Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM TEGANGAN TINGGI

PEMETAAN MEDAN LISTRIK DENGAN APLIKASI QUICK FIELD

KELOMPOK : KELOMPOK 2
NAMA PRAKTIKAN : LARAS EUNICE THEOPHILIA S. (1217020046)
NAMA ANGGOTA KELOMPOK : AULIA SHAUMI ZAHRANI (1217020001)
DEWI ANDINI (1217020020)

ESTER J. SIMANJUNTAK (1217020003)


MUHAMMAD GHOZI W. R. (1217020027)
RIFQI RAMADHAN (1217020034)

KELAS : 4J
TANGGAL PRAKTIKUM : 14 MEI 2019
TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 21 MEI 2019
PEMBIMBING : P.JANNUS, MT.
NILAI :

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
DEPOK
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahnya
saya dapat menyelesaikan percobaan dengan judul “PEMETAAN MEDAN LISTRIK DENGAN APLIKASI
QUICK FIELD”.

Adapun tujuan percobaan ini adalah untuk memenuhi persyaratan akademis guna mencapai
kompetensi materi yang diujikan kepada mahasiswa.

Pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada bapak
pembimbing mata kuliah praktikum teknik tegangan tinggi yaitu Bapak P. Jannus, tak lupa
berterimakasih kepada teman-teman yang memberikan bantuan secara langsung ataupun tidak
langsung.

Saya menyadari bahwa laporan praktikum ini masih belum sempurna, sehingga segala kritik
dan saran yang bersifat mebangun sangatlah diharapkan.

Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi para pembaca.

Depok, 20 Mei 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Latar belakang terjadinya praktikum ini yaitu kami sebagai mahasiswa/i program studi teknik
konversi energy ingin mempelajari dua sub materi yaitu elektronika dan mekanikal, pada elektronika
salah satunya mempelajari teknik tegangan tinggi.
Materi tegangan tinggi nantinya akan digunakan pada instalasi listrik tegangan tinggi misalnya,
pada suatu pembangkit listrik. Bagian dari materi tegangan tinggi salah satunya ialah medan listrik,
dimana pada praktikumnya akan menggambarkan pemetaan suatu medan listrik dan pengaruh dari
muatan medan listrik, arus, tegangan, dan jarak dengan menggunakan aplikasi quick field sebagai
mediannya.

1.2 Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini, agar setelah selesai melakukan percobaan diharapkan praktikan
dapat :

1. Menggambarkan pemetaan modek medan listrik antara kedua elektroda menggunakan


aplikasi quick field
2. Membandingkan hasil pemetaan yang diperoleh dengan teori.
3. Membuat kesimpulan dari hasil yang diperoleh.

1.3 Dasar Teori

Dasar teori pemetaan medan listrik sebagai berikut :

Pengertian kekuatan listrik suatu bahan isolasi ialah kuat medan listrik yang masih
diperkenankan pada keadaan tertentu. Keaadan yang dimaksud adalah jenis tegangan, lamanya
pembebanan, temperature, dan bentuk elektroda. Batas-batas kekuatan listrik suatu isolasi akan
tercapai bila pada suatu tempat sembarang kuat medan tembusnya dilewati. Kuat medan listrik
memiliki arti tersendiri yaitu suatu pembebanan listrik pada suatu bahan dielektrik. Oleh karena itu,
penentuan kuat medan listrik merupakan suatu hal yang penting di dalam teknik tegangan tinggi.
Persamaan medan listrik ialah :
𝑄
E = k 𝑟2 𝑎𝑟 ….. (1)
v
E = 𝑟 …………… (2)

Dengan, E = kuat medan listrik (volt/m)


K = konstanta kesetaraan gaya listrik (8,99 x 109 Nm2/C2)
V = tegangan (volt)
r = jarak (m)
Q = banyaknya muatan (coulomb)

Penentuan kuat medan listrik dapat dilakukan dengan cara :


1. Penentuan medan secara grafis
2. Pengukuran pada suatu model dalam medan arus
3. Pengukuran pada tegangan tinggi
4. Perhitungan secara numeris dan analitis

