Anda di halaman 1dari 3

BAB PROPOSISI

A. PROPOSISI 1
Poligon serupa dalam lingkaran adalah satu sama lain sebagai kuadrat pada diameter
lingkaran.

PEMBUKTIAN:

1. Biarkan ABC dan FGH menjadi lingkaran, dan biarkan ABCDE dan FGHKL menjadi
poligon yang mirip di dalamnya, dan biarkan BM dan GN menjadi diameter lingkaran
masing-masing.
2. Bujur sangkar pada BM adalah bujur sangkar pada GN, maka poligon ABCDE
adalah poligon FGHKL.
3. Biarkan BE, AM, GL, dan FN bergabung.
4. Karena ABCDE poligon mirip dengan FGHKL poligon, sudut BAE juga sama dengan
sudut GFL, dan BA adalah AE, jadi GF adalah FL [Def. 6.1].
5. BAE dan GFL adalah dua segitiga yang memiliki satu sudut sama dengan satu sudut
yaitu segitiga BAE sama dengan segitiga GFL, dan sisi-sisi di sekitar sudut yang sama
sebanding. Jadi, Segitiga ABE sama dengan segitiga FGL [Prop. 6.6].
6. Sudut AEB sama dengan sudut FLG. AEB sama dengan AMB, dan FLG sama dengan
FNG, karena mereka berdiri di lingkaran yang sama [Prop. 3.27]. Jadi, AMB juga sama
dengan FNG.

1
7. BAM sudut kanan juga sama dengan GFN sudut kanan [Prop. 3.31]. Jadi, sudut yang
tersisa sama dengan sudut yang tersisa [Prop. 1.32]. Dengan demikian, segitiga ABM
adalah sama dengan segitiga FGN.
8. Karena BM sama dengan GN, maka BA sama dengan GF [6.4].
9. Rasio dari bujur sangkar pada BM terhadap bujur sangkar pada GN adalah
kuadrat dari rasio antara BM terhadap GN [Menopang. 6.20].
10. Rasio poligon ABCDE ke poligon FGHKL adalah kuadrat dari rasio BA terhadap GF
[Menopang. 6.20]. Dengan demikian, kuadrat pada BM adalah kuadrat pada GN,
demikian pula poligon ABCDE ke poligon FGHKL.
11. Oleh karena itu, poligon yang mirip dalam lingkaran satu sama lain sebagai kuadrat
pada diameter masing-masing lingkaran.

⸫ Terbukti

2
3