Anda di halaman 1dari 19

Deskripsi proyek HANA PERMATA LUTFIA

Perancangan Dog’s Rehabilitation and Adoption Center DI 40 02B– 16013164242


Menurut Pendataan Pemilik Anjing melalui aplikasi E-DOGS komunitas pecinta anjing, Jakarta Dog Lovers, status penyebaran anjing se-Jabodetabek pada tangal 5 oktober 2016 adalah
seperti gambar di bawah :

Terjadi peningkatan kepemilikan anjing dari tahun ke tahun , akan tetapi banyak dari pemilik anjing tidak bisa memfasilitasi dan mengurus anjing miliknya. Maka dari itu banyak anjing
yang berkeliaran dijalan ataupun pemilik sengaja menitipkan anjingnya di tempat penangkaran anjing terdekat, penyebaran anjing liar ini dapat menyebabkan masalah seperti salah satunya
adalah penyebaran penyakit rabies dan perilaku agresif kepada manusia dan binatang lainnya.
Saat ini di bogor terdapat salah satu tempat penginapan anjing sementara yaitu Rumah Terraria yg terletak di Jalan Platina II No. 7, RT. 03 / 07, Gunung Sindur, Curug, Kec. Gn. Sindur,
Bogor yang memudahkan pemilik anjing untuk menitipkan anjingnya karena tidak bisa mengurus anjingnya karena masalah pekerjaan atau masalah lainnya. Berdekatan dengan Rumah
Terraria terdapat Rumah singgah House of Stray (HOS) rumah singgah sosial yang fokus pada perlindungan hewan anjing dan perawatan, akan tetapi karena lokasi yang tidak terlalu besar,
HOS tidak bisa menampung lebih daripada ±100 anjing anjing liar

Asosiasi anjing di Indonesia


1. AKSI
Asosiasi Kennel Seluruh Indonesia (Indonesian Kennel
Association) atau yang lebih dikenal dengan nama AKSI
merupakan member dari The Kennel Club Union of Asia 3. Jakarta Dog Lovers
(KCUA)

2. Perkumpulan Anjing Kerja Gabungan Indonesia (PAKGI)

PAKGI didirikan pada tanggal 18 Agustus 2005. Tujuan Utama


dari PAKGI adalah sebagai sarana untuk suatu tujuan ( moment Awalnya adalah sebuah group dog lovers kecil yang dibentuk oleh Sandy
opname ) terhadap hasil pemeliharaan, pelatihan dan Halin Perdana & Steffhen H Markus pada tahun 2014. Didirikan dengan nama
peningkatan kualitas anjing karya guna di Indonesia. Jakarta Dog Lovers yang disingkat menjadi JAKDOVERS dan kemudia
diubah menjadi JOKERS.
Apa itu Shelter ?
Menurut collins dictionary jika suatu tempat menyediakan shelter/tempat bernaung, berarti tempat itu menyediakan tempat untuk tinggal dan hidup, terutama jika yang bernaung
membutuhkan perlindungan dari cuaca dan bahaya.
Shelter terbagi menjadi dua jenis ;
1. "KILL" SHELTERS
“KILL” Shelter adalah shelter dimana binatang akan diberikan beberapa waktu (biasnya adalah beberapa hari atau minggu) untuk di adopsi. Yang jika pada waktu yang sudah di
tentukan, binatang tersebut tidak juga di adopsi kecuali shelter memiliki ruang kosong untuk menampung maka binatang tersebut akan di suntik mati, apapun alasannya. Anjing
atau kucing yang terperilaku agresif atau memiliki penyakit yang tidak bisa di sembuhkan binatang tersebut juga akan di suntik mati. Kill Shelter bukanlah memiliki tujuan yang
tidak baik atas apa yang mereka lakukan, hal ini dianggap lebih baik untuk kelangsungan hidup binatang tersebut ,berbanding jika biantang tersebut harus hidup dengan pemilik
yang tidak bertanggung jawab.
2. "NO KILL" SHELTERS
“ No Kill” Shelter memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menampung binatang binatang yang terlantar. Hewan tidak di perbolehkan untuk di suntik mati, akan tetapi jika mereka
memiliki sejarah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan atau agresif maka suntik mati adalah salah satu solusi. “No Kill” Shelter hampir selalu overload dengan hewan yang
berada di tempat penampungannya. Dan binatang diberikan waktu beberapa tahun untuk menetap pada Shelter ini

Persyaratan Teknis Shelter Binatang


Menurut jurnal “ Guidelines for Standards of Care in Animal Shelters “ The Association Of shelter Veterinarians. 2010. Shelter harus menyediakan lingkungan yang kondusif dalam
mempertahankan kesehatan binatang didalamnya, termasuk pada fasilitas didalamnya yang harus di sesuaikan kepada spesies binatang yang menempati, semua binatang harus menerima
perawatan , dan harus memperikaran berapa lama hewan tersebut akan menempati tempat tersebut untuk memastikan baik kesehatan fisik dan psikologi. Desain sebuah Shelter harus
memfasilitasi secara lengkap sesuai dengan kondisi kesehatan, umur, jenis kelamin, spesies, tempramen, dan status predator-prey bintang yang menempatinya. Termasuk juga harus
menyediakan ruang yang cukup untuk melakukan hal sebagai berikut :
1. Mendata banyaknya binatang yang masuk (kantor)
2. Pemeriksaan (klinik)
3. Mendata berapa lama hewan tersebut akan berada di shelter (kantor)
4. Adoption
5. Isolasi (Sakit/temperament)
6. Treatment
7. Penyimpanan makanan
8. Laundry
9. Dan ketika dibutuhkan, sterilisasi

