Anda di halaman 1dari 36

n

t4--- a

pff it tJ iiTli i'.: F i? A iiT


i f' u ii,i

FiSiK* DASAR i

f )i L-LJ.
VLi. I i

*rs. l'-{. Fa*.!aiian, in{F,:j

F'KTr UF{

LASORATSRIU&,I IPA JURUSAN Ph4IPA


FAKULTAS KEGURUAN DAt{ tltk4u FEND|D|Kgf\j
UNIVERSITAS HKgP NO[I4 rdEN$EN
PE fuIATAI"JGS IAN TAR
fa!-h li !h l*Fl 3h I FrF -4 iJ*?al,/l la a
r*H,t\iul\ 5 ut\ rffiftt"\ I tnLJlvt

FiSIiiA DASAR !

f,-\i
ULLI
ru.
I.

ftrs. [1r1. Fanj

FKTP UHTi
IABORATORiUM IFA JURUSAN PMIPA
=gX.ULTAS KEGURUAH *AN ILf1*U PTruDID!I{Ai\i
IJ N IVER S|TA$ HKB P hI*TiJi iv Tf'=J SHiT
PE FdATAhIG$ tAN TAR
-ABORATORIUM IPA
JURUSAII PMIPA
FKI P U H N P EMATAI{GSIA}ITAR
Jl. $angnaualuh No. 4 Pematangsiantar 21132
Tlp. (0622) 52015

LEIVIBAR PENGESAHAN

rflA
TX
fllusAil
mo0r
m.omPoK
MET PEMB.

.]rdul
haklikum kal.itikrun

h*ccid. Atrwl

.$nrn Bsrdul
*ilrl.r{rrna

Hbn(}rkan
I-A IIOI{A'I'OI(I TJM I I'A

{:ffi TJ I{TJSAN I)]\,TII'A


.I

fTil' rJrrN PEMA-rAN(; srAN_r.Ar{


.Il, Sangnrurluh No. { I)cnratrngSirntrr
Tlp. (tK'?2) 2 t lJ2
S2{r t7

PEDOMAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR
,asiswa peserla
praktikunt Frsika
-:. kut :
Dasar Iharurs
rdrLrs nrer
nlemperhatikan hal_hal
D runta lr/sc.l,elunt
I)raktikurn
1 pelajari
b,aik
2 K e rj a k a n,, ; :TI
t "'J r"'"T: ;:": :::: ;; : : : : : : : :i:,ffi,,,
beranskar praktikum
"nun jansan rupa
::::r',ffi, mernbawa kartu
1, lngat tanpra
jawa ba n,,,
"
l;T;;,::.:"H;-";j:_
' v'\s/t );:;,. ""
en yera
url)crt(eoankart
nr h ka n
praktikunt :;aaI nrengikuti
itrr.
D: laboratoriunr
'i Laboratoriurn adalah
tempat kerja/praktikum,
a' pakaian
sopan (tidak dibenarkan
karenanya :

dan harus'arus
memakai jas laboratorium)
nremakai kaos o'rr6nu
b. Tidak diperkenankan
mertakai sandal'
sepatu yang sebaiknya memakai
ber sor karet
c Dilarang makan
atau merokc
c Dirarans membawa
o"."nn_J":"o;
petunjuk praktikum il;::":i::::ll,,,l,l,,,,,
yang dilel

d':m;' ;:J:: ; :: l},:",


il*
ba ra n s rn e nj a
,:,",:"il]'
seberum
0"" tugas-tugas rumah kep;;riir :rsi.;te,l
,r"n*,*;:;:,;:
: .ai.rablah teSt
yang diberikan
'reiakukan oleh asisrerr,
o*k,i;::l ::ehrcrr.r;n
I-A ITOITA'I'OIII UM I I'A.
.IUIT(JSAN Pi\III'N
IIKII' UIIN PEMATANG STANT.AR
.Il. Srngn4urluft No- { lrcnra(rngSiutar
'l'll. ({Kr22) 52{}17
2 t l-12

4 Mirrta petunjuk Dosen/asisten tentang alat-alat yang harus anda


pinJ3nl, tuliskan pada bon pinjam alat dan rnintalah tanda tangan
asisten.
t:
J Kerjakan tugas praktikunr pada petunjuk praktikum tersebut dan
catatlalr trasilrrya pada lenrbar kerja. Setclalr lembar kerja di isi
secara lerrgkap, serahkan pada asisten dan buaflatr salinan untuk
arsip anda untuk dapat digunakan pada ujian praktikum diaktrir
semester.
[-aporan lrraktil<unr diserahkan paring lambat 1 (satu) nringgu
setc iatr rnctatKu K:t rr ltraktikur r t/percobaan
fv4atrasiswa yang tidak rnerryerahkan laporan praktikumnya dalanr
batas waktu yarrg terah ditentukan di atas dianggap batar
Siasakan nrencatat sutru, ketembaman dan tekanan ruangan
sebelunr dan sesudati selesai melakukan percobaan.
Pemberian nilai praktikum didasarkan pada :
a" Hasil tugas rumah
: Hasil tes awal
: Persiapan praktikum
: Kecakapan dalam melakukan praktikum
: Ketepatan penyerahan laporan
' Hasil laporan yang diserahkan :

.lI 3,::: ^fcrmasi


laboratorium pada papan pengumuman.
:*''a a:an praktikum yang rusak
segera cliraliorrra' . r:(,:
lo:::.:"- :srsir_rn yang menqawas praktikum.
.} (L' E rgP UHN PEMATANG STANTAR
JL Sangrreurluh No. 4 pcmtangSientar

LlIrp^uHr. 'tlp. ({X22) -s20tz 2l lJ2

KATA PENGANTAR

Praktikum lrisika Dasar I ini, merupakan suatu kegiatan r


SKS yang
terintegrasi dengarr Fisika
Dasar I, merupakan mahkuriah
rvajib bagi Mahasisrva
Jurusan PMI.A FKIp universitas
HKB. Nommensen. Buku penuntun praktikum
ini membantu Mahasiswa dalam melakukan
praktikum Fisika di l-aboratorium
l[)A Jurusan pMIpA FKtp Univcrsitas
HKB. Nommcnsen. .feori yang disajikan
di dalam Buku praktikum ini
eratif singkat, maka diharapkan
'enuntu'
\'tahasiswa dapat memperruas
kepeda
pengetahuannya dengan
memprerajari buku Fisika
lang dianjurkan pada perkuliahan.

lJuku pcnuntun praktikum


Fisika Dasar I ini discsuaikan
dengan peralatan
;ang disediakan cii raboratorium
rpA Jurusan pMIpA FKI' ur-rN,
sebagian besar
rsuai dengan apa yang <ligambarkan
dalam buku ini, tetapi sebahagian
alat
l::lodifikasi agar dapat digunakan
daram praktikum. Karena itu,
diperrukan
migetahuan awar tentang pengenalan
peraratan dan kehati_hatian
daram
plaksanaan pr-aktikum.
Daram penuntun ini terscdia judur
7 percobaan yang
ntqunarkan untuk
di praktikumkan, namun pelaksanaannya
harus discsuaikan
,G _[rsm peralatan yang tersedia.

