Anda di halaman 1dari 17

BONE TISSUE

Tulang adalah jaringan ikat special yang terdiri dari kalsifikasi extracellular material, bone
matrix dan tiga sel utama : yaitu oesteosit,osteoblast, dan osteoklas.

Histologi Tulang

 Definisi
Tulang merupakan struktur padat yang terdiri atas jaringan ikat padat yang
membentuk skeleton pada tubuh.
 Matriks Tulang
Materi anorganik, matriks tulang terdiri dari : Calcium fosfat (paling
banyak)/hidroksiapatit, Bicarbonate, Citrate, Magnesium, Potassium, Sodium
Materi organik terdiri dari 95% kolagen type 1 dan substansi dasar yang
mengandung proteoglikan.
 Sel Tulang

1. Osteoblas

Berperan dalam sintesis komponen organic dari bone matrix. Mengandung :


collagen fiber tipe 1, proteoglycan dan glikoprotein termasuk osteonectin. Osteoblast
hanya terdapat pada permukaan matriks tulang dan letaknya bersebelahan mirip dengan
epitel selapis. Ketika aktif mensintesis matriks bentuknya kuboid sampai silindris
dengan sitoplasma basofilik. Bila aktivitas sintesisnya menurun maka bentuknya
menjadi gepeng dan sifat basofilik pada sitoplasmanya berkurang.
2. Osteosit
Osteoblast secara bertahap dikelilingi oleh produk sekresinya sendiri dan menjadi
osteosit yang terdapat dalam ruang yg disebut lacuna. Saat transisi osteoblast menjadi
osteosit sel menjulurkan banyak tonjolan sitoplasma panjang yang juga diselubungi
matriks berkapur.

Osteosit berbentuk pipih dan memiliki sedikit RE Kasar dan Apparatus Golgi serta
kromatin inti yang lebih padat. Sel-sel ini terlibat dalam mempertahankan matriks
tulang dan kematiannya diikuti oleh resorpsi matriks tersebut.
3. Osteoklas

Sel motil bercabang yang sangat besar dengan inti multiple karena merupakan
penggabungan dari sel yang berasal dari sumsum tulang. Pada osteoklas yang aktif,
permukaan yang menghadap ke matriks tulang terlipat secara irregular dan membentuk
ruffled border. Aktivitas osteoblast dan osteoklas terkoordinasi dan penting pada
remodeling tulang.
 Periosteum dan Endosteum
Periosteum merupakan lapisan luar fibrous padat tersusun atas collagen bundle dan
fibroblast. Bundle of periosteal kolagen fiber disebut perforating/Sharpey fiber yang
penetrasi ke dalam matriks tulang dan mengikatkan periosteum ke tulang. Lapisan dalam
periosteum mengandung mesenchymal stem cell yaitu osteoprogenitor cell, yang dapat
berkembang dengan bermitosis dan berubah menjadi osteoblast.
Endosteum merupakan melapisi rongga dalam di dalam tulang. Merupakan
selapis jaringan ikat yang sangat tipis, berisi osteoblast dan osteoprogenitor gepeng,
melapisi spikula kecil atau trabekula yang berprojeksi ke dala rongga tersebut.
Fungsi edosteum dan periosteum adalah memberi nutrisi pada jaringan tulang dan
menyediakan osteoblast baru secara kontinu untuk perbaikan atau pertumbuhan tulang.
 Fungi Tulang Ekstremitas Bawah
1. Lokomasi (sebagai alat bergerak)
2. Penopang beban
3. Mempertahankan keseimbangan

BONE MATRIX

Mempunyai komponen organic dan inorganic :

Komponen organic yang terbenam di matrix calcified :

1. Type 1 collagen
2. Proteoglycan aggregates
3. Bone specific multiadhesive glycoprotein seperti osteonectin
4. Calcium binding glycoprotein

Komponen inorganic : calcium hydroxyapitate,bicarbonate,citrate,magnesium,potassium dan ion


sodium

TYPE OF BONE

A. Compact Bone
Memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur ( calsium fosfat dan
calsium karbonat) sehingga tulang menjadi kuat dan padat.

