Anda di halaman 1dari 37

COMPANY PROFILE

SMK PGRI 1 KOTA SERANG


KELOMPOK TEKNOLOGI REKAYASA DAN INFORMATIKA
TERAKREDITASI A NOMOR: 74/BAP-S/M-SK/XI/2014

Jl. Ciwaru Raya No.55 Kota Serang


Telp. 0254-203821; Fax. 0254-217447
email: humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
www.smkpgri1kotaserang.sch.id

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2016
DATA POKOK
Identitas Sekolah,
1. Nama Sekolah : SMK PGRI 1 KOTA SERANG
Tahun Berdiri : 1982
2. NSS/ NPSN : 402286204002/ 20605120
3. Tipe Sekolah : SMK RUJUKAN & SMK MANAJEMEN ISO 9001:2008
4. Nama Kepala Sekolah : Drs. Agung Artiyono, M.Si
NIP : 19580805 198803 1 007
5. Alamat Sekolah : Jl. Ciwaru Raya No.55 Cipare
Kecamatan : Serang
Kota : Serang
Propinsi : Banten
Telephon : (0254) 203821
Faximile : (0254) 217447
Email : humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
Website : www.smkpgri1kotaserang.sch.id
Kode Pos : 42117
6. Status Sekolah : Swasta
Yayasan Penyelenggara : YPLP PGRI Kota Serang
7. Nilai Akreditasi Sekolah : Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (Skor 90)
: Teknik Pemesinan (Skor 89)
: Teknik Komputer Jaringan (Skor 89)
: Teknik Otomotif TSM (Skor 89)
: Teknik Otomotif TKR (Skor 88)

8. Visi dan Misi SMK


Visi SMK : Terciptanya lembaga pendidikan dan pelatihan berwa-
wasan global dan terwujudnya lulusan yang terampil,
mandiri serta berakhlak mulia.
Misi SMK : a. Mewujudkan pendidikan dan pelatihan yang menye-
nangkan dan bermutu dengan dukungan sarana dan
prasarana yang lengkap.
b. Menyiapkan dan melatih tenaga kerja yang terampil
dan mandiri sesuai dengan standar kompetensi pada
masing-masing paket keahlian.
c. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan agar
lulusan memiliki kompetensi yang mampu bersaing
di era globalisasi.
d. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk
menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia.
9. Keunggulan Kompetitif : a. Sekolah Terakreditasi A
b. Sekolah Terakreditasi Manajemen Mutu ISO
9001:2008
c. Kelas Khusus Yamaha
d. Sekolah Rujukan Nasional (Setingkat RSBI)

2- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
Keadaan Siswa, Kelas (Rombel) dan Nilai Ujian Nasional/ Nilai Ujian Akhir Sekolah.
1. Siswa Baru Kelas X yang diterima 571 Siswa
2. a. Rencana dan Pendaftar menurut Jenis kelamin
Pendaftar
Rencana Penerimaan
L P L+P
600 554 17 571

b. Siswa Baru Kelas X yang diterima menurut Sekolah Asal dan Jenis Kelamin
Jenjang Sekolah Asal L P
SMP 498 17
MTs 54 -
Paket B 2 -
Jumlah 554 17

c. Siswa baru Kelas X menurut umur dan jenis kelamin


Umur
Jenis Kelamin
15 16 17 18
Laki-laki 451 50 6 4
Perempuan 18 - - -
Jumlah 433 - - -

3. Siswa menurut kelas dan agama


Kelas
Agama
X XI XII
Islam 561 511 610
Protestan 4 3 6
Katolik 6 10 12
Hindu - - -
Budha - - -
Konghucu - - -
Jumlah Total 571 524 628

4. Kelas (Rombel) dan siswa menurut Tingkat dan Jenis Kelamin tiap Program
Pengajaran
Kelas
Nama Paket Keahlian Jumlah
X XI XII
1. TIPTL
- Rombel 2 3 3 8
- Laki-laki 78 100 93 271
- Perempuan 2 1 2 5
2. TPM
- Rombel 7 6 8 21
- Laki-laki 276 233 292 801
- Perempuan - - - -

3- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
3. TKR
- Rombel 2 1 2 5
- Laki-laki 59 43 56 158
- Perempuan - - - -
4. TSM
- Rombel 2 2 3 7
- Laki-laki 75 57 96 228
- Perempuan - - - -
5. TKJ
- Rombel 2 2 2 6
- Laki-laki 42 45 50 137
- Perempuan 15 15 15 45
6. TOI
- Rombel 1 1 1 3
- Laki-laki 23 30 22 75
- Perempuan 1 - 2 3

Fasilitas sekolah
1. Keliling tanah seluruhnya 10302 meter
Yang sudah dipagar permanen 10302 meter
2. Luas tanah/ persil yang diakui sekolah menurut status pemilikan dan
penggunaan
Status Pemilikan SHM Ket.
2
Luas Tanah Seluruhnya 10,302 m
Bangunan 5054.75 m2
Penggunaan Halaman 3951.25 m2
Lap. Olahraga 1296 m2
3. Peralatan Penunjang Pembelajaran
Jumlah
Komponen Kondisi Ket.
Cukup Kurang
Peralatan Lab. Kimia
Peralatan Lab. Bahasa
Peralatan Lab. KKPI 1 20 20 Baik Unit
Peralatan Lab. KKPI 2 20 20 Baik Unit
Peralatan Olahraga 20 20 Baik Set
Buku Perpustakaan 1000 100 Baik Set
Meja Siswa 1144 356 Baik Unit
Kursi Siswa 1144 356 Baik Unit
4. Perlengkapan Administrasi
Komponen Jumlah Kebutuhan
Komputer/ Laptop TU 5 7
Printer TU 5 7
Scanner 1 1
Digital Camera 3 3
Server 1 1

4- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
Mesin Stensil 1 1
Mesin Foto Copy 1 1
Filling Cabinet 5 5
Meja TU 9 9
Kursi TU 9 9
Meja Guru 100 120
Kursi Guru 100 120
5. Ruang Menurut Jenis, Kondisi dan Kebutuhan
Jenis Ruang Jumlah Yang Ada
Ruang Teori 36
Lab. Kimia 1
Lab. Komputer 2
Lab. Multimedia 2
Ruang Perpustakaan 1
Ruang Aula 1
Ruang UKS 1
Koperasi 1
Ruang BP/ BK 1
Ruang Kepala Sekolah 1
Ruang Guru 1
Ruang TU 1
Ruang OSIS 1
Kamar Mandi Guru 5
Kamar Mandi Siswa Lk 4
Kamar Mandi Siswa Pr 1
Gudang 1
Ruang Ibadah 1
Ruang Penjaga Sekolah 1
Lapangan Olahraga 2
Ruang Praktek 22

Ketenagaan
1. Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Administrasi menurut Status Kepegawaian
Status Kepegawaian
Jabatan Jumlah
PNS GTY GTT
 Kepala Sekolah
Laki laki 1 - - 1
Perempuan - - - -
 Guru
Laki laki 3 52 2 57
Perempuan - 32 1 33
 Tenaga Admin.
Laki laki - 24 2 26
Perempuan - 9 - 9

5- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
 Jumlah Total
Laki laki 84
Perempuan 42
2. Guru & kebutuhan Guru menurut status kepegawaian tiap Mapel
Kebutuhan
Kepegawaian Pendidikan Usia Kelamin
Guru
Nama Tugas Tenaga Total
No
Pendidik Guru S1/ Ku-
PNS Non Dip D4
S2 <35 35-50 >51 L P Ideal
rang

I Kelompok A (Wajib)

1 Pendidikan Agama dan 5 - 5 - 5 - - 3 2 2 3 5 0


Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila 4 - 4 - 4 - - 3 1 2 2 4 0
dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 5 - 5 - 5 - - 4 1 2 3 5 0
4 Matematika 5 - 5 - 5 - 1 3 1 1 4 5 0
5 Sejarah Indonesia 4 - 4 - 4 - - 4 - 3 1 4 0