1.3.1 Penentuan Medan Cara Grafis

Jalannya garis medan listrik ditentukan oleh arah kuat medan listrik. Pada setiap tempat garis
ini berjalan tegak lurus pada garis ekipotensial, jadi tegak lurus pada permukaan elektroda. Dengan
asusmsi tidak ada muatan permukaan pada bidang batas dua dielektrik, maka komponen normal dari
kuat medan listrik akan berbanding terbalik dengan konstanta dielektrik bahan isolasi. Sedangkan,
kompenen tangensial dari kuat medan listrik pada bidang batas akan tetap.
Umumnya pada medan dua dimensi pemetaan medan secara grafis mecapai ketelitian yang
cukup. Pada cara ini mula-mula digambarkan garis-garis ekipontensial dan garis-garis medan menurut
penafsiran, kemudian gambar medan dikoreksi selangkah-demi selangkah dengan bentuan hokum-
hukum dasar medan elektrostatis.

(Gambar 1.3.1.1 contoh garis-garis medan dan ekipotensial untuk medan dua dimensi)
Daerah disepanjang yang dibatasi garis medan yang berdekatan (Gb. 1) terdapat fluksi
pergeseran yang besarnya sama, sebagai

…. (3)

Dimana, l = lebar susunan yang tegak lurus pada bidang gambar, konstanta dielektrika. Bila

dianggap sebagai selisih potensial tetap antara dua garis ekipotensial berdekatan, maka

dan hubung berikut akan dipenuhi:

…....…… (4)

Konstanta K dipilih sembarang. Dalam gb.1.3.1.1 diambil b/a+1. Bila jarak dari dua garis ekipotensial
ditempat sembarang sama dengan 𝑎𝑖 , maka kuat medan dihitung dari :
∆𝑄
𝐸𝑖 = ………… (5)
𝑎𝑖

Bila jumlah garis ekipotensial yang digambarkan (tanpa bidang elektroda)=m, maka tergangan
terpasang total adalah
𝑚
𝑈 = ( ) ∆ 𝑄 …...... (6)
𝑙

Bila jumlah garis medan yang digambar antara elektroda = n, maka pergeseran fluksi total adalah :
𝑄 = 𝑛𝑏𝑖 𝑙 𝜀𝑖 𝜀𝑜 𝐸 ….. (7)
Kapasitas susunan :
𝑄 𝑛
𝐶= = 𝑘 𝑙 𝜀𝑜 ..... (8)
𝑈 𝑚=𝑙

Cara ini dapat digunakan pada medan tiga dimensi yang memiliki rotasi simetris. Dengan pengukuran
yang analog dengan pemetaan medan didapat hubungan :

………… (9)

Dimana r = jarak dari unsur volume diukur dari sumbu rotasi. Penentuan medan secara grafis pada
dasarnya dapat dipermudah, kalau sudah diketahui beberapa harga.
1.3.2 Pemetaan Medan Listrik dengan Kertas Konduktif

Medan listrik dua dimensi dapat diukur dengan sederhana dan cukup teliti dengan
menggunakan kertas konduktif, dimana konstanta dielektrik sebanding dengan jumlah lapisan kertas
konduktif. Sebagai kertas konduktif kertas tersebut dikenal kertas grafik dengan suatu tahanan
permukaan sebesar 10W, seperti kertas digunakan sebagai lapisan konduktif dari kabel tegangan
tinggi.
Permukaan elektroda disimulasi dengan lapisan cat perak konduktif, dengan pengokoh full
logam, dengan paku atau jarum yang dihubungkan sau sama lain yang dipakukan pada selembar
papan kayu atau bahan logam yang ditekan. Pada bidang batas antara elektroda dan dielektrik, antara
dua dielektrik yang berlainan kertas konduktif itu harus dihubungkan konduktif satu sama lain dengan
baik, untuik ini cocok digunakan jarum yang dipakukan pada papan dasar.