Fenulisan raporan praktikum


ticJak harus mengikuti apa
yang tercantum
fuffn !c'!-r )'ang disajikan daram pcnuntun
ini tetapi mahasiswa diharapkan d"p"r
mumrangkannya r berdasarkan
ul,,u.1sarKan ken,
Kenyataan yang dijumpai
ketika melakukan
m,*nui m

n"'x'i:r"r:
rnen'adari banyak kekurangan
yang berum termuat daram
penuntun
,'ttnuru, rlu ka-mi
sangat mengharapkan saran
dan kritik yang bersifar
ir rsr pcnuntun ini agar
dapat diperbaiki dikemudian
hari.

ili'**r,ur::'*e
'lalam kesempratan ini. kami mcngucapkan terimakasih kepada
" r:n Fcnr,usun yang tclah
memberi sumbangan pemikiran
dalam
m Pcnutnrun lrraktikum
Fisika Dasar I ini dan tidak lupa
kepada

111
s G)a
FKIp^urrrv
'- \'r\!/u. \l r r lvlll

TTIP TIHN PEIITATANC SIANTAR


+lr:irHfilflNc {
A

Pcmetengsientar 2r r12

laboran/teknisi' juga kami


salnpaikan rasa tcrirnakasih
aras segala bantuann-\,a
menyed'akan alat sert,a
lnengu.ji alat yang clillutuhkalr.

Pcmatangsiantar, Agustus
200f,
Tim Penyusun
ffrp urrN p;Miro*, srANrAR
*,9P"1, *Tnt*n { P<.marrnqsirn.rr
*lr t0. (0622) S20t7No. 2l lJ2

DAF-I'AR ISI

PEDOMAN PRAKTIKUM Ilalanran


IIISIKA DASAR
KATA PENGANTAR I

DAFTAR ISI iii


PENGUKURAN BESARAhI
DAN SATUAN
KE'|IDAKPASI'IAN PADA VI
PENC TJK TJRA N
[,FD-I I. PESAWAI- X
ATWOOD
PFD-I2. AYLINAN I
BANDUI. SEDERHANA
P:D-I 3 HUKIA4 HOOKE t0
::-D-l 4 KOEFISTEN l5
GESEKAN
5
I,:TD-I VISKOSITAS FLIJIDA 20
:'F}I.6 KALORIMETER ?6
r':)-l 7. MEMADU 3l
D,rN IvtENGUTiAIKAN
GAyA
S,*nAN RUJUKAN 4t
45
I,A I}OTTA'I'OIII (JM I I'A
.,URUSAN I'N,TII'A

$',ffi TTIP
Jl.
T'll.
UIIN PEMA,TANC SIANl-AIT
Sungnaualuh pcrnatrngSirntrr
((Kr22) 52{rt7
No- { 2l lJ2

PENGUKURAN BESARAN DAN


SATUAN

F,SIJDAHULUAN

Tu Fisikir sebagaimana halnya dengan


ilmu pengetattuan alam
3 .3'rg murni maupun terapan bergantung pada pengamatan
dan
;4,:--percobaan. penganratan
gekala alarniatr dilakukan dengan
- 3:r/.an
dan melakukan analisa mengenai faktor-faktor
yang
:a:uhinya.
3:rala-gejata aiamiatr tidak memberikan
kesempatan untuk
;i.: bsrbagai pcngarulr begitu pula
ada yang Jaranq terlatli ciarr
,3 sangat lanrbat. Kesukaran
ini rJiatasi denqan melakukan

r*er'j€ nbangan teori dan peneritian


eksperimentar merupakan dua
sursul r-nenyusur daram perkembangan
irmu pengetahuan. Hipotesa.
dm hukum-hukum dirahirkarr dari hasir eksperimen, sebarir<nya
ntrmrn berperan puta dalam menguji teori dan hukum-hukum
fisika serta
; hrasil-hasil eksperimen
terdahulu.

M,M$GUKIJRAN
[P'enu;a-atan suatu gejara
pada umumnya be!urrriah rengr<ap
jika
hr{o'nh€fli*an informasi yang
kuantatif. proses memperoreh infor'rasr
r;r*ia {iLr memerrukan pENGUKuRAN
suatrr siiat fisis. r-.rrr r(ervin
har'r"'a pengetahuan kita barurah
memuaskan hanya
,,f 're,rfd dalam
lirla r<ita
bilangan

t,i
LAI}ORAI'ORIUMII,A
JUIITISAN T'J\{II'N

,{,ffik il, ##iil: f,xf IlN"(;.s IA-N T A R

Pengukuran adarah
suatu teknik untuk
Uai:- menyaraKan suatu
sifat frsis
Sftr-rl : :,il: ;::::illl'lnembandingkan
dengan suatu besaran
buku
Dalam n
Fengukuran kita harue
i'','rrLir.rr;:,, -
,.n",.,,aotelekukan
lkan gangguan pada
ber.usaha agar
sesedikit
sistem yang sedang
*wrr;-* --an suhu terrn6rnslsr diar.ati. Datam
dapat mengambil
,srffffr*r ,arg atau menrberikan
diuk ur sehingga kalor pada
menrpengaruhi suhu
m@l''i* : saCari dan sistem yang diukur,
diperlritungkan agar ini
rlil*d* re: pengaruh ter
dari sesaran eksperimen mungkin,
rainnya yans tak
J:,:Jjecir
EESARAN FISIS
, SISTEM SATUAN BESARAN DASAR
5ATUAN DASAR ' DAN
:esaran fisis ada
didefinisikan sesuai
:esaran-besaran,-l::: dengan hubunganr-rya
arn yang disebut
ur,n pE:1,e
BESARAN
-' " \' \,r TURUNAN.
r c.rr\Ur\AN.
P'a:lg tidak bergantung
berqantrrnrr pada
n-.r^ L^ Ada pura
puta
ulrr$rr:rlrAL)
besa
-
lain disebut BEs4RAN
tu;;,; ;":":::.:.t*t DAsArt
m oasar n o,e,al;i
:::il };fil ;l:,,Hn{_ill-**:
,ffil:,::: llni"nn
aoa Srr,rvDAR ME'ER
I c,. dan
oan ,,nr,,L , ^^_
untuk besararr
fft:IDAR
&Errrl han
KILocRAM o"n .uo"sil
,:,qil ryd.
besaran dasar vort
dan satr
s3(u3n bakunya
.$#t-!rc-tr{.. membentuk suatu
llrnrynrs ierkenal dengan
I srslem
sistem satuannya
(BRrrrsrl sySl-r:ri4)
r*r"rrn ;l: y;r;rq
Fanrmr*: dengan
s
(root)
wrimtu c,ensan
,";::'::"lil
r@hrum
Gflgan satuan pound
&u*nru 3*r,!3r satuan fahrenheit

vll
i s"H*oa I-A IJORA'I'OI{I (JM
.ITJITIJSAN PN II'N
II,A

j,H/,,1
I

IiKII' IJIIN I'IiN,rN,I'N N(;.SIAN'I'N


Jl. Sungnaurlulr N.. pcmrr
{ It I
Tll. ({}622}S21t7 ""''trnqSi'rnrxr2ll32
I

rrrnuwan me'errukan persetujuan


rnengenai besaran dasar yang
: ::nakan dan satuan bakuny,a
agar dapat berkomunikasi
dengan baik, yang
: ':pakati pada muranya ada!ah
sistem yang dikenar dengan
l:^aran dasarnya: sistenr MKS.

