Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KIMIA ANORGANIK II
LITIUM (Li)

DISUSUN OLEH:
ISA ROSIDA
(E1M017030)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2019
A. KELIMPAHAN DI ALAM

litium

Litium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Li dan nomor atom 3. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani: λίθος lithos, yang
berarti "batu". Ini adalah logam alkali lunak berwarna putih keperakan. Di bawah kondisi
standar, ini adalah logam paling ringan sekaligus unsur padat yang paling ringan. Seperti semua
logam alkali, litium sangat reaktif dan mudah terbakar, serta disimpan dalam minyak mineral.
Ketika dipotong sehingga bagian dalamnya terbuka, ia menunjukkan kilau logam, tetapi udara
lembab menodainya dengan cepat menjadi kusam abu-abu keperakan, lalu membentuk noda
hitam. Litium tidak pernah terdapat sebagai unsur bebas di alam, tapi hanya
sebagai senyawa(biasanya ionik), seperti mineral pegmatit yang dulunya merupakan sumber
utama litium. Ia hadir dalam air laut dan biasanya diperoleh dari air asin, karena kelarutannya
sebagai ion. Logam litium diisolasi secaraelektrolisis dari campuran litium klorida dan kalium
klorida.
Litium terdapat sebanyak 0,0007% didalam kerak bumi. Litium tidak ditemukan sebagai
unsur tersendiri di alam; ia selalu terkombinasi dalam unit-unit kecil pada batu-batuan berapi dan
pada sumber-sumber mata air. Mineral-mineral yang mengandung litium contohnya:
epidolite[(K2LI3AI4SI7O21)], spodumene[(LIAI(SIO3)2)], petalite[(LIAISI4O10)], dan
amblygonite [(LINa)AIPO4(FOH)]. Di Amerika Serikat, litium diambil dari air asin di danau
Searles Lake, di negara bagian California dan Nevada. Deposit quadramene dalam jumlah besar
ditemukan di California Utara.
Logam ini diproduksi secara elektrolisis dari fusi klorida. Secara fisik, litium tampak
keperak-perakan, mirip natrium (Na) dan kalium (K), anggota seri logam alkali. Litium bereaksi
dengan air, tetapi tidak seperti natrium. Litium memberikan nuansa warna pelangi yang indah
jika terjilat lidah api, tetapi ketika logam ini terbakar benar-benar, lidah apinya berubah menjadi
putih.
Litium terdistribusi secara luas tetapi tidak wujud dalam alam semulajadi dalam bentuk
tulennya. Oleh karena kereaktifannya, ia biasanya ditemukan terikat dengan satu atau banyak
unsur atau senyawa lain. Ia merupakan sebagian kecil dalam hampir semua batuan igneus dan
juga ditemukan dalam kebanyakan air garam alam. Sejak akhir Perang Dunia kedua, penghasilan
litium telah meningkat dengan banyaknya. Logam ini dipisahkan dari unsur lain dalam batuan
igneus, dan juga diekstrak dari air dalam mata air mineral. Logam ini bernilai sebesar US $ 300
per pon di tahun 1997.

B. SIFAT-SIFAT LITIUM

1. Sifat Fisika

· Nomor atom : 3

· Nomor Massa : 6.941 g/mol

· Keelektronegatifias (Pauli): 1

· Jari-jari Van Der Walls : 0.145 nm

· Jari-jari ion : 0.06 nm

· Isotop : Li6 dan Li7

· Konfigurasi elektron: 1s2 2s1

· Energi ionisasi: 520.1 kJ/mol

· Potensial standar : -3.02 V

· Ditemukan oleh: ohann Arfvedson in 1817

· Kristal struktur: cubic body center

· Densitas : 0.534 g/cc

· Entalpi atomisasi: 160.7 KJ/mol

· Entalpi Fusi: 3 KJ/mol

· Entalpi vaporasi: 134.7 KJ/mol


· Flammabilitas : padatan mudah terbakar

· Kekerasan: 0.6 Mohs

· Panas penguapan: 145.92 KJ/mol

· Volume molar: 13 cm3/mol

· Kalor jenis: 3.6 J/gK

· Tekanan uap: 1.6 epx-8 Pa

· Titik leleh : 180.5 C

· Titik Didih : 1342 C

2. Sifat Kimia

a. reaksi dengan air

litium bereaksi dengan mudah dengan terhadap air, namun hanya melepaskan energi yang
lebih rendah dibanding pelepasan energi pada peristiwa sama dilakukan oleh logam-logam
golongan alkali lainnya. Reaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen(H2) dan litium hidroksida
yang larut dalam air. Karena relaktivitas yang tinggi terhadap air menyebabkan penyimpanan
logam litium harus dihindarkan dari air, biasanya logam ini di simpan di bawah penutup dari
hidrokarbon seperti petroleum jelly.

