Anda di halaman 1dari 25

DASAR-DASAR ILMU ADMINISTRASI

Tugas Merangkum buku

Dosen:

Dr. Drs Didin, M.Pd

19681231 199403 1050

Disusun

Luthfiah Arradiah ( 1963142024 )

SOSIOLOGI B 2019

FAKULTAS ILMU SOSIOAL


“DASAR-DASAR ADMINISTRASI PUBLIK

Dari Klasik ke Kontemporer”

By Beddy Irawan Maksudi

DAFTAR ISI

BAB 1 ADMINISTRASI SEBGAI CABANG ILMU SOSIALERROR! BOOKMARK

NOT DEFINED.

A.PENGANTAR 2

B.KONSEP ILMU SOSIAL 4

C. ADMINISTRASI SEBAGAI SALAH SATU CABANG ILMU SOSIAL 7

D.HUBUNGAN ADMINISTRASI DENGAN CABANG ILMU SOSIAL LAINNYA 8

BAB 2 KONSEP DASAR ADMINISTRASI 21

A.PENGANTAR 23

B.ASAL-USUL ISTILAH ADMINISTRASI 24

C. PENGERTIAN ADMINISTRASI 25

D.FOKUS ADMINISTRASI: ORGANISASI DAN MANAJEMEN 33

E. FOKUS ORGANISASI ( ORGANIZATION ) 35

F. FOKUS MANAJEMEN 76

G. HUBUNGAN ANTARA ADMINISTRASI, ORGANISASI DAN MANAJEMEN 91

H. INTI MANAJEMEN: KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 92

I. PENGAMBILAN KEPUTUSAN 132

BAB 3 SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ADMINISTRASI SEBAGAI

SENI DAN ILMU 155

A.PENGANTAR 156
B.MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ADMINISTRASI 157

C. FASE PRASEJARAH YANG (BERAKHIR PADA 1 MASEHI) 159

D.FASE SEJARAH ( BERAKHIR PADA 1 MASEHI SAMPAI 1-1886 M ) 178

E. FASE MODERN ( SEJAK 1886 SAMPAI SEKARANG ) 184

F. PENGARUH MANAJEMEN KLASIK KE DALAM ADMINISTRASI PUBLIK 196

BAB 4 HAKIKAT (NATURE) ADMINISTRASI PUBLIK 217

A.PENGANTAR 218

B.PENGERTIAN ADMINISTRASI PUBLIK 219

C. PERGESERAN NOMENKLATUR ADMINISTRASI NEGARA KE ADMINISTRASI PUBLIK

226

D.PENTINGNYA ADMNISTRASI PUBLIK 230

E. RUANG LINGKUP ADMNISTASI PUBLIK 238

BAB 5 PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK 247

A.PENGANTAR 248

B.PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK 249

C. PARADIGMA NEW PUBLIC ADMINISTRATION ( ADMINISTRASI PUBLIK BARU ) 264

D.PARADIGMA NEW PUBLIC SERVICE ( PELAYANAN PUBLIK BARU ) 302

E. PARADIGMA GOOD GOVERNANCE ( TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK ) 321

F. PARADIGMA SOUND GOVERNANCE 347


BAB 1 ADMINISTRASI SEBAGAI CABANG ILMU SOSIAL

RANGKUMAN

1. Ilmu sosial (sosial science), yaitu mempelajari tentang manusia sosial,

homo sosial atau zoom politicon karena itu, manusia secara kodrat

memiliki kelemahan. Jadi, manusia tidak bisa hidup sendiri untuk

mencapai keinginan atau tujuannya. Kondisi seperti inilah manusia selalu

ingin untuk berkelompok dan melakukan kerja sama, agar apa yang

menjadi tujuannya mudah untuk dicapai. Dari sini, maka mulai muncul

apa yang disebut Administrasi, yaitu adanya proses kegiatan kerja sama

untuk mencapai tujuan yang dilakukan oleh seseorang. Jadi, karakteristik

administrasi adalah adanya unsur oraang, yakni minimal terdapat dua

orang atau lebih, unsur kerja sama, unsur kegiatan dan unsur tujuan.

2. Rumpun ilmu sosial mencakup sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi,

geografi, sosial, politik, administrasi, bahkan sejarah.

3. Semua rumpun ilmu sosial memiliki objek materal yang sama, yaitu

manusia. Perbedaanya terletak pada objek formalnya, yaitu pada fokus

kajian. Misalnya, ilmu administrasi adalah sebagai salah satu cabang ilmu

sosial, yang memiliki objek material manusia, dan objek formalnya adalah

mempelajari hubungan interaksi mansia dalam melakukan kerja sama.