B. Spongy Bone

- Memiliki banyak rongga, yaitu terdiri dari bone space dan bone trabekula.
- Rongga tersebut diisi oleh sum-sum merah yang memiliki wujud seperti jelly yang
kental, berperan penting dalam tubuh karena berfungsi memproduksi sel-sel darah
yang ada dalam tubuh, serta terdiri dari kisi-kisi tipis yang di sebut trabekula. Terlihat
poor organized daripada compact bone
- Sedikit osteons
- Trabeculae adalah tulang yang terdiri dari beberapa lapis tebal sel dan emngandung
lamella yang tersusun irregular dan osteocytes yang terkoneksi oleh kanalikuli
- Tidak membutuhkan haversian atau volkmans canal

PERBEDAAN COMPACT BONE DAN SPONGY BONE


COMPACT BONE SPONGY BONE
Terdiri atas multiple cylindrical 1. Tidak memiliki osteon, tapi
structural
memiliki matruks tulang.
a. Lammelar Consentris
2. Tersusun atas struktur yang
Kumpulan lacuna yang
membentuk melingkar tidak betaruran :
mengelilingi harvesian canal
Trabecular, rongga terisi
b. Intersitial Lameilar
dengan sum-sum tulang
Kumprlan lacuna yang tidak
mengelilingi harvesian canal (red marrow) dan
c. Lacuna
pembuluh darah
Berinti osteocyt dimana
3. Pembuluh darah terhubung
terdapat canaliculi
d. Canaliculi dengan Canali Volkman
Canal untuk menghubungkan dan harvesian canal
lakuna ke hrvesian canal
e. Harvesian Canal
Suatu canal padat compact
bone yang berisi pembuluh
darah
f. Canali Volkman
Hubungan antara pembuluh
darah antara harvesian canal 1
dengan lainnya.

BERDASAR KAN JENIS :

1. Long bone
long bone, ujung yang membulat disebut epifisis terdiri atas tulang berongga (spongy bone)
yang ditutupi oleh selapis tipis compact bone. Bagian silindris yaitu diafisis hamper seluruhnya
terdiri atas compact bone dengan sedikit spongy bone pada permukaan dalamnya disekitar bone
marrow cavity

2. Short bone
short bone terdiri dari spongy bone dan seluruhnya di kelilingi compact bone.

3. Flat bone
Flat bone yang membentuk calvaria (tengkorak) memiliki dua lapis compact bone yang disebut
lempeng/plates (tables) yang dipisahkan oleh selapis spongy bone tebal yang disebut diploe.

Pada pemeriksaan mikroskpik tulang memperlihatkan dua jenis dari organisasi tulang yaitu
tulang sekunder dan tulang primer

1. Tulang sekunder (lamellar bone)

- Kebanyakan merupakan tulang pada orang dewasa, compact bone diatur sebagai
tulang sekunder yang ditandai dengan beberapa lapisan atau lamella dari matriks
kalsifikasi, yang mempunyai tebal 3-7 mikrometer.
- Terdiri dari osteon (haversian system) setiap kompleks lamella tulang konsentris
yang mengelilingi suatu kanal kecil (haversian kanal) yang mengandung pembuluh
darah,saraf dan jaringan ikat linggar endosteum
- Diantara lamella yang tersusun terdapat lacuna, masing-masing dengan satu osteosit
di interkoneksi oleh canaliculi yang mengandung processes sel dendritic
- Semua sel dari osteon menerima nutrisi dan oksigen dari mikrovaskulatur di kanal
sentral
- Tepi luar setiap osteon merupakan suatu lapisan yang kaya akan kolagen yang disebut
garis semen (cement line)
- Osteon terdiri dari suatu kanal sentral yang dikelilingi 4-10 lamela konsentris
- Central canal berkomunikasi dengan marrow cavity dan periosteum dan dengan satu
dan lainnya melalui transverse perforating canal (volkmasnn canals)
- Berada diantara intact osteons adalah incomplete lamellae yang disebut dengan
interstitial lamella . lamella ini mengisi gaps antara osteon atau merupakan sisa atau
remnant dari bone remodeling
- Inner circumferential lamellae yang mengelilingi endosteum
- Outer circumfetential lamellae yang berada tepat didalam periosteum
- Spider shape osteocytes membentuk rongga kecil yang disebut dengan lacuna yang
dihubungkan satu sama lain dari satu lacuna ke lacuna yang lain dengan kanalikuli
- Kanalikuli menyebabkan osteocytes bisa bertukar nutrisi,wastes dan chemical signal
ke satu sama lain melalui intercellular connection yang disebut dengan gap junctions

2. Tulang primer (woven bone)

Adalah nonlamela dan ditandai dengan disposisi acak dari serat kolagen tipe I dan
jaringan tulang merupakan yang tampak pada perkembangan embrio dan pada fraktur
healing. Jaringan tulang primer umumnya bersifat sementara dan akan diganti oleh
jaringan tulang sekunder pada orang dewasa, kecuali pada sedikit tempat ditubuh,
misalnya dekat sutura calvaria, di alveolus dentalis dan pada insersi beberapa tendon.
Selain berkas serat kolagen irregular, ciri jaringan tulanng primer anatara lain adalah
kadar mineral yang lebih rendah dan proporsi osteosit yang lebih tinggi ketimbang pada
jaringan tulang sekunder. Fitur-fitur ini mempelihatkan fakta bahwa bentuk tulang primer
lebih cepat tetapi lebih lemah daripada tulang sekunder.