2Li + 2H2O ----> 2LiOH + H2

b. reaksi dengan nitrogen di udara

Litium merupakan logam alkali satu satunya dan satu dari sedikit unsur yang ada pada
tabel periodik, yang bereksi dengan nitrogen di udara. Memutus ikatan rangkap tiga pada gas
nitrogen membutuhkan energi setidaknya 945 kJ/mol. Untuk mencapai energi itu, energi kisi dari
zat yang bereaksi dengan gas nitrogen harus sangat tinggi. Dalam unsur logam alkali, hanya ion
Litium yang mempunyai rapat jenis muatan (Charge Density) paling besar dibandigkan dengan
unsur unsur lain dalam golongannnya, yang berekasi dengan gas nitogen membentuk senyawa
litium nitrida dengan energi ksi yang cukup tinggi.

Litium nitrida yang terbentuk sangat rekatif. Jika dimasukkan / direaksikan dengan air
akan membentuk amonia.
c. reaksi dengan oksigen

Logam alkali juga bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Li biasanya disimpan
dalam minyak untuk menghindari adanya kontak dengan oksigen. Oksida yang terbentuk dari
logam alkali bermacam-macam, Li membentuk oksida normal yaitu Li2O.

2Li + O2 --> Li2O

C. PEMBUATAN LITIUM

Logam Li adalah reduktor kuat sehingga tidak mungkin diperoleh dengan mereduksi
oksidanya. Oleh karena itu logam-logam ini diperoleh dengan cara elektrolisis. Sumber logam Li
adalah spodumene [LiAl(SO)3]. Spodumene dipanaskan pada suhu 100oC, lalu dicampur
dengan H2SO4 panas, dan dilarutkan ke air untuk memperoleh larutan Li2SO4. kemudian,
Li2SO4 direksikan dengan Na2CO3 membentuk Li2CO3 yang sukar larut.
Sintesis logam litium memerlukan teknologi elektrolisis dan proses ini berlangsung sangat sulit
disebabkan sulitnya memasukkan satu elektron kepada ion logam litium yang bersifat sangat
elektropositif. Biji litium yang penting adalah spodumene, LiAl(SiO3)2. Spodumene dipanaskan
pada suhu 100oC, lalu dicampur dengan H2SO4 panas, dan dilarutkan ke air untuk
memperoleh larutan Li2SO4. kemudian, Li2SO4 direksikan dengan Na2CO3 membentuk
Li2CO3 yang sukar larut.

Bentuk litium alfa akan diubah menjadi bentuk litium beta pada kisaran suhu antara 1100
derajat celcius. Campuran kemudian dicampur dengan asam sulfat panas kemudian diekstraksi
ke dalam air untuk mendapatkan litium sulfat Li2SO4.

Senyawaan ini kemudian ditambahkan natrium karbonat untuk mendapatkan garam


Li2CO3 yang tidak mudah larut dalam air. Reaksi litium karbonat dengan asam klorida akan
diperoleh litium klorida (LiCl) yang siap untuk dielektrilisis.

Reaksinya adalah :

Li2SO4 + Na2CO3  Na2SO4 + Li2CO3

Li2CO3 + 2HCl  2LiCl + CO2 + H2O

Disebabkan litium klorida memiliki titik leleh yang tinggi yaitu lebih dari 600 derajat
celcius maka LiCl dicampur dengan KCl sehingga titik lelehnya turun menjadi sekitar 430
derajat celcius.
D. SENYAWA DARI LITIUM

1. Litium aluminium hidrida

umumnya disingkat sebagai LAH adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus
kimia LiAlH4. Senyawa ini disintesis oleh Finholt, Bond dan Schlesinger pada tahun
1947. Senyawa ini digunakan sebagai agen pereduksi dalamsintesis organik, khususnya untuk
mereduksiester, asam karboksilat, dan amida. Padatannya sangat berbahaya, reaktif terhadap air,
melepaskan gas hidrogen (H2). Litium amida adalah senyawa anorganikdengan rumus
kimia Li+NH−2, yaitu ia tersusun dari kation litium, dan basa konjugat (en) dariamonia. Ia
berupa padatan putih dengan struktur kristal tetragonal.