Panjang dengan satuern


nreter (m)
Massa dengan satuan kilogram
(Kg)
Waktu dengan satuan sekon
'il .*-
-Jian ditambah dengan besaran dasar
Arus listrik dengan satuan
ampere (A)

STSTEM TNTERNATTONAL
(St) suatu sistem satuan
f{li&rr*i *
internasional
_.-:Dakan bentuk nrodern
dari sistem MKS, telah berkembanq
r*[,.'*r- : 3ang fisika dengan meliputi
besaran dan satuan dasar
" sebagai berikut
:arjang, dalam meter :

{m)
[ *,?ssa,
dalam kilogram (kg)
Sl m,aqtu, dalam sekon
(s)
.fi ar"_s fistrik, dalam
ampere (A)
tr s,*,n _.r dalam Kelvin (K)
lhml*?{- ya bahan,
dalam mole (mol)
fflrfft{r,:s,ias cahaya,
dalam candela (cd)
ll llnrrgrr:,:_nakan
dua buah satuan pelengkap
:
: -ar.a
tlllllLus]^f'l :a19. ,{^r^- -- ,.
dalam radian (rad)
lnlumo"r -*:-l dalam steradian (sr)
$um;;: iengan perkembangan
iln^u dan teknologi ser.f;r
ll&r-r; se:nakin tinggi tirrokat
diperlukan, maka
de1?r: ;g
Penetapan s:jiiir)1 ir:li-.i_l
V,,aktU.
LAI}ORATORIUM IPA
.II, RTISAN P]\{II,A

]li:lIP UIIN pEMA.rANc


,tT1:.r:l* No. .t pcmrrrnssirn(r1srAN.r.AR
*lr tp. ((K22) S2017 I I tJr

Misalnya standar
meter dahulu berbentuk
; :: ra-iradiunr di sinrpan Datang
t yang terbuat dari
di paris ;^;.-'':,ll:-
;- ;i' J:::
":'
n:: : T'
meter yang satu-satunya
da h mem o-,
"
itu. sekarang satu
o,:
# ;':" il:: :H-;:H
*,:=;=^ a-nan nrc
pernjang meter
gelombang cahaya
rHilr r:,=..,en,r. yang dipancarkan
"""If:'n"1"n r;:il: n,. n
illo _;; :
=,,.n
n
" "
o, n'] T:", ff T}Tiil,
nu
", a
se h in g
h s m ud a
@r&r-r:r:n suhu kecil rusak, tak bergantung
ecil ctan ,"^;; al "uott pada
clan lebih ^l; _:,'":Begitu pula
;s@.i,r," ::rah berr dengan standar
<embang, o"r, ,"ut"at' wal<tu
nggunakan hari m
* -e
Janr aronrrk frekr-jensi ;;;.:, "^:l'"'
matahari rata-rata dalanr
ll| "ana -^,",a ldaram radiasi aiortr cBsiurir (rriisaiiiya)
101r. yarg
'i3r dapat diukur
besaran fisis harus
':, !,aitrr riofn^;^: di defenisikan
1 OA LAUUKAIUI(IUM IPA
$rft"b
*J
1..1$..dr
JURUSAN PMII'A

\l_,
IrKIp^uurv=
IKIP UIIN PEMATANG SIAN'I.AR
Jl.Sugraualuh No. { pcmatrngSiantrr 2l
Tll. ((K,22) 52(,17
lJ2

KETI DAKPAIJTiAN PA.DT.. PENGUKURA.N

. PENDAHULUAN
Telalr diker'ukakarr seberur'nya, bahwa rrasir pengamatarr
atau
1"*'- r -'i -rran besaran-besarar
fisis rrarus dinyatakan dengan birangan.
illju{lir;r'ii'i'ar
anda rnengukur ser,uah barok kecir yang
panjangrrya rebirr kura.g
L I r- Jika anda menggunerkan penggaris
pratind biasanya tenturarr anda
ilttlt^a{q :::at dengan
pasti merrgatakan panjangnya, misarnya
2,63 cm karena
r*laua l::*ecil pada penggaris
tersbut hanya daram nrm. Jadi angka 3 daram
['a:as hanya suatu perkiraan saja, aca
ketidakpastian pacia an3ka 3
Lain halnya jika anda menggunakan
alat lain, misalnya, jangka
r3-'O fnsr-Tlpu menunjukkan yang
sampai 0,005 cm atau mikronreter
r:a-r dapat dibaca sampai 0,001 cm. yang
manapun yang anda
s€'alu ada angka yang mengandung
angka ketidakpastian, dalam
ri,are'ra keterbatasan kemampua n arat yang
dig u naka n. Ketidakpastia n
fler-nlri:uran tidak hanya ditimburkan oreh
keterbatasan skara yang
'ffi@'a pada arat, tetapi banyak sumber rainnya, misarnya
bahan
*anE rnudah mengembang dan
menyusut dengan perubahan suhu
$ Fengamat menggunakan alat ata.U membaca
skala yang tidak
ya. Satu hal yang jelas :
'f,[r,orill-' FENGuKURAN sELALU DTHTNGGAPT
KETTDAKPASTTAN
i"etrCakpastian ini dapat
digolongkan sbb :
1ll @i;aL- ra nilai sliala terkecil
,@;:*r1
o a f,teiidakpastian bersistem
,ffiifr1',l. a r eiidakpastian acak
llEgt a: asa n pada penganrat.
llil n il]trF-
-'lil- * LAI}ORA'T'ORTUM IPA

: rTrz
__^:
JURUSAN PJ\{II'A
FKIP UTIN PEMATANG SIANTAR
Jl. Sugnaurl l.lr No. .l Pcrnrtrngliimtrr
X 1'lp. ({K'2?) 52(l I 7
2 t 132

- akan diungkapkan lebih lanjut mengenai


berbagai
::.3r sesuai dengan penyebabnya diatas.

:- :-A TERKECIL
- - lelah dicontohkarr diatas, setiap arat
ukur nrenririki skara
:3 macam bentuk, tetapi setiap skara mempunyai batasan
yaitu
' - 1',ang dapat dibaca- Seka i ragi contohnya arat ukur panjang
: astrk bisa digores dengan garis-garis yang berjarak
1 mm, maka
'=-l'lecilnya 1 rnm. Sebuah jangka sorong a<rarah
arat ukur panjarrg
- dengarr norlius !3r'rg rriariurigkirikan kiia nrembaca tringga
0,01
''a nrrai skara terkecirnya 0,01 nrm. Meskipun jarak
antar goresa.
::'t.,at sampai 0.001 mm atau yang rebih
kecir, tanpa arat bantu kita
_,embacanya (ini
disebabkan keterbatasan pada mata kita
).ang
daya pisahnya).

K ETIDAKPASTIAN BERSISTEM
Ketidakpastian bersistem dapat disebut
sebagai kesarahan karena ia
s:mber pada kesalalran alat diantaranya
:

':esalahan karibrasi yaitu penyesuaian


pembubuhan nirai pada garis skara
saat pembuatannya.
Kesalahan titik nor yang disebabkan tergesernya
penunjukkan rr.r )/iir(l
sebenarnya dari garis nor pada skara.
Kesarahan ini ada yanrl tJirlr;rr
dikoreksi seberum pengukuran dimurai
tetapi ada pura yang tidar<. .rrr<r;
tidak dapat dicocokkan harus dicatat
kesarahan ini dan dapat dir<c,r.r:[<:.i
pada penulisan hasil pengukuran
nantinya.
Kesalahan alat rainnya seperti meremahnya
pegas yang crigrnar<arr ,ri.r:r
terjadi gesekan ant;rra jarum penunjuk
dan bidang skala.