Fisiologi tulang

A. FUNGSI TULANG
1. Menopang Tubuh

Sistem kerangka adalah sistem yang memberikan bentuk pada tubuh


juga menopang jaringan lunak dan sebagai titik perlekatan tendon dari sebagian
besar otot.
2. Proteksi
Sistem kerangka melindungi sebagian besar organ dalam tubuh yang
sangan penting untuk berlangsungnya kehidupan, seperti otak yang dilindungi
oleh tulang cranial, vertebrae yang melindungi sistem saraf dan tulang costa
yang melindungi jantung dan paruparu.
3. Mendasari Gerakan

Sebagian besar dari otot melekat pada tulang, dan ketika otot
berkontraksi, maka otot akan menarik tulang untuk melakukan pergerakan.

4. Homeostasis Mineral (penyimpanan dan pelepasan)

Jaringan tulang menyimpan beberapa mineral khususnya kalsium dan


fosfat yang berkontribusi untuk menguatkan tulang. Jaringan tulang
menyimpan 99% dari kalsium dalam tubuh. Apabila diperlukan, kalsium akan
dilepaskan dari tulang ke dalam darah untuk menyeimbangkan krisis
keseimbangan mineral dan memenuhi kebutuhan bagian tubuh yang lain.

5. Memproduksi Sel Darah

Sumsum tulang merah adalah tempat dibentuknya sel darah merah,


beberapa limfosit, sel darah putih granulosit dan trombosit.
6. Penyimpanan Trigliserid

Sumsum tulang kuning sebagian besar terdiri dari sel adiposa yang
menyimpan trigliserid (Tortora dan Derrickson, 2011)

Bone Develepoment

Terdapat 2 bentuk pembentukan tulang, yaitu;

1. Intermembranous Ossification
- Terbentuk dari membrane jaringan ikat
- Dimulai saat usia minggu ke-8 pada perkembangan embrio sampai sekitar usia 2
tahun
- Lokasi awal pembentukan tulang (ossifikasi); Ossification Center
- Contoh; Flat bone tulang tengkorak, mandible (rahang bawah), diaphysis clavicular.
- Hasil akhir akan terbentuk struktur tulang ; Spongy Bone dan Compact Bone
Mekanisme :

1. Sel mesenkim embrionik berdifferensiasi menjadi sel-sel progenitor


osteokondral → osteoblast → mengeluarkan matriks nya → osteoblast akan
terjebak pada matriksnya sendiri → osteosit → osteosit akan bergabung menjadi
Trabekula
2. Pada permukaan Trabekula terdapat lebih banyak osteoblast → matriks yang
dihasilkan akan lebih banyak → tulang trabekula akan menjadi lebih besar dan
luas → trabekula-trabekula akan bergabung satu sama lai → spongy bone

3. - sel-sel pada ruang spongy bone → membentuk spongy bone


- sel-sel yang terletak pada ujung tulang spongy → akan membentuk periosteum →
osteoblast yang ada di periosteum akan mengluarkan matriks → sehingga
permukaan luar tulang memadat → compact bone

2. Endochondral Ossification
- Terbentuk dari Cartilago
- Berkembang pada akhir minggu ke-8 embrionik
- Contoh; bone of base of the skull, mandibular dan epiphysis clavicular
Mekanisme
1 Sel mesenkim berdifferensiasi menjadi sel-sel progenitor osteochondral →
membentuk chondroblast → mengeluarkan matriks kartilgo hyaline (yang
dikelelingi ole perichondrium) → chondrosit