Pintu masuk dan pintu keluar , lorong, dan ruangan harus di atur sedemikian rupa agar area sirkulasi pada tempat shelter ( ‘foot traffic’) dan pembersihan, sebagaimana yang dijelaskan
dalam bagian sanitasi, harus searah dengan area ruangan yang di perkirakan memiliki hewan yang sakit atau hewan yang sehat akan tetapi hewan tersebut bisa menjadi hewan penyebab
penyakit itu menular. Salah satu guideline merekomendasikan setidaknya 10% daripada fasilitas shelter memiliki ruang isolasi untuk binatang yang di diagnosa sakit ataupun dicurigai
memiliki penyakit yang menular (New Zealand 1993).
1. Primary enclosure (kandang)

Didefinisikan sebagai dimana kandang, atau kennel, dimana hewan makan, tidur, dan menghabiskan kebanyakan waktunya di Shelter . Sebuah kandang harus memiliki struktur
yang baik dan di monitor secara berkelanjutan demi menjaga keamaan hewan, area kandang pula harus bisa mencegah hewan dari hal hal yang membuatnya terluka, menghindari
adanya hewan liar masuk, dan juga menjaga agar hewan yang menempatinya tetap kering dan bersih.

Tidak boleh ada sisi yang tajam pada kandang, celah yang dapat melukai ataupun menjebak bagian tubuh hewan. Kunci pada pintu harus ada demi menjaga keamanan. Lantai
kandang tidak boleh bercelah ataupun memakai bentuk jala dari besi. Kandang harus dibersihkan dan diberikan disinfektam, hal ini berlaku bahkan untuk kandang anjing pada
rumahan pribadi, sanitasi adalah hal yang penting. Sampai dengan prakira penyakit hilang. Bagi hewan yang baru datang ke shelter diwajbkan untuk dipisahkan daripada hewan
hewan lainnya di dalam ruang tersendiri sampai dengan hewan tersebut dinyatakan bersih dari penyakit menular.

Kandang tempat hewan tinggal harus menyediakan ruang yang cukup untuk hewan didalamnya , apapun jenisnya bergerak bebas dan memposisikan tubuh mereka senyaman
mungkin, terutama ketika sedang makan, minum, buang air kecil , maupun buang air besar ( AAEP 2004; CFA 2009; Hansem 2000; King County 2009; Kulpa-Eddy 2005; New
Zealand 1993), dengan penambahan bahwa anjing dan kucing harus bisa menyetuh ekornya dalam keadaan berdiri. Binatang dalam kandang harus bisa melihat keadaan di luar
kandang, akan tetapi sebuah kandang harus bisa menghalau hewan didalamnya melakukan kontak mata dengan hewan di kandang lain (Carlstead 1993; Overall 1997; Wells 1998)

Sketsa Double Compartment kennel by Shelter


Medicine program University of Wisconsin Madison
Minimum dimensi sebuah kandang baik untuk anjing dan kucing (CFA 2009; Griffin 2006; New Zealand 1993) yang berada di dalam sebuah Shelter berbeda baik untuk anjing
dikarenakan perbedaan ukuran badan, rekomendasi spesifik untuk ukuran minimum kennel tidak tertera pada dokumen ini akan tetapi ukutan setiap kandang harus memadai untuk
memenuhi paramenter kebutuhan fisik dan psikologis atas apa yang sudah dijelaskan di atas. Terdapat peraturan trigular meter berjarak 2 feet (60.96 cm) antara litterbox , area
mereka tidur , dan area mereka makan.

Litter 2 feet Resting

Food

Pemisahan antara tempat mereka makan , buang air kecil, dan buang air besar, juga area tidur mereka harus dimaksimalkan untuk menjaga kualitas hidup hewan didalamnya.
Hal ini bisa di capai dengan cara pemakaian double-size atau area kandang yang dibagi menjadi beberapa area. ( biasanya area makan minum dan tidur berdekatan dengan
pintu, sedangkan area mereka buang air besar dan buang air kecil berada di belakang area kandang.)
Beberapa hal lain yang bisa di perhatikan adalah dimana anjing memiliki preferensi untuk beristirahat pada area yang lebih tinggi dari lantai. Hal ini mengharuskan kandang
memiliki area yang di tinggikan, akan tetapi hal ini harus di perhatikan agar tidak mengganggu pergerakan hewan didalam kandang tempatnya tinggal. Tempat beristirahat
yang empuk dan nyaman juga harus disediakan, hal ini mencegah terjadinya nyeri pada otot otot binatang karena posisi tidur pada lantai yang keras memberikan tekanan pada
badan ( Crouse 1995; New Zealand 1998)
Sementara untuk kandang kandang kecil tidak seharusnya di tumpuk diatas satu sama lain, hal ini bisa meningkatkan level stress hewan didalamnya dan ketidaknyamanan, alur
penghawaan yang terhalang, dan juga bisa menyebabkan benda diatasnya jatuh dan menimpa kandang dibawahnya

2. Surface dan Drainase .

Permukaan tempat kandang haruslah yang tidak mudah berkarat dan bisa dengan mudah dibersihkan dengan disinfektan dan juga harus tahan untuk dibersihkan berkali kali.
Hal ini adalah prinsip penting yang dipakai baik pada Shelter maupun kebutuhan kandang pribadi. Permukaan yang tertutup rapat dan tidak tembus cahaya, seperti beton
maupun epoksi merupakan material lantai yang ideal ( New Zealand 1993). Penggunaan karpet pada area kandang hewan sangat tidak disarankan, karena akan susah dibersihkan
dan diberikan disinfektan.