2. Litium borohidrida (LiBH4)


adalah suatu tetrahidroborat dan dikenal dalam sintesis
organik sebagai reduktor untuk ester. Meskipun kurang umum dibandingkan natrium
borohidrida, garam litium menawarkan beberapa keuntungan, merupakan reduktor yang lebih
kuat dan sangat larut dalam eter, dan juga lebih aman untuk ditangani daripada lithium
aluminium hidrida.

3. Litium fluorida
adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia LiF. Komponen tersebut
merupakan sebuah benda padat tak berwarna. LiF dibuat dari litium hidroksida dan hidrogen
fluorida atau dengan melarutkan litium karbonat dalam hidrogen fluorida berlebih, kemudian
dikeringkan dan dipanaskan sampai merah.

4. Litium hidroksida

adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia LiOH. Senyawa ini adalah
material kristalin yang bersifat higroskopis. Senyawa ini larut dalam air dan sedikit larut
dalam etanol, dan tersedia secara komersial dalam bentuk anhidrat dan sebagai monohidratnya
(LiOH.H2O), keduanya merupakan basa kuat. Senyawa ini adalah basa terlemah di antara
hidroksida logam alkali.

Litium hidroksida diproduksi dalam suatureaksi metatesis antara litium


karbonat dankalsium hidroksida:
Li2CO3 + Ca(OH)2 → 2 LiOH + CaCO3

5. Litium iodida atau LiI


adalah senyawa darilitium dan iodium. Saat terpapar udara, warnanya menjadi kuning,
karena oksidasiiodida menjadi iodium. Senyawa ini mengkristal dalam motif NaCl. Senyawa ini
dapat berpartisipasi dalam berbagai hidrat. Litium iodida digunakan sebagai elektrolituntuk
baterai suhu tinggi. Senyawa ini juga digunakan untuk baterai tahan lama seperti yang
dipersyaratkan, misalnya oleh alat pacu jantung buatan. Padatannya digunakan
sebagai fosfor untuk mendeteksi neutron. Senyawa ini juga digunakan, sebagai kompleks
dengan iodium, dalam elektrolit sel surya peka zat warna.
Dalam sintesis organik, LiI berguna untuk memecah ikatan C-O. Misalnya, senyawa ini dapat
digunakan untuk mengubah metil ester menjadi asam karboksilat.

6. Litium karbonat

adalah ikatan kimia anorganik dengan rumus Li2CO3. Garam litium putih ini digunakan
dalam pemrosesan metal oksida dan mendapat perhatian untuk pengobatan penyakit bipolar
disorder. Ada dalam mineral langka zabuyelit. Salah satu bahan penting dalam industri
kimia. Kaca yang dibuat dengan litium karbonat berguna dalam peralatan oven. Bahan yang
umum digunakan dalam lapisan/ glazing keramik. Semen lebih cepat mengeras jika dibuat
dengan litium karbonat, jadi berguna untuk melekatkan lantai. Jika ditambahkan ke aluminium
triflorida, membentuk LiF yaitu elektrolit yang baik untuk memproses aluminium. Litium
karbonat adalah bahan aktif sensor karbon dioksida. Juga digunakan dalam pembuatan katoda
baterai ion litium, yang dibuat dengan litium kobalt oksida.

7. Litium oksida (Li2O) atau litia


adalah senyawa kimia anorganik. Litium oksida terbentuk berdampingan dengan
sejumlah kecil litium peroksida ketika logam litium terbakar di udara dan bergabung dengan
oksigen: Litium oksida digunakan sebagai fluks dalam glasir keramik; dan menciptakan warna
biru dengan tembaga dan merah muda dengankobalt. Litium oksida bereaksi dengan air dan
kukus , membentuk litium hidroksida dan harus dipisahkan darinya.
Penggunaannya juga tengah diteliti untuk evaluasi spektroskopi emisi non-destruktif dan
untuk memantau degradasi dalam sistemsalutan penghalang termal. Ia dapat ditambahkan
sebagai ko-dopan dengan yttria dalam penyalut permukaan keramik zirkonia, tanpa penurunan
berarti umur salutan. Pada suhu tinggi, litium oksida memancarkan pola spektrum yang sangat
mudah dideteksi, yang intensitasnya meningkat sejalan dengan degradasi salutan.
Implementasinya memungkinkan pemantauan sistem semacam ini secara in situ, membuat
prediksi umum menjadi lebih efisien untuk memperkirakan kegagalan atau perawatan yang
diperlukan.