4. Ilmu Administrasi sebagai cabang ilmu sosial, maka mempunyai

hubungan yang erat dengan cabang ilmu-ilmu sosial lainnya, yaitu dengan

politik, ekonomi, hukum, sosiologi, antopologi, psikolog sosial, geografi

dan sejarah.
BAB 2 KONSEP DASAR ADMINISTRASI

RANGKUMAN

I. PEMBAHASAN PENGERTIAN ADMINISTRASI

Pemahaman fenomena administrasi dari prespektif Islam dapat

diidentifikasi dengan kata “yudabbiru” hal ini terdapat dalam Al-Qur’an

pada surah Ar-Ra’d(13) ayat 2, Surah As-Sajdah(32) ayat 5, Surah

Yunus(10) ayat 3 dan 1.

1. Administrasi adalah proses kerja sama antara dua orang atau lebih untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapka sebelumnya.

2. Administrasi dapat dipahami dalam arti sempit, yakni sebagai “tata usaha”

dan dalam arti luas, yaitu sebagai proses kerja sama dalam

penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara

bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah diterapkan secara efisien

dan efektif.

3. Administrasi dalam arti luas dapat dilihat dari tiga unsur pandang, yaitu

dari proses, fungsi, dan kepranataan (lembaga)

4. Unsur utama administrasi adalah organisasi dan manajemen. Oraganisasi

dapat diibaratkan sebagai anatomi dari administrasi (struktur), sedangkan

manajemen dapat diibaratkan sebagai fisilogi (fungsi).

5. Administrasi memiliki sifat universal.

II. FOKUS ORGANISASI

1. Organisai dapat dipahami sebagai wadah dan proses. Sebagai proses yaitu

merupakan suatu wahana kegiatan yang mencerminkan bahwa organisasi


merupakan tempat beraktivitas saja. Sebagai proes, yaitu organisasi

dipandang sebagai suatu sistem yang berproses.

2. Unsur organisasi terdiri dari tujuan (goals), kerjasama (cooperation),

struktur (stucture), teknik (techniques) dan psikologi-sosial (psychosocial).

3. Dalam situasi dunia yang semakin dinamis dan mengglobal menjadikan

suatu organisasi tidak mungkin lagi mengasingkan diri dari

lingkungannya.

4. Secara teoretis, lingkungan organisional dapat dibedakan menjadi dalam

dua bentuk, yaitu bentuk lingkungan umun dan lingkungan tugas atau

khusus.

5. Teori organisasi modern menggunakan dua pendekata, yaitu pendekatan

sistem dan kontingensi.

6. Orgnisasi dapat dibedakan berdasarkan struktur, yaitu organisasi formal

dan informal.

7. Berbagai bentuk organisasi, yaitu Organisasi Lini, Organisasi Lini san

Staf, Organisasi Fungsional, Organisasi Lini, Fungsional, Organisasi Lini,

Fungsional dan Staf serta Organisasi Matrik.

8. Organisasi dapat dibedakan, yaitu organisasi publik dan privat.

III. FOKUS MANAJEMEN (MANAGEMENT)

1. Kata management diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi

manajemen dengan arti pengelolahan. Pengololahan aktivitas kerja sama

manusia dalam suatu organisasi. Karena itu, mnajemen dibutuhkan oleh


semua manusia, terutama yang tergabung dalam sebuah organisasi, dan

lebih-lebih dalam kehidupan modern seperti sekarang ini.

2. Pengertian manajemen secara umum adalah suatu proses kegiatan, yaitu

serangkaian aktivitas pengelolahan yang dilakukan terus-menerus oleh

manajer atau admninstrator, yang dimulai dari kegiatan merencakan,

melaksanakan serta mengoordinasikan apa yang telah direncanakan

sampai kepada kegiatan pengawasan agar bekerja sesuai dengan apa yang

telah ditetpkan.

3. Dalam manajemen terdapat unsur-unsur besar yang selalu ada dan melekat

di dalam proses manajemen dan akan dijadikan acuan oleh seorang

pemimpin atau manajemen dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai

tujuan. Unsur-unsur besar itu disebut dengan fugsi manajemen. Henri

fayol adalah orang pertama yang mengindentifikasikan fungsi manajemen

spesifik (functions of management) merupakan hal penting didalam

keberhasilan berorganisasi terdiri dari Planning (perencanaan); Organizing

(pengorganisasian); Commanding (kepemimpinan); Coordnating

(koordinasi); dan Controling (pengawasan). Sedangkan, George R. Terry

(1977:81), merumuskn fugsi-fungsi manajemen yang popular disingkat

menjadi POACH, Planning (perencanaan); Organizing (pengorganisasian);

Actuating (penggerakan); Commanding (kepemimpinan); Coordnating

(koordinasi); dan Controling (pengawasan).