XI
fffi LAI}ORATORIUM IPA
JURUSAN PMII,A
ITIP
Jl-
Tll.
UIIN PEMATANC SIANTAR
Smgnaurlu_h
((K,22) S20t7
No. { I,crnrrrngSirn(rr 2l lJ2

r,3- Dada arah pandang membaca nilai skala misolnya bila


acla
r*rr?"3 jarum dan garis skala.
l{l's'e- ahan bersistem, sesuai namanya memberikan penyinrpangarl
gr&-,ii : - r sipnya dapat dikoreksi/diperhitu
ngkan.

.IitrASTIAN ACAK
Itimtma,:33stian ini ditimbulkan oleh kondisi lingkungan yang tidak
4r?-r Tengganggu kerja alat ukur, misalnya gerak Brown nrolekul
tluufiruras tegangan listrik dan kebisingan (Noise)
elektronik yang
:a- sukar dikendalikan

TASAN PADA PENGAMAT


v i'retidakpastian yang tidak boreh dianggap ringarr
adarah
;a ja sipengamat, diantaranya kekurangan keterampiran
a at, lebih-lebih arat canggilr yang mefibatkan
banyak
qm"r; l,anus diatur, atau kurang tajamnya
mata membaca skala
F!agarnya.

OilIE!.{YATAKAN KETIDAKPASTIAN PADA PENGUKUTAN

pilEr{gJkuran tunggal (yang dilakukan


hanya satu kali) perlu
1fihffi'ndra'rrrth.
pada hasir bacaan tunggar tersebut, yang
r@n 3'r3.!'d .irai skaia terkecir (nst) pada
arat ukur yang
&ffisa:.a cigunakan % nst setagai nirai ketidakpastian. Bira
uhu -r adatah X, maka ketidakpastiannya (ktp)
ciituri- : r-i)i. dan
-1",r = % nst. Jika jarak antara garis skal? l111l.1:(:lt irjKup
l,r::uF tipis (tajam) dapat pula digunakan nX
\rang tebrh
Lrror.rrt4 r \r1r ulyr ll-1r
9t JURUSAN PIIIII)A

r0h FKIP TJIIN PEMATANG SIAN'I'AR


Jl- Sugraurlulr No.
Tlrr. ((K22) 52()17
{ pcmatrngSimaar 2l 132

r@: ': "st Daranr rrar ini pengamat rr?rus


yakin bahwa nirai X yang
z /.:i terletak antara X _ AX dan +
X AX.
'''r&'rs :engukura' tersebut dilaporkan
sebagai berikut
il: *,
har: :engukuran
arus listrik

rd''ii -
a r terretak antara 3,15 3,25
- mA, pasti diruar tersebut.
skata terkecit berjarak 0,1
H_,: '".'
::1, ax % nrA cjan sebagai
ar :- a:'bir = nst. Bira jarak garis skara terkecir cukup
besar

- 0,02) mA
..i-
a- /a perkiraan saja,
tetapi ada keyaki'zr. bahwa
a- r:,J pasti terletak antara
.irai yang
3,22 _3,26 mA.
',,relaporkan hasir
pengukuran ini terah
mencerminkan nrutu
,a{:an. l,4iliampere yang
digunakan menghasilkan
ltta ma:npu memberi
I = (32_a,
desimal saja (0,1)"
kepastian sampai satu
{"re:-a diberakang koma
mengandung ketidakpastian
pcrk.rraan saja. dan

ASTIAN PADA PENGUKURAN


BERULANG
*eacaan memungkinkan
secara intuitif kita merasakan
, b,esaran diukur bel.erapa kali,
kita akan menrlafratk;,rr
r3r''' baik mengenai besaran
tersebut. Jika cienrikiarr
informasi tersebur ? Nitai
mana yang .rapar
H :"::_*oleh
wgia ukuran yang lebih
baik bagi besaran yang
mlilnerfeel3rkan kita ulrs6 i1,1
intuisi kita itu dan memberikan
c3f3 01€rr,ori.,r
seragai berikut

\ilr
LABORAI'ORIUM IPA
JURUSAN PN{IPA
FKIP UIIN PEMA'TANG SIANI'AII
$"ffih Jl. Sugnaualuh No.
Tlp. ((K'22) 52(ll7
{ l'cmatrngSimlar 2l l.]2

' : !'ang "sebenarr.lya" baru diperolelr jika pengukurarr orlaliuhari


1- 3-g) tak hrrgga ba'yaknya yang memberrtuk popurasr dari besaran
a
- :- r,

imi*'r'' cengulangan yang terbatas jumrarrnya yang merupakarr ,,sar.pai,,


fiiii'i" :::ulasi besaran tersebut nirai
terbaik yang dapat diperoretr
'lilre,s,e,-
a-rya" yang kita cari itu adalalr :

)-x
--a--aiaX-.L/,_
A/

: -- anlah nilai x6 (nilai sebenarnya)


t'':^l'aiakan suatu tirigkat kepercayaan kita pada
nirai X tersebut
a- suatu besaran sebagai berikut sebagai ketidakpastian
ax :

'd*ifrarr : sebut deviasi standar (sirnpangan baku) nilai rata-rata sanrpel

Nrr i - (rx,)-
N-l
;(q+g+rc)-(rt_ r

2:

i'€' i3Lp3.tian ax cukup dituriskan dengan


satu angka saja,

ax = S, = 0,3 mn.r
,carr;-rata
x sewajetrnya juga dituliskan sampai satu angka
$,esJ3: yang ditunjukkan oleh ketidakpastiannya.
Dalanr
r'a hasil pengukuran dilaporkan sebagai
berikut :

I = 3,3 0,3) rrrm


+
ar-l bahwa tidak semua data yang diperolelr (misalnya
j:- 0.3 dan 3,3 + 0,3. Deviasi standar sebagai
f 0k
FKI
SATo^ I-AI}ORA'T'OITI TJ M I I'A
JURUSAN I'MII'A
FKIP UIIN POMA'TANC; SIANTAII
Ji.Sungnrurlulr No. { pcnratrngSirntar
1'll.'((K,22) 52(t t7
2 I lJ2

ketidakpastiarr Ax pada
hasrr pengukuran berurang
mempunyai arti yang
denga^ vang rerah kira bicarakan pada pengukuran
::j:"t" ^x tunggar di
Pacia pengukrrran
tunggal kita rnernilitr Ax
la1rat rrerll[)erikafr keyakinan = Z, nst atau 1/5 nst yang
100% pada kita bahwa
":rletak dalanr nirai sebenarnya
batas x _ Ax dan x -f-
Ax, pasti bukan diluarnya. pada
:'sagkura' berurang dengan
menggunakan x sebagai
-a sebenarnya)' dan
nirai terbaik untuk xo
ax = S" sebagai keticlakpastian
.L'r kita peroleh batsa : _
dan x i. Ax yang lebih x
sempit. lnilalr ker,rntungan
pengulangan
tetapi perlu diketahui bahwa
ffi;,-"r,ol,*"0't a.ti ax disini adararr
Ada keyakinan 68%
bahwa sinrpangan x dari
le:sebul (untuk tingkat xo tidak lebilr dari S"
kepercayaan yang ruurtr
r-enggunakan 2
S* sebagai ktp Ax).
'urrv lebih tlnggl
ti ada yang

RERARTI

'luflarur menentukan nirai rata-rata


x deviasi standar sx r'ungkin saja
memperrihatkan bahwa
ffi: :j:i: ll,, 'uo,:
''|'Tr'idL:-*:ung ketidakpastian. penurisan
anska yang kecrrra
angka ketiga dan seter-usnya
lali Dalam contoh diatas hasir pengukuran
H:": &:''6p3 berarti. Hasil
tersebut dapat pula
<.,irrrrisr<i,rr
ditutiskan dalar,, L,rr,,t,,l
m &r.a- saiuan
lain sebagai berikut
.

