Anda di halaman 1dari 23

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS)

Pada Materi Laju Reaksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses


Sains

PROPOSAL SKRIPSI

OLEH:

Khudrotunnada F.A. (17030194071)


Seftany Anggraini S. (17030194093)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
PRODI PENDIDIKAN KIMIA
2019
HALAMAN PERSETUJUAN

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS)


Pada Materi Laju Reaksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses
Sains

Oleh
Khudrotunnada F.A. (17030194071)
Seftany Anggraeni S. (17030194093)

PROPOSAL SKRIPSI

Telah disetujui dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diuji

Dosen pembimbing
Tanda Tangan

Dr. xxxxx xxxxx xasr, M.Pd,


NIP 190101010101010

Tanggal 10 Januari 2018


LEMBAR PENGESAHAN

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS)


Pada Materi Laju Reaksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses
Sains

Oleh:
Khudrotunnada F.A. (17030194071)
Seftany Anggraini S. (17030194093)

PROPOSAL SKRIPSI

Telah diuji pada tanggal 23 Januari 2018

Penguji, Tanda Tangan

1. Dr. Hhhh Iiiii ddddd .................


Ketua

2. Dr. Aaaa Iiiii, M.Pd. .....................


Penguji 1

3. Bbbbbb Ssssss, S.Pd.., M.Pd. ......................


Penguji 2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal
skripsi yang berjudul …………………………………..

Nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnn

Surabaya, 23 Januari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................. iii
KATA PENGANTAR.............................................................................. iv
DAFTAR ISI.............................................................................................. vi
DAFTAR TABEL...................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. x
A. Judul 1
B.. Bidang Kajian 1
C.. Latar Belakang 1
D..Rumusan Masalah 8
E.. Tujuan Penelitian 8
F...Manfaat Penelitian 9
G..Definisi Operasional, Asumsi, dan Batasan Masalah 10
1. Definisi Operasional 10
16
2. Asumsi 16
17
3. Batasan Masalah 17
19
H. Kajian Pustaka..................................................................................... 22
1. Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 24
28
2. Lembar Kegiatan Peserta didik
31
3. Teori-Teori Belajar yang Mendasari 32
36
4. Problem Solving 39
41
5. Keterampilan Proses Sains 61

6. Hubungan Problem Solving dengan Keterampilan Proses


Sains

7. Model Pengembangan 4D

8. Materi Asam Basa

9. Hasil Penelitian Yang Relevan

10.Kerangka Konseptual
......................................................................................................
I.. .Metodologi Penelitian........................................................................
1. Jenis Penelitian

2. Sasaran Penelitian

3. Sumber Data

4. Desain Penelitian

5. Tempat dan waktu Penelitian

6. Prosedur Penelitian

7. Instrumen Penelitian
8. Metode Pengumpulan Data
9. Teknik Analisis Data
Daftar Pustaka.........................................................................................
Lampiran ……………………………………………………………… 67
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kesesuaian antara Problem Solving dan Keterampilan Proses


Sains .................................................................................................. 15
Tabel 2. pH dan Warna indikator universal.............................................. 38
Tabel 3. Rincian kegiatan uji coba terbatas ............................................... 53
Tabel 4. Skor kriteria..................................................................................... 57
Tabel 5. Interpretasi kriteria kelayakan..................................................... 57
Tabel 6. Skala Guttman................................................................................ 58
Tabel 7. Interpretasi hasil tes....................................................................... 59
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.Model pengembangan 4D menurut Thiagarajan, Semmel, dan


Semmel (1974) dalam Ibrahim (2002)........................................... 33
Gambar 2. Model Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta didik Model
4D (Adaptasi dari Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974)
dalam Ibrahim (2002))..................................................................... 44
Gambar 3.Peta konsep asam basa................................................................. 48
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Matriks Penelitian................................................................... 67