4. Terdapat hubungan yang erat antara administrasi, organisasi dan

manajemen. Ketiganya saling memengaruhui, dan tidak terpisahkan satu

sama lain, sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh.

IV. INTI MANAJEMEN : KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN

KEPUTUSAN

 KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

1. Kepemimpinan adalah suatu kapasitas yang dimiliki oleh seseorang

pemimpin dalam menggunakan kekuasaan untuk memengaruhi,

memberikan inspirasi, memberikan solusi dan mengarahkan seseorang

atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Terori kepemimpinan dapat dilihat dari prepektif teori sifat, dan teori

perilaku.

3. Gaya kepemimpinan terdiri dari gaya autokratis, demokratis, dan

laissezfaire.

4. Pendekatan kepemimpinan dapat dilihat menurut model situasi (Teori

Kontingensi Fidler’s)

 PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION MAKING)

1. Pengembilan keputusan adalah merupakan salah satu fungsi utama

pemimpin, administrator, atau manajer yang sangat penting di dalam

organisasi privat, publik maupun sosial. Sebab, berjalannya fungsi-fungsi

manajemen tersebut, diawali dengan adanya keputusan yang dibuat oleh

pimpinan, admnistrator atau manajer di level puncak organisasi.


2. Pengambilan keputusan dalam sudut pandang Islam adalah perlu

memenuhi prinsip-prisnip yang harus di jalankan oleh seseorang

pemimpin atau manajer yang akan mengambil suatu keputusan. Perinsip-

prinsip tersebut ialah prinsip adil, prinsip amanah, prinsip iatiqomah dan

prinsip jujur.

3. Pengertian pengambilan keputusan secara umum adalah proses pemilihan

suatu alternatif dari beberapa alternatif untuk memecahkan masalah.

4. Pengembilan keputusan dapat dikelompokkan dalam berbagai tipe, yaitu

(a) keputusan yang terprogram; dan (b) keputusan yang tidak terprogram.

5. Tahapan pengambilan keputusan; 1. Identifikasi masalah dan definisi

masalah; tahap 2. Mengembangkan alternatif; tahap 3. Mengevaluasi

alternatif; tahap 4. Memilih alternatif; tahap 5. Melaksanakan keputusan;

dan tahap 6. Evaluasi pengawasan.


BAB 3 SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ADMINISTRASI

SEBAGAI SENI DAN ILMU

RANGKUMAN

I. FASE PRASEJARAH

1. Dimasa ini, administrasi publik diakui sebagai “seni dan juga ilmu”. Untuk

memahami perkembangan admnistrasi sebagi seni, dapat ditelusuri melalui

perkembangan sejarah pemikiran admnistrasi. Administrasi seni, ternyata

telah ada sejak dahulu kala. Walaupun di zaman dahulu orang tidak

menamakan administrasi. Karena itu, admninistrasi sudah ada sejak zaman

prasejarah. Prasejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan

seagai bahasa oleh orang-orang primitif.

2. Tahap prasejarah dapat dibagi menjadi enam tahap perkembangan, yaitu :

(1) Zaman Mesopotamia; (2) Zaman Babylonia; (3) Zaman Mesir Kuno;

(4) Zaman Cina Kuno; (5) Zaman Yunani Kuno; (6) Zaman Roawi Kuno.

3. Perkebangan zaman prasejarah seperti ini terjadi di Mesotamia, Babylonia,

Mesir kuno, Cina kuno, Yunani kuno, Romawi kuno, dan sejarah

peradaban Indonesia kuno telah memberikan bukti bahwa pada hakikatnya

prinsip-prinsip administrasi telah diterapkan secara praktik atau seni.