Fasilitas khusus seperti soft bedding atau matras anti slip adalah kebutuhan khusus untuk binatang dengan penyakit arthritis, atau muscle weakness ataupun penyakit lainnya
yang menyebabkan binatang secara fisik kesulitan untuk bergerak ataupun bangun dari lantai yang terlalu licin. Lantai dengan air menggenang harus di bersihkan dengan cara
mendorong air pada drainase. Maka dari itu setiap kandang harus memiliki drainase yang memadai dan berfungsi dengan baik ( New Zealand 1993). Drainase juga harus
dibersihkan dan diberikan disinfektan guna menjaga kesehatan hewan hewan. Dan drainse juga harus diberikan penutup yang di desain untuk mencegah kuku hewan yang
menginjaknya tidak tersangkut.
3. Heating , Ventilasi, and Air quality.

Temperature dan kelembapan udara bervariasi pada setiap spesies yang menempati kandang, tetapi penting adanya bahwa setiap kandang memfasilitasi hewan didalamya agar
bisa bernafas dan menjaga temperature tubuh mereka dengan baik (AVMA 2008a; New Zealand 1993).

Untuk anjing dan kucing, AVMA merekomendasikan ambien temperature harus diatus diatas 60’F (15.5’C), dan dibawah 80’F (26.6’C), dan untuk kelembapan harus berada
pada rata rata 30 s/d 70% (AVMA 2008a). dikarenakan perbedaan pada jenis, kondisi badan, kesehatan, ketebalan bulu pada badan hewan tersebut, dan perbedaan umur, setiap
binatang harus di monitoring secara rutin dalam memastikan kenyamanan mereka dan bagaimana mereka beradaptasi dengan keadaan sekitar dalam menjaga temperature
badan mereka.

Udara segar adalah hal yang penting dalam menjaga kesehatan dan kesejaterahan hewan juga dalam membatasi persebaran penyakit yang berbahaya ( CFA 2009). Penempatan
bukaan ventilasi untuk penghawaan yang baik akan bisa mengilangkan panas, kepengapan pada ruangan, bau, juga bakteri bakteri yang ada pada udara, juga polusi seperti
ammonia dan karbon monoksida. Semua ventilasi haruslah terawatt dan juga di monitor dengan baik demi menjaga kualitas udara yang baik untuk para hewan. Pergantian
udara segar berada diantara 10 dan 20 ruangan dengan pergantian udara perjamnya direkomendasikan berdasarkan standart ventilasi yang baik dalam fasilitas untuk hewan.
( European Council 1986; Johnson 2004; ILAR 1996).

Kebutuhan banyak tidaknya ventilasi bergantung kepada jumlah kepadatan penduduk dan polusi yang berada di udara. Beberapa fasilitas membutuhkan tingkat ventilasi yang
tinggi ketika fasilitasnya penuh berbanding jika fasilitasnya sedang kosong, sebagaimana hewan itu sendiri merupakan sumber penghasil panas, kelembapan dan tingkat polusi
ammonia. Tingkat kebutuhan ventilasi haruslah diatur sedemikian rupa berdasarkan musimnya bukan berdasarkan thermostat. Karena system hanya bisa mengalirkan udara
jika diperkirakan temperature dan kelembapan perlu di perhatikan, akan tetapi tidak menyediakan penghawaan yang baik sepanjang tahunnya.

Dikarenakan penyakit saluran pernapasan K9 dengan mudah bisa tertular lewat udara, area isolasi untuk anjing harus memiliki sirkulasi udara yang berbeda daripada sikulasi
udara yang berada pada fasilitas Shelter. (Appel 1972).

Kualitas penghawaan yang baik membutuhkan sanitasi dan pembersihan yang baik dalam resiko mengurangi sumber daripada penyebaran bakteri pada partikel udara yang
masuk dan gas yang menular seperti ammonia, karbon monoksida dan hydrogen sulfide ( FASS Guide 1999). Yang bahwa pada maksimum pemaparan ammonia akan
berdampak pada kesehatan manusia ataupun mempengaruhi system reproduksi, hal ini tidak seharusnya menjadi tolak ukur daripada proses sanitasi yang baik.

4. Pencahayaan.

Fasilitas/ Shelter harus memiliki desain yang menawarkan pencahayaan alami lebih banyak daripada pencahayaan buatan. Ketika pencahayaan buatan digunakan, pencahayaan
tersebut harus bisa mereplikasi seberapa besar pencahayaan alami dalam durasi dan intensitas (CFA 2009; Griffin 2006; New Zealand 1993; Patronek 2001). Kandang juga
harus memiliki space yang cukup agar cahaya bisa memantul pada ceiling dan lantai. Intensitas gelap pada ruangan kandang juga sama pentingnya dengan intensitas cahaya.
Cahaya dan gelap yang berada dalam kandang haruslah ada untuk mendukung ritme alami ketika bagun dari tidur dan tidur itu sendiri.
5. Kontrol Suara.