X = (0,33 t 0.03) cm
= (0,033 t 0,003) dnr
= (C,0033 t 0,0003) m
ct3ATg^

^f-03
-l;
, r,lu tr
K rv

-:lam laporan ilmiah diutamakan


menggunakan satu angka dideparr
: ,.: agai-_
koma
berikut

X=(3,3r0,3) x10-rcnr
= (3,3 r 0,3) x 10.2 dm
= (3,3 r L'r,3) x 10'3 rr
Jumlah angka yang berarti
digur akarr dapat pula dilihat
|l1tnlflf'rifla"icastian dari
relatif yang akan clibicarakan
dibawah ini. Aturan praktis yang
filrlrmi,,r- a"tan adalah
sebagai berikut :

lffiirutLrt3, - -a angka berarti


= t _ l<rg_t

Ar
sekitar 10% digunakan untuk
\ 2 angka berarti

Sekitar 1% digunakan untuk 3


angka berarti
Sekitar 0.1o/o digrinakan untuk
4 angka berarii
l$er*aria banyak angka
bera(i menunjukkan persentase
rr yang kecil berarti
semakin tepat hasil pengukuran.

ASTIAN RELATIF T}AN


KETELITIAN PENGUKURAN
vang dituriskan dengan
ax disebut ketidakpastian Muflak
dari

llr,e:rnya ax dapat
menggambarkan mutu alat ukur
tr:tapi belum
untuk menilai mutu hasil pengukuran.
Misalrrya s:r:[.ruah
Earr'angnya sekitar 1 meter
bila diukur dengan penggaris
ran hasil sebagai berikut:
:-1C0 t 0,0005) m

Xvr
I-AIIOIIAI'OITIUM IPA
JUITUSAN PMII'A
FKIP UI{N PEMATANG SIANTAR
$",ffik Jl. Srngnaurluh No.
Tlp. ((K'22) 52(tl7
{ l'cmatangSirnlur 2l l .}2

Bila alat yang sama digunakan untuk


u, ,rur\ mengukur
r r rur rvu^rrt batarrg
udt,dt lg lJ
B yang
pan1angnya sekitar 1O crn trasilnya sebagai
berikut :

1n = (1,00 t 0,05) cnr


Dala.r kedua lrasir pengukuran ini ketidakpastiannya
sama yaitu :

A1 = 0,05 crn = 0,0005 rn ;

:elapi jelas balrwa ttttttu hasil 1a lebilr baik


dari 16. Untuk dapat nrelrberikan
- ior'rasr nrengenai r.utu pengukuran yang
disebut juga keteritian
percukuran digunakarr ketidakpastian s
reratif uung dapat pura dinyatakan
.\-

L,i =:i 1)€rS!riiose bila ..iikaiikan de;igan .100. Kctidal<pastian untuk contoh di,

_r\1. 5
a=____0.05,%
1,, 100
Al,, 5
--_j:=_=5o/o
1,, l0
ktp relatifnya semakin tinggi keteritian (mutu) pengukuran.

.
'KPASTIAN BESARAN YANG TIDAK LANGSUNG DI UKUR
Jftr'a suatu besaran yang akan
ditentukan fungsi besaran rairr yarr<l
ffii*ur nrraka besran itupun mengandtrng
ketidakpastian yanlJ
tar besaran yang diukur tersebut.
'i- cesaran y?ng akan diientukan itu z yang rrrr,rlri
,l #ar,: - asing-masingnya diukur. ^1{:rrr1r:rrrarr

a i Jengan x dan y ditu is secara umum


sel..ragi;i lrr:ritir;;

.rvii
I nl$lalOl L,An\rl(Aruruuivl il,A

i--l,g*ili***rj*',oo
_----- II

" a akarr rncnuriskan hasir pengukuran


z sebagai berikut :

7,=tu-t-l\.t-

zedapat ditentukan sebagai berikut :

z = .Lu l- Al.
2,, = l'(s,,.),,,)

i:: ah selanjutnya adarah bagainrana nrenlperorerr


t't't

Az. ciari xs, yo. ax dan


Ir --bungan ini diperoleh derigan menghitung
siferensial. Akan tetapi kita
lmrrryrr''r * -embedakan 3 kasus sehubungan dengan
cara menrperoreh X = Xo {-
'r{ll{1qf
ir1- Y = yo t ay. Bila ketidakpastian Ax atau
ny ditentukan dari nilai
t'::k'ssil (pada pengukuran tunggar)
ada arti statistik yang terkait
-'a yaitu bahwa nirai sebenarnya x atau
y pasti (keyakinan 100%)
3-:ara xo - Ax d"n *o r-Ax atau antara
vo - Ay dan y6 r 6y.
1*f:''if3n halnya dengan Ax atau ay yang
berasal dari deviasi standar
i*rsar:iiiuran berurang. Disini keyakinan
bahwa xe dtau !e menlinrpang
$ecenarnya dalam batas + Ax atau
t Ay hanya 6g%.
hhha r ;erlu diperhatikan, karena itu kita menggorongkan
3 jenis data
seca_;ai berikut :

ketidakpastian berasar dari nirai skara terkecir


,y** rran tunggal) maka
(pada
:

::= srl
r
i'l-"vulAxl ff l^,r.torl
ar, s:ai stik az ini sanra dengan Ax dan
Ay.
d\e'f {c a-.: astian adalah deviasi standar
"1,^ =i - '! -c
, g- _ rl
LABORATORTTJM IPA

f",ffi
.'URUSAN PN{II'A
IfIP UITN PEMATANG SIANI.AR
-'
{ I'cmatrnssirnrrr "'
+1,:il#lll*No' 2r,r,

Maka

A7. = 5^, l(.q r \'


,,,,,,
=

1{
;-J ': ' [#)' x,,)',, S]
arli statistik ,,-\z ir 1i sanl dengan S. dan
>^

Jika sebagia' ketidakpastian


berasar dari n1ai
sebagian ragi deviasi skara terkecir da.
standar maka arti
:3ngart rnengalikan statistiknya disesuaikan
ketidakpastian yang
'::recil itLr berasal dari nilai
dengan 2/3 lalu rnenrperrakukannya skala
1:- :ton!ititu:-_g seperti deviasi standar
Az rl3ng?jt
;lers3l-n:
r;- : rai skara rerkecir berasar
sedansk;r,
^;:'r:, ;. l:il_::::-
if ,u, )'
--li,r"J "0-r 0
[;^-)'(#)'.,,,,i]
]MEN'U P"UNAN
KAIDAH-KAIDAH
,t-r+y
I .. , = (.x ., 6.r)+ (1, ,.0l,)
:
* t,-= (^ +
ll,
v)* (6x +6y)

=f-,

o*)-(y, oy)
)., (ox-oy)
-6;,

-:. tir *Oy)=.\),{ y6x+.x6yr_6x.61,

rir
LABORAI'ORTUM TPA
JURUSAN P]\{II'A

$",ffi IIKIP UHN PEMATANG SIANTAR


,lI.Sungnaurluh No.
T'lp. ((Kr22) 52(tl?
{ l'cnratrngSirntar Zt lJ2

Suku 5 x .5 y kecil setrali dibandingkan terhadap


suku-suku yang
lain, rnaka dapat diab;rikan.
Maka . ij rr = 1,ii x -r- x .fr y

ii tr dx 5r,
u
l-
-\
J (l
-
--

\/

r'6 tr =
xr'tjx y-ijy
rr 11n)'bx-x61,-6x,)1,
)'1-$1' )'-by v-
)

.r: I v
= -- t- -d y - --<.: v
)' )' ),

lalam pembirang, suku dx.dy kita tiapuskan


terrradap suku-suku
. a-rg lain, karena lrarnpir mendekati nol.
\.r,f 3 "'3 . li rr = nx ,'-t _ 6 X

bu dx
-_=ll_-
tlx

L.lll : !