Kemudia diperkuat dengan bukti dalam bentuk karya bangunan yang

indah. Misalnya, mahakarya yang menjadi salah satu keajaiban dan

warisan duni, yaitu “Taman Gantung” (The Hangging Gardens of

Babylonia) di Babylonia kuno; “Tembok Besar” (The Greatwall) di Cina

dibangun masa Dinasti Ming; “Kepala Singa” (Piramida Sphinx) dibangun


pada masa Firaun Mesir kuno; dan “Colosseum” (Arena Gladiator)

dibangun pada masa Romawi Kuno, yang letaknya di Italia, Roma;

“Parthenon” di Akropolis Athena dibangun pada masa Yunani Kuno; dan

Borobudur. Semua karya tersebut dalam proses pembangunan pasti

sebelumnya dibuat perencanaan, program, penyiapan tenaga kerja,

material, dilakukan pengawasan dan koordinasi dalam plaksanaan serta

melakukan evaluasi setip tahapan pengerjaan. Hal ini berati sudah dikenal

dengan “manajemen proyek”. Meskipun pada saat itu, istilah-istilah

tersebut belum dikenal, namun secara praktik sudah dilakukan oleh orang-

orag dahulu.

II. FASE BERAKHIRNYA SEJARAH 1 MASEHI – 1886 M

Fase berakhirnya sejarah pada 1 – 1886 M, perkembangan pemikiran

admnistrasi masuk pada masa abad pertengahan dan menuju abad modern.

1. Abad pertengahan sering juga disebut Zaman Kegelapan, yaitu dimana

masyarakat Eropa menghadapi kemunduan intelektual dan ilmu

pengetahuan, karena dihempaskan dan sepenuhnya didominasi oleh

interpretasi terhadap injil (Evalingelis = Sabda atau Kabar Gembira).

Umunya selama 15 abad pertama dari sejarah dunia modern, bidang

administrasi pun mengalami kegelapan. Meskipun demikian, Gereja

katolik Roma telah memberikan sumbangan besar terhadap pemikiran

administrasi melalui praktik administrasi terutama dalam organisasi 1000

tahun yang lalu, memberikan kontribusi dalam pola dasar struktur


organisasi, yaitu hierarki otoritas, spesialisasi aktivitas sepanjang garis

fungsional dan konsep staf.

2. Abad kegelapan berakhir dengan memasuki abad pencerahan, apa yang

disebut renaissance upaya menghidupkan kembali kebudayaan klasik

(Yunani-Romawi). Karena itu mundul kebebasan berpikiryang

memunculkan ilmu pengetahuan alam modern dan sains baru. Pada zaman

ini timbul tiga kelompok sarjana di waktu hampir bersamaan dari tiga

negara berbeda, tetapi mempunyai pandangan yang sama tentang

pentingnya administrasi. Tiga kelompok ini biasa disebut kaum, yaiut (a)

Kaum Kameralist di German dan Austria; (b) Kaum Mekantilisme di

Inggris; dan (c) Kaum Fisiokrat di Prancis.

III. FASE MODERN SEJAK 1886 SAMPAI SEKARANG

1. Pada fase ini merupakan batas atau akhir dari status administrasi sebagai

seni atau praktik, dan juga administrasi mulai masuk area modern.

2. Pemicu yang mempercepat perkembangan administrasi, yaitu menculnya

Revolusi Industri di Inggris dan munculnya perusahaan besar di Amerika

Serikat, memerlukan tata kelola baru, mencakup administrasi, organisasi

dan manajemen. Hal ini untuk membantu mengefesienkan dan

mengektifkan organisasi pemerintah. Untuk melakukan Amerikanisasi atas

pendekatan-pendekatan administrasi Eropa. Kepentingan pengawalan

pemerintahan populer juga bertanggung jawab serta admninstrasi yang

efisien.
3. Administrasi publik adalah admnisitrasi publik periode 1900-an sampai

1930-an yang memiliki karakteristik (a) nilai dasar, efesiensi, efektivitas,

dan rasionalitas; (b) merupakan anak dan ilmu politik; (c) berada pada

ranah pemerintahan; (d) ada pada otoritas eksekutif dan otoritas peradilan

dalam pemerintahan; (e) terpisah dari politik; (f) suatu bidang bisnis; (g)

mengombinasikan antara kebebasan dan ketergantungan dn kooperasi

dalam sistem pemerintahan multi-tingkat; (h) dalam hal tertentu tunduk

pada kontrol politik; (i) bersifat sentralistik; (j) bukan suatu instrumen

pasif, dan (k) sensitif terhadap opini publik.

4. Tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam meletakkan

tonggak dasar administrasi, organisasi, dan manajemen sebagai ilmu

pengetahuan, yaitu: (a) Fredirick Winslow Taylor dari Amerika Serikat

yang mengemukakan tentang pandangannya mengenai “Manajemen

Ilmiah”; (b) Henry Fayol dari Prancis yang mengemukakan pandangan

mengenai “Teori Administrasi” (Prinsip-prinsip Admnistrasi); dan (c) Max

Weber seorang Sosiologi dari Jerman yang mengemukakan mengenai tipe

ideal organisasi yang kemudian disebut “Birokrasi”.

