Anda di halaman 1dari 6

MATA PELAJARAN : Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)

KOMPETENSI DASAR : 3.4 Memahami Jaringan Fiber Optic


4.4 Mengkaji Jaringan Fiber Optik
INDIKATOR :
3.4.1 Menjelaskan dasar-dasar Fiber Optik
4.4.1 Memperesentasikan dasar Fiber Optik

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik
dapat menjelaskan jaringan fiber optic dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik
dapat mempresentasikan jaringan fiber optic dengan
benar
Pengenalan Fiber Optic
1. Pengertian Fiber Optic
Fiber optic adalah suatu materi, filament, ataupun bahan yang terbuat dari glass atau
serat kaca yang berdiameter lebih kurang 120 micrometer (hampir sama dengan
sehelai rambut manusia. Fiber Optic digunakan untuk mengantarkan jauh lebih banyak
sinyal dalam bentuk pulsa cahaya (bisa berupa Komunikasi Suara maupun data) hingga
mencapai lebih dari 50 kilometer tanpa memerlukan lagi bantuan perangkat Repeater
(Penguat Sinyal)
Teknologi Serupa yang juga umum digunakan adalah dengan menggunakan materi
tembaga (cooper)
Yang dapat mengantarkan transmisi sinyal berupa pulsa elektronik. Namun ini sangat
terbatas dalam Jumlan, Kualitas serta jarak tempuhnya. Dengan demikian, jika
dibandingkan dengan kabel coaxial maupun kabel tembaga, fiber optic lebih banyak
digunakan dalam saluran Backbone.
Sistem yang digunakan dalam fiber optic hampir sama dengan yang digunaKan dalam
sistem tembaga. Perbedaannya adalah dalam penggunaan pulsa cahaya untuk
mengantarKan inrornmasi data (teknologi tembaga menggunakan pulsa elektronik).
Dalam sistem fiber optic, dikenal istilah transmitter, yaitu perangkat yang menjadi
tempat awal penerimaan informasi data yang dikirimkan Ke fiber optic. Informasi data
berupa pulsa elektronik yang telah diterima oleh transmitter ini, Kemualan aiproses dan
diterjemahkan menjadi informasi yang sama, tapi dalam bentuk pulsa cahaya.
Transmitter biasanya menggunakan Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser
Diode (ILD) dalam proses penerjemahan ini.

2. Kabel Fiber Optic


Kabel fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi
canggih dan mempunyai kecepatan transter data yang lebih cepat daripada kabel biasa,
biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena
dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini, namun pada saat ini sudah banyak
yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN
karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena
fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya dan
sudah barang tentu kecepatan cahaya tidak diragukan lagi namun untuk membangun
jaringan dengan fiber optic dibutuhkan biaya yang cukup mahal dikarenakan
dibutuhkan alat khusus dalam pembangunannya.
3. Struktur Fiber Optic

Struktur kabel Fiber Optic secara umum dibagi atas tiga bagian, yaitu:
a. Teras (core)
Teras (core) terbuat dari bahan plastik atau kaca halus yang berkualitas tinggi dan
tidak mengalami perkaratan (korosi). Teras merupakan bagian utama darifiber optic
karena perambatan cahaya terjadipada bagian teras.
b. Slongsong (cladding)
Cladding merupakan lapisan yang dilapiskan pada core sebagai selubung core.
Ciadding ini juga terbuat dari bahan yang sama dengan core tetapi indeks biasnya
berbeda dari indeks bias teras. Tujuan dibuat indeks bias berbeda agar cahaya
selalu dipantulkan kembali ke teras oleh permukaan cladding-nya dan
memungkinkan cahaya tetap berada di dalam Fiber Optic.
c. Jaket pelindung (buffer primer/coating)
Jaket pelindung digunakan untuk melindungi Fiber optic dari munculnya retakan-
retakan awal pada permukaannya, sebuah lapisan plastik yang sangat lembut
ditambahkan dibagian luar Lapisan pembungkus tambahan ini disebut sebagai
buffer primer (atau terkadang juga coating atau buffer saja), dan penggunaannya
untuk memberikan pelindungan mekanis, bagian ini tidak terlibat dalam proses
transmisi cahaya di dalam Fiber Optic.

4. Jenis-Jenis Fiber Optic


a. Singlemode fibers
Mempunyal inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi
mengirimkan laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer
b. Multimode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron dan
berfungsi mengirimkan Sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300
nanometer)
.