Lampiran 2. Angket Pra Penelitian............................................................. 75
Lampiran 3. Angket Wawancara................................................................. 83
Lampiran 4. Hasil Angket Pra Penelitian................................................... 87
Lampiran 5. Hasil Angket Wawancara...................................................... 95
Lampiran 6. Lembar Telaah......................................................................... 99
Lampiran 7. Lembar Validasi.......................................................................109
Lampiran 8. Silabus.......................................................................................117
Lampiran 9. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.....................................121
Lampiran 10. Tes Keterampilan Proses Sains ...........................................141
Lampiran 11. Rubrik Keterampilan Proses Sains......................................145
Lampiran 12. Angket Respon Peserta didik..............................................151
A. Judul : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair
Share (TPS) Pada Materi Laju Reaksi Untuk Meningkatkan Keterampilan
Proses Sains
B. Bidang Kajian : Pendidikan Kimia
C. Latar Belakang
Pendidikan adalah hak yang harus diperoleh oleh setiap warga negara
Indonesia. UndangUndang Dasar 1945 (UUD 1945) pasal 31 ayat 1 menyatakan
bahwa “Setiap warga Negara berhak mendapat Pendidikan”. Pendidikan merupakan
cara yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan salah satu tujuan Negara
Republik Indonesa yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yakni Mencerdaskan
Kehidupan Bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan dan
memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusia (SDM)
yang ada di Indonesia untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih bermartabat.
Menurut UU No.20 tahun 2003, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqawa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan bertanggung jawab penuh atas


terlaksannya pendidikan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan ayat UUD 1945 pasal 31
ayat 3 yang berbunyi "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sebagai penyelenggara pendidikan,
pemerintah telah mengusahakn berbagai hal untuk mengatasi masalah pendidikan.
Salah satunya adalah dengan melakukan berbagai pembaharuan, terutama yang
berkaitan dengan kurikulum. Mulai dari Kurikulum 2006, KTSP hingga kurikulum
2013. Menurut Permendikbud 2014, prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 yaitu (1)
Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu, (2) pemanfaatan teknologi informasi
dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efetivitas pembelajaran, (3)
peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar dimana peserta didik dapat
menimba ilmu dari siapa saja dan di mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh
melalui internet dan media maupun sumber yang lainnya. Selain itu kurikulum 2013
juga membangun akhlak peserta didik agar peserta didik tidak hanya menjadi
manusia yang berilmu tetapi juga berakhlak mulia sehingga dapat menggunakan
ilmunya menuju jalan kebaikan.

Kurikulum 2013 tidak lagi menjadikan peserta didik sebagai objek, tetapi
juga sebagai obyek yang ikut berperan dalam proses pengembangan tema yang ada.
Guru memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan Kurikulum 2013. Dalam
proses pendidikan guru diharapkan tidak hanya menjadi pemberi informasi tetapi
juga pembimbing peserta didik agar memiliki karakter mulia. Guru juga harus
mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilik oleh peserta didik untuk
menjadikan peserta didik sebagai manusia yang mandiri, yang mampu mendapat
ilmu tidak hanya dari guru. Guru profesional juga harus memiliki keahlian dalam
menyampaikan materi, atau dengan kata lain guru harus mampu memilih metode dan
strategi yang tepat dalam suatu proses pembelajaran.

Kimia adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam yang mengajarkan
peserta didik untuk berpikir secara ilmiah. Hal ini dikarenakan ilmu kimia adalah
ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-
gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktir dan sifat, perubahan,
dinamika, dan energetika suatu zat. Menurut Erlina 2011, Ilmu Kimia merupakan
ilmu yang mengandung konsep-konsep yang bersifat abstrak sehingga pelajaran ini
tidak mudah dipahami oleh peserta didik. Guru harus mampu memanfaat seluruh
aspek untuk mengatasi masalah yang terjadi pada peserta didik.

Laju reaksi adalah salah satu materi yang ada dalam ilmu kimia yang juga
mengalami kendala dalam penyampaiannya. Peserta didik terkadang kurang
memahami konsep dari Laju Reaksi terutama pada sub materi Faktor-Faktor yang
mempengaruhi Laju Reaksi. Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara
memanfaatkan sifat sosial yang ada pada peserta didik yakni dengan menggunakan
metode Kooperatif Think Pair Share. Dalam metode ini peserta didik diajak untuk
belajar dengan berkelompok. Dengan demikian peserta didik dapat bertukar pikiran
dengan kelompoknya sehingga peserta didik lebih memahami konsep yang sedang
dipelajari. Menurut Teori Belajar Vygotsky peserta didik lebih mudah menerima
materi yang disampaikan oleh teman sebaya dibandingkan oleh Guru. Metode ini
juga dapat meningkatkan keterampilan berfikir sains yang dimiliki oleh peserta didik.
Hal ini dikarenakan dalam metode kooperatif peserta didik dapat mencari tahu
sendiri konsep yang dipelajari dengan cara berdiskusi. Hasil dari diskusi kelompok
tersebut dapat dikomunikasikan kepada kelompok lain. Sehingga metode Kooperatif
Think Pair Share ini juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang
dimiliki oleh peserta didik.