1.3.3 Hubungan Analogi antara Medan Elektrostatis dengan Medan Arus Listrik

Pengukuran medan pada model-model memanfaatkan analogi antara medan elektrostatis


dengan medan arus listrik. Seperti :
a. Medan elektrostatis b. Medan arus listrik

Distribusi garis medan dan ekipotensial membentuk rumus matematik yang sama dalam kedua hal

dan hanya bergantung pada geometri dan material. Didalam hal ini pergeseran listrik , analog

dengan kerapatan arus dan konstanta dielektrik dapat disimulasi oleh konduktivitas jenis

dari medan arus. Kapasitas susunan dapat diketahui dari tahanan Ohm R, sebagai :

Hubung analogi ini menjadi dasar bagi simulasi medan listrik dengan kertas konduktif.
1.3.4 Meniru Medan Listrik Dengan Kertas Konduktif

Medan dua dimensi dapat diukur dengan sederhana dan cukup teliti dengan menggunakan
kertas konduktip, dimana konstanta dielektrik sebanding dengan jumlah lapisan kertas konduktip.
Sebagai kertas konduktip, dikenal kertas grafik dengan suatu tahanan permukaan (tahanan dari dua
sisi yang berhadapan/junction) sebesar kira-kira 10 K Ohm, seperti kertas yang digunakan sebagai
lapisan konduktip dari kabel tegangan tinggi.
Permukaan elektroda disimulasi dengan lapisan cat perak konduktip, dengan pengokoh foli
logam, dengan paku atau jarum yang dihubungkan satu sama lain yang dipakukan pada selembar
papan kayu atau dengan bahan logam yang ditekan. Pada bidang batas antara elektroda dan
dielektrik, antara dua dielektrik yang berlainan kertas konduktip itu harus dihubungkan konduktip satu
sama lain dengan baik. Untuk ini cocok digunakan jarum yang dipakukan pada papan dasar.
Keuntungan dari cara ini adalah bahwa penggambaran medan dapat langsung ditunjukan pada
kertas konduktif.
BAB II
PELAKSANAAN

2.1 Lokasi dan Waktu Praktikum


Lokasi dan praktikum pemetaan medan listrik adalah :
Tanggal : 14 Mei 2019
Lokasi : Laboratorium Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Jakarta

2.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum medan listrik adalah :
2.2.1 Laptop
2.2.2 Aplikasi Quick Field Student Version

2.3 Langkap Kerja


Langkah kerja untuk praktikum pemetaan medan listrik melalui quick field adalah :
1. Buka aplikasi Quick Field
2. Klik ikon File New Problem ketik nama file yang akan dibuat pada ‘problem file name’
lalu klik next

3. Pilih ‘AC Conduction’ pada problem type Pilih ‘Centimeters’ pada Length Unit klik
Finish
4. Klik kursor pada grid di layar klik View klik Grid Setting ketik ukuran grid yang
diinginkan klik OK

5. Klik zoom in klik zoom to fit in

6. Klik ikon insert vertices/edges buat gambar kertas konduktif dengan ukuran 10x10
buat gambar elektroda persegi dan segitiga seperti gambar dibawah

7. Blok seluruh gambar tekan ‘alt+enter’ beri label ‘kertas’ pada block dan edges OK
Blok gambar segitiga tekan ‘alt+enter’ beri label ‘segitiga +’ pada block dan edges
klik OK Lakukan cara yang sama pada persegi dengan nama ‘persegi -’
8. Klik ‘kertas’ pada ‘edge label’ centang Voltage U=Uo masukan ‘0 volt’ klik ‘OK’
Klik ‘segitiga +’ pada ‘edge label’ centang Voltage U=Uo masukan ‘10 volt’ klik ‘OK’
Klik ‘persegi -’ pada ‘edge label’ centang Voltage U=Uo masukan ‘0 volt’ klik ‘OK’

9. Klik ‘kertas’ pada ‘Block label’ masukan ‘9’ pada Electric Permitivity klik ‘OK’ Klik
‘segitiga +’ pada ‘Block label’ masukan ‘1’ pada Electric Permitivity klik ‘OK’ Klik
‘persegi -’ pada ‘Block label’ masukan ‘1’ pada Electric Permitivity klik ‘OK’

10. Klik ‘Build Mesh’ pastikan semua gambar terMesh klik ‘Solve’
11. Setelah muncul gambar pemetaan, klik ‘Add to Contour’ buat garis dari ujung segitiga (-)
menuju permukaan persegi (+)

12. Klik ‘Animation’ untuk melihat pergerakan medan listriknya klik ‘X-Y Plot’ untuk melihat
grafik pilih grafik sesuai yang diingkan, lalu klik export picture untuk menyimpan grafik
BAB III
ANALISA DATA

Berikut ini analisa data dari hasil praktikum pemetaan untuk kelompok 2 dengan bentuk Segitiga (+)
dan Lingkarang (-) yang didapat melalui dua cara sebagai berikut:

3.1. Analisa Hasil Pemetaan dari bentuk Segitiga (+) dan Persegi (-)

Berikut ini hasil pemetaan kerapatan arus, tegangan, medan listrik, dan konduktivitas beserta
analisanya:
3.1.1 Pemetaan Kerapatan Arus

Gambar pemetaan kerapatan arus terbentuk karena adanya perbedaan nilai kerapatan
arus ditiap titik. Sebuah kertas konduktivitas tersebut mempunyai besar kerapatan arus
yang tidak merata diseluruh bidang kertasnya. Ini terjadi karena adanya perbedaan nilai
tegangan dan konduktivitas untuk ketiga bentuk (kertas, segitiga +, dan persegi -),
sehingga warna pada tiap titik berbeda. Jika semakin besar nilai kerapatan arusnya maka
daerah tersebut akan berwarna merah seperti yang terjadi pada sisi-sisi segitiga +,
sedangkan semakin kecil nilai kerapatan arusnya maka daerah tersebut akan berwarna
biru atau ungu seperti yang terjadi pada sisi-sisi dari setengah persegi (-) tersebut. Untuk
bentuk pemetaan kerapatan arusnya, tergantung pada sisi lawannya (sebrangnya).
Gambar tersebut memperlihatkan bahwa bentuk sangat mempengaruhi dari pemetaan
kerapatan arus, karena terlihat dengan jelas pada gambar itu, sisi positif berbentuk
segitiga dan sisi negatifnya berbentuk persegi, dimana luas sisi positif pada kedua gambar
tersebut tidak terlalu berbeda jauh, sehingga bentuk dan gradasi warnanya pun sekilas
sama.

3.1.2 Pemetaan Tegangan

Gambar pemetaan tegangan terbentuk karena adanya perbedaan nilai tegangan ditiap
titik.
Sebuah kertas konduktivitas tersebut mempunyai nilai tegangan yang tidak merata
diseluruh bidang kertasnya. Ini terjadi karena adanya perbedaan nilai tegangan antara
bentuk kertas, segitiga +, dan persegi – nya. Hal ini dapat kita lihat dari gambar diatas
bahwa ditiap warnanya mempunyai nilai tegangan yang berbeda. Jika semakin besar nilai
tegangannya maka daerah tersebut akan berwarna merah seperti yang terjadi pada
segitiga +, sedangkan semakin kecil nilai tegangannya maka daerah tersebut akan
berwarna biru atau ungu seperti yang terjadi pada persegi-. Untuk bentuk pemetaan
tegangannya mempunyai bentuk seperti segi tujuh dan pada sisi negatif menjadi
trapesium.

3.1.3 Pemetaan Medan Listrik

Sebuah kertas konduktivitas tersebut mempunyai nilai medan listrik yang tidak merata
diseluruh bidang kertasnya. Ini terjadi karena adanya perbedaan nilai tegangan dan
konduktivitas antara bentuk kertas, segitiga +, dan persegi- nya. Hal ini dapat kita lihat
dari gambar diatas bahwa ditiap warnanya mempunyai nilai medan listrik yang berbeda.
Jika semakin besar nilai medan listriknya maka daerah tersebut akan berwarna merah
seperti yang terjadi pada daerah segitiga +, sedangkan semakin kecil nilai tegangannya
maka daerah tersebut akan berwarna biru atau ungu seperti yang terjadi pada persegi-.
Untuk bentuk pemetaan medan listriknya sama seperti pada bentuk pemetaan kerapatan
arus, yang membedakan hanyalah pada daerah segitiga + (pemetaan medan listrik)
mempunyai warna kuning yang artinya nilai medan listrik didaerah tersebut besar
sedangkan pada daerah persegi- (pemetaan kerapatan arus) mempunyai warna biru
muda yang artinya nilai kerapatan arusnya tidak terlalu besar.