Akustik yang di sesuaikan dengan lingkungan sekitar sangat berpengaruh dalam menaikkan presentasi kesehatan dan kesejaterahan. Suara suara menggangu yang terdapat di
sekitar area kandang hewan harus diminimalisirkan. Pendengaran anjing dan kucing lebih sensitive daripada manusia jadi jika di asumsikan maka level suara tersebut akan
sangat menggangu dan akan membuat baik manusia dan hewan sangat tidak nyaman. Banyak hal yang dapat menyebabkan level suara naik, diantaranya adalah:
1. Ventilasi udara yang dipaksakan
2. Gonggongan antar anjing
3. Material bangunan yang tidak mudah berkarat (melambungkan suara)
4. Material besi pada pintu kennel.
5. Dan material besi pada tempat makan.
Suara yang berlebih ini dapat mengakibatkan perubahan perilaku dan psikologis dari hewan yang merespondnya.(Spreng 2000).
Dengan naiknya stress akibat kenaikan level suara yang bising, diketahui bahwa music bisa berguna dalam mengurangi stress dalam berbagai hal (Line 1990; Wells 2002).
Dengan sedikit data yang diketahui bahwa direkomendasikan untuk penggunaannya pada Shelter. music ataupun bentuk lain daripada daripada suara ini harus dipilih secara
hati hati jika ingin di implementasikan , apalagi jika hewan tidak bisa menghindar dari sumber suara. Walupun diketahui penggunaan music dapat mengurangi stress pada
binatang, akan tetapi tetap peletakan radio ataupun sound system secara langsung pada kandang sangat tidak dianjurkan dan volume dari music itu sendiri harus tidak melebihi
level suara ketika kita sedang berbicara. Dalam satu studi, diketahui bahwa music heavy metal diketahui dapat meningkatkan level gonggongan dan berisik sementara music
klasik dapat memberikan efek tenang (Wells 2002).
6. Drop Boxes.

Walaupun kebanyakan dari shelter menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh jam opersional yang terbatas untuk akses public.penggunakan Drop Boxes dimana hewan hidup
ditempatkan di area public dalam pemikiran bahwa ini akan menarik perhatian dengan pemikiran hewan akan ditampung kemudian hari, dimana hal ini dapat menyebabkan
hewan akan menderita bahkan dapat menyebabkan kematian yang seharusnya di hindari.
What Shelter Need In general
Tabel dibawah adalah beberapa dari kebutuhan general dari apa yang dibutuhkan sebuah Shelter berdasarkar Shelter Wishlist dari Northeast Animal Shelter, PEDIGREE Foundation, dan
The SPCA of Texas.

kebutuhan food Canned Dog and Cat food (Blue Buffalo, Wellness, Merrick, 9-Lives, Friskies, Fancy Feast, or other premium Pet wheelchairs
animal and grain-free preferred) Halo harnesses
shelter Dry puppy, dog, kitten, & cat food (Blue Buffalo or other high quality and grain-free *first 3 ingredients no corn Pet stairs
(general) or by-products preferred) Help Me Up Harness
Jars of all-meat baby food (beef or chicken) (for our orphaned babies) Drag Bag
Baby Rice powdered cereal mainan Chew toys (Nylabone or Benebone)
Microwavable White Rice Food puzzles
Canned Chicken (for picky eaters) Squeaky Toys
Peanut Butter (for Training) KONG toys
Canned Pumpkin (for Kong Treats and Special Diets) Nylabones
Treats (soft training treats or crunchy milk bone type) Unstuffies
pembersihan Clorox bleach Jolly Balls
13 Gallon/55 Gallon Trash Bags Lickimats
Laundry detergent Flip Boards
Mop Heads and Nylon Brooms Treat Balls
Ziplock Bags Quart Sizes Kong Extreme
Paper Towels Shuffle Bone Puzzle
Wysiwash System and caplets Toppl Treat Dispensers
Dish Sponges Tornado Treat Puzzle
Dishwasher Tabs Milk bones sm/med/lg
Paw Safe Ice Melt Peanut butter
Cloth Towels Durable dog toys
perilaku Weiss Walkies Training Leashes Cat plastic toys
Nylon leashes (6 ft length; all widths) Treats for training and administering medicine like squeezable cheese, large pig ear tre
H-Harnesses for Dogs Compressed rawhide bones
Easy walk harnesses kandang Pet beds
Thundershirts (all sizes) Stainless steel food and water bowls
Cool vest Blankets and Sheets
Pet Corrector Orthopedic beds ( for limb incapable dogs)
pengobatan Heartworm Preventive grooming Cotton balls
Advantix Flea/Tick Preventive Clippers (Oster A5 two-speed)
6" Cotton Tip Applicators Clipper blades (size 10 & 40)
Round Cotton Pads Livestock grooming items
Isopropyl or Rubbing Alcohol Dry dog shampoo
Nitrile, Latex and powder free gloves - S, M, L, XL sizes Dog shampoo
Disposable smocks, lab coats, gowns Furminator
Orthopedic beds Baby wipes (or pet wipes)
Law Of Animal
Menurut 2019 Minnesota statues : Chapter 346. Animal.
346.56 UNAUTHORIZED RELEASE OF ANIMALS.
Subdivision 1.
[Repealed, 1989 c 55 s 3]
Subd. 2.Liability for damages.
Seseorang yang tanpa perizinan melepaskan hewan dalam tujuan sains, penelitian, perdagangan, ataupun untuk pendidikan bertanggung jawab atas:

(1) pemilik binatang yang menyebabkan kerusakan, harus mengganti biaya pengembalian (3) jika binatang eksperimen yang dilepaskan gagal dan terganggu, semua biaya dalam
binatang ke tempatnya berasa (kandang) dan juga memperhatikan kondisi kesehatannya pengulangan eskperimen, termasuk penggantian dari binatang eksperimen tersebut ,
ketika di lepaskan. pekerjaan ,dan materi eksperimen, dan,
(2) untuk kerusakan yang terjadi secara personal dan ataupun karena binatang yang di (4) untuk semua kerusakan yang terjadi pada property dalam fasilitas akibat orang tersebut
lepaskan. ketika melepaskan binatang tersebut.

Subd. 3.Amount of damages.


Jika seseorang yang menyebabkan kerusakan itu ada dalam subdivisi 2, clause (2) , clause (3) atau clause (4), bertanggung jawab dalam penggantian biaya minimum sebesar $5,000 atau
jika terjadi kerusakan tiga kali lipat daripada kerusakan yang ada maka orang tersebut akan berada dalam hokum subdivisi 2, clause (3) atau (4) , dimana kerusakan lebih besar, hukuman
dan biaya akan di diputuskan lebih lanjut oleh pihak otoriter.