IV. PENGARUH MANAJEMEN KLASIK KE DALAM

ADMINISTRASI PUBLIK

1. Teori manajemen klasik telah memberikan pengaruh ke dalam

administrasi publik dapat kita telusuri sejak akhir abad ke-19, yaitu

admnisitrasi publik di Amerika Serikat. Oleh karena itu, administrasi


publik sebagai suatu disiplin muncul pertama kali dalam literatur Amerika

Serikat.

2. Ketertarikan pada cendekiawan Amerika Serikat terhadap administrasi

publik, yakni ketika dihadapkan pada realitas bahwa dalam praktik

rekrutmen pegawai pada instansi pemerintah lebih diwarnai oleh spoil

system, ketimbang berbasis merit system. Kondisi sistem kepegawaian

semacam itulah yang telah memunculkan reaksi ketidak puasan dari para

pemimpin sipil dan cendikiawan pada perguruan tinggi. Orang pertama

yang memberikan reaksi terhadap kondisi tersebut, ialah Wilson,

Goodnow, Leonard D.With, Taylor dan Willoughby semuanya memiliki

pengaruh besar pada perkembangan Ilmu Adminitrasi publik.

3. Kontribusi ide Wilson yang terkenal terhadap perkembangan ilmu

administrasi adalah pemisah antara politik dan administrasi publik.

Perlunya, efesien dalam mengelola pemerintahan, dan menerepkan merit

system dengan memisahkan urusan politik dari urusan pelayanan publik.

Mengajurkan diadopsinya prinsip-prinsip yang diterapkan oleh organisasi

bisnis “the field of administration is the field of businees” yaitu

memperbaiki organisasi pemerintah menjadi lebih bersifat bisnis. Oleh

karena itu, Wilson dipandang sebagai bapak pendiri Administrasi publik

disiplin ilmu.

4. Leonard D. With menyatakan dengan tegas bahwa “polotik seharusnya

tidak ikut mencampuri administrasi, dan administrasi publik harus

bersifat studi ilmiah yang bersifat bebas nilai”. Selain itu, ia mengusulkan
management sebagai materi khusus bagi administrasi publik, seperti

sistem pengadaan, ujian, klasifikasi, promosi, disiplin, dan pensiunan

pegawai agar diatur dalam suau manajemen dalam mencapai tujuan

negara.

5. Kontribusi Goodnow, adalah dengan Goodnow menerbitkan buku tersebut

oleh para ahli administrasi publik merupakan “Proklamasi” secara resmi

terhadap lahirnya Ilmu Administrasi Publik yang memisahkan diri dari

induknya, yaitu Ilmu Politik. “Politik”, menurut Goodnow harus

berhubungan dengan tujuan negara. Sedangkan “Administrasi” harus

berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut (has to do with

execution of these policies).

6. Willoughby berpendapat bahwa Administrasi publik memiliki aspek

universal yang bisadiaplikasikan di seluruh cabang pemerintahan.

7. Pengaruh manajemen kalsik paling dominan dalam administrasi publik

adalah diterbitkannya karya Gulick dan Urwick, yaitu “Papers on the

Science of Administrasi” pada 1937, dimana Gulick mengajukan tujuh

prinsip Administrasi yang seharusnya dilakukan oleh kepala eksekutif

dalam diagram singkat POSDCORB , yaitu kepanjangan dari P-lanning,

O-rganizing, S-taffing, D-irecting, CO-ordinating, R-eforting, dan B-

udgeting.
BAB 4 HAKIKAT (NATURE) ADMINISTRASI PUBLIK

RANGKUMAN

1. “Public Administrasi adalah suatu “spesies” dalam lingkungan “genus

administration”, dan administrasi ini adalah termasuk dalam suatu

keluarga yang kita sebut sebagai kegiatan yang kooperatif (cooperative

human action)”

2. Kata “Publik” yang merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “public”

memiliki arti multitafsir yakni dapat berarti “umum”, “negara”, dan

“masyarakat” itu dipakai silih berganti dalam suatu kalimat.

3. Fredickson membedakan kata publik dengan berbagai prespektif yaitu : 1)

Publik sebagai kelompok kepentingan (Prespektif pluralis); 2) Publik

sebagai pemilih rasional (Prespektif pilihan publik-public choice); 4)

Publik sebagai pelanggan (Prespektif penerima pelayanan publik); dan 5)

Publik sebagai warga negara.