Harapan dari penggunaan metode Kooperatif Think Pair Share ini adalah
agar peserta didik lebih memahami konsep yang sudah didiskusikan dan juga untuk
meningkatkan keterampilan berfikir sains yang dimiliki oleh peserta didik sehingga
tujuan dari pembelajaran ini dapat tercapai.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, didapatkan rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran
Kooperatif Think Pair Share pada materi laju reaksi?
2. Bagaimana hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan
model pembelajaran Kooperatif Think Pair Share pada materi laju reaksi?
3. Bagaimana respon peserta didik dengan penerapan model pembelajaran
Kooperatif Think Pair Share pada materi laju reaksi?

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diambil, didapatkan tujuan
penelitian sebagai berikut:
1. Untuk mmendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan
model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi
2. Untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran
dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi
3. Untuk mendeskripsikan respon peserta didik dengan penerapan model
pembelajaran inkiri terbimbing pada materi laju reaksi

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peserta didik
Penelitian ini dapat meningkatkan keterampilan berfikir sains serta dapat
meningkatkantan kemampuan berkomunikasi dan berpendapat.
2. Bagi Guru Kimia
Penelitian ini dapat memberikan ide bagi guru kimia dalam memecahkan masalah
serupa yang dihadapi oleh peserta didik.
G. Definisi Operasional, Asumsi, dan Pembatasan Masalah
1. Definisi Operasional
Adapun definisi operasional mengenai istilah-istilah yang terdapat dalam
penelitian ini agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda antara
lain:
a. Keterlaksanaan Pembelajaran
Keterlaksanaan Pembelajaran merupakan keterlaksanaan model
pembelajaran Kooperatif Think Pair Share yang dapat dtandai dengan
keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran Kooperatif Think Pair
Share yang terintegrasi dengan keterampilan berfikir sains yang telah
disusun dalam Rencana Proses Pembelajaran (RPP). Keterlaksanaan
tersebut dievaluasi dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran.
Keterlaksanaan pembelajaran didukung oleh aktivitas peserta didik yang
meliputi aktivitas yang relevan dan tidak relevan dengan kegiatan
pembelajaran model Kooperatif Think Pair Share. Kegiatan yang tidak
relevan dapat berupa bermain handphone, mengganggu teman yang lain,
keluar kelas, dll. Keterlaksanaan pembelajaran dikatakan baik apabila
presentase aktivitas peserta didik yang relevan lebih besar dibandingkan
dengan aktivitas peserta didik yang tidak relevan dengan kegiatan model
pembelajaran model Kooperatif Think Pair Share.
b. Keterampilan Berfikir Sains
Keterampilan berfikir sains merupakan keterampilan yang dimiliki
sesorang dalm berpikir ilmiah dan menggunakan proses ilmiah untuk
memecahkan suatu masalah. Keterampilan berfikir sains dapat diukur
dengan tes yang berisikan soal-soal yang memerlukaan keterampilan
berfikir sains dalam menyelesaikannya.
c. Hasil Belajar Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik merupakan nilai yang diperoleh dari tes
kognitif yang diberikan sebelum dan sesudah diterapkannya model
pembelajaran Kooperatif Think Pair Share. Hasil belajar peserta didik
dikatakan baik apabila mendapat nilai diatas nilai KKM yakni 75.
Sedangkan secara klasikal dikatakan baik apabila 75% dari peserta didik
mendapat nilai diatas 75.
d. Respon Peserta Didik
Respon peserta didik merupakan tanggapan peserta didik setelah
diterapkannya model pembelajaran Kooperatif Think Pair Share pada
materi pokok laju reaksi. Tanggapan tersebut berupa kemampuan model
Kooperatif Think Pair Share dalam menarik minat peserta didik untuk
belajar, memudahkan peserta didik dalam memecahkan suatu masalah
yang dapat diterapkan di materi lainnya.
e. Laju Reaksi
Materi Laju Reaksi adalah salah satu materi Kimia yang diajarkan
kelas XI semester ganjil. Pada kurikulum 2013, laju reaksi dipelajari pada
kompetensi dasar sebagai berikut:
3.6 Memahami teori tumbukan untuk menjelaskan reaksi kimia
3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan
menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil eksperimen
4.6 Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan untuk
menjelaskan reaksi kimia
4.7 Merancang, melakukan dan menyimpulkn serta menyajikan hasil
percoban faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.
2. Asumsi
1. Peserta didik mengisi angket atas pendapatnya sendiri dan tanpa adanya
pengaruh dari orang ;ain
2. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan dengan bersungguh-
sungguh
3. Pengamat menjalankan tugasnya dengan sangat bertanggung jawab

