Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM

I. PENGKAJIAN
1 Aktifitas dan isitrahat
Gejala : keletihan,kelemahan umum,keterbatasan dalam
beraktivitas atau bekerja yang di timbulkan oleh diri
sendiri atau orang terdekat atau pemberi asuhan
kesehatan atau orang lain.

Tanda : perubahan tonus atau kekuatan otot, gerakan involunter

2 Sirkulasi``
Gejala : Iktal, hipertensi, peningkatan nadi, sianosis

Postiktal : Tanda-tanda vital normal atau depresi dengan penurunan nadi atau pernapasan

3 Eliminasi
Gejala : Inkontinensia episodic

Tanda-tanda : a. Iktal adalah peningkatan tekanan kandung kemih tonus


b. Postiktal adalah otot relaksasi yang menyebabkan inkontinensia (baik urin ataupun fekal)

4 Makanan dan Cairan


Gejala : Sensitivitas terhadap makanan, mual atau muntah yang berhubungan dengan aktivitas kejang

Tanda : kerusakan jaringan atau gigi ( cidera sdelama kejang)

5 Nyeri atau kenyamanan


Gejala : iktal : gigi mengatup, sianosis, pernafasan menurun atau cepat penngkatan sekresi muk

Tanda : Tingakh laku yang berhati-hati, perubahan pad tonus otot, tingkah laku distraksi atau gelisah

6 Pernafasan
Gejala : iktal : gigi mengatup, sianosis, pernafasan menurun atau cepat penngkatan sekresi muk

7 Keamanan
Gejala : riwayat terjatuh atau trauma, fraktur

Tanda : trauma pada jaringan lunak atau ekimosis penurunan kekuatan atau tonus otot secara menye
aik urin ataupun fekal)

n dengan aktivitas kejang

enngkatan sekresi mukus

ku distraksi atau gelisah

enngkatan sekresi mukus

onus otot secara menyeluruh


TUJUAN DAN KRITERIA
DIAGNOSA KEPERAWATAN
HASIL

I. Risiko terjadi kerusakan sel otak Tujuan :


berhubungan dengan kejang
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan tidak terjadi
kerusakan sel otak, tidak
terjadi komplikasi

Kriteria Hasil :
Tidak ada tanda-tanda kejang,
peredaran darah lancar, suplai
oksigen lancar,
tidak ada tanda-tanda apnue

II Risiko injuri berhubungan dengan Tujuan :


kejang
setelah dilakukan tindakan
keperawatan risiko injuri tidak
terjadi

Kriteria Hasil :
Faktor penyebab diketahui,
mempertahankan aturan
pengobatan, meningkatkan
keamanan lingkungan
III Hipertermi berhubungan dengan Tujuan :
proses peradangan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan diharapkan
hipertermi tidak terjadi

Kriteria hasil :

Suhu tubuh normal (36˚C - 37˚C )

klien bebas dari demam


INTERVENSI RASIONAL

a. Bila terjadi kejang, tidurkan pasien a. Diharapkan sistem pernpasan tidak

ditempat yang rata, miringkan terjadi gangguan ataupun sumbatan


kepala

b. Pasang sudip lidah b. Agar lidah tidak tergigit atau lidah

menutup jalan napas

c. Longgarkan pakaian yang mengikat c. Proses inspirasi dan ekspirasi


dapat maksimal dan dapat
memberikan rasa nyaman pada
pasien

d. Isap lendir sesuai indikasi d. Melonggarkan pernapasan dan


mencegah terjadinya aspirasi

e. Berikan oksigen e. Diharapkan dapat memenuhi


kebutuhan oksigen diseluruh
jaringan

f. Kolaborasi dengan dokter untuk f. Diharapkan dapat mempercepat


pemberian obat anti kejang proses penyembuhan dan juga
dengan memantau efek samping
secara dini jika timbul efek
samping

a. Hindarkan anak dari benda-benda a. Tindakan ini dapat membantu

yang membahayakan menurunkan injuri

b. Gunakan alat pengaman b.dapat melindungi klien dari bahaya

injuri

c. Bila terjadi kejang, pasang sudip c Agar lidah tidak tergigit atau lidah
lidah menutup jalan napas.
d. Kolaborasi pemberian obat anti d. Diharapkan dapat mempercepat
kejang proses penyembuhan dan juga
dengan memantau efek samping
secara dini jika timbul efek
samping

a. Beri Kompres hangat a. Dapat membantu mengurangi demam

b. Semakin banyak minum akan dapat


b. Beri dan anjurkan klien banyak minum menurunkan demam

anjurkan klien istirahat dengan tirah


c. Anjurkan klien menggunakan pakaian tipis c. Pakaina tipis akan memudahkan sirkulasi
dan menyerap keringat dan pembuangan panas tubuh.
d. Ciptakan suasana yang nyaman (atur d. Suhu ruangan harus diubah untuk
ventilasi) mendekati suhu ruangn normal.
e. Suhu tubuh 38,9˚C - 41˚C menunjukkan
e. Awasi suhu tubuh proses penyakit menunjukkan proses penyakit
infeksius akut, pada demam dapat membantu
dalam diagnosis

f. Digunakan untuk mengurangi demam dengan


f. Kolaborasi untuk pemberian antimikroba, aksi sentralnya pada hipotalamus, meskipun
antipiretik, dan pemberian cairan parenteral demam mungkin dapat berguna dalam membatasi
pertumbuhan organisme dan meningkatkan
autodestruksi dari sel –sel yang terinfeksi.