Anda di halaman 1dari 4

ANALISA JURNAL

TREND DAN ISSUE PENANGANAN HEAD INJURY

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3
1. Ika Susilo (S16093)
2. Irfan Sofyan Ali (S16094)
3. Indah Ayuningsih (S16095)
4. Indita Ratih Anggraeni (S16096)
5. Irma Yunyta Susilo (S16097)
6. Khoirul Ulfa (S16098)
7. Laras Dwi Cahyani (S16099)
8. Mahendra Adi Wibowo (S16100)
9. Lisa Ari Rusmilah (S16101)
10. Madila Nurwahyu (S16102)
11. Meigo Anggit (S16103)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
2018
RESUME ANALISA JURNAL

A. Judul jurnal
Related Factors Of Response Time In Handling Head Injury In
Emergency Unit Of Prof.Dr.H.M.Anwar Makkatutu Bantaeng General
Hospital
B. Kata kunci
That relates factors, the response time, handling head injury patients
C. Nama Penulis
Satrial Mudatsir, Moh. Syafar Sangkala, Andina Setyawati
D. Latar Belakang Masalah
Cedera kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang
menjadi penyebab utama tingginya angka kematian pada populasi
manusia di usia produktif di bawah 45 tahun. Cedera kepala dapat
menyebabkan gangguan fisik dan mental yang kompleks, baik yang
bersifat sementara ataupun menetap seperti defisit kognitif, psikis,
intelektual, serta gangguan fungsi fisiologis lainnya. (Iskandar, 2004).
Insiden cedera kepala secara global terus mengalami
peningkatan seiring bertambahnya peningkatan penggunaan
kendaraan bermotor. Insiden cedera kepala di Eropa pada tahun 2010
adalah 500 per 100.000 populasi (Lingsma, 2010) sedangkan menurut
Shiroma (2010), terdapat lebih dari 1,1 juta orang Amerika Serikat
menderita cedera kepala setiap tahunnya.
Peningkatan insiden cedera kepala tidak hanya terjadi di kota-
kota besar tetapi juga terjadi di kabupaten kota. Data yang diperoleh
dari bagian Instalasi Rekam Medik RSUD Prof. Dr.H.M.Anwar
Makkatutu Kabupaten Bantaeng bahwa terjadi peningkatan
jumlah pasien cedera kepala disetiap tahunnya. Tahun 2010 pasien
cedera kepala sekitar 386 pasien dan tahun 2011 tercatat sekitar 437
orang, jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun 2012 sebanyak
612 pasien (Rekam medik, 2013).
E. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan
waktu tanggap penanganan pasien cedera kepala di IRD RSUD.
Prof.Dr.H.M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng.
F. Metode penelitian :
Bentuk penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan metode
observasional: Cross Sectional Study. Peneliti mengobservasi
hubungan antara variabel Independen atau
variabel bebas dengan variable dependen atau variabel tergantung
(Sugiyono, 2012).
Populasi dalam penelitian adalah semua perawat yang bertugas di IRD
RSUD. Prof. Dr.H.M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
sebanyak 34 orang. Purposive sampling digunakan dalam memilih
Sampel sehingga perawat yang memenuhi criteria inklusi adalah 32
orang sesuai kriteria: perawat yang bertugas di IRD RSUD. Prof. Dr.
H.M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan bersedia menjadi
responden, sedangkan criteria eksklusi yaitu perawat yang bertugas di
IRD tapi sedang menjalani cuti, masih berstatus magang dan perawat
yang menjabat sebagai kepala ruangan dan perawat administratif.
G. Hasil penelitian :
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan tingkat
Pendidikan Perawat dengan waktu Indonesian Contemporary Nursing
Journal, 2(1), 1-12 10 tanggap penanganan pasien cedera kepala
dengan nilai p=0,006. Ada hubungan lama kerja perawat dengan
waktu tanggap penanganan pasien cedera kepala dengan nilai
p=0,005. Ada hubungan pelatihan kegawatdaruratan yang diikuti
Perawat dengan waktu tanggap penanganan pasien cedera kepala
dengan nilai p=0,001. Ada hubungan fasilitas IRD dengan waktu
tanggap penanganan pasien cedera kepala dengan nilai p=0,008. Ada
hubungan Tingkat kegawatan pasien dengan waktu tanggap
penanganan pasien cedera kepala dengan nilai p=0,006.
Hasil analisis regresi logistic didapatkan variabel yang paling
berhubungan dengan waktu tanggap adalah fasilitas dengan nilai OR =
6,945 yang artinya fasilitas memiliki hubungan dengan waktu tanggap
6,9 atau 7 kali lebih kuat dibandingkan dengan variabel lain yang
berhubungan dengan waktu tanggap.
H. Kelemahan
- Pada penyusunan penulisan jurnal penulis masih menggunakan
sumber yang belum terbaru.
- Pada penelitian belum menunjukkan dampak dari waktu tanggap
yang diberikan.
I. Kelebihan
Dari hasil penelitian sudah mampu menjelaskan bahwa faktor
fasilitas memang lebih doninan daripada faktor yang lain. Dari segi
bahasa sudah cukup mudah dipahami.