Subd. 4.Third-party liability; presumption.


Jika seseorang atau organisasi yang merencanakan atau mendampingi keputusan pelepasan , tanpa perizinan kepada bintang dalam kebutuhan sains, penelitian, perdagangn, ataupun
pendidikan ataupun kepada siapapun membantu, memberi saran, menyewa, konsultasi, ataupun siapapun yang meyakinkan atas kegiatan tersebut juga akan ikut bertanggung jawab dalam
kerusakan dalam subdivisi 3. Akan ada anggapan bahawa orang atau organisasi tersebut akan bertanggung jawab atas aki dalam subdivisi ini.
Dog run cleaning protocol.
Menurut Appendix V-7 “CLEANING PROTOCOLS FOR PUBLIC ANIMAL SHELTERS” CityGate Associates, LLC , UNITED STATE
Pembersihan dan disinfeksi bukanlah masalah sepele pada suatu shelter. pembersihan yang cermat dan efetkif yang dilakukan oleh pegawai terlatih
merupakan hal yang sangat menguntungkan. Walaupun tujuan utama daripada pembersihan area kandang hewan adalah untuk mencegah terjadiya
penularan penyakit , tetapi juga menarik perhatian adopter untuk mengadopsi dan mensupport shelter yang terlihat bersih dan terawat.

What needs to be cleaned?


Ketika kita berfikir tentang protocol pembersihan, sering kali kita hanya terfokus kepada pembersihan kandang hewan saja. Akan tetapi, banyak bakteri
juga yang menyebar dari manusia. Dan juga bakteri bisa menyebar lewat tangan ke tangan, kenop pintu, pakaian, barang bawaan, meja periksa dari
klinik, alat alat periksa klinik, kendaraan , dll. Diatas semua penyebab penyebaran bakteri diatas dibutuhkan protocol pembersihan dan produk yang
berbeda; list dibawah ini adalah beberapa area dan benda yang harus diperhatikan kebersihannya:
• Office areas (walau bukan prioritas akan tetapi staff tetap akan membawa bakteri dari • Tempat cuci tangan.
luar ruangan kandang kedalam kantor).
• Pakaian staff (pakaian pelindung harus dipakai jika sedang melakukan pembersihan
• Main lobbies and hallways. kandang ataupun sedang menangani hewan yang sakit).
• Kandang anjing, including area mereka beraktifitas, dinding, pintu, pintu masuk, etc. • Tempat tidur/alas tidur.
• Area karantina. • Tempat makan.
• Area isolasi. • mainan.
• Klinik/area operasi, termasuk kepada alat alat kesehatan. • Alat untuk pembersihan .
• Area indoor seperti grooming, area pelatihan, area visit, etc. • ventilasi and duckting untuk sirkulasi udara, exp. exhaust.
• Lapangan tempat berlatih atau area outdoor. • Area penyimpanan (terutama penyimpanan makanan)
• Kendaraan transportasi hewan. • Seluruh bangunan, terutama kenop pintu,ponsel,keyboard, apapun benda atau alat yang
sering kita sentuh.
• Carrier atau kandang untuk tempat hewan dipindahkan/ ketika sedang dibawa pergi.

How to clean
1. Pindahkan anjing pada satu sisi kandang. 4. Angkat kotoran menggunakan sekop khusus. Lalu buang kotoran pada bak sampah
khusus kotoran yang tersedia pada setiap kennel.
2. Isi alat penyemprot dengan solution disinfektan..
5. Semportkan kandang menggunakan disinfektan termasuk pada dinding, pintu. Setiap
3. Ambil tempat makan dan minum lalu tumpuk pada bak kereta tempat piring makan
permukaan harus disemprot secara menyeluruh oleh disinfektan.
dan minum kotor. Kumpulkan juga selimut yang sudah terpakai, mainan dan
temparkan pada kereta barang barang kotor. 6. Menggunakan sikat , gosok setiap permukaan dengan korotan dan debu yang tebal.
Pastikan sikat yang dipakai telabeli hanya untuk satu kandang, (berbeda ward
berbeda alat pembersih)
7. Semportkan dan bersihkan juga area luar (tempat foot traffic) ward menggunakan 13.Isi ember yang tadi digunakan untuk memindahkan kotor anjing dengan cairan
disinfektan. bleach.
8. bersihkan juga sekop yang digunakan untuk membuang kotoran anjing dengan 14.Biarkan area kandang dan ward kering sebelum memindahkan anjing kembali
disinfektan. kedalam kandang.
9. Setelah pembersihan setiap ward sudah dibersihkan dengan disinfektan dan 15.Ganti tempat makan dan minum anjing dengan yang baru. Lalu isi dengan makanan
digosok ,bilas semua area menggunakan air bersih. dan air .
10.Setelah membilas ruangan dengan air, pastikan tidak air tergenang dengan 16.Semprotkan dan bersihkan juga kenop pintu dengan menggunakan cairan disinfektan
mendorong air yang menggenang dengan serokan ke lubang pembuangan air yang dan bleach lalu lap hingga kering menggunakan kain bersih.
tersedia di setiap kandang dan satu yang terpusat pada area luar ward.
17.Bawa selimut kotor ke tempat laundry dan tempat makan minum yang kotor ke dapur.
11.Kemudian ganti isi semprotan dengan bleach.
18.Setelah selesai dengan pembersihan kandang, pastika untuk membersihkan pakaian
12.Semprotkan cairan bleach kepada setiap kandang, termasuk dinding, pintu, area luar pelindung dan sepatu yang dipakai untuk membersihkan kandang.
kandang.