4. Kata “Publik” digbungkan dengan “Aministrasi” menjadi “administrasi

publik”, yang juga merupakan terjemah dari bahasa Inggris “Public

Administration” ternyata mengalami hal sama dalam pemahamannya,

tidak memiliki definisi tunggal namun multitafsir pula. Istilah administrasi

publik umumnya di Indonesia dimaknai menjadi Administrasi Negara.

5. Pengertian administrasi publik menurut Dwight Waldo, yaitu (a) public

administration adalah organisasi dan manajemen dari manusia dan benda

guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah; (b) public administration adalah


suatu seni dan ilmu tentang manajemen yang dipergunakan untuk mngatur

urusan-urusan negera.

6. Secara umum pemahaman “Administrasi Publik” adalah suatu keseluruhan

proses kerja sama secara rasional yang dilakukan aparatur

negara/pemerintah dalam rangka pelaksanaan kebijakan yang berkaitan

dengan hal-hal tujuan negara dan penyelenggaraan berbagai kebutuhan

publik.

7. Akhir-akhir ini kecenderungan adanya pergeseran nomenklatur

Administrasi Negara yang selama ini telah digunakan sebagai penamaan

program studi menjadi Administrai Publik.

8. Pergeseran nomenklatur tersebut, setidaknya tiga faktor yang menjadi

sebab semakin menurunnya dominasi peran negara, yaitu (1) Dinamika

ekonomi, politik dan budaya yang membuat kemampuan pemerintahan

semki terbatas untuk dapat memenuhi suatu tuntunan masyarakat; (2)

Globalisasi yang membutuhkan daya saing tinggi di berbagai sektor

menuntut makin dikuranginya peran negara melalui debirokratisasi dan

deregulasi; dan (3) Tuntutan demokrasi mendorong semakin banyak

munculnya organisasi kemasyarakatan yang menuntut untuk dilibatkan

dalam proses perumusan kebijakan dan implementasi munculnya

fenomena hybrid organization yang merupakan perpaduan antara

pemerintah dan bisnis.

9. Pentingnya administrasi publik, ditandai dengan adanya kedua kejadian

fenomenal pada zaman modern, ialah keberhasilan Amerika Serikat


meledakkan bom atom yang pertama pada 1945, dan keberhasilan manusia

partama mendarat di bulan pada 1969 melalui Pesawat Apoll XI. Dibalik

keberhasilan tersebut, ternyata Ilmu Administrasi telah memberikan

kontirbusi besar.

10. Albert lepaswsky menunjukkan enak peran administrasi dalam kehidupan

perkembangan masyarakat, ialah (a) The Universal Improtance of

Administration (Pentingnya Universalitas Administrasi); (b) The

Stabilizing Role of Administrasi in Society (Peran Menstabilkan

Administrasi dalam masyarakat; (c) The Role Administration in Social

Change (Peran Administrasi dalam Perubahan Sosial); (d) The Treat of a

Managerial Revolution (Ancaman Revolusi Manajerial), The Prospect of a

Managerial Evolution (Prospek Evolusi Manejerial); (f) Administration as

The Key to Modern Society (Administrasi sebagai Kunci Masyarakat

Modern).

11. Ruang lingkup Administrasi Publik adalah batasan atau cakupan yang

dapat dipelajari atau dikaji dalam disiplin ilmu administrasi publik. Ruang

lingkup administrasi publik sangat kompleks dan tergantung pada

perkembangan kebutuhan serta dinamika masalah yang dihadapi

masyarakat.

12. Untuk mengetahui ruang lingkup administrasi publik, bahwa cakupan

yang dinamis ini dapat dipelajari dari berbagai literatur, khususnya buku-

buku teks administrasi publik.


BAB 5 PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK

RANGKUMAN

I. PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK

1. Istilah paradigma di populerkan oleh Thomas Kuhn dalam “The Structure

of Scientific Revolution” (Chicago: The University of Chicago Prerss,

1970). Paradigma disini diartikn Khun sebagai kerangka referensi atau

pandangan dunia, nilai-nilai, metode-metode, prinsip-prinsip dasar yang

menjadi dasar keyakinan atau pijakan suatu teori.

