleh wisatawan yang sedang berlibur di suatu
daerah tujuan wisata.
Dengan adanya beragam aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan
mancanegara yang berlibur di sana memungkinkan wisatawan tersebut akan
tinggal lebih lama di daerah tujuan wisata tersebut. Dengan tinggalnya mereka
lebih lama dengan sendirinya uang yang mereka belanjakan disana lebih banyak,
sehingga ini juga membawa keuntungan bagi daerah tujuan wisata tersebut untuk

6
meraup dollar yang lebih banyak dan dengan sendirinya akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat setempat apabila segenap lapisan masyarakat dapat ikut
ambil bagian dalam peluang tersebut sesuai dengan ketranpilan yang dimiliki.
Aktivitas ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika
dikaitkan dengan teori motivasi yang disampaikan oleh Cooper maka aktivitas
yang dilakukan terkait dengan tiga motivasi yaitu: physical motivation,
interpersonal motivation dan status and prestige motivation.

7
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kepariwisataan di Bali


Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang
153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis,
Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang
membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung
berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu
gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus
dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara,
bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang
pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan
tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung
serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung
Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis
terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran
rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah
yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%)
seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam
(15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha.
Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah
pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur.
Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali laku dijual sebagai daerah wisata.
Ibu kota Bali adalah Kota Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya
adalah Ubud sebagai pusat seni dan peristirahatan terletak di Kabupaten Gianyar,
sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak,Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa

8
tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat
peristirahatan, spa dll.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah
Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9
kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Budaya Bali meliputi :
1. Musik
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak
daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan
berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan
dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak,
yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula
beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan
jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan
selunding dan gamelan Semar Pegulingan. Ada pula
music Angklung dimainkan untuk upacara ngaben serta music
Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong
Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa
penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era
tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat
musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon). Karena
hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan
gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi daerah
budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat
Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
2. Tari
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok,
yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan
untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari
untuk hiburan pengunjung.

9
Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah
menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam
wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari,Rejang dan Baris Gede, bebali
antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, sedangkan
balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged serta
berbagai koreografi tari modern lainnya.
3. Pakaian Daerah
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas
kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas
simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur
penggunanya.
Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana
dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

3.2 Fasilitas wisata di Tanah Lot


Tempat parkir di daerah Tanah Lot cukup luas dan bersih. Sementara itu,
di sepanjang jalan dari area parkir menuju area pura, banyak berjejer art shop
yang menjual berbagai macam hasil kerajinan setempat . Bagi pengunjung yang
ingin mendapatkan cendramata khas Bali seperti : Ukiran, Kaos, Daster, Kain
Pantai, hingga Tatto temporar, dan banyak juga warung makan yang menawarkan
aneka makanan dan minuman. Selain itu, masih banyak hal lain yang tersedia
disana seperti fasilitas Pura, Restoran dan Money Changer di luar kawasan Tanah
Lot.

3.3 Aktivitas wisata di Tanah Lot


Di pura Tanah Lot diperingati Odalan 210 hari sekali, sama seperti
pretensi lainnya di Bali. Hari raya ini waktunya berdekatan dengan seremoni
Galungan dan Kuningan, yaitu pada hari Kudus Buda Cemeng Langkir. Ketika
Odalan ini, Pura ini dipenuhi oleh orang yang akan bersembahyang.
Tempat menyaksikan sunset terbaik di Bali adalah Tanah Lot. Apalagi bila
menyaksikannya di atas tebing tinggi pada pukul 17.00-18.30 WITA. Di atas

10
tebing ini terdapat restoran-restoran kecil. Jadi, selain dapat menikmati estetika
sunset, bisa juga menikmati lezatnya makanan yang disajikan restoran tersebut.
Disekitar Pura Tanah Lot, banyak pasangan yang melakukan foto buat
pernikahan atau prewedding sebab arsitektur bangunan pura sangat mendukung
kegiatan ini, ditambah dengan panorama alam yang latif di sore hari. Tidak heran
jika banyak calon pengantin yang mengabadikan momen preweddingnya di Tanah
Lot.
Memegang ekor ular penjaga pura sambil meletakkan uang koin di dasar
air dan memanjatkan permohonan. adalah salah satu mitos yang berkembang
disana.
Mencuci muka di Tirta Pabersih. Tirta Pabersihan atau Air Pabersih adalah
sumber mata air tawar. Namun, jangan menyangka ini adalah sumber mata air
tawar biasa, karena mata air ini sangatlah unik dengan keberadaannya yang berada
ditengah pantai yang notabene memiliki tipe air asin. Menurut cerita, ini juga lah
yang menjadi alasan mengapa pura Tanah Lot dibangun disana karena dianggap
sebagai tempat yang suci.

11
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Fasilitas wisata
Pada umumnya fasilitas di daerah Tanah Lot terbilang cukup dan layak
sebagaimana dengan fasilitas wisata pada Daya Tarik Wisata lain,
ketersediaannya pun tidak perlu dikhawatirkan karena kuantitas dan
kualitasnya terjamin cukup untuk kemungkinan jumlah pengunjung yang akan
berkunjung.
2. Aktivitas wisata
Setiap Daya Tarik Wisata mempunyai keunikan dan Daya Tarik tersendiri
termasuk Tanah Lot. Di dalalm kawasan Tanah Lot itu kita juga dapat
melakukan berbagai aktivitas sebagaimana dalam Daya Tarik Wisata lain,
seperti keindahan Sunset yang tidak mungkin sama dan tidak mungkin bisa
didapatkan dalam Daya Tarik Wisata lain, Pura yang bisa menyatukan umat
pada hari Raya sambil berlibur dan pemandangan atau background untuk foto
prewedding. Tempat yang unik dan mungkin saja serupa dengan Daya Tarik
Wisata lain, namun didalam kawasan ini merupakan kawasan Suci dan punya
cerita sejarah yang tidak dapat ditemukan dalam Daya Tarik Wisata manapun.

4.2 Saran
1. Fasilitas Wisata
Meskipun fasilitas di dalam area Tanah Lot terbilang cukup, namun ada hal-
hal yang sebaiknya dibenahi, khususnya masalah infrastruktur, agar diperluas
agar akses kendaraan bisa menjadi lebih nyaman. Dan masalah Akomodasi
yang sampai pada saat ini belum tersedia dalam area Tanah Lot sendiri, yang
mana hanya tersedia di luar gerbang 1 Tanah Lot, agar kedepannya di dalam
area ini disediakan demi kenyamanan pengunjung yang hendak bermalam di
dalam area Tanah Lot.

12
2. Aktivitas Wisata
Tanah Lot telah tercipta dengan keindahan alam yang begitu melimpah dan
tidak dapat ditemukan di tempat lain, ada baiknya apabila pengunjung Tanah
Lot senantiasa menjaga utamanya kebersihan dan keindahan serta mematuhi
aturan-aturan yang berlaku dalam area Tanah Lot agar Tanah Lot dapat terus
menjadi Destinasi pilihan untuk melukan kunjungan pariwisata kedepannya.

13