Note: Pakaian pelindung dan sepatu yang dipakai di area isolasi berbeda dengan pakaian yang dipakai di kandang biasa. **

What cleaning products should be used?


• Sabun/detergent: Salah satu pembersih yang digunakan untuk memberihkan kotoran seperti tanah dan minyak. Tidak bisa digunakan untuk membunuh bakteri.
• Disinfectant: Salah satu pembersih yang bisa membunuh bakteri. Akan tetapi tidak bisa membersihkan daripada kotoran tanah dan minyak yang menempel pada permukaan.
Jenis disinfectants :
1. Quaternary ammonium compounds, i.e. Roccal, Parvo-sol, Triple-two, Kennel-sol
2. Bleach (Sodium hypochlorite)
3. Potassium peroxymonosulfate (Marketed as Virkon or Trifectant.)
4. Alcohol (usually in hand sanitizer)
5. Chlorhexidine (Nolvasan)
• Degreaser: Salah satu bahan pembersih yang ampuh dalam membersihkan minyak dan kotoran yang sudah mongering pada permukaan juga debu debuan.
Kennel Ventilation - Supply and Exhaust
Menurut Glenn Adams Engineering Manager of a local manufacturing facility and co- 5. Posisi sirkulasi udara dan exhaust: posisikan ventilasi udara diatas jalur utama
owns Sun Hill Pet Supplies,pensnyslavia Pemasangan ventilasi yang baik dapat (foot traffic) dan exhaust pada dinding belakang kandang.
mengurangi dan meminimalisir bau tidak sedap, dan mengurangi penumpukan bakteri. Hal
6. Tipe dan desain exhaust fan: pemakaian blower dengan kincir centrifugal sebagai
ini membantu hewan yang tinggal didalamnya lebih nyaman dan mempercepat lantai
penggerak sirkulasi udara. Kipas dan
menjadi lebih kering sehabis dibersihkan.
blower yang dipakai memiliki kepingan
Design basics: kipas yang sama agar tidak terjadi tekanan
static akibat titik peletakan blower dan
1. Pergantian udara: pergantian udara dalam ruangan terjadi setiap empat s/d enam
kipas.
kali perjam. Perhitungannya adalah volume ruangan dalam satuan kubik feet, kalikan
hasilnya dengan empat/lima/enam, lalu bagi dengan enam puluh untuk menentukan 7. Ukuran dari blower: menciptakan factor
volume udara dalam CFM. (cubic feet per minute). keselamatan dengan cara mengalikan
CFM yang dikalkulasikan dalam step
2. Peletakan exhaust: kebanyakan dari bau bauan
pertama dengan 1.5 untuk memastikan
didalam kennel dihasilkan oleh hewan
bahwa kamu memiliki pergerakan
didalamnya. Maka dari itu tempatkan exhaust
sirkulasi udara yang baik. Dengan
lebih rendah daripada 30 inch (76,2 cm)untuk
memilih memakai exhaust blower dengan
memastikan bau yang ada terhisap keluar. Akan
banyak CFM dengan titik statik ½’ besar.
tetapi jangan menempatkan exhaust kurang dari
Hal ini biasanya dikarenakan oleh system
12 inch (30,48 cm) dari lantai untuk mencegah
ducting.
air yang digunakan untuk membersihkan
kandang masuk ke dalam system ventilasi 8. Ukuran ducting: Kecepatan udara yang
tinggi dalam sistem akan memastikan aliran udara yang baik sehingga ukuran saluran
3. Berapa banyak peletakan exhaust fan:
untuk sekitar 2000 fpm (kaki per menit) kecepatan udara. Pendekatan termudah
penempatan exhaust pada beberapa titik dalam ruangan dapat dilakukan untuk
untuk menentukan ukuran adalah untuk menentukan ukuran saluran yang dibutuhkan
memastikan sirkulasi udara lancar.
untuk menangani aliran udara total, kemudian, pasang ukuran itu sebagai saluran
4. Sirkulasi udara: pemasangan ventilasi udara haruslah berada di titik tertinggi utama, di seluruh gedung. Tentukan jumlah tetesan yang Anda inginkan dan bagi
ruangna. Hal ini akan memudahkan udara untuk masuk kedalam exhaust dan area saluran primer dengan jumlah tetesan. Setiap tetes kemudian diukur ke area itu.
membuang bau bauan. Perlu di ingat bahwa ventilasi udara haruslah memiliki filter, Gunakan rumus ini untuk menentukan ukuran saluran primer: (cfm / 1500fpm) x 144
terkontrol udara panas dan dinginnya , dan tidak bisa udara luar yang belum tersaring = luas saluran dalam inci persegi
masuk ke dalam.
Studi Banding
(Dalam negri)
1. Rumah Terraria.
Alamat : Jalan Platina II No. 7, RT. 03 / 07, Gunung Sindur, Curug, Kec. Gn. Sindur, Bogor, Jawa Barat ,16340. Tempat ini merupakan Hotel untuk anjing yang terdiri dari beberapa
bangunan (yang bisa di masuki dan di survey) yaitu:
 empat Kennel ( rumah kandang besar anjing).
 area kolam renang yang berada diantara kennel 1 dan 2.
 Ruang isolasi untung anjing sakit atau anjing yang sedang hamil yang terletak di dekat area grooming dekat dengan parkiran(karena jika terjadi sesuatu yang megharuskan
anjing dibawa ke klinik mudah membawanya dari kennel ke mobil ambulance)
 Grooming area untuk mandi dan manicure pedicure yang berseberangan dengan kennel 4 dan area isolasi
 mess untuk tempat tinggal para staff yang berada tidak jauh daripada area masuk Rumah Terrraria.
 dapur umum yang berada di antara area kennel untuk anjing kecil dan kantor.
 Dan kantor utama yang berletak diantar area grooming dan dapur umum.