E. KEGUNAAN LITIUM

Logam ini memiliki spesifikasi panas yang tertinggi di antara benda-benda padat,
seringkali digunakan pada aplikasi transfer panas. Tetapi perlu diingat bahwa logam ini sangat
mudah aus atau korosif dan perlu penanganan tertentu. Litium digunakan sebagai bahan
campuran logam, sintesis senyawa organik dan aplikasi nuklir. Unsur ini juga digunakan sebagai
bahan anoda pada baterai karena memiliki potensial elektrokimia yang tinggi. Elemen litium
digunakan pula untuk pembuatan kaca dan keramik spesial. Kaca pada teleskop di gunung
Palomar mengandung litium. Bersama dengan litium bromida, keduanya digunakan pada sistem
pendingin dan penghangat ruangan. Lithium stearat digunakan untuk sebagai lubrikasi suhu
tinggi. Senyawa-senyawa litium lainnya digunakan pada sel-sel kering dan baterai.
Beberapa kegunaan litium yang lain adalah sebagai berikut:
1. Bahan Pembuat Pesawat Luar Angkasa

Dalam penggunaan di laboratorium, litium biasanya dipakai sebagai bahan campuran


logam ketika membuat pesawat luar angkasa karena massa jenis logam yang sangat rendah
sehingga aman digunakan untuk pembuatan pesawat luar angkasa tersebut tidak seperti manfaat
emas dan perak yang tidak bisa digunakan dalam pembuatan pesawat luar angkasa tersebut.

2. Pembuatan Baterai

Litium juga menjadi bahan umum yang digunakan dalam pembuatan baterai. Litium
menjadi salah satu elemen penting agar baterai nantinya bisa menghasilkan listrik.

3. Sebagai Neuroprotective

Penggunaan litium bahkan bisa digunakan untuk kesehatan. Litium bisa mengurangi
eksitotoxicityglutamat karena kemampuan lithium untuk menghambat masuknya kalsium. Untuk
itu litium bisa digunakan untuk membantu mengatasi gangguan suasana hati, diabetes, alzheimer,
penyakit radang, kanker dan juga autoimun.

4. Menghambat Apoptosis

Litium bisa meningkatkan heatshock protein sehingga bisa mendorong pelipatan protein
dan membuang protein abnormal.

5. Membantu Otak dan Jantung


Perawatan dengan menggunakan litium bisa meningkatkan VEGF sehingga bisa
meningkatkan pertumbuhan sel dan juga remodelling pembuluh darah sesudah terserang stroke.
Dengan meningkatkan VEGF tersebut, maka pengobatan dengan menggunakan litium, maka
seseorang bisa lebih cepat sembuh dari stroke atau serangan jantung.

6. Menginduksi Autophagy

Autophagy terjadi ketika sel menurunkan dan mendaur ulang komponen seluler untuk
memakai kembali bahan baku. Untuk itu, litium dianggap sebagai anti penuaan,solusi kanker dan
penting untuk fungsi saraf serta kelangsungan hidup.

7. Meningkatkan Fungsi Kognitif

Litium bisa merangsang progenitor dan juga sel punca di neuron hippokampus otak yang
dikultur neuron dari pusat memori. Litium juga bisa mencegah kehilangan proliferasi yang
terjadi karena glutamat atau kortisol. Litium nantinya bisa meningkatkan N-acetylaspartate
sehingga bisa meningkatkan kreativitas dan berkolerasi juga dengan meningkatkan skor IQ.
Untuk itulah salah satu efek yang bisa dihasilkan dari litium adalah komunikasi yang jauh lebih
efisien dari dua sisi otak sehingga kinerja intelektual bisa ditingkatkan selain ada juga manfaat
olahraga untuk otak.

8. Menstabilkan Suasana Hati

Pada percobaan hewan, litium secara konsisten bisa menurunkan aktivitas eksplorasi dan
juga agresi. Litium memiliki efek menenangkan dan menstabilkan suasana hati yang juga terjadi
pada manusia. Untuk itulah litium sering digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan bipolar
dan juga skizofrenia. Litium karbonat merupakan obat yang banyak digunakan untuk
mengendalikan penyakit manik depresif dan mengurangi serangan manic.
DAFTAR PUSTAKA

http://edigunawan-unsurkimia.blogspot.com/2009/10/litium-li.html (Jumat, 23
Oktober 2009)

http://id.wikipedia.org/wiki/Litium_diisopropilamida.

http://id.wikipedia.org/wiki/Litium (ol_bis(trimetilsilil)amida eh TaroSaito pada 14-10-


2009)