6 Bahasa Inggris 5 - 5 - 5 - 3 2 - 1 4 5 0
II Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 - 2 - 1 1 - - 2 1 1 2 0

8 Prakarya dan 2 - 2 - 1 1 - 2 - 1 1 2 0
Kewirausahaan
9 Pendidikan Jasmani, 6 1 5 - 6 - 3 2 1 6 - 6 0
Olah Raga & Kesehatan
10 BP/BK 7 1 6 - 6 1 5 1 1 2 5 9 2
Kelompok C
(Kejuruan)
11 Fisika 3 - 3 - 3 - 1 2 - - 3 3 0
12 Kimia 3 - 3 - 3 - 1 2 - 1 2 3 0
13 Gambar Teknik 3 - 3 - 3 - - 1 2 2 1 3 0
14 Simulasi Digital 1 - 1 1 - - - 1 - - 1 2 1
15 Muatan Lokal 1 - 1 1 - - - 1 - 1 - 1 0
16 Tek. Pemesinan 15 1 14 - 15 - 3 10 2 15 - 15 0
17 Tek. Kendaraan Ringan 5 1 4 - 5 - - 4 1 5 - 5 0
Tek. Instalasi
Pemanfaatan Tenaga
18 5 - 5 - 5 - 4 1 - 3 2 5 0
Listrik & Otomasi
Industri
19 Tek. Sepeda Motor 4 - 4 1 3 - 4 - - 4 - 4 0
Tek Komputer dan
20 5 - 5 - 5 - 4 1 - 5 - 5 0
Jaringan
TOTAL 90 4 86 3 84 3 29 47 14 57 33 93 3

Kurikulum yang digunakan di Sekolah


Kelas
Kurikulum
X XI XII
Kurikulum 2006 - - -
Kurikulum 2013 V V V

Pemakaian Listrik & Sanitasi


Sumber Listrik : PLN
Daya : >15.000 Watt
Sumber Air : Air Tanah

6- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
PROFIL SEKOLAH
A. Sekilas Sejarah Sekolah
STM PGRI adalah sekolah kejuruan yang berada dalam naungan Yayasan
Pembina Lembaga Pendidikan PGRI didirikan pada tahun 1982 dengan nama STM
PGRI 1 Serang. Pada tahun 1995 STM PGRI 1 Serang berganti nama menjadi SMK
PGRI 1 Serang. Berdasarkan akreditasi tahun 1990 SMK PGRI 1 Serang memperoleh
status “DISAMAKAN” dengan SK Dirjen Dikdasmen Nomor : 349/C/Kep/IV/1990. Sejalan
dengan pengembangan otonomi daerah tahun 2007 SMK PGRI 1 Serang berganti nama
menjadi SMK PGRI 1 KOTA SERANG sampai saat ini. SMK PGRI 1 KOTA SERANG
terus berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dengan menerapkan sistem
manajemen mutu ISO 9001:2008. Tahun 2014 telah mendapatkan akreditasi A dengan
Nomor 74/BAP-S/M-SK/XI/2014 dan pada tahun yang sama, Teknik Sepeda Motor SMK
PGRI 1 KOTA SERANG ditetapkan sebagai SMK Binaan Yamaha oleh PT. Yamaha
Indonesia.
Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 1 Kota Serang terletak di Jalan Ciwaru Raya
No.55 Kota Serang. Sekolah ini letaknya sangat strategis dikelilingi oleh pemukiman
penduduk di lingkungan perkotaan, serta berdekatan dengan Fakultas Keguruan & Ilmu
Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa & Universitas Banten Jaya. Lokasi SMK
PGRI 1 KOTA SERANG dapat dicapai dari arah terminal pakupatan dengan
menggunakan Angkutan Kota tujuan warung pojok, kemudian dari lampu merah warung
pojok berjalan kaki sekitar 300 m menuju lokasi sekolah.

B. Paket Keahlian yang dimiliki oleh SMK PGRI 1 Kota Serang


SMK PGRI 1 Kota Serang memiliki 6 paket keahlian, yaitu: (a). Teknik
Pemesinan; (b). Teknik Kendaraan Ringan; (c). Teknik Sepeda Motor; (d). Teknik
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik; (e). Teknik Komputer Jaringan; (f). Teknik
Otomasi Industri. Untuk meningkatkan kualitas dari paket keahlian yang dimiliki,
maka SMK PGRI 1 Kota Serang senantiasa melaksanakan program pengembangan pada
paket keahlian yang dimilikinya.
1. Paket Keahlian Teknik Pemesinan (TPM)
Teknik pemesinan adalah suatu paket keahlian yang mempelajari cara
memproduksi barang-barang teknik dengan menggunakan berbagai macam mesin.
Teknik Pemesinan mendorong siswa untuk memiliki keahlian dalam mengope-
rasikan, menyeting serta menentukan ukuran mesin-mesin produksi. Berikut ini ber-
bagai macam kompetensi yang dipelajari oleh para siswa Teknik Pemesinan di SMK
PGRI 1 Kota Serang:

7- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
a. Teknik Pemesinan Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk
memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan
benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja
kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan
sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak
potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan
mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi
pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang
berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang
menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Roda gigi penukar disediakan
secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada
masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15
sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127
mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke
ulir inci. Untuk Mesin Bubut yang digunakan pada kegiatan praktikum di SMK
PGRI 1 Kota serang berjumlah 28 buah.
b. Teknik Pemesinan Frais
Mesin Milling adalah mesin perkakas untuk mengerjakan atau
menyelesaikan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau Milling (cutter)
sebagai pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin. Mesin Milling termasuk
mesin perkakas yang mempunyai gerak utama yang berputar, Pisau Fris dipasang
pada sumbu/arbormesin yang didukung dengan alat pendukung arbor, jika arbor
mesin berputar melalui suatu putaran motor listrik maka pisau Fris akan ikut
berputar, arbor mesin dapat ikut berputar kekanan dan kekiri sedangkan
banyaknya putaran dapat diatur sesuai kebutuhan. Prinsip kerja dari mesin Fris
yaitu pahat potong/pemotong Fris melakukan gerak rotasi dan benda kerja
dihantarkan pada pemotong Fris tersebut. Milling (Fris) adalah proses
menghilangkan/pengambilan fatal-fatal dari bahan atau benda kerja dengan
pertolongan dari alat potong yang berputar dan mempunyai sisi potong, kecuali
pahat potong yang bersisi tunggal yang juga digunakan. Untuk Mesin Frais yang
digunakan pada kegiatan praktikum di SMK PGRI 1 Kota serang berjumlah 8
buah.
c. Teknik Pemesinan CNC
Numerical Control / NC (berarti "kontrol numerik") merupakan sistem
otomatisasi Mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah yang diprogram

8- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
secara abstark dan disimpan dimedia penyimpanan, hal ini berlawanan dengan
kebiasaan sebelumnya dimana mesin perkakas biasanya dikontrol dengan putaran
tangan atau otomatisasi sederhana menggunakan cam. Kata NC sendiri adalah
singkatan dalam Bahasa inggris dari kata Numerical Control yang artinya
Kontrol Numerik. Mesin NC pertama diciptakan pertama kali pada tahun 40-an
dan 50-an, dengan memodifikasi Mesin perkakas biasa. Dalam hal ini Mesin
perkakas biasa ditambahkan dengan motor yang akan menggerakan pengontrol
mengikuti titik-titik yang dimasukan kedalam sistem oleh perekam kertas. Mesin
perpaduan antara servo motor dan mekanis ini segera digantikan dengan sistem
analog dan kemudian komputer digital, menciptakan Mesin perkakas modern
yang disebut Mesin CNC (computer numerical control) yang dikemudian hari
telah merevolusi proses desain. Saat ini mesin CNC mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan program CAD. Mesin-mesin CNC dibangun untuk menjawab
tantangan di dunia manufaktur modern. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu
produk dapat dijamin hingga 1/100 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan
hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat. Untuk Mesin CNC yang
digunakan pada kegiatan praktikum di SMK PGRI 1 Kota serang berjumlah 1
buah, dilengkapi dengan simulator CNC menggunakan PC sebanyak 40 unit.
d. Teknik Pemesinan Gerinda
Mesin Gerinda adalah suatu alat ekonomis untuk menghasilkan bahan
dasar benda kerja dengan permukaan kasar maupun permukaan yang halus untuk
mendapatkan hasil dengan ketelitian yang tinggi. Mesin Gerinda dalam
pengoprasionalan-nya menggunakan Mata Gerinda, jadi mesin gerinda
merupakan salah satu jenis mesin perkakas dengan mata potong jamak, dimana
mata potongnya berjumlah sangat banyak yang mana digunakan untuk
kemampuan dalam penggunaan untuk mengasah maupun sebagai alat potong
benda kerja. Pada prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar
bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman,
pengasahan, pemolesan, maupun pemotongan.
Fungsi Utama Mesin Gerinda:
1) Memotong benda kerja yang ketebalanya yang tidak relatif tebal.
2) Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.
3) Sebagai proses jadi akhir ( finishing ) pada benda kerja.
4) Mengasah alat potong agar tajam.
5) Menghilangkan sisi tajam pada benda kerja dan membentuk suatu profil pada
benda kerja ( baik itu elips, siku, dll.)

9- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
2. Paket Keahlian Teknik Komputer Jaringan
Teknik Komputer Jaringan adalah paket keahlian yang bertujuan membekali
peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam
merakit, menginstall program, merawat dan memperbaiki komputer serta
jaringannya. Peserta didik TKJ mampu bekerja sebagai teknisi komputer dan
administrator jaringan di toko/ servis komputer, kantor, hotel, bank atau ISP baik di
tingkat lokal (nasional) maupun luar negeri.
Paket keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK PGRI 1 Kota Serang
memiliki personal komputer sebanyak 40 unit dengan spesifikasi processor Core 2 Duo
dilengkapi dengan jaringan internet kabel, jaringan internet wifi dan memiliki server
yang khusus untuk praktikum jaringan serta dilengkapi Monitor TV LED yang
digunakan untuk menampilkan presentasi atau video pembelajaran. Selain itu, paket
keahlian TKJ mengelola web site sekolah yang senantiasa mengupdate data setiap
kegiatan. Berikut ini berbagai kompetensi yang dipelajari oleh para siswa Teknik
Komputer Jaringan di SMK PGRI 1 Kota Serang:
a. Teknologi Infrastruktur Jaringan
Network infrastructure atau infrastruktur jaringan merupakan sebuah
kumpulan sistem komputer yang saling berhubungan, dihubungkan oleh berbagai
macam bagian dari sebuah arsitektur telekomunikasi. Secara khusus,
infrastruktur ini mengacu pada organisasi dan berbagai bagian konfigurasi
mereka – dari jaringan komputer individu sampai pada router, kabel, wireless
access point, switch, backbone, network protocol, dan network access
methodologies. Infrastuktur dapat berupa infrastruktur terbuka (open) atau
infrastruktur tertutup (close). Contoh infrastuktur terbuka adalah internet,
sedangkan contoh dari infrastruktur tertutup adalah private intranet. Mereka
dapat beroperasi melalui koneksi jaringan kabel atau jaringan wireless, atau
kombinasi antara keduanya. Bentuk paling sederhana dari infrastruktur jaringan
biasanya terdiri dari satu atau lebih komputer, sebuah jaringan atau koneksi
Internet, sebuah hub yang menghubungkan komputer yang satu dengan lainnya
sampai dengan sistem jaringan yang terhubung dengan sistem jaringan lainnya.
Keamanan jaringan alias network security merupakan perhatian utama ketika
membangun sebuah infrastruktur jaringan. Kebanyakan arsitektur menggunakan
router dengan firewall terintegrasi (built-in firewall), juga software yang
memungkinkan kemudahan akses kontrol, data packet monitoring dan
penggunaan protocol yang diatur secara ketat. Keamanan jaringan juga dapat
dikontrol dengan cara menyesuaikan network sharing properties pada masing-

10- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
masing komputer, yang membatasi folder dan file untuk dapat terlihat oleh
pengguna tertentu pada jaringan. Konfigurasi ini menggunakan perangkat dalam
mode AP untuk menghubungkan klien yang terdapat dalam jaringan-
nya. Perangkat dalam mode AP berfungsi sebagai Hub seperti pada jaringan
wired, namun bedanya perangkat dalam mode AP memancarkan SSID agar
komputer atau perangkat lain dalam jaringan dapat menghubungkan diri.
b. Rancang Bangun Jaringan
Rancang merupakan serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil
analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan
dengan detail bagaimana komponen-komponen sistem diimplementasikan
(Pressman, 2002). Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang
diperlukan oleh sistem baru (McLeod, 2002). Perancangan adalah kegiatan yang
memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan
alternatif sistem yang terbaik (Ladjamudin, 2005). Sedangkan pengertian bangun
atau pembangunan sistem adalah kegiatan menciptakan sistem baru maupun
mengganti atau memperbaiki sistem yang telah ada baik secara keseluruhan
maupun sebagian (Pressman, 2002). Bangun sistem adalah membangun sistem
informasi dan komponen yang didasarkan pada spesifikasi desain (Whitten et al,
2004). Dengan demikian pengertian rancang bangun merupakan kegiatan
menerjemahkan hasil analisa ke dalam bentuk paket perangkat lunak kemudian
menciptakan sistem tersebut ataupun memperbaiki sistem yang sudah ada.
c. Administrasi Server dan Keamanan Jaringan
Administrasi Jaringan Komputer adalah sebuah pekerjaan dari para
administrator jaringan yang bertugas untuk mengatur sebuah jaringan komputer
baik dalam skala kecil maupun skala besar. Dalam perusahaan besar biasanya
administrasi jaringan sangatlah dibutuhkan. Hal ini terjadi karena dalam
perusahaan besar terdapat data-data perusahaan yang sangat penting, oleh karena
itu diperlukannya administrasi jaringan untuk mengamankan data-data tersebut.
Administrasi jaringan dikerjakan oleh seorang administrator, adapun tugas-tugas
dari administrator jaringan adalah sebagai berikut:
a) Menginstall dan Mengkonfigurasi Server; Tugas utama dari administrator
jaringan adalah menginstall server atau komputer server beserta
konfigurasinya. Untuk server jaringan biasanya dalam perusahaan atau
lembaga menggunakan sistem operasi linux. Kemudian untuk konfigurasinya
biasanya adalah konfigurasi alamat IP beserta koneksi jaringan.

11- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
b) Menginstall dan Mengkonfigurasi Aplication Software; Kemudian setelah
melakukan installasi dan konfigurasi server maka tugas kedua administrator
jaringan adalah menentukan aplikasi dan software apa saja yang ingin
digunakan dalam jaringan tersebut.
c) Membuat dan Mengelolah User; Untuk tugas lainya dari administrator
jaringan adalah membuat dan mengelolah user, dimana user disini sangatlah
dibutuhkan agar tidak sembarangan orang yang memasuki jaringan. Oleh
karena itu dibuatlah user untuk lebih mengamankan jaringan.
d) Back Up dan Restore File; Back Up dan Restore file sangatlah dibutuhkan
dalam administrasi jaringan. Hal ini dilakukan karena jika terjadi masalah
dalam server atau jaringan maka data yang hilang masih tetap tersimpan dan
aman.
e) Mengkonfigurasi Keamanan Sistem; Keamanan sistem sangatlah dibutuhkan
untuk melindungi jaringan dan data-data dalam jaringan. Oleh karena itu
server atau sistem jaringan harus dikonfigurasi.
f) Menggunakan Tool untuk Memonitor Keamanan Jaringan; Untuk memonitor
atau mengontrol jaringan, administrator diharapkan menggunakan tool dan
tidak diharuskan untuk langsung mengontrol melalui server karena hal
tersebut sangat beresiko terhadap keamanan.
Pada intinya administrasi jaringan adalah sebuah tugas dari
administrator jaringan untuk mengelolah sumber daya dan juga keamanan dalam
jaringan komputer.
d. Teknologi Layanan Jaringan
Penggunaan pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan cara untuk
melakukan (kolaborasi teknik ilmiah dan material) untuk menemukan cara,
penemuan alat atau inovasi produk dalam hal menghubungkan komputer dengan
komputer lain agar dapat berbagi, data dan informasi, sumber daya, dll dengan
tujuan memudahkan pekerjaan.
Berikut contoh layanan jaringan:
a. LAN (Local Area Network)
Local Area Network atau LAN, merupakan suatu Jenis Jaringan
Komputer dengan mencakup wilayah lokal. Dengan menggunakan berbagai
perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti menggunakan
kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain
sebagainya. Contoh dari jaringan LAN seperti komputer-komputer yang saling
terhubung di sekolah, di perusahaan, Warnet, maupun antar rumah tetangga

12- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
yang masih mencakup wilayah LAN. Biasanya salah satu komputer di antara
jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua
sistem di dalam jaringan tersebut.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area Network atau MAN, merupakan Jenis Jaringan
Komputer yang lebih luas dan lebih canggih dari Jenis Jaringan Komputer
LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena Jenis Jaringan Komputer
MAN ini biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari
suatu kota ke kota lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN,
biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan
antar jaringan komputer. Contohnya seperti jaringan Depdiknas antar kota
atau wilayah dan juga jaringan mall-mall moderen yang saling berhubungan
antar kota. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan
dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang
tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara
pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
c. WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network atau WAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer
yang lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis Jaringan Komputer LAN
dan MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk menghubungkan
suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang
lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer
LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan
Komputer WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic
serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.
WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang
mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar
wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai
jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi
publik. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang
satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di
lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di
lokasi yang lain
d. Intranet
Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP
seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor,

13- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet.
Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui
sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak
jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah Intranet tidak perlu sambungan luar ke
Internet untuk berfungsi secara benar. Intranet menggunakan semua protocol
TCP/IP Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga
server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3,
atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering
digunakan. sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah "versi pribadi dari
jaringan Internet", atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh
sebuah organisasi.
e. Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar
yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara
ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai
sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan
interaktif.

14- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
3. Paket Keahlian Teknik Otomasi Industri
Otomasi Industri adalah suatu bidang kejuruan yang mempelajari tentang
bagaimana pengontrolan mesin-mesin industri yang dapat bekerja secara
berkesinambungan dan terurut rapi dalam pemrosesannya. Dalam pekerjaaannya
Orang otomasi Industri selalu bergelut dengan program-program dan PLC, tak hanya
itu Otomasi industri juga dapat mengembangkan program pengendalinya. Beberapa
hal yang dapat di kontrol oleh orang Otomasi industri adalah Motor Listrik,
Pneumatik dan Lampu serta Instalasi lainnya.
Paket keahlian Teknik Otomasi Industri di SMK PGRI 1 Kota Serang
merupakan paket keahlian yang baru dibuka pada tahun pelajaran 2014-2015. Dan
saat ini memiliki peserta didik sebanyak 80 orang (Tingkat X TOI sebanyak 24 orang;
Tingkat XI TOI sebanyak 32 orang; Tingkat XII TOI sebanyak 24 orang). Untuk
pelaksanaan Praktikum mata pelajaran Teknik Otomasi Industri telah menggunakan
alat dan bahan yang sesuai dengan perkembangan Zaman. Berikut ini berbagai
kompetensi yang dipelajari oleh para siswa Teknik Otomasi Industri di SMK PGRI 1
Kota Serang:
a. Piranti Sensor dan aktuator
Sensor
Sensor adalah komponen yang dapat digunakan untuk mengkonversi
suatu besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu
rangkaian elektronik. Sensor merupakan komponen utama dari suatu tranduser,
sedangkan tranduser merupakan sistem yang melengkapi agar sensor tersebut
mempunyai keluaran sesuai yang kita inginkan dan dapat langsung dibaca pada
keluarannya.
Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran
mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.
Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran
atau pengendalian.
Sensor adalah alat untuk mendeteki/mengukur sesuatu, yang digunakan
untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi
tegangan dan arus listrik. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika,
sensor memberikan kesamaan yanag menyerupai mata, pendengaran, hidung,
lidah yang kemudian akan diolah oleh kontroler sebagai otaknya (Petruzella,
2001). Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan secara elektronik
berfungsi mengubah tegangan fisika (misalnya: temperatur, cahaya, gaya,
kecepatan putaran) menjadi besaran listrik yang proposional. Sensor dalam

15- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
teknik pengukuran dan pengaturan ini harus memnuhi persyaratan-persyaratan
kualitas yakni :
 Linieritas: Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik
konversi harus linier.
 Tidak tergantung temperatur: Keluaran inverter tidak boleh tergantung pada
temperatur disekelilingnya, kecuali sensor suhu.
 Kepekaan: Kepekaan sensor harus dipilih sedemikian, sehingga pada nilai-
nilai masukan yang ada dapat diperoleh tegangan listrik keluaran yang cukup
besar.
 Waktu tanggapan: Waktu tanggapan adalah waktu yang diperlukan keluaran
sensor untuk mencapai nilai akhirnya pada nilai masukan yang berubah
secara mendadak. Sensor harus dapat berubah cepat bila nilai masukan pada
sistem tempat sensor tersebut berubah.
Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat
dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu:
 sensor thermal (panas)
 sensor mekanis
 sensor optik (cahaya)
Aktuator
Setiap alat yang mengubah sinyal listrik menjadi gerakan mekanis biasa
di katakan sebagai aktuator. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari
keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler.
Aktuator terdiri dari :
 Aktuator Tenaga Elektrik
 Solenoid
Peralatan yang dipakai untuk mengkonversi signal elektrik atau arus listrik
menjadi gerak linier mekanik. Terbuat dari kumparan dan inti besi yang
dapat digerakan. Kekuatan menarik dan mendorong ditentukan oleh
jumlah lilitan pada kumparan.
 Motor Stepper
- Permanen Magnet Motor
Kontruksi ini akan menghasilkan sudut langka yang besar. Tipe ini
cocok diterapkan dalam peralatan komputer.

16- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
- Variabel Reluctan Motor
Tipe ini tidak memiliki magnet permanen, sehingga diperlukan proses
pengendalian tersendiri. Tipe ini biasanya dipergunakan dalam
aplikasi berskala kecil, misalnya meja mikroposisi.
- Hibrid Motor
Merupakan tipe penggabungan dari 2 tipe sebelumnya. Sering
digunakan di industri.
 Motor DC, Stator merupakan bagian yang tetap yang menghasilkan medan
magnet. Rotor merupakan bagian yang bergerak dimana terdapat arus yang
mengalir.
 Aktuator Tenaga Hidrolik
Aktuator yang menggunakan fluida dalam bentuk cairan sebagai pemacu
geraknya. Torsi yang besar konstruksinya sukar. Respon agak lambat.
Hidrolitik menggunakan perbedaan volume cairan yang ditekan atau
dimampatkan untuk membangkitkan tekanan pada piston.
 Aktuator Tenaga Pneumatik
Aktuator yang menggunakan udara sebagai pemacu geraknya. Sukar di
kendalikan. Memiliki respon yang lebih cepat. Pneumatik menggunakan
perbedaan volume udara yang ditekan atau dimampatkan untuk
membangkitkan tekanan pada piston.
b. Sistem Kontrol (Kendali)
Sistem kontrol adalah sekumpulan komponen yang bekerja sama di
bawah pengarahan suatu kecerdasan mesin. Dalam kebanyakan kasus, rangkaian
elektronika menghasilkan kecerdasan, dan komponen-komponen elektromekanik,
seperti sensor dan motor, bertindak sebagai antar-muka dengan dunia fisik.
Sebagai contoh data loger intensitas pemanasan matahari, arah dan kecepatan
angin, kelembaban, suhu dan curah hujan yang ditransmisikan melalui frekuensi
gelombang radio dan data tersebut diterima oleh sebuah receiver yang terhubung
dengan system komputer yang terpasang jauh dari objek sensor yang secara
simultan dan kontinyu memberikan informasi tentang kondisi cuaca di lapangan,
dimana perangkat sensor tersebut terpasang pada tiang yang posisinya dapat di
atur secara remote. Komputer lalu menampilkan kondisi tersebut secara real time
di sisi operator. Untuk merancang dan memperbaiki sistem ini, anda harus
menguasai ilmu elektronika dan digital, ilmu mekanika dan prinsip-prinsip
sistem kontrol.

17- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
1) Sistem Kontrol Elektromekanik dan elektronik
Sistem Kontrol yang prinsip kerjanya memanfaatkan komponen-
komponen dari perangkat/ peralatan Relay Elektronik dan Kontaktor Magnit
untuk mengendalikan motor listrik untuk berbagai aplikasi di industri.
Berikut adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Sistem Kendali
Elektromekanik dan Elektronik yang dipelajari dan harus dikuasai oleh
Siswa Teknik Otomasi Industri, yaitu:
1) Memilih komponen komponen control dan pengaman untuk keperluan
control sistem teknik otomasi industri
2) Menggunakan relay dan kontaktor untuk keperluan sistem kontrol
teknik otomasi industri.
3) Merakit sistem kontrol menggunakan piranti kontrol solid state relay
4) Membuat gambar kerja sistem kontrol berbasis relay
5) Mengontrol operasi motor listrik menggunakan komponen berbasis
relay
6) Merakit sistem pengasutan motor listrik tiga fasa
7) Merakit panel kontrol pengasutan motor listrik berbasis relay
8) Memeriksa operasi sistem pengasutan motor listrik tiga fasa berbasis
relay
9) Melacak gangguan sistem kontrol berbasis relay
10) Membuat rangkaian kontrol elektronik berbasis transistor
11) Membuat rangkaian kontrol elektronik berbasis thyristor
12) Mengoperasikan sistem kontrol elektronik
13) Merakit sistem kontrol motor berbasis elektronik
14) Memeriksa sistem kontrol motor berbasis elektronik
15) Melakukan pengaturan pada inverter (Variable Speed Drive)
16) Membuat gambar kerja inverter (Variabel Speed Drive) untuk
mengatur kecepatan motor listrik
17) Mengoperasikan inverter sebagai pengatur kecepatan motor listrik
(speed drive)
18) Menguji rangkaian kendali motor dengan inverter (Variable Speed
Drive)

18- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
2) Sistem Kontrol Elektropneumatic
Sistem Kontrol Elektropneumatik pada hakekatnya terdiri dari dua
sistem pengontrolan, yaitu sistem pneumatik dan elektropneumatik.
Pengontrolan sistem pneumatic menggunakan sumber tenaga dari udara
bertekanan, sehingga hemat biaya. Sedangkan sistem elektropneumatik
menggunakan sumber tenaga disamping udara bertekanan, juga berasal dari
sumber tenaga listrik dengan kapasitas tegangan dan daya yang relatif kecil.
Dengan demikian kedua sistem pengontrolan ini sangat ekonomis.
Saat ini dalam penggunaannya pneumatik banyak dikombinasikan
dengan sistem elektrik. Rangkaian elektrik berupa saklar, solenoid, dan limit
switch digunakan sebagai penyusun sistem kendali katup. Untuk aplikasi yang
cukup rumit digunakan PLC (Programmable Logic Controller) yaitu
kontroler berdasarkan logika yang dapat diprogram.
Di bawah adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Sistem
Kendali Elektropneumatik yang dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa
Teknik Otomasi Industri, yaitu:
1) Mengoperasikan udara kempa untuk keperluan kontrol
elektropneumatik
2) Mengoperasikan kondisi operasi elemen masukan dan sensor pneumatik
3) Mengoperasikan kondisi operasi katub pengarah pneumatic
4) Mengoperasikan kondisi operasi aktuator pneumatic
5) Mengoperasikan kondisi operasi sistem kontrol pneumatik
6) Menjelaskan gambar kerja sistem kontrol pneumatik
7) Menjelaskan kondisi operasi dan spesifikasi elemen masukan dan
sensor sistem kontrol elektropneumatik
8) Menjelaskan kondisi operasi berbagai jenis katub pengarah
elektropneumatic
9) Mengoperasikan aktuator elektropneumatic
10) Mengoperasikan kondisi operasi system control elektropneumatik
berbasis relay
11) Merumuskan gambar kerja sistem kontrol elektropneumatik berbasis
relay
12) Merumuskan ganguan system kontrol elektropneumatik berbasis relay
13) Merumuskan komponen dan rangkaian control elektropnumatik untuk
keperluan otomasi industri
14) Merumuskan sistem control elektropnumatik berbasis PLC

19- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
15) Mengklasifikasikan sistem control elektropnumatik untuk keperluan
otomasi industry
16) Mengkombinasikan aplikasi sistem kontrol elektropnumatik untuk
keperluan otomasi industry
17) Membangun aplikasi sistem kontrol elektropnumatik untuk keperluan
otomasi industry
18) Membangun gambar kerja sistem kontrol elektropnumatik berbasis
PLC
19) Mengatasi gangguan pada sistem kontrol elektropneumatik berbasis
komputer
20) Membangun sistem kontrol elektropneumatik pada system otomasi
industri
21) Mendesain pemeliharaan sistem control elektropnumatik untuk
menjaga stabilitas dan kontinuitas produksi

3) Sistem Kontrol Terprogram


Sistem Kontrol yang prinsip kerjanya memanfaatkan Pemrograman
Programmable Logic Controller (PLC) dan Mikrokontrooler untuk
mengendalikan peralatan listrik. Berikut adalah beberapa kompetensi khusus
dibidang Sistem Kendali Terprogram yang dipelajari dan harus dikuasai oleh
Siswa Teknik Otomasi Industri, yaitu:
1) Membuat rangkaian kendali digital
2) Memeriksa kondisi operasional rangkaian kendali digital
3) Menggambarkan blok diagram system minimum mikrokontroller
4) Membuat rangkaian sederhana sistem mikrokontroller.
5) Membuat pemograman mikrokontroller untuk proses pengendalian
6) Mengoperasikan rangkaian pengendalian dengan menggunakan
mikrokontroller
7) Memeriksa kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras PLC.
8) Memeriksa hubungan Digital I/O PLC dengan komponen eksternal
9) Mengatur PLC sesuai dengan buku manual dan fungsinya.
10) Menggunakan Peta Memory & Pengalamatan I/O pada pemrograman
PLC
11) Merancang pengontrolan dengan bahasa pemrograman PLC.
12) Menginstalasi PLC sebagai pengendali sistem otomasi industri
13) Melakukan komisioning & pengujian pada sistem kontrol dengan PLC.

20- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
14) Mengoperasikan modul Analog I/O pada PLC
15) Men-setup Special I/O dan Networking PLC
16) Menyajikan proses produksi dan manufaktur di Industri.
17) Membuat dokumentasi system control industri
18) Mengorganisasikan sistem dan komponen perangkat keras Human
Machine Interface pada SCADA.
19) Memasukan parameter operasional Human Machine Interface pada
SCADA untuk mengontrol system otomasi industri
20) MengoperasikanHuman Machines Interface pada SCADA
21) Melakukan pemeliharaan Sistem Kontrol PLC pada SCADA

21- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
4. Paket Keahlian Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
Instalasi pemanfaatan tenaga listrik merupakan instalasi pengguna tenaga
listrik, dimulai dari alat ukur listrik (meteran/KWH meter) sampai kepada alat
hubung atau titik beban yang berada di konsumen. Instalasi pengguna terdiri;
instalasi rumah tangga yang biasanya menggunakan tegangan rendah, dan instalasi
yang menggunakan tegangan menengah maupun tegangan tinggi dengan beban besar
seperti industri.
Berdasarkan kurikulum 2013, Kompetensi pada paket keahlian Teknik
Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik di SMK PGRI 1 Kota Serang di bagi menjadi
3 kompetensi utama, yaitu: (a). Kompetensi Instalasi Motor Listrik; (b). Kompetensi
Instalasi Penerangan Listrik; (c). Kompetensi Instalasi Tenaga Listrik. Di bawah ini
akan dijelaskan definisi dan fokus pembelajaran dari masing-masing kompetensi
utama tersebut.
a. Instalasi Motor Listrik
Instalasi (installation = pemasangan) adalah kegiatan yang dilakukan
untuk memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang
dianggap bisa merujuk pada suatu konteks tertentu dalam satu rangkaian.
Motor Listrik adalah suatu alat yang dapat merubah energi listrik
menjadi energi gerak. Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri
adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA.
Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA
berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp)
maupun kiloWatt (kW).
Dari kedua pengertian di atas, Instalasi Motor Listrik dapat dipahami
sebagai suatu kegiatan untuk memasang, mengkonstruksi Motor Listrik sebagai
actuator yang digunakan untuk menggerakkan sesuatu yang diharapkan. Berikut
adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Instalasi Motor Listrik yang
dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga
Listrik, yaitu:
1) Membedakan jenis dan karakteristik motor listrik.
2) Membedakan macam macam pengendali motor listrik.
3) Memilih komponen pengendali motor listrik.
4) Membuat gambar rangkaian instalasi motor listrik 1 fasa dan 3 fasa
dengan kendali elektromagnetik.
5) Memasang instalasi motor listrik dengan kendali elektromagnetik
secara langsung (Direct On Line)

22- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
6) Membuat instalasi pengendali motor listrik dengan elektromagnetik
dengan pengasutan.
7) Membedakan spesifikasi sistem dan komponen programmable logic
control (PLC).
8) Merangkai pengawatan pada komponen programmable logic control
(PLC)
9) Membuat program dengan programmable logic control (PLC) untuk
menjalankan motor 1 fasa dan 3 fasa.
10) Memasang Instalasi kontrol motor dengan menggunakan
programmable logic control (PLC)
11) Menunjukkan sistem dan komponen Variable Frekuensi Drive (VFD)
12) Membuat gambar kerja rangkaian instalasi motor berbasis Variable
Frekuensi Drive (VFD)
13) Merangkai instalasi motor listrik berbasis VFD
14) Melakukan seting program rangkaian instalasi motor berbasis Variable
Frekuensi Drive (VFD)

b. Instalasi Penerangan Listrik


Instalasi Penerangan Listrik adalah suatu sistem/ rangkaian yang
digunakan untuk menyalurkan daya listrik (electric power) untuk kebutuhan
manusia. Yang termasuk di dalam instalasi penerangan listrik adalah seluruh
instalasi listrik yang digunakan untuk memberikan daya listrik pada lampu.
Pada lampu ini daya listrik/ tenaga listrik diubah menjadi cahaya yang
digunakan untuk menerangi tempat/ bagian sesuai dengan kebutuhannya.
Instalasi penerangan listrik ada 2 macam, yaitu: (a). instalasi di dalam
gedung/ bangunan/ rumah, (b). instalasi di luar gedung/ bangunan/ rumah. Faktor-
faktor teknik di dalam merencanakan instalasi penerangan listrik, adalah: (a).
comfort/ kenyamanan, yang berhubungan tingkat pencahayaan pada berbagai
fungsi ruangan; (b). estetika/ keindahan, berhubungan dengan jenis warna cahaya
dan kekuatan penerangan; (c). memenuhi syarat-syarat teknis, yaitu: aman bagi
manusia, hewan dan barang; material yang dipasang harus mempunyai kualitas
yang baik; penghantar yang digunakan harus mampu dialiri arus yang lewat;
kerugian tegangan pada beban tidak boleh melebihi 2% dari tegangan nominal
pada penerangan. Berikut adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Instalasi
Penerangan Listrik yang dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TIPTL, yaitu:
1) Menerapkan instalasi penerangan 1 fasa sesuai Peraturan Umum

23- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
Instalasi Listrik (PUIL).
2) Menggambar rencana Instalasi penerangan pada bangunan sederhana.
3) Menghitung jumlah bahan, tata letak dan biaya pada instalasi
penerangan 1 fasa.
4) Memilih komponen instalasi lampu penerangan pada bangunan
sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah, Ibadah)
5) Memasang PHB instalasi lampu penerangan pada bangunan sederhana
(Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah, Ibadah) sesuai Peraturan
Umum Instalasi Listrik (PUIL).
6) Melakukan pengukuran tahanan isolasi instalasi penerangan pada
bangunan sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah, Ibadah)
7) Memilih komponen instalasi penerangan pada bangunan bertingkat
8) Menggambar rencana Instalasi penerangan pada bangunan bertingkat.
9) Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil.
10) Memilih komponen sistem kendali instalasi penerangan (Smart
Building).
11) Menggambar tata letak komponen sistem kendali instalasi penerangan
(Smart Building )
12) Merakit sistem kendali instalasi penerangan (Smart Building)
13) Menerapkan Instalasi Penerangan 3 fasa sesuai dengan Peraturan
Umum Instalasi Listrik (PUIL)
14) Membuat gambar Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan
Bangunan Industri Kecil.
15) Menghitung jumlah bahan, tata letak dan biaya pada instalasi
Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Bangunan Industri Kecil.
16) Memasang komponen instalasi penerangan tiga fasa bangunan gedung.
17) Memeriksa instalasi penerangan tiga fasa bangunan gedung.
18) Menerapkan Instalasi Penerangan Jalan Umum sesuai dengan
Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)
19) Merakit komponen Instalasi Penerangan Jalan Umum.

c. Instalasi Tenaga Listrik


Instalasi Tenaga Listrik adalah pemasangan komponen-komponen
peralatan listrik untuk melayani perubahan energi listrik menjadi tenaga
mekanis dan kimia. Syarat-syarat Instalasi Tenaga Listrik: (a). Syarat Ekonomis,
yaitu instalasi tenaga listrik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga dari

24- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
keseluruhan instalasi itu, ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaannya
semurah mungkin, rugi-rugi daya listrik yang hilang harus sekecil mungkin, rugi
tegangan maksimal 5% dari tegangan sumber. (b). syarat keamanan, yaitu instalasi
dibuat sedemikian rupa dehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil,
aman dalam hal tidak membahayakan jiwa keselamatan manusia, terjaminnya
peralatan dan benda-benda disekitarnya dari kerusakan akibat gangguan. (c).
syarat keandalan beban, yaitu jika aliran listrik berhenti tidak menyebabkan
kerugian yang sangat besar. Berikut adalah beberapa kompetensi khusus dibidang
Instalasi Tenaga Listrik yang dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TIPTL,
yaitu:
1) Menerapkan Instalasi tenaga listrik satu fasa.
2) Memilih komponen Instalasi tenaga listrik satu fasa
3) Menggambar Instalasi tenaga listrik satu fasa
4) Menghitung jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi
tenaga listrik 1 fasa.
5) Memasang Instalasi Tenaga Listrik 1 fasa
6) Menerapkan Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
7) Memilih komponen Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
8) Memasang Instalasi Tenaga Listrik 3 fasa
9) Menghitung jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi
tenaga listrik 3 fasa.
10) Menerapkan Instalasi sistem pembumian
11) Membuat gambar kerja (rancangan) pemasangan sistem pembumian
12) Memasang sistem instalasi pembumian.
13) Melakukan pengukuran tahanan pentanahan.
14) Memilih komponan penyalur petir (Lighting rod).
15) Membuat gambar kerja (rancangan) pemasangan
penangangkal/penyalur petir (Lighting rod).
16) Memasang instalasi penangkal petir (Lighting Rod).
17) Memilih komponen Papan Hubung Bagi (PHB) utama tegangan
menengah (Medium Voltage Main Distribution Board).
18) Menggambar komponen Papan Hubung Bagi utama tegangan
menengah (Medium Voltage Main Distribution Board) sesuai dengan
Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
19) Memasang papan hubung bagi utama tegangan menengah (Medium
Voltage Main Distribution Board).

25- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
20) Memeriksa papan hubung bagi utama tegangan menengah (Medium
Voltage Main Distribution Board).
21) Memilih komponen instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar
22) Memasang instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar.
23) Menggambar instalasi listrik dengan konduit, cable ladder dan cable
tray/trunking sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
24) Memasang instalasi listrik dengan konduit, cable ladder dan cable
tray/trunking sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
25) Memeriksa pemasangan instalasi listrik dengan konduit, cable ladder
dan cable tray/trunking.

26- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
5. Paket Keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan
Di dalam masyarakat, terdapat berbagai bengkel yang dikenal sebagai bengkel
servis kendaraan, bengkel pemeliharaan kendaraan, bengkel perawatan kendaraan,
bengkel perawatan dan perbakan kendaraan, bengkel reparasi kendaraan, bengkel
spooring dan balans, bengkel AC mobil, bengkel reparasi bodi dan cat kendaraan,
bengkel karoseri kendaraan dan sebagainya. Kegiatan utama yang dilakukan oleh
bengkel-bengkel tersebut adalah merawat dan memperbaiki atau melakukan
pemeliharaan kendaraan berdasarkan dari jenis masalah yang dialaminya.
Berdasarkan kurikulum 2013, Kompetensi pada paket keahlian Teknik
Otomotif Kendaraan Ringan di SMK PGRI 1 Kota Serang di bagi menjadi 3
kompetensi utama, yaitu: (a). Kompetensi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan;
(b). Kompetensi Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan;
(c). Kompetensi Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan. Di bawah ini akan
dijelaskan definisi dan fokus pembelajaran dari masing-masing kompetensi utama
tersebut.
a. Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga mesin kendaraan ringan agar
berada di kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit (normal/ sehat). Di
masyarakat pemeliharaan berkala mesin kendaraan dalam interval sekitar 10.000
KM (servis besar) disebut Tune-UP mesin kendaraan. Berikut adalah beberapa
kompetensi khusus dibidang Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan yang
dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TKR, yaitu:
1) Merawat berkala mekanisme katup
2) Merawat berkala sistem pelumasan
3) Merawat berkala sistem pendinginan
4) Merawat berkala pemasukan dan pembuangan
5) Merawat berkala sistem bahan bakar bensin karburator
6) Merawat berkala sistem injeksi bensin
7) Merawat berkala sistem bahan bakar Diesel pompa injeksi in-line
8) Merawat berkala sistem bahan bakar Diesel pompa injeksi rotary
9) Merawat berkala sistem bahan bakar Diesel common rail.
10) Memperbaiki mekanisme blok motor dan kelengkapannya
11) Memperbaiki mekanisme kepala silinder dan kelengkapannya
12) Memperbaiki sistem pelumasan
13) Memperbaiki sistem pendinginan

27- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
14) Memperbaiki sistem pemasukan dan pembuangan
15) Memperbaiki sistem pengaliran bahan bakar bensin
16) Memperbaiki sistem karburator
17) Memperbaiki sistem bahan bakar Diesel pompa injeksi in-line
18) Memperbaiki sistem bahan bakar Diesel pompa injeksi rotary

b. Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan


Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga sasis dan pemindah tenaga
kendaraam ringan agar berada di kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit
(normal/sehat). Berikut adalah beberapa kompetensi khusus dibidang
Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan yang dipelajari
dan harus dikuasai oleh Siswa TKR, yaitu:
1) Merawat berkala kopling
2) Merawat berkala transmisi manual
3) Merawat berkala poros propeler
4) Merawat berkala gardan
5) Merawat berkala aksel roda
6) Merawat berkala peleg dan ban
7) Merawat berkala sistem rem
8) Merawat berkala sistem suspensi
9) Merawat berkala sistem kemudi
10) Memperbaiki sistem kopling
11) Memperbaiki mekanisme transmisi
12) Memperbaiki mekanisme poros propeler
13) Memperbaiki mekanisme gardan
14) Memperbaiki mekanisme aksel roda
15) Memperbaiki peleg dan ban
16) Memperbaiki sistem rem
17) Memperbaiki sistem suspensi
18) Memperbaiki sistem kemudi
19) Melaksanakan wheel aligment

28- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
c. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga kelistrikan kendaraam ringan
agar berada di kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit (normal/sehat). Berikut
adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Pemeliharaan Kelistrikan
Kendaraan Ringan yang dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TKR, yaitu:
1) Merawat berkala sistem penerangan
2) Merawat berkala sistem tanda
3) Merawat berkala sistem penghapus kaca
4) Merawat berkala sistem pengapian konvensional
5) Merawat berkala sistem pengapian elektronis
6) Merawat berkala sistem starter
7) Merawat berkala sistem pengisian
8) Merawat berkala sistem kenyamanan
9) Merawat berkala sistem pengaman
10) Memperbaiki sistem starter
11) Memperbaiki sistem pengisian
12) Memperbaiki sistem penerangan, tanda dan penghapus kaca
13) Memperbaiki sistem pengapian konvensional
14) Memperbaiki sistem pengapian elektronis
15) Memperbaiki sistem injeksi bensin
16) Memperbaiki sistem bahan bakar Diesel common rail
17) Memperbaiki sistem kenyamanan dan pengaman
18) Memperbaiki sistem pendingin ruangan (AC)

29- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
6. Paket Keahlian Teknik Otomotif Sepeda Motor
Berdasarkan kurikulum 2013, Kompetensi pada paket keahlian Teknik
Otomotif Kendaraan Ringan di SMK PGRI 1 Kota Serang di bagi menjadi 3
kompetensi utama, yaitu: (a). Kompetensi Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor;
(b). Kompetensi Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor; (c). Kompetensi Pemeliharaan
Kelistrikan Sepeda Motor. Di bawah ini akan dijelaskan definisi dan fokus
pembelajaran dari masing-masing kompetensi utama tersebut.
a. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga mesin sepeda motor agar berada di
kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit (normal/sehat). Berikut adalah
beberapa kompetensi khusus dibidang Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor yang
dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TSM, yaitu:
1) Merawat berkala mekanisme katup
2) Merawat berkala sistem pelumasan
3) Merawat berkala sistem pendinginan
4) Merawat berkala sistem pemasukan dan pembuangan
5) Merawat berkala sistem bahan bakar bensin karburator
6) Merawat berkala sistem injeksi bensin
7) Merawat berkala sistem transmisi manual
8) Merawat berkala sistem transmisi otomatis
9) Merawat berkala sistem kopling manual
10) Merawat berkala sistem kopling otomatis
11) Memperbaiki kepala silinder dan kelengkapannya
12) Memperbaiki blok silinder dan kelengkapannya
13) Memperbaiki sistem pelumasan
14) Memperbaiki sistem pendinginan
15) Memperbaiki sistem pemasukan dan pembuangan
16) Memperbaiki sistem bahan bakar injeksi
17) Memperbaiki sistem karburator
18) Memperbaiki sistem transmisi manual
19) Memperbaiki sistem transmisi otomatis
20) Memperbaiki kerja sistem kopling manual
21) Memperbaiki sistem kopling otomatis

30- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
b. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor
Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga sasis sepeda motor agar berada di
kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit (normal/sehat). Berikut adalah
beberapa kompetensi khusus dibidang Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor yang
dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TSM, yaitu:
1) Merawat berkala sistem rem hidrolik
2) Merawat berkala sistem rem mekanik
3) Merawat berkala sistem rem ABS
4) Merawat berkala pelek
5) Merawat berkala ban
6) Merawat berkala suspensi
7) Merawat berkala system kemudi
8) Merawat berkala rantai penggerak roda belakang
9) Menyajikan jenis-jenis rangka
10) Memperbaiki sistem rem hidrolik
11) Memperbaiki sistem rem mekanik
12) Memperbaiki sistem rem ABS
13) Memperbaiki pelek
14) Memperbaiki ban
15) Memperbaiki suspensi
16) Memperbaiki system kemudi
17) Memperbaiki rantai penggerak roda belakang
18) Memperbaiki jenis-jenis rangka

c. Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor


Pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu kombinasi dari
setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga kelistrikan sepeda motor agar
berada di kondisi yang bisa diterima atau kondisi fit (normal/sehat). Berikut
adalah beberapa kompetensi khusus dibidang Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda
Motor yang dipelajari dan harus dikuasai oleh Siswa TSM, yaitu:
1) Merawat berkala sistem penerangan
2) Merawat berkala system instrumen dan sinyal
3) Merawat berkala sistem starter
4) Merawat berkala sistem pengapian konvensional
5) Merawat berkala sistem pengapian elektronis
6) Merawat berkala sistem pengisian
7) Memperbaiki sistem pengamanan
8) Memperbaiki sistem penerangan

31- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
9) Memperbaiki sistem instrumen
10) Memperbaiki sistem sinyal
11) Memperbaiki sistem starter
12) Memperbaiki sistem pengisian
13) Memperbaiki sistem pengapian konvensional
14) Memperbaiki sistem pengapian elektronis
15) Memperbaiki sistem injeksi
16) Memperbaiki sistem pengamanan

32- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
C. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum yang dimiliki oleh SMK PGRI 1 Kota Serang
1. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Pemesinan
a. Workshop Mesin Bubut
b. Workshop Mesin Frais
c. Workshop Mesin Gerinda
d. Workshop Mesin CNC
e. Laboratorium Komputer CNC Simulasi
f. Laboratorium Komputer CAM/ CAD
g. Workshop Kerja Bangku
h. Workshop Fabrikasi

2. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Komputer Jaringan


a. Laboratorium Komputer Jaringan
b. Laboratorium Komputer Multimedia
c. Laboratorium Komputer Simulasi Digital

3. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik


a) Workshop Instalasi Motor Listrik
b) Workshop Instalasi Penerangan Listrik
c) Workshop Instalasi Tenaga Listrik

4. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Otomasi Industri


a) Laboratorium Programmable Logic Control (PLC)
b) Laboratorium Mikrokontroller
c) Laboratorium Pneumatik dan Elektropneumatik
d) Workshop Kendali Elektromekanik dan Elektronika

5. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Otomotif Kendaraan Ringan


a) Workshop Kelistrikan Kendaraan Ringan
b) Workshop Engine Kendaraan Ringan
c) Workshop Chasis Kendaraan Ringan

6. Bengkel/ Workshop/ Ruang Praktikum Teknik Otomotif Sepeda Motor


a) Workshop Kelistrikan Sepeda Motor
b) Workshop Engine Sepeda Motor
c) Workshop Chasis Sepeda Motor

33- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
D. Prestasi Yang diraih oleh Siswa SMK PGRI 1 Kota Serang
Prestasi Peserta Didik dalam bidang akademik non kurikuler dalam empat tahun
terakhir, antara lain:
Tingkat
No Jenis Prestasi Tahun Juara
Provinsi Nasional Internasional
Madiya Tingkat
SMA / Sederajat
1 2014 1 
LKBB Pasopati Se
Jawa Barat
LKBB Tingkat
2 SMA / SMK 2014 1 
Sederajat
The Best Winneer
LKBB SMA / SMK
3 Sederajat. SMK 2014 1 
Pelayaran Darma
Cilegon
Lomba Tahfidz
Tingkat SLTA Se
Provinsi Banten.
4 Semarak Himpunan 2014 2 
Mahasiswa Bidik
Misi IAIN Sultan
Hasanudin Banten
LKS Kota Serang,
5 Lomba IT Software 2014 3
Aplication
LKS Wiring/
Electrical
6 2014 2
Installation SMK
Kota Serang
Lomba Industrial
7 Control LKS SMK 2014 1
Kota Serang
Lomba PBB
Tingkat SMK
Sederajat Se Kota
8 2014 1
Serang Sakawira
Kartika Kodim 0602
Serang
LKBB Tingkat
9 SLTA Sederajat, 2014 1
UNBAJA
Fun Game Hockey
Indoor Putra
Universitas
10 2014 1 
Pancasila Kategori
SMA/Sederajat,
Jakarta
L2PBB (Liga
Lpmba Peraturan
11
Baris Berbaris,
2014 4 
Juara Harapan

34- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
PBB Dasar LKBB
Tingkat SMA
12 2015 1
Sederajat, SMK N 2
Kota Serang
PBB Dasar LKBB
VII Tingkat SMK
13 2015 1 
Sederajat, Se Pulau
Jawa
PBB Dasar LKBB
VII Tingkat SMK
14 2015 2 
Sederajat, Se Pulau
Jawa
Kostum Terbaik
LKBB Kategori
SMK Sederajat,
15 2015 1
Kota Cilegon,
Kabupaten Serang,
dan Kota Serang
Variasi Formasi
LKBB Kategori
SMA/SMK
16 Sederajat Kota 2015 2
Cilegon, Kota
Serang dan
Kabupaten Serang
PURWA, Sepulau
17 2015 2 
Jawa
Juara Harapan,
18 Variasi, Se Pulau 2015 3 
Jawa
Juara Industrial
Control / LKS
19 2015 1
Tingkat Kota
Serang
Juara Industrial
20 Control / LKS 2015 2 
Tingkat Provinsi
Juara Elektrical
Instalation / LKS
21 2015 2
Tingkat Kota
Serang
Juara Purwa
22 Paskibra Tingkat 2015 2 
Pulau Jawa
Juara Harapan,
23 Variasi LKBB, Se 2015 3 
Pulau Jawa
Juara PBB Murni
24 2015 3 
Terfavorit, Banten
Juara Variasi
25 Formasi LKBB 2015 3 
Tingkat Jawa Barat
Juara Industrial
Control / LKS
26 2016 1
Tingkat Kota
Serang

35- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
Juara Industrial
27 Control / LKS 2016 1 
Tingkat Provinsi
Juara Elektrical
Instalation / LKS
28 2016 2
Tingkat Kota
Serang
Juara Industrial
29 Control / LKS 2016 5 
Tingkat Nasional
30 juara ke -1 Region
Banten bidang
2016 1 
Lomba Yamaha
Skill Kontes
31 juara Umum
Yamaha Skill
Kontes Region 2016 1 
Jabodetabek dan
Banten
32 Juara ke-3 Yamaha
Skill Kontes 2016 3 
Tingkat Nasional
33 Juara ke-1 LKS
Provinsi Banten
2016 1 
bidang Bola Basket
Putra
34 Juara ke-1 tingkat
Jabodetabek dan
2016 1 
Banten bidang
Hoky Putra

36- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com
E. Profil Kepala SMK PGRI 1 Kota Serang
Identitas Diri
1. Nama Lengkap : Drs. Agung Artiyono, M.SI
2. NIP : 19580805 198803 1 007
3. Pangkat Gol./Ruang : Pembina/IV.a
4. Tempat/Tgl.lahir : Sleman, 05 Agustus 1958
5. Jenis Kelamin : Laki-laki
6. Agama : Islam
7. Status Perkawinan : Kawin
8. Alamat Rumah :Jl. Bayangkara No. 127 Sumur Pecung, Serang Banten
9. No. Telp./ Fax. : (0254) 203821/ (0254) 217447

Serang, Juli 2016


Kepala Sekolah,

Drs. Agung Artiyono, M.Si


Nip. 19580805 198803 1 007

37- humas_smkpgri1kotaserang@yahoo.com