Ltil + 1[ ,tL Sin(x + 6x) =Sin x Cos6x +Cosx6x

u r {::1i sekali, maka Cos 6x : 1

S r dx= 6x (dx dinyatakan dalarn radial !)


' -a:iai = 570 1B'
- :., =Sinx+CosX.6x
t, = Cos x. 6x
tr{:r -e g1 L.rDvlrfr r (rt(l u tvl t lrA

f"
FKI
JURUSAN Pl\{II)A
TTIP
Jl.
UITN PEMATANG SIANI'AR
Sangrrualulr pcmahngSimtrr
Tlp. ((K,22) S20t7
n..o. { 2l t .}2

U=CoSX
tr I 6u = (-'os(.r I fi.\)= C_-osx.Cos
6x _Sirr x Sirrt\x
= Cosx -Sirr x.tjx. kar.cntr Cos6x lclan
= Sirr6x = dx
Maka. <\u=-Sinx. rl.r.

g U=t.*=1' "-l
Cos x

tt t d tt = '9:-t t'tt ") - .Sirr-r r Ci,,.s.r. dx (.'o.s_r. 1 .S.in.r .


_ <J,r
('r,,.r (.r l rt.v) ('r.r'.r - .!irr r. . ..t.,. ^ ar.l; s,l^ ;l
, 1 .i rt = lllt i-1:^ t \'rr t.a .
rJ.v + ( r.,.r.r.r . r)
r
.r
:_l:'_' !_1 .\{,)-!,
Cr,,.r'l-r - ,>in (,t _r)-
Dalam penrbilangan
dan penyebut, suku_suku
diabaikan terhadap
dengan (,t, )2 dapat
suku_suku yang lain,
nra[<a .

'\'irr'r'
tt + d tt - ,. ,J-,
C'r"'r'r (.',.t -'1-
"
Oll=.".-
dtr
Co.r.lx
u=ctgx
o. tt = -
dr
(dengan cara sepe(i
3;;; di ;rtas)

_'= In x
-l c
--o-1: (tidak dengan bukti)
l'

r,{ = {,f,g.r =
ln l0 =
0,4343|n r
)r 11 ; r .{i4j ql

x.r i
LAIiOTIATORIUM IPA

f"ffi .tuItUSAN t)t\f It,n


fSrP urrN PEtvlA.t^AN(; sTANT.AR
JL Smgraurluh
Tlp. r()622)
No.
SZ0 tZ
{ l)cmatrngSiantrr ZI lj2

KUM PU LAN KAIDAH-KAI DAI{

9 tt-Closx
=iix+ti1, tiu -*Sinx.6x
N--y

ti tr iix-dv 6tr
)
LOS. X
C. II \\,
X

:J I'
u

- tl I
,, J. tt=111r
..\u 6x 5r, !

Ll ")
Y 6tr=16*
,\

k. rr=logx
',ir; dx
rf rr = Q,4343 6x
I
*:sinx
|
_\0.t.t'.r)_r
-7

r{e'tr akaia n rum us/kaid


ah.
l8',*f .i{u ra n d ipe roleh ha rga besa ra n_besa ra n
- - .:
!r ru\_r^\d r \rr\l ulvl rrA
&' JURUSAN P]\{IPA
J FKIP UIIN PEMATANG SIANI.AR
Jl. Sugraurluh N..o. { pcme(angSimtar
2l
FKT Tlp. ((K,22) 52(tt7
132

Tentukanlah nilai cJari


l;esarn yang berikut beserta dengan
kesalahan/penyimpangannya.
1 u=2x+3y
2. u=2x_3y
3 =Sxy
r.1

4 u=6 -l-
.l'

5 u=x9
r'l- l'-)

- u=
l0(r r
__-_:_
.l/ - .\'

te'- , el"t"irn '

* u = 2x + 3y = 4,00 {. g,00
= 13,00
iu=2du+36),
= 26x + 36y = 0,04 + 0,0g 0,13
6r.,
=
Jadi u=13,0 10,13
A - =2x-3y=4,00-g,00 _5,00
=
I
f r,r = 26u _ 36y t u = .5.0
-i r = zdx + _ 3Dy = 0,04 _ 0,0g
". - a -
( :1. 0,05
= 0,()S )

5.2,00.3,00=30,00
ii ;,
u = .l(),0

I
x,)!o/o

= lo/o -t. lo/o = 2o/o


U = 3i),(r 1- (i,Q1;
{ffi
{-ATIOITA]'OrrtUM IPA
.IURUSAN PN{IPA
rfIP UIIN PEMATANG SIANI.AR
J!. Srngnrurlufi .l pcma(rngSiuntcr
No.
Tllp. ({Kr22) 52{ll7
2 t lJ2

v
{l q. l-.=(, 2.00
---- = 4.(X)
v :).00

ii t' ,, 11.-t ,)r


-
uN )'
u = 4,00 ::2"/.

i,lll
IUI ll.-l
= ,lul .. lolt -l lol, )rl,
= u=4,00t0,08
l.\l lvl

5 u=xe=(1, OO;s = 6,gg -l


iitr
''-
tl
",J*
= -) ----
). t u = 8,00 t 3o/o = 8,0 l:0,24
,itrI
'--l = l_Orl
--l )
uI Ilr rl -
^o//Q
)

.,
x { ),'' _ z.O0+(;,Oo)r
= =? 7i
7. 4.00

_1 _6xi.2y.61,*6._
I
6x r-----;+_
.2y.6y _62
'' x{'y- ,- x+yt X{. 1,- z-

'i=l#1.13fl .l*1=,'"
_ t00y 100 . j.00
- =
"-, =3oo
',oo_roo
dy_l1_l*=_d^
)_ r )
)' i'-x ),-x*((v y_*J
iu1 __tnx I
I
+
tU ,,-r.l
-"1 (; = 2o/o + 2Yo = 4r/,
;*)"
- .lr-r. t 4"/o = (3,0 10,12) . 102
JURUSAN I'J\{II,A
TP UIIN PEMATANG
IfSugnaurluh
Jl. No. pcma(rngSiantar
{
SIANT'AR
I lrr. (lKr22) 520 I 7 ZI lJ2

P. FD_t.1
PESAWAT ATWOOD

ssaran Belajar
f.l:lakukan'percr:lbaan
Atwood (Jntuk merllperlihatkan
- -r{Lrr Newton berlakunya
'=:ff.-l:1'r;l.;1-fl,i:'*::*-
rrahsrasi dan rorasi
densan

- : ,.'.,i /rtwood diskets


seperti (garnbar
3 ^:
i)
berskala (T) yang
pada ujung atasnya
. ..":nggantung yang terdapat kontrot (p)
massanya dapat
L'*: :eban Mr dan diabaikan
il4z berbentuk
nr*. ^i-masing selinder dengan
massa sama
M yangvdr rg ottt<atkan
diikat pada ujung-ujung
rulm'iiantung. tari
iecan tambahan
ilMura
de.rgan mass
t$fiemri*;anan
Gdrensan pesas t tTil: t"il: mrB,danpenahan
mz

Ffr*' :anbahan \ yang berlubang.


i."_ E''n3r.',11
fisika Unimed arat
inidimodifikasi,
silair'' tanpa skala dimana tiang digarrti
sehingga dilakuk i
lnltg-rltJnakanmi^r^-^.
iln1lng-r;;Jnakan npengukuranAdanB
---' t'vrtvut\ur?o A dan B
mistar prin-r^ r-^ .
sama densan apa
filnar:ara skets,::Tj"Ti:::::"a ya,,Q

r.,urr,] can beban_beban.