3.1.4 Pemetaan Konduktivitas

Gambar pemetaan konduktivitas terbentuk karena adanya persamaan nilai konduktivitas


ditiap titiknya.
Sebuah kertas konduktivitas tersebut mempunyai nilai konduktivitas yang merata
diseluruh bidang kertasnya. Ini dapat terjadi karena adanya persamaan nilai
konduktivitasnya dititik mana saja. Selain karena nilai konduktivitasnya yang sama ditiap
titiknya, meratanya nilai konduktivitas juga disebabkan karena hambatan kertasnya yang
sama antara jenis kertas konduktivitas, panjang kertas konduktivitas, dan luas kertas
konduktivitasnya. Hal ini dapat kita lihat dari gambar diatas bahwa warna kertas
konduktivitasnya mempunyai warna yang sama ditiap titiknya.

3.2. Analisa Grafik Hasil Pemetaan dari Bentuk Segitiga dan Persegi
3.2.1 Grafik Hubungan Kerapatan Arus terhadap Jarak

Berdasarkan grafik hubungan kerapatan arus terhadap jarak yang kita dapatkan dari
praktikum kemarin, maka kita dapat menyimpulkan bahwa besarnya nilai kerapatan arus
bergantung pada jarak. Hal ini dapat kita lihat dari;

- Pada titik 1 kerapatan arusnya mempunyai nilai 4,5x10-5 A/m² dengan jaraknya
0,2 L(cm).
- Sedangkan pada titik 2 nilai kerapatan arusnya meningkat dengan nilai 4,5x10-5
A/m² dengan jaraknya yang sebesar 0,38 L(cm).
- Kemudian pada nilai kerapatan arus 6 x10-5 A/m² dengan jaraknya 0,9 L(cm).
- Lalu dititik selanjutnya nilai kerapatan arusnya menurun seiring dengan
bertambahnya jarak.

3.2.2 Grafik Hubungan Tegangan Terhadap Jarak

Berdasarkan grafik hubungan tegangan terhadap jarak yang kita dapatkan dari praktikum
kemarin, maka kita dapat menyimpulkan bahwa besarnya nilai tegangan bergantung
pada jarak. Hal ini dapat kita lihat dari:
- Titik 1 mempunyai nilai tegangan 8,8 V dengan jaraknya 0,18 L(cm).
- Kemudian pada titik 2 nilai tegangan menurun dengan nilai 7,6 V dengan jaraknya
3,5 L(cm).
- Lalu pada titik berikutnya nilai tegangannya menurun seiring dengan
bertambahnya jarak.

3.2.3 Grafik Hubungan Medan Listrik terhadap jarak

Ketika melihat dan menganalisa grafik diatas dengan menggunakan grafik ideal yang
merupakan hasil dari hubungan medan listrik terhadap jarak (berwarna biru), dimana
medan listrik didapatkan dengan perhitungan E=V/r, maka kesimpulannya adalah medan
listrik dan jarak berbanding terbalik.

3.2.4 Grafik Hubungan Hambatan terhadap Jarak

sejauh atau sedekat jarak yang didapatkan terhadap pemetaan medan listrik, maka
hambatan pada jarak-jarak tersebut akan tetap sama Sehingga, nilai hambatannya sama
dikarenakan panjang kertas bidang pernetaan, luas kertas bidang pemetaan, dan massa
jens kertas bidang pemetaan akan terus bernilai sama walaupun jarak yang didapatkan
dani hasi pemetaan medan listrik berbeda sesuai dengan rumus hambatan yaitu R= ρxL/A
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang dilakukan, dapat kami simpulkan bahwa

1. Suatu medan listrik akan besar nilainya jika jarak antar muatan semakin kecil.
2. Suatu medan listrik akan besar nilainya, jika tegangan yang dimasukkan semakin besar.
3. Suatu medan listrik akan besar nilainya jika arus yang diberikan semakin besar.
4. Bentuk mempengaruhi besaran nilai dari medan listrik.

4.2 Saran

Beberapa saran dalam melakukan praktikum pemetaan medan listrik untuk hasil yang lebih baik
hendaknya memperhatikan beberapa hal seperti berikut:

1. pada saat mencari arus, alat yang digunakan harus tegak lurus terhadap kertas bidang.
2. tekanan dari eksternal (tangan) pada saat memegang alat pencari arus sangat
mempengaruhi arus yang dicari.
3. teliti dalam mengerjakan praktikum.
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

/mesin.pnj.ac.id/upload/artikel/files/mesin/jobsheet/praktikum%20tegangan%20tinggi%201.pdf

www.alatuji.com/article/detail/45/medan-listrik

jonialfian.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-fungsi-medan-listrik-atau.html?m=1