2 Ketika pembuluh darah masuk → sel progenitor yang terdapat pada


perichondrium menjadi osteoblast →membentuk bone collar pada permukaan
tulang rawan → chondrosit akan menyerap matriksnya → hypertrophy →
membentuk trabekula yang mebesar
3 Pembuluh darah akan masuk pada lacuna tsb → osteoblast & osteosit dari
periosteum akan bermigrasi ke daerah calcified cartilage → sehingga osteoblast
akan mengeluarkan matriks nya → osteosit → membntuk traekula tulang dan
akan menyatu → spongy bone (Pusat Osifikasi Primer)
4 Seiring perkembangan tulang akan terjadi beberapa hal
 hyaline cartilage membesar
 bone collar menebal dan meluas lebih panjang di daerah diaphysis
 tulang rawan tambahan pada Diaphysis dan Epiphysis
 akan ada osteklast → resorpsi pada diaphysis → membentuk medullar
cavity
5. Osteblast akan bermigrasi ke Epiphysis → akan terbentuk Pusat Ossifikasi
Sekunder
[ proses nya sama seperti pada osifikasi primer tetapi pada osifikasi sekunder
tidak dulu membentuk medullar cavity,sehingga pada tulang panjang terdapat
Diaphysis tempat osifikasi primer dan Epiphysis tempat osifikasi sekunder ]
6. Akan terjadi replacement semua cartilage oleh tulang kecuali pad epiphyseal
Plate dan Articlar Cartilage.
Karena , Epiphyseal plate akan terus tumbuh selama seseorang tumbuh aktif
dan jika seseorang telah berhenti tumbuh makan akan berubah menjadi
Epiphyseal Line. Sedankan Articular Cartilage merupakan struktur permanen
yang berasal dari hyaline cartilage embrio

7. Tulang akan mature,ditandai dengan :


 Terbentukanya Spongy Bone dan Compact Bone
 Berubahnya Epiphyseal Plate menjadi Epiphyseal Line
 Terdapat 1 tulang rawan; Articular Cartilage
 Semua perichondrium telah berubah menjadi Periosteum.

Pertumbuhan “Bone Length”

Tumbuh dengan membentuk tulang rawan pada Epiphyseal Plate dan terdiri dari beberapa
zona

1. Zone Of Resting
- Dekat dengan Epiphysis
- Mengandung chondrosit yang aktif membelah
2. Zone Of Proliferation
- chondrosit akan menghasilkan tulang rawan yang baru dan akan membelah dan
membentuk seperti tumpukan piring
3. Zone Of Hyperthropy
- Chondrosit akan matur
- Sel yang dekat dengan Epiphysis akan lebih aktif membelah dan dekat dengan
Diaphysis lebih banyak yang hyperthropy
4. Zone Of Calcification
- Zona tipis
- Terdapat chondrosit yang telah hypertrophy dan banyak matriks tulang rawan

Pertumbuhan “Articular Cartilage”


¶ Pada tulang panjang = Epiphysis bertambah besar
¶ Pada tulang pendek = meningkatkan ukuran tulang
¶ Akan bertahan selama kita hidup dan tidak akan mengeras

Pertumbuhan “Bone Widht”

1. Selama masa pubertas, tulang akan bertambah besar dan lebar. Osteoblast dari
Periosteum akan menumpuk → membentuk groove
2. Osteoblast akan terus mensekresikan matriksnya → sehingga ridge nya akan penuh →
akan membentuk tunne → periosteum yang ada di tunnel erubah menjadi endosteum
3. Osteoblast yang terletak di endosteum → lamella concentric
4. Lamella akan bertambah banyak → tunnel terisi penuh oleh lamella → membentuk
osteon.
Bone Repair
- Suatu proses ketika osteoklas membuang atau meningkirkn tulang yang sudah tua
lalu kemudian terdapat osteoblast yang akan membentuk tulang baru
- Melibatkan BMU (Basic Multicelluar Cell)
* (BMU) perkiraan sementara osteoklast dan osteoblast melintaasi permukaan
tulang lama dan menggantinya dengan matriks tulang baru , kurang lebih sekitar 6
bulan-an dan dapat memperbaharui seluruh kerangka setiap 10 tahun
- Dipengaruhi oleh stress mekanik, jadi ketika stress mekanik meningkat akan
meningkatkan aktifitas osteoblast sedangkan jika stress mekanik nya menurun akan
meningkatkan aktifitas osteoklast
- Faktor-faktor yang mempengaruhi ; Usia (kehilangan osteoblast). Obat-obatan
glukokortikoid (peningkatan aktifitas osteoklast) , nutrisi yang kurang dan olahraga
yang kurang

Mekanisme

Pada tulang yang sudah tua → akan memicu osteoklas untuk hadir → osteoklas akan
menempelkan diri pada permukaan tulang → membentuk scaled zone → membuat
suasan menjadi asam → melarutkan mineral tulang → akan mengeluarkan enzim
protease → melisis kan kolagen pada tulang → osteklast resorpsi tulang.

Selama proses resorpsi berjalan akan memicu osteoblast untuk datang → osteoblast
akan menuju tempat tulang sedang di resorpsi → akan memproduksi dan deposit
osteoid → osteosit → tulang menjadi keras.

Akan ada osteoblast yang terdapat di permukaan tulang → akan terapoptosis →


menutupi permukaan tulang → meningkatkan massa tulang (tulang kembali normal).