,1'r:rrl lsle;), sediakan sendiri
JUnusAN' ,;,;';r;' '^ "
fjTIl, UrrN pEivrATAN(; srANT.Arr
Jl. Smgnaualuh No- .l l,cnrrrhngSirntur 2t
I ltl- ((1622) J20t7 lJ2

-:'Jel ini kita akan mempelajari dua macam gerak yaitu gerak
$er-ar rotasi. penyebab terjadinya
gerak ini akan kita pelajari
tllnrufi urr-hrukum
dan
mengenai gerak in i akan
kita setidiki .

Newton Tentang Gerak


oranglperpendapat bahwa
sifat aramiah benda adarah
bergerak maka harus terus
''iu menerus diberi
1'?rD'_ r doronqan. Namun n"r" ,r",.
setelah Galilc:o rnr:rrgaclak,.
. berubah sehingga terkenal
prinsip (.talrleo yarng
=:-.iarna NeMon

x ;31lLtatif. Berdasarkan
eksperinten sel_[al (j()r()t_roiin
,a i,le,..1cn,
Hukum ll Newton telah ciir.ut.rrusirarr,

)
.IURTISAN PMIPA
FKII, TJIIN PET}TA-TANG SIANI.ATI
Jl. Sugraurlufi No. { pcma(rngSirnhr Z l 132
Tlp. ({K,22) -s2(tl7

yallg rrLrrldefenisikarl tetltang


ntassa secara kua.titatit, serta
nre*perir[-ratkan
ttubu'gan gaya dengan gerak
berrda secar kuantitatif pura.
sarah satu kesirnpuran dari Huku'
t Newton ini adarah jika gaya tetap
:raka benda akan r.e ngarami
percepatan yang tetap
pura, karenanya kita
:apat nrenurunkarl persanlaan
gerak dararn be'da y"og tuinnya
Lebih jauh ragi, jika kita perhatikan,
ternyata gaya merupaka.
hasir
dua benda atau rebih serra mempunyai
-".::",:t _1:t'" sifat-sifar tertentu
- -' rrr pertama kari diken-rukakan oretr Newton
daranr Hukum,t Newton
,a^g oisebut sebagai
Hul<um A/rsr_Rea/rsi

: 3erak Rotasi
Bila sebuah benda mengalanri
gerak rotasi melalui porosnya,
muil: r 'gerak ini akan
ternyata
berlaku persamaan gerak yang
.-l ekivaten dengan
11@r':.a 33 n gerak linier.

F*r'sarnaarr Gerak
Untuk Katrol
I a suatu katrol hanya dap:at berputar pada porosnya
ii ;e'aknya dapat dianarisis sebagai yang diam
berikut :

Fsnatikan gambar,
maka diperoleh :

IF = 0............. ......
. .....(1)
l[ffi;--:+N=0

!e
.. . . ..(2)

...(.1
Y
F{ fK,1P UrrN PEMA'rANG STANTAR
Jl. Sulgnaualufi No. { pcnratrngSimtrr
FKI Tlp. (11622) 52()17
2l tJ2

N -l
t
/t<
)

-__/l
IL
I

I l'1
/,
nrl -tI N{,
t_
i\4,
I

N'1,:l
V
lvt r l,'

Ganrbar 2.
Gambar 3.

lus'a'.an percepatan
tangensiar tepi katror, percepatan
ini sama dengan
Ee'-=: tali penggantung
yang diriritkan pada katror tanpa
srip. Bira suatu
flr3ntungkan pada tari seperti
gambar 3, maka percepatan
benda

(4)

Fercobaan

'dn rnenggantungkan beban pada katror (merarui


tari) kita dapat
{'eienaran hukrrm-hukum
Ne*on . Jika massa beban tak sama,
a{an bergerak rurus dipercepat
beraturan - Dengan merrgur<ur-
lre:icuh serta mengukur waktu
yang diperrukan r<ita rlalral
:r+r':epatan beban
dari percobaan . Lebih teritinya
ini dirar<urcarr
Tacam jarak , sehingga
percepatan dapat dihitung
clarr r;r;:1,ii<
F.rr terhadap kuadrat waktu yang
diperlukan.
I-AI}ORAI'ORTTJM IPA
.t U Il.tlS/\ N l)l\,I I I'A

$",ffi IIKII' UIIN PI'MA'TAN(; SIAN'I'A


.Il. Sugnrurlulr No.
1'lt'. {(K,22) -st0l7
{ [)cnratrngSirntrr 2l lJ2
IT

;rka a teralr <iiket:rlrui


rrraka derrgarr
rlerggu.aka. persarnaan (a)
-renghiturg kita dapat
monre. i'ersia katror. Sekarang
jika massa beba, sama,
: stem akan bergerak maka
rurus beraturan atau diam.
Jika sistem bergerak rurus
:'"aturan, kita dapat
kecepatannya dengan mengLJkur
: r:mpuhnya serta 'renghitung jarak yang
menoukur waktu yang diperrukannya.
Kecepatan inipu^
ditentukan secare teliti
r..elalui grafik jarak yang
;::' ditempuh tertradap

illlillio
-3as Awal
-'-Lliskalt l-l,tl<Lrr,.
I NqyT[611 I

- :"iskan
secara matematis Hukum
il Newton cian sebutkan arti
:mbang_larnbang yanq
digunakarr

- -';lai dari defenisi a = !: dan -=


,,
r/.r'
turunkanlah persantaan
dr A,
;e'ak yang menyatakan v dan
x sebagai fungsi dari n,aklu untuk
:e':-=catan tetap.
i;iskan Huklum lll Newton I

Lrrg*:3p1."n artinya
.I

besaran-besaran pada gerak


rotasi yang analog
:artikan peranan) dengan
besaran-besaran pada gerar<
qeiudukan (x)' ri^ier
kecepatan rinier (v), percepatan
rinier (a)
gaya (F), dan momentum
linier (p) !
1*-',rrt ll Newton
untuk gerak rotasi r

'1r*-rs cercepatan
(a) !
-:-nen inersia katrol I jika M,
= M,= M, dari pur{.r-:l);riar
lf,td&li,,:-.al (4)
r
.IURIISAN P]\{II'A