K J *keterangan:
A B C
L
A. Area kantor
B. Grooming area
C. Isolation room
E D D. Kennel 4
E. Kennel 3
F. Kennel 2
G. Area kolam
renang
H. Kenel 1
N I. Mess
J. Dapur umum
F M K. Area kennel
anjing kecil
L. Kennel 5
M. Area parkir
N. Taman bermain
O. Pintu masuk

G H I O
Kekurangan pada Rumah Terraria ini adalah banyaknya gangguan noise/suara anjing mengonggong yang bahkan terdengar sampai dengan area tertutup kantor. Walau begitu suara anjing
mengonggong tidak terlalu terdengar dengan jelas sampai dengan keluar area (diluar area Rumah Terraria) yang berarti tidak ada gangguan suara bising yang akan mengganggu tetangga
sekitar.
Kekurangan lainnya adalah penataan pada area kennel anjing kecil yang kurang pencahayaan alami dan kurangnya jalur penghawaan alami karena kurangnya jendela hal ini juga disebabkan
karena area anjing kecil terletak pada area Rumah Terraria bagian pojok hingga arah matahari siang juga kurang menerangi kennel bahkan ketika pada siang hari dan udara didalam kennel
lembab juga panas.
Penghawaan pada Rumah Terraria ini cukup sejuk walau di siang hari dikarenakan area lingkungan yang berada cukup dekat di bawah kaki gunung sindur dan banyaknya pepohonan juga
jauh dari area jalan raya. faktor lingkungan seperti ini sangat mempengaruhi kesehatan anjing, menurut studi yang dilansir Journal of Veterinary Internal Medicine, kucing dan anjing miliki
kepekaan yang tinggi terhadap paparan udara asing.
"Kucing dan anjing dapat mengalami kejang-kejang ketika mereka terus-menerus menghirup racun yang dikeluarkan oleh kendaraan," kata Chung Hui Lin, penulis studi dari Ministry of
Science and Technology, Taiwan.
2. Pejaten Shelter
Alamat : Jalan Pejaten Barat No. 45T, RT.2/RW.8, Pejaten Bar., Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540. Tempat ini adalah rumah tinggal yang dialih
fungsikan sebagai shelter anjing/ tempat penangkaran anjing yang ditelantarkan.
Pada shelter ini banyak sekali pemasalahan:
A. mulai dari kondisi kandang tempat anjing tinggal sudah tidak layak dipakai.
B. area tempat mereka bermain tidak besih dan banyak sampah sampah yang menyebabkan bau tidak sedap (dikarenakan juga pup dan pipis anjing)
C. mereka makan dari tempat yang tidak di sediakan secara khusus untuk makan (hanya sebatas tatakan nampan untuk tempat makan mereka)
D. dan banyaknya anjing anjing yang sakit dan tidak di taruh terpisah dari anjing sehat lainnya yang dapat menyebabkan anjing yang sehat juga dapat tertular penyakit.
E. Tikus sering terlihat, hal ini akan menyebabkan pemasalahan sanitari kandang anjing, anjing anjing sehat dapat terjangkit penyakit paravo.
F. Dan banyaknya jumlah anjing tidak sebanding dengan jumlah kandang dan kapasitas shelter yang menampung.

Area pejaten shelter ini terbagi menjadi dua, rumah utama dan rumah anjing. Untuk area rumah utama adalah rumah si pemilik shelter , dirumah utama ini juga terkadang anjing yang sakit
dipisah dan di taruh ke salah satu kamar di rumah utama. Sementara di rumah anjing atau yang disebut area kandang anjing berada di pelataran belakang rumah utam
Pada area rumah anjing/kandang anjing tidak memakai penghawaan buatan dikarenakan area kandang berada di luar. Dan udara yang dirasa cukup panas pada waktu siang hari (hal ini di
sebabkan karena area pejaten shelter ini dekat dengan jalan raya).
Sementara untuk kandang kandang anjing, penempatannya adalah beberapa dari kandang anjing ditumpuk keatas (kebanyakan anjing di shelter ini adalah anjing anjing berukuran sedang
s/d kecil) . Hal ini dikarenakan kurangnya area untuk penempatan kandang secara linear.
Perbandingan Preseden
(Dalam Negri)
Rumah Terraria x Pejaten Shelter

Rumah Terraria Pejaten shelter Rumah Terraria Pejaten shelter Rumah Terraria Pejaten shelter

penataan kandang penataan kandang tidak ada exhaust tidak ada exhaust tidak memiliki ruang tidak memiliki ruang
yang baik (tidak ada yang tidak baik yang menyebabkan yang menyebabkan penyimpanan alat spesifik untuk
kandang bertumpuk) (kandang bertumpuk) area kandang pengap area kandang pengap kebersihan sendiri menaruh alat
tiap kennel kebersihan

kandang anjing tidak memisahkan tidak ada alat


kandang anjing tidak memiliki klinik tidak memiliki
dibersihkan 3x sehari alat kebersihan untuk kebersihan untuk
hanya dibersihkan di area komplek klinikdi area
untuk menjaga anjing yang anjing yang
sehari sekali kennel komplek kennel
kebersihannya berkebutuhan khusus berkebutuhan khusus

memiliki tempat akses kesetiap


tidak disediakan akses kesetiap kennel
disediakan mangkuk mandi/grooming anjing hanya kandang mudah
mangkuk makan dan lumayan jauh karena
makan dan minum yang memenuhi dimandikan karena kandang tidak
minum disetiap bangunan kennel
pada setiap kandang kebutuhan dan seadanya berjauhan. (hanya ada
kandang berjauhan
dengan alat khusus satu kennel)

lantai kandang kandang anjing besi


anjing yang sakit anjing keramik dengan permukaan
anjing yang sakit
tidak memiliki (permukaan datar) grid yang akan
memiliki ruang
kandang yang yang tidak membuat membuat telapak
khusus sendiri
terpisah telapak kaki sakit kaki anjing sakit.