2. Paradigma sekarang makin berkembang dan bisa digunakan dalam

berbagai ilmu pengetahuan, terkmasuk ilmu admnistrasi publik. Demikian

halnya, perkembangan administrasi publik secara dinamis telah

menimbulkan berbagai macam paradigma. Nicholas Henry membagi

pergantian paradigma ilmu administrasi publik ke dalam lima tahap, yaitu

paradigma 1: Dikotomo Politik-administrasi(1990-1926); Paradigma 2:

Prinsip-prinsip Administrasi Negara (1927-1937); Paradigma 3:

Administrasi Negara sebagai Ilmu Politik (1950-1970); Paradigma Ilmu

Administrasi Negara sebagai Ilmu Administrasi (1956-1970); Paradigma

Administrasi Negara sebagai Admnistrasi Negara (1970-sekarang).

3. Pada paradigma 1 lebih memberikan penekanan kepada locus atau

tempat/letak institutional dari administrasi publik berada, yaitu birokrasi

pemerintah. Sedangkan focus-nya (kekhususan isi atau spesialisasi dari

bidang ini) kurang mendapatkan perhatian. Tokoh yang berperan dalam


paradigma 1 ini adalah Woodrow Wilson, Frank J. Goodnow, dan Leonard

D. White.

4. Pada paradigma 2 lebih penekanan pada focus, yaitu teori organisasi dan

prinsip-prinsip administrasi. Namun tidak ada penjelasan tentang

penekanan pada locus-nya. Tokoh yang berperan adalah Luther Gullick

dan Lyndall Urwick.

5. Pada paradigma 3 penekanan kembali pada locusnya, yaitu birokrasi

pemerintah, sedangkan focusnya tidak jelas. Tokoh-tokohnya adalah

Hebert H. Simon dan Dwight Waldo.

6. Pada paradigma 4 ini lebih menegahkan focus dibanding locusnya, dan

administrasi tetap administrasi dimanapun ia berada, begitu pula prinsi-

prinsip administrasi tersebut.

7. Pada paradigma 5 ini meskipun belum jelas focusnya, namu setidaknya

pengembangan teori organisasi sudah mantap dan ditambah lagi adanya

perkembangan baru dalam teknik-teknik terapan pada ilmu manajemen.

Sedangkan yang menjadi locusnya tidak begitu diperhatikan.

II. PARADIGMA NEW PUBLIC ADMINISTRATION

(ADMINISTRASI PUBLIK BARU)

1. Kondisi admininstrasi publik pada tahun 1960-an dan 1970-an, mengalami

suatu era yang disebut “Masa Pergolokan”. Suatu masa yang

memperdebatkan status administrasi publik sebagai disiplin ilmu maupun

profesi.
2. Ide dasar mengkritik administrasi publik ialah paradigma klasik terlalu

fokus pada paramenter ekonomi (efesien dan efektivitas).

3. Adanya kritik pedas terhadap paradigma administrasi publik tersebut telah

memunculkan paradigma New Public Administration (NPA) 1970-an.

Tokoh utamanya adalah Frederickson.

4. NPA muncul selain hasil perdebatan hangat tentang kedudukan

administrasi publik sebagai disiplin ilmu maupun profesi juga dilandasi

oleh hal-hal sebagai berikut: (a) Pasca PD II banyak lahir lembaga-

lembaga internasional, seperti PBB, WHO, UNICEF, da lain-lain. Tetapi

mereka mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan tugas dan

pekerjaannya karena ketiadaan sistem administrasi yang efektif dan efisien

di banyak negara; (b) Meninggatkan pengagguran, kemiskinan, dan

penduduk secara cepat dianggap sebagai masalah yang timbul karena

inefisiensi kinerja administrator dan karena sempitnya pemahaman

terhadap administrasi publik.

III. PARADIGMA NEW PUBLIC MANAGEMENT

1. Organisasi sektor publik pada era administrasi publik klasik (Old Public

Administration-OPA) sering di kritik yang digambarkan tidak produktif,

tidak efisien, rendah kualitas, miskin inovasi dan kreativitas dan lain

sebagainya. Kondisi ini dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan

zaman yang mulai berubah.


2. Kritik terhadap organisasi sektor publik tersebut, juga seiring semakin

meguatnya liberalisme mulai 1980, yang kemudian menimbulkan gerakan

untuk melakukan reformasi manajemen sektor publik. Dari sinilah lahir

“The New Pubkic Management” disingkat NPM.

3. Christopher Hood adalah orang yang pertama kali menciptakan istilah

NPM pada 1991.

4. Paradigma ini kemudian menyebar secara luas khususnya di 1990-an

disebabkan karena adanya promosi dari lembaga internasional, seperti

Bank Dunia, IMF, Sekteriat Negara Persemakmuran, dan kelompok-

kelompok konsultan manajemen.