5. Tipe-tipe Fiber Optic


a. Singlemode
Jenis Fiber Optic yang memiliki fiber tunggal dengan diamater antara 8.3-10 mikron
yang mempunyai transmisi satu mode. Singlemode dengan garis tengah (diameter)
sempit hanya dapat menyebarkan antara 1310-1550 nano meter. Singlemode dapat
mentransmisikan di atas rata-rata dan 50 kall lipat jarak dibandingkan multimode.
Fiber singlemode memiliki core lebin kecil dibandingkan multimode. Core kecil
tersebut dan gelombang cahaya tunggal dapat mengurangi distorsi yang
diakibatkan overlap cahaya, penyediaan sedikit sinyal atenuasi dan kecepatan
transmisi yang tinggi. Ciri-cirinya:
1) Diameter core lebih kecil dibandingkan diameter cladding.
2) Digunakan untuk transmisi jarak jauh, bisa mencapi 120 km, band trekuenst
lebar, dan penyusutan transmisi sangat kecil.

b. Grade-index muitimode
Berisi sebuah core dimana refraksi indeks mengurangi secara perlahan-lahan dari
poros pusat ke luar cladding. Refraksi indeks tertinggi pada pusat membuat cahaya
bergerak lebih perlahan pada porosnya dibandingkan cahaya yang lebih dekat
dengan cladding. Alur yang dipendekkan dan kecepatan yang tin8gI mengijinkan
cahaya di bagian luar untuk sampai ke penerima pada waktu yang sama secara
perlahan tetapi cahaya lurus langsung melalui inti core. Hasilnya sinyal digital
mengalami distorsi yang sedikit. Ciri-cirinya:
1) Diameter core-nya antara 30 mm-60 mm sedangkan diameter cladding-nya 100
mm-150 mm
2) Merupakan penggabungan fiber singlemode dan fiber multimode step index.
3) Biasanya untuk jarak transmisi 10- 20 km pentransmisian intormasi jarak
menengah seperti pada LAN.

c. Step-index multimode
Berisi sebuah core besar dengan diameter lebih dari 100 mikron. Hasilnya, beberapa
cahaya membuat sinyal digital melewati rute utama (direct route), sedangkan yang
lainnya berliku-liku (zig zag) ketika sinar tersebut memantul cladding. Alternatif
jalan kecil ini menyebabkan pengelompokan cahaya yang berbeda yang dikenal
sebagai sebuah mode, tiba secara terpisah pada sebuah titik penerima. Kebutuhan
untuk meninggalkan jarak antar sinyal untuk mencegah overlap batas bandwith
adalah jumlah informasi yang dapat dikirim ke tiik penerima. sebagai
konsekuensinya, fiber optic tipe ini lebih cocok untuk jarak yang pendek/singkat.
Cir-cirinya:
1) Ukuran intinya berkisar 50 mm-125 mm dengan diameter cladding 125 mm -500
mm.
2) Diameter core yang besar digunakan agar penyambungan kabel lebih mudah.
3) Hanya baik digunakan untuk data atau intornmasi dengan kecepatan rendah
dan untuk jarak yang relatif dekat.

6. Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optic


Meskipun hadir dengan kemampuan lebih hnggi darpada jenis Kabel yang terdahulu
bukan berarti Kabel fiber optic ini tidak memiliki kekurangan sama sekall.
a. Kelebihan Fiber Optic
1) Jenis Ka bel Fiber Optic ini memiliki kemampuan mengantarkan data dengan
kapasitas besar serta jarak transmisi yang sangat jauh. Dengan kapasitas
Gigabyte per detik maka memberikan kebebasan bagi perusahaan-perusahaan
internet dan telepon memilih bandwith tinggl.
2) Meskipun memiliki kemampuan yang besar bentuk fisik dari kabel ini lebih kecil
jika dibandingkan dengan jenis lain karena bahannya dari serat kaca dan plastik.
Hal ini memungkinkan tersedianya ruang yang cukup besar
3) Karena tidak menggunakan arus listrik kabel Fiber Optic ini bebas dari gangguan
sinyal elektromagnetik, sinyal radio, serta mempunyai ketahanan yang cukup
kuat juga sehingga banyak digunakan perusahaan-perusahaan besar
4) Meskipun memiliki kecepatan akses yang tinggi namun tetap kemungkinan
hilangnya data sangatlah rendah, jadi tidak perlu mengkhawatirkan validitas
data.
5) Karena tidak menggunakan listrik maka kemungkinan adanya konsleting juga
tidak akan terjadi, jadi dalam hal keamanan juga sangat terjamin.

b. Kekurangan Fiber Optic


1) Kekurangan terbesar dari kabel Fiber Optic adalan narganya yang cukup tinggi,
hal ini sangatlah wajar mengingat bahan-bahan yang digunakan serta
pemasangannya. Oleh sebab itu pengguna kabel jenis bukanlah sembarangan
melainkan perusahaan atau penyedia jasa komunikasi yang memang
menginginkan akses lebih cepat.
2) Selain memakan biaya besar pada saat pemasangan untuk perawatan Fiber Optic
pun juga memerlukan biaya yang tidak sedikit melihat alat-alat yang digunakan
juga tidaklah murah.
3) Perhatikan juga penempatan kabel Fiber Optic, blasanya dipasang pada jalur
yang berbelok atau yang memiliki sudut melengkung agar proses berjalannya
gelombang bisa lebih lancar atau tidak terhambat.