ketika siang hari area


ketika siang hari area kandang kurang
tidak ada area kandang terang terkena sinar
ada area bermain
bermain anjing yang karena bukaan yang matahari yang
anjing
cukup banyak. membuat area
sekitaran lembab

ketika malam hari


ketika malam hari
area kandang gelap
penghawaan alami pengahawaan alami area kandang
karea pencahayaan
yang baik karena lokasi yang kurang baik diterangi lampu jenis
yang ada hanya
jauh dari area siibuk karena banyak polusi. TL yang berada di
berasal dari lampu
tengah area
belakang rumah
Studi Banding
(Luar Negri)
3. Animal Refuge Centre
Alamat : Gedempt Hamerkanaal 92, 1021 KR Amsterdam, Netherlands.
 Arsitek : Arons en Gelauff Architecten  Architectural Engineer : Van Rossum, Amsterdam
 Lokasi : Amsterdam, The Netherlands  Building Physics : DGMR, Arnhem
 Kategori : Animal Shelter  Installation Engineer : W+R installaties, Utrecht
 Team Arsitekt : Adrie Laan, Rianne Kreijne, Joost van Bergen, Miren  Kontraktor : BAM, Amsterdam
Aramburu, Mariska Koster, Claudia Temperilli, Oliver Rasche
 Klien : Project Management Bureau Amsterdam, Stichting
 Arsitek Lanscape : DRO Amsterdam, Ruwan Aluvihare Dierenopvangcentrum Amsterdam

Bangunan ini adalah bangunan adalah tempat penangkaran anjing terbesar di Netherland, dengan Desain “Model Comb”. Dengan desain ini, fungsi yang terdapat pada bangunan ini meliputi
koridor service panjang dengan deretan Kennel pada sisi kanan bangunan yang dipisahkan dengan area kecil outdoor. Model desain ini di dominasi dengan railing sepanjang koridornya
yang jika di lihat secara seksama bentuk ini hampir menyamai desain penjara.

Garis merah = area kandang


Garis hijau = area kantor
dan communal area

Fasad atau muka bangunan ini mengarah ke bagian dalam, hal ini di antisipasi untuk mengurangi suara berisik dari hewan dalam Kennel ini (gonggongan) yang akan mengganggu tetangga
di sekitar lingkungan. Pada level atas bangunan (Terdapat dua level bangunan, level satu untuk anjing, level dua untuk kucing), akomondasi untuk kucing terletak. Peletakannya yang berada
di atas Kennel anjing ini dikarenakan extra sound buffer / noise cancelation dari sekitar bangunan.
Lingkaran biru : level kucing
Lingkaran kuning : level anjing

Akomonadasi
area kandang Akomonadasi area kandang
anjing. kucing dengan noise
cancelation buffer lebih besar.
(mengurangi stress kucing dari
suara berisik anjing)
Perbandingan Preseden
(Luar negri)
Rumah Terraria x Animal Refuge Center

Tumah Terraria Pejaten shelter Tumah Terraria Pejaten shelter Tumah Terraria Pejaten shelter

penataan penataan tidak memiliki memiliki exhaust tidak memiliki ruang tidak memiliki ruang
kandang yang kandang yang exhaust yang yang membuat penyimpanan alat penyimpanan alat
baik baik membuat kandang terasa kebersihan sendiri tiap kebersihan sendiri tiap
kandang pengap lebih nyaman kennel kennel

memiliki ruang terpisah


tidak memiliki memiliki klinik tidak memisahkan alat
kebersihan area kebersihan untuk peralatan kebersihan
klinik di area di area komplek kebersihan untuk anjing
kandang terjaga kandang terjaga anjing dengan kebutuhan
komplek kennel kennel yang berkebutuhan khusus
khusus

tidak ada kennel yang terpisah


disediakan disediakan memiliki tempat memiliki tempat akses dari kennel satu ke
jauh karena terhubunga oleh
mangkuk makan mangkuk makan mandi/grooming yang mandi/grooming yang kenel lainnya jauh
lobby servis hanya ada dua
dan minum pada dan minum di memenuhi kebutuhan dan memenuhi kebutuhan dan karena bangunannya
level bangunan yang mudah di
setiap kandang setiap kandang dengan alat khusus dengan alat khusus tidak berdekatan
jangkau

lantai kandang anjing


anjing yang sakit anjing yang sakit lantai kandang anjing keramik
keramik (permukaan datar)
memiliki ruang memiliki ruang (permukaan datar) yang tidak
yang tidak membuat telapak
khusus sendiri khusus sendiri membuat telapak kaki sakit
kaki sakit

ketika siang hari area kandang


ketika siang hari area terang karena bukaan yang
ada area bermain ada area bermain kandang terang karena banyak. akan tetapi ada beberapa
anjing anjing bukaan yang banyak. spot yang tidak tercover cahaya
matahari

penghawaan alami pada malam hari terdapat


pengahawaan alami ketika malam hari area kandang
yang baik karena lampu downlight dengan warna
yang baik karena diterangi lampu jenis TL yang
lokasi jauh dari area kekuningan yang berada di
jauh dari area sibuk berada di tengah area
siibuk setiap kandang