5. NPM merupakan teori manajemen publik yang beranggapan bahwa

praktik manajemen sektor swasta lebih baik dibandingkan dengan parktik

manajemen sektor publik. Karena itu, untuk memperbaiki kinerja sektor

publik perlu diadopsi beberapa praktik dan teknik manajemen yang

diterapkan di swasta.

6. Penerapan konsep NPM telah menyebabkan perubahan manajemen sektor

public dari manajemen tradisional yang kaku, birokratis dan hierarkis

menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih

mengakomudasi pasar.

IV. PARADIGMA NEW PUBLIC SERVICE ( PELAYANAN PUBLIK

BARU)
1. Paradigma New Public Service (NPS) merupakan konsep dari tulisan

Robert B. Dernhardt dan Janet V. Dernhardt “The New Public Service:

serving not Streering” terbit 2003.

2. Paradigma NPS dimasukkan untuk meng”counter” paradigma NPM yang

berperinsip “run government like a business” (menjalankan administrasi

negara sebagaimana menggerakkan sektor bisnis.

3. Menurut Denhardt (2007:27-41) yang menajadi akar dari teori NPS, yaitu

(1) theories of democratic citizenship; (2) model of community and civil

society; (3) organizational humanism and new public administraton; dan

(4) postmodern public administration.

4. Kritik Denhardt bahwa NPM sebagai konsep yang salah dalam

memandang masyarakat yang dilayani. NPM memandang masyarakat

yang dilayani sebagai costumer, sedangkan NPS mengaggapmasyarakat

yang dilayani sebagai warga negara.

5. Kelemahan NPS: 1) Pendekatan politik dalam administrasi negara; 2)

Standar ganda dalam mengkritik NPM; 3) Aplikasi NPS masih diragukan.

V. PARADIGMA GOOD GOVERNANCE ( TATA KELOLA

PEMERINTAHAN YANG BAIK)

1. Munculnya konsep GG, karena (a) Pada 1980 adanya krisis dunia,

terutama di Afrika; (b) kondisi birokrasi di negara-negara berkembang

terlalu besar atau “gemuk” (big government), sehingga tidak efektif dan

selain itu operaturnya juga banyak korupsi; dan (c) runtuhnya negara super
power Uni Soviet pada 1990, menyebabkan ternjadinya perubahan

kekuatan konstelasi politik dunia, sehingga berpengaruh pula terhadap

kebijakan pemberian bantuan kepada negara-negara penerima yang di

nominasi lembaga keuangan internasional oleh World Bank, UNDP, dan

IMF.

2. Selanjutnya konsep GG dipopulerkan World Bank, UNDP, dan IMF,

bahkan dijadikan persyaratan bagi negara-negara berkembang yang ingin

mendapatkan dana bantuan harus menjalankan konsep GG terlebih dahulu.

VI. PARADIGMA SOUND GOVERNANCE

1. Konsep SG yang dicetuskan oleh Ali Farazmand diilhami oleh suatu

kondisi dimana penerapan konsep GG menggapai kesuksesan di dunia,

namun memunculkan pertanyaan yang mandasar yaitu apakah kesuksesan

dalam penerapan prinsip konsep GG secara ideal ditingkat lokal, juga

apakah sudah diterapkan di tingkat internasional. Karena itu, setelah GG

berhasil menginklusifkan hubungan si kaya dan si miskin di tingkat

nasional, maka fase berikutnya adalah menginflusikan hubungan negara

kaya dengan negara miskin melalui agenda GG.

2. Konsep SG dipergunakan sebagai alternatif dari istilah good governance

karena beberapa alasan: a) lebih konpresif; b)berisi fitur normatif atau

teknis dan rasional dari good governance; c) konsep sg memiliki

karakteristik kualitas governance yang lebih unggul; d) sound goverance

bercocokan dengan nilai konstitusi dan responsif kepada norma,aturan dan


rezim internasional; dan e) konsep sound governance berwal dari kerajaan

negara dunia pertama persia yang memiliki sistem administrasi efektif dan

efisien.

3. Konsep “sound” itu bisa diartikan layak, pantas atau ideal dalam

konteksnya. Jadi sound governance (tata pemerintahan layak) adalah ide

yang masih baru atau belum bisa di bilang matang.

4. Menurut Ali Farazmand, SG memiliki beberapa dimensi, meliputi 1)

Proses; 2) Struktur; 3) Kognisi dan nilai-nilai; 4) Konstitusi; 5) Organisasi

dan kelembagaan; 6) Manajemen dan kinerja; 7) Kebijakan; 8) Sektor; 9)

Internasional dan globalisasi kekuatan; 10) Etika, akuntabilitas,

transparansi.