3. Pembatasan Masalah
1. Laju Reaksi merupakan salah satu materi kimia kelas XI semester 1.
Dalam penelitian ini peserta didik dapat melakukan diskusi dalam
menemukan konsep mengenai laju reaksi.
2. Penelitian ini hanya dilakukan pada peserta didik SMA kelas XI tanpa ada
kelas pembanding dan hanya terfokus pada sub materi faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
3. Penilaian yang diukur dalam penelitian ini hanya terbatas pada penilaian
kognitif dan keterampilan berfikir sains
H. Kajian Pustaka

I. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre Experimental design,
karena hanya dilakukan pada satu kelas saja tanpa adanya kelas
pembanding. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan model
pembelajaran Kooperatif Think Pair Share untuk melatihkan keterampilan
proses sains pada materi laju reaksi.
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran
2019/2020. Tempat penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Krembung
3. Sasaran Penelitian
Sasaran dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA
SMA Negeri 1 Krembung pada materi pokok laju reaksi dan terfokus
pada sub materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan Desain Penelitian Eksperimen
dengan tipe One Group Pretest Postest. Penelitian ini hanya dilakukan
pada satu kelas saja tanpa adanya kelas pembanding. Desain dalam
penelitian eksperimen model ini sebagai berikut
O1 X O2
Keterangan:
O1 = pretest berupa tes tulis untuk mengetahui kemampuan awal
proses sains peserta didik.
X = penerapan model pembelajaran Kooperatif Think Pair Share
untuk meningkatkan keterampilan proses sains.
O2 = posttest berupa tes tulis untuk mengetahui kemampuan proses
sains peserta didik setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperatif
Think Pair Share.
5. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar angket pra
penelitian untuk mengetahui mengenai materi kimia yang menjadi
kendala bagi peserta didik. Selain itu juga menggunakan lembar angket
respon untuk mengetahui respon siswa mengenai diterapkannya model
pembelajaran Kooperatif Think Pair Share serta lembar soal pretest dan
postest untuk mendapatkan data berupa hasil belajar siswa sebelum
diterapkannya model pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dan
sesudah diterapkannya model pembelajaran.
6. Teknik Pengumpulan data

7. Teknik Analisis Data


HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I. 2008. Learning To Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lampiran
ANGKET PRA PENEITIAN PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK SEKOLAH
MENEGAH ATAS KELAS XI
(Lembar angket untuk Peserta Didik)
Nama:
Kelas:
Petunjuk:
 Pilihah salah satu jawaban di bawah ini dnegan memberikan tanda
silang (X)
 Angket ini bukan merupakan tes (tidak ada jawaban yang dianggap
salah), tidak mempengaruhi nilai anda di sekolah dan kebenaran anda
daam menjawab sangat berarti bagi penelitian ini.
Pertanyaan
1. Apakah kalian lebih menyukai mata pelajaran yang bersifat bacaan?
a. Ya b. Tidak
Alasan ......
2. Apakah menurut anda pelajaran kimia itu menarik?
a. Ya b. Tidak
Alasan ......
3. Apakah menurut anda pelajaran kimia mudah dipahami?
a. Ya b. Tidak
Alasan ......
4. Menurut anda, materi kimia apa saja yang anda anggap sulit dipahami?
a. Asam Basa
b. Sifat Elektrolit Larutan
c. Laju reaksi
d. Stokiometri
e. Lain- lain
Alasan ......
5. Bagaimana cara mengajar guru kimia anda dalam mengajarkan materi
kimia?
a. Ya b. Tidak
Alasan ......

