Anda di halaman 1dari 6

FILSAFAT ARSITEK

Disusun Oleh :
Yoga Maulidin Cahria
NPM :
26317275
Kelas : 2TB05

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
PROFIL FILSUF

Nama Lengkap : Edmund Gustav Albrecht Husserl


Kebangsaan : Yahudi n, Moravia, Ceko
Lahir : 8 April 1859
Meninggal : di Freiburg, Jerman, 26 April 1938
Dikenal : Bapak fenomenologi
Karya (Buku) : Über den Begriff der Zahl Psychologische Analysen

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Edmund_Husserl
STATEMENT / PERNYATAAN :
Konsep fenomenologi itu berpusat pada persoalan tentang kebenaran.
Baginya fenomenologi bukan hanya sebagai filsafat tetapi juga sebagai metode,
karena dalam fenomenologi kita memperoleh langkah-langkah dalam menuju
suatu fenomena yang murni. Husserl yakin bahwa ada kebenaran bagi semua
dan manusia dapat mencapai kebenaran itu. Akan tetapi, Husserl melihat
bahwa sesungguhnya di dalam filsafat itu sendiri tiada kesesuaian dan
kesepakatan karena tidak adanya metode yang tepat sebagai pegangan yang
dapat diandalkan. Bagi Husserl metode yang benar-benar ilmiah adalah metode
yang sanggup membuat fenomena menampakkan diri sesuai dengan realitas
yang sesungguhnya tanpa memanipulasinya. Ada suatu slogan yang terkenal di
kalangan penganut fenomenologi, yaitu: zu den sachen selbst (terarah kepada
benda itu sendiri). Dalam keterarahan benda itu, sesungguhnya benda itu
sendirilah yang dibiarkan untuk mengungkapkan hakikat dirinya sendiri.
Berangkat dari proses pemikiran yang demikian, maka lahirlah metode
fenomenologis.
Sumber :
https://rumahfilsafat.com/2009/08/19/fenomenologi-edmund-husserl/

PENDAPAT :
fenomenologi adalah suatu refleksi atas kesadaran dari sudut pandang
orang pertama. Konkretnya fenomenologi tidak berhenti hanya pada deskripsi
perasaan-perasaan inderawi semata. Pengalaman inderawi hanyalah titik tolak
untuk sampai makna yang bersifat konseptual (conceptual meaning), yang lebih
dalam dari pengalaman inderawi itu sendiri. Makna konseptual itu bisa berupa
imajinasi, pikiran, hasrat, ataupun perasaan-perasaan spesifik, ketika orang
mengalami dunianya secara personal. Maka dari itu pemikiran desain sebuah
bangunan bisa berasal dari mana saja bahkan dari kegiatan , perasaan dan
tingkah laku kita .
PROFIL FILSUF

Nama Lengkap : Martin heidegger


KebangsaaN : Jerman
Lahir : 26 September 1889
MeninggaL : 26 Mei 1976
Dikenal : Penggagas fenomenologi
Karya (buku) : Sein und Zeit (Ada dan Waktu), 1927
Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Heidegger
STATEMENT / PERNYATAAN :
Heidegger memiliki sebuah pertanyaan filosofis yang menurutnya
fundamental namun (menurutnya) dilupakan/dianggap sudah ada begitu saja
(taken for granted ) oleh filsuf-filsuf terdahulu. Heidegger mempertanyakan
apakah itu “Ada”. Untuk mempertanyakan apakah itu Ada, Heidegger harus
kembali mempertanyakan entitas yang bisa mempertanyakan Ada yaitu
manusia (ada yang mempertanyakan ada). Oleh Heidegger manusia tidak
disebut dengan istilah manusia tapi disebutnya dengan istilah Dasein , karena
menurut dia istilah manusia terlalu bersifat genetik padahal yang dimaksud
adalah keberadaan manusia, karena itu Heidegger memakai istilah
Dasein yang berarti “ada-di-sana” yang menunjukkan ciri eksistensial manusia
bukan ciri biologisnya .

Sumber :
https://lsfdiscourse.org/manusia-sebagai-dasein-menurut-martin-heidegger/

PENDAPAT :
Dasein adalah manusia itu sendiri. Untuk menjelaskan “Ada” dalam
hermeneutika Heidegger harus melalui Sein (Ada) dan Zeit (Waktu). Kedua
struktur dasar ini dibahas dalam adanya manusia (Dasein) secara
fenomenologis. Ketika adanya mansuisa (Dasein) di dunia ini ditelaah nantinya
akan membawa renungan filsafat menuju sang “Ada” itu. Nampaknya
Heidegger menggunakan Dasein untuk menyingkap kebenaran “Ada” melalui
fenomenologi Dasein. Dimana Dasein dapat ditemukan dalam kepadatan waktu
yang meliputi masa lalu sebagai Befindilikchkeit, masa sekarang sebagai Ride,
dan yang akan datang sebagai verstehen. Intinya adalah untuk menyingkap
tentang “Ada” secara ontologis dapat di jelaskan melalui fenomenologi Dasein
itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Edmund_Husserl
https://rumahfilsafat.com/2009/08/19/fenomenologi-edmund-husserl/
https://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Heidegger
https://lsfdiscourse.org/manusia-sebagai-dasein-menurut-martin-heidegger/