,{,Qk f:KIP tiIIN prtMA.rAN(; SrANT.Arr


Jl- Snngnaurlufi
1'll.
No.
(1K,22) 52() I ?
{ I)cnratangSirnfrr Z I lJ2

' 1 nror-nen inersia katror dapat


diabaika', bagairnana pei-cepatan
:lCa tersebut ?
:- iienyelesaian prinsip percobaan
:

lambarkan grafik kedudukan


x terhadap t2 pada gerak rurus
: :ercepat beraturan untuk
kecepatan dan keduduka. awar
*:sing-masin<1
rrol
--':ngkan cara
rnenenttrr(an percepatarr a
dari grafik tersebur
- -fc 1n ^ -
lU <1
-:JJ

i - : s.kanlalr grafik kedudukan


-:
x terhadap waktu t untuk sistem
Ii.?-; :=:eerak dcnqan
t(eceparan teiap
,
[ :i ]f .:ln car-a untuk
rtrertcari kecepatan dari qrafik
tersebut jika
lluu": - : _- an awalrrya nol

Percobaan
Se'**a beban Mr . Mz, mr
dan m2 ditimbang dengan neraca
yang
h* :asangrah genggaman G (penunjuk
G) daram modifikasi
m lrcanti dengan penahan
beban yang juga dapat digunakan
Mr;3-.ur jarak (penunjuk G, penahan
beban A dan B) yang
" nistar. Untuk
menyeridiki apakah pesawat
Atwood bekerja
e i ukan percobaan
sebagai berikut :

tl lan M2 pada ujung-ujung tali


kernudian pasang pada

lWf' :::a gengaman G (Penunjuk G dari statip),


dengarr
:e:as S (dorongan tangan di bawah
beban), selidiki
'hrer-<. aia (yang
diukur dengan mistar) sejajar
der,o:;n tali
s:--l:ai sejajar
:arcahan n-rr pada Mz
I,AIIORA'T'ORItIM IPA

:ffi
.ITJIT(JSAN P]\{II'A
IryIP UIIN PEMATANG
Jl. Sugnaualuh pcma(rngSirntar
SIANTAR
No. { 2l tJ2
1'll. ((K'22) 5t0 I7

lie*'a- S (dorong beban Mr),


maka M1 akan terrepas (bergerak)
tsilrtr;i;2;v13n G (pe.unjuk dari
G) dan bergerak ke atas, sedangkan Mz +
mr
r'3igerak ke bawarr- Jika pesawat
bekerja dengan baik maka kedua
a-r.an bergerak dipercepat,
dan ketika Mz + ffir melalui A (penahan
i1 mr akan tersangkut di A (lepas
di A), dan kemudian sistem
5'i3:'1f,erak lurus beraturan.
zr q(ul Jika har ini tidak terjadi beturkan retak
:&i- ieban tanr talran
A.
.r'.:a pesawat telatr bekerja dengan
baik, M1 pasang pada
-=- (penunjuk G), kenrudian
tekanrah s (dorong beban). Amati
:erjadi. Seianjuinya, pasang lagi
'yp'ar6
beban ivir paclir gengg"nian
rm\um 3; dan M2 ditambah
sarah satu beban tambalran. catat
A cian B' M., direpas dan catat
waktu yang diperrukan orerr M2
r'puh jarak Xas (seterah beban
tambahan tersangkut diA atau
,{[ s Perhatikan apa yang
dimaksud dengan jarak Xne itu.
mi dilakukan untuk beberapa
macam jarak Xae. Sekararrg
F€rcobaan seperti -di atas tapi yang
harus dicatat aoatarr
'D (kedudukan Mz + mr) dan A
serta waktu yang diperlukan
* m untuk menempuh jarak
Xcn. percobaan inipun dilakul<an
urqlraFa macam jarak
Xcn, dan juga perhatikan apa yang
,derrrlan jarak
X6a itu.

€as Rumah (Tugas Awal) anda pada


asisten
iesi pendahuluan dari asisten
.

alat-alat yang diperlukan dengan


menggunal<;;rr ltorr

:a:a::ah Mr dan M2 juga m1 dan m2


L6.DL'I(A T UITIUM TPA
JTJII.TJSAN I)MII'A

.{:ak flIl,, UtrN PEA{ATANG SrANt.Arr


+1,:ffiil|Iil No''r I'cmatrngSimrrr 2r r-r2

a Pasangrah gengga.a. G (penunjuk G), penarran


beban B dan
rreban rarrrbahan A
Ganrunskan M1 dan M2 pada
::::1,:
uJUtrg tali' dan pasanglah
pada katror (tihat gambar 7
ujung_
atau sesuaikan
de^garr arat di raboratori;rm).
M2 pasang pada genggaman (penunjuk
G) selidiki apakah tiang
sejajar dengan tali.
lr Setelarr tianq sejajar tr:r<arrrarr
S (repaskan beba.) darr turiskan
yang terjadi dan beri penjelasannya apa
!

ietelah pesawat bekerja denga


bark, pasanglah Mr pada genggaman
I (pada penunjuk G), dan tambahkan
ffI1 pada M2. Catauah
':iuduki-.rn c, kedudukan penarran
beban iambahan A cian keciudukan
: =rahan L pada tiang
berskala (yang telah di ukur).
-=:askan Mr dari G (penunjuk G)
dengan menekan s (mendorong
:::an)' cata,ah tno, yaitu waktu
yang
diperrukan orerr M2 (seterah
'*rsangkut pada penahan m1
beban tambahan A) untuk menempuh
jarak
",E =AB).
'i

La-,iilah mr dengan
m2, lakukan lagi pe.cobaan
seperti pada
LL"rih;ats jspsk Xae dengan
cara mengubah kedudukan B,
sedangkan
c dan A terap, kemucrian rakukan ragi
rugas 5 dan Tugas
#:r-:ukan
r sekari ragi jarak Xne seperti pada
Tugas 7, can rakukan ragi
l: i Can Tugas 6.
grafik antara Xae terhadap
tne untuk masing_masing
T-':
"r - 3tan m1 dan m2
beban
!

S.ai'; 1e1i3ir dengan


Hukum NeMon ll !Jelaskan
!
F;'.r tersebut hitungiah kecepatan Mz
setelah melalui A. untuk
- asrng baban tambatran.
S"iTft
FF|{u rv
Kr
iHlTil;n;1;i"""
il:ilffii1fl^.:.tml*Nc.slAr\lAR I
I

11./\turlah kecjurjr
rkan r, D
._J I

cA cukup jaurr, sedangkan


dekar .",",,1nt**::;'": \-
.tebaiknva
s
AB
oan A' Pasang
dan tanrban"" Mr pada G) (penunjuk
-.-^-;: ^,'r G)
r2 Lepasksn
Mr ilJ:":",T,1"n
-
3.
*"^,
Gantilah nrr d
-: Ubahra,,
lagi seperripada
tugas 1r2
,"r"innio,'"."[fn nrengubah !<edudukan
xedudukan c. r ar.,;"^;:_'::rr G. Catailah
'- Ubahrah jarakLakukan lagi Tugas P-12 da' Tugas 13
oon"li lagi' catat
-Lrg,rs '12 .,ltn keduoukjn c oun
dan lakukan lagi
_
= Buailah grafik antara Xcn terh
adap tcn2 untuk
tambahan fir nrasing_masing
dan m2 ! beban
: Bandingkan dengan
l_lukum Ne*on
r'* -a- N
lJetaskan !
s.."rik 0,",r" hitunglah
;,,,^:::'mpercepatan
:eran t".o"n"tl.s Mz dengan masing-rnasing
ffi -: ,r_l
momen inersia
katrol dari trasil
tur: i,<a M. oitamJ";;i-' percobaan, jika
Mz dirambah
mr