 Rumusan Masalah: Bagaimana hasil belajar peserta didik setelah dilakukan


pembelajaran dengan model pembelajaran Kooperatif Think Pair Share pada
materi laju reaksi?
 Instrumen: lembar soal Pretest dan Postest
 KD: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan
orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu menuliskan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi
laju reaksi
2. Peserta didik mampu menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap besarnya
laju reaksi
3. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara luas permukaan
terhadap besarnya laju reaksi
4. Peserta didik mampu menuliskan pengaruh suhu terhadap besarnya laju
reaksi
5. Peserta didik mampu menuliskan pengaruh katalis terhadap besarnya laju
reaksi

Soal Pretes dan Postes sama

Jawablah pertanyaan dibawah dengan benar

1. Tuliskan dan uraikan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi laju
reaksi! (tujuan 1)
Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

2. Tuliskan hubungan antara luas permukaan dengan laju reaksi bila dikaitkan
dengan teori tumbukan dan energi aktivasi! (tujuan 3)
Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
3. Tuliskan contoh pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi dalam kehidupan
sehari-hari! (tujuan 3)
Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

4. Tuliskan dan uraikan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi! (tujuan 2)


Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

5. Mengapa besarnya suhu dapat mempengaruhi laju reaksi? (tujuan 4)


Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

6. Tuliskan dan uraikan cara kerja katalis dalam mempercepat laju reaksi! (tujuan
5)
Jawab : ...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
 Rumusan masalah: Bagaimana respon peserta didik dengan penerapan model
pembelajaran Kooperatif Think Pair Share pada materi laju reaksi?
 Instrumen: lembar angket respon
No. Urut kelas :
Kelas :
Petunjuk pengisian :
a. Berilah tanda centang pada tabel yang telah disediakan
b. Jika “Ya” maka siswa setuju dengan pernyataan respon
c. Jika “Tidak” maka siswa tidak setuju dengan pernyataan respon

Respon
No. Pernyataan
Ya Tidak
1. Saya senang belajar dengan menggunakan
metode secara berkelompok
2. Saya lebih fokus bila mengikuti pembelajaran
oleh guru dengan model pembelajaran yang
telah dilakukan
3. Saya paham materi laju reaksi yang diberikan
oleh guru dengan model pembelajaran yang
telah dilakukan
4. Saya merasa lebih tertarik untuk belajar kimia
setelah belajar dengen menggunakan model
pembelajaran yang telah diterapkan
5. Saya merasa model pembelajaran yang
digunakan membuat saya berpikir dengan baik
Matrik Penelitian

No Rumusan Masalah (RM) Variabel Instrumen Sumber Data Analisis Data


1 Bagaimana keterlaksanan Terlaksana atau tidak Lembar observasi Dari aktivitas peserta Data yang diperoleh
pembelajaran dengan model didik aka dianalisa lebih
pembelejaran Kooperatif type dalam dengan
TPS menggunakan
metode analisi data
kualitatif menjadi
kuantitatif
2 Bagaimana hasil belajar peserta Hasil belajar peserta Lembar soal pretest Data diperoleh dari Data yang diperoleh
didik setelah dilakukan didik dan posttest peserta didik aka dianalisa lebih
dalam dengan
pembelajaran dengan model menggunakan
pembelajaran Kooperatif Think metode analisi data
kualitatif menjadi
Pair Share pada materi laju kuantitatif
reaksi?
3 Bagaimana respon peserta didik Respon peserta didik Lembar Angket Data diperoleh dari Data yang diperoleh
dengan penerapan model peserta didik aka dianalisa lebih
dalam dengan
pembelajaran Kooperatif Think menggunakan
Pair Share pada materi laju metode analisi data
kualitatif menjadi
